Tampilkan postingan dengan label MAKRIFATULLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKRIFATULLAH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Juli 2025

KEBAHAGIAAN SEJATI

*KEBAHAGIAAN SEJATI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Jangan menunggu populer baru *Bahagia*, jangan menunggu senang untuk *bahagia*, maka bahagia itu ialah kebebasan dari keterikatan, *carilah di dalam dirimu*, jangan capek-capek cari kebahagiaan dari luar. Jalani hidupmu sesuai fitrahmu" 

Dalam ayat lain dijelaskan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (surat Thaha [20]: 123.

Hadits nabi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya. (HR Tirmidzi)

Ada *BEBERAPA HAL BUAT KITA BAHAGIA* :

1. *KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA*

Kebahagiaan bukan ada diluar diri kita, Mobil 🚗Rumah Mewah, 🏠, Isteri cantik, Jabatan ,Pujian sanjungan dari manusia dan kekuasaan, Tapi ada pada *Ketenangan Jiwa Qolbu Salim*.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

2. *MASALAH KEPEMILIKAN*

Makin Banyak kita memiliki dunia🌍, Dan mencintai masuk kedalam Hati❤makin, Makin resah, gelisah dan takut kehilangan, 

Karena Hakekatnya semua di dunia ini termasuk diri kita *MILIK ALLAH*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
*“Milik Allah kerajaan langit dan bumi* dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Rasulullah SAW bersabda:

أتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“ Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata, “ *Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati*, *cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya* dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim).

3. *KECUKUPAN*

Yang menyebabkan Gelisah, galau, dan ketakutan Adalah, Hidup yang tidak pernah Puas, tidak ada Cukupnya, 

Orang Kaya, dan punya Jabatan, masih Korupsi, tidak pernah puas, bila menuruti, *KEMAUAN DAN GAYA HIDUP*

Cukup Adalah *HARTA YANG TIDAK AKAN PERNAH HABIS*

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى
Artinya: "Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah" (dalam ath-Thabrani, al-mu'jam al-Ausath, 7/84)

Mengutip buku Al Lama'at yang ditulis oleh Badiuzzaman Said Nursi, berdasarkan hadits tersebut sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan.
عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ
Artinya: "Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak" (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari – Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.)

4. *PEMAAF*

Pemaaf adalah bukan sekedar kita Sekedar Memaafkan kesalahan Orang Lain, *TETAPI JUSTRU KITA MELEPASKAN BEBAN DARI KETERIKATAN DARI MASALAH DAN KESALAHAN*

dalam surat Ali Imran ayat 134.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

اَفْضَلُ الْاِيْمَانَ اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةِ
seutama-utama iman adalah sabar dan pemaaf, (Hadis)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim.)

5. *TULUS*

Tulus adalah orang yang Ikhlas dan Ridho, Atas ketentuan dan ketetapan yang Allah berikan, 

Tetep Berprasangka Baik kepada Allah, atas Anugerah, Dan Musibah. 

*Ikhlas baru belajar berbuat baik, sementara Ridho Kebaikan sudah menjadi Kebiasaan sehari-hari nya!*


فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Q.S Ghafir [40] : 14

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا  بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR. Nasa'i

6. *KESEDERHANAAN*

sederhana adalah sikap tidak berlebih-lebihan namun juga tidak terlalu hemat. Sedangkan kesederhanaan adalah sebuah keadaan untuk bersikap seperlunya saja dengan mempertimbangkan apa yang dimiliki.

Kesederhanaan adalah orang yang rendah Hati, dia tidak menggunakan, kemampuan, sarana, fasilitas, untuk sesuatu yang tidak Perlu, penting dan mendasak, 

Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan *rendah hati* dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam,” (QS. Al-Furqan [25]: 63).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْبَذَاَةَ مِنَ الْإيْمَانِ
Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.[10]

7. *BERSERAH DIRI*

Orang yang bahagia Orang yang Berserah diri dari segala urusannya, *SETELAH BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI YANG ALLAH BERIKAN*

Jadi berserah diri, pasrah dan tawakal bukan berarti Tanpa usaha Maksimal, bila tanpa usaha namanya Halusinasi.

Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)

Tawakal merupakan ikhtiar batin yang memasrahkan segala hal kepada Allah SWT. Sedangkan ikhtiar merupakan upaya lahiriah dalam mencapai tujuan baik untuk sebuah kemaslahatan maupun untuk memperkecil mafsadat.

Dengan demikian, keduanya (tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat) tidak dipertentangkan, dihadap-hadapkan, dan dipilih salah satunya karena keduanya dapat berjalan seiring. Yang pasti, keduanya memiliki domain masing-masing.

Kita dapat menyaksikan bagaimana Rasulullah mengajarkan tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat kepada sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:
عن أنس بن مالك قال جاء رجل على ناقة له، يا رسول الله، أدَعها وأتوكل؟ فقال اعقلْها وتوكَّلْ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang dengan mengendarai unta miliknya mendatangi Rasulullah. Ia bilang, ‘Wahai Rasulullah, aku melepasnya dan aku bertawakal.’ Rasulullah menjawab, ‘Ikatlah untamu. Tawakallah,’” (Lihat Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah,[Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 92).

Jadi *KEBAHAGIAAN* itu ada dalam diri manusia Kita dapan Merasakan *KETENANGAN HATI* Baik kita kaya atau miskin, karena hakekatnya semua *MILIK ALLAH*, Yang kita mesti, merasa *CUKUP, TULUS, PEMAAF, SEDERHANA, DAN PASRAH AKAN KETETAPAN ALLAH*

Semoga kita *SEHAT, SUKSES DAN BAHAGIA* Amin. 


Jakarta, 19 Pebruari 2025

*PB. FORMULA*

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto. 
Ketum

Rabu, 26 Maret 2025

7 MARTABAT ALLAH

*7 MARTABAT ALLAH*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Martabat adalah Keberadaan Allah, Dari mulai, *KE ESAAN TUNGGAL, KESENDIRIAN KE KOSONGAN* Yang Ada hanya Dzat Allah, Hingga Allah *MEMPERKENALKAN DIRINYA* Hingga menjadi *WUJUD ADA, JELAS DAN DEKAT* Hingga Manusia Dapat *MENYAKSIKAN DENGAN MATA HATI atau QOLBUN SALIM*.

1. *ALAM AHADIYAH.*

Alam AHADIYAH Adalah Alam Martabat Allah, yang Ada Hanya *DZAT ALLAH, Yang ESA TUNGGAL*, MASIH KOSONG Tapi ISI, TIADA RUANG DAN WAKTU, HAMPA! Yang ada Hanya Allah, Semata. *sampai Kata Ada pun, belum Ada.*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha *Esa*.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

2. *ALAM WAHDAH*

Alam WAHDAH, adalah Dimana Allah, *INGIN DI KENAL, DIKETAHUI SYUKUR DI IBADAH* Allah ingin dikenal diluar dirinya, Atau *TA'AYUN AWAL LIMPAHAN AWAL , Manifestasi, Tajali, Penampakan Allah Awal, dengan *MEMPERKENALKAN DENGAN NAMA DAN SIFAT ALLAH* 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai *Asmaul Husna.* Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berupa *KONSEP, IDE, BLUE PRINT, Berupa NUUR MUHAMMAD*

Hadis Qudsi, 
كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَرَدْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ لِيَعْرِفُوْنِي
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Kemudian Aku berkeinginan agar Aku dikenal. Maka Aku pun menciptakan makhluk agar mereka mengenal Aku”.

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ 
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,(Tersembunyi) 
Q.S Al-Baqarah [2] : 3

3. *ALAM WAHIDIYAH*

Alam WAHIDIYAH adalah, *TA'AYUN SANI, LIMPAHAN KEDUA, DARI MANIFESTASI, TAJALI, HAKIKAT KEBERADAAN ALLAH,*.

Berupa, *PROGRAM DATA BASE, CATATAN SKENARIO, JALAN CERITA SINOPSIS, BERUPA LAUHUL MAHFUDZ, QODO DAN QADARNYA ALLAH*, 

*DENGAN SECARA DETAIL, DAUN KERIN, DAN HIJAU PUN , DAUN GUGUR, SAMPAI SEBUTIR BIJI DALAM KEGELAPAN ALLAH TAU, APALAGI KEHIDUPAN MANUSIA, SAMPAI HARI AKHIR, SURGA ATAU NERAKA*??!!! 

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)." (QS Al-An'am: 59

Jadi Sang Maha Sutradara Allah yang Alhak, Yang Tersembunyi Di Alam Ahad kemudian *INGIN DIKENAL*, Lalu memperkenalkan Diri-Nya Dengan *NAMA dan SIFATNYA* di Alam wahdah Lalu dibuatlah Jalan cerita skenario tercatat dalam *LAUHUL MAHFUZ* pada Alam Wahidiyah. 

4. *ALAM RUH*

Alam Ruh Adalah Dimana, Alhak Kholik, Mulai menciptakan Ruh Dari Bahagian Dari Diri-Nya, Bagaimana Allah Maha Pencipta bila tidak ada Ciptaan-Nya yaitu Mahluk. 

Yang Pertama Allah Ciptakan yaitu *RUH MUHAMMAD* Prototipe, Sampel, Contoh Uswatun hasanah, Contoh, yang *TERBAIK, SEMPURNA DAN MULIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu *suri teladan yang baik* bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya *RUH* (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Q.S Al-Hijr [15] : 29

*Hadits*
أنا أبو البشر، أبو أرواح آدم
Aku adalah bapak seluruh manusia, ayah dari roh-roh Adam.

5. *ALAM MITSAL / JIWA*

Alam Mitsal inilah yang Disebut Jiwa. jadi pada saat *RUH* Masuk Ke Jasad tubuh,  Selanjutnya Allah Memanggil Ruh Dengan *JIWA atau NAFS*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai *JIWA*  yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Dan Setiap *JIWA* Membawa Program Softwere Aplikasi Bawaan *SIFAT KARAKTER MALAIKAT ATAU IBLIS* Yaitu *SELALU MENURUTI PERINTAH ALLAH ATAU MEMBANGKANG MELAWAN DURHAKA KEPADA ALLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA* itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya,*
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6. *ALAM AJSAM / JASAD*

Alam AJSAM JASAD adalah Sebagai tempat, Wadah atau Istana Kerajaan dari *JIWA*

Dari Seluruh jasad Atau Tubuh Manusia, Allah hanya melihat *HATI atau QOLBU* Tempat ISTANA PUSAT KEPEMERINTAHAN.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

[HR. Muslim no. 2564]
Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian. [HR. Muslim no. 2564]

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *HATI*  yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Jadi Sampai di Martabat Ke Enam, Mulai Eksistensi, Keberadaan Allah yang Alhak, Tajalli, Berupa Jiwa yang berada di Qolbun Salim. 

Dan Hanya Jiwa Yang Orang Mukmin yang Qolbun Salim lah Allah akan bisa Hadir, disaksikan oleh Mata Hati, Sirrul Asrar.

رَأَيْتُ رَبِّيَ بِقَلْبِي
Aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

قَلْبُ الْمُؤْمِنِ بَيْتُ اللَّهِ
Hati orang mukmin adalah rumah Allah.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Hakim.

Hadits ini menjelaskan bahwa hati orang mukmin adalah tempat di mana Allah SWT bersemayam. Ini menunjukkan bahwa orang mukmin harus menjaga hatinya agar tetap suci dan bersih dari segala kejahatan dan Mahluk, sehingga Allah SWT dapat bersemayam di dalamnya.

مَا وَسِعَنِيِ السَّمَاءُ وَلاَ الأَرْضُ وَلَكِنْ وَسِعَنِيِ قَلْبُ مُؤْمِنٍ
Langit dan bumi tidak dapat menampung Aku, namun hati orang mukmin dapat menampung Aku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah.

7. *ALAM INSAN KAMIL*

Insan Kamil (bahasa Arab: الإنسان الكامل) adalah konsep dalam tasawuf Islam yang merujuk pada manusia yang telah mencapai kesempurnaan spiritual dan memiliki karakteristik yang ideal. Yang Memiliki *KESADARAN HAKIKAT TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA*

1. *KESADARAN KENAL DIRI*

Berikut adalah ayat Al-Qur'an yang menyebutkan:

Surat Adz-Dzariyat ayat 21:
وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Dan pada diri kamu sendiri, tidakkah kamu memperhatikan?

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa dalam dirinya sendiri. Ayat ini mengajak manusia untuk memperhatikan dan menyadari potensi yang ada dalam dirinya, sehingga dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan tersebut.

Ayat ini juga sering dikaitkan dengan konsep "ma'rifa" atau pengetahuan spiritual, yang menekankan pentingnya mengenal diri sendiri dan potensi yang ada dalam diri sebagai langkah awal menuju pengenalan dan kebersatuan dengan Allah SWT.

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab "Al-Adab Al-Mufrad" dan juga oleh Imam Al-Tirmidzi dalam kitab "Sunan Al-Tirmidzi".

Hadits ini menjelaskan bahwa mengenal diri sendiri (nafsu) adalah langkah awal untuk mengenal Allah SWT. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat memahami kelemahan dan kekurangannya, sehingga dapat memohon pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT.

2. *KESADARAN BAHAGIAN DARI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA*

Surat Al-Anbiya' ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya bagi umat Islam saja, tetapi juga bagi semua manusia dan makhluk lainnya di dunia ini.

Ayat ini menekankan pentingnya kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan bagi semua makhluk, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang baik dalam hal ini.

3. *KESADARAN SOSIAL MASYARAKAT DUNIA*

Surat Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan bagi manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.

Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik karena memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menyuruh kepada yang ma'ruf (kebaikan).
2. Mencegah dari yang munkar (kejahatan).
3. Beriman kepada Allah SWT.

Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi umat lainnya dan dapat memainkan peran sebagai "rahmatan lil'alamin" (rahmat bagi seluruh alam).

4. *KESADARAN SEBAGAI KHALIFAH PEMIMPIN YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

Yaitu Kesadaran Utama bahwa penciptaan Manusia adalah Sebagai Khalifah Pemimpin yang Rahmatan LIL'ALAMIN, Memakmurkan Dan mensejahterakan Manusia. 

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 30

1. Jadi Maha Sutradara *Al Hak* Allah, Ingin *DIKENAL*, 
2. Dengan Prototipenya, sebagai Contoh suri tauladan yang Sempurna *NUR MUHAMMAD*
3. Dengan Sekenario Jalan cerita, Sinopsis, tertuang dalam *LAUHUL MAHFUDZ*
4. Pemeran Utama *RUH MUHAMMAD*
5. Pemeran Pembantu *JIWA atau NAFS*
6. Tempat Lokasi Shooting *QOLBUN SALIM*
7. EKSPRESI *INSAN KAMIL Manifestasi HAKIKAT CITRA KEBERADAAN ALLAH SWT,*

Demikian, Bacalah dengan *MATA HATI* Agar dapat *HIKMAH*

WA alaikum salam Wr. Wb. 


Jakarta, 25. Maret 2025

PB. FORMULA
(Forum Ulama dan Aktivis Islam) 

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Minggu, 03 Oktober 2021

MENGENAL ALLAH

*MENGENAL ALLAH*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam kepada Manusia Agung dan pilihan Yaitu *MUHAMMAD SAW.*

*KUNTU KANZAN MAGHFIYYAH, FA ARADTU AN U'ROF, FA KHALAKTUL KHOLQO*.( Allah Hasanah tersenbunyi, Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk), Hadist.

