Senin, 20 April 2026

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA*

Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan manusia tidak bisa diselesaikan oleh Akal Manusia karena kemampuan akal manusia itu ada keterbatasan.

Keterbatasan terhadap dalam mengendalikan Ancaman musibah bencana Alam, gempa bumi, gunung meletus, tanah longgar, Tsunami, banjir bandang, Tornado dan lainnya, manusia dengan ilmunya hanya bisa memprediksi, prakiraan dan ramalan cuaca, setelah terjadi baru ketahuan, kekuatan bencana tersebut.

Maka manusia berkesimpulan mau tidak mau ,Ada kekuatan yang maha Dahsyat mengendalikan Alam Semesta ini.

I. TEMPAT IBADAH.

Dengan memperhatikan Judul tersebut mungkin agak terasa aneh, janggal, provokatif atau biasa saja, Tergantung dari Lantar belakang seseorang, Dari segi intelektual, spritual dan pengalaman dalam kehidupan manusia. 

Di seluruh dunia ini, penjuru bumi , Pasti ada *TEMPAT BERIBADAH*, walaupun Komplek Perumahan sudah banyak fasilitas, saran prasarana, yang modern dan canggih, tetap mesti ada Fasilitas tempat beribadah. 

Jadi hubungan kita Sama tuhan , tidak mungkin manusia bisa *Menjauh, Keluar dan  Menghindar  darinya, walaupun dia sendiri Atheis, tidak bertuhan*

Karena *Ikan Akan Mati bila Keluar dari Kolam Air, dan Air tetap ada walaupun tidak ada Ikan,*

Dan *Tumbuhan akan Mati bila di Cabut dari Tanah, tapi tanah tetap ada walaupun tidak ada tumbuhan*

Banyak sekali dari permasalahan kehidupan manusia, Bila hanya sekedar, *Kemampuan Intelektual, Materi, Jabatan, Jaringan sosial, dan kecanggihan teknologi,* Belum tentu bisa dapat menyelesaikan setiap masalah kehidupannya. Maka Alternatif terakhir pasti akan kembali kepada Allah. 

Tetapi apakah Kepada Allah itu Harus Alternatif Terakhir, Kenyataan iya seperti itu, *Tua tidak bisa dihindarkan, mati suatu Kepastian,* Dimana kita sudah tua, pikiran tenaga berkurang, dan Manusia tidak menerima lagi untuk kita mendapatkan pekerjaan, sudah pensiun, pengurangan te.aga kerja, PHK dan lainnya, Barulah mereka mencari tempat peribadatan bekerja, kepada Allah.

Pada saat Uang kita , Jabatan kita, kekuasaan kita, Tidak bisa lagi membeli dan membayar, Kesehatan dan kesembuhan , Walaupun dengan Rumah sakit terkenal, Peralatan yang Canggih dan Dokter yang Ahli, maka sang Dokterpun Berbicara : *"Kayaknya ilmu saya sudah maksimal, dengan peralatan canggih dan obat paten, Semuanya kita serahkan kepada Allah*

Jadi sebenarnya *Kita ini di dunia sedang mencari apa,? Kenapa kita tidak menemukannya ?:"*

Sesungguhnya Manusia itu sedang *MENCARI KETENANGAN* iya berharap Dengan mencari, mengejar dan mendapatkan Harta, tahta, Mahkota, wanita, jabatan dan kepopuleran berharap akan *Menemukan ketenangan* Ternyata sampai akhir hidupnya, tetap , *Mengeluh, Gelisah, stres, struk dan Stop* innalilahi!

Tua tidak bisa dihindarkan, Penyakit datang, kematian pasti, Bila Kita tidak bisa , *Menyelamatkan Tubuh, Untuk itu SELAMATKANLAH RUH DAN JIWAMU SAAT KEMBALI MENEMUI ALLAH*

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an

وَّاَنَّ الْمَسْجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللهِ اَحَدًا ۖ
“ Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah menyembah  sesuatu pun selain Allah” (QS. Al-Jin:18)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) sudah bersabda, الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبُرَةَ وَالْحَمَّامَ “Seluruh bumi adalah masjid, kecuali kuburan dan tempat pemandian” (HR. Tirmidzi no. 317, Ibnu Majah no. 745, Ad Darimi no. 1390, dan Ahmad 3: 83. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jadi di seluruh penjuru dunia, dipastikan, Ada Tempat Ibadah, yang Menandakan *Manusia itu lemah tiada daya dan upaya, Dan ada kekuatan yang Maha kuasa di dunia yang KekuasaanNya, tidak tertandingi, Dialah Allah SWT.*

II. KETENANGAN 

Sungguh aneh kebanyakan manusia, Mereka seumur hidupnya, dengan segala daya upaya kemampuannya, Mencari sesuatu, tetapi tidak pernah ketemu, itulah yang namanya *KETENANGAN HIDUP*

Mereka berharap, Dengan Mengejar, Jabatan, Harta kekayaan, Ilmu pengetahuan, dan Popularitas, Hidupnya akan Tenang, ternyata Berapa banyak para pemimpin dunia, Politikus, ilmuwan dan artis terkenal akhir hidupnya teragis dan Bunuh diri.

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi ketenangan dan Kedamaian hidup itu, adalah Kembalinya Ruh atau jiwa manusia kepada si Pemilik Ruh yaitu Allah. 

Kembalinya Ruh itu bukan Pada saat Ruh itu Keluar dari tubuh manusia, Kalau Ruh keluar dari tubuh manusia itu namanya Azal atau kematian, batas waktu Ruh selama di dunia, Hakekatnya Ruh tidak Mati, tetap hidup kembali kepada si Pemilik hidup yaitu Allah. 

Jadi bagaimana agar hidup ini tenang dan penuh kedamaian, yaitu caranya, Ruh ini kembali kepada Allah, pada Saat ruh masih di dalam Tubuh . 

Kembali kepada Allah, dengan mengingat Allah, dengan Mengingat Allah maka Hati akan Tenang dan penuh kedamaian

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram." (QS. Al-Ra'd: 28) 🌟

Jadi agar kita ini bisa hidup aman, nyaman penuh ketenangan dan kedamaian, harus memiliki kendaraan yang bernama *"NAFSUL MUTMA'INNAH*.

Alih alih manusia ingin ketenangan dan Damai, tetapi memakai kendaraan *NAFSUL AMARA* Yaitu suatu kendaraan yang menggerakkan dan mendorong kita dengan gerakan yang *TIDAK TERKENDALI, SEPERTI BINATANG BUAS* bagaimana kita mau berkendaraan dengan tenang, bila kendaraan yang baru, canggih modern tetapi tidak ada *REM atau IMAN* Yang ada hanya *HAWA NAFSU atau GAS*, dipastikan ini kendaraan akan celaka, masuk jurang dan Hancur. 

Jadi kalau kita mau adannya ketenangan dan kenyamanan Jiwa, Janganlah hanya menuruti bahkan menuhankan Hawa Nafsu.

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

Hadis Qudsi ,
Ya, Allah Swt berfirman:

يا دُنيا اِخْدُمي مَن خَدَمَني وَ أخْدِعي مَن خَدَمَكِ

Artinya: "Wahai dunia, layanilah orang yang melayani Aku, dan perbudakilah orang yang melayani kamu."

Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa Allah Swt akan membalas kebaikan orang yang melayani-Nya dengan kenikmatan dunia dan akhirat, sedangkan orang yang hanya melayani dunia akan menjadi budak dunia dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati. 🌟

III. *DEFINISI IBADAH*

Apa itu ibadah, Apakah ibadah itu cukup dengan Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, Kalo hanya sebatas itu tidak salah, cuma ibadah kita hanya sekedar gugur Mewajibkan secara syariat, yang penting ibadah. 

Jadi Ibadah itu adalah: kita *menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, dengan tunduk, ketaatan, penuh ketulusan dan Ridho, Serta Mengharapkan Cinta dan Kasih-Nya .*

Jadi Ibadah itu tidak sekedar pekerjaan Tubuh dan Lisan, tapi ada Hati yang penuh *HARAPAN DAN CINTA SAMA ALLAH*

Apabila Allah telah Mencintai Hambanya, Maka tiada  Batas antara Hamba dan Allah, Sebagaimana Hadis Qudsi :

Allah Swt berfirman:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أَحْبَبْتُهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

Artinya: "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada sesuatu pun yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atas hamba-Ku. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya." (Hadis Qudsi, Riwayat Bukhari).

Dengan demikian orang yang benar benar beribadah itu di sebut *HAMBA ALLAH*, Sekarang siapakah itu Hamba Allah.!? 

*Hamba Allah* Adalah Dimana seseorang yang *Fokus*, *mengumpulkan semua kebaikan* untuk mendapatkan *RIDHO dan KASIH SAYANG ALLAH*, Walaupun ia sendiri tidak tau Persis akan keberadaan-Nya.

Kata "ibadah" diambil dari kata "abd" yang berarti "hamba" atau "budak". Jadi, ibadah secara bahasa berarti "perbudakan" atau "penghambaan", yaitu sikap tunduk dan patuh seorang hamba kepada tuannya. Dalam konteks agama, ibadah berarti penghambaan kepada Allah Swt, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ya, Allah Swt berfirman:

يا دُنيا اِخْدُمي مَن خَدَمَني وَ أخْدِعي مَن خَدَمَكِ

Artinya: "Wahai dunia, layanilah orang yang melayani Aku, dan perbudakilah orang yang melayani kamu." (Hadis Qudsi)

Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa Allah Swt akan membalas kebaikan orang yang melayani-Nya dengan kenikmatan dunia dan akhirat, sedangkan orang yang hanya melayani dunia akan menjadi budak dunia dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati. 🌟

Pertanyaan nya, dengan definisi tersebut, Kita sudahkah kita  *BERIBADAH DAN MENJADI HAMBANYA*!?!? 

IV. *TARGET IBADAH*

Dalam beribadah, tentu Allah telah menetapkan Target Minimal dan Maksimal dalam beribadah. 

Karena memang Allah menciptakan Manusia dimuka bumi ini Hanya untuk beribadah Kepada Allah seperti dalam Ayat-Nya :

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Al-Dhariyat: 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 🌟

Sementara Ada Dua Target dalam ibadah kepada Allah :

1. *SHOLAT*

Sholat adalah target Minimal dalam kita beribadah kepada Allah, apapun ceritanya Kita wajib Sholat dengan situasi dan kondisi keadaan kita. 

Karena batas seseorang dengan kekafirannya dan bukan lagi beragama Islam , dengan sengaja meninggalkan Sholat, 

Rasulullah SAW bersabda:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ وَالشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

Artinya: "Batas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat dapat membawa seseorang ke jurang kekufuran dan kesyirikan. 🌟

Ayat yang indah!

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: "Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43)

Atau ada ayat lain yang lebih spesifik:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Artinya: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)

Rasulullah SAW bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ

Artinya: "Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat adalah amal yang sangat penting dan akan dihisab pertama kali pada hari kiamat. 🌟

Dan Rosulullah pun Berwasiat kepada Ummat nya, 

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

الَّذِي يَتَكَلَّمُ بِهِ وَهُوَ يُصَارِعُ الْمَوْتَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Artinya: "Yang pertama kali beliau ucapkan ketika beliau dalam keadaan sakaratul maut adalah: 'Shalat, shalat, dan (ingatlah) hak-hak budak-budak kalian.'" (HR. Abu Dawud)

Namun, hadis yang lebih terkenal adalah:

الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Artinya: "Shalat, shalat, dan (ingatlah) hak-hak budak-budak kalian." (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam Islam, bahkan di saat-saat terakhir kehidupan Rasulullah SAW.

Sholat itu dari Pesan Al-Qur'an dan Hadis *sangalah PENTING*, Bukan *yang penting Uda sholat*

*Sholatlah dibelakang Imam, jangan Sholat didepan Imam, berarti kita sudah jadi Jenazah.*

Tua tidak bisa dihindarkan, Kematian suatu Kepastian, *BILA KAMU TIDAK BISA MENJAGA KESEHATAN TUBUH MU, YANG SUDAH TUA DAN BANYAK PENYAKIT, MAKA JAGALAH " RUH DAN JIWAMU DENGAN SHOLAT*


2. *KEPEMIMPINAN*
Jadi sholat yang sedemikian Sakral dan wajib bagi ummat Islam, itu hanyalah *target MINIMAL,* dari Allah SWT. 

Sedangkan *target MAKSIMAL* dari Allah SWT, kita ini manusia hadir dimuka bumi ini adalah sebagai *KHALIFAH PEMIMPIN YANG RAHMATAN LILALAMIN*

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدُّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, 'Aku akan menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata, 'Apakah Engkau akan menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?' Allah berkata, 'Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'" (QS. Al-Baqarah: 30)

Karena Hakekatnya Kita ini adalah seorang Pemimpin 

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin, baik sebagai kepala keluarga, pemimpin masyarakat, atau pemimpin negara.

Dan Allah dan Rasulnya sangat senang kepada umat Islam yang Kuat dalam kepemimpinan 

Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Artinya: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kekuatan, baik fisik maupun mental, adalah sifat yang terpuji dalam Islam, dan seorang pemimpin harus memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memimpin umat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَكُونُ خَلَائِفُ يَحْكُمُونَ بِغَيْرِ مَا حَكَمَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Sesungguhnya agama ini akan memiliki khalifah-khalifah yang akan memerintah dengan selain apa yang diperintahkan oleh Muhammad SAW." (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, akan ada khalifah-khalifah yang akan memimpin umat Islam, namun ada peringatan bahwa ada di antara mereka yang tidak mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin. Imam (pemimpin) adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dia pimpin." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menjadi pemimpin adalah amanah yang besar dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Jadi kesimpulannya Dari dua target Tersebut adalah : *ALLAH DAN ROSULULLAH, SANGAT BERHARAP ATAS UMMAT ISLAM, MEMPUNYAI PEMIMPIN YANG RAHMATAN LILALAMIN DAN BERIBADAH KEPADA ALLAH* Pemimpin yang ,*Propesional, Jujur, tangguh dan dermawan* atau Profesor Jutawan. 

Kenyataan Umat Islam ini *krisis Kepemimpinan* Baik tingkat Nasional maupun internasional, 

Yang ada di Ummat Islam itu *HANYA KETUA BUKAN PEMIMPIN* , Ketua belum tentu bisa memimpin, *Pemimpin udah pasti bisa jadi ketua apa saja*

Jadi banyak *Ormas Islam dan Partai Islam, Hanya dipimpin oleh seorang Ketua, yang mana belum tentu bisa memimpin, Bahkan mungkin menjadi Menghancurkan Organisasi yang dia Pimpin*

Beda ketua dan Pemimpin:

1. Ketua di depan, sedangkan Pemimpin cukup dibelakang layar mengendalikan situasi kondisi. 

2. Ketua mesti Kelihatan, sedangkan Pemimpin tidak perlu kelihatan dan diketahui, yang penting dampak dan hasilnya.

3. Ketua hasil dari pembentukan, rekayasa, pengkondisian dari Atas, sedangkan *Pemimpin itu lahir dari SITUASI DAN KONDISI, DARI ARUS BAWAH,YANG MENGHENDAKI KEHADIRANNYA.*

V. *SYARIAT* ;

Syariat adalah tatacara dalam beribadah kepada Allah, yang sesuai dengan syarat, Sah dan Rukunnya, dari Ucapan dan perbuatan.

Syariat adalah aturan atau hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia, baik dalam urusan ibadah, muamalah (hubungan sosial), maupun akhlak. Syariat Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam bahasa Arab, syariat (شريعة) berarti "jalan" atau "aturan". Syariat Islam bertujuan untuk membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia di dunia dan akhirat. 

Dalil tentang syariat Islam adalah:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jathiyah: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam adalah aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia. 

Hadis tentang syariat Islam adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ, وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ, فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا"

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Agama itu mudah, dan tidak ada seorang pun yang memperberat diri dalam agama kecuali akan dikalahkan. Maka berlakulah lurus, dan berusahalah mendekati (kebenaran), dan berilah kabar gembira (kepada orang lain)'. (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa syariat Islam adalah aturan yang mudah dan tidak memberatkan, serta mendorong umat Islam untuk berlakulah lurus dan berusahalah mendekati kebenaran. 

V. *TAUHID* :

Tauhid adalah kita Mengetahui siapa yang kita Ibadahi, dengan MengEsakan Allah. Tiada tuhan yang Maha Berkuasa, selain daripada Allah.

Dalil tentang tauhid adalah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ, اللَّهُ الصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dia Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia'." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati, dan tidak ada yang setara dengan Dia. 

Hadis tentang tauhid adalah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ أَهْلَ التَّوْحِيدِ إِذَا قُبِضُوا جِيءَ بِهِمْ إِلَى الْجَنَّةِ, وَهُمْ فِي الْبَرْزَخِ فِي الْجَنَّةِ"

Artinya: "Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya ahli tauhid jika mereka dicabut nyawanya, mereka akan dibawa ke surga, dan mereka berada di alam barzakh di surga'." (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan keutamaan dan pahala bagi orang-orang yang mengesakan Allah SWT (tauhid). 

Hadis lain tentang tauhid adalah:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ"

Artinya: "Dari Mu'adz bin Jabal RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka ia akan masuk surga'." (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa tauhid adalah kunci untuk masuk surga. 

Beragama ya mesti Ibadah, Tau dan Faham apa itu ibadah, dan mengetahui Target dalam beribadah , Maka disebutlah sebagai Hamba Allah, Yaitu : *"Seseorang yang fokus mengumpulkan semua kebaikan, Komitmen yang jelas, Konsisten terus menerus Lillah tak pernah Lelah, Selalu siap dengan Konsekwensinya dan mempunyai Integritas yang tidak diragukan lagi"*

Maka untuk menjadi Hamba, Abdi atau Pelayan Allah, tentu Mesti, Mengenal siapa yang dilayani dan di sembah. 

*Apabila kita menyembah Sesuatu yang kita tidak ketahui dan tidak dikenal, sama juga menyembah Sesuatu yang tidak ada.*

Sebagaimana ucapan Imam Ali RA. Berkata :

إِنَّمَا عَبَدْتَ شَيْئًا لَمْ تَعْرِفْهُ

Artinya: "Sesungguhnya kamu telah menyembah sesuatu yang tidak kamu kenal."

Lalu ada juga riwayat yang mengatakan:

مَنْ عَبَدَ مَجْهُولًا فَهُو كَعَابِدِ مَعْدُومٍ

Artinya: "Barangsiapa yang menyembah sesuatu yang tidak dikenal, maka dia seperti menyembah sesuatu yang tidak ada."

Kata-kata ini menunjukkan bahwa menyembah sesuatu yang tidak kita kenal atau tidak ada adalah sia-sia dan tidak ada manfaatnya.

Karena Hakekatnya Allah itu *"INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI* Bagaimana kita menyembah tidak tau atau tidak Kenal siapa yang Kita ibadahi, sebagaimana dalam hadis Qudsi:

Rasulullah SAW bersabda:

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ

Artinya: "Aku adalah harta yang tersembunyi, *maka Aku ingin dikenal*, maka Aku menciptakan makhluk." (Hadis Qudsi, HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia karena ingin dikenal dan dicintai oleh makhluk-Nya. 🌟

Pada Awal Kenabian, Rosulullah selalu menyebut Tuhan, Kemudian Orang Musyrik, Kafir dan Yahudi, Bertanya Kepada Rosulullah, siapakah Tuhanmu ya Muhammad, maka turunlah Surat Al ikhlas untuk menjawabnya, 

Surat Al-Ikhlas turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum kafir Quraisy atau Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan nasab dan sifat-sifat Tuhan yang beliau sembah. Surat ini menegaskan tauhid murni bahwa Allah itu Esa, tempat bergantung, serta tidak beranak maupun diperanakkan, sebagai bantahan terhadap kepercayaan musyrik.

Dan ditegaskan di Surat Taha, Untuk Allah Memperkenankan diri-Nya. 

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya: "*Sesungguhnya Aku adalah Allah,* tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (QS. Taha: 14).

Dan inilah sebagai Dalil, dari Pelajaran dan Pemahaman Ilmu Tasawuf , Tarekat, Hakekat dan Makrifat, Yang orangnya disebut para Sufi dan wali kekasih Allah. 

Jadi Ilmu Syari'at Tidak mungkin dipisahkan dengan Ilmu Makrifat, *Apabila kita sudah Makrifat pasti sudah bersyari'at, atau sebagaimana kita makan Kacang, pasti sudah membuka Kulit Kacang.* Kulit kacang Syariat, Biji kacang Makrifat.

VI. *TASAWUF*

Tasawuf itu adalah Adab, Etika atau Akhlak kita dalam Beribadah kepada Allah.

Tasawuf adalah suatu disiplin ilmu dalam Islam yang fokus pada aspek spiritual dan moral, bertujuan untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tasawuf juga dikenal sebagai "ilmu akhlak" atau "ilmu tasfiyah al-nafs" (ilmu penyucian jiwa).

Dalam bahasa Arab, tasawuf (تصوف) berasal dari kata "suf" yang berarti "bulu domba", merujuk pada pakaian sederhana yang dikenakan oleh para sufi (pengamal tasawuf) sebagai simbol kesederhanaan dan kezuhudan. 

Dalil tentang tasawuf adalah:

وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَدِيَّةٌ وَهَدِيَّةُ أَهْلِ الْعِلْمِ التَّصَوُّفُ

Artinya: "Dan bagi setiap kaum ada hadiah, dan hadiah bagi ahli ilmu adalah tasawuf." (Hadis ini tidak ditemukan dalam sumber yang jelas, namun ada beberapa riwayat yang mirip)

Namun, ada ayat Al-Qur'an yang mendukung konsep tasawuf, yaitu:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya." (QS. Al-Syams: 9-10)

Ayat ini menunjukkan pentingnya membersihkan jiwa, yang merupakan tujuan utama tasawuf. 

Hadis tentang tasawuf adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ"

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuhmu dan tidak pula kepada harta bendamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalanmu'." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa yang penting adalah keadaan hati dan amalan, bukan hanya penampilan luar, yang merupakan prinsip dasar tasawuf. 

VII. *MAKRIFAT*

Makrifat adalah kita beribadah kepada Allah, dengan MENENALNYA,  DEKAT DAN PENUH KASIH SAYANG.

Makrifat adalah pengetahuan atau pengenalan yang mendalam tentang Allah SWT, yang diperoleh melalui pengalaman spiritual dan pengamalan ibadah. Makrifat juga berarti kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam bahasa Arab, makrifat (معرفة) berarti "pengetahuan" atau "pengenalan". Makrifat adalah tahap tertinggi dalam perjalanan spiritual, di mana seseorang telah mencapai kesadaran yang mendalam tentang Allah SWT dan sifat-sifat-Nya. 

Dalil tentang makrifat adalah:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

Artinya: "Maka ketahuilah (makrifatlah) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan mohonlah ampun atas dosamu." (QS. Muhammad: 19)

Ayat ini menunjukkan pentingnya makrifat, yaitu pengetahuan dan pengenalan yang mendalam tentang Allah SWT, sebagai dasar untuk mencapai kesempurnaan iman. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا

Artinya: "Sesungguhnya Aku, Akulah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku." (QS. Ta Ha: 14)

Ayat ini merupakan bagian dari firman Allah SWT kepada Nabi Musa AS, yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Allah SWT. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ فَتَعَرَّفْتُ إِلَيْهِمْ فَعَرَفُونِي

Artinya: "Aku adalah harta yang tersembunyi, maka Aku ingin dikenal, maka Aku menciptakan makhluk, lalu Aku memperkenalkan diri kepada mereka, maka mereka mengenal Aku." (Hadis Qudsi, riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan makhluk untuk dikenal dan dicintai oleh mereka. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Artinya: "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (QS. Al-Hijr: 29 dan QS. Sad: 72)

Ayat ini merupakan bagian dari kisah penciptaan Adam AS, di mana Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam AS sebagai tanda penghormatan. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

فَإِذَا أَحْبَبْتُ عَبْدِي فَأَنَا سَمْعُهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرُهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدُهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلُهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا

Artinya: "Jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, dan penglihatannya yang dengannya ia melihat, dan tangannya yang dengannya ia bertindak, dan kakinya yang dengannya ia berjalan." (Hadis Qudsi, riwayat Al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan menjadi dekat dengan hamba-Nya yang dicintai, dan akan membimbingnya dalam setiap aspek kehidupannya. 

