Selasa, 28 Maret 2023

INFORMASI KOMUNIKASI

*INFORMASI & KOMUNIKASI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Segala puji bagi Allah, Sholawat serta Salam, tercurah Pada manusia Agung, Muhammad Saw. 

"Siapa yang menguasai dunia informasi, Dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia," demikian pepatah ini begitu mashyur kita dengar, pepatah yang melukiskan akan besarnya kuasa media informasi.

Tanpa terasa kita sudah terjajah dan dikuasai oleh tehnologi informasi dan komunikasi.

Jadi terjadinya *KOMUNIKASI* adalah karena adanya Ide, gagasan dan pesan *INFORMASI* Yang akan disampaikan, maka akan terjadilah *AKSI dan REAKSI* atau terjalin *INTERAKSI* atau *HUBUNGAN YANG DEKAT DAN BAIK, BAHKAN SALING MENGASIHI DAN MENCINTAI*

Tapi Ada Komunikasi, tapi tidak terjadi Informasi yang interaktif, Walau ada Aksi tapi tidak ada Reaksi, Contohnya : *Kita berbicara dengan orang Mati.*

Dan *ALLAH TIDAK ADA YANG TAU DAN TIDAK DIKENAL* Siapa Manusia atau mahluk yang Tau dan mengenal Allah, *TIDAK ADA SATUPUN*.

Tetapi *ALLAH INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI, MAKANYA ALLAH CIPTAKAN MAHLUK*

Maka ALLAH pun, memberikan *INFORMASI, KESAKSIAN BAHKAN KOMITMEN* Kepada manusia, :

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah *mengambil kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
*Sesungguhnya Aku ini adalah Allah*, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرِفَ فَخَلَقْتُ خَلْقًا فَبِي عَرَفَوْنِيْ
“Aku adalah simpanan yang tersembunyi, *kemudian Aku ingin diri-Ku dikenal, maka aku ciptakan makhluk, yang dengannnya Aku dikenal”.*

Subhanallah, MAHA SUCI ALLAH, Allah Mengumumkan dengan *GAMBLANG, JELAS , TEGAS, DAN DAPAT DIPAHAMI DENGAN BAIK, SETIAP MAHLUK YANG BERAKAL, BAHWA ALLAH SANGAT SENANG BISA BERKOMUNIKASI, BERINTERAKSI DENGAN MAHLUK NYA, YANG BERNAMA MANUSIA,*

Tapi *KENYATAANNYA, MANUSIA, LALAI, MENGHINDAR, BAHKAN SOMBONG DAN ANGKUH, TIDAK MAU MENDENGAR PANGGILAN ADZAN, UNTUK BERJUMPA DENGANNYA.*

Sementara, *TIDAK SEDIKIT MANUSIA CARI MUKA, PENJILAT, RELA JADI BUDAK ATASANNYA, DAN SANGAT SENANG DAN BANGGA DIPANGGIL OLEH, BOS, PEJABAT, GUBERNUR, MENTERI, BAHKAN PRESIDEN.*

Padahal *SIAPAPUN PEJABAT DAN PRESIDEN NYA, ALLAH LAH YANG MEMBERIKAN DIA HIDUP DAN KEHIDUPAN NYA.

Dan Allah *MEMILIH PARA NABI dan ROSUL, untuk KOMUNIKASI memberikan INFORMASI PERINTAH DAN LARANGAN*

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) adalah *seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.*
Q.S An-Najm [53] : 56

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, *"Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

Setelah *PARA NABI dan ROSUL KEMBALI PADA ALLAH*, Selanjutnya  untuk *BERKOMUNIKASI dan MEMBERIKAN INFORMASI, Allah memilih PARA WALINYA DIMUKA BUMI INI, YAITU MEREKA SELALU MEMBERSIHKAN HATINYA, DENGAN SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH, SIANG DAN MALAM*.

