*ISLAM DAN POLITIK*
1. Pada Awwal tahun mereka tiga Hijriah, Turun ayat tentang Ramalan kemenangan bangsa Romawai :
: غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ
Telah dikalahkan bangsa Romawi,
Q.S Ar-Rum [30] :
فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ
di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
Q.S Ar-Rum [30] : 3
فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُۗ وَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ
dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
Q.S Ar-Rum [30] : 4
Allah telah memberikan pelajaran, bagaimana *PETA POLITIK GLOBAL ADI DAYA* pada masa saat itu.
2. Ummat islam adalah *UMMAT TERBAIK* mengajak *KEBAIKAN* para Ulama, mencegah *KEMUNGKARAN* Yaitu para Umara, Pemangku Kekuasaan.
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Q.S Ali 'Imran [3] : 104
3. Allah menciptakan Adam As. Sebagai Khalifah Memakmurkan Bumi yang *RAHMAT LIL 'ALAMIN*
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Q.S Al-Baqarah [2] : 30
Sedangkan bagi anak cucu adam, mengenai *PROSES PEMBENTUKAN KEPEMIMPINAN DIKEMBALIKAN KEPADA MANUSIA* Apakah Kerajaan, Republika, Demokrasi, Musyawarah mufakat, Parlementer dan sebagainya, apapun bentuk *KEPEMERINTAHAN YANG PENTING RAHMATAN LIL ALAMIN*
*ENGKAU LEBIH TAU, URUSAN DUNIAMU* hadist
4. Allah mencintai dan dekat kepada Pemimpin yang Adil.
إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ
“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)
أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ
“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad).
Sudah Selayaknya, Harus dan Wajib, Islam di Indonesia Mayoritas, *MELAHIRKAN PEMIMPIN DARI RAHIM UMMAT ISLAM, PILIHAN DARI ULAMA, KIYAI, HABAIB DAN PEMUDA ISLAM*
Bila kita salah dalam mencari Pemimpin yang Pobia takut dengan islam, tidak suka ibadah, bisa bisa tempat Ibadah ditutup, dengan berbagai alasan.
5. Sholat berjamaah, Adalah contoh dari Dari kaderisasi *KEPEMIMPINAN UMMAT ISLAM*.
رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ
”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. ).
Sholat berjamaah ada Imam ( Pemimpin).
Ada Makmum, Jama'ah ( Pengikut).
Imam mesti, Mempunyai ilmu, berakhlak, fasih bacaannya, apabila imam salah atau lupa dalam rangkaian sholat, Makmum menegurnya dengan memberikan istarat, jamaah Pria Subhanallah, Tidak sewenang-wenang diberhentikan mendadak, bila Imam sudah diperingatkan, tapi tetap melanjutkan sholatnya, pada akhir sholat ada Sujud Sahwi.
Jadi tidak ada Otoriter Absolut baik Imam maupun makmum.
6. Adzan : Pada saat Adzan ada panggilan Marilah kita Sholat, Kitapun meninggalkan segala Urusan Dunia, tetapi Pada saat Panggilan *MARILAH KITA MENCAPAI KEMENANGAN* Iya kita mesti meraih Lagi *KEMENANGAN UMMAT ISLAM DALAM KEPEMIMPINAN UMMAT YANG RAHMATLIL'ALAMIN*
7. Sedangkan *POLITIK*” berasal dari bahasa Yunani “Polis”, yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi “Polites”, yang berarti warga negara, “Politeia”: semua yang berhubungan dengan negara, “Politika”: pemerintahan negara, dan “Politikos”: kewarganegaraan.
Islam adalah *MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA, DARI TIDURNYA BANGUN TIDUR, CARA MAKAN, MASUK DAN KELUAR KAMAR MANDI, BAHKAN HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI, jadi suatu hal yang sangat mustahil, bila *AGAMA ISLAM TIDAK IKUT MENGATUR HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELOMPOK DAN BERNEGARA*
Walaupun kata istilah politik dari bahasa Yunani, Tapi *HAKEKATNYA ISLAM MENCONTOHKAN, ETIKA BERPOLITIK DARI BAGINDA ROSULULLAH, PARA KHOLIFAH SAHABAT ROSULULLAH DAN ULIL AMRI.*
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21
Demikianlah, catatan *Ringan* mudah mudahan, ada hikmah dan bermanfaat, terutama bagi yang Pobia dengan islam.
Jakarta 28 Maret 2022
*PB FORMULA*
*FORUM ULAMA & AKTIVIS ISLAM*
*Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto*
Ketum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar