Sabtu, 19 Juli 2025

HAKEKAT RUMAH

*HAKEKAT RUMAH*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 29 Januari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PINTU PINTU HATI

*PINTU PINTU HATI*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

5. *PINTU AINUL BASHIROH*

Terbukanya *PINTU MATA HATI MANUSIA* Mukhasaf Tiada *HIJAB PENGHALANG, SAKSI DAN MENYAKSIKAN* Antara *DIRI SEJATI DAN SEJATI NYA DIRI* Hingga menjadi *HAQQUL BASHIROH* Menyaksikan Wujud-Nya Dengan *CAHAYA HATI TERANG BENDERANG*

Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam, pasal 45, menjelaskan:

شُعَاعُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ قـُرْبَهُ مِنْكَ وَعَيْنُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ عَدَمكَ لِوُجُودهِ وَحَق ُّ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ وُجُودَهُ لاَ عدَمكَ وَلاَ وُجُودَكَ

Cahaya mata hati itu dapat memperlihatkan dekatnya Allah kepadamu. Dan matahati itu sendiri dapat memperlihatkan kepadamu ketiadaanmu karena wujud [adanya] Allah dan hakikat matahati itulah yang menunjukkan kepadamu, hanya adanya Allah, bukan ketiadaanmu dan bukan pula keberadaanmu

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 4 Pebruari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PUNCAK KESADARAN ISRO MI'ROJ

*ISRO' MI'ROJ ADALAH PUNCAK KESEMPURNAAN, DAN KESADARAN TERTINGGI DARI MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Peristiwa Isro' Mi'roj, adalah Suatu Peristiwa *MAHA DAHSYAT DAN SANGAT SPEKTAKULER* Dari suatu *PERJALANAN KESEMPURNAAN RUH MANUSIA DALAM MEMAHAMI, MEMBUKTIKAN, DAN MENGENAI ALLAH*! 

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
*Maha Suci* Allah yang telah *memperjalankan* *hamba*-Nya pada suatu *malam* dari *Masjidilharam ke Masjidil Aqsha* yang telah Kami *berkahi* sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari *tanda-tanda* (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha *Mendengar lagi Maha Mengetahui.*
Q.S Al-Isra' [17] : 1

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Q.S An-Najm [53] : 13
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
(yaitu) di Sidratul Muntaha.
Q.S An-Najm [53] : 14
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Q.S An-Najm [53] : 15

Dinamakan *SIDRATUL MUNTAHA*, karena tempat pohon ini merupakan *PUNCAK* segala sesuatu yang naik dari bumi, dan yang Allah turunkan, pangkalnya di sidratul muntaha, baik wahyu atau lainnya. Bisa juga dimaknai, karena sidartul muntaha merupakan puncak yang diketahui makhluk. (lebih dari itu, makhluk tidak tahu), karena pohon ini berada di atas langit dan bumi. Sehingga sidratul muntaha merupakan puncak ketinggian, atau lainnya. Allahu a’lam.

Jadi Nabi Muhammad SAW, Allah *SEMPURNAKAN KESADARAN RUHANI NABI MUHAMMAD DENGAN ISRO' MI'ROJ MENUJU KESADARAN YANG TERTINGGI YAITU KESADARAN DI SIDRATUL MUNTAHA* 

Yaitu Puncak Kesempurnaan Kesadaran tertinggi dalam *MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH SWT.!*

Hanya. Nabi Muhammad SAW, lah Yang hanya bisa sampai ke Sidratul Muntaha, Sedang *MALAIKAT JIBRIL SAJA TIDAK BISA, SAMPAI KE SIDRATUL MUNTAHA*

إني لم أجاوز هذا الموضع، ولم يؤمر أحد بالمجاوزة عن هذا الموضع غيرك
Artinya, “Aku tidak bisa melewati tempat ini. Tidak ada satu pun yang diperintah melewati tempat ini kecuali engkau.”

Dari peristiwa ISRO Mi'ROJ, Tersebut, ada *PELAJARAN HIKMAH, AGAR MANUSIA MESTI PUNYA KESADARAN DALAM, MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH*


1. *KESADARAN KETIDAK KETERGANTUNGAN SAMA MAHLUK*

Sebelum terjadinya ISRO Mi'ROJ ada peristiwa, Tahun kesedihan Nabi Muhammad disebut Amul Huzni. Istilah ini merujuk pada periode waktu ketika Nabi Muhammad mengalami kesedihan yang mendalam. 
Amul Huzni terjadi pada tahun kesepuluh kenabian, yaitu sekitar tahun 619 Masehi. Peristiwa ini terjadi ketika istri pertama Nabi Muhammad, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, wafat.