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya *wali-wali Allah* itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28

Dan siapapun Bisa dapat *INFORMASI dari Allah, dan BERKOMUNIKASI serta INTERAKTIF, asal HATI KITA BERSIH DARI MAHLUK, YANG ADA HANYA LAH ALLAH SWT.*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

*HATI* adalah Istana kerajaan, tidak mungkin dipimpin oleh *DUA RAJA*, apabila Ada *NAFSU, DUNIA dan SYETAN, TIDAK MUNGKIN ALLAH HADIR PADA DIRI KITA* 

Bila Allah Hadir pada  Jiwa manusia, masuk kedalam Hati yang paling dalam, Maka bergetar lah Hati kita, dan diri pun Tiada. 

Semoga Allah membersihkan Hati kita, dari *MENUHANKAN HAWA NAFSU*.

Benar Dari Allah, salah dari Alfaqir, Selamat *BERINTERAKSI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH, MELALUI QOLBUN SALIM, HATI YANG BERSIH, AMIN*

Selasa, 28 Maret 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Minggu, 26 Maret 2023

PUASA RAMADHAN

*PUASA RAMADHAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Puji hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah pada Baginda Agung Muhammad SAW.

Manusia itu terlahir fitrah, suci dan bersih. 

Dan manusia adalah mahluk *BAIK*.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang *sebaik-baiknya.*
Q.S At-Tin [95] : 4

Dan manusia juga Mahluk yang *SEMPURNA*

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu *(Dengan Sempurna)*, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Q.S Al-A'raf [7] : 11

Dan Allah pun *MEMULIAKAN MANUSIA*
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ ,,
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, 
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi dikarenakan *HAWA NAFSU* Banyak manusia yang tersesat berbuat dosa dan maksiat. 
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Apalagi Iblis pun mengancam, menghalangi dan menyesatkan manusia, sesuai janjinya :
قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan *(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,*
Q.S Al-A'raf [7] : 16

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan). 

Karena dorongan Hawa nafsu untuk melakukan dosa dan maksiat, maka Manusia Menjadi *ANGKUH, SOMBONG dan PENENTANG ALLAH* Tidak mau menuruti perintah Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami *menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata*!
Q.S Ya Sin [36] : 77

Tapi dengan *RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, ALLAH PUN MENERIMA TOBAT DAN KESALAHAN MANUSIA, APABILA MAU BERTOBAT*
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

Tetapi bila *TIDAK BERTOBAT JUGA MAKA AKAN KEKAL DALAM NERAKA, DOA AMAL SHOLEH TIDAK AKAN DITERIMA*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37.

Nah selagi kita masih hidup didunia, sebesar apapun, kesalahan, dosa dan Maksiat, Pasti Allah mengampunkannya, Walaupun dosanya seluas langit dan bumi, *TAPI RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, LEBIH LUAS LAGI*.

Maka dari itu, 11 Bulan, Noda dan dosa kesalahan kita, Allah hapus, Lebur, dan diampuni, selama *BULAN RAMADHAN* Bulan penuh *RAHMAT*, *AMPUNAN* dan *TERHINDAR DARI SIKSA API NERAKA*

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab, *maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu*,” (HR Bukhari).

Tapi *MAAF* Tidak semua orang Islam, yang *ALLAH UNDANG UNTUK HADIR DI BULAN RAMADHAN, UNTUK PEMBERSIHAN DAN PENGAMPUNAN DOSA, HANYA UNTUK ORANG ISLAM YANG BERIMAN PADA ALLAH, YANG DIWAJIBKAN BERPUASA* sebagaimana Firman-Nya :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183.

Sangat beruntunglah, Orang Islam dan beriman pada Allah, bertemu bulan Ramadhan, untuk menjalankan *IBADAH PUASA, TERAWEH, TADARUS DAN IBADAH LAINNYA*.

Apalagi ada *BIG BONUS PAHALA* Pada saat Malam Lailatul qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Semoga Allah Mudahkan dan ringankan, *IBADAH PUASA ROMADHON, HINGGA AKHIR* Dengan penuh cinta, kasih, ketenangan dan penuh kepuasan *RIDHO dari ALLAH* amin yaa Robbal 'Alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang kurang dari ilmu. 

27 Maret 2023

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...