Rabu, 15 Januari 2025

ASAL USUL MANUSIA

*ASAL USUL MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia adalah Mahluk *RUHANI*

Rumus *RUH* + *TUBUH* = *NAFS*(JIWA / DIRI). 

1. *RUH* : Karena ruh yang masuk kedalam *TUBUH* Manusia. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan  Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

2. Pada saat Ruh masuk kedalam Tubuh, maka Allah menyebutnya *NAFS*(Jiwa) , Mulai adanya *KEINGINAN* 
Dan Nafsulah yang Kembali kepada Allah. 

"يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ۝ ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً۝ فَادْخُلِى فِى عِبَادِى۝ وَادْخُلِى جَنَّتِى"
"Hai *NAFS* jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Tidak semua, Nafs, Jiwa atau diri manusia bisa kembali kepada Allah Dengan *TENANG, DAN RIDHO* Bila tidak tau *CARA JALAN PULANG KE NEGERI AKHIRAT*

3. Nafs ini Mempunyai 2  Keinginan yaitu *TAAT dan MAKSIAT*

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *jiwa* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *jiwa* itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

4. Pada saat Masuk kedalam *TUBUH* disebut *RUH* Pada saat keluar dari tubuh Allah memanggilnya *NAFSU*

5. Tempat Nafsu, Taat dan Maksiat adanya Di *QOLBU*(HATI❤) 

“إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم” artinya Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat *Qolbu* (hati) dan amal. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Maka *QOLBU* / HATI, Menjadi *TEMPAT ISTANA KERAJAAN YANG SELALU TIAP DETIK, MENJADI PUSAT PERTEMUAN, ANTARA MAKSIAT DAN TAAT*

Dan Istana kerajaan tidak mungkin dipimipin oleh *DUA RAJA* Apakah Raja *MAKSIAT atau TAQWA*

6. Sedangkan Pintu Keluar , masuk tertutup dan terbuka dari Qolbu *SUDUR*

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Q.S An-Nas [114] : 4

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam *DADA* manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu *DADAMU* ?
Q.S Asy-Syarh [94] : 1

7. Tembok Benteng istana adalah *SYARIAT* Ibadah manusia. 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (ibadah) .
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

*KESIMPULAN*=

Manusia Adalah Mahluk *RUHANI* Karena Ruh yang Masuk kedalam *TUBUH* Manusia, 

Ruh yang *SUCI* Membawa *FITRA SIFAT ALLAH* Dan Tubuh dari Air saripati yang Kotor dan Hina, 

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Q.S As-Sajdah [32] : 8

Istilah "air yang hina" dalam Al-Qur'an memiliki makna bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang kotor, namun Allah SWT menyempurnakan manusia menjadi makhluk sebaik-baiknya.

Maka selanjutnya Allah Memanggil Ruh dengan Nafs atau Jiwa. Jadi Nafs adalah Ruh yang masuk Kuburan tanah Adam, yang tertutup Oleh, Nafsu Amarah, mulhamah, Sawwamah, dan Lawwamah. 

Dan Nafsu Juga punya Potensi untuk Taqwa, yaitu Nafsu Mutmainnah, Rodiah, Mardiyah,

Dua Potensi Fujur dan Taqwa inilah yang Berperang memperebutkan *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM*

Pendukung Nafsu Taqwa adalah *MALAIKAT*

Pendukung Nafsu Fujur Maksiat adalah *IBLIS DAN SYETAN*

Semoga Kita dapat Menguasai *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM* dengan memperkuat *BENTENG ISTANA dengan BENTENG SYARI'AT* Terutama Pintu Benteng utama yaitu *PINTU SHOLAT* amin Ya Robbal alamin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta 15 Januari 2025

PB FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Selasa, 14 Januari 2025

MAHLUK RUHANI

*MAHLUK RUHANI*

Sesungguhnya Manusia adalah Mahluk *RUHANI*, Karena Hakikatnya *Ruh* Yang Berpindah Pindah Alam. 

Waktu di Alam Ruh, Sebelum ke Alam Rahim dan Alam Dunia, Seluruh Ruh sudah Makrifattullah Mengenal Allah dengan Bersaksi dan Menyaksikan, ;
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil *kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Siapapun manusianya, bangsa dan Agamanya, Sudah *MENGENAL ALLAH*

Pada Saat Ruh ini didunia Allah berikan tempat tinggal di *Jasad / Tubuh* Manusia. 

Bersatunya *RUH + TUBUH*, Melahirkan Energi, Potensi atau Kekuatan berupa *NAFSU/JIWA / DIRI*.
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *JIWA* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA*  itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan *JIWA*  itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

Nafsu Inilah yang Menjadi Potensi Energi manusia untuk melakukan *TAAT ATAU MAKSIAT*.

Tapi Kecenderungan *JIWA dan NAFSU* berbuat *DOSA, NODA dan MAKSIAT* Hingga  Menjadi *KOTOR*, Bahkan Menjadikan *NAFSU SEBAGAI TUHAN*!

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa *NAFSUNYA SEBAGAI TUHANNYA*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Nafsu itu adalah *RUH yang TERTIMBUN TUMPUKAN SAMPAH  Nafsu Amarah, Lawwama, Sawwamah, Mulhamah*

Maka Sebelum Ruh Manusia, Kembali kepada, Allah, Ruh harus *KEMBALI DALAM KEADAAN BERSIH JASAD DAN RUH*
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat *( KEMBALI)* dan menyukai orang-orang yang *MENSUCIKAN DIRI* menyucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

Jadi Allah, Sangat *MENCINTAI TAUBAT KEMBALI KEPADA ALLAH DALAM KEADAAN BERSIH*

Tidak hanya bersih *TUBUH* Secara *Syaria'at* Juga bersih *RUH* Secara *MAKRIFAT*.

Makrifat tanpa Syariat adalah *SESAT* Sedangkan Syariat tanpa Makrifat *TIDAK DITERIMA*

Dan Allah Ingin Manusia kembali Kepada Allah, dalam Keadaan *JIWA Yang penuh *KETENANGAN, NYAMAN IKLAS, DAN SALING RIDHO MERIDHOI, PENUH DENGAN KEPUASAN, KEBAHAGIAAN DAN KENIKMATAN, YANG ALLAH JANJIKAN*!!!

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa *(NAFSU)* yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH*  kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

Tetapi Tidak Semua manusia *TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*, yang Tau saja belum tentu mau kembali, apalagi manusia *YANG TIDAK TAU MENGENAI ASAL USUL DIRINYA*.

*BARANG SIAPA KENAL AKAN DIRINYA PASTI TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*! 

Ada beberapa Faktor *KITA TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*: 

1. TAU HAKIKAT DIRI
2. TAU RUTE JALAN PULANG
3. PUNYA KENDARAAN PULANG. 
4. ADA PETA ALAMAT PULANG
5. MATA TIDAK BUTA
6. PAHAM RAMBU JALAN
7. BERSAMA DENGAN ORANG YANG TAU JALAN PULANG. 
8. LAMPU PENERANGAN BILA GELAP
9. BAWA BEKAL
10. MENGENAI ALLAH

Suka atau tidak suka pulang, kita *PASTI PULANG KEMBALI KE KAMPUNG NEGERI AKHIRAT, INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*. 

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “ *Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun* .”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian *KAMU AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA ALLAH*, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Semoga kita bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH, AMIN*

Bersambung, 

Jakarta, 14 Januari 2025

*PB FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...