Tampilkan postingan dengan label MENGENAI ALLAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MENGENAI ALLAH. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2025

PERJALANAN PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

11. *TIDAK BUTA*

*BAGAIMANA KITA BISA KEMBALI KEPADA ALLAH, DALAM PERJALANAN PULANG BILA MATA KITA BUTA*

*Barang siapa didunia *BUTA* Maka di Akhirat *PASTI LEBIH BUTA LAGI* Al-Ayat. 

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang *BUTA  (HATINYA )* di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

Kembali pada Allah, bukan Melihat Pakai *MATA KEPALA*  Kalo pake mata kepala, Yang dilihat adalah *HURUF DAN MAHLUK* , Manusia Baru bisa baca *HURUF* dengan  *KEPESANTREN ATAU KULIAH SEKOLAH AGAMA, Untuk bisa BACA* Huruf gundul, kita kuning, kitab putih, Atau Buku buku pengetahuan. Sehingga Pesantren Universitas, Mengapresiasi dengan memberikan *GELAR KARENA PINTAR DENGAN GELAR, PROF. DR. KIYAI, ULAMA, S. AG. M. AG, M. AG.. P. PDI, DAN LAIN-LAIN* Pinta *TAPI BELUM ATAU TIDAK IKLAS DAN RIDHO, MENGAMALKAN ILMUNYA, (DENGAN INGIN DIHARGAI DENGAN, AMPLOP, UANG , JABATAN DAN PUJIAN DARI MAHLUK*(BARU JADI ORANG PINTAR BELUM TENTU BENAR) 

Untuk bisa pulang kembali Kepada Allah bukan pakai mata kepala tetapi pakai *MATA HATI* ( AINUL BASHIROH  )!!! Orang yang sudah *IKHLAS DAN RIDHO* Sehingga walaupun kita *tidak begitu *PINTAR INSYAALLAH BENER*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang *TENANG* . 
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH* kepada Tuhanmu dengan *HATI* yang puas *(RIDHO)* lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi yang bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH MEREKA YANG JIWA TENANG DAN RIDHO*



Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 12 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 09 Januari 2025

PULANG KAMPUNG

*PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 9 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Minggu, 13 Oktober 2024

HATI ORANG BERIMAN, BAITULLAH

*KAJI DIRI MANUSIA*

I. *TUBUH + RUH = HAYAT/JIWA/NAFAS*

Tubuh Manusia Adam As. dari Tanah, Allah Tiupkan Bahagian Ruh Allah Masuk kedalam Tanah Kuburan Adam As. Hingga Ruh Menjadi Raja pada Diri Manusia, Malikinnas. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

II. *RUH* Adalah Raja Nya. 
Didalam RUH Ada :
1. Nur Allah ( Nama dan Sifat) 
2. Nur Muhammad Saw
Inilah *FITRAH MANUSIA*

III. Tempat Istana Kerajaan Adalah *HATI / QOLBUN SALIM* 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

ما وسعني لا سمائي ولا أرضي ولكن وسعني قلب عبدي المؤمن.
ma wasaeni la simayiy wala 'ardi walakina wasaeani qalb eabdi almumani
Langitku dan bumiku tidak mampu menampung Aku, namun hati hamba-Ku yang beriman mampu menampung Aku.

قلب المؤمن بيت الله تعالى.
qalb almumin bayt allah taealaa.
Hati orang beriman adalah rumah Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai *SEBAGAI PUSAT KEPEMERINTAHAN MENJALANKAN KEKHALIFAHAN YANG RAHMAT LIL'ALAMIN* DAMAI SEJAHTERA DI BUMI. 


IV. Panglima Kerajaan Adalah *AQAL*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat *tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

Panglima *AQAL* Di bantu Oleh Kepala Staff. 

1. Kepala Staff : *ILHAM, NALURI atau INSTING* 

Untuk Menyusun *TAKTIK STRATEGI KEMENANGAN* Di MABES. 

2. Kepala Staff : *PANCA INDERA* 

Sebagai Pasukan *BATALYON TEMPUR* di Medan Perang. 

 3. Kepala Staff *NAFSU MUTMA'IMNAH* 

Dalam Memerangi Musuh Kerajaan, dengan *PENUH KETENANGAN DAN KEDAMAIAN* Apapun situasi Kondisi Medan Pertempuran : *ANUGERAH atau MUSIBAH* *KESENANGAN atau KESEDIHAN*

VI. Musuh Kerajaan adalah : *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah *musuh yang nyata bagimu.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 168

Syetanpun Telah Merekrut dan Menyiapkan Pasukan yang Diambil dari Hawa Nafsu Juga, Dan Menyiapkan Beberapa Detasement Untuk Melawan *Nafsu MUTMA'IMNAH*. 

1. Detasement *NAFSU AMARAH* : Tugas nya Mengajak Manusia berbuat *KEJAHATAN DAN MAKSIAT*

2. Detasement *NAFSU LAWWAMAH* : Tugasnya Membuat Manusia *SELALU MENGELUH DAN MENYESALI PERBUATAN MAKSIAT*

3. Detasement *NAFSU MULHAMAH*: Tugasnya Membuat manusia Hidupnya Penuh dengan *KEBINGUNGAN KACAU BALAU BERANTAKAN* Kadang *TAAT* Kadang *MAKSIAT*

4. Detasement *NAFSU SAWWAMAH*, Tugasnya adalah *CIPTAKAN KONDISI DENGAN MENGHIASI PERBUATAN MAKSIAT, SEOLAH BAIK DAN INDAH* Kepada Manusia.

VII. Medan Pertempuran adalah : *DUNIA*

Siapakah Yang *DAPAT MEMENANGKAN MEDAN PERTEMPURAN*? Tergantung siapa Manusianya yang *MENDAPATKAN HIDAYAH dan TAUFIQ dari ALLAH*

Yang  Benar dari Allah Yang Salah dari yang Lemah ini.

Bila Allah Buka hati, Sejuk membacanya, Bila Allah Tutup Sesak di dada, 😁🙏

Jakarta, Jum'at 11 Oktober 2024.

PB. FORMULA

Tg. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Senin, 04 Desember 2023

INVESTASI

*Real BISNIS*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Apakah Rosulullah Miskin, ? Jawaban Iya Benar, tapi Setelah beliau Jadi Rosul umur 40, Hartanya Habis buat Berdakwah, sampai Wafatnya. Tapi dari umur 8 Beliau seorang Eksekutif Muda Berdagang ikut Pamannya, Sehingga Beliau bisa Menikahi Seorang Wanita Konglomerat di Kota Mekkah, Siti Khadijah. 

Mari kita Mulai Berbisnis atau Enterpreneur Wirausaha. 

1. *SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA JUAL BELI, ( MOU ).* 

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ . 
Sesungguhnya Allah telah *MEMBELI* dari orang-orang mukmin, *DIRI* dan *HARTA* mereka dengan memberikan *SURGA* untuk mereka. 
Q.S At-Taubah [9] : 111

2. *TABEL PERHITUNGAN*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki *TIDAK BERGUNA* (tidak bernilai ),
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

A. Tidak Bernilai adalah Angka 0

B. Sedangkan yang Bernilai adalah Angka 1.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha *Esa*. (Satu) 
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

Tabel Angka 0 adalah
1. Harta
2. Tahta
3. Jabatan
4. Wanita
5. Anak
6. Isteri

Tabel Angka 1 adalah *SHOLAT*

Jadi bila Sholat di depan dan didahulukan maka disitulah kita akan dapat *KESUKSESAN DAN KEUNTUNGAN*

Sholat dahulu 1, baru yang tidak ada Nilai 0 dibelakangnya, Harta, jadi *Nilai : 10*

Tapi bila mencari Harta didepan dahulukan berarti angka 0 didepan baru Sholat 1, *Jadi nilainya : 0,1* dari Sepuluh kita cuma dapat 1 Rumah.

3. *BENEFIT KEUNTUNGAN INVESTASI*

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan ( *NAFKAH*  yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan *SATUBUTIR* benih yang menumbuhkan *TUJUH*  tangkai, pada setiap tangkai *SERATUS* biji. Allah *MELIPATGANDAKAN* (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 261

*RUMUS KEUNTUNGAN*
1 X 7 X 100 = 700

Jadi kalau kita Infak atau *INVESTASI* Rp. 1.000, x 7 x 100 = Rp. 700.000, Point Keuntungan. Dan Bahkan akan dilipatgandakan,

Itu Bila *INVESTASI*  Rp. 1.000, bagaimana bila Rp. 10.000, / 100.000 / 1.000.000, Silahkan dihitung sendiri Berapa *KEUNTUNGAN YANG SANGAT DAHSYAT DAN BERLIPAT LIPAT*.

Tetapi Keuntungan tersebut *TIDAK BISA DICAIRKAN SEMAUNYA KITA*

Tapi bisa *DICAIRKAN PADA SAAT KITA BENAR BUTUH, PENTING DAN MENDESAK, bukan masalah CEPAT atau LAMBAT, tetapi PADA SAAT YANG TEPAT*

Inilah *INVESTASI PENANAMAN MODAL AKHIRAT / PMA*

Bila anda tertarik silahkan Temui Customer Service :
1. Fakir Miskin
2. Anak yatim
3. Dhuafa

Atau Cabang kami, di Seluruh Masjid dan Mushola, diseluruh Indonesia. 

Hotline : 24434 
Setiap waktu sholat.

Jakarta, 5 Desember 2023

PB. FORMULA

*TG. DRS. DEDI HERMANTO*

Kamis, 19 Oktober 2023

DOA AHLI NERAKA

*DOA AHLI NERAKA, YANG SIA SIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Doa adalah Inti dari ibadah, apabila kita tidak berdoa, seolah-olah kita tidak butuh Allah, dan Sombong. 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Dan Tuhanmu berfirman, *"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu*. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
Q.S Ghafir [40] : 60.

Tapi apabila kita merasa Hebat dan Sombong bahkan menentang Allah, untuk tidak menuruti apa apa yang Diperintahkan dan di larangnya, dan kita sudah berada dalam Neraka-Nya, *APAPUN DOA KITA AKAN SIA SIA*

1. *Doa Ahli neraka Pertama*

. قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. *Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"*
Q.S Ghafir [40] : 11

Jawaban Allah, 

ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْۚ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْاۗ فَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ
*Yang demikian itu adalah karena kamu kafir* apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Q.S Ghafir [40] : 12

2. *Doa ahli Neraka yang ke Dua.* 

وَاَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيْهِمُ الْعَذَابُۙ فَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رَبَّنَآ اَخِّرْنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۙ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَۗ اَوَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍۙ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, *"Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul."* (Kepada mereka dikatakan), *"Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?*
Q.S Ibrahim [14] : 44

3. *Doa Ahli Neraka yang ke Tiga.*

وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), *"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."*
Q.S As-Sajdah [32] : 12

Jawaban Allah

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
*Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat).* Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
Q.S As-Sajdah [32] : 14

4. Doa Ahli Neraka ke Empat. 

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْر
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan."* Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

5. *Doa Ahli Neraka yang Ke Lima.*

 قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَاۤلِّيْنَ
Mereka berkata, *"Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat*.
Q.S Al-Mu'minun [23] : 106

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
*Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

Jawaban Allah, 
قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
Allah berfirman, *"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108

Subhanallah, Astaghfirullah, Saudaraku Seiman, dan yang sedang membaca Artikel ini, Semoga kita selalu dilindungi Allah, dan *MASIH BISA BERDOA DAN MEMOHON PADA ALLAH,* Seharusnya kita *MASIH BERSYUKUR, MASIH BISA BERDOA* bukan Masalah diterima atau tidak dikabulkan doa kita, doa bukan *CEPAT atau LAMBAT tetapi ALLAH MENGABULKAN NYA PADA SAAT YANG TEPAT*

Semoga Ada manfaatnya, Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih Bodoh, Silakan di share bila ada manfaatnya, amin. 

Jakarta, 
Kamis, 19 Oktober 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Minggu, 27 Agustus 2023

ILMU

*ILMU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ilmu itu merupakan segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu dengan cara memakai alat, cara, metode, dan prosedur. Lalu, akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baru untuk manusia itu sendiri.

Orang yang berilmu artinya orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dasar, dan memiliki batasan ilmu sesuai dengan cara ia mencari suatu ilmu yang dimilikinya.

Ilmu berakar kata dari bahasa arab yaitu alim atau ilm yang berarti mengetahui. Secara istilah, ilmu ini bisa diartikan sebagai suatu atau sebuah pengetahuan yang diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Ilmu ini dapat diperoleh dari proses pembelajaran, seperti membaca, menulis, dan memahami sesuatu.

Perkataan Imam Asy-Syafi’i "lantanalul ilma illa bi sittatin; *dzaka’in* (cerdas), *wa hirshin* (semangat), *wa ijtihadin* (sungguh-sungguh), *wa bulghotin* (biaya), *wa irsyadi ustadzin* (petunjuk guru), *wa thulu zamanin* (panjangnya waktu)."

I. *SECARA UMUM ILMU TERBAGI DUA.*

1. Ilmu *FILSAFAT* :
Yaitu suatu Ilmu yang mempelajari *KEHIDUPAN DI ALAM SEMESTA*

Yaitu suatu *Ilmu yang didapat berdasarkan Data, Fakta, Penelitian, Sistematis, metode dan Akal sehat yang Obyektif.*
 اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang *BERAKAL*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

2. Ilmu *TASAWUF*
Yaitu suatu Ilmu yang *MEMPELAJARI DIBALIK ALAM SEMESTA ATAU GAIB*

*Syariat + Makrifat = TASAWUF*

Tidak semua Ilmu dan kebenaran harus ada Wujud, data, fakta dan Logika sebagaimana *AKAL dan PIKIRAN manusia itu sendiri, Wujud dan Bentuk Akal itu sendiri TIDAK ADA YANG TAU* tapi bentuk dan wujud hasil Ciptaan dan Kreativitas Akal itu ada, bisa dilihat, dipegang, dirasakan dan dinikmati. 

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang *GAIB*, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Q.S Al-Baqarah [2] : 3.

Sabda Nabi: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya *Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian*, tetapi *Dia melihat HATI dan perbuatan kalian"*. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).

