*ILMU*
Assalamu'alaikum, Wr. Wb.
Secara Umum Ilmu pengetahuan hanya Terbagi 2 =
1. Ilmu *FILSAFAT*=
Yaitu *ILMU YANG MEMPELAJARI SELURUH YANG ADA DI ALAM SEMESTA INI*
yang berdasarkan Metode, *Data, fakta*, Realitas yang dapat ditangkap oleh Panca Indera Harus dapat *disimpulkan* lalu menjadi disiplin teori Ilmu Pengetahuan.
Contoh :
Data dan fakta,
1. Setiap benda dilempar ke atas, selalu jatuh.
2. Naik tangga lebih berat dari turun tangga
Disimpulkan adanya *GAYA GRAVITASI BUMI*
Jadi disiplin ilmu Fisika. Dan banyak yang lainnya.
Jadi Filsafat adalah *ILMU AKAL SEHAT* dan terkena hukum Islam siapa saja yang sudah berakal dan sudah dewasa.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَاب
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat *tanda-tanda bagi orang-orang yang BERAKAL*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka *MEMIKIRKAN tentang penciptaan langit dan bumi* (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191
Berarti ilmu Filsafat *Justru Kehadirannya untuk memperkuat dan membuktikan kebenaran agama islam*
2. Ilmu *TASAWUF*
Yaitu *ILMU YANG MEMPELAJARI DIBALIK ALAM SEMESTA*
Karena dari zaman dahulu sampai zaman Milenial atau sampai Akhir zamanpun, Manusia *Tidak dapat MENGETAHUI Kapan terjadinya BENCANA ALAM,* setelah terjadi baru manusia dapat mengetahui Kekuatan dan besarnya dari becana tersebut, seperti Gempa, gunung meletus, bajir, Tsunami, Tornado dan lainnya.
Jadi Ada *KEKUATAN YANG MAHA MENGETAHUI, MAHA MENGATUR DAN MAHA KUASA YANG MENGENDALIKAN ALAM SEMESTA INI*
Maka lahirlah pemahaman kepercayaan Animesme, dinamisme, Mistis, kepercayaan pada roh halus dan Dewa dewa, yang kemudian mereka sembah agar Roh dan dewa tidak murka. Inilah yang disebut agama Ardhi.
Dan dengan Rahmat dan Kasih sayang Allah, agar Manusia tidak tersesat dan kafir, maka Allah Mengutus Para Nabi dan Rosul, Kitab Suci Nya, Malaikat, Untuk Memberikan Hidah dan Petunjuk Nya Untuk Mengenal Allah.
Jadi suatu disiplin ilmu untuk Mengetahui, Mengimani, Membenarkan dan Menyakinkan sesuatu yang *GHAIB*.
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Kitab (Al-Qur'an) ini *TIDAK ADA KERAGUAN* padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 2
الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang *beriman kepada yang GHAIB*, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Q.S Al-Baqarah [2] : 3
Syariat + Makrifat = Tasawuf.
Filsafat Mengetahui dengan *AKAL SEHAT*.
Tasawuf Merasakan dan Menyakini dengan *JIWA HATI YANG SEHAT DAN BERSIH*
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *HATI YANG BERSIH*."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89
Sabda Nabi:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi *Dia melihat HATI dan perbuatan kalian"*. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).
Benar dari Allah, salah dari Alfaqir,, Silahkan dishare bila ada manfaat nya, Amin
Jakarta, 23 Juli 2023
PB. FORMULA
Tg. Drs. Dedi Hermanto