Jumat, 17 September 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM !!! =

1. Tidak merasa MEMILIKI Islam , acuh dan masa bodoh dengan Islam.

2. Kurang PENGHAYATAN dan PENGAMALAN, nilai nilai agama Islam.

3. Minder dan MALU, menunjukkan identitas dan JATI DIRI islam

4. Cinta kepada DUNIA yang berlebihan, hingga HIDUP di agama Islam bukanya MENGHIDUPKAN Syiar Nilai Agama Islam.

5. Masalah HARGA DIRI,menjadi masalah BESAR,,, sedangkan masalah ke IMANAN , MORAL dan AKHLAK masalah KECIL.

6. Ustadz, Ulama, Kiyai dan Habib nya, TERTIDUR dengan kesenangan dunia,( AMPLOF ,TERISI UANG dan PARCEL ),, sedangkan Ummatnya mati,,, BAGAIMANA MUNGKIN ORANG YANG TIDUR,,, MEMBANGUNKAN IMAN,,, UMMAT ISLAM YANG MATI,,, !!!!!

7. " DAN BERPEGANG TEGUHLAH TERHADAP TALI AGAMA ALLAH , DAN JANGAN BERCERAI BERAI," al-ayat,,,, ini ayat,,, TIDAK DIAMALKAN OLEH PARA PEMIMPIN UMMAT.

8. Barat dan Eropa MAJU DAN MAKMUR karena SEKULER = Memisahkan urusan agama dengan urusan dunia,,,,,,

,,,,,,,,,,,,,,sedangkan UMMAT ISLAM JUSTRU AKAN MENGALAMI KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN,,,,, BILA URUSAN AGAMA DAN DUNIA DIPISAH,,,,,,, KARENA ISLAM MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA,,,,,, dari KEPEMERINTAHAN, EKONOMI, POLITIK, SOSIAL, KELUARGA, DAPUR SAMPAI KASUR,,,, !!!

======

ALLAH USSHOMAD,,,, ALLAH TEMPAT BERGANTUNG,,, al ayat.

tuan guru ; TIDAK ADA DALIL dan KETERANGAN,,,,,, dalam BERDAKWAH / SYIAR AGAMA ISLAM,,,, kita MENDAPATKAN UPAH / AMPLOF TERISI UANG,,,!!! ???

ustadz ; TAPI tuan,,,, mereka yang memberikkan,,, bukan kami yang meminta,,,, !!!!

tuan guru ; kalau begitu,,, slahkan diambil secukupnya,,, jangan berlebihan,,,,,, TAPI YANG LEBIH PENTING DARI ITU,,,,,,,, SANGGUPKAH,,, KALIAN HAIII,,,, PARA PENDAKWAH,,,UNTUK TIDAK KETERGANTUNGAN SAMA AMPLOF YANG TERISI UANG,,,, SANGAT DIPASTIKKAN KALIAN AKAN KETERGANTUNGAN DAN KECANDUAN,,,,, DAN SUSAH LAGI MENINGGALKAN KETERGANTUNGAN TERSEBUT,,,,,,,,,,,,,,,,

DOSA dari UMMAT karena ketergantungan / kecanduan dengan NARKHOBA,,, susah untuk dihilangkanya,,,,

sedangkan DOSA dari PENDAKWAH,,, karena KETERGANTUNGAN / KECANDUAN ,,,, UANG AMPLOF,,,, DALAM BERDAKWAH,,,,, susah untuk dihilangkan,,,,

bila sudah dapat AMPLOF,,,, JANGAN LAGI HARAP ,,PAHALA DISISI ALLAH,,,,

ustadz ; baiklah,,, tapi,,, BERDAKWAH,,, sudah menjadi USAHA dan PEKERJAAN kami,,,,, bagaimana dengan anak isteri kami,,, ???

tuan guru ; BERDAKWAH itu bukan PROFESI / PEKERJAAN,,,,, tetapi menjadi KEWAJIBAN,,, yang harus dilaksanakkan,,,,,,,, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ,,,bekerja, berusaha atau berdagang,,,,,, " APABILA KITA TELAH SELESAI SHOLAT , MAKA BERTEBARANLAH ENGKAU DIMUKA BUMI INI UNTUK MENCARI REJEKI, YANG TELAH ALLAH TETAPKAN," al ayat

ustadz ; INSYA ALLAH , TUAN GURU,,, saya akan berusaha MENGHIDUPKAN AGAMA ISLAM,,, dengan DAKWAH sayaa,,,,,, TIDAK LAGI ,,, HIDUP DI AGAMA ISLAM,,,, untuk keperluan keluarga saya,,,, DO'AKAN sayya,,, GURU,,,

tuan guru ; AMIN,,, INSYA,,,ALLAH,,,,SEMOGA ALLAH MERAHMATI- mu

===================

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
=
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam
(QS Asy Syu'araa' 178-180)

surat Al Furqaan ayat 57:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Katakanlah : "Aku (Muhammad) tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya

==============

“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) secara terang-terangan” (Qs. Yasin : 17).

“Ikutilah orang-orang yang tiada meminta balasan (upah) kepadamu ; dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs. Yasin : 21).

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman atas (potensi) diri dan harta mereka dengan (bayaran) al jannah (syurga). Mereka itu melaksanakan qital (wujud rumusan menejemen Islam) di jalan Allah, maka mereka unggul atau diungguli. (Qs. Attaubah :111).

==========

setiap orang yang menuntut ilmu, kemudian mengajarkan Al-Qur`an ataupun berdakwah, maka dia harus melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Tidak boleh ia mengharapkan sesuatu dari manusia baik berbentuk harta maupun yang lainnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ,لاَيَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَالَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘ Azza wa Jalla , namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat".
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, 3664; Ahmad, II/338; Ibnu Majah, 252; dan Hakim, I/85 dari sahabat Abu Hurairah. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim dan disetujui oleh Imam Adz Dzahabi].

==============

PENDAKWAH dan MUBALLIGH,,,,,,,,,,,,, seperti = GELAS MAHKOTA terbuat dari EMAS bertahtakan BUTIRAN INTAN dan PERMATA,,,,, sesuatu yang sangat MULIA disisi ALLAH,,,,,,,,,, TETAPI ,,,,, BILA,,,, GELAS INI DIGUNAKKAN UNTUK MENGAMBIL,,, air kotor,,, ALANGKAH RENDAH NILAINYA,,,,,, YAITU , " DUNIA " ( AMPLOF, TERISI UANG ),,,!!!

=============

para PENDAKWAH, dan MUBALLIGH,,,, sudah banyak yang jadi HARIMAU, SIRKUS,,,, jadi TONTONAN,,,,, BUKAN LAGI MENJADI TUNTUNAN UMMAT, KURANG BERWIBAWA, KHARISMA dan jadi PANUTAN,,

TARGET IBLIS GODA MANUSIA

TARGET IBLIS MENGGODA MANUSIA

Assalamualaikum Wr Wb. 

Puji bagi Allah Swt dan Sholawat serta salam tercurah kepada Baginda kita Muhammad Saw.

Target Iblis menggoda dan menjerumuskan Manusia :

1. SYIRIK : 

Target UTAMA, Iblis Menggoda manusia adalah agar manusia mensekutukan Allah, Karena dengan manusia mensekutukan Allah, maka manusia telah melakukan kesesatan dan dosa yang sangat besar, tidak diampuni dan selamanya dalam neraka bersama Iblis laknatullah. 

 : اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dūna żālika limay yasyā', wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman ‘aẓīmā

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Q.S An-Nisa' [4] : 48

2. BID'AH :

Apabila target utama untuk menyesatkan manusia dengan Mensekutukan Allah,  Maka Iblispun, menghiasi Ibadah yang tidak ada tuntunanya dari Allah dan Rosulnya. 

3. DOSA BESAR :

Bila Dengan menjadi Musyrik dan Ahli Bid'ah,  belum mempan Iblispun mulai menghiasi dan mengganghap Dosa  besar itu sesuatu hal yang biasa, dengan bahasa yang di perhalus dan menarik, seperti perbuatan ZINA Pelacur yang sangsinya bisa di rajam hingga mati, diperhalus menjadi PSK ( Pekerja Sex Komersial ).

 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

wa lā taqrabuz-zinā innahū kāna fāḥisyah, wa sā'a sabīlā

Al-isra : 32

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

4. DOSA KECIL :

Apabila dengan Dosa Syirik, Bid'ah, Dosa Besar,   masih belum dapat Menjerumuskan Manusia, Maka Iblispun,  TIDAK PUTUS ASA, selalu Membisikkan Dosa Kecil,  kepada manusia, hanya sekedar dosa kecil, tidak mengapa. Seperti bergunjing, mengumpat, berbohong dan lainya. Semakin banyak saja manusia yang terjerat tipu daya syetan

Dosa kecil adalah seperti Musyafir yang mengumpulkan Ranting ranting kayu, untuk menjadi tumpukan kayu yang menjadi api unggun yang besar, pada malam hari. 

5. MUBAH : PERBUATAN YANG DI BOLEHKAN TAPI MELALAIKAN DALAM BERIBADAH

Akhirnya Iblispun Menargetkan manusia dengan menyesatkan manusia dengan sangat Dahsyat, Tersetruktur, Sistematis dan Masal,  Yaitu perbuatan MUBAH, yang di bolehkan Tapi sama Iblis diberi KESENANGAN YANG SEMU FATAMORGANA, sehingga MELALAIKAN DARI BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT. seperti : Bermain Hp,  Sosial media, Games Online, Nonton Tv, dan lainya, Sehingga kita LALAI dan MENUNDA NUNDA bahkan TIDAK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT.

: اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

i‘lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la‘ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād, kamaṡali gaiṡin a‘jabal-kuffāra nabātuhū ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakūnu ḥuṭāmā, wa fil-ākhirati ‘ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā‘ul-gurūr

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Q.S Al-Hadid [57] : 20

Demikialah semoga kita tidak menjadi TARGET JEBAKAN IBLIS LAKNATULLAH, amin ya robbal alamin. 

Wa alaikum salam Wr. Wb

Jakarta 21 November 2020

Alfaqir

Ust.Dedi hermanto 
Pimpinan Majelis
Nuur Islami

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...