Kamis, 06 April 2023

MENGHIDUPKAN YANG MATI

*MENGHIDUPKAN ORANG MATI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji bagi Allah, Sholawat dan salam tercurah kepada Muhammad SAW. 

Menghidupkan yang mati, kenapa tidak, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah, sebagaimana dalam al-quran, Allah berfirman :
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan *aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah*; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 49.

Kenapa adanya kematian, *Ya karena masih adanya keberlangsungan kehidupan setelah kita.*

Rasulullah saw.  bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang *panjang umurnya dan baik amalnya* dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang *panjang umurnya dan jelek amalnya*.” (HR Ahmad dan Tirmidzi No. 2330 Abdullah bin Busr r.a.). 

Jadi sangat jelas, masalah kematian adalah *MASALAH KWALITAS HIDUP KITA*.

*Hidup HARUS, Mati WAJIB*

Masalah kematian adalah *Bukanya masalah panjang atau pendeknya umur manusia,* Sedangka umur Hidup manusia ada beberapa Jenis :

1. *UMUR BIOLOGIS*
Usia biologis dikenal juga dengan sebutan usia fisiologis atau fungsional. Usia biologis atau body age adalah ukuran seberapa baik atau buruk fungsi tubuh dibandingkan usia kronologis.

Apabila Tubuh ini tidak dirawat tidak diberikan masukan makan minum, yang bermanfaat, maka akan mempercepat kematian sel tubuh. 

Atau secara Umur Kronologis mungkin saja umurnya sudah diatas 50 tahun, tetapi secara Biologis tubuh nya masih keliatan sangat muda, atau dibawah 50 Tahun. 

2. *UMUR KRONOLOGIS*
Usia kronologis dapat diketahui dari tanggal seseorang terlahir ke dunia. Usia tersebut bisa lebih spesifik bila diukur dari hari, minggu, bulan, dan tahun sekaligus.

Biasanya Umur Kronologis lah yang selalu di Ulang Tahunin.

3. *UMUR MENTAL*
Umur mental adalah ukuran pencapaian individu berdasarkan kemampuannya saat ini dibandingkan dengan kelompok usia tertentu. Singkatnya, usia mental adalah usia yang memperlihatkan pencapaian kita dibandingkan pada kemampuan pada suatu kelompok usia.atau dia sudah Sukses di usia muda. 

4. *UMUR EMOSIONAL*
Umur Emosional  adalah kemampuan seseorang untuk sepenuhnya mengelola dan mengekspresikan emosi baik positif maupun negatif. Dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dengan baik. Tidak cepat tersinggung dan marah. 

5. *UMUR AMAL SHOLEH atau AMAL SALAH*
Inilah umur walaupun seseorang tersebut sudah tiada, tapi Amal baik atau buruknya selalu di ingat orang, seolah masih hidup. 

عَلَيْهِ السَّلَامُ: {إذَا مَاتَ ابْنَ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ} يَدْعُوْ لَهُ.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya,” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

6. *UMUR SPIRITUAL KEIMANAN*
Yaitu *UMUR DIMANA KITA MULAI MENDEKATI ALLAH, DENGAN IBADAH, DZIKIR SERTA PENUH KECINTAAN*

Jadi Umur, Biologis, Kronologis, Mental, Emosional, itu semuanya akan mati, berhenti dan hilang, pada saat berpisah nya *RUH dan TUBUH MANUSIA* 

Tetapi *UMUR AMAL SHOLEH dan UMUR SPRITUAL LAH, YANG TERUS BERLANJUT MENEMANI RUH MANUSIA, KE ALAM AKHIRAT*.

Walaupun kita bukan *NABI ISA, YANG MEMBANGKITKAN ORANG MATI, HINGGA TUBUH MANUSIA HIDUP KEMBALI*, tetapi *INSYAALLAH KITA BISA MENGHIDUPKAN RUHANI IMAN UMMAT ISLAM YANG MATI, SEBELUM MATI SECARA BIOLOGIS*

Dahulu ULAMA, KIYAI dan USTADZ *TERJAGA* tetapi UMMAT ISLAMNYA *TERTIDUR* TERLENA BERGELIMANG HARTA dan JABATAN, *" JADI DENGAN MUDAH ULAMA MEMBANGUNKAN UMATNYA YANG TIDUR MABUK DUNIA"*

Sedangkan jaman sekarang ULAMANYA TERTIDUR, sedangkan UMMAT ISLAM IMANNYA MATI, *"APAKAH MUNGKIN ORANG TIDUR BANGUNKAN ORANG MATI*

Jadi *"TUGAS KITA ADALAH MENGHIDUPKAN KEMBALI, JIWA RUHANI HATI MANUSIA YANG MATI IMANYA "*

كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Demikianlah Allah mengunci *MATI HATI*  orang-orang yang tidak (mau) memahami.
Q.S Ar-Rum [30] : 59

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci *MATI HATI* dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Q.S Al-Baqarah [2] : 7
خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: “Yang menjadikan *MATI* dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS Al-Mulk: 2)

Untuk kita bisa dapat "MENGHIDUPKAN DAN MEMBANGKITKAN RUH KEMATIAN HATI IMAN, UMMAT ISLAM, SYARAT NYA CUMAN SATU" : *"KITA TIDAK MINTA UPAH, KEPADA UMMAT ISLAM"*.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, *yaitu Kitab dan MENJUALNYA dengan HARGA UPAH yang sedikit (MURAH),* mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Q.S Al-Baqarah [2] : 174

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
Ataukah kamu *MEMINTA IMBALAN UPAH*  kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
Q.S Ath-Thur [52] : 40

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku *TIDAK MEMINTA IMBALAN UPAH*  sedikit pun kepadamu atas *DAKWAHKU* dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Q.S Shad [38] : 86

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 162
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 163
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA IMBALAN (amplof)* kepadamu atas ajakan itu; imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 164

Subhanallah dan banyak lagi Firman Allah yang serupa ayat diatas, Jadi kita jadi Da'I, Mubaligh dan Penceramah, bukanlah *PROFESI YANG HARUS ADA HARGANYA* Bila kita sudah *DIHARGAI MANUSIA, ALLAH SUDAH TIDAK MENILAI DENGA MENGHARGAI KITA LAGI DENGAN JANJINYA* 

Tetapi bila manusia bingung Menghargai kita kira diberi upah berapa dalam berdakwah, *YAKINLAH ALLAH AKAN YANG MEMBAYARNYA DENGAN REJEKI YG TIDAK BERPINTU, DATANG DARIMANA SAJA*

Disekeliling kita maaf, walaupun tidak semuanya, kita ummat islam, *SUDAH KEHILANGAN FIGUR, TELADAN dan PANUTAN dari UMMAT ISLAM, baik itu berupa ORMAS ISLAM atau PARTAI ISLAM* 

Mereka sudah merasa masuk *ZONA NYAMAN dan AMAN* Bahkan sudah dimangsa oleh *PREDATOR OLIGARKI EKONOMI dan POLITIK*.

Sudah saatnya Saya, dan ummat islam, *BANGKIT DAN HIDUPKAN LAGI HATI NURANI YANG MATI SETELAH REFORMASI, INDONESIA TIDAK SEDANG BAIK BAIK SAJA*

Karena sesungguhnya Allah, hanya melihat hati dan amal perbuatan kita, bukan bentuk tubuh, harta, jabatan maupun anak keturunan kita. 

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim].

Anggaplah kita di dunia ini berjalan dimuka bumi seperti *MANUSIA YANG SUDAH MATI, SEBELUM MATI SUNGGUHNYA*

عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْعَابِر سَبِيْلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ}

Dari Ibnu ‘Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau *berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur,*” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dan sangat salah dari Alfaqir pemulung ilmu. 

Semoga ada manfaatnya, Amin ya robbal 'alamin 🙏😍

Jakarta, 06 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...