Ilmu Pengetahuan tanpa Agama akan *SIA SIA*, Sedangkan Agama tanpa ilmu *TIDAKLAH CUKUP*

Sholat wajib, menuntut ilmu tentang Sholat *LEBIH WAJIB*


II. *3 CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM.* 

1. RUKUN ISLAM :
Yaitu *TATACARA BERIBADAH MENGHADAP ALLAH*
Disiplin ilmunya FIQIH

2. RUKUN IMAN :
Yaitu *DASAR KITA IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya *TAUHID dan AQIDAH*

3. RUKUN IHSAN :
Yaitu *BUKTI KITA TELAH IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya adalah *TASAWUF atau AHLAKUL KARIMAH*

III. *ADA TIGA TUGAS TUNTUTAN ILMU MUHAMMAD SAW, KEPADA UMMAT ISLAM.*

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang *Rasul dari kalangan mereka*, yang akan *MEMBACAKAN* kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan *mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan HIKMAH* (As-Sunnah) serta *MENYUCIKAN* (jiwa) mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 129

1. Tugas Muhammad SAW. *MENUNTUN LIDAH UMMAT ISLAM, MEMBACA FIRMAN ALLAH, BAIK dan BENAR*

Al-A'raf Ayat 204:
وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

Diriwayatkan oleh an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).

2. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN AKAL MANUSIA DENGAN HIKMAH PENGETAHUAN*
. تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani).

. مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

3. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN JIWA MANUSIA, UNTUK LEBIH DEKAT PADA ALLAH*

Firman Allah Ta’ala:
ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .
Artinya:
“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

Demikian yang benar dari Allah, yang Salah dari Saya sendiri, semoga ada manfaat nya Amin. 

Minggu 27 Agustus 2023.

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 19 Agustus 2023

3 RUKUN

*3 RUKUN* 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ada tiga cabang utama ilmu agama islam. 

1. *RUKUN ISLAM*

Yaitu hadits berikut,
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت النبي صلَّى الله عليه وسلَّم يقول : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم .
Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma-, katanya, “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan’”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

A. Pelajaran : *TENTANG SYARIAT ISLAM* Tatacara beribadah menghadap Allah. 

B. Ilmunya : *FIQIH*

C. Dampaknya : *DOSA dan PAHALA*

D. Pelakunya : *PENDOSA atau AHLI IBADAH* 

E. Perumpamaan : *HANYA SEBATAS KULIT DURIAN* yang dapat dilihat manusia. 

2. *RUKUN IMAN*

Dalam Alquran, terdapat banyak keterangan terkait 6 rukun iman yang sering dijadikan dalil pelaksanaannya. Di antaranya tertuang dalam Surat An-Nisa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,” (QS An-Nisa: 136).

Selain dalam Alquran, penjelasan juga datang dari hadis Nabi SAW. Dalam Hadits Arba’in, diterangkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya:

قَالَ : أَخْبِرْنِيْ عَنِ الْإِيْمَانِ قَالَ ” أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ” قَالَ : صَدَّقْتَ

Artinya: “Orang itu berkata lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman,’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk,”. Orang tadi berkata: ‘Engkau benar’,” (HR Muslim).

A. Pelajaran : *TENTANG IMAN dan KEYAKINAN* pada Allah. 
( Dasar ibadah pada Allah) 

B. Ilmunya : *TAUHID DAN AQIDAH*

C. Dampaknya : *BISA SESAT ATAU SELAMAT*

D. Orang yang melanggar : *MUSRIK ATAU KAFIR*

E. Perumpamaan : *IBARAT BUAH DURIAN, MANISNYA IMAN*

3. *RUKUN IHSAN*

Adapun yang dimaksud ihsan bila dinisbatkan kepada peribadatan kepada Allah adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululluah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Jibril :
قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ. قَالَ « أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ »

“’Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R. Muslim 102).

A. Pelajarannya :  *TENTANG AHLAKUL KARIMAH* 
(Bukti telah ibadah pada Allah). 

B. Ilmunya : *TASAWUF*

C. Dampaknya : *JADI ORANG BAIK atau JADI ORANG BRENGSEK*

D. Orangnya  : *SUFI dan WALI ALLAH*

E. Perumpamaan : *SEPERTI BIJI DURIAN, SELALU MENANAM KEBAIKAN, DIRI, KELUARGA, DAN UMMAT ISLAM*

Jadi minimal kita mesti Mempelajari dan Memiliki ilmu : *FIQIH, TAUHID dan TASAWUF*, sebelum meninggal kan Dunia. 

Rukun islam : *TATACARA IBADAH MENGHADAP ALLAH.* 
Rukun iman : *DASAR IBADAH KEPADA ALLAH*.
Rukun Ihsan : *BUKTI KITA TELAH IBADAH PADA ALLAH, DENGAN AHLAKUL KARIMAH*

Demikian, semoga bermanfaat, Amin. 

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2023.

*PB. FORMULA*


*TG. DRS. DEDI HERMANTO*
Ketum

Jumat, 26 Mei 2023

PENYESALAN

*PENYESALAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Percayakah Anda, bila Saya katakan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali *apakah ia orang baik atau tidak baik, akan merasakan penyesalan?* Mungkin Anda bertanya, bagaimana orang baik merasakan penyesalannya? Dan untuk hal apa ia menyesal?

Bagi mereka yang muslim, tentunya sangat hafal dengan sebuah surat pendek QS Al ‘Ashr (waktu) berikut ini:

“Demi waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al ‘Ashr: 1–3)

QS Al ‘Ashr mendiskusikan aset penting dalam hidup, yang disediakan gratis oleh Tuhan untuk dikelola. Aset tersebut dimiliki oleh setiap makhluk hidup, namun tidak semua makhluk hidup mampu mengelolanya. Aset tersebut adalah *WAKTU*.

Manusia dan jinlah yang diberikan kemampuan sebagai pengelola aset tersebut. Siapapun yang gagal mengelola aset tersebut, maka akan merasakan penyesalan. Surat Al Ashr juga menginformasikan kepada kita bahwa semua manusia akan merasakan rugi dan menyesal, bahkan orang yang telah berbuat baik sekalipun, akan menyesal, mengapa ia tidak berbuat baik lebih banyak. Hal ini setidaknya dapat kita lihat dalam sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu ‘anhu meninggal dunia, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam bertakziah ke rumah beliau. Saat itu, Istri Sya’ban ra. bertanya: “Ya Rasulullah ada sesuatu yang menjadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah.

“Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh! Aduh kenapa tidak yang baru! Aduh kenapa tidak semua!’” jawab istri Sya’ban.

Rasulullah saw. pun melantunkan ayat yang terdapat dalam QS. Qaaf: 22, “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.”

*“Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra. (dan orang yang sakaratul maut) tidak dapat disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra. melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjama’ah lima waktu*. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra. diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah.

Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat, dia berucap: *“ADUH MENGAPA TIDAK LEBIH JAUH”,*  timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra., mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra. melihat saat ia akan berangkat shalat berjama’ah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Ia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Ia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.

Ia berpikir, jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan ketika sampai di masjid ia dapat membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid, ia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban ra. pun merasa iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut, kemudian ia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat shubuh bersama-sama.

Orang itu pun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat jama’ah. Sya’ban ra. pun kemudian melihat indahnya surga, sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.

Kemudian ia berteriak lagi *“ ADUH KENAPA TIDAK YANG BARU”,* timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja dapat mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu ia akan mendapatkan surga yang lebih indah jika dia memberikan pakaian yang baru.

Berikutnya, Sya’ban ra. melihat lagi suatu adegan. Saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci, tentu mengetahui ukuran roti Arab (sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra. merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan volume yang sama rata, kemudian mereka makan bersama-sama. Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan Sya’ban ra. dengan surga yang indah. Ketika melihat itupun Sya’ban ra. berteriak lagi, *“ADUH KENAPA TIDAK SEMUANYA,*!!” Sya’ban ra. kembali menyesal. Seandainya ia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, maka pasti ia akan mendapat surga yang lebih indah. Masyaallah, *Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyesali mengapa tidak optimal*. 

Sekarang bagaimana bila Sebaliknya, *MELALAIKAN WAKTU, BAHKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI, DAN BERBUAT DOSA*

: لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
Aku bersumpah demi hari Kiamat,
Q.S Al-Qiyamah [75] : 1

: وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Q.S Al-Qiyamah [75] : 2

قَالَ عَمَّا قَلِيْلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نٰدِمِيْنَۚ
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 40

Hari kiamat merupakan yaum al-hasrah, hari penyesalan. Kaum kafir dan fasik saat itu menyesal. “Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaum al-hasrah), (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman” (QS Maryam: 39).

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Nabi SAW. bersabda:النَّدَمُ تَوْبَةٌ “Penyesalan adalah taubat”. Hadis ini diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya, Bukhari dalam Tarikhnya, Ibnu Majah dalam Sunannya, Hakim dalam al-Mustadrak, semuanya bersumber dari Ibnu Mas'ud

Beliau bersabda:
والله إنى لأستغفر الله وأتوب إليه فى اليوم أكثر من سبعين مرة
“Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, No. 6307

Semoga Allah selalu berikan *KESEHATAN dan PETUNJUK berbuat KEBAIKAN AMIN*

Jakarta, 26,Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 06 April 2023

MENGHIDUPKAN YANG MATI

*MENGHIDUPKAN ORANG MATI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji bagi Allah, Sholawat dan salam tercurah kepada Muhammad SAW. 

Menghidupkan yang mati, kenapa tidak, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah, sebagaimana dalam al-quran, Allah berfirman :
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan *aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah*; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 49.

Kenapa adanya kematian, *Ya karena masih adanya keberlangsungan kehidupan setelah kita.*

Rasulullah saw.  bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang *panjang umurnya dan baik amalnya* dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang *panjang umurnya dan jelek amalnya*.” (HR Ahmad dan Tirmidzi No. 2330 Abdullah bin Busr r.a.). 

Jadi sangat jelas, masalah kematian adalah *MASALAH KWALITAS HIDUP KITA*.

*Hidup HARUS, Mati WAJIB*

Masalah kematian adalah *Bukanya masalah panjang atau pendeknya umur manusia,* Sedangka umur Hidup manusia ada beberapa Jenis :

1. *UMUR BIOLOGIS*
Usia biologis dikenal juga dengan sebutan usia fisiologis atau fungsional. Usia biologis atau body age adalah ukuran seberapa baik atau buruk fungsi tubuh dibandingkan usia kronologis.

Apabila Tubuh ini tidak dirawat tidak diberikan masukan makan minum, yang bermanfaat, maka akan mempercepat kematian sel tubuh. 

Atau secara Umur Kronologis mungkin saja umurnya sudah diatas 50 tahun, tetapi secara Biologis tubuh nya masih keliatan sangat muda, atau dibawah 50 Tahun. 

2. *UMUR KRONOLOGIS*
Usia kronologis dapat diketahui dari tanggal seseorang terlahir ke dunia. Usia tersebut bisa lebih spesifik bila diukur dari hari, minggu, bulan, dan tahun sekaligus.

Biasanya Umur Kronologis lah yang selalu di Ulang Tahunin.

3. *UMUR MENTAL*
Umur mental adalah ukuran pencapaian individu berdasarkan kemampuannya saat ini dibandingkan dengan kelompok usia tertentu. Singkatnya, usia mental adalah usia yang memperlihatkan pencapaian kita dibandingkan pada kemampuan pada suatu kelompok usia.atau dia sudah Sukses di usia muda. 

4. *UMUR EMOSIONAL*
Umur Emosional  adalah kemampuan seseorang untuk sepenuhnya mengelola dan mengekspresikan emosi baik positif maupun negatif. Dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dengan baik. Tidak cepat tersinggung dan marah. 

5. *UMUR AMAL SHOLEH atau AMAL SALAH*
Inilah umur walaupun seseorang tersebut sudah tiada, tapi Amal baik atau buruknya selalu di ingat orang, seolah masih hidup. 

عَلَيْهِ السَّلَامُ: {إذَا مَاتَ ابْنَ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ} يَدْعُوْ لَهُ.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya,” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

6. *UMUR SPIRITUAL KEIMANAN*
Yaitu *UMUR DIMANA KITA MULAI MENDEKATI ALLAH, DENGAN IBADAH, DZIKIR SERTA PENUH KECINTAAN*

Jadi Umur, Biologis, Kronologis, Mental, Emosional, itu semuanya akan mati, berhenti dan hilang, pada saat berpisah nya *RUH dan TUBUH MANUSIA* 

Tetapi *UMUR AMAL SHOLEH dan UMUR SPRITUAL LAH, YANG TERUS BERLANJUT MENEMANI RUH MANUSIA, KE ALAM AKHIRAT*.

Walaupun kita bukan *NABI ISA, YANG MEMBANGKITKAN ORANG MATI, HINGGA TUBUH MANUSIA HIDUP KEMBALI*, tetapi *INSYAALLAH KITA BISA MENGHIDUPKAN RUHANI IMAN UMMAT ISLAM YANG MATI, SEBELUM MATI SECARA BIOLOGIS*

Dahulu ULAMA, KIYAI dan USTADZ *TERJAGA* tetapi UMMAT ISLAMNYA *TERTIDUR* TERLENA BERGELIMANG HARTA dan JABATAN, *" JADI DENGAN MUDAH ULAMA MEMBANGUNKAN UMATNYA YANG TIDUR MABUK DUNIA"*

Sedangkan jaman sekarang ULAMANYA TERTIDUR, sedangkan UMMAT ISLAM IMANNYA MATI, *"APAKAH MUNGKIN ORANG TIDUR BANGUNKAN ORANG MATI*

Jadi *"TUGAS KITA ADALAH MENGHIDUPKAN KEMBALI, JIWA RUHANI HATI MANUSIA YANG MATI IMANYA "*

كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Demikianlah Allah mengunci *MATI HATI*  orang-orang yang tidak (mau) memahami.
Q.S Ar-Rum [30] : 59

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci *MATI HATI* dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Q.S Al-Baqarah [2] : 7
خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: “Yang menjadikan *MATI* dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS Al-Mulk: 2)

Untuk kita bisa dapat "MENGHIDUPKAN DAN MEMBANGKITKAN RUH KEMATIAN HATI IMAN, UMMAT ISLAM, SYARAT NYA CUMAN SATU" : *"KITA TIDAK MINTA UPAH, KEPADA UMMAT ISLAM"*.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, *yaitu Kitab dan MENJUALNYA dengan HARGA UPAH yang sedikit (MURAH),* mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Q.S Al-Baqarah [2] : 174

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
Ataukah kamu *MEMINTA IMBALAN UPAH*  kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
Q.S Ath-Thur [52] : 40

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku *TIDAK MEMINTA IMBALAN UPAH*  sedikit pun kepadamu atas *DAKWAHKU* dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Q.S Shad [38] : 86

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 162
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 163
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA IMBALAN (amplof)* kepadamu atas ajakan itu; imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 164

Subhanallah dan banyak lagi Firman Allah yang serupa ayat diatas, Jadi kita jadi Da'I, Mubaligh dan Penceramah, bukanlah *PROFESI YANG HARUS ADA HARGANYA* Bila kita sudah *DIHARGAI MANUSIA, ALLAH SUDAH TIDAK MENILAI DENGA MENGHARGAI KITA LAGI DENGAN JANJINYA* 

Tetapi bila manusia bingung Menghargai kita kira diberi upah berapa dalam berdakwah, *YAKINLAH ALLAH AKAN YANG MEMBAYARNYA DENGAN REJEKI YG TIDAK BERPINTU, DATANG DARIMANA SAJA*

Disekeliling kita maaf, walaupun tidak semuanya, kita ummat islam, *SUDAH KEHILANGAN FIGUR, TELADAN dan PANUTAN dari UMMAT ISLAM, baik itu berupa ORMAS ISLAM atau PARTAI ISLAM* 

Mereka sudah merasa masuk *ZONA NYAMAN dan AMAN* Bahkan sudah dimangsa oleh *PREDATOR OLIGARKI EKONOMI dan POLITIK*.