*VII. MANAJEMEN IBADAH*

1. *Komitmen.*

Jadi Ibadah Juga harus Manajemennya Yaitu: *Suatu PERENCANAAN ALLAH, yang sudah di Sepakati dalam suatu MOU Perjanjian Pada saat di Alam RUH, Dan RUH bersaksi BAHWA ALLAH SAJALAH YANG DIIBADAHI*

Jadi Tidak ada alasan bagi Ruh ruh calon manusia yang kelak terlahir dimuka bumi ini , tidak mengenal Allah. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۚ شَهِدْنَا ۚ

Artinya: "Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: 'Benar, kami bersaksi'." (QS. Al-A'raf: 172)

Ayat ini merujuk pada perjanjian antara Allah SWT dengan anak cucu Adam sebelum mereka lahir, di mana Allah SWT bertanya apakah mereka mengakui-Nya sebagai Tuhan, dan mereka menjawab "benar". 🌟

Jadi Hakekatnya Manusia dimuka bumi ini waktu di Alam Arwah, Sudah mengenal Allah, dan Beriman , tapi setelah terlahir ke dunia, Lupa, lalai, bahkan Mengingkari Allah. 

Kenapa bisa seperti itu, Wajar karena sudah pindah dari alam, Arwah, Rahim dan dunia, dan juga tergantung Orang tuanya, sebagai Hadis Nabi ;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: 'Tidak ada anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi'." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (islam), namun orang tua dan lingkunganlah yang mempengaruhi agamanya.

Perjanjian MOU, inilah yang mengikat Menjadi *AMANAT* kepada setiap manusia, yang tidak boleh dilanggar, berupa akan : *KESAKSIAN AKAN KEBERADAAN ALLAH, DAN TIDAK ADA TUHAN LAIN , SELAIN ALLAH*

karena sebenarnya amanat yang sangat Besar dan berat ini sudah Allah Tawarkan kepada Mahluk Yang besar dan kuat tapi menolak Tidak sanggup, Tetapi *Manusia sanggup menerima AMANAT tersebut dengan segala Resiko konsekuensinya*.

Ayat yang indah!

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menawarkan *amanat* kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi mereka menolak untuk memikulnya dan mereka khawatir tidak akan dapat menunaikannya. Dan manusia telah memikulnya. Sesungguhnya manusia itu adalah zalim dan bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah menawarkan amanat (tanggung jawab) kepada makhluk-Nya, tetapi hanya manusia yang berani memikulnya.

2. *KONSEKWESI*

Dengan adanya surat perjanjian kesepakatan tersebut, Tentu ada Konsekuensinya, Bila Amanah menjaga *TAUHID KE ESAAN ALLAH* Mama Allah beri Pahala, bila Mempersekutukan Allah, Siksa dan azab yang Di dapat. 

Mungkin kamu maksud:

لَقَدْ خَلَقْنَا كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لِلنَّارِ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia." (QS. Al-A'raf: 179)

وَلَقَدْ مَلَأْنَا جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالْإِنسِ أَجْمَعِينَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah memenuhi neraka Jahannam dengan kebanyakan dari jin dan manusia." (QS. Al-Sajdah: 13)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan banyak dari jin dan manusia untuk (dimasukkan ke dalam) neraka Jahannam. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf: 179)


Tetapi bila di dunia tetap selalu menjaga Komitmen selalu dijalan Allah, Maka Allah berikan Kebaikan yang berlimpah dan tidak disangka. 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

3. *KONSISTEN*

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102)

Ayat ini menekankan pentingnya bertakwa kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh dan konsisten dalam keimanan, ketauhi dan Makrifattullah kenal Allah hingga akhir hayat.

Jadi kita mesti menjaga Komitmen kita kepada Allah dengan Konsisten, Istiqomah dan tidak ada alasan untuk kita tidak menjalankan Komitmen, bahkan sampai nafas terakhir. 

Mau suka duka, anugrah musibah, susah senang, Apapun yang terjadi dengan takdir yang Allah berikan, kita tetap Komitmen dengan selalu BERSABAR DAN BERSYUKUR.

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Q.S Al-Baqarah [2] : 153

عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيلَ أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Artinya: "Dari Sufyan bin Abdullah RA, ia berkata: 'Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam dengan satu kalimat yang tidak aku tanyakan kepada orang lain setelahmu.' Nabi SAW bersabda, 'Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah', kemudian beristiqomahlah.'" (HR. Muslim)

Hadis ini menekankan pentingnya istiqomah (konsistensi) dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. 

4. *KONTRIBUSI*

Bersambung,,,, 4 April 2026

Jumat, 13 Maret 2026

HAKEKAT SHOLAT

*SHOLAT*

Assalamualaikum Wr WB 

Sholat itu Penting, Bukan yang Penting Sholat. 

Sholatlah dibelakang Imam, Bukan di depan Imam, 

Hidup itu Singkat, Sebatas Lahir di Adzankan , Mati Di Qomatkan.

Sholat itu Pekerjaan yang wajib kita lakukan selagi Hidup, sementara Selebihnya mengisi waktu luang istirahat yang Bermanfaat, seperti, mencari nafkah Bekerja, berdagang, berbisnis, Menuntut ilmu dan Lainnya, Bukan sebaliknya *Sholat hanya waktu istirahat tidur di masjid, setelah lelah Beraktivitas*!

Umur Mati Lebih Lama dari Umur Hidup, Maka Sholat lah, Bila tidak Benar siksa kubur dan Neraka, Tidak masalah, *Tetapi bila ternyata benar, Habis sudah, Tidak bisa disesali dan tidak ada yang menolong*

Tua tidak bisa di hindari, Kematian pasti, Bahagia itu Pilihan, Taat Sholat, atau Maksiat. 

Bila anda *tidak Bisa menyelamatkan, Tubuh Mulai Lemah, tua, Penyakitan, Maka SELAMATKANLAH RUH ATAU JIWA ANDA , UNTUK SEGERA SHOLAT*!

Innalilahi itu Bukan Kematian, Tapi Ajal batas umur hidup Kita di dunia, Sementara Ruh Jiwa Akan tetap Hidup kembali Kepada PEMILIKNYA untuk mempertanggung Jawabkan selama Didunia. 

Untuk Itu matikan dirimu, sebelum mati sesungguhnya, Keluarnya Ruh dari Tubuh mu. 

Innalilahi itu adalah Kita kembali kepada Allah, Selagi Ruh ada pada dirimu, itulah Bertaubat. 

Apabila didunia tidak bisa kembali kepada Allah, itulah kita sudah Buta Mata hati kita, Bila buta di dunia apalagi di Akhirat, 

Akhirat hanya cerita, Dunia Realita, Setelah mati *Kuburan menjadi realita Dunia tinggal Cerita*

Dunia yang Kita miliki, Hanya sebatas yang kita makan, Atau  Menjadi barang Usang, selebihnya jadi Waris. 

Harta benda yang kita miliki Sebatas Parkir di Pemakaman, 
Anak isteri yang kita cintai hanya Mengantar sampai ditepi kuburan. 
Karib kerabat sebatas kirim doa , 
*Yang Benar benar Mendampingi Ruh jiwa manusia, kembali kepada Allah, Hanya AMAL IBADAH SHOLAT DAN AMAL SHOLEH*

Kepada Keluargaku, Kerabatku, Sahabatku, Sebelum Rosulullah. Meninggal, *Wasiatnya, Sholat, sholat Sholat, !*

Orang Sukses itu adalah sebatas , Hayya A'lassoholaa Marilah Kita Sholat, Hayya 'alal Falah marilah kita capai kemenangan Suksesan, 

Jagalah Sholatmu, Walau Engkau memiliki Segalanya Bila tidak Sholat Maka Engkau akan Bilang Segalanya.

ADA DUA PANGGILAN,
1. Panggilan Sholat disaat,Sibuk atau Santai 
2. Panggilan Kematian, Yang memutuskan segala Kenikmatan dunia

Demikianlah semoga bermanfaat, Amin ya Robbal Alamiin, 

Silahkan Share Bila bermanfaat,

Jakarta, 14 Maret 2026

PB FORMULA 
Forum Ulama dan Aktivis Islam 

Tg.Drs Dedi Hermanto 
Ketum

Kamis, 19 Februari 2026

PUASA

*BERPUASA ADALAH WUJUD CINTA ALLAH KEPADA HAMBANYA*

Assalamualaikum wr.wb.

Kepada ummat Islam dimana saja, Alhamdulillah kita telah berada di bulan Suci Ramadhan tahun 2026 M / 1447 H,.

Dan kita ummat Islam diwajibkan untuk berpuasa, Sebagaimana Firman Allah SWT. :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183,

Kenapa Puasa Itu Wujud dari Cinta kasih Allah Kepada Hambanya.

Pertama yang penting kita ketahui dahulu adalah , Manusia Itu adalah Makhluk yang derajatnya lebih tinggi dari Hewan, *Karena Manusia Mempunyai Akal yang Sempurna*

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi walaupun manusia itu Mempunyai Akal yang Sempurna, Akal Manusia *Tidak bisa membedakan Mana baik mana buruk, mana taat mana maksiat* Intinya akal itu akan mewujudkan apapun *Keinginan hawa nafsu Manusia, Taat atau Maksiat*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Mau menjadi Orang Taat, Sholeh dan Wali, Perlu adanya hawa nafsu dorongan untuk Beribadah, Begitu juga Untuk menjadi Orang yang maksiat, pendosa, dan Koruptor Juga mesti punya akal bahkan lebih Pintar, Kalo Bodoh pasti Kena OTT Tangkap tangan, masuk penjara. Banyak Para Koruptor yang pintar, Licik dan curang, Masih bebas, 

Jadi Walaupun Manusia *Lebih Mulia dari binatang karena Akal, Tetapi Manusia itu Lebih rendah dari Malaikat, Karena Malaikat tidak Allah beri HAWA NAFSU*
 
Dan Allah Ingin Menaikkan *DERAJAT MANUSIA*  Seperti Malaikat yang Selalu dekat, Taat dan cinta kepada Allah , Dengan Menjauhkan Nafsu, 

Jadi Dengan *RASA CINTA ,KASIH DAN SAYANG NYA ALLAH, kepada HAMBANYA,  Allah Mewajibkan Hambanya BERPUASA, Karena Allah tidak Ingin TERHALANG OLEH NAFSU DUNIA DENGAN SEGALA TIPU DAYANYA*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

Sebaliknya apabila Hidupkita Hanya *MENURUTI HAWA NAFSU, MAKA KITA AKAN LEBIH RENDAH DAN SESAT DARI BINATANG*

Ulaika kal an'am" (أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ) artinya "Mereka itu seperti binatang ternak". Frasa ini merupakan bagian dari Surah Al-A'raf ayat 179 yang menggambarkan manusia yang tidak menggunakan hati, mata, dan telinganya untuk memahami ayat-ayat Allah, sehingga derajat mereka rendah layaknya hewan, bahkan lebih sesat lagi.

Demikianlah Artikel yang singkat ini, semoga ada manfaatnya, dan Al-Faqir, Mengucapkan:  *"SELAMAT BERBULAN MADU KASIH SAYANG BERSAMA ALLAH , SEBULAN PENUH, BULAN RAMADHAN, Amin Ya Robbal Alamin"*

Jakarta, 19 Februari 2026

*PB FORMULA*


Tuan Guru Drs.Dedi Hermanto

Minggu, 11 Januari 2026

ISI UTAMA KANDUNGAN AL-QUR'AN

*PARAGRAF POKOK UTAMA ISI KANDUNGAN AL-QUR'AN*

I. *VISI , TUJUAN AL-QUR'AN : *PENGENALAN KEPADA ALLAH*

Allah *MAHA TERSEMBUNYI* Tidak ada yang kenal Allah, Karena Allah belum Ciptakan Satu Mahlukpun, Masih *AHADIYAH* ESA TUNGGAL.

Makanya Allah Ciptakan Mahluk, Agar dikenal *DILUAR DIRINYA*.

كُنْتُ كَنْزاً مَخْفِيّاً فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الخَلْقَ فَبِي عَرَفُونِي
Hadis Qudsi :
"Aku adalah harta simpanan yang tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar melalui Aku mereka mengenal-Ku."

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

II. *MISI, CARA, SISTEM ATAU METODE, MENGENAI ALLAH*

1. Dengan cara Melihat, Merenung, *Mempelajari, Alam semesta* Ciptaan Allah. ( Pelukis pasti ada Lukisannya, Sutradara pasti ada karya Filmnya ).

تفكَّروا فِي الْخَلْقِ وَلَا تُفَكِّرُوا فِي الْخَالِقِ، فَإِنَّهُ لَا تُحِيطُ بِهِ الفِكْرة

Artinya: Pikirkanlah tentang makhluk dan janganlah kalian memikirkan tentang Khaliq (Pencipta), karena sesunguhnya Dia tidak dapat diliput oleh pemikiran. ( Hadis )

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali Imran: 190-191).

Inilah salah satu cara Sistem Atau Metode mengenal Allah, Tapi cara Ini kita mesti , *PINTAR GENEUS, DAN PUNYA DANA UNTUK MENELITI ALAM SEMESTA* Sehingga Tidak Sedikit Para *ILMUAN DAN PROFESOR NON MUSLIM , MASUK ISLAM, KARENA SETELAH DITELITI PULUHAN TAHUN, JAWABAN NYA ADA DI DALAM AL-QURAN* Dengan *ILMU PENGETAHUAN, EMPIRIS DAN TEKNOLOGI*

2. Dengan Cara Melihat, Menyaksikan, Merenung, mempelajari dan mengenal *DIRI*

adalah "مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ", yang artinya "Barang siapa mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya,"

وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

Inilah cara Kedua kita *MENGENAI ALLAH* dengan Cara Kita disuruh Melihat Diri kita sendiri agar *MENGENAI, MENYAKSIKAN DAN MENGHADIRKAN AKAN KEBERRADAAN ALLAH*  Tentu Bukan Dengan Mata Kepala seperti, Cara pertama , memperhatikan Alam Semesta, tentu dengan  membuka dan melihat dengan *MATA HATI*! QOLBUN SALIM,

*Mereka Itulah Para Sufi, Wali dan Kekasih Allah.* Dengan *ILMU TASAWUF MAKRIFATULLAH*

3. Dengan Cara Allah Menceritakan *CERITA YANG MENGANDUNG HIKMAH* Agar dapat diambil Pelajaran.

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 24

Surat Yusuf ayat 111: لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Artinya: "Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman."

Cara Ke tiga kita Mengenal Allah, Dengan *MEMPELAJARI CERITA CERITA,YANG MENGANDUNG HIKMAH, PELAJARAN DAN KEBENARAN, BAHKAN BISA DIBUKTIKAN DISAKSIKAN SAMPAI SEKARANG, YAITU JASAD FIRAU'N* , *ILMU SEJARAH*

Inipun tidak semua orang Islam mempelajari, butuh waktu puluhan tahun kita, mempelajari dan membuktikan kebenaran dari sejarah cerita dalam Al-Qur'an.

4. Cara mengelal Allah, dengan cara *MENJALANKAN PERINTAH, LARANGAN DAN JANJI JANJI ALLAH, PAHALA ,SURGA DAN BIDADARI*

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌۙ

Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
Q.S As-Saffat [37] : 48

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 25

Inilah Cara yang ke 4 Dalam Mengenal Allah yang *PALING MUDAH*, Tidak perlu terlalu pintar genius Jadi Profesor meneliti alam semesta, Tidak perlu uang banyak penelitian, dan mempelajari Allah yang Ghaib tapi ada dan Jelas ,Ilmu Tasawuf Makrifat, *CUKUP IBADAH, MINIMAL SHOLAT* Itupun tidak mau dan tidak bisa, Astaghfirullah!!!

Jakarta, 12 Januari 2026.

PB FORMULA 

TG DRS. DEDI HERMANTO 
Ketum

Jumat, 14 November 2025

MENGAPA BERTASAWUF

*MENGAPA BERTASAWUF*

1. Mengenal *CARA MENYEMBAH, SIAPA YANG DISEMBAH, SIAPA YANG MENYEMBAH* 

2. Bukan mencari Ilmu untuk mencari kesalahan orang lain, tetapi *MENCARI KEKURANGAN, KELEMAHAN DAN KESALAHAN DIRI*

3. Ilmu   *BERSEMBUNYI, MENGHILANG, dan  MELEBUR DIRI*

4. Bukan ilmu menyatukan Wujud tapi *Menyatukan RASA* 

5. Mengembalikan *KESADARAN ALASTU BIROBBIKUM*

6. Fokus akan *KE ESAAN ALLAH, TAUHID DAN AQIDAH*

7. Mengetahui  *HAKEKAT ASAL USUL MANUSIA* Mahluk 3 Dimensi 

8. Dapat *KEMBALI KEPADA ALLAH, INNALILAHI WALAUPUN RUH MASIH DI JASAD*

9. Membuka *MATA HATI*

10. Tau Jalan yang *LURUS* Jalan *BERCABANG*,  *JALAN MENDAKI DAN SUKAR*

11. Mencapai puncak *KESADARAN TERTINGGI* ke *SIDROTUL MUNTAHA*

12. Dapat *MENGENDALIKAN DAN MENUNDUKKAN ENERGI KEKUATAN HAWA NAFSU AMAROH YANG LIAR,BUAS DAN GANAS, MENJADI NAFSU JIWA MUTHMA'INNAH , KETENANGAN DAN KEDAMAIAN*

13. Dapat Menembus lapisan *LANGIT HATI*, 1. SUDUR, 2. QOLBU, 3. FU'AD, 4. LUBB, 5. SU'AUL BASHIROH, 6. A'INUL BASHIROH, 7. HAKKUL BASHIROH

14. Tidak untuk MEMILIKINYA, TAPI SEKEDAR TITIPAN.

15. MENGHADIRI JAMUAN UNDANGAN ALLAH DIMUKA BUMI,
Jakarta, 15. November 2025

16. berTASAWUF Itu bukan sekedar membaca Dua kalimat syahadat, tetapi BERSYAHADAT.