Allah Mengingat Nabi Muhammad Janganlah ketergantungan sama makhluk, *CUKUPLAH BERGANTUNG SAMA ALLAH*

Allah Sebaik-baik Tempat Bersandar, Hasbunallah Wanikmal Wakil dan Ada 36 Ayat Alquran Bermakna Sama.

Kalimat "Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)." (QS Ali Imran [3]: Ayat 173)

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 2

2. *KESADARAN DARI MENGENAL DIRI*

Dalam perjalanan ISRO Mi'ROJ, posisi Nabi Muhammad sebagai *PENGENALAN DIRI SEBAGAI HAMBA* Pengabdian Pelayanan kepada Allah. 

Dengan mengenal akan diri sendiri sebagai Hamba maka Akan Mengenal Allah,  Karena itu *ALLAH LAH YANG MEMPERJALANKAN NABI MUHAMMAD ISRO MI'ROJ, BUKAN NABI MUHAMMAD YANG BERJALAN ISRO MI'ROJ*

Seseorang mengenal Allah, dia akan mengetahui dirinya sendiri. Dia pun tahu akan ke arah mana harus berjalan dan memperbaiki keadaannya. Sebaliknya, ketika seseorang tidak mengenal Allah, dia tidak akan tahu tentang dirinya sendiri. Demikian juga kebalikannya Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”, mengenal dan memahami tujuan penciptaannya”. Dan tidaklah Aku telah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. – Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56.

3. *KESADARAN DARI BAHAGIAN DARI HARMONISASI ALAM SEMESTA*

Dengan peristiwa ISRO MI'ROJ, Menembus Batas batas langit *ALAM SEMESTA* Sampai langit ke 7, Secara tidak langsung Allah Memberitahukan kepada Nabi Muhahammad, Bahwa Manusia adalah *BAHAGIAN YANG SALING TERKAIT, TERHUBUNG DAN TERSISTEMATIS SUNATULLAH MENJADI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

4. *KESADARAN SELALU MEMBERSIHKAN ❤💞*

Salah satu peristiwa penting ISRO MI'ROJ Adalah adanya *PEMBELAHAN DADA ROSULULLAH UNTUK DIBERSIHKAN HATINYA*

Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada Beliau sampai di bawah perut Beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."

Berarti Allah memberikan Isyarat Kepada Ummat Islam, Agar selalu *MEMBERSIHKAN, JIWA, QOLBU DAN HATI* Agar dapat merasakan kehadiran Allah, Hingga hadir *KEIMANAN, KEYAKINAN DAN KETENANGAN* Pada diri manusia.

اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى
صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr _radhiyallahu ‘anhu_, beliau berkata katanya: Rasulullah (ﷺ) bersabda:
_”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian.”_
(HR. Muslim no. 2564)

Firman Allah Ta’ala:

ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .

Artinya:

“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

5. *KESADARAN KITA PASTI KEMBALI KEPADA ALLAH*

ISRO MI'ROJ Mengingatkan Ummat Islam akan kembali kepada Allah, ada 3 Hal yang Kembali : 

1. Ruh dari Allah kembali kepada Allah. 
2. Jasad dari Tanah, kembali ke tanah kuburan
3. Amal sholeh amal salam, kembali ke manusia nya

Tidak semua manusia bisa kembali kepada Allah, bahkan menolak dan menentang Nya. 

Orang yang bisa kembali kepada Allah adalah :
1. Yang tau asal usul dirinya
2. Tau jalanya
3. Punya alamatnya
4. Ada kendaraannya
5. Bawa bekal
6. Jangan bawa beban yang berat.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

6. *KESADARAN PENTINGNYA PERINTAH SHOLAT*

Dalam peristiwa ISRO MI'ROJ, Ada suatu Perintah yang Sangat *PENTING* Yaitu *PERINTAH SHOLAT*, Sangking Penting nya, Nabi Muhammad Langsung bertemu dengan Allah SWT.

Pada awalnya, perintah Allah adalah menjalankan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Namun, setiap kali Nabi Muhammad SAW turun, Nabi meminta pengurangan jumlah waktu salat karena jumlah tersebut terlalu besar.

Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah hingga hanya menjalankan salat 5 waktu yang menjadi ibadah wajib bagi umat Islam.

Perintah salat 5 waktu tertulis dalam hadist HR Bukhari yang artinya:

“Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa”. Ia menyarankan, “Kembalilah menemui Rabbmu”. Kujawab, “Aku malu pada Rabbku”.” (HR Bukhari).

أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ فَإِنْ صَلَحَتْ” artinya “Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik”. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Thabrani.

7. *KESADARAN MELIHAT ALLAH DENGAN MATA HATI*

Pada saat ISRO MI'ROJ Lah Nabi Muhammad SAW, dapat Melihat, dan menyaksikan Allah dengan *AINUL BASHIROH* Mata Hati❤ bahkan *HAKKUL BASHIROH*

bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya, "Apakah Anda melihat Tuhan Anda?" Jawab beliau:
رأيته بفؤادي، ولم أره بعين
"Aku melihat dengan mata hatiku dan tidak dengan mata kepalaku." (HR At-Thabari 27/46-47, dan Ibnu Abi Hatim: 18699. Muhammad bin Ka'ab Al-Quradzi tidak berjumpa dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
Q.S Al-Hajj [22] : 46

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan (mata) hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Semoga kita dibukakan *MATA HATI* oleh Allah agar bisa membedakan  mana *TAAT DAN MAKSIAT* Amin ya Robbal A'lamin. 🙏❤️💛💚


Jakarta, 13 Pebruari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

KEBAHAGIAAN SEJATI

*KEBAHAGIAAN SEJATI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Jangan menunggu populer baru *Bahagia*, jangan menunggu senang untuk *bahagia*, maka bahagia itu ialah kebebasan dari keterikatan, *carilah di dalam dirimu*, jangan capek-capek cari kebahagiaan dari luar. Jalani hidupmu sesuai fitrahmu" 

Dalam ayat lain dijelaskan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (surat Thaha [20]: 123.

Hadits nabi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya. (HR Tirmidzi)

Ada *BEBERAPA HAL BUAT KITA BAHAGIA* :

1. *KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA*

Kebahagiaan bukan ada diluar diri kita, Mobil 🚗Rumah Mewah, 🏠, Isteri cantik, Jabatan ,Pujian sanjungan dari manusia dan kekuasaan, Tapi ada pada *Ketenangan Jiwa Qolbu Salim*.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

2. *MASALAH KEPEMILIKAN*

Makin Banyak kita memiliki dunia🌍, Dan mencintai masuk kedalam Hati❤makin, Makin resah, gelisah dan takut kehilangan, 

Karena Hakekatnya semua di dunia ini termasuk diri kita *MILIK ALLAH*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
*“Milik Allah kerajaan langit dan bumi* dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Rasulullah SAW bersabda:

أتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“ Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata, “ *Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati*, *cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya* dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim).

3. *KECUKUPAN*

Yang menyebabkan Gelisah, galau, dan ketakutan Adalah, Hidup yang tidak pernah Puas, tidak ada Cukupnya, 

Orang Kaya, dan punya Jabatan, masih Korupsi, tidak pernah puas, bila menuruti, *KEMAUAN DAN GAYA HIDUP*

Cukup Adalah *HARTA YANG TIDAK AKAN PERNAH HABIS*

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى
Artinya: "Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah" (dalam ath-Thabrani, al-mu'jam al-Ausath, 7/84)

Mengutip buku Al Lama'at yang ditulis oleh Badiuzzaman Said Nursi, berdasarkan hadits tersebut sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan.
عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ
Artinya: "Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak" (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari – Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.)

4. *PEMAAF*

Pemaaf adalah bukan sekedar kita Sekedar Memaafkan kesalahan Orang Lain, *TETAPI JUSTRU KITA MELEPASKAN BEBAN DARI KETERIKATAN DARI MASALAH DAN KESALAHAN*

dalam surat Ali Imran ayat 134.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

اَفْضَلُ الْاِيْمَانَ اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةِ
seutama-utama iman adalah sabar dan pemaaf, (Hadis)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim.)

5. *TULUS*

Tulus adalah orang yang Ikhlas dan Ridho, Atas ketentuan dan ketetapan yang Allah berikan, 

Tetep Berprasangka Baik kepada Allah, atas Anugerah, Dan Musibah. 

*Ikhlas baru belajar berbuat baik, sementara Ridho Kebaikan sudah menjadi Kebiasaan sehari-hari nya!*


فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Q.S Ghafir [40] : 14

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا  بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR. Nasa'i

6. *KESEDERHANAAN*

sederhana adalah sikap tidak berlebih-lebihan namun juga tidak terlalu hemat. Sedangkan kesederhanaan adalah sebuah keadaan untuk bersikap seperlunya saja dengan mempertimbangkan apa yang dimiliki.

Kesederhanaan adalah orang yang rendah Hati, dia tidak menggunakan, kemampuan, sarana, fasilitas, untuk sesuatu yang tidak Perlu, penting dan mendasak, 

Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan *rendah hati* dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam,” (QS. Al-Furqan [25]: 63).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْبَذَاَةَ مِنَ الْإيْمَانِ
Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.[10]

7. *BERSERAH DIRI*

Orang yang bahagia Orang yang Berserah diri dari segala urusannya, *SETELAH BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI YANG ALLAH BERIKAN*

Jadi berserah diri, pasrah dan tawakal bukan berarti Tanpa usaha Maksimal, bila tanpa usaha namanya Halusinasi.

Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)

Tawakal merupakan ikhtiar batin yang memasrahkan segala hal kepada Allah SWT. Sedangkan ikhtiar merupakan upaya lahiriah dalam mencapai tujuan baik untuk sebuah kemaslahatan maupun untuk memperkecil mafsadat.

Dengan demikian, keduanya (tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat) tidak dipertentangkan, dihadap-hadapkan, dan dipilih salah satunya karena keduanya dapat berjalan seiring. Yang pasti, keduanya memiliki domain masing-masing.

Kita dapat menyaksikan bagaimana Rasulullah mengajarkan tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat kepada sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:
عن أنس بن مالك قال جاء رجل على ناقة له، يا رسول الله، أدَعها وأتوكل؟ فقال اعقلْها وتوكَّلْ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang dengan mengendarai unta miliknya mendatangi Rasulullah. Ia bilang, ‘Wahai Rasulullah, aku melepasnya dan aku bertawakal.’ Rasulullah menjawab, ‘Ikatlah untamu. Tawakallah,’” (Lihat Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah,[Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 92).

Jadi *KEBAHAGIAAN* itu ada dalam diri manusia Kita dapan Merasakan *KETENANGAN HATI* Baik kita kaya atau miskin, karena hakekatnya semua *MILIK ALLAH*, Yang kita mesti, merasa *CUKUP, TULUS, PEMAAF, SEDERHANA, DAN PASRAH AKAN KETETAPAN ALLAH*

Semoga kita *SEHAT, SUKSES DAN BAHAGIA* Amin. 


Jakarta, 19 Pebruari 2025

*PB. FORMULA*

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto. 
Ketum

MATERI KAJIAN TASAWUF

*MATERI KAJIAN TASAWUF*

Assalamu'alaikum wr wb

1. MENGENAI ALLAH

Allah itu wujud, Ada, Jelas dan sangan Dekat, bila kita tidak Mengenal-Nya, Berarti mata hati kita buta

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

2. *MENGENAI DIRI*

Pada diri kita dapat Mengenal dan memahami Akan adanya Allah.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
Q.S Az-Zariyat 

 وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

3. *MENGENAI ROSUL*

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

4. *QOLBUN SALIM*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

5. *MAQOM MARTABAT*

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

6. *BUTA MATA HATI*

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

7. *INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

8. *KETENANGAN JIWA*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

9. *KESAKSIAN*

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172


10. *LUPA DAN LALAI*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152


11. *IKLAS RIDHO*

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan (Iklas Ridho) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang tiada meminta balasan ( Upah) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

12. *KEPEMILIKAN*

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
Q.S Ali 'Imran [3] : 189

13. *KOSONG TAPI ISI*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

14. *KESADARAN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191


Ada 4 RUKUN , CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM, 

MESTI ADA PADA DIRI ORANG ISLAM! 

1. Rukun Islam : Syariat, Kulit buah, Ilmu Fiqih
2. Rukun Iman : Tauhid Aqidah, isi Buahnya Ilmu Tauhid
3. Rukun Ihsan : Akhlakul Karimah, Biji Buah, ditanam amal sholeh, diri dan keluarga, Ilmu Ihsan
4. Rukun Makrifat : Mengenal Rasa Buah, Merasakan Kehadiran Allah dengan Ketenangan Jiwa, Ilmu Tasawuf


WA alaikum salam wr. Wb


Jakarta 16 Maret 2025

PB FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...