Tampilkan postingan dengan label MAKRIFAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKRIFAT. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2026

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA*

Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan manusia tidak bisa diselesaikan oleh Akal Manusia karena kemampuan akal manusia itu ada keterbatasan.

Keterbatasan terhadap dalam mengendalikan Ancaman musibah bencana Alam, gempa bumi, gunung meletus, tanah longgar, Tsunami, banjir bandang, Tornado dan lainnya, manusia dengan ilmunya hanya bisa memprediksi, prakiraan dan ramalan cuaca, setelah terjadi baru ketahuan, kekuatan bencana tersebut.

Maka manusia berkesimpulan mau tidak mau ,Ada kekuatan yang maha Dahsyat mengendalikan Alam Semesta ini.

I. TEMPAT IBADAH.

Dengan memperhatikan Judul tersebut mungkin agak terasa aneh, janggal, provokatif atau biasa saja, Tergantung dari Lantar belakang seseorang, Dari segi intelektual, spritual dan pengalaman dalam kehidupan manusia. 

Di seluruh dunia ini, penjuru bumi , Pasti ada *TEMPAT BERIBADAH*, walaupun Komplek Perumahan sudah banyak fasilitas, saran prasarana, yang modern dan canggih, tetap mesti ada Fasilitas tempat beribadah. 

Jadi hubungan kita Sama tuhan , tidak mungkin manusia bisa *Menjauh, Keluar dan  Menghindar  darinya, walaupun dia sendiri Atheis, tidak bertuhan*

Karena *Ikan Akan Mati bila Keluar dari Kolam Air, dan Air tetap ada walaupun tidak ada Ikan,*

Dan *Tumbuhan akan Mati bila di Cabut dari Tanah, tapi tanah tetap ada walaupun tidak ada tumbuhan*

Banyak sekali dari permasalahan kehidupan manusia, Bila hanya sekedar, *Kemampuan Intelektual, Materi, Jabatan, Jaringan sosial, dan kecanggihan teknologi,* Belum tentu bisa dapat menyelesaikan setiap masalah kehidupannya. Maka Alternatif terakhir pasti akan kembali kepada Allah. 

Tetapi apakah Kepada Allah itu Harus Alternatif Terakhir, Kenyataan iya seperti itu, *Tua tidak bisa dihindarkan, mati suatu Kepastian,* Dimana kita sudah tua, pikiran tenaga berkurang, dan Manusia tidak menerima lagi untuk kita mendapatkan pekerjaan, sudah pensiun, pengurangan te.aga kerja, PHK dan lainnya, Barulah mereka mencari tempat peribadatan bekerja, kepada Allah.

Pada saat Uang kita , Jabatan kita, kekuasaan kita, Tidak bisa lagi membeli dan membayar, Kesehatan dan kesembuhan , Walaupun dengan Rumah sakit terkenal, Peralatan yang Canggih dan Dokter yang Ahli, maka sang Dokterpun Berbicara : *"Kayaknya ilmu saya sudah maksimal, dengan peralatan canggih dan obat paten, Semuanya kita serahkan kepada Allah*

Jadi sebenarnya *Kita ini di dunia sedang mencari apa,? Kenapa kita tidak menemukannya ?:"*

Sesungguhnya Manusia itu sedang *MENCARI KETENANGAN* iya berharap Dengan mencari, mengejar dan mendapatkan Harta, tahta, Mahkota, wanita, jabatan dan kepopuleran berharap akan *Menemukan ketenangan* Ternyata sampai akhir hidupnya, tetap , *Mengeluh, Gelisah, stres, struk dan Stop* innalilahi!

Tua tidak bisa dihindarkan, Penyakit datang, kematian pasti, Bila Kita tidak bisa , *Menyelamatkan Tubuh, Untuk itu SELAMATKANLAH RUH DAN JIWAMU SAAT KEMBALI MENEMUI ALLAH*

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an

وَّاَنَّ الْمَسْجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللهِ اَحَدًا ۖ
“ Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah, maka janganlah menyembah  sesuatu pun selain Allah” (QS. Al-Jin:18)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) sudah bersabda, الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبُرَةَ وَالْحَمَّامَ “Seluruh bumi adalah masjid, kecuali kuburan dan tempat pemandian” (HR. Tirmidzi no. 317, Ibnu Majah no. 745, Ad Darimi no. 1390, dan Ahmad 3: 83. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jadi di seluruh penjuru dunia, dipastikan, Ada Tempat Ibadah, yang Menandakan *Manusia itu lemah tiada daya dan upaya, Dan ada kekuatan yang Maha kuasa di dunia yang KekuasaanNya, tidak tertandingi, Dialah Allah SWT.*

II. KETENANGAN 

Sungguh aneh kebanyakan manusia, Mereka seumur hidupnya, dengan segala daya upaya kemampuannya, Mencari sesuatu, tetapi tidak pernah ketemu, itulah yang namanya *KETENANGAN HIDUP*

Mereka berharap, Dengan Mengejar, Jabatan, Harta kekayaan, Ilmu pengetahuan, dan Popularitas, Hidupnya akan Tenang, ternyata Berapa banyak para pemimpin dunia, Politikus, ilmuwan dan artis terkenal akhir hidupnya teragis dan Bunuh diri.

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi ketenangan dan Kedamaian hidup itu, adalah Kembalinya Ruh atau jiwa manusia kepada si Pemilik Ruh yaitu Allah. 

Kembalinya Ruh itu bukan Pada saat Ruh itu Keluar dari tubuh manusia, Kalau Ruh keluar dari tubuh manusia itu namanya Azal atau kematian, batas waktu Ruh selama di dunia, Hakekatnya Ruh tidak Mati, tetap hidup kembali kepada si Pemilik hidup yaitu Allah. 

Jadi bagaimana agar hidup ini tenang dan penuh kedamaian, yaitu caranya, Ruh ini kembali kepada Allah, pada Saat ruh masih di dalam Tubuh . 

Kembali kepada Allah, dengan mengingat Allah, dengan Mengingat Allah maka Hati akan Tenang dan penuh kedamaian

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram." (QS. Al-Ra'd: 28) 🌟

Jadi agar kita ini bisa hidup aman, nyaman penuh ketenangan dan kedamaian, harus memiliki kendaraan yang bernama *"NAFSUL MUTMA'INNAH*.

Alih alih manusia ingin ketenangan dan Damai, tetapi memakai kendaraan *NAFSUL AMARA* Yaitu suatu kendaraan yang menggerakkan dan mendorong kita dengan gerakan yang *TIDAK TERKENDALI, SEPERTI BINATANG BUAS* bagaimana kita mau berkendaraan dengan tenang, bila kendaraan yang baru, canggih modern tetapi tidak ada *REM atau IMAN* Yang ada hanya *HAWA NAFSU atau GAS*, dipastikan ini kendaraan akan celaka, masuk jurang dan Hancur. 

Jadi kalau kita mau adannya ketenangan dan kenyamanan Jiwa, Janganlah hanya menuruti bahkan menuhankan Hawa Nafsu.

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

Hadis Qudsi ,
Ya, Allah Swt berfirman:

يا دُنيا اِخْدُمي مَن خَدَمَني وَ أخْدِعي مَن خَدَمَكِ

Artinya: "Wahai dunia, layanilah orang yang melayani Aku, dan perbudakilah orang yang melayani kamu."

Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa Allah Swt akan membalas kebaikan orang yang melayani-Nya dengan kenikmatan dunia dan akhirat, sedangkan orang yang hanya melayani dunia akan menjadi budak dunia dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati. 🌟

III. *DEFINISI IBADAH*

Apa itu ibadah, Apakah ibadah itu cukup dengan Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, Kalo hanya sebatas itu tidak salah, cuma ibadah kita hanya sekedar gugur Mewajibkan secara syariat, yang penting ibadah. 

Jadi Ibadah itu adalah: kita *menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, dengan tunduk, ketaatan, penuh ketulusan dan Ridho, Serta Mengharapkan Cinta dan Kasih-Nya .*

Jadi Ibadah itu tidak sekedar pekerjaan Tubuh dan Lisan, tapi ada Hati yang penuh *HARAPAN DAN CINTA SAMA ALLAH*

Apabila Allah telah Mencintai Hambanya, Maka tiada  Batas antara Hamba dan Allah, Sebagaimana Hadis Qudsi :

Allah Swt berfirman:

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أَحْبَبْتُهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ

Artinya: "Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidak ada sesuatu pun yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan atas hamba-Ku. Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk memukul, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya." (Hadis Qudsi, Riwayat Bukhari).

Dengan demikian orang yang benar benar beribadah itu di sebut *HAMBA ALLAH*, Sekarang siapakah itu Hamba Allah.!? 

*Hamba Allah* Adalah Dimana seseorang yang *Fokus*, *mengumpulkan semua kebaikan* untuk mendapatkan *RIDHO dan KASIH SAYANG ALLAH*, Walaupun ia sendiri tidak tau Persis akan keberadaan-Nya.