Hanya *MANUSIALAH, MAHLUK YANG MULIA DAN SEMPURNA, YANG DAPAT MENGENAL ALLAH*

Ada beberapa *TAHAPAN MENGENAL*

1. *KOMITMENT*

Jadi siapapun Manusianya, suku bangsa dan agamanya sudah pasti mengenal Allah, Di Alam Arwah sebelum manusia, dilahirkan ke dunia, *RUH MANUSIA BUAT KESAKSIAN / KOMITMENT.* 

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

2. *KOMUNIKASI*

Agar Komitment atau Kesaksian ini tetap terjaga, dan tersambung terus di Alam Dunia, .maka Allah, Memilih manusia pilihanya untuk *BERKOMUNIKASI* : 

1. *NABI DAN ROSUL*

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْن 
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

2. *PARA WALI ALLAH*

Setelah *Para Nabi Dan Rosul wafat , Allahpun *MEMILIH PARA WALI-NYA, UNTUK TETAP BERKOMUNIKASI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Sahih al-Bukhari
Kitab : Hal-hal yang melunakkan hati
Bab : Tawadhu'
Nomor : 6021

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari 'Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana  keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan.

3. *Kepada *ORANG BERIMAN YANG HATINYA BERSIH*

 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

  اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

III. *KONSISTEN*

Tetap menjaga *KOMITMEN & KOMUNIKASI* Kepada Allah dengan *KONSISTEN* Sehingga tetap *MENGINGAT DAN MENGENAL ALLAH* Dengan selalu *BERIBADAH MENDIRIKAN SHOLAT*

 
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

IV. *KONSEKWENSI*

Apabila kita Manusia *TIDAK MENJAGA : KOMITMET, KOMUNIKASI, serta TIDAK KONSISTEN, untuk *MENGINGAT & MENGENAL ALLAH, maka Allah Akan berikan Sangsi atau *KONSEKWENSI* Neraka Jahannam.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْن
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Demikianlah , semoga bermanfaat, Amin ya Robbal Alamin.

Wa Alaikum salam Wr.wb
Senin, 04 Oktober 2021

Majelis *NUUR ISLAMI*


*Ust.Drs. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

Jumat, 01 Oktober 2021

MAKRIFATULLAH DZIKIR

*DIKIR MAKRIFATULLAH*

: وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

 اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Q.S Ali 'Imran [3] : 136

:وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S An-Nisa' [4] : 106

 وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِۗ اِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ وَّدُوْدٌ

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
Q.S Hud [11] : 90

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Q.S Al-Ahzab [33] : 41

 وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
Q.S Al-Ahzab [33] : 42

  هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
Q.S Al-Ahzab [33] : 43

 : اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222 

 قُلْ اِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ اَنَابَۖ
" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya,"
Q.S Ar-Ra'd [13] : 27

 وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Q.S Tha Ha [20] : 82

: مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍۙ

(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,
Q.S Qaf [50] : 33

: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۙ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 

 قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 4

  لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ
, "Bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Anbiya' [21] : 87

 : قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Q.S Al-A'raf [7] : 23

: اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

 الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

: الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28 

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Q.S Ibrahim [14] : 7

  قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Katakanlah, "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Q.S Al-Mulk [67] : 23

  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 153

 : وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

 : وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78 

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu mendapat keberuntungan.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 35

: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۙ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

  وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186

I: اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

 فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Q.S Al-An'am [6] : 125

 وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Q.S Al-A'raf [7] : 179

 : وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."
Q.S Al-Isra' [17] : 85

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Q.S Fathir [35] : 15
 

: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 40

 فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

 يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ

i
 dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

  فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29

 وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

 : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Q.S At-Taubah [9] : 129

  وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

:وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 260

 اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

 وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 

] : فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

: اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Jakarta, 01 Oktober 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

*UST.DRS.DEDI HERMANTO*

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...