Sudah saatnya Saya, dan ummat islam, *BANGKIT DAN HIDUPKAN LAGI HATI NURANI YANG MATI SETELAH REFORMASI, INDONESIA TIDAK SEDANG BAIK BAIK SAJA*

Karena sesungguhnya Allah, hanya melihat hati dan amal perbuatan kita, bukan bentuk tubuh, harta, jabatan maupun anak keturunan kita. 

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim].

Anggaplah kita di dunia ini berjalan dimuka bumi seperti *MANUSIA YANG SUDAH MATI, SEBELUM MATI SUNGGUHNYA*

عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْعَابِر سَبِيْلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ}

Dari Ibnu ‘Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau *berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur,*” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dan sangat salah dari Alfaqir pemulung ilmu. 

Semoga ada manfaatnya, Amin ya robbal 'alamin 🙏😍

Jakarta, 06 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 28 Maret 2023

INFORMASI KOMUNIKASI

*INFORMASI & KOMUNIKASI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Segala puji bagi Allah, Sholawat serta Salam, tercurah Pada manusia Agung, Muhammad Saw. 

"Siapa yang menguasai dunia informasi, Dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia," demikian pepatah ini begitu mashyur kita dengar, pepatah yang melukiskan akan besarnya kuasa media informasi.

Tanpa terasa kita sudah terjajah dan dikuasai oleh tehnologi informasi dan komunikasi.

Jadi terjadinya *KOMUNIKASI* adalah karena adanya Ide, gagasan dan pesan *INFORMASI* Yang akan disampaikan, maka akan terjadilah *AKSI dan REAKSI* atau terjalin *INTERAKSI* atau *HUBUNGAN YANG DEKAT DAN BAIK, BAHKAN SALING MENGASIHI DAN MENCINTAI*

Tapi Ada Komunikasi, tapi tidak terjadi Informasi yang interaktif, Walau ada Aksi tapi tidak ada Reaksi, Contohnya : *Kita berbicara dengan orang Mati.*

Dan *ALLAH TIDAK ADA YANG TAU DAN TIDAK DIKENAL* Siapa Manusia atau mahluk yang Tau dan mengenal Allah, *TIDAK ADA SATUPUN*.

Tetapi *ALLAH INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI, MAKANYA ALLAH CIPTAKAN MAHLUK*

Maka ALLAH pun, memberikan *INFORMASI, KESAKSIAN BAHKAN KOMITMEN* Kepada manusia, :

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah *mengambil kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
*Sesungguhnya Aku ini adalah Allah*, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرِفَ فَخَلَقْتُ خَلْقًا فَبِي عَرَفَوْنِيْ
“Aku adalah simpanan yang tersembunyi, *kemudian Aku ingin diri-Ku dikenal, maka aku ciptakan makhluk, yang dengannnya Aku dikenal”.*

Subhanallah, MAHA SUCI ALLAH, Allah Mengumumkan dengan *GAMBLANG, JELAS , TEGAS, DAN DAPAT DIPAHAMI DENGAN BAIK, SETIAP MAHLUK YANG BERAKAL, BAHWA ALLAH SANGAT SENANG BISA BERKOMUNIKASI, BERINTERAKSI DENGAN MAHLUK NYA, YANG BERNAMA MANUSIA,*

Tapi *KENYATAANNYA, MANUSIA, LALAI, MENGHINDAR, BAHKAN SOMBONG DAN ANGKUH, TIDAK MAU MENDENGAR PANGGILAN ADZAN, UNTUK BERJUMPA DENGANNYA.*

Sementara, *TIDAK SEDIKIT MANUSIA CARI MUKA, PENJILAT, RELA JADI BUDAK ATASANNYA, DAN SANGAT SENANG DAN BANGGA DIPANGGIL OLEH, BOS, PEJABAT, GUBERNUR, MENTERI, BAHKAN PRESIDEN.*

Padahal *SIAPAPUN PEJABAT DAN PRESIDEN NYA, ALLAH LAH YANG MEMBERIKAN DIA HIDUP DAN KEHIDUPAN NYA.

Dan Allah *MEMILIH PARA NABI dan ROSUL, untuk KOMUNIKASI memberikan INFORMASI PERINTAH DAN LARANGAN*

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) adalah *seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.*
Q.S An-Najm [53] : 56

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, *"Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

Setelah *PARA NABI dan ROSUL KEMBALI PADA ALLAH*, Selanjutnya  untuk *BERKOMUNIKASI dan MEMBERIKAN INFORMASI, Allah memilih PARA WALINYA DIMUKA BUMI INI, YAITU MEREKA SELALU MEMBERSIHKAN HATINYA, DENGAN SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH, SIANG DAN MALAM*.

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya *wali-wali Allah* itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28

Dan siapapun Bisa dapat *INFORMASI dari Allah, dan BERKOMUNIKASI serta INTERAKTIF, asal HATI KITA BERSIH DARI MAHLUK, YANG ADA HANYA LAH ALLAH SWT.*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

*HATI* adalah Istana kerajaan, tidak mungkin dipimpin oleh *DUA RAJA*, apabila Ada *NAFSU, DUNIA dan SYETAN, TIDAK MUNGKIN ALLAH HADIR PADA DIRI KITA* 

Bila Allah Hadir pada  Jiwa manusia, masuk kedalam Hati yang paling dalam, Maka bergetar lah Hati kita, dan diri pun Tiada. 

Semoga Allah membersihkan Hati kita, dari *MENUHANKAN HAWA NAFSU*.

Benar Dari Allah, salah dari Alfaqir, Selamat *BERINTERAKSI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH, MELALUI QOLBUN SALIM, HATI YANG BERSIH, AMIN*

Selasa, 28 Maret 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Minggu, 26 Maret 2023

PUASA RAMADHAN

*PUASA RAMADHAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Puji hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah pada Baginda Agung Muhammad SAW.

Manusia itu terlahir fitrah, suci dan bersih. 

Dan manusia adalah mahluk *BAIK*.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang *sebaik-baiknya.*
Q.S At-Tin [95] : 4

Dan manusia juga Mahluk yang *SEMPURNA*

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu *(Dengan Sempurna)*, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Q.S Al-A'raf [7] : 11

Dan Allah pun *MEMULIAKAN MANUSIA*
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ ,,
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, 
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi dikarenakan *HAWA NAFSU* Banyak manusia yang tersesat berbuat dosa dan maksiat. 
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Apalagi Iblis pun mengancam, menghalangi dan menyesatkan manusia, sesuai janjinya :
قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan *(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,*
Q.S Al-A'raf [7] : 16

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan). 

