Rabu, 02 Agustus 2023

DAKWAH LEMAH LEMBUT

*DAKWAH LEMAH LEMBUT*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Mubaligh yang arogan, keras, dan merasa paling benar dalam berdakwah sebenarnya malah memperparah suasana. Objek dakwah yang sebelumnya sudah bersimpati, malah berpaling disebabkan dai yang kasar dalam berdakwah. Inilah yang  disebutkan Alquran, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS Ali Imran [3]: 159

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan *HIKMAH* dan *PELAJARAN yang BAIK* dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya *Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat* dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S An-Nahl [16] : 125.

1. *DAKWAH MUHAMMAD ROSULULLAH* 

Hari Terberat bagi Rasulullah saat Ditolak Keras Penduduk Thaif

Pada suatu ketika, Siti ‘Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Adakah hari yang lebih berat bagimu daripada hari di perang Uhud?”

Rasulullah saw lantas menceritakan bahwa hari terberat yang dialaminya—selain hari di perang Uhud—adalah hari ‘Aqabah. Tepatnya di musim haji ketika beliau menawarkan diri agar mendapat perlindungan dari kabilah-kabilah Tha’if, sekaligus agar misi dakwah yang diembannya tersampaikan kepada mereka.

Padahal sejauh 60 mil menempuh perjalanan dari Makkah ke Tha’if. Lima belas hari lamanya berdakwah di sana. Setiap warga Tha’if yang ditemui di pasar dan tempat lainnya disapa dan ditawari masuk Islam serta mengesakan Allah.

Puncaknya, pada malam ‘Aqabah, Rasulullah saw menawarkan diri kepada kabilah-kabilah di sana. Dikabarkan, saat itu ada tokoh mereka yang bernama Ibnu ‘Abdi Yalil ibn Kilab. Namun, di luar dugaan, Ibnu ‘Abdi Yalil justru menolak mentah-mentah tawaran dan permintan Rasulullah saw.

Mendengar penolakan keras dari tokoh Tha’if, Rasulullah saw begitu terpukul. Beliau sedih dan bingung yang amat sangat. *Belum lagi pengusiran dan lemparan batu yang dilakukan penduduk Tha’if, hingga kakinya berdarah*

Akhirnya, beliau pergi meninggalkan Tha’if. Sepanjang perjalanan, beliau tak menyadari ke manakah dirinya pergi. Baru setelah sampai di Qarnuats-Tsa‘alib, beliau menyadarinya. 

Qarnuts-Tsa‘alib sendiri merupakan sebuah wilayah yang jaraknya kurang lebih dua marhalah (48 mil atau 89,5 km) dari kota Makkah. Sekarang, wilayah itu dikenal dengan nama Qarnul-Manazil. Dan dari sanalah para penduduk Najd berihram dan bertolak menunaikan ibadah haji dan umrah. (Lihat: Ali bin Ibrahim, as-Sirah al-Halabiyyah, juz I/153).

Namun, Allah segera menghibur Rasulullah saw atas penderitaan dan beban berat yang telah dialami fisik dan psikisnya. Pada hari itu, Allah mengutus malaikat Jibril.  

Hal itu sebagaimana yang dituturkan langsung oleh Rasulullah dalam haditsnya:

فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ، فَنَادَانِي، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَمَا رُدُّوا عَلَيْكَ، وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ ، قَالَ: " فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأَنَا مَلَكُ الْجِبَالِ وَقَدْ بَعَثَنِي رَبُّكَ إِلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، فَمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الْأَخْشَبَيْنِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Artinya: Begitu mengangkat kepala, tiba-tiba sebuah awan menaungiku. Aku pun memandanginya. Ternyata di sana sudah ada malaikat Jibril. Dia memanggilku lalu berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar apa yang kaummu katakan kepadamu. Dia juga mendengar bagaimana jawaban mereka kepadamu. Sekarang, Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu untuk diperintah sesuai keinginanmu terhadap mereka.” Tak lama, malaikat penjaga gunung pun memanggilku dan mengucapkan salam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. *Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka,*” (HR al-Bukhari dan Muslim. 

Tapi justru Rosulullah, *TIDAK MENGGUNAKAN WEWENANG YANG DIBERIKAN ALLAH, justru malah MENGAMPUNI penduduk Thaif* Subhanallah. 

Jadi apabila kita, sebagai Pendakwah baru sekedar, dihina, dihujat, difitnah, dan diragukan apakah kita orang sholeh, alim atau bukan keturunan Rosul, itu adalah masalah kecil, *MAAFKAN LAH DAN AMPUNI, KARENA YANG MULIA DI SISI ALLAH ADALAH MANUSIA YANG BERTAQWA.*

2. *DAKWAH MUSA AS*

Siapakah kiranya yang lebih ingkar dan kafir dari seorang Fir'aun? Penguasa zalim, penindas rakyat, bahkan mengaku dirinya Tuhan. Namun, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Harun untuk  mendakwahinya, kedua Nabi ini malah disuruh untuk *berlemah-lembut*.

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
Pergilah kamu berdua *kepada Fir'aun*, sesungguhnya dia telah *melampaui batas*;
Q.S Ta Ha [20] : 43

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang *LEMAH LEMBUT* , mudah-mudahan dia ingat atau takut."
Q.S Ta Ha [20] : 44.

Kok bisanya, dan sangat beraninya kita berdakwah, dengan Kasar, Arogan, dan merasa paling benar, padahal *KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH* kita cuma merasa benar.

Nabi bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
“Tidak akan masuk sorga orang yang *Dalam hatinya ada sebesar atom Kesombongan*.

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ


“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari *Setetes Air mani Yg Hina*, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” ( QS Yasin : 77).

Bagaimana kita Mesti *SOMBONG* merasa Suci, paling pinter, Hebat, bahkan merasa keturunan Wali atau Habaib, hingga mesti di *HORMATI dan DIHARGAI*

Tidak ada yang mesti kita sombongkan, selagi ada 3 Hal :
1. Diciptakan dari Air mani yang Hina. 
2. Dari tanah kembali ke tanah. 
3. Kemana mana masih bawa toilet tempat kotoran Tinja. 

Kita bukan siapa siapa, kenapa manusia masih menghormati dan menghargai kita, *SEMATA MATA ALLAH, MENUTUPI KEKURANGAN dan KESALAHAN KITA*

Semoga ada manfaat nya, amin, bila ada manfaatnya, silahkan share jani berhenti di anda. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih bodoh. 


Jakarta, 2 Agustus 2023.

PB. FORMULA


Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...