Sabtu, 05 November 2022

TAKUT

*TAKUT*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Semua orang pasti pernah mengalami rasa *TAKUT* dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, baik zaman dahulu sampai akhir kemudian. 

Rasa Takut adalah sesuatu yang akan membuat manusia Menjadi *Kwatir berlebihan, Pikiran jadi kacau, dan akan mempengaruhi kesehatan tubuhnya*

*Pada rasa takut yang berlebihan, akan melakukan sesuatu yang aneh diluar akal sehat, bahkan cenderung bunuh diri.*

Rasa takut juga muncul dikarenakan, Takut kehilangan sesuatu, yang dia pikir semua yang ada di dunia itu Abadi, baik *HARTA, TAHTA, MAHKOTA DAN WANITA*, Ini adalah suatu kesalahan dalam berfikir. Kita *TERTIPU OLEH PIKIRAN KITA SENDIRI* seolah olah Dunia segalanya. 

Rasa *TAKUT tidak ada pada dua TEMPAT, pada saat kita *SUDAH TAKUT DIDUNIA akan ALLAH, maka di AKHIRAT tidak ada rasa takut lagi,*

Tetapi bila *DIDUNIA TIDAK TAKUT sama ALLAH, Berbuat MAKSIAT, Maka DIAKHIRAT akan MATI KETAKUTAN*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ مُبَارَكِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ ذَكَرَنِي يَوْمًا أَوْ خَافَنِي فِي مَقَامٍ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada Abu Daud dari Mubarak bin Fadlalah dari Ubaidullah bin Abu Bakar bin Anas dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau berkata: "Allah berfirman: *'Keluarkanlah dari neraka orang yang mengingat-Ku pada suatu hari atau takut kepada-Ku pada suatu tempat"*. Dia berkata; "Hadits ini hasan gharib".

*HAKEKATNYA RASA TAKUT itu ALLAH INGIN MENCOBA atau MENCICIPI siapa di antara Manusia yang sudah BENAR BENAR BERIMAN* ( Sebagai mana juru masak yang mencoba masakannya sudah enak apa belum, bila belum Pasti ditambah bumbu masak atau Ujian, Lalu dicoba lagi, dan seterusnya, sampai benar benar Nikmat masakan tersebut. )

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 155

Jadi kenapa kita mesti *TAKUT YG BERLEBIHAN, HINGGA MENDERITA, JADI PENYAKIT, PUTUS ASA, CENDERUNG BUNUH DIRI.*

قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
Kami berfirman, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
Q.S Tha Ha [20] : 68

Dan sesungguhnya para Nabi dan Rosul, Hanya memberikan peringatan kepada manusia yang *TAKUT AKAN KEKUASAN ALLAH, WALAUPUN IA TIDAK MELIHAT NYA*
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan *yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya*. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Q.S Ya Sin [36] : 11

Dan hanya para *ULAMA dan WALI ALLAH LAH, yang TIDAK PUNYA RASA KWATIR DAN BERSEDIH di dunia yang TIDAK KEKAL INI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Marilah kita selalu *baik sangka sama ALLAH, dan selalu OPTIMISTIS*

Yang benar dari Allah, yang salah dari Saya, yang penuh Dosa, semoga Allah ampuni Dosa kita Amin. 

Jakarta 6 November 2022.

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
Pimpinan

Jumat, 04 November 2022

IDENTITAS

*IDENTITAS*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Identitas adalah sesuatu *JATI DIRI MANUSIA SESUNGGUHNYA YANG SANGAT MUTLAK, TIDAK BOLEH HILANG, DAN TERUS DIJAGA HINGGA AKHIR KEHIDUPAN*

Dan Allah, Telah Memberitahukan, Menginformasikan, dan memberikan *KESAKSIAN IDENTITAS* Kepada calon manusia yang akan lahir ke Dunia, pada saat di Alam Arwah, Dalam firman Allah ;

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan *Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?*" Mereka menjawab, *"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.*" (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Allah telah *MENDOWNLOAD SOFTWARE IMAN, TAUHID DAN MAKRIFATULLAH* Kepada calon manusia. lahir ke Dunia. 

Jadi Tidak ada alasan Manusia untuk Tidak mengenal Allah. Inilah *IDENTITAS IMAN*

*JATI DIRI IDENTITAS SELANJUTNYA ADALAH AGAMA ISLAM* Sebagai mana Allah berfirman ;

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
 ," Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah *Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu*. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 3

Jadi *TIDAK MUNGKIN KITA MENGHILANGKAN IDENTITAS KITA BERUPA : NIKMAT ISLAM DAN IMAN.*

Dan yang paling penting Nikmat Islam dan Iman yang Allah berikan kepada Ummat Islam, Janganlah kita *MERASA PALING BENAR, DAN YANG LAIN SALAH*

Karena Iblis saja merasa *PALING BENAR* Sudah Allah Usir dari Surga, Sebagaimana Firman :

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَۗ قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis, *"Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."*
Q.S Al-A'raf [7] : 12

Dan *IDENTITAS UMMAT ISLAM, BERUPA IMAN DAN ISLAM INI, HARUS TETAP TERJAGA SAMPAI AKHIR KEHIDUPAN.* 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan *janganlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan beragama ISLAM.*
Q.S Ali 'Imran [3] : 102.

