Kamis, 09 Januari 2025

PULANG KAMPUNG

*PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 9 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...