Karena dorongan Hawa nafsu untuk melakukan dosa dan maksiat, maka Manusia Menjadi *ANGKUH, SOMBONG dan PENENTANG ALLAH* Tidak mau menuruti perintah Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami *menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata*!
Q.S Ya Sin [36] : 77

Tapi dengan *RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, ALLAH PUN MENERIMA TOBAT DAN KESALAHAN MANUSIA, APABILA MAU BERTOBAT*
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

Tetapi bila *TIDAK BERTOBAT JUGA MAKA AKAN KEKAL DALAM NERAKA, DOA AMAL SHOLEH TIDAK AKAN DITERIMA*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37.

Nah selagi kita masih hidup didunia, sebesar apapun, kesalahan, dosa dan Maksiat, Pasti Allah mengampunkannya, Walaupun dosanya seluas langit dan bumi, *TAPI RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, LEBIH LUAS LAGI*.

Maka dari itu, 11 Bulan, Noda dan dosa kesalahan kita, Allah hapus, Lebur, dan diampuni, selama *BULAN RAMADHAN* Bulan penuh *RAHMAT*, *AMPUNAN* dan *TERHINDAR DARI SIKSA API NERAKA*

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab, *maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu*,” (HR Bukhari).

Tapi *MAAF* Tidak semua orang Islam, yang *ALLAH UNDANG UNTUK HADIR DI BULAN RAMADHAN, UNTUK PEMBERSIHAN DAN PENGAMPUNAN DOSA, HANYA UNTUK ORANG ISLAM YANG BERIMAN PADA ALLAH, YANG DIWAJIBKAN BERPUASA* sebagaimana Firman-Nya :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183.

Sangat beruntunglah, Orang Islam dan beriman pada Allah, bertemu bulan Ramadhan, untuk menjalankan *IBADAH PUASA, TERAWEH, TADARUS DAN IBADAH LAINNYA*.

Apalagi ada *BIG BONUS PAHALA* Pada saat Malam Lailatul qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Semoga Allah Mudahkan dan ringankan, *IBADAH PUASA ROMADHON, HINGGA AKHIR* Dengan penuh cinta, kasih, ketenangan dan penuh kepuasan *RIDHO dari ALLAH* amin yaa Robbal 'Alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang kurang dari ilmu. 

27 Maret 2023

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 21 Maret 2023

MARHABAN YA RAMADHAN

*SURAT UNDANGAN*
22, MARET 2023 H /1444 H
Jenis Surat : *SANGAT PENTING*
Perihal : *DIKLAT TAQWA*

Assalamu'alaikum Wr.

1. Undangan bagi Ummat Islam, : *KHUSUSNYA BAGI YANG SUDAH BERIMAN, UNTUK MENGHADIRI PENDIDIKAN & LATIHAN KENAIKAN  IMAN MENJADI TAQWA,*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu *BERTAQWA* ,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183

2  Waktu : *SATU BULAN PENUH SELAMA BULAN RAMADHAN*

Pelatihan dibagi 3 Tahap selama sebulan. Setiap Tahap dilalui selama 10 Hari. 

Tahap *PERTAMA* : Akan mendapatkan gelar *RAHMAH*

Tahap *KEDUA* : Gelar *MAGHFIRAH*

Tahap *KETIGA* : Gelar *IDKUM MINAN NAR*

3  Bagi para peserta *Diwajibkan berpusa sebulan penuh, dan pada malam harinya disunahkan, Sholat Taraweh, Baca Al-quran, Dzikir dan ibadah sunah lainnya.*

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

4. *HADIAH dan BONUS*: Hadiah dan bonus akan didapatkan pada *TAHAPAN KE 3, SEPULUH MALAM TERAKHIR* Yaitu *MALAM LAILATUL QADAR*
*BONUS PAHALA IBADAH 1000 BULAN*

التمِسوها في العشرِ الأواخرِ من رمضانَ، ليلةَ القدرِ، في تاسِعةٍ تَبقى، في سابِعةٍ تَبقى، في خامِسةٍ تَبقى
Artinya: *“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan*, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa” (HR. Bukhari)

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.
Q.S Al-Qadr [97] : 1

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Bagi Ummat Islam, yang belom ada imanya, kami sebagai Panitia Pelaksana belum bisa Mengikut sertakan, Demikian *MOHON DIMAKLUMI*

Pendaftaran di mulai awal Ramadhan *BIASANYA AWAL PENDAFTARAN PENUH DAN MEMBLUDAK DILOKET, MUSHOLA DAN MESJID TERDEKAT*😁🙏Dan tidak dikenakan Biaya. 

Semoga undangan dan pemberitahuan ini ada manfaat nya, Amin. 

Mohon Maaf lahir batin. 

Jakarta, 21 Maret 2023.

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Minggu, 12 Maret 2023

HAWA, NAFSU dan SYAHWAT

*HAWA, NAFSU dan SYAHWAT*

Assalamu'alaikum, Wr, Wb. 

Puji hanya Bagi Allah, Sholawat serta salam kepada Muhammad SAW. 

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:

*HAWA* (الهوى): sangat *KEINGINAN*

*NAFSU* (النفس): *DORONGAN ENERGI* dari diri seseorang. 

*SYAHWAT* (الشهوة): 
*KENIKMATAN, KENYAMANAN dan KETENANGAN*

Jadi *HAWA* atau Keiinginan manusia Lahir itu tidak lepas dari adanya : *PERMINTAAN KEBUTUHAN POKOK DASAR DARI MANUSIA*  Berupa : 
1. *MAKAN dan MINUM*
2.*KELANGSUNGAN KETURUNAN*
3. *MENGENAI ALLAH*

Tapi Manusia pada umumnya *LEBIH CENDERUNG UNTUK MEMENUHI KEINGINAN KEBUTUHAN BIOLOGIS daripada TAAT IBADAH MENGENAI ALLAH.*

Dari *KEBUTUHAN* maka tumbuhlah Hasrat *KEINGINAN* lalu muncullah Energi Dorongan *NAFSU*.

Maka pada saat *KEINGINAN DORONGAN NAFSU SANGAT KUAT, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA, maka disinilah muncul*, *AKAL* untuk  *MENGKONDISIKAN dan MEWUJUDKAN NYA*. 

Lalu *AKAL* Tinggal memerintahkan Pasukannya berupa *PANCAINDERA* untuk *MENGEKSEKUSI, SESUAI SITUASI DAN KONDISI* agar tercapainya Tujuan berupa *" SYAHWAT (KESENANGAN, KEPUASAN, KETENANGAN DAN KENYAMANAN )*. 

Jadi *SYAHWAT* itu lebih cenderung *KESENANGAN dan KEPUASAN yang SESAAT, FATAMORGANA, MENIPU dan NEGATIF*.

Sedangkan *KESENANGAN dan KEPUASAN yang POSITIF, disebut : HIMMAH*.

*HIMMAH* merupakan lawan kata dari *SYAHWAT,* yang juga memiliki arti keinginan. Namun bila syahwat merupakan keinginan yang rendah, maka *HIMMAH* = adalah keinginan yang tinggi, keinginan Untuk *TAAT menuju MAKRIFATULLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

Jadi *TARGET dari HAWA NAFSU* ada *DUA* yaitu :

1. *SYAHWAT, : KEINGINAN DORONGAN HAWA NAFSU yang SANGAT KUAT, BERLEBIHAN dan TIDAK TERKENDALI, CENDERUNG MAKSIAT*.