Jadi mana mungkin Ummat Islam yang terbesar ini *MESTI KEHILANGAN IDENTITAS* Di bumi Nusantara ini. 

Dan yang sangat Aneh, *APABILA ADA MANUSIA YANG TIDAK MEMPUNYAI IDENTITAS YANG BENAR!?!?* 

Apabila ada pernyataan dari para Pemimpin dan pejabat bahwa, *" Saya Presiden, Menteri, Kapolri atau Pejabat, yang kebetulan beragama Islam* ini suatu pernyataan yang salah. 

Kenapa agama Islam hanya *Kebetulan*???. 

Yang benar adalah, *" SAYA INI BERAGAMA ISLAM, YANG KEBETULAN MENDAPAT AMANAH KEPERCAYAAN JADI PRESIDEN, MENTERI, PEJABAT* Ini yang Benar. *(Jadi Jabatan cuma sesaat dan kebetulan)*

Kenapa mesti Malu akan *Identitas islam* Kita mesti *TOTAL DALAM BERAGAMA ISLAM*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai orang-orang yang beriman, *masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan,(TOTAL)* dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Q.S Al-Baqarah [2] : 208

Jadi apabila ada pihak pihak merasa malu, dan pobia dengan islam, dipastikan mereka itu temannya Syetan, *KARENA HANYA SYETANLAH YANG TIDAK SUKA, APABILA NIKMAT IMAN DAN ISLAM KITA NAIK.*

Yang benar dari Allah, yang salah dan banyak Dosa saya sendiri. 

Semoga ada Manfaat nya, Amin. 

Jakarta, 5 November 2022.

MAJELIS NUUR ISLAMI

TG. DRS. DEDI HERMANTO. 
PIMPINAN

Kamis, 03 November 2022

KARAKTER SESEORANG MUSLIM

*KARAKTER SEORANG MUSLIM*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

1.*KESEDERHANAAN*
RENDAH HATI dan KESEDERHANAAN

Allah Ta’ala mencintai hamba-hamba-Nya yang tawadhu’, rendah hati dan tidak sombong. Orang tawadhu’ memiliki derajat tinggi di sisi Allah Ta’ala.
“Tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah kecuali Allah Azza wa Jalla mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, hadits tersebut mempunyai dua makna:
Pertama, Allah SWT akan meninggikan derajat orang tawadhu’ di dunia dan mengokohkan sifat tawadhu’nya dalam hati sehingga Allah mengangkat derajatnya di mata manusia.
Kedua, pahala di akhirat, yakni Allah SWT akan mengangkat derajatnya di akhirat disebabkan tawadhu’nya di dunia.
Sebagaimana akhlak mulia lainnya, sifat tawadhu’ akan mendatangkan rasa cinta, persaudaraan, dan menghilangkan kebencian di antara manusia.
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mewahyukan kepadaku (Muhammad) agar kalian bersikap tawadhu’, hingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya atas orang lain dan tidak ada lagi orang yang menyakiti atas orang lain.” (HR. Muslim).

*Lawan sifat tawadhu adalah SOMBONG, congkak, atau takabur.* Allah SWT membenci orang yang sombong, seperti memalingkan muka kepada manusia karena merasa “hebat”.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman [31]: 18).

Ibnu Abbas r.a. berkata tentang ayat di atas, “Yaitu janganlah kamu sombong, sehingga membawa kalian merendahkan hamba Allah dan berpaling dari mereka jika mereka berbicara kepadamu.” [Fathul Qodir]

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqon [25]: 63).

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Q.S Al-Isra' [17] : 37

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari 'Atha bin As Saib dari Al Aghar Abu Muslim dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Subhanahu berfirman: 'Kesombongan adalah pakaian-Ku, dan kebesaran adalah selendang-Ku, siapa saja yang mencabut salah satu dari keduanya dari-Ku, maka akan Aku lemparkan ia ke neraka Jahannam."

*RENDAH HATI* 
sifat bijak yang selalu memposisikanya sama,tidak lebih baik, pintar dan mulia dari orang lain, dan senantiasa menghormati dan melayani orang lain apapun keadaanya,,,

*RENDAH DIRI* 
sifat orang bodoh yang selalu menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain, setiap saat selalu , minder, sukar bergaul, malu, pesimis dan tidak percaya diri, serta ketakutan yang berlebihan. 