Kata "ibadah" diambil dari kata "abd" yang berarti "hamba" atau "budak". Jadi, ibadah secara bahasa berarti "perbudakan" atau "penghambaan", yaitu sikap tunduk dan patuh seorang hamba kepada tuannya. Dalam konteks agama, ibadah berarti penghambaan kepada Allah Swt, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ya, Allah Swt berfirman:

يا دُنيا اِخْدُمي مَن خَدَمَني وَ أخْدِعي مَن خَدَمَكِ

Artinya: "Wahai dunia, layanilah orang yang melayani Aku, dan perbudakilah orang yang melayani kamu." (Hadis Qudsi)

Hadis Qudsi ini menunjukkan bahwa Allah Swt akan membalas kebaikan orang yang melayani-Nya dengan kenikmatan dunia dan akhirat, sedangkan orang yang hanya melayani dunia akan menjadi budak dunia dan tidak akan mendapatkan kebahagiaan sejati. 🌟

Pertanyaan nya, dengan definisi tersebut, Kita sudahkah kita  *BERIBADAH DAN MENJADI HAMBANYA*!?!? 

IV. *TARGET IBADAH*

Dalam beribadah, tentu Allah telah menetapkan Target Minimal dan Maksimal dalam beribadah. 

Karena memang Allah menciptakan Manusia dimuka bumi ini Hanya untuk beribadah Kepada Allah seperti dalam Ayat-Nya :

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: "Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Al-Dhariyat: 56)

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah Swt, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. 🌟

Sementara Ada Dua Target dalam ibadah kepada Allah :

1. *SHOLAT*

Sholat adalah target Minimal dalam kita beribadah kepada Allah, apapun ceritanya Kita wajib Sholat dengan situasi dan kondisi keadaan kita. 

Karena batas seseorang dengan kekafirannya dan bukan lagi beragama Islam , dengan sengaja meninggalkan Sholat, 

Rasulullah SAW bersabda:

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الْكُفْرِ وَالشِّرْكِ تَرْكُ الصَّلَاةِ

Artinya: "Batas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan shalat dapat membawa seseorang ke jurang kekufuran dan kesyirikan. 🌟

Ayat yang indah!

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: "Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'." (QS. Al-Baqarah: 43)

Atau ada ayat lain yang lebih spesifik:

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Artinya: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktu-waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)

Rasulullah SAW bersabda:

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ

Artinya: "Amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat." (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa shalat adalah amal yang sangat penting dan akan dihisab pertama kali pada hari kiamat. 🌟

Dan Rosulullah pun Berwasiat kepada Ummat nya, 

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

الَّذِي يَتَكَلَّمُ بِهِ وَهُوَ يُصَارِعُ الْمَوْتَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Artinya: "Yang pertama kali beliau ucapkan ketika beliau dalam keadaan sakaratul maut adalah: 'Shalat, shalat, dan (ingatlah) hak-hak budak-budak kalian.'" (HR. Abu Dawud)

Namun, hadis yang lebih terkenal adalah:

الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

Artinya: "Shalat, shalat, dan (ingatlah) hak-hak budak-budak kalian." (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam Islam, bahkan di saat-saat terakhir kehidupan Rasulullah SAW.

Sholat itu dari Pesan Al-Qur'an dan Hadis *sangalah PENTING*, Bukan *yang penting Uda sholat*

*Sholatlah dibelakang Imam, jangan Sholat didepan Imam, berarti kita sudah jadi Jenazah.*

Tua tidak bisa dihindarkan, Kematian suatu Kepastian, *BILA KAMU TIDAK BISA MENJAGA KESEHATAN TUBUH MU, YANG SUDAH TUA DAN BANYAK PENYAKIT, MAKA JAGALAH " RUH DAN JIWAMU DENGAN SHOLAT*


2. *KEPEMIMPINAN*
Jadi sholat yang sedemikian Sakral dan wajib bagi ummat Islam, itu hanyalah *target MINIMAL,* dari Allah SWT. 

Sedangkan *target MAKSIMAL* dari Allah SWT, kita ini manusia hadir dimuka bumi ini adalah sebagai *KHALIFAH PEMIMPIN YANG RAHMATAN LILALAMIN*

Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدُّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat, 'Aku akan menjadikan khalifah di bumi.' Mereka berkata, 'Apakah Engkau akan menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?' Allah berkata, 'Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'" (QS. Al-Baqarah: 30)

Karena Hakekatnya Kita ini adalah seorang Pemimpin 

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin, baik sebagai kepala keluarga, pemimpin masyarakat, atau pemimpin negara.

Dan Allah dan Rasulnya sangat senang kepada umat Islam yang Kuat dalam kepemimpinan 

Rasulullah SAW bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Artinya: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa kekuatan, baik fisik maupun mental, adalah sifat yang terpuji dalam Islam, dan seorang pemimpin harus memiliki kekuatan dan kemampuan untuk memimpin umat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَكُونُ خَلَائِفُ يَحْكُمُونَ بِغَيْرِ مَا حَكَمَ بِهِ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: "Sesungguhnya agama ini akan memiliki khalifah-khalifah yang akan memerintah dengan selain apa yang diperintahkan oleh Muhammad SAW." (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa setelah Rasulullah SAW wafat, akan ada khalifah-khalifah yang akan memimpin umat Islam, namun ada peringatan bahwa ada di antara mereka yang tidak mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: "Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kalian pimpin. Imam (pemimpin) adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dia pimpin." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menjadi pemimpin adalah amanah yang besar dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Jadi kesimpulannya Dari dua target Tersebut adalah : *ALLAH DAN ROSULULLAH, SANGAT BERHARAP ATAS UMMAT ISLAM, MEMPUNYAI PEMIMPIN YANG RAHMATAN LILALAMIN DAN BERIBADAH KEPADA ALLAH* Pemimpin yang ,*Propesional, Jujur, tangguh dan dermawan* atau Profesor Jutawan. 

Kenyataan Umat Islam ini *krisis Kepemimpinan* Baik tingkat Nasional maupun internasional, 

Yang ada di Ummat Islam itu *HANYA KETUA BUKAN PEMIMPIN* , Ketua belum tentu bisa memimpin, *Pemimpin udah pasti bisa jadi ketua apa saja*

Jadi banyak *Ormas Islam dan Partai Islam, Hanya dipimpin oleh seorang Ketua, yang mana belum tentu bisa memimpin, Bahkan mungkin menjadi Menghancurkan Organisasi yang dia Pimpin*

Beda ketua dan Pemimpin:

1. Ketua di depan, sedangkan Pemimpin cukup dibelakang layar mengendalikan situasi kondisi. 

2. Ketua mesti Kelihatan, sedangkan Pemimpin tidak perlu kelihatan dan diketahui, yang penting dampak dan hasilnya.

3. Ketua hasil dari pembentukan, rekayasa, pengkondisian dari Atas, sedangkan *Pemimpin itu lahir dari SITUASI DAN KONDISI, DARI ARUS BAWAH,YANG MENGHENDAKI KEHADIRANNYA.*

V. *SYARIAT* ;

Syariat adalah tatacara dalam beribadah kepada Allah, yang sesuai dengan syarat, Sah dan Rukunnya, dari Ucapan dan perbuatan.

Syariat adalah aturan atau hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia, baik dalam urusan ibadah, muamalah (hubungan sosial), maupun akhlak. Syariat Islam bersumber dari Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam bahasa Arab, syariat (شريعة) berarti "jalan" atau "aturan". Syariat Islam bertujuan untuk membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia di dunia dan akhirat. 

Dalil tentang syariat Islam adalah:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya: "Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jathiyah: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam adalah aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia. 

Hadis tentang syariat Islam adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ, وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ, فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا"

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Agama itu mudah, dan tidak ada seorang pun yang memperberat diri dalam agama kecuali akan dikalahkan. Maka berlakulah lurus, dan berusahalah mendekati (kebenaran), dan berilah kabar gembira (kepada orang lain)'. (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa syariat Islam adalah aturan yang mudah dan tidak memberatkan, serta mendorong umat Islam untuk berlakulah lurus dan berusahalah mendekati kebenaran. 

V. *TAUHID* :

Tauhid adalah kita Mengetahui siapa yang kita Ibadahi, dengan MengEsakan Allah. Tiada tuhan yang Maha Berkuasa, selain daripada Allah.

Dalil tentang tauhid adalah:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ, اللَّهُ الصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dia Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia'." (QS. Al-Ikhlas: 1-4)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah dan ditaati, dan tidak ada yang setara dengan Dia. 

Hadis tentang tauhid adalah:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ أَهْلَ التَّوْحِيدِ إِذَا قُبِضُوا جِيءَ بِهِمْ إِلَى الْجَنَّةِ, وَهُمْ فِي الْبَرْزَخِ فِي الْجَنَّةِ"

Artinya: "Dari Abdullah bin Amr RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya ahli tauhid jika mereka dicabut nyawanya, mereka akan dibawa ke surga, dan mereka berada di alam barzakh di surga'." (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan keutamaan dan pahala bagi orang-orang yang mengesakan Allah SWT (tauhid). 