Agar *HAWA NAFSU* Dalam *PERGERAKANYA DAPAT DIKENDALIKAN, DIATUR, TIDAK SEMAUNYA, MAKA DIPERLUKAN IMAN (SEBAGAI REM, TIDAK HANYA TERUS MENGGAS TERUS)*

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan *MENAHAN* diri dari *KEINGINAN  HAWA NAFSUNYA*

Q.S An-Nazi'at [79] : 40

2. *HIMMAH* Yaitu *KEINGINAN HAWA NAFSU, YANG SUDAH TERKENDALI, TENANG, DAMAI,UNTUK TAAT PADA ALLAH, YAITU NAFSU YANG TELAH ALLAH RAHMATI.*

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, *KECUALI NAFSU YANG DIBERI RAHMAT OLEH TUHANKU.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

*HAWA NAFSU yang penuh KETENANGAN, KETENTRAMAN, KEPUASAN dan KEDAMAIAN, tidak pernah merasakan *KETAKUTAN dan KESEDIHAN* apapun situasi dan kondisi, *ANUGERAH atau MUSIBAH*

Jadi *HAWA NAFSU* Seperti Musuh dalam Selimut, dan menjadi   *MUSUH BESAR MANUSIA* Karena ada padi diri manusia, sedangkan *DUNIA dan SYETAN* berada diluar diri manusia. 

Rosulullah Sholullahi ‘alaihi wasallam sepulang dari salah satu peperangan:   قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا الْجِهَادُ الْأَكْبَرُ؟ قَالَ: مُجَاهَدَةُ الْعَبْدِ هَوَاهُ   Artinya, “Kalian baru saja pulang dengan baik dari jihad kecil menuju jihad besar.” Pada sahabat bertanya, “Apa itu jihad besar?” Beliau menjawab, *“SEORANG HAMBA MEMERANGI HAWA NAFSUNYA"* (HR. al-Baihaqi).

Mudah mudah Allah, memberikan *PETUNJUK dan MENUNDUKKAN Hawa Nafsu, menjadi *NAFSU yang MUTHMA'NNAH, NAFSU YANG PENUH KETENANGAN DAN PERDAMAIAN, AMIN*.

Kesimpulannya :
1. Mau makan = *KEBUTUHAN*

2. Makan dimana = *KEINGINAN*

3. Siapa lagi yang mesti kumakan = *SYAHWAT*

*( ITULAH PARA KORUPTOR, TIDAK PERNAH PUAS, SUDAH PUNYA JABATAN, GAJI BESAR, FASILITAS BANYAK TETAP KORUPSI)*

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang Allah TUTUPI KESALAHAN, AMIN. 

Jakarta, Minggu 12 Maret 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Kamis, 09 Februari 2023

SYUKUR

*SYUKUR*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Istilah syukur berasal dari bahasa Arab yaitu syakaro- yaskuru- syukron yang artinya syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. berarti ungkapan rasa terimakasih kepada Allah swt kerena telah di berikan sebuah kenikmatan. 

Dalam Kehidupan manusia tidak lepas dari, Ujian, cobaan, dan dari berbagai macam *MASALAH* , Semua ini berawal dari Kekecewaan, harapan atau keinginan manusia yang *TIDAK TERWUJUD, SESUAI HARAPAN*. jika dibiarkan terus menerus menjadi *PENYAKIT HATI* , sering mengeluh, sensitif, cepat tersinggung, gampang marah, sehingga akan *MENGGANGGU KESEHATAN JIWA DAN PIKIRAN* dan menjadi Kufur Nikmat. 

Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah l. Semisal Qarun yang berkata, “Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (Q.S. al-Qashash [28]: 78).

Syukur adalah *MENAMPAKKAN NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan, dengan *BERIBADAH dan BERAMAL* Sesuai keinginan Allah. 

Dan kebalikannya Kufur nikmat atau Kikir, *JUSTRU MENUTUPI NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan. Hidupnya dari kecil, dewasa, Tua bahkan menjelang mati, *SELALU MENGELUH, SEOLAH OLAH, ALLAH TIDAK BERI NIKMAT DAN KESENANGAN*

Syukur itu kita dapat merasakan 3 Kelezatan :

1. *KELEZATAN JASMANI* :
Kelezatan Jasmani, bukanya Makan apa, tapi *HARI INI KITA MAKAN DIMANA YANG ENAK DAN LEZAT*, Tapi *JANGAN SIAPA LAGI YANG KITA MAKAN*

2. *KELEZATAN NAFSANI* :
Yaitu Kelezatan Hawa Nafsu Duniawi, Harta, Tahta, wanita. ini semua Kelezatan *YANG TIDAK AKAN PERNAH PUAS, SELAGI MASIH MAKAN NASI, KECUALI SUDAH MAKAN TANAH* 

3. *KELEZATAN RUHANI* :
Kelezatan RUHANI lah, kelezatan yang *PALING BAIK DAN SEMPURNA* Sebagaimana senang atau Gembira nya saat Berbuka puasa, setelah *DAPAT MENAHAN KELEZATAN JASMANI DAN KELEZATAN HAWA NAFSU*

Nikmat + Puas : Saling berbagi = *SYUKUR*

Sebagaimana Allah Berfirman Kita menanam satu Biji, Allah beri tujuh tangkai, setiap tangkai ada Seratus Biji, bahkan bisa Allah lebihkan, *ITULAH BALASAN SYUKUR ALLAH ATAS SATU KEBAIKAN YANG MANUSIA LAKUKAN*.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 261

Jadi *NIKMAT SEHAT* Adalah *MAKOTA BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA* Yang ada dikepala kita, *YANG HANYA DAPAT DILIHAT OLEH ORANG YANG SEDANG SAKIT*

Hadis tentang Bersyukur saat Senang dan Sabar saat Susah
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik.

Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati.

Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya,” (HR Muslim).

Syukur *MEMBERI MERASA SEDIKIT* menerima walau sedikit *TAPI SUDAH MERASA TERLALU BANYAK*

Salam *SEHAT DAN SUKSES* Amin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Kamis, 09 Pebruari 2023

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Rabu, 28 Desember 2022

DEMI WAKTU

*DEMI WAKTU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
وَالْعَصْرِۙ
Demi masa.
Q.S Al-'Ashr [103] : 1

Allah Swt memulai surat ini dengan sumpah. Sebagaimana والشمس، والفجر، والضحى، والتين، Ketika manusia bersumpah atas nama Allah Swt, maka Allah Swt bersumpah atas nama makhlukNya. Hal tersebut disebabkan tidak ada selain Dia kecuali makhlukNya. Dan sumpah Allah Swt demi masa ini menunjukkan bahwa waktu itu sangat penting sehingga Allah Swt bersumpah dengannya. Sebagaimana sumpah manusia untuk meyakinkan seseorang akan kebenaran, maka Allah Swt pun meyakinkan manusia akan pentingnya sebuah waktu bagi manusia.

Orang *SUKSES* dapat mengatur dan mengendalikan *WAKTU*, Sedangkan orang *SIBUK* diatur, dike dalikan dan dituntut oleh *WAKTU* hidupnya. 

Bila kita tidak bisa mengatur *WAKTU* Jangan harap bisa mengatur *DIRI, KELUARGA, apalagi ngatur BANGSA DAN NEGARA*

Orang sukses bukan bagaimana dapat *MENGHABISKAN WAKTU* tapi justru dapat *MEMANFAATKAN dan MENGINVESTASIKAN WAKTU*

Orang bijak sangat *MENGHARGAI WAKTU* orang Bodoh Sangat masabodoh dengan *WAKTU*

Sedikit sekali orang kaya punya *WAKTU* untuk bersenang-senang, sedangkan orang Susah, dan Miskin hidupnya banyak *MEMBUANG BUANG WAKTU* yang tidak ada manfaatnya. 

*WAKTU* Allah berikan Pada manusia secara *GRATIS dan CUMA CUMA* tapi *TIDAK BISA DI BELI* Agar waktu hidup kita diperpanjang, walaupun harta berlimpah dan punya Kekuasaan, *WAKTU* Hanya bisa kita manfaatkan. 

Kita Focus memperhatikan Dunia, kita cari, kejar dan dikumpulkan, Sedangkan *WAKTU KEMATIAN* kita tidak pernah Focus, perhatian, dan mempersiapkan bekal amal buat Mati. 

Kendaraan Manusia adalah *WAKTU* Gunakanlah kendaraan kita yang bermanfaat. Karena kendaraan *WAKTU* tidak pernah Menoleh kebelakang atau berhenti, untuk menunggu kita, apakah kita akan Sukses atau Susah hidup. 

Jagalah 5 Waktu sebelum datang waktu yang 5.
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu." (HR Nasai dan Baihaqi).

Banyak Manusia yang TERTIPU OLEH WAKTU SEHAT DAN WAKTU LUANG. 
"نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah)."

Pada saat kita di dunia, bertobatlah, berbuat baiklah, beribadahlah, *KARENA PARA PENGHUNI NERAKA, INGIN WAKTU KEMBALI LAGI KE DUNIA UNTUK SEKEDAR SUJUD IBADAH PADA ALLAH, TAPI TIDAK MUNGKIN.*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." *Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam *WAKTU* yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Tanpa terasa *WAKTU* begitu cepat berlari, dan hampir sampei dipenghujung Tahun, 2022, Semoga sisa waktu kita dapat *BERMANFAAT PADA ALLAH, ROSULULLAH, UMMAT ISLAM SERTA BANGSA DAN NEGARA, AMIN*

Semoga ada manfaatnya, amin Yaa Robbal a'lamin. 

Rabu 28 Desember 2022

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
ketum

Sabtu, 10 Desember 2022

GELAP TIDAK ADA

*APAKAH GELAP ITU ADA* ? 

Sejak membaca kisah ilmuwan hebat ini tadi pagi, hingga malam ini saya terus merenungkannya tanpa henti. Silakan baca sendiri dan nikmati:

Seorang profesor yang ateis berbicara dalam sebuah kelas. Kata sang Profesor: *"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?* 

" Para mahasiswa: "*Betul, Ia menciptakan segalanya*.

."Profesor: " *Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan* ." Semua mahasiswa terdiam. Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian. 

"Prof, saya ingin bertanya, apakah dingin itu ada?""Pertanyaan macam apa itu. *Tentu saja dingin itu ada.*

"Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, apa yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

"''Apakah gelap itu ada, Prof?" lanjut si mahasiswa."Tentu saja ada!"

"Anda salah, Prof. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana cahaya tidak ada. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita dapat menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tetapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. *Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.*

Jadi, apakah kejahatan itu ada?"Profesor mulai bimbang, tetapi menjawab: "Tentu saja ada."

"Sekali lagi Anda salah, Prof. *Kejahatan itu tidak ada.* Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, 'kejahatan' adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam diri si pelaku kejahatan itu. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dalam hati manusia." Profesor terdiam. Tahukah Anda siapa mahasiswa itu? Dia adalah : *Albert Einstein.*

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan *kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri.* Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 7

كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهٗ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا
Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.
Q.S Al-Isra' [17] : 38

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena *sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Semoga Allah melindungi kita Mahluknya, Amin. 

Yang benar dari Allah, yang Salah dari saya sendiri. 

Semoga ada manfaatnya amin. 

Jakarta, 10 Desember 2022

PB. FORMULA

TG. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 01 Desember 2022

DAMAI ITU INDAH

*DAMAI ITU INDAH*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Tujuan Allah Mengutus Nabi Muhammad SAW. Membawa agama Islam, bukan *Membinasakan orang Kafir, Menghujat orang berdosa, Menyalahi orang islam yang Tidak sepaham, bahkan mengeluarkan orang Islam dari agama Islam dengan mengatakan Kafir, dan sebagainya*. 

Sebagaimana Allah berfirman ;

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) *RAHMAT BAGI SEMESTA ALAM* 
Q.S Al-Anbiya' [21] : 107

jadi kita ini semua adalah *Bersaudara*, Ada 3 Jenis Persaudaraan :

1. Saudara dari *Udara* Karena kita hidup di bumi dengan *Menghirup Udara yang sama, jadi Se Udara* jadi apapun suku, bangsa dan agamanya, mereka saudara kita 

2. Saudara dari Se *Darah*, Ini saudara sekandung, Lebih dekat dari Saudara Se udara. 

3. Saudara dari se *Iman* Ini saudara Lebih dekat lagi dari saudara se darah, Sudah terputus hal waris, bila sudah keluar dari islam, (Murtad). 

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu *damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu* dan takutlah terhadap Allah, agar kamu mendapat rahmat.
Q.S Al-Hujurat [49] : 10

Jadi Agama Islam itu agama *Perdamaian yang Wasyathoniyah, Pertengahan, Keseimbangan dan Berkeadilan*.

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ 
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang *PERTENGAHAN* (adil) dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. 
Q.S Al-Baqarah [2] : 143

Jadi ibarat jalan *Jalan Tol, yang Lurus dan Lebar* bebas hambatan, dan *jangan terlalu pinggir kiri atau terlalu pinggir kanan* Nanti bisa menabrak Rambu marka jalan. 

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami *jalan yang lurus*,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

Dan agama Islam juga mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, agar dapat Mewujudkan *Perdamaian aman sentosa yang Rahmat lil'alamin*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri *(Pemimpin)* di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Q.S An-Nisa' [4] : 59

Jadi siapapun Pemimpin atau Presiden di Republik bangsa Indonesia ini, *ADALAH PUTERA TERBAIK IBU PERTIWI*

Agama Islam itu *MEMBANGUN PERADABAN bukan MENGHANCURKAN PERADABAN*

Hanya bukan karena *KELOMPOKNYA, TIDAK SEPAHAM, DAN MEMAKSAKAN KEBENARAN* Hingga lahirlah Pemahaman Picik, sempit, Radikalisme memaksakan kebenaran dan paling benar. 

Karena iblis saja *merasa paling benar* Sudah di usir sama Allah dari Surganya.

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَۗ قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis, " *SAYA LEBIH BAIK DARIPADANYA* , Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."
Q.S Al-A'raf [7] : 12

Tidak ada manusia yang paling baik, benar dan Suci, itu *SEMATA MATA ALLAH TUTUPI AIB DAN KESALAHAN KITA, DIMATA MANUSIA*

Kita diciptakan dari Air *HINA* kemana mana *Bawa WC* bila mati *Paling bau*

"Setiap manusia punya Dosa, sebaik baik berdosa *BERTAUBAT*" Hadist

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ  Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

Yang Benar dari Allah, yang salah dari saya sendiri, Semoga ada manfaat nya Amin. 

Kamis, 1 Desember 2022.

PB. FORMULA

Drs. Dedi Hermanto
          ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...