MENUJU JIWA YANG TENANG*
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam pada Muhammad SAW.
Tidak sedikit ummat islam yang sudah beribadah tapi *JIWANYA MASIH BELUM TENANG* dan selalu gelisah, galau dan suntuk.
Padahal Allah memanggil hambanya masuk surga hanya kepada *HAMBANYA YANG JIWANYA TENANG*
: يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
:
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
: وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30
*ADA BEBERAPA TAHAPAN YANG MEMBUAT JIWA KITA TENANG*
1. *TUJUAN HIDUPNYA HANYA UNTUK ALLAH*
Tujuan hidupnya hanya *MENCARI RIDHO ALLAH* Bukan Menuruti Keinginan *HAWA NAFSU dan DUNIA*
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Q.S Al-An'am [6] : 162
2. *SELALU BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH*
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152
3. *BERBUAT BAIK SUDAH MENJADI KEBIASAN HIDUPNYA SEHARI HARI*
بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, *sedang ia berbuat kebajikan,* maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Al-Baqarah [2] : 112
4. *SELALU BERBAIK SANGKA, APAPUN YANG TERJADI*
لَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِاَنْفُسِهِمْ خَيْرًاۙ وَّقَالُوْا هٰذَآ اِفْكٌ مُّبِيْنٌ
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat *tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri*, dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."
Q.S An-Nur [24] : 12
5. *CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PELINDUNG DAN PENOLONG*
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
Hai Nabi, cukuplah Allah *(menjadi Pelindung)* bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.
Q.S Al-Anfal [8] : 64
6. *TIDAK LALAI DAN TERTIPU AKAN KESENANGAN DUNIA*
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَـَٔنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
Q.S Yunus [10] : 7
7. *SELALU MENUNTUN ILMU DAN MERASA KURANG AKAN ILMU*
قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
Musa berkata kepada Khidhr, "Bolehkah aku mengikutimu agar kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
Q.S Al-Kahf [18] : 66
8. *DIPUJI TIDAK SOMBONG, DIHINA TIDAK TERCELA*
لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan *mereka suka agar dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan* janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Q.S Ali 'Imran [3] : 188
9. *SEGERA BERTOBAT*
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۖ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
Q.S Al-Baqarah [2] : 37
Demikianlah *BENNAR DATANGNYA DARI ALLAH , SEANDAINYA SALAH DARI KEBODOHAN SAYA,
Salam *JIWA TENANG*
Selasa 26 Januari 2021
Pucuk Pimpinan
Majelis *NUUR ISLAMI*
DRS. DEDI HERMANTO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar