Sabtu, 15 Juli 2023

KEBETULAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Karena Setiap *KESULITAN* Ada *KEMUDAHAN* Allah beri *KESULITAN* Eh Allah Beri *KEMUDAHAN lagi bahkan KESUKSESAN*

Kejatuhan bila masih bisa BANGKIT dan BERJALAN itu masih ANUGRAH, Tapi bila Jatuh tidak bisa bangkit lagi dan tidak mau bergerak itu suatu *MALAPETAKA*

Lahir miskin bukan salah manusia, tapi Hari tua tetap miskin berarti salah manusia nya. 

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Q.S Asy-Syarh [94] : 5

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Q.S Asy-Syarh [94] : 6

*B* erani
*O* ptimis
*T* iru
*O* rang
*L*  ain yang *Sholat Sukses*

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

KETETAPAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

HAK MILIK

*HAK MILIK*

Kalo Mobil baru kita, tergores, kecelakaan atau hilang, *Pastilah kesal dan marah*, tapi kalo punya orang lain, tentu biasa saja, Karena bukan milik kita. 

Tapi Anehnya kenapa kita mesti, kesal dan marah pula, bila kehilangan, Harta, tahta, mahkota, Jabatan, padahal itu semuanya titipan Allah, Bukan milik kita. 

*Pada saat kita merasa MEMILIKI, Maka siap siaplah akan SAKIT HATI,*

Karena Allah menginginkan cukup *HANYA ALLAH MILIK DIHATIMU*

Kita didunia ini *TIDAK PUNYA HAK MILIK, yang kita punya cuma SURAT TANAH, RUMAH, MOBIL DAN SURAT BEHARGA LAINYA.*

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
*Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi*, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Q.S Ali 'Imran [3] : 109

16, Juli 2023

PB. FORMULA

TG. Drs. Dedi Hermanto

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...