Hadis lain tentang tauhid adalah:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ"

Artinya: "Dari Mu'adz bin Jabal RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah La ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), maka ia akan masuk surga'." (HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa tauhid adalah kunci untuk masuk surga. 

Beragama ya mesti Ibadah, Tau dan Faham apa itu ibadah, dan mengetahui Target dalam beribadah , Maka disebutlah sebagai Hamba Allah, Yaitu : *"Seseorang yang fokus mengumpulkan semua kebaikan, Komitmen yang jelas, Konsisten terus menerus Lillah tak pernah Lelah, Selalu siap dengan Konsekwensinya dan mempunyai Integritas yang tidak diragukan lagi"*

Maka untuk menjadi Hamba, Abdi atau Pelayan Allah, tentu Mesti, Mengenal siapa yang dilayani dan di sembah. 

*Apabila kita menyembah Sesuatu yang kita tidak ketahui dan tidak dikenal, sama juga menyembah Sesuatu yang tidak ada.*

Sebagaimana ucapan Imam Ali RA. Berkata :

إِنَّمَا عَبَدْتَ شَيْئًا لَمْ تَعْرِفْهُ

Artinya: "Sesungguhnya kamu telah menyembah sesuatu yang tidak kamu kenal."

Lalu ada juga riwayat yang mengatakan:

مَنْ عَبَدَ مَجْهُولًا فَهُو كَعَابِدِ مَعْدُومٍ

Artinya: "Barangsiapa yang menyembah sesuatu yang tidak dikenal, maka dia seperti menyembah sesuatu yang tidak ada."

Kata-kata ini menunjukkan bahwa menyembah sesuatu yang tidak kita kenal atau tidak ada adalah sia-sia dan tidak ada manfaatnya.

Karena Hakekatnya Allah itu *"INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI* Bagaimana kita menyembah tidak tau atau tidak Kenal siapa yang Kita ibadahi, sebagaimana dalam hadis Qudsi:

Rasulullah SAW bersabda:

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ

Artinya: "Aku adalah harta yang tersembunyi, *maka Aku ingin dikenal*, maka Aku menciptakan makhluk." (Hadis Qudsi, HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan manusia karena ingin dikenal dan dicintai oleh makhluk-Nya. 🌟

Pada Awal Kenabian, Rosulullah selalu menyebut Tuhan, Kemudian Orang Musyrik, Kafir dan Yahudi, Bertanya Kepada Rosulullah, siapakah Tuhanmu ya Muhammad, maka turunlah Surat Al ikhlas untuk menjawabnya, 

Surat Al-Ikhlas turun sebagai jawaban atas pertanyaan kaum kafir Quraisy atau Yahudi kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjelaskan nasab dan sifat-sifat Tuhan yang beliau sembah. Surat ini menegaskan tauhid murni bahwa Allah itu Esa, tempat bergantung, serta tidak beranak maupun diperanakkan, sebagai bantahan terhadap kepercayaan musyrik.

Dan ditegaskan di Surat Taha, Untuk Allah Memperkenankan diri-Nya. 

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

Artinya: "*Sesungguhnya Aku adalah Allah,* tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (QS. Taha: 14).

Dan inilah sebagai Dalil, dari Pelajaran dan Pemahaman Ilmu Tasawuf , Tarekat, Hakekat dan Makrifat, Yang orangnya disebut para Sufi dan wali kekasih Allah. 

Jadi Ilmu Syari'at Tidak mungkin dipisahkan dengan Ilmu Makrifat, *Apabila kita sudah Makrifat pasti sudah bersyari'at, atau sebagaimana kita makan Kacang, pasti sudah membuka Kulit Kacang.* Kulit kacang Syariat, Biji kacang Makrifat.

VI. *TASAWUF*

Tasawuf itu adalah Adab, Etika atau Akhlak kita dalam Beribadah kepada Allah.

Tasawuf adalah suatu disiplin ilmu dalam Islam yang fokus pada aspek spiritual dan moral, bertujuan untuk membersihkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tasawuf juga dikenal sebagai "ilmu akhlak" atau "ilmu tasfiyah al-nafs" (ilmu penyucian jiwa).

Dalam bahasa Arab, tasawuf (تصوف) berasal dari kata "suf" yang berarti "bulu domba", merujuk pada pakaian sederhana yang dikenakan oleh para sufi (pengamal tasawuf) sebagai simbol kesederhanaan dan kezuhudan. 

Dalil tentang tasawuf adalah:

وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَدِيَّةٌ وَهَدِيَّةُ أَهْلِ الْعِلْمِ التَّصَوُّفُ

Artinya: "Dan bagi setiap kaum ada hadiah, dan hadiah bagi ahli ilmu adalah tasawuf." (Hadis ini tidak ditemukan dalam sumber yang jelas, namun ada beberapa riwayat yang mirip)

Namun, ada ayat Al-Qur'an yang mendukung konsep tasawuf, yaitu:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

Artinya: "Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya." (QS. Al-Syams: 9-10)

Ayat ini menunjukkan pentingnya membersihkan jiwa, yang merupakan tujuan utama tasawuf. 

Hadis tentang tasawuf adalah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ"

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuhmu dan tidak pula kepada harta bendamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalanmu'." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa yang penting adalah keadaan hati dan amalan, bukan hanya penampilan luar, yang merupakan prinsip dasar tasawuf. 

VII. *MAKRIFAT*

Makrifat adalah kita beribadah kepada Allah, dengan MENENALNYA,  DEKAT DAN PENUH KASIH SAYANG.

Makrifat adalah pengetahuan atau pengenalan yang mendalam tentang Allah SWT, yang diperoleh melalui pengalaman spiritual dan pengamalan ibadah. Makrifat juga berarti kesadaran akan kehadiran Allah SWT dalam setiap aspek kehidupan.

Dalam bahasa Arab, makrifat (معرفة) berarti "pengetahuan" atau "pengenalan". Makrifat adalah tahap tertinggi dalam perjalanan spiritual, di mana seseorang telah mencapai kesadaran yang mendalam tentang Allah SWT dan sifat-sifat-Nya. 

Dalil tentang makrifat adalah:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

Artinya: "Maka ketahuilah (makrifatlah) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan mohonlah ampun atas dosamu." (QS. Muhammad: 19)

Ayat ini menunjukkan pentingnya makrifat, yaitu pengetahuan dan pengenalan yang mendalam tentang Allah SWT, sebagai dasar untuk mencapai kesempurnaan iman. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا

Artinya: "Sesungguhnya Aku, Akulah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku." (QS. Ta Ha: 14)

Ayat ini merupakan bagian dari firman Allah SWT kepada Nabi Musa AS, yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Allah SWT. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ فَتَعَرَّفْتُ إِلَيْهِمْ فَعَرَفُونِي

Artinya: "Aku adalah harta yang tersembunyi, maka Aku ingin dikenal, maka Aku menciptakan makhluk, lalu Aku memperkenalkan diri kepada mereka, maka mereka mengenal Aku." (Hadis Qudsi, riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT menciptakan makhluk untuk dikenal dan dicintai oleh mereka. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Artinya: "Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (QS. Al-Hijr: 29 dan QS. Sad: 72)

Ayat ini merupakan bagian dari kisah penciptaan Adam AS, di mana Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam AS sebagai tanda penghormatan. 

Kalimat yang kamu maksud adalah:

فَإِذَا أَحْبَبْتُ عَبْدِي فَأَنَا سَمْعُهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرُهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدُهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلُهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا

Artinya: "Jika Aku mencintai seorang hamba, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, dan penglihatannya yang dengannya ia melihat, dan tangannya yang dengannya ia bertindak, dan kakinya yang dengannya ia berjalan." (Hadis Qudsi, riwayat Al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan menjadi dekat dengan hamba-Nya yang dicintai, dan akan membimbingnya dalam setiap aspek kehidupannya. 

*VII. MANAJEMEN IBADAH*

1. *Komitmen.*

Jadi Ibadah Juga harus Manajemennya Yaitu: *Suatu PERENCANAAN ALLAH, yang sudah di Sepakati dalam suatu MOU Perjanjian Pada saat di Alam RUH, Dan RUH bersaksi BAHWA ALLAH SAJALAH YANG DIIBADAHI*

Jadi Tidak ada alasan bagi Ruh ruh calon manusia yang kelak terlahir dimuka bumi ini , tidak mengenal Allah. 

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۚ شَهِدْنَا ۚ

Artinya: "Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: 'Benar, kami bersaksi'." (QS. Al-A'raf: 172)

Ayat ini merujuk pada perjanjian antara Allah SWT dengan anak cucu Adam sebelum mereka lahir, di mana Allah SWT bertanya apakah mereka mengakui-Nya sebagai Tuhan, dan mereka menjawab "benar". 🌟

Jadi Hakekatnya Manusia dimuka bumi ini waktu di Alam Arwah, Sudah mengenal Allah, dan Beriman , tapi setelah terlahir ke dunia, Lupa, lalai, bahkan Mengingkari Allah. 