*RENDAH HATI* kemuliaan akan timbul, tapi bila *RENDAH DIRI*, kehinaan yang akan muncul. 

*RENDAH HATI* orang yang selalu disegani dan dicintai. 

*RENDAHKANLAH* dirimu,sebelum orang lain merendahkanmu,

*RENDAH HATI* 
tidak pernah merasa lebih PINTAR dan LEBIH BENAR DARI ORANG LAIN cenderung BERBEDA, bukanya BERDEBAT, lebih suka BERBUAT dari pada BERBICARA

2. *QONA'AH / CUKUP*

Orang yang qanaah adalah orang yang tidak boros dan tidak pula kikir. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

وَالَّذِيْنَ إِذَآ أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَامَا
Artinya: “Dan mereka yang apabila memberi nafkah belanja (sedekah) tidak memboros dan tidak kikir maka pertengahan antara kedua sifat itu.” (Q.S. al-Furqan: 67).

*FUNGSI QONA'AH / CUKUP.* 

1. sebagai *STABILISATOR*, senantiasa merasa TENTRAM, DAMAI dan TENANG, dapat mengendalikkan EMOSI, serta LAPANG DADA. 

Kekayaan dan kemiskinan, tergantung KEPUASAN HATI, ,,,, BUKANYA DARI MENUMPUKNYA HARTA YANG BANYAK,

2. Sebagai *DINAMINISATOR* senantiasa sebagai *ENERGI PENDORONG* untuk meraih *KESUKSESAN dan KEBERHASILAN*

*SIFAT KARAKTER, PRIBADI dan JATI DIRI* seorang muslim, agar tidak jatuh pada *KEPUTUSASAAN dan KESERAKAHAN*. 

*Menerima apa adanya, berserah diri pada ALLAH , setelah berusaha semaksimal mungkin, dan berdo'a.*

3. *BERSYUKUR.*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

PENGEMIS !

pengemis ;" Whaahhk,, ini rumah besar amat yaa,,baguss,,lagi,pasti yang punya ORANG KAYA,,,", kebetulan ada yang punya rumah,, " Tuan,,tuann,,, saya minta rejekinya tuannn,karena sa saa saya belum makan tuannn,,", !

orang kaya ; " Ma'af,",Tidak ada, lain kali saja,,",!!!

pengemis, ; " kaloo gitu,tolong minta minum dehk, awuss nih,,pak,,", !!!

Orang kaya ; " Yackhh ella,,nihh orang repot amatt,nggak,nggak ada,saya lagi sibukk,,nikh, bisniss,,," udah lain kaliii aja,,, !!!,

pengemis ; " Masya ALLAH,rumah sebesar gini bagus dan mewah,NASI sama AIR PUTIH,,aja kagak,adaaach !!!"",,,,,,,,,,,, Tuan,,,tuannn,,,""!!

orang kaya ; " Adda ,,,appa lagiii,,"!!

pengemis ; " mendingan Tuan sama saya,,,NGEMIS BARENG,,YUKH,,", ( SAMBIL LANGSUNG KABUR,,)

*BANYAK ORANG KAYA, YANG TIDAK BISA BERPERAN DAN BERKARAKTER JADI ORANG KAYA,!!! 

kesenangan dan kebahagiaan belum tentu, membuat orang dapat *BERSYUKUR*, tetapi dengan berSYUKUR, orang akan merasakan *KESENANGAN DAN BAHAGIA*

4. *BERSABAR*

*Diawali dengan *KESULITTAN* dan dijalankan dengan *KESABARAN* diakhiri dengan *KEMUDAHAN* dan *KESUKSESAN*.

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ
Dan orang-orang yang *SABAR* karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
Q.S Ar-Ra'd [13] : 22

Sifat *SABAR*, hanya diberikkan kepada manusia,untuk menahan dan mengendalikkan hawa nafsu, sedangkan bagi HEWAN,hawa nafsu untuk disalurkan dan dituntaskan,tidak diberi sifat SABAR,,

*KESABARAN* bukan karena keterpaksaan *SABAR* karena kerelaan dan keiklasan. 

*Penyakit kehidupan adalah *KESULITAN* Obatnya adalah *KESABARAN*

Sifat *SABAR,* hanya diberikkan kepada manusia, untuk *menahan dan mengendalikkan hawa nafsu* sedangkan bagi *HEWAN* hawa nafsu untuk disalurkan dan dituntaskan!,

Semoga ada manfaat nya amin. 

Jakarta, 4 November 2024

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


Tg. Drs. Dedi Hermanto

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...