17. BERTASAWUF, Bukan menjadi MISKIN, Tapi MENJADI ORANG YANG SEDERHANA DALAM HAL DUNIAWI.

18. BERTASAWUF, Adalah Dimana kebanyakan Mayoritas Manusia di MUKA BUMI INI BELUM TENTU MENEMUKAN DAN MEMILIKI NYA, Yaitu SUATU KETENANGAN DAN KEDAMAIAN HATI. Walaupun dia sudah memiliki DUNIA DAN ISINYA 

18. Hanya yang BerTASAWUF lah Yang Sholat nya Bisa Khusuk, 

19. Hanya yang BerTASAWUF lah yang bisa Qolbun Salim,

20. Yang mahal dan sangat BERNILAI ADALAH QOLBUN SALIM,

21. Hanya yang BerTASAWUF lah, dapat MENGENAL ALLAH, Dari Nama,Sifat dan Perbuatan-Nya

22. Orang Tasawuf bukan berarti Tanpa Dosa dan Noda, tapi ia bisa kembali kepada Allah dalam keadaan bersih

23. 3 Persembahan: Ruh ke Allah, Amal ke kita, Tubuh ke Tanah

24. BerTASAWUF adalah orang yang bersembunyi di tempat terang, dalam kesendirian tapi tidak Kesepian 

Majelis Nuur Islami
PB FORMULA 

Tuan Guru Drs Dedi Hermanto 
Pucuk Pimpinan

Jumat, 22 Agustus 2025

HAK ISTIMEWA

*HAK ISTIMEWA*

Hak privilege atau hak keistimewaan adalah *Hak istimewa, Hak Khusus, Hak Skala Prioritas atau keuntungan yang hanya dimiliki oleh individu atau kelompok tertentu, bukan oleh semua orang, sehingga memberikan mereka keunggulan atau akses yang lebih besar terhadap sumber daya, kesempatan, atau perlakuan khusus dibandingkan orang lain. 

Alangkah sangat *Beruntungnya* bila ada manusia terlahir dari Anak seorang Raja, Pengusaha, Pejabat, *otomatis dia menjadi anak raja, Anak Pejabat,anak Orang kaya, atau anak seorang Artis terkenal* Dia Mendapatkan tidak perlu susah payah.

Tapi taukah anda, Banyak Manusia *TERLAHIR BERAGAMA ISLAM* tetapi Dia *TIDAK BANGGA* Padahal untuk mendapatkan *OTOMATIS BERAGAMA ISLAM ITU TIDAK MUDAH*!!!

Orang Hidup Jaman Nabi Muhammad, Melihatnya, bahkan menjadi karib kerabatnya, *bahkan Pamannya Sendiri Abu Thalib, TIDAK dapat HIDAYAH AGAMA ISLAM*.

Karena Siapa Yang *Akan mendapatkan HAK ISTIMEWA PRIVILAGE, Alloh BERIKAN HIDAYAH MASUK ISLAM, URUSAN ALLOH,SIAPA HAMBANYA JIWA JIWA YANG TERPILIH*

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sesungguhnya kamu *tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,* dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Q.S Al-Qasas [28] : 56

Menjelang Abū Ṭālib wafat, Rasulullah ﷺ mengajak Abū Ṭālib untuk mengucapkan syahadat. Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ عِنْدَ الْمَوْتِ: ” قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَبَى “، فَأَنْزَلَ اللهُ: {إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ} [القصص: 56] الْآيَةَ (صحيح مسلم (1/ 55)

Artinya,
“Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: ‘Katakanlah, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah selian Allah’ niscaya aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.” Namun dia menolaknya, lalu Allah menurunkan: ‘(Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) ‘ (Qs. Al Qashash: 56).

Ajakan Rasulullah ﷺ kepada pamannya untuk bersyahadat menjelang wafatnya menunjukkan Abū Ṭālib sampai menjelang wafat memang masih belum beriman. Sebab, tidak ada maknanya Rasulullah ﷺ mengajak mengucapkan syahadat untuk menyelamatkannya di akhirat jika Abū Ṭālib sudah muslim.

Ajakan syahadat itu tidak bisa dipahami talqin kepada muslim, sebab lafaz selanjutnya menunjukkan Abū Ṭālib menolak ucapan tersebut. Ini menunjukan Abū Ṭālib memang menolak untuk beriman, karena tidak ada muslim yang menolak talqin dengan sadar. Lanjutan hadis yang mengatakan bahwa peristiwa Rasulullah ﷺ tidak berhasil membujuk Abū Ṭālib untuk membaca syahadat sebagai asbabun nuzul bahwa Rasulullah ﷺ tidak bisa memberi petunjuk orang yang dicintainya menunjukkan bahwa Abū Ṭālib memang belum mendapatkan petunjuk Islam, alias masih belum beriman.

Bagaimana??? *Apakah anda BANGGA TERLAHIR SEBAGAI ORANG ISLAM*???!!! Karena Sekalas Paman Beliau saja *TIDAK MENDAPATKAN HAK ISTIMEWA KEBERUNTUNGAN MASUK ISLAM*!!! Sadarlah Hai Orang Islam, Anda sebaik baik ummat !

Di Dunia Ini ,Anda *TIDAK AKAN TERSESAT, SELAGI MENGHADAP KIBLAT*!!!

Demikian semoga kita mendapatkan HIDAYAH Petunjuk Allah, amin ya Robbal Alamin.

Jakarta, 22 Agustus 2025

PB.FORMULA

Tg.Drs.Dedi Hermanto 
KETUM

Sabtu, 16 Agustus 2025

HAQIQAT KEMERDEKAAN

*HAQIQAT MERDEKA*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Merdeka" dalam bahasa Indonesia berarti bebas dari perhambaan, penjajahan, atau kekuasaan pihak lain. Secara lebih luas, merdeka juga bisa berarti kebebasan, kemandirian, dan tidak terikat. Dalam konteks negara, merdeka berarti suatu bangsa bebas dari penjajahan dan memiliki kedaulatan sendiri. 

Pertanyaan nya, Apakah kita secara individu Pribadi Sudah Merdeka ?

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
[ يوسف: 53]

Dan aku tidak *Membebaskan* diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. [Yusuf: 53].

Ternyata secara individu Banyak Pribadi Pribadi manusia masih *BELUM MERDEKA* Masih menghamba, dijajah, Dikuasai oleh Hawa  Nafsu, Bahkan Hawa Nafsu menjadi Tuhannya.

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Maka pernahkah kamu melihat *orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Sudahkah kita terbebas dari *BELENGGU, PERBUDAKAN DAN PENJAJAHAN HAWA NAFSU KESERAKAHAN, RAKUS DAN KETAMAKAN*???!!!

*Pertanyaan selanjutnya, Kita sebagai Rakyat bangsa Indonesia, Apakah Sudah Merdeka,,,?!*

Bahwa *sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa* dan oleh sebab itu, maka *penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,* karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

Bunyi alinea II:

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa *mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur"*.

Alhamdulillah Para Pahlawan pejuang kami, Engkau telah. Berhasil *MENGUSIR PARA PENJAJAH DARI BUMI PERTIWI* Tetapi *SIFAT DAN KARAKTER PENJAJAH MASIH MELEKAT KEPADA PARA PEMIMPIN KAMI*.

Seharusnya para Pejabat dan Aparat, *Mengurusi, Melindungi dan memberikan kesejahteraan serta keadilan* Justru mereka hanya Mengurusi *KELOMPONYA, KELUARGANYA, ORMAS ,PENDUKUNGNYA DAN PARTAINYA*

Bahkan Sangat *TAMAK, SERAKAH DAN RAKUS* Merampok *HASILBUMI DAN KEKAYAAN YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA* dengan bekerja sama dengan para *PEJABAT DAN APARAT PENGHIANAT BANGSA* Serta para *CUKONG BANDAR PREDATOR OLIGARKI POLITIK*

Tetapi kami rakyat dan bangsa Indonesia, *MASIH OPTIMIS, KELAK AKAN LAHIR GENERASI BANGSA, YANG BISA MEWUJUDKAN, KEJAYAAN INDONESIA NUSANTARA RAYA, DAN DISEGANI OLEH BANGSA LAIN*

Ilahi Anta Maksudi, Hanya kepada Engkaulah Kami Memohon yaa Allah,

Wa Alaikum salam Wr.wb.

Minggu, 17 Agustus 2025.

*PB FORMULA*
(Forum Ulama dan Aktivis Islam)


*Tuan Guru Drs.Dedi Hermanto*
Ketum

Sabtu, 19 Juli 2025

HAKEKAT RUMAH

*HAKEKAT RUMAH*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 29 Januari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PINTU PINTU HATI

*PINTU PINTU HATI*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

5. *PINTU AINUL BASHIROH*

Terbukanya *PINTU MATA HATI MANUSIA* Mukhasaf Tiada *HIJAB PENGHALANG, SAKSI DAN MENYAKSIKAN* Antara *DIRI SEJATI DAN SEJATI NYA DIRI* Hingga menjadi *HAQQUL BASHIROH* Menyaksikan Wujud-Nya Dengan *CAHAYA HATI TERANG BENDERANG*

Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam, pasal 45, menjelaskan:

شُعَاعُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ قـُرْبَهُ مِنْكَ وَعَيْنُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ عَدَمكَ لِوُجُودهِ وَحَق ُّ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ وُجُودَهُ لاَ عدَمكَ وَلاَ وُجُودَكَ

Cahaya mata hati itu dapat memperlihatkan dekatnya Allah kepadamu. Dan matahati itu sendiri dapat memperlihatkan kepadamu ketiadaanmu karena wujud [adanya] Allah dan hakikat matahati itulah yang menunjukkan kepadamu, hanya adanya Allah, bukan ketiadaanmu dan bukan pula keberadaanmu

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 4 Pebruari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PUNCAK KESADARAN ISRO MI'ROJ

*ISRO' MI'ROJ ADALAH PUNCAK KESEMPURNAAN, DAN KESADARAN TERTINGGI DARI MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Peristiwa Isro' Mi'roj, adalah Suatu Peristiwa *MAHA DAHSYAT DAN SANGAT SPEKTAKULER* Dari suatu *PERJALANAN KESEMPURNAAN RUH MANUSIA DALAM MEMAHAMI, MEMBUKTIKAN, DAN MENGENAI ALLAH*! 

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
*Maha Suci* Allah yang telah *memperjalankan* *hamba*-Nya pada suatu *malam* dari *Masjidilharam ke Masjidil Aqsha* yang telah Kami *berkahi* sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari *tanda-tanda* (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha *Mendengar lagi Maha Mengetahui.*
Q.S Al-Isra' [17] : 1

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Q.S An-Najm [53] : 13
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
(yaitu) di Sidratul Muntaha.
Q.S An-Najm [53] : 14
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Q.S An-Najm [53] : 15

Dinamakan *SIDRATUL MUNTAHA*, karena tempat pohon ini merupakan *PUNCAK* segala sesuatu yang naik dari bumi, dan yang Allah turunkan, pangkalnya di sidratul muntaha, baik wahyu atau lainnya. Bisa juga dimaknai, karena sidartul muntaha merupakan puncak yang diketahui makhluk. (lebih dari itu, makhluk tidak tahu), karena pohon ini berada di atas langit dan bumi. Sehingga sidratul muntaha merupakan puncak ketinggian, atau lainnya. Allahu a’lam.

Jadi Nabi Muhammad SAW, Allah *SEMPURNAKAN KESADARAN RUHANI NABI MUHAMMAD DENGAN ISRO' MI'ROJ MENUJU KESADARAN YANG TERTINGGI YAITU KESADARAN DI SIDRATUL MUNTAHA* 

Yaitu Puncak Kesempurnaan Kesadaran tertinggi dalam *MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH SWT.!*

Hanya. Nabi Muhammad SAW, lah Yang hanya bisa sampai ke Sidratul Muntaha, Sedang *MALAIKAT JIBRIL SAJA TIDAK BISA, SAMPAI KE SIDRATUL MUNTAHA*

إني لم أجاوز هذا الموضع، ولم يؤمر أحد بالمجاوزة عن هذا الموضع غيرك
Artinya, “Aku tidak bisa melewati tempat ini. Tidak ada satu pun yang diperintah melewati tempat ini kecuali engkau.”

Dari peristiwa ISRO Mi'ROJ, Tersebut, ada *PELAJARAN HIKMAH, AGAR MANUSIA MESTI PUNYA KESADARAN DALAM, MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH*


1. *KESADARAN KETIDAK KETERGANTUNGAN SAMA MAHLUK*

Sebelum terjadinya ISRO Mi'ROJ ada peristiwa, Tahun kesedihan Nabi Muhammad disebut Amul Huzni. Istilah ini merujuk pada periode waktu ketika Nabi Muhammad mengalami kesedihan yang mendalam. 
Amul Huzni terjadi pada tahun kesepuluh kenabian, yaitu sekitar tahun 619 Masehi. Peristiwa ini terjadi ketika istri pertama Nabi Muhammad, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, wafat.

Allah Mengingat Nabi Muhammad Janganlah ketergantungan sama makhluk, *CUKUPLAH BERGANTUNG SAMA ALLAH*

Allah Sebaik-baik Tempat Bersandar, Hasbunallah Wanikmal Wakil dan Ada 36 Ayat Alquran Bermakna Sama.

Kalimat "Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)." (QS Ali Imran [3]: Ayat 173)

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 2

2. *KESADARAN DARI MENGENAL DIRI*

Dalam perjalanan ISRO Mi'ROJ, posisi Nabi Muhammad sebagai *PENGENALAN DIRI SEBAGAI HAMBA* Pengabdian Pelayanan kepada Allah. 

Dengan mengenal akan diri sendiri sebagai Hamba maka Akan Mengenal Allah,  Karena itu *ALLAH LAH YANG MEMPERJALANKAN NABI MUHAMMAD ISRO MI'ROJ, BUKAN NABI MUHAMMAD YANG BERJALAN ISRO MI'ROJ*

Seseorang mengenal Allah, dia akan mengetahui dirinya sendiri. Dia pun tahu akan ke arah mana harus berjalan dan memperbaiki keadaannya. Sebaliknya, ketika seseorang tidak mengenal Allah, dia tidak akan tahu tentang dirinya sendiri. Demikian juga kebalikannya Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”, mengenal dan memahami tujuan penciptaannya”. Dan tidaklah Aku telah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. – Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56.

3. *KESADARAN DARI BAHAGIAN DARI HARMONISASI ALAM SEMESTA*

Dengan peristiwa ISRO MI'ROJ, Menembus Batas batas langit *ALAM SEMESTA* Sampai langit ke 7, Secara tidak langsung Allah Memberitahukan kepada Nabi Muhahammad, Bahwa Manusia adalah *BAHAGIAN YANG SALING TERKAIT, TERHUBUNG DAN TERSISTEMATIS SUNATULLAH MENJADI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

4. *KESADARAN SELALU MEMBERSIHKAN ❤💞*

Salah satu peristiwa penting ISRO MI'ROJ Adalah adanya *PEMBELAHAN DADA ROSULULLAH UNTUK DIBERSIHKAN HATINYA*

Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada Beliau sampai di bawah perut Beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."

Berarti Allah memberikan Isyarat Kepada Ummat Islam, Agar selalu *MEMBERSIHKAN, JIWA, QOLBU DAN HATI* Agar dapat merasakan kehadiran Allah, Hingga hadir *KEIMANAN, KEYAKINAN DAN KETENANGAN* Pada diri manusia.

اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى
صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr _radhiyallahu ‘anhu_, beliau berkata katanya: Rasulullah (ﷺ) bersabda:
_”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian.”_
(HR. Muslim no. 2564)

Firman Allah Ta’ala:

ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .

Artinya:

“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

5. *KESADARAN KITA PASTI KEMBALI KEPADA ALLAH*

ISRO MI'ROJ Mengingatkan Ummat Islam akan kembali kepada Allah, ada 3 Hal yang Kembali : 

1. Ruh dari Allah kembali kepada Allah. 
2. Jasad dari Tanah, kembali ke tanah kuburan
3. Amal sholeh amal salam, kembali ke manusia nya

Tidak semua manusia bisa kembali kepada Allah, bahkan menolak dan menentang Nya. 

Orang yang bisa kembali kepada Allah adalah :
1. Yang tau asal usul dirinya
2. Tau jalanya
3. Punya alamatnya
4. Ada kendaraannya
5. Bawa bekal
6. Jangan bawa beban yang berat.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

6. *KESADARAN PENTINGNYA PERINTAH SHOLAT*

Dalam peristiwa ISRO MI'ROJ, Ada suatu Perintah yang Sangat *PENTING* Yaitu *PERINTAH SHOLAT*, Sangking Penting nya, Nabi Muhammad Langsung bertemu dengan Allah SWT.

Pada awalnya, perintah Allah adalah menjalankan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Namun, setiap kali Nabi Muhammad SAW turun, Nabi meminta pengurangan jumlah waktu salat karena jumlah tersebut terlalu besar.

Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah hingga hanya menjalankan salat 5 waktu yang menjadi ibadah wajib bagi umat Islam.

Perintah salat 5 waktu tertulis dalam hadist HR Bukhari yang artinya:

“Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa”. Ia menyarankan, “Kembalilah menemui Rabbmu”. Kujawab, “Aku malu pada Rabbku”.” (HR Bukhari).

أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ فَإِنْ صَلَحَتْ” artinya “Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik”. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Thabrani.

7. *KESADARAN MELIHAT ALLAH DENGAN MATA HATI*

Pada saat ISRO MI'ROJ Lah Nabi Muhammad SAW, dapat Melihat, dan menyaksikan Allah dengan *AINUL BASHIROH* Mata Hati❤ bahkan *HAKKUL BASHIROH*

bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya, "Apakah Anda melihat Tuhan Anda?" Jawab beliau:
رأيته بفؤادي، ولم أره بعين
"Aku melihat dengan mata hatiku dan tidak dengan mata kepalaku." (HR At-Thabari 27/46-47, dan Ibnu Abi Hatim: 18699. Muhammad bin Ka'ab Al-Quradzi tidak berjumpa dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
Q.S Al-Hajj [22] : 46

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan (mata) hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Semoga kita dibukakan *MATA HATI* oleh Allah agar bisa membedakan  mana *TAAT DAN MAKSIAT* Amin ya Robbal A'lamin. 🙏❤️💛💚


Jakarta, 13 Pebruari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

KEBAHAGIAAN SEJATI

*KEBAHAGIAAN SEJATI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Jangan menunggu populer baru *Bahagia*, jangan menunggu senang untuk *bahagia*, maka bahagia itu ialah kebebasan dari keterikatan, *carilah di dalam dirimu*, jangan capek-capek cari kebahagiaan dari luar. Jalani hidupmu sesuai fitrahmu" 

Dalam ayat lain dijelaskan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (surat Thaha [20]: 123.

Hadits nabi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya. (HR Tirmidzi)

Ada *BEBERAPA HAL BUAT KITA BAHAGIA* :

1. *KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA*

Kebahagiaan bukan ada diluar diri kita, Mobil 🚗Rumah Mewah, 🏠, Isteri cantik, Jabatan ,Pujian sanjungan dari manusia dan kekuasaan, Tapi ada pada *Ketenangan Jiwa Qolbu Salim*.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

2. *MASALAH KEPEMILIKAN*

Makin Banyak kita memiliki dunia🌍, Dan mencintai masuk kedalam Hati❤makin, Makin resah, gelisah dan takut kehilangan, 

Karena Hakekatnya semua di dunia ini termasuk diri kita *MILIK ALLAH*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
*“Milik Allah kerajaan langit dan bumi* dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Rasulullah SAW bersabda:

أتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“ Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata, “ *Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati*, *cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya* dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim).

3. *KECUKUPAN*

Yang menyebabkan Gelisah, galau, dan ketakutan Adalah, Hidup yang tidak pernah Puas, tidak ada Cukupnya, 

Orang Kaya, dan punya Jabatan, masih Korupsi, tidak pernah puas, bila menuruti, *KEMAUAN DAN GAYA HIDUP*

Cukup Adalah *HARTA YANG TIDAK AKAN PERNAH HABIS*

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى
Artinya: "Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah" (dalam ath-Thabrani, al-mu'jam al-Ausath, 7/84)

Mengutip buku Al Lama'at yang ditulis oleh Badiuzzaman Said Nursi, berdasarkan hadits tersebut sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan.
عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ
Artinya: "Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak" (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari – Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.)

4. *PEMAAF*

Pemaaf adalah bukan sekedar kita Sekedar Memaafkan kesalahan Orang Lain, *TETAPI JUSTRU KITA MELEPASKAN BEBAN DARI KETERIKATAN DARI MASALAH DAN KESALAHAN*

dalam surat Ali Imran ayat 134.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

اَفْضَلُ الْاِيْمَانَ اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةِ
seutama-utama iman adalah sabar dan pemaaf, (Hadis)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim.)

5. *TULUS*

Tulus adalah orang yang Ikhlas dan Ridho, Atas ketentuan dan ketetapan yang Allah berikan, 

Tetep Berprasangka Baik kepada Allah, atas Anugerah, Dan Musibah. 

*Ikhlas baru belajar berbuat baik, sementara Ridho Kebaikan sudah menjadi Kebiasaan sehari-hari nya!*


فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Q.S Ghafir [40] : 14

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا  بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR. Nasa'i

6. *KESEDERHANAAN*

sederhana adalah sikap tidak berlebih-lebihan namun juga tidak terlalu hemat. Sedangkan kesederhanaan adalah sebuah keadaan untuk bersikap seperlunya saja dengan mempertimbangkan apa yang dimiliki.

Kesederhanaan adalah orang yang rendah Hati, dia tidak menggunakan, kemampuan, sarana, fasilitas, untuk sesuatu yang tidak Perlu, penting dan mendasak, 

Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan *rendah hati* dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam,” (QS. Al-Furqan [25]: 63).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْبَذَاَةَ مِنَ الْإيْمَانِ
Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.[10]

7. *BERSERAH DIRI*

Orang yang bahagia Orang yang Berserah diri dari segala urusannya, *SETELAH BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI YANG ALLAH BERIKAN*

Jadi berserah diri, pasrah dan tawakal bukan berarti Tanpa usaha Maksimal, bila tanpa usaha namanya Halusinasi.

Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)

Tawakal merupakan ikhtiar batin yang memasrahkan segala hal kepada Allah SWT. Sedangkan ikhtiar merupakan upaya lahiriah dalam mencapai tujuan baik untuk sebuah kemaslahatan maupun untuk memperkecil mafsadat.

Dengan demikian, keduanya (tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat) tidak dipertentangkan, dihadap-hadapkan, dan dipilih salah satunya karena keduanya dapat berjalan seiring. Yang pasti, keduanya memiliki domain masing-masing.

Kita dapat menyaksikan bagaimana Rasulullah mengajarkan tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat kepada sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:
عن أنس بن مالك قال جاء رجل على ناقة له، يا رسول الله، أدَعها وأتوكل؟ فقال اعقلْها وتوكَّلْ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang dengan mengendarai unta miliknya mendatangi Rasulullah. Ia bilang, ‘Wahai Rasulullah, aku melepasnya dan aku bertawakal.’ Rasulullah menjawab, ‘Ikatlah untamu. Tawakallah,’” (Lihat Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah,[Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 92).

Jadi *KEBAHAGIAAN* itu ada dalam diri manusia Kita dapan Merasakan *KETENANGAN HATI* Baik kita kaya atau miskin, karena hakekatnya semua *MILIK ALLAH*, Yang kita mesti, merasa *CUKUP, TULUS, PEMAAF, SEDERHANA, DAN PASRAH AKAN KETETAPAN ALLAH*

Semoga kita *SEHAT, SUKSES DAN BAHAGIA* Amin. 


Jakarta, 19 Pebruari 2025

*PB. FORMULA*

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto. 
Ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...