Kenapa bisa seperti itu, Wajar karena sudah pindah dari alam, Arwah, Rahim dan dunia, dan juga tergantung Orang tuanya, sebagai Hadis Nabi ;

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda: 'Tidak ada anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah (islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi'." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa setiap anak lahir dalam keadaan fitrah (islam), namun orang tua dan lingkunganlah yang mempengaruhi agamanya.

Perjanjian MOU, inilah yang mengikat Menjadi *AMANAT* kepada setiap manusia, yang tidak boleh dilanggar, berupa akan : *KESAKSIAN AKAN KEBERADAAN ALLAH, DAN TIDAK ADA TUHAN LAIN , SELAIN ALLAH*

karena sebenarnya amanat yang sangat Besar dan berat ini sudah Allah Tawarkan kepada Mahluk Yang besar dan kuat tapi menolak Tidak sanggup, Tetapi *Manusia sanggup menerima AMANAT tersebut dengan segala Resiko konsekuensinya*.

Ayat yang indah!

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menawarkan *amanat* kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi mereka menolak untuk memikulnya dan mereka khawatir tidak akan dapat menunaikannya. Dan manusia telah memikulnya. Sesungguhnya manusia itu adalah zalim dan bodoh." (QS. Al-Ahzab: 72)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah menawarkan amanat (tanggung jawab) kepada makhluk-Nya, tetapi hanya manusia yang berani memikulnya.

2. *KONSEKWESI*

Dengan adanya surat perjanjian kesepakatan tersebut, Tentu ada Konsekuensinya, Bila Amanah menjaga *TAUHID KE ESAAN ALLAH* Mama Allah beri Pahala, bila Mempersekutukan Allah, Siksa dan azab yang Di dapat. 

Mungkin kamu maksud:

لَقَدْ خَلَقْنَا كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لِلنَّارِ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia." (QS. Al-A'raf: 179)

وَلَقَدْ مَلَأْنَا جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالْإِنسِ أَجْمَعِينَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah memenuhi neraka Jahannam dengan kebanyakan dari jin dan manusia." (QS. Al-Sajdah: 13)

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan banyak dari jin dan manusia untuk (dimasukkan ke dalam) neraka Jahannam. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al-A'raf: 179)


Tetapi bila di dunia tetap selalu menjaga Komitmen selalu dijalan Allah, Maka Allah berikan Kebaikan yang berlimpah dan tidak disangka. 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 261)

3. *KONSISTEN*

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102)

Ayat ini menekankan pentingnya bertakwa kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh dan konsisten dalam keimanan, ketauhi dan Makrifattullah kenal Allah hingga akhir hayat.

Jadi kita mesti menjaga Komitmen kita kepada Allah dengan Konsisten, Istiqomah dan tidak ada alasan untuk kita tidak menjalankan Komitmen, bahkan sampai nafas terakhir. 

Mau suka duka, anugrah musibah, susah senang, Apapun yang terjadi dengan takdir yang Allah berikan, kita tetap Komitmen dengan selalu BERSABAR DAN BERSYUKUR.

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Q.S Al-Baqarah [2] : 153

عَنْ أَبِي عَمْرٍو وَقِيلَ أَبِي عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

Artinya: "Dari Sufyan bin Abdullah RA, ia berkata: 'Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam dengan satu kalimat yang tidak aku tanyakan kepada orang lain setelahmu.' Nabi SAW bersabda, 'Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah', kemudian beristiqomahlah.'" (HR. Muslim)

Hadis ini menekankan pentingnya istiqomah (konsistensi) dalam keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. 

4. *KONTRIBUSI*

Bersambung,,,, 4 April 2026

Kamis, 19 Februari 2026

PUASA

*BERPUASA ADALAH WUJUD CINTA ALLAH KEPADA HAMBANYA*

Assalamualaikum wr.wb.

Kepada ummat Islam dimana saja, Alhamdulillah kita telah berada di bulan Suci Ramadhan tahun 2026 M / 1447 H,.

Dan kita ummat Islam diwajibkan untuk berpuasa, Sebagaimana Firman Allah SWT. :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183,

Kenapa Puasa Itu Wujud dari Cinta kasih Allah Kepada Hambanya.

Pertama yang penting kita ketahui dahulu adalah , Manusia Itu adalah Makhluk yang derajatnya lebih tinggi dari Hewan, *Karena Manusia Mempunyai Akal yang Sempurna*

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi walaupun manusia itu Mempunyai Akal yang Sempurna, Akal Manusia *Tidak bisa membedakan Mana baik mana buruk, mana taat mana maksiat* Intinya akal itu akan mewujudkan apapun *Keinginan hawa nafsu Manusia, Taat atau Maksiat*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Mau menjadi Orang Taat, Sholeh dan Wali, Perlu adanya hawa nafsu dorongan untuk Beribadah, Begitu juga Untuk menjadi Orang yang maksiat, pendosa, dan Koruptor Juga mesti punya akal bahkan lebih Pintar, Kalo Bodoh pasti Kena OTT Tangkap tangan, masuk penjara. Banyak Para Koruptor yang pintar, Licik dan curang, Masih bebas, 

Jadi Walaupun Manusia *Lebih Mulia dari binatang karena Akal, Tetapi Manusia itu Lebih rendah dari Malaikat, Karena Malaikat tidak Allah beri HAWA NAFSU*
 
Dan Allah Ingin Menaikkan *DERAJAT MANUSIA*  Seperti Malaikat yang Selalu dekat, Taat dan cinta kepada Allah , Dengan Menjauhkan Nafsu, 

Jadi Dengan *RASA CINTA ,KASIH DAN SAYANG NYA ALLAH, kepada HAMBANYA,  Allah Mewajibkan Hambanya BERPUASA, Karena Allah tidak Ingin TERHALANG OLEH NAFSU DUNIA DENGAN SEGALA TIPU DAYANYA*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

Sebaliknya apabila Hidupkita Hanya *MENURUTI HAWA NAFSU, MAKA KITA AKAN LEBIH RENDAH DAN SESAT DARI BINATANG*

Ulaika kal an'am" (أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ) artinya "Mereka itu seperti binatang ternak". Frasa ini merupakan bagian dari Surah Al-A'raf ayat 179 yang menggambarkan manusia yang tidak menggunakan hati, mata, dan telinganya untuk memahami ayat-ayat Allah, sehingga derajat mereka rendah layaknya hewan, bahkan lebih sesat lagi.

Demikianlah Artikel yang singkat ini, semoga ada manfaatnya, dan Al-Faqir, Mengucapkan:  *"SELAMAT BERBULAN MADU KASIH SAYANG BERSAMA ALLAH , SEBULAN PENUH, BULAN RAMADHAN, Amin Ya Robbal Alamin"*

Jakarta, 19 Februari 2026

*PB FORMULA*


Tuan Guru Drs.Dedi Hermanto

Minggu, 11 Januari 2026

ISI UTAMA KANDUNGAN AL-QUR'AN

*PARAGRAF POKOK UTAMA ISI KANDUNGAN AL-QUR'AN*

I. *VISI , TUJUAN AL-QUR'AN : *PENGENALAN KEPADA ALLAH*

Allah *MAHA TERSEMBUNYI* Tidak ada yang kenal Allah, Karena Allah belum Ciptakan Satu Mahlukpun, Masih *AHADIYAH* ESA TUNGGAL.

Makanya Allah Ciptakan Mahluk, Agar dikenal *DILUAR DIRINYA*.

كُنْتُ كَنْزاً مَخْفِيّاً فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الخَلْقَ فَبِي عَرَفُونِي
Hadis Qudsi :
"Aku adalah harta simpanan yang tersembunyi, lalu Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan makhluk agar melalui Aku mereka mengenal-Ku."

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

II. *MISI, CARA, SISTEM ATAU METODE, MENGENAI ALLAH*

1. Dengan cara Melihat, Merenung, *Mempelajari, Alam semesta* Ciptaan Allah. ( Pelukis pasti ada Lukisannya, Sutradara pasti ada karya Filmnya ).

تفكَّروا فِي الْخَلْقِ وَلَا تُفَكِّرُوا فِي الْخَالِقِ، فَإِنَّهُ لَا تُحِيطُ بِهِ الفِكْرة

Artinya: Pikirkanlah tentang makhluk dan janganlah kalian memikirkan tentang Khaliq (Pencipta), karena sesunguhnya Dia tidak dapat diliput oleh pemikiran. ( Hadis )

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Maha Suci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Ali Imran: 190-191).

