Sabtu, 09 Oktober 2021

penyeslan

PENYESALAN*

1. Bila kita *TIDAK PERNAH MASUK MESJID* kecuali *JENAZAHNYA*

2. Bila *WANITA TAK NUTUP AURAT* kecuali telah *DIKAFANKAN*

3. Bila kita *TIDAK PERNAH SEDEKAH* kecuali *KELUARGANYA YG BERSEDEKAH* atasnya.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, *"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"*

Q.S Al-Munafiqun [63] : 10

Selasa 02 Maret 2021
Majelis *NUUR ISLAMI*

By Dedi hermanto

Kamis, 07 Oktober 2021

Hati yang MATI

TANDA HATI TELAH MATI."
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم  
عن شَقِيق البَلخِي اَنَّه قال : كانَ اِبْراهيمُ بن ادهمَ يَمْشي في اَسواقِ البَصْرةِ , فاجْتمع النَّاسُ اِليهِ , قال ابراهيمُ بن اَدْهمَ حينَ سَأَلواهُ عن قولِه تعالى " اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم " واِنَّا نَدعو فلمْ يَستجِبْ لنا , فقال : ماتَتْ قُلوبُكم مِنْ عَشْرَةِ اَشْياءَ : 
Dari Syaqiq Al-Balkhi : 
Bhw suatu hari, seorang 'Ulama yg bernama Ibrahim bin Adham melintas dipasar Bashroh, lalu orang" berkumpul mengerumuninya seraya bertanya ttg firman Alloh.:  
اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم
Berdo'alah kpd-Ku pasti Aku akan mengabulkan permintaan kalian*
Mereka berkata : 
Kami semua suka berdo'a tapi Alloh tdk mengabulkan
Ia menjwb, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 perkara :

 عَرفتُمْ اللّهَ ولم تُؤدُّوا حقَّه
1. Kalian mengenal Alloh ttpi tdk menunaikan haq-Nya.
وقرأتُم كِتابَ اللّهِ ولم تعمَلوا به
2. Kalian membaca al-Qur’an ttpi tdk mengamalkannya.
وادَّعيْتُم عداوةَ ابليسَ ووالَيتُمواهُ
3. Kalian mengatakan Iblis adlh musuh ttpi kalian mengikuti ajakan Iblis.
وادَّعيتُم حُبَّ الرَّسولِ وتركْتُم اَثَرهُ وسُنَّتهُ
4. Kalian mengaku cinta kpd Rosululloh ttpi kalian meninggalkan sunnahnya.
وادَّعيتم حُبَّ الجنّةِ ولم تعْملوا لها
5. Kalian mengaku cinta surga ttpi tdk pernah beramal utk menggapainya.

وادَّعيتُم خوفَ النَّارِ ولم تَنْتهوا عنِ الذّنوبِ
6. Kalian katakan takut akan siksa neraka ttpi tdk berhenti berbuat dosa
 وادّعيتُم اَنَّ الموتَ حقٌّ ولم تَسْتعِدُّوا له
7. Kalian katakan bhw kematian itu benar ttpi tdk pernah menyiapkan amal utk kematian  
واشْتَغلتُم بعُيوبِ غيرِكم وتركْتم عُيوبَ اَنفُسَكم
8. Kalian sibuk memperbincangkan aib org lain ttpi kalian lupa dg aib sendiri.
وتَأكُلونَ رِزقَ اللّهِ ولا تشْكُرونهُ
9. Kalian makan rizki Alloh ttpi kalian tdk pernah pandai mensyukurinya.
وتُدْفِنونَ موتاكُم  ولا تعتبِرونَ بِهم
10. Kalian quburkan orang" yg meninggal dunia dikalangan kalian ttpi kalian tdk pernah mengambil pelajaran dari mereka. 

Nashoihul'Ibad hal75.
Selasa 23 Pebruari 2021

MAJELIS NUUR ISLAMI

DRS. UST. DEDI HERMANTO
         PUCUK PIMPINAN

Orang TUA

ADA 3 ORANG TUA YANG HARUS KITA HORMATI DAN HARGAI*=

1. *ORANG TUA TUBUH* = Orang Tua yang melahirkan kita

2. *ORANG TUA AKAL* = Para Guru kita

3. *ORANG TUA JIWA* = Para ustadz, ulama dan kiyai, yang menuntun JIWA kita kepada ALLAH SWT.

SYUKUR - SYUKUR KITA MENJADI ORANG TUA DARI, KETIGA UNSUR TERSEBUT,,, DARI ANAK ANAK KITA,,,!!!

====================

*ORANG TUA DAPAT DILIHAT* Dari =

1. *UMURNYA*

2. *PENGALAMANYA*

3. *ILMUNYA*

====================

*ORANG TUA* belum *DEWASA,,,,,*

Sedangkan orang untuk *DEWASA*,,,,,, tidak harus *NUNGGU TUA,,!!!*

====================

*ORANG TUA* ,,,, hanya bisa menjadi *KETUA ORGANISASI*,, tetapi belum tentu bisa *PEMIMPIN ORGANISASI*...!!!

==================

*KETUA* tidak akan bisa jadi *PEMIMPIN*,,,,,!!!

sedangkan *PEMIMPIN*,,,, bisa jadi *KETUA* apa saja,,,!!!

================

*beda KETUA dengan PEMIMPIN !!!*

1. *KETUA selalu ingin di depan*  sedangkan > *PEMIMPIN selalu di belakang untuk mengendalikkan dan mengawasi*

2. *KETUA* ingin selalu di *hormati dan di hargai*, kalau tidak akan tersinggung, sedangkan > *PEMIMPIN sederhana dan bersahaja,*

3. *KETUA* dapat *diketahui dan di kenal oleh orang banyak,* sedangkan > *PEMIMPIN, susah orang dapat mengenal dan mengetahuinya.*

4. *KETUA* *lambat dalam mengambil keputusan, terlalu banyak pertimbangan* ( tidak ,tegas ), sedangkan > *PEMIMPIN, cepat, tepan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, siap dengan resiko, keputusan yang diambil*

5. *KETUA* bisa menjadi *Walikota, Gubernur, Menteri, President*,,, lalu *masuk penjara*,,, karena korupsi,,, sedangkan > *PEMIMPIN, MASUK PENJARA DAHULU, KARENA BENAR BENAR BERKORBAN, UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARANYA*,,,, BARU JADI GUBERNUR, MENTERI DAN PRESIDENT,,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

Q.S An-Nisa' [4] : 144

*Drs Dedi Hermanto* 
Pimpinan Majelis Nuur islami

Senin, 04 Oktober 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

Minggu, 03 Oktober 2021

MENGENAL ALLAH

*MENGENAL ALLAH*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam kepada Manusia Agung dan pilihan Yaitu *MUHAMMAD SAW.*

*KUNTU KANZAN MAGHFIYYAH, FA ARADTU AN U'ROF, FA KHALAKTUL KHOLQO*.( Allah Hasanah tersenbunyi, Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk), Hadist.

Hanya *MANUSIALAH, MAHLUK YANG MULIA DAN SEMPURNA, YANG DAPAT MENGENAL ALLAH*

Ada beberapa *TAHAPAN MENGENAL*

1. *KOMITMENT*

Jadi siapapun Manusianya, suku bangsa dan agamanya sudah pasti mengenal Allah, Di Alam Arwah sebelum manusia, dilahirkan ke dunia, *RUH MANUSIA BUAT KESAKSIAN / KOMITMENT.* 

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

2. *KOMUNIKASI*

Agar Komitment atau Kesaksian ini tetap terjaga, dan tersambung terus di Alam Dunia, .maka Allah, Memilih manusia pilihanya untuk *BERKOMUNIKASI* : 

1. *NABI DAN ROSUL*

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْن 
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

2. *PARA WALI ALLAH*

Setelah *Para Nabi Dan Rosul wafat , Allahpun *MEMILIH PARA WALI-NYA, UNTUK TETAP BERKOMUNIKASI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Sahih al-Bukhari
Kitab : Hal-hal yang melunakkan hati
Bab : Tawadhu'
Nomor : 6021

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari 'Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana  keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan.

3. *Kepada *ORANG BERIMAN YANG HATINYA BERSIH*

 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

  اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

III. *KONSISTEN*

Tetap menjaga *KOMITMEN & KOMUNIKASI* Kepada Allah dengan *KONSISTEN* Sehingga tetap *MENGINGAT DAN MENGENAL ALLAH* Dengan selalu *BERIBADAH MENDIRIKAN SHOLAT*

 
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

IV. *KONSEKWENSI*

Apabila kita Manusia *TIDAK MENJAGA : KOMITMET, KOMUNIKASI, serta TIDAK KONSISTEN, untuk *MENGINGAT & MENGENAL ALLAH, maka Allah Akan berikan Sangsi atau *KONSEKWENSI* Neraka Jahannam.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْن
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Demikianlah , semoga bermanfaat, Amin ya Robbal Alamin.

Wa Alaikum salam Wr.wb
Senin, 04 Oktober 2021

Majelis *NUUR ISLAMI*


*Ust.Drs. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...