Jumat, 22 Agustus 2025

HAK ISTIMEWA

*HAK ISTIMEWA*

Hak privilege atau hak keistimewaan adalah *Hak istimewa, Hak Khusus, Hak Skala Prioritas atau keuntungan yang hanya dimiliki oleh individu atau kelompok tertentu, bukan oleh semua orang, sehingga memberikan mereka keunggulan atau akses yang lebih besar terhadap sumber daya, kesempatan, atau perlakuan khusus dibandingkan orang lain. 

Alangkah sangat *Beruntungnya* bila ada manusia terlahir dari Anak seorang Raja, Pengusaha, Pejabat, *otomatis dia menjadi anak raja, Anak Pejabat,anak Orang kaya, atau anak seorang Artis terkenal* Dia Mendapatkan tidak perlu susah payah.

Tapi taukah anda, Banyak Manusia *TERLAHIR BERAGAMA ISLAM* tetapi Dia *TIDAK BANGGA* Padahal untuk mendapatkan *OTOMATIS BERAGAMA ISLAM ITU TIDAK MUDAH*!!!

Orang Hidup Jaman Nabi Muhammad, Melihatnya, bahkan menjadi karib kerabatnya, *bahkan Pamannya Sendiri Abu Thalib, TIDAK dapat HIDAYAH AGAMA ISLAM*.

Karena Siapa Yang *Akan mendapatkan HAK ISTIMEWA PRIVILAGE, Alloh BERIKAN HIDAYAH MASUK ISLAM, URUSAN ALLOH,SIAPA HAMBANYA JIWA JIWA YANG TERPILIH*

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sesungguhnya kamu *tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,* dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Q.S Al-Qasas [28] : 56

Menjelang Abū Ṭālib wafat, Rasulullah ﷺ mengajak Abū Ṭālib untuk mengucapkan syahadat. Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ عِنْدَ الْمَوْتِ: ” قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَبَى “، فَأَنْزَلَ اللهُ: {إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ} [القصص: 56] الْآيَةَ (صحيح مسلم (1/ 55)

Artinya,
“Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: ‘Katakanlah, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah selian Allah’ niscaya aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.” Namun dia menolaknya, lalu Allah menurunkan: ‘(Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) ‘ (Qs. Al Qashash: 56).

Ajakan Rasulullah ﷺ kepada pamannya untuk bersyahadat menjelang wafatnya menunjukkan Abū Ṭālib sampai menjelang wafat memang masih belum beriman. Sebab, tidak ada maknanya Rasulullah ﷺ mengajak mengucapkan syahadat untuk menyelamatkannya di akhirat jika Abū Ṭālib sudah muslim.

Ajakan syahadat itu tidak bisa dipahami talqin kepada muslim, sebab lafaz selanjutnya menunjukkan Abū Ṭālib menolak ucapan tersebut. Ini menunjukan Abū Ṭālib memang menolak untuk beriman, karena tidak ada muslim yang menolak talqin dengan sadar. Lanjutan hadis yang mengatakan bahwa peristiwa Rasulullah ﷺ tidak berhasil membujuk Abū Ṭālib untuk membaca syahadat sebagai asbabun nuzul bahwa Rasulullah ﷺ tidak bisa memberi petunjuk orang yang dicintainya menunjukkan bahwa Abū Ṭālib memang belum mendapatkan petunjuk Islam, alias masih belum beriman.

Bagaimana??? *Apakah anda BANGGA TERLAHIR SEBAGAI ORANG ISLAM*???!!! Karena Sekalas Paman Beliau saja *TIDAK MENDAPATKAN HAK ISTIMEWA KEBERUNTUNGAN MASUK ISLAM*!!! Sadarlah Hai Orang Islam, Anda sebaik baik ummat !

Di Dunia Ini ,Anda *TIDAK AKAN TERSESAT, SELAGI MENGHADAP KIBLAT*!!!

Demikian semoga kita mendapatkan HIDAYAH Petunjuk Allah, amin ya Robbal Alamin.

Jakarta, 22 Agustus 2025

PB.FORMULA

Tg.Drs.Dedi Hermanto 
KETUM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...