Inilah salah satu cara Sistem Atau Metode mengenal Allah, Tapi cara Ini kita mesti , *PINTAR GENEUS, DAN PUNYA DANA UNTUK MENELITI ALAM SEMESTA* Sehingga Tidak Sedikit Para *ILMUAN DAN PROFESOR NON MUSLIM , MASUK ISLAM, KARENA SETELAH DITELITI PULUHAN TAHUN, JAWABAN NYA ADA DI DALAM AL-QURAN* Dengan *ILMU PENGETAHUAN, EMPIRIS DAN TEKNOLOGI*

2. Dengan Cara Melihat, Menyaksikan, Merenung, mempelajari dan mengenal *DIRI*

adalah "مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ", yang artinya "Barang siapa mengenal dirinya, maka sungguh ia telah mengenal Tuhannya,"

وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ

dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

Inilah cara Kedua kita *MENGENAI ALLAH* dengan Cara Kita disuruh Melihat Diri kita sendiri agar *MENGENAI, MENYAKSIKAN DAN MENGHADIRKAN AKAN KEBERRADAAN ALLAH*  Tentu Bukan Dengan Mata Kepala seperti, Cara pertama , memperhatikan Alam Semesta, tentu dengan  membuka dan melihat dengan *MATA HATI*! QOLBUN SALIM,

*Mereka Itulah Para Sufi, Wali dan Kekasih Allah.* Dengan *ILMU TASAWUF MAKRIFATULLAH*

3. Dengan Cara Allah Menceritakan *CERITA YANG MENGANDUNG HIKMAH* Agar dapat diambil Pelajaran.

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 24

Surat Yusuf ayat 111: لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۗ مَا كَانَ حَدِيْثًا يُّفْتَرٰى وَلٰكِنْ تَصْدِيْقَ الَّذِيْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيْلَ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ Artinya: "Sungguh, pada kisah mereka benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. (Al-Qur’an) bukanlah cerita yang dibuat-buat, melainkan merupakan pembenar (kitab-kitab) yang sebelumnya, memerinci segala sesuatu, sebagai petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman."

Cara Ke tiga kita Mengenal Allah, Dengan *MEMPELAJARI CERITA CERITA,YANG MENGANDUNG HIKMAH, PELAJARAN DAN KEBENARAN, BAHKAN BISA DIBUKTIKAN DISAKSIKAN SAMPAI SEKARANG, YAITU JASAD FIRAU'N* , *ILMU SEJARAH*

Inipun tidak semua orang Islam mempelajari, butuh waktu puluhan tahun kita, mempelajari dan membuktikan kebenaran dari sejarah cerita dalam Al-Qur'an.

4. Cara mengelal Allah, dengan cara *MENJALANKAN PERINTAH, LARANGAN DAN JANJI JANJI ALLAH, PAHALA ,SURGA DAN BIDADARI*

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku.
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌۙ

Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
Q.S As-Saffat [37] : 48

وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 25

Inilah Cara yang ke 4 Dalam Mengenal Allah yang *PALING MUDAH*, Tidak perlu terlalu pintar genius Jadi Profesor meneliti alam semesta, Tidak perlu uang banyak penelitian, dan mempelajari Allah yang Ghaib tapi ada dan Jelas ,Ilmu Tasawuf Makrifat, *CUKUP IBADAH, MINIMAL SHOLAT* Itupun tidak mau dan tidak bisa, Astaghfirullah!!!

Jakarta, 12 Januari 2026.

PB FORMULA 

TG DRS. DEDI HERMANTO 
Ketum

Jumat, 22 Agustus 2025

HAK ISTIMEWA

*HAK ISTIMEWA*

Hak privilege atau hak keistimewaan adalah *Hak istimewa, Hak Khusus, Hak Skala Prioritas atau keuntungan yang hanya dimiliki oleh individu atau kelompok tertentu, bukan oleh semua orang, sehingga memberikan mereka keunggulan atau akses yang lebih besar terhadap sumber daya, kesempatan, atau perlakuan khusus dibandingkan orang lain. 

Alangkah sangat *Beruntungnya* bila ada manusia terlahir dari Anak seorang Raja, Pengusaha, Pejabat, *otomatis dia menjadi anak raja, Anak Pejabat,anak Orang kaya, atau anak seorang Artis terkenal* Dia Mendapatkan tidak perlu susah payah.

Tapi taukah anda, Banyak Manusia *TERLAHIR BERAGAMA ISLAM* tetapi Dia *TIDAK BANGGA* Padahal untuk mendapatkan *OTOMATIS BERAGAMA ISLAM ITU TIDAK MUDAH*!!!

Orang Hidup Jaman Nabi Muhammad, Melihatnya, bahkan menjadi karib kerabatnya, *bahkan Pamannya Sendiri Abu Thalib, TIDAK dapat HIDAYAH AGAMA ISLAM*.

Karena Siapa Yang *Akan mendapatkan HAK ISTIMEWA PRIVILAGE, Alloh BERIKAN HIDAYAH MASUK ISLAM, URUSAN ALLOH,SIAPA HAMBANYA JIWA JIWA YANG TERPILIH*

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sesungguhnya kamu *tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,* dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Q.S Al-Qasas [28] : 56

Menjelang Abū Ṭālib wafat, Rasulullah ﷺ mengajak Abū Ṭālib untuk mengucapkan syahadat. Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ عِنْدَ الْمَوْتِ: ” قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَبَى “، فَأَنْزَلَ اللهُ: {إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ} [القصص: 56] الْآيَةَ (صحيح مسلم (1/ 55)

Artinya,
“Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: ‘Katakanlah, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah selian Allah’ niscaya aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.” Namun dia menolaknya, lalu Allah menurunkan: ‘(Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) ‘ (Qs. Al Qashash: 56).

Ajakan Rasulullah ﷺ kepada pamannya untuk bersyahadat menjelang wafatnya menunjukkan Abū Ṭālib sampai menjelang wafat memang masih belum beriman. Sebab, tidak ada maknanya Rasulullah ﷺ mengajak mengucapkan syahadat untuk menyelamatkannya di akhirat jika Abū Ṭālib sudah muslim.

Ajakan syahadat itu tidak bisa dipahami talqin kepada muslim, sebab lafaz selanjutnya menunjukkan Abū Ṭālib menolak ucapan tersebut. Ini menunjukan Abū Ṭālib memang menolak untuk beriman, karena tidak ada muslim yang menolak talqin dengan sadar. Lanjutan hadis yang mengatakan bahwa peristiwa Rasulullah ﷺ tidak berhasil membujuk Abū Ṭālib untuk membaca syahadat sebagai asbabun nuzul bahwa Rasulullah ﷺ tidak bisa memberi petunjuk orang yang dicintainya menunjukkan bahwa Abū Ṭālib memang belum mendapatkan petunjuk Islam, alias masih belum beriman.

Bagaimana??? *Apakah anda BANGGA TERLAHIR SEBAGAI ORANG ISLAM*???!!! Karena Sekalas Paman Beliau saja *TIDAK MENDAPATKAN HAK ISTIMEWA KEBERUNTUNGAN MASUK ISLAM*!!! Sadarlah Hai Orang Islam, Anda sebaik baik ummat !

Di Dunia Ini ,Anda *TIDAK AKAN TERSESAT, SELAGI MENGHADAP KIBLAT*!!!

Demikian semoga kita mendapatkan HIDAYAH Petunjuk Allah, amin ya Robbal Alamin.

Jakarta, 22 Agustus 2025

PB.FORMULA

Tg.Drs.Dedi Hermanto 
KETUM

Sabtu, 19 Juli 2025

MATERI KAJIAN TASAWUF

*MATERI KAJIAN TASAWUF*

Assalamu'alaikum wr wb

1. MENGENAI ALLAH

Allah itu wujud, Ada, Jelas dan sangan Dekat, bila kita tidak Mengenal-Nya, Berarti mata hati kita buta

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

2. *MENGENAI DIRI*

Pada diri kita dapat Mengenal dan memahami Akan adanya Allah.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
Q.S Az-Zariyat 

 وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

3. *MENGENAI ROSUL*

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

4. *QOLBUN SALIM*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

5. *MAQOM MARTABAT*

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

6. *BUTA MATA HATI*

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

7. *INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

8. *KETENANGAN JIWA*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

9. *KESAKSIAN*

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172


10. *LUPA DAN LALAI*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152


11. *IKLAS RIDHO*

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan (Iklas Ridho) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang tiada meminta balasan ( Upah) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

12. *KEPEMILIKAN*

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
Q.S Ali 'Imran [3] : 189

13. *KOSONG TAPI ISI*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

14. *KESADARAN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191


Ada 4 RUKUN , CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM, 

MESTI ADA PADA DIRI ORANG ISLAM! 

1. Rukun Islam : Syariat, Kulit buah, Ilmu Fiqih
2. Rukun Iman : Tauhid Aqidah, isi Buahnya Ilmu Tauhid
3. Rukun Ihsan : Akhlakul Karimah, Biji Buah, ditanam amal sholeh, diri dan keluarga, Ilmu Ihsan
4. Rukun Makrifat : Mengenal Rasa Buah, Merasakan Kehadiran Allah dengan Ketenangan Jiwa, Ilmu Tasawuf


WA alaikum salam wr. Wb


Jakarta 16 Maret 2025

PB FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Jumat, 06 Desember 2024

MEMBANGUN KESADARAN

*MEMBANGUN KESADARAN*

Bangsa Indonesia para Pemimpin dan Pejabatnya, Sudah hilang *KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA*.

Orang yang Hilang kesadaran adalah dimana dia sedang *LUPA, TERTIDUR, HILANG INGATAN, MABUK DAN GILA* Dengan *JABATAN, HARTA DAN KEKUASAAN*.

