*ASAL USUL MANUSIA*
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Manusia adalah Mahluk *RUHANI*
Rumus *RUH* + *TUBUH* = *NAFS*(JIWA / DIRI).
1. *RUH* : Karena ruh yang masuk kedalam *TUBUH* Manusia.
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72
2. Pada saat Ruh masuk kedalam Tubuh, maka Allah menyebutnya *NAFS*(Jiwa) , Mulai adanya *KEINGINAN*
Dan Nafsulah yang Kembali kepada Allah.
"يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً فَادْخُلِى فِى عِبَادِى وَادْخُلِى جَنَّتِى"
"Hai *NAFS* jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Tidak semua, Nafs, Jiwa atau diri manusia bisa kembali kepada Allah Dengan *TENANG, DAN RIDHO* Bila tidak tau *CARA JALAN PULANG KE NEGERI AKHIRAT*
3. Nafs ini Mempunyai 2 Keinginan yaitu *TAAT dan MAKSIAT*
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *jiwa* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *jiwa* itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8
4. Pada saat Masuk kedalam *TUBUH* disebut *RUH* Pada saat keluar dari tubuh Allah memanggilnya *NAFSU*
5. Tempat Nafsu, Taat dan Maksiat adanya Di *QOLBU*(HATI❤)
“إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم” artinya Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat *Qolbu* (hati) dan amal.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Maka *QOLBU* / HATI, Menjadi *TEMPAT ISTANA KERAJAAN YANG SELALU TIAP DETIK, MENJADI PUSAT PERTEMUAN, ANTARA MAKSIAT DAN TAAT*
Dan Istana kerajaan tidak mungkin dipimipin oleh *DUA RAJA* Apakah Raja *MAKSIAT atau TAQWA*
6. Sedangkan Pintu Keluar , masuk tertutup dan terbuka dari Qolbu *SUDUR*
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Q.S An-Nas [114] : 4
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam *DADA* manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu *DADAMU* ?
Q.S Asy-Syarh [94] : 1
7. Tembok Benteng istana adalah *SYARIAT* Ibadah manusia.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (ibadah) .
Q.S Az-Zariyat [51] : 56
*KESIMPULAN*=
Manusia Adalah Mahluk *RUHANI* Karena Ruh yang Masuk kedalam *TUBUH* Manusia,
Ruh yang *SUCI* Membawa *FITRA SIFAT ALLAH* Dan Tubuh dari Air saripati yang Kotor dan Hina,
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Q.S As-Sajdah [32] : 8
Istilah "air yang hina" dalam Al-Qur'an memiliki makna bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang kotor, namun Allah SWT menyempurnakan manusia menjadi makhluk sebaik-baiknya.
Maka selanjutnya Allah Memanggil Ruh dengan Nafs atau Jiwa. Jadi Nafs adalah Ruh yang masuk Kuburan tanah Adam, yang tertutup Oleh, Nafsu Amarah, mulhamah, Sawwamah, dan Lawwamah.
Dan Nafsu Juga punya Potensi untuk Taqwa, yaitu Nafsu Mutmainnah, Rodiah, Mardiyah,
Dua Potensi Fujur dan Taqwa inilah yang Berperang memperebutkan *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM*
Pendukung Nafsu Taqwa adalah *MALAIKAT*
Pendukung Nafsu Fujur Maksiat adalah *IBLIS DAN SYETAN*
Semoga Kita dapat Menguasai *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM* dengan memperkuat *BENTENG ISTANA dengan BENTENG SYARI'AT* Terutama Pintu Benteng utama yaitu *PINTU SHOLAT* amin Ya Robbal alamin.
WA alaikum salam wr. Wb.
Jakarta 15 Januari 2025
PB FORMULA
TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar