Sabtu, 10 Desember 2022

GELAP TIDAK ADA

*APAKAH GELAP ITU ADA* ? 

Sejak membaca kisah ilmuwan hebat ini tadi pagi, hingga malam ini saya terus merenungkannya tanpa henti. Silakan baca sendiri dan nikmati:

Seorang profesor yang ateis berbicara dalam sebuah kelas. Kata sang Profesor: *"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?* 

" Para mahasiswa: "*Betul, Ia menciptakan segalanya*.

."Profesor: " *Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan* ." Semua mahasiswa terdiam. Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian. 

"Prof, saya ingin bertanya, apakah dingin itu ada?""Pertanyaan macam apa itu. *Tentu saja dingin itu ada.*

"Mahasiswa: "Prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, apa yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas. Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam, tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

"''Apakah gelap itu ada, Prof?" lanjut si mahasiswa."Tentu saja ada!"

"Anda salah, Prof. Gelap juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana cahaya tidak ada. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak bisa. Kita dapat menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna. Tetapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu. *Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.*

Jadi, apakah kejahatan itu ada?"Profesor mulai bimbang, tetapi menjawab: "Tentu saja ada."

"Sekali lagi Anda salah, Prof. *Kejahatan itu tidak ada.* Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Seperti dingin dan gelap, 'kejahatan' adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam diri si pelaku kejahatan itu. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dalam hati manusia." Profesor terdiam. Tahukah Anda siapa mahasiswa itu? Dia adalah : *Albert Einstein.*

وَلَا يَتَمَنَّوْنَهٗٓ اَبَدًاۢ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْۗ وَاللّٰهُ عَلِيْمٌۢ بِالظّٰلِمِيْنَ
Mereka tidak akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan *kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri.* Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 7

كُلُّ ذٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهٗ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا
Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu.
Q.S Al-Isra' [17] : 38

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena *sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Semoga Allah melindungi kita Mahluknya, Amin. 

Yang benar dari Allah, yang Salah dari saya sendiri. 

Semoga ada manfaatnya amin. 

Jakarta, 10 Desember 2022

PB. FORMULA

TG. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...