Bagaimana Mereka bisa *MERUBAH, MEMPERBAHARUI DAN MEMBANGUN BANGSA INDONESIA*! 

Sedangkan Ormas Islam, Pemuka Agama, Tokoh Islampun, yang seharusnya Turut mengontrol, dan mengawasi, Ikut Terlena terbawa arus Keduniawian. 

Sehingga *KADERISASI KEPEMIMPINAN BANGSA YANG BERKARAKTER, PROFESSIONAL, DAN JUJUR* Tidak berjalan! 

Tugas Ormas islam, Ulama, dan Kiyai, Seharusnya, menjadi *AGEN PERUBAHAN, PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN*.

1. PERUBAHAN : 

Perubahan sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa, dengan perubahan, peralihan dan pengganti yang lebih baik dan berbeda dari semula. 

Suatu Hal yang mustahil *KITA MAU BERUBAH TAPI MELAKUKAN HAL YANG SAMA*! 

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11


2. PEMBAHARUAN:

Pembaharuan dari Agama islam itu sendiri suatu DINAMIKA, Suatu dinamis bergerak agar mampu menjawab *PERSOALAN HIDUP BERBANGSA DAN BER-AGAMA* Di Berbagai Zaman.

 Justru Dengan Perkembangan Perubahan zaman, yang serba Cepat, canggih, Cerdas dan digitalisasi, *DAPAT LEBIH CEPAT DAN MUDAH DALAM BERDAKWAH DAN SYIAR AGAMA ISLAM*

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۙ
Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,
Q.S Ibrahim [14] : 19


3. PEMBANGUNAN

Sedangkan PEMBANGUNAN itu sendiri proses Terpadu yang Mencakup Keseimbangan kehidupan manusia baik Ekonomi, Sosial, Lingkungan, dan Spiritual. 

Bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan Kebahagiaan manusia, di Dunia dan Akhirat. 

Membangun Manusia *SEUTUHNYA, Fisik, Mental Spiritual, untuk kebutuhan Ruhani*

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Hai orang yang berkemul (berselimut),
Q.S Al-Muddassir [74] : 1

قُمْ فَاَنْذِرْۖ
 *BANGUNLAH*, lalu berilah peringatan!
Q.S Al-Muddassir [74] : 2

Selanjutnya Muncul pertanyaan, *Siapakah yang dapat MEMBANGUNKAN KESADARAN PEMIMPIN BANGSA*! 

Dahulu Ummat dan Umara *Imanya TIDUR* Sedangkan para Ulamanya *Imanya TERJAGA* tentu sangat mudah *MEMBANGUNKAN*
Tapi zaman Sekarang, Umat dan Umara *Imanya MATI*, Sedangkan *Ulamanya TIDUR DENGAN KESENANGAN DUNIA* , Bagaimana mungkin *ORANG TIDUR MEMBANGUNKAN ORANG MATI*! 

Diperlukan Ulama yang punya *KESADARAN TINGGI*

Ada 5 Jenis *KESADARAN*

1. Kesadaran *DIRI*, Menyadari keberadaan dirinya secara Pisik, Paling tidak pada saat berkaca kenal akan dirinya. 

2. Kesadaran *LINGKUNGAN*, Dapat berdamai Dan Harmonisasi dengan, *SITUASI KONDISI, LINGKUNGAN ALAM SEMESTA, RAHMATAN LIL'ALAMIN*

3. Kesadaran *POTENSI JIWA DORONGAN KADANG TAAT KADANG MAKSIAT*

4. Kesadaran *KEBERADAAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK RUHANI*
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

5. Kesadaran *KETIADAAN, YANG ADA HANYA ALLAH*

Manusia di *ADAKAN* Allah, yang *MAHA ADA*, Allah itu *ADA* Sebelum kata *ADA* Itu *ADA*,

Bila *TIADA KESADARAN* Bila jadi Pemimpin Pejabat *PINTAR* Tapi Tidak *BERADAP*,!!!  Apalagi *BODOH TIDAK BERADAP*

Hal *TIDAK MASUK AKAL SEHAT, PEJABAT MENGATAKAN GOBLOK, PADA RAKYAT YANG MENGGAJINYA*!!! 

Mulut *Teko* Apa yang keluar, tergantung *ISI AIR TEKO TERSEBUT*, Bila diisi Susu keluar susu, bila diisi Air Comberan pasti yang keluar air Comberan.! 

Demikian, Sekedar introspeksi Diri saya Pribadi, yang Faqir Ilmu, benar Dari Allah, salah dari kebodohan saya sendiri, Semoga Allah Memaafkan Amin. 


Jakarta, 06 Desember 2024

PB. FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Jumat, 27 September 2024

KERAJAAN DIRI MAN

*KERAJAAN DIRI MANUSIA*

Diawali dengan masuknya *RUH* Masuk Tanah Kuburan *JASAD* Adam As, dan Bersemayam dalam *QOLBU*(HATI), 

*QOLBU* Sebagai *RAJA / PRESIDENT  PUSAT KEPEMERINTAHAN*
Untuk Menjalankan Kepemerintahan, ada Beberapa Pembantu Kerajaan *KEMENTERIAN DEPARTMENT/LEMBAGA*

1. KEMENTERIAN *NAFSU*: 

Sebagai Pembuat Program Perencanaan untuk *MENDORONG* Perencanaan Pembangunan yang *RAHMATAN LIL'ALAMIN*


2. KEMENTERIAN *AQAL*: 

Untuk mewujudkan Perencanaan Program yang sudah ditetapkan. 

Untuk Mewujudkan Rencana Program Kerja, *AQAL* Dibantu Beberapa Departemen :

A. *ILHAM / INSTING.*: 
Sebagai Naluri, untuk munculnya *IDE PEMIKIRAN*

B. *PANCA INDERA*:
Untuk Menerima Masukan Informasi dari Panca Indera, diantaranya *MATA dan TELINGA*

3. *KEMENKO IMAN*:
Kemenko *IMAN* Adalah *SEBAGAI KOORDINATOR PENGENDALI DARI KEBIJAKAN YANG DIAMBIL DARI, KEMENTERIAN *AQAL dan NAFSU*

4. *HIDAYAH / AGAMA*:
Sebagai *UNDANG UNDANG DASAR, PEDOMAN DARI JALANNYA RODA KEPEMERINTAHAN KERAJAAN*

5. *TAUFIK*:
Adalah *HAK ALLAH, siapa Raja yang *DISESATKAN DAN DISELAMATKAN*

Sedangkan *MUSUH ABADI* dari *KERAJAAN MANUSIA adalah IBLIS*


Jakarta, 28, September 2024

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum Formula

Minggu, 17 Desember 2023

TAUBAT

*KEMBALI RUJUK*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kembali Rujuk itulah kita kembali kepada Allah untuk berdamai, setelah kita Lari menghindar, menjauh, bahkan kita melawan dari Perintah Allah, hingga kita Kembali kepada Allah dengan *BERTAUBAT*, 

Kenapa Manusia Mudah sekali terjerumus *BERBUAT DOSA*, ada berapa hal yang menyebabkan manusia cenderung Berdosa :

1. *MANUSIA MAHLUK YANG LEMAH* Gampang tergoda dosa. 

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan *BERSIFAT LEMAH* .

Q.S An-Nisa' [4] : 28

2. *MANUSIA TEMPAT SALAH DAN LUPA*

pepatah bahasa Arab yang cukup Populer, 
ألإِنْسِانُ مَحَلُّ الخَّطَاء وَالنِّسْيَان
Artinya:
Manusia tempat salah dan lupa.

3. *IMAN MANUSIA KADANG NAIK KADANG TURUN*

Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”[18]

4. *SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi)

5. *MANUSIA PUNYA DUA KEPRIBADIAN*
Kadang Taqwa kadang Maksiat. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6.*KECENDERUNGAN MENUHANKAN NAFSU*
Tinggal kita dapat Mengendalikan Hawa Nafsu atau tidak. 

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

7. *ALLAH MENUGASKAN IBLIS UNTUK MENGUJI MANUSIA*

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Q.S Al-A'raf [7] : 16

Jadi Dengan Mudah sekali manusia, terjerumus dalam melakukan Kesalahan dan Dosa, Maka *ALLAH SIAP UNTUK MENERIMA KEMBALINYA MANUSIA YANG PENUH DOSA, DENGAN BERGEMBIRA,CINTA DAN KASIH SAYANG*

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya *Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya* melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747

Bahkan bagi yang dengan kembali segera bertaubat, *ALLAH SANGAT MENYUKAI DAN MENCINTAI HAMBA-NYA*

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya *Allah menyukai orang-orang yang bertaubat* dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

*"BILA ALLAH MENGAMPUNI HAMBA-NYA, MAKA ALLAH MUDAHKAN HAMBA-NYA SEGERA BERTAUBAT"*

Segeralah bertaubat sebelum datang nya kematian, dan selalu ingat lah akan *PEMUTUS KENIKMATAN DAN KESENANGAN, YAITU KEMATIAN*

Maka Allah Menyediakan dan Membuka pintu *TAUBATAN NASUHA*.

Tahapan Taubatan Nasuha, 

1. Melakukan Sholat Taubat. 

2. Mengakui kesalahan dan Dosa yang kita ingat, sejak mulai Akil Balligh. 

3. Menyesalkan Perbuatan Dosa tersebut. 

4. Komitmen tidak akan Mengulangi lagi, Dosa yg pernah dilakukan. 

5. Siap Menjalankan perintah Allah, dan Menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Tanpa disadari Airmata mengalir dipipi, *InsyaAllah Dosa kita, Diterima dan diampuni Allah SWT,* Amin. 

*Ciri Taubat kita diterima* :

1. Mulai menjauhi Teman yang selalu mengajak maksiat. 

2. Menghindari Tempat tempat Maksiat. 

3. Mulai dekat dengan Orang orang yang Sholeh, Guru dan Ulama. 

4. Menjalankan Sholat dan ibadah lain dengan, *Senang, nyaman dan Ketenangan*

5. Apapun yang dilakukan dalam rangka *Selalu mencari RIDHO ALLAH*.

*Bagaimana bila kita *Menunda untuk Bertaubat?*

Bila kita Menunda untuk bertaubat, maka :

1. *Daya tahan Iman kita akan *SANGAT LEMAH, DALAM MENGHADAPI MASALAH, GODAAN ATAU UJIAN HIDUP*

2. *HATI MENJADI KERAS*

3. *MERASA NYAMAN BAHKAN CENDERUNG BANGGA DALAM MELAKUKAN KEMAKSIATAN*

4. Hilangnya *RASA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL*

5. HATI JADI BUTA, HALAL HARAM SIKAT TERUS. 

*Tingkatkan Taubat*

1. *TAUBAT* : Dari Maksiat jadi Taat. 

2. *INABAH* : Dari Sekedar Ibadah Ingin Jadi lebih Khusyuk, Ketenangan dan Nyaman. 

3. *AUBAH* : Terus beribadah dan Berdzikir, baik Berdiri, Duduk dan Berbaring. 

Demikian lah, semoga ada *HIKMAH DAN MANFAAT* Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya Sendiri. 

Jakarta, 17 Desember 2023

PB. FORMULA. 


TG. DRS. DEDI HERMANTO

Senin, 11 September 2023

TAKUT

*TAKUT*

Takut adalah salah satu jenis emosi manusia yang paling dasar dan kuat. Emosi ini bisa sangat melumpukan, tetapi juga berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Faktanya, ketakutan dibutuhkan untuk melindungi setiap orang. Perasaan ini membuat Anda waspada terhadap situasi yang dianggap bahaya dan mempersiapkan Anda untuk menghadapinya.

Respon fight-or-flight inilah yang berperan untuk melindungi atau menyelamatkan Anda jika ada ancaman atau bahaya yang nyata. Anda mungkin akan bersiap untuk melawan bahaya yang membuat Anda takut (fight) atau melarikan diri dari ancaman tersebut (flight).

Jadi *TAKUT* adalah sesuatu ancaman yang kita sendiri sangat *MENGETAHUI, FAHAM serta MEYAKINI, kepastian ancaman tersebut, hingga kita sangat BERHATI HATI* sekali dalam *BERUCAP dan BERBUAT yang SALAH*

Semisal bila kita sedang Calon Perwira *PELATIHAN dan PENDIDIKAN KEMILITERAN* tentu kita Tahu persis Ancaman apabila kita tidak menuruti aturan perintah dan larangan selama DIKLAT, bisa bisa kita *TIDAK LULUS*.

Jadi *KETAKUTAN kita SEMATA-MATA ingin berbuat YANG TERBAIK*

Sedangkan *KUWATIR* Adalah suatu Ketakutan yang belum dipastikan dampak dan akibatnya. 

Rasa *TAKUT* Itu tidak ada pada *DUA TEMPAT* bila kita sudah TAKUT akan MAHA BESAR ALLAH dengan KEKUASAANNYA di DUNIA, Maka di AKHIRAT AMAN, tetapi Bila DI DUNIA sudah, Cuek dan masa bodoh sama PERINTAH ALLAH maka di AKHIRAT AKAN SANGAT KETAKUTAN. 

*Ada Lima Level Ketakutan* :

1. Kita *TAKUT MASUK NERAKA*
Ini adalah ketakutan yang manusiawi, *pada umumnya AHLI IBADAH*, Agar terhindar dari siksa api neraka. 

قُلْ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Katakanlah, "Sesungguhnya aku *Takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.*"
Q.S Al-An'am [6] : 15

2. Kita *TAKUT  BERPALING Pada Allah.* 
Ini adalah suatu ketakutanya Dari para *AHLI ORANG ALIM, SHOLEH dan WALI ALLAH*

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang *TAKUT* kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah *ULAMA*. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang *TAKUT kepada Tuhannya yang tidak nampak* oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Q.S Al-Mulk [67] : 12

Mereka *HANYA MENGHARAP RIDHO ALLAH, SETIAP IBADAHNYA, BUKAN KARENA NERAKA ATAU SYURGA*

Jadi rasa takut yang Allah berikan pada mereka, *JUSTRU MENGGIRING DAN MENUNTUNYA UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN AGAMA*

Yunus ayat 62 dan 63
62. أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

63. ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ
62. Ingatlah, sesungguhnya *WALI - WALI* Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa

3. Kita *TAKUT* Justru *ALLAH yang BERPALING terhadap DIRINYA.* 
Ini adalah suatu bentuk ciri dari KETAKUTANNYA dari *NABI dan ROSUL*

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Lalu aku lari meninggalkan kamu *ketika aku TAKUT kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara ROSUL - ROSUL.*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 21

4. Kita *TAKUT* Kepada *MANUSIA dan MAHLUK*

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu *janganlah kamu takut kepada mereka*, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 175

5. Kita justru *TIDAK ADA RASA TAKUT SAMA SEKALI KEPADA ALLAH* bahkan menjadi Penentang dan Musuh Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi *PENANTANG YANG NYATA.* !
Q.S Ya Sin [36] : 77

Jadi ternyata banyak Ummat islam yang Menganggap Hal *biasa, sepele, kecil masalah,* *ANCAMAN SIKSA ALLAH, Baik SIKSA KUBUR maupun SIKSA API NERAKA* sehingga mereka *Mudah sekali berbuat, DOSA, MAKSIAT dan MUSRIK*

Padahal *umur MATI  lebih Lama dari umur HIDUP*

Kubur adalah Awal *KENIKMATAN atau KESENGSARAAN,* yang terus menerus kita Terima Dan akan menjadi penyesalan, yang tidak berguna,

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, " *TAKUTLAH* kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang agar kamu mendapat rahmat," (niscaya mereka berpaling).
Q.S Ya Sin [36] : 45

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Mereka berkata, " *ADUHAI CELAKALAH KAMI !* Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).
Q.S Ya Sin [36] : 52

Dan tidak sedikit dari manusia, justru menantang segera Kiamat hari Pembalasan :
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka berkata, "Kapankah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
Q.S Ya Sin [36] : 48.

Demikianlah semoga *RASA TAKUT* di Dunia ini, juntrungannya *TAMBAH MENGENAL ALLAH LEBIH DEKAT dan CINTA,* sehingga kita  *HAUS AKAN MENCARI MENUNTUT ILMU*

Benar dari Allah, salah dari Saya sendiri, kurang akan ilmu, semoga ada *HIKMAH dan MANFAAT* Amin. 

Jakarta, 12 September 2023

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto.

Rabu, 02 Agustus 2023

DAKWAH LEMAH LEMBUT

*DAKWAH LEMAH LEMBUT*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Mubaligh yang arogan, keras, dan merasa paling benar dalam berdakwah sebenarnya malah memperparah suasana. Objek dakwah yang sebelumnya sudah bersimpati, malah berpaling disebabkan dai yang kasar dalam berdakwah. Inilah yang  disebutkan Alquran, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS Ali Imran [3]: 159

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan *HIKMAH* dan *PELAJARAN yang BAIK* dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya *Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat* dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S An-Nahl [16] : 125.

1. *DAKWAH MUHAMMAD ROSULULLAH* 

Hari Terberat bagi Rasulullah saat Ditolak Keras Penduduk Thaif

Pada suatu ketika, Siti ‘Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Adakah hari yang lebih berat bagimu daripada hari di perang Uhud?”

Rasulullah saw lantas menceritakan bahwa hari terberat yang dialaminya—selain hari di perang Uhud—adalah hari ‘Aqabah. Tepatnya di musim haji ketika beliau menawarkan diri agar mendapat perlindungan dari kabilah-kabilah Tha’if, sekaligus agar misi dakwah yang diembannya tersampaikan kepada mereka.

Padahal sejauh 60 mil menempuh perjalanan dari Makkah ke Tha’if. Lima belas hari lamanya berdakwah di sana. Setiap warga Tha’if yang ditemui di pasar dan tempat lainnya disapa dan ditawari masuk Islam serta mengesakan Allah.

Puncaknya, pada malam ‘Aqabah, Rasulullah saw menawarkan diri kepada kabilah-kabilah di sana. Dikabarkan, saat itu ada tokoh mereka yang bernama Ibnu ‘Abdi Yalil ibn Kilab. Namun, di luar dugaan, Ibnu ‘Abdi Yalil justru menolak mentah-mentah tawaran dan permintan Rasulullah saw.

Mendengar penolakan keras dari tokoh Tha’if, Rasulullah saw begitu terpukul. Beliau sedih dan bingung yang amat sangat. *Belum lagi pengusiran dan lemparan batu yang dilakukan penduduk Tha’if, hingga kakinya berdarah*

Akhirnya, beliau pergi meninggalkan Tha’if. Sepanjang perjalanan, beliau tak menyadari ke manakah dirinya pergi. Baru setelah sampai di Qarnuats-Tsa‘alib, beliau menyadarinya. 

Qarnuts-Tsa‘alib sendiri merupakan sebuah wilayah yang jaraknya kurang lebih dua marhalah (48 mil atau 89,5 km) dari kota Makkah. Sekarang, wilayah itu dikenal dengan nama Qarnul-Manazil. Dan dari sanalah para penduduk Najd berihram dan bertolak menunaikan ibadah haji dan umrah. (Lihat: Ali bin Ibrahim, as-Sirah al-Halabiyyah, juz I/153).

Namun, Allah segera menghibur Rasulullah saw atas penderitaan dan beban berat yang telah dialami fisik dan psikisnya. Pada hari itu, Allah mengutus malaikat Jibril.  

Hal itu sebagaimana yang dituturkan langsung oleh Rasulullah dalam haditsnya:

فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ، فَنَادَانِي، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَمَا رُدُّوا عَلَيْكَ، وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ ، قَالَ: " فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأَنَا مَلَكُ الْجِبَالِ وَقَدْ بَعَثَنِي رَبُّكَ إِلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، فَمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الْأَخْشَبَيْنِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Artinya: Begitu mengangkat kepala, tiba-tiba sebuah awan menaungiku. Aku pun memandanginya. Ternyata di sana sudah ada malaikat Jibril. Dia memanggilku lalu berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar apa yang kaummu katakan kepadamu. Dia juga mendengar bagaimana jawaban mereka kepadamu. Sekarang, Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu untuk diperintah sesuai keinginanmu terhadap mereka.” Tak lama, malaikat penjaga gunung pun memanggilku dan mengucapkan salam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. *Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka,*” (HR al-Bukhari dan Muslim. 

Tapi justru Rosulullah, *TIDAK MENGGUNAKAN WEWENANG YANG DIBERIKAN ALLAH, justru malah MENGAMPUNI penduduk Thaif* Subhanallah. 

Jadi apabila kita, sebagai Pendakwah baru sekedar, dihina, dihujat, difitnah, dan diragukan apakah kita orang sholeh, alim atau bukan keturunan Rosul, itu adalah masalah kecil, *MAAFKAN LAH DAN AMPUNI, KARENA YANG MULIA DI SISI ALLAH ADALAH MANUSIA YANG BERTAQWA.*

2. *DAKWAH MUSA AS*

Siapakah kiranya yang lebih ingkar dan kafir dari seorang Fir'aun? Penguasa zalim, penindas rakyat, bahkan mengaku dirinya Tuhan. Namun, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Harun untuk  mendakwahinya, kedua Nabi ini malah disuruh untuk *berlemah-lembut*.

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
Pergilah kamu berdua *kepada Fir'aun*, sesungguhnya dia telah *melampaui batas*;
Q.S Ta Ha [20] : 43

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang *LEMAH LEMBUT* , mudah-mudahan dia ingat atau takut."
Q.S Ta Ha [20] : 44.

Kok bisanya, dan sangat beraninya kita berdakwah, dengan Kasar, Arogan, dan merasa paling benar, padahal *KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH* kita cuma merasa benar.

Nabi bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
“Tidak akan masuk sorga orang yang *Dalam hatinya ada sebesar atom Kesombongan*.

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ


“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari *Setetes Air mani Yg Hina*, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” ( QS Yasin : 77).

Bagaimana kita Mesti *SOMBONG* merasa Suci, paling pinter, Hebat, bahkan merasa keturunan Wali atau Habaib, hingga mesti di *HORMATI dan DIHARGAI*

Tidak ada yang mesti kita sombongkan, selagi ada 3 Hal :
1. Diciptakan dari Air mani yang Hina. 
2. Dari tanah kembali ke tanah. 
3. Kemana mana masih bawa toilet tempat kotoran Tinja. 

Kita bukan siapa siapa, kenapa manusia masih menghormati dan menghargai kita, *SEMATA MATA ALLAH, MENUTUPI KEKURANGAN dan KESALAHAN KITA*

Semoga ada manfaat nya, amin, bila ada manfaatnya, silahkan share jani berhenti di anda. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih bodoh. 


Jakarta, 2 Agustus 2023.

PB. FORMULA


Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Sabtu, 15 Juli 2023

KEBETULAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Karena Setiap *KESULITAN* Ada *KEMUDAHAN* Allah beri *KESULITAN* Eh Allah Beri *KEMUDAHAN lagi bahkan KESUKSESAN*

Kejatuhan bila masih bisa BANGKIT dan BERJALAN itu masih ANUGRAH, Tapi bila Jatuh tidak bisa bangkit lagi dan tidak mau bergerak itu suatu *MALAPETAKA*

Lahir miskin bukan salah manusia, tapi Hari tua tetap miskin berarti salah manusia nya. 

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Q.S Asy-Syarh [94] : 5

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Q.S Asy-Syarh [94] : 6

*B* erani
*O* ptimis
*T* iru
*O* rang
*L*  ain yang *Sholat Sukses*

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

KETETAPAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 05 November 2022

TAKUT

*TAKUT*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Semua orang pasti pernah mengalami rasa *TAKUT* dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, baik zaman dahulu sampai akhir kemudian. 

Rasa Takut adalah sesuatu yang akan membuat manusia Menjadi *Kwatir berlebihan, Pikiran jadi kacau, dan akan mempengaruhi kesehatan tubuhnya*

*Pada rasa takut yang berlebihan, akan melakukan sesuatu yang aneh diluar akal sehat, bahkan cenderung bunuh diri.*

Rasa takut juga muncul dikarenakan, Takut kehilangan sesuatu, yang dia pikir semua yang ada di dunia itu Abadi, baik *HARTA, TAHTA, MAHKOTA DAN WANITA*, Ini adalah suatu kesalahan dalam berfikir. Kita *TERTIPU OLEH PIKIRAN KITA SENDIRI* seolah olah Dunia segalanya. 

Rasa *TAKUT tidak ada pada dua TEMPAT, pada saat kita *SUDAH TAKUT DIDUNIA akan ALLAH, maka di AKHIRAT tidak ada rasa takut lagi,*

Tetapi bila *DIDUNIA TIDAK TAKUT sama ALLAH, Berbuat MAKSIAT, Maka DIAKHIRAT akan MATI KETAKUTAN*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ مُبَارَكِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ ذَكَرَنِي يَوْمًا أَوْ خَافَنِي فِي مَقَامٍ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada Abu Daud dari Mubarak bin Fadlalah dari Ubaidullah bin Abu Bakar bin Anas dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau berkata: "Allah berfirman: *'Keluarkanlah dari neraka orang yang mengingat-Ku pada suatu hari atau takut kepada-Ku pada suatu tempat"*. Dia berkata; "Hadits ini hasan gharib".

*HAKEKATNYA RASA TAKUT itu ALLAH INGIN MENCOBA atau MENCICIPI siapa di antara Manusia yang sudah BENAR BENAR BERIMAN* ( Sebagai mana juru masak yang mencoba masakannya sudah enak apa belum, bila belum Pasti ditambah bumbu masak atau Ujian, Lalu dicoba lagi, dan seterusnya, sampai benar benar Nikmat masakan tersebut. )

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 155

Jadi kenapa kita mesti *TAKUT YG BERLEBIHAN, HINGGA MENDERITA, JADI PENYAKIT, PUTUS ASA, CENDERUNG BUNUH DIRI.*

قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
Kami berfirman, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
Q.S Tha Ha [20] : 68

Dan sesungguhnya para Nabi dan Rosul, Hanya memberikan peringatan kepada manusia yang *TAKUT AKAN KEKUASAN ALLAH, WALAUPUN IA TIDAK MELIHAT NYA*
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan *yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya*. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Q.S Ya Sin [36] : 11

Dan hanya para *ULAMA dan WALI ALLAH LAH, yang TIDAK PUNYA RASA KWATIR DAN BERSEDIH di dunia yang TIDAK KEKAL INI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Marilah kita selalu *baik sangka sama ALLAH, dan selalu OPTIMISTIS*

Yang benar dari Allah, yang salah dari Saya, yang penuh Dosa, semoga Allah ampuni Dosa kita Amin. 

Jakarta 6 November 2022.

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
Pimpinan

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...