ADA 3 ORANG TUA YANG HARUS KITA HORMATI DAN HARGAI*=
1. *ORANG TUA TUBUH* = Orang Tua yang melahirkan kita
2. *ORANG TUA AKAL* = Para Guru kita
3. *ORANG TUA JIWA* = Para ustadz, ulama dan kiyai, yang menuntun JIWA kita kepada ALLAH SWT.
SYUKUR - SYUKUR KITA MENJADI ORANG TUA DARI, KETIGA UNSUR TERSEBUT,,, DARI ANAK ANAK KITA,,,!!!
====================
*ORANG TUA DAPAT DILIHAT* Dari =
1. *UMURNYA*
2. *PENGALAMANYA*
3. *ILMUNYA*
====================
*ORANG TUA* belum *DEWASA,,,,,*
Sedangkan orang untuk *DEWASA*,,,,,, tidak harus *NUNGGU TUA,,!!!*
====================
*ORANG TUA* ,,,, hanya bisa menjadi *KETUA ORGANISASI*,, tetapi belum tentu bisa *PEMIMPIN ORGANISASI*...!!!
==================
*KETUA* tidak akan bisa jadi *PEMIMPIN*,,,,,!!!
sedangkan *PEMIMPIN*,,,, bisa jadi *KETUA* apa saja,,,!!!
================
*beda KETUA dengan PEMIMPIN !!!*
1. *KETUA selalu ingin di depan* sedangkan > *PEMIMPIN selalu di belakang untuk mengendalikkan dan mengawasi*
2. *KETUA* ingin selalu di *hormati dan di hargai*, kalau tidak akan tersinggung, sedangkan > *PEMIMPIN sederhana dan bersahaja,*
3. *KETUA* dapat *diketahui dan di kenal oleh orang banyak,* sedangkan > *PEMIMPIN, susah orang dapat mengenal dan mengetahuinya.*
4. *KETUA* *lambat dalam mengambil keputusan, terlalu banyak pertimbangan* ( tidak ,tegas ), sedangkan > *PEMIMPIN, cepat, tepan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, siap dengan resiko, keputusan yang diambil*
5. *KETUA* bisa menjadi *Walikota, Gubernur, Menteri, President*,,, lalu *masuk penjara*,,, karena korupsi,,, sedangkan > *PEMIMPIN, MASUK PENJARA DAHULU, KARENA BENAR BENAR BERKORBAN, UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARANYA*,,,, BARU JADI GUBERNUR, MENTERI DAN PRESIDENT,,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?
Q.S An-Nisa' [4] : 144
*Drs Dedi Hermanto*
Pimpinan Majelis Nuur islami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar