Jumat, 26 Mei 2023

PENYESALAN

*PENYESALAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Percayakah Anda, bila Saya katakan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali *apakah ia orang baik atau tidak baik, akan merasakan penyesalan?* Mungkin Anda bertanya, bagaimana orang baik merasakan penyesalannya? Dan untuk hal apa ia menyesal?

Bagi mereka yang muslim, tentunya sangat hafal dengan sebuah surat pendek QS Al ‘Ashr (waktu) berikut ini:

“Demi waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al ‘Ashr: 1–3)

QS Al ‘Ashr mendiskusikan aset penting dalam hidup, yang disediakan gratis oleh Tuhan untuk dikelola. Aset tersebut dimiliki oleh setiap makhluk hidup, namun tidak semua makhluk hidup mampu mengelolanya. Aset tersebut adalah *WAKTU*.

Manusia dan jinlah yang diberikan kemampuan sebagai pengelola aset tersebut. Siapapun yang gagal mengelola aset tersebut, maka akan merasakan penyesalan. Surat Al Ashr juga menginformasikan kepada kita bahwa semua manusia akan merasakan rugi dan menyesal, bahkan orang yang telah berbuat baik sekalipun, akan menyesal, mengapa ia tidak berbuat baik lebih banyak. Hal ini setidaknya dapat kita lihat dalam sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu ‘anhu meninggal dunia, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam bertakziah ke rumah beliau. Saat itu, Istri Sya’ban ra. bertanya: “Ya Rasulullah ada sesuatu yang menjadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah.

“Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh! Aduh kenapa tidak yang baru! Aduh kenapa tidak semua!’” jawab istri Sya’ban.

Rasulullah saw. pun melantunkan ayat yang terdapat dalam QS. Qaaf: 22, “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.”

*“Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra. (dan orang yang sakaratul maut) tidak dapat disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra. melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjama’ah lima waktu*. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra. diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah.

Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat, dia berucap: *“ADUH MENGAPA TIDAK LEBIH JAUH”,*  timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra., mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra. melihat saat ia akan berangkat shalat berjama’ah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Ia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Ia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.

Ia berpikir, jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan ketika sampai di masjid ia dapat membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid, ia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban ra. pun merasa iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut, kemudian ia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat shubuh bersama-sama.

Orang itu pun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat jama’ah. Sya’ban ra. pun kemudian melihat indahnya surga, sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.

Kemudian ia berteriak lagi *“ ADUH KENAPA TIDAK YANG BARU”,* timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja dapat mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu ia akan mendapatkan surga yang lebih indah jika dia memberikan pakaian yang baru.

Berikutnya, Sya’ban ra. melihat lagi suatu adegan. Saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci, tentu mengetahui ukuran roti Arab (sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra. merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan volume yang sama rata, kemudian mereka makan bersama-sama. Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan Sya’ban ra. dengan surga yang indah. Ketika melihat itupun Sya’ban ra. berteriak lagi, *“ADUH KENAPA TIDAK SEMUANYA,*!!” Sya’ban ra. kembali menyesal. Seandainya ia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, maka pasti ia akan mendapat surga yang lebih indah. Masyaallah, *Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyesali mengapa tidak optimal*. 

Sekarang bagaimana bila Sebaliknya, *MELALAIKAN WAKTU, BAHKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI, DAN BERBUAT DOSA*

: لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
Aku bersumpah demi hari Kiamat,
Q.S Al-Qiyamah [75] : 1

: وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Q.S Al-Qiyamah [75] : 2

قَالَ عَمَّا قَلِيْلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نٰدِمِيْنَۚ
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 40

Hari kiamat merupakan yaum al-hasrah, hari penyesalan. Kaum kafir dan fasik saat itu menyesal. “Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaum al-hasrah), (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman” (QS Maryam: 39).

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Nabi SAW. bersabda:النَّدَمُ تَوْبَةٌ “Penyesalan adalah taubat”. Hadis ini diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya, Bukhari dalam Tarikhnya, Ibnu Majah dalam Sunannya, Hakim dalam al-Mustadrak, semuanya bersumber dari Ibnu Mas'ud

Beliau bersabda:
والله إنى لأستغفر الله وأتوب إليه فى اليوم أكثر من سبعين مرة
“Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, No. 6307

Semoga Allah selalu berikan *KESEHATAN dan PETUNJUK berbuat KEBAIKAN AMIN*

Jakarta, 26,Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Sabtu, 29 April 2023

BANGUN RUMAH IDAMAN

*MEMBANGUN RUMAH IDAMAN*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Setiap manusia pasti mengharapkan *RUMAH IDAMAN, MEWAH, LUAS dan INDAH*, Apa saja Kreterianya :

1. *HARUS MEMPUNYAI PONDASI YANG KUAT DAN KOKOH HINGGA DAPAT MEMBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT*

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, *AKARNYA KUAT* dan cabangnya (menjulang) ke *LANGIT*,
Q.S Ibrahim [14] : 24

Itulah *IMAN dan TAUHID* Sebagai *PONDASI* Ummat islam. 

2. *MEMPUNYAI HALAMAN LUAS SERTA KEBUN BUNGA, BUAH ANEKA WARNA DAN RASA*

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah *LUAS*. Sesungguhnya hanya orang-orang yang ber *SABAR* lah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Q.S Az-Zumar [39] : 10.

Itulah *KESABARAN MANUSIA seperti LAUTAN LUAS TAK BERTEPI dan DALAM* 

3. *BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ARSITEKTUR NILAI SENI dan KEINDAHAN, yang akan membuat KAGUM SIAPAPUN YANG MEMANDANG NYA*

اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ
Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka nilai) *AKHLAK YANG TINGGI* yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Q.S Shad [38] : 46

Itulah yang dinamakan *AKHLAK MULIA* Sehingga  *TUTUR KATA dan PERBUATAN, menjadi PANUTAN setiap MANUSIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) *RASULULLAH* itu *SURI TELADAN* yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

4. *MEMPUNYAI LAMPU LAMPU KRISTAL, BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA, yang sangat INDAH dan MAHAL*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu *CAHAYA YANG TERANG BENDERANG (AL-QUR'AN)*.
Q.S An-Nisa' [4] : 174

Itulah *KITAB SUCI AL-QURAN yang akan menerangi HATI JIWA MANUSIA* 

Bila rumah besar dan mewah tidak ada lampu penerangan, *DIPASTIKAN SYETAN DAN JIN AKAN MENJADI PENGHUNINYA*

Begitu pulalah Jiwa hati manusia, bila tidak ada *PENERANGAN BACAAN AL-QURAN YANG DIHAFAL, DIFAHAMKAN, DIHAYATI DAN DI AMALKAN* , Maka jiwa kita akan dimasuki dan dirasuki Syetan dan Jin. karena jiwa kita *GELAP GULITA*

5. *MEMPUNYAI KENDARAAN MEWAH, INDAH DAN MAHAL*

Tidaklah lengkap bila rumah mewah *TAPI TIDAK PUNYA KENDARAAN MEWAH*

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, *BERAMAL SALEH* , kemudian tetap di *JALAN YANG BENAR*.
Q.S Tha Ha [20] : 82.

Itulah *KENDARAAN ORANG SALEH, SELALU DIJALAN YANG BENAR, TIDAK MAU MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS DI JALAN*

6. *MEMPUNYAI MESIN ALAT PEMBERSIH dan PERAWATAN RUMAH, DARI DEBU, KOTORAN DAN KARAT*

Sebagus, semewah dan seindah-indahnya rumah, bila *TIDAK DIRAWAT dan DIBERSIHKAN* Rumah akan nampak terlihat, *KUMUH, KOTOR DAN BAU DIMANA MANA* Sehingga kesan rumah mewah dan mahal hilang. 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
*,"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang *MENYUCIKAN DIRI*
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? *Sebenarnya Allah MEMBERSIHKAN siapa yang dikehendaki-Nya* dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

Itulah manusia yang selalu *MEMBERSIHKAN DIRI, MOHON AMPUN PADA ALLAH DAN BERTOBAT*

"Setiap anak Adam Berdosa, dan sebaik baiknya orang berdosa ialah, bertaubat". hadis. 

Karena Allah ingin kita manusia kembali pada Allah, dalam keadaan *HATI YANG BERSIH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih*."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Demikianlah Perumpamaan ini, mudah mudahan bisa kita ambil Hikmahnya, Amin ya Robbal alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, 

WA alaikum salam. 

Jakarta, 29 April 2023.

PB. FORMULA


*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 19 April 2023

GELAS IDUL FITRI

*🍵GELAS IDUL FITRI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji dan puja hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah Kepada Baginda Muhammad SAW. 

Sebagaimana diketahui, idul fitri terdiri dari dua kata, yakni id dan al-fithri. Kata yang pertama, id, dapat diartikan kembali, *sedangkan al-fithri memiliki arti kesucian, yang terkandung didalam KESUCIAN ADA, KEBENARAN, KEBAIKAN DAN KEINDAHAN* Sebagai bentuk kembali kepada kesucian. 

Karena setiap manusia terlahir *SUCI* bersih tanpa dosa dan Noda, dan tidak ada dosa warisan, tidak ada anak Haram walau terlahir dari orang tua penzina. 

Berikut haditsnya yang diceritakan Abu Hurairah RA:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
Artinya: "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai perumpamaan, jadi anak itu seperti *GELAS* 🍵. 

Misal kita ada acara pesta hajatan, kekurangan Gelas, maka kita akan meminjam kepada tetangga Gelas, dan *KEMBALINYA GELAS TERSEBUT 3 KONDISI*:

1. *KONDISI PERTAMA.*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan sudah kita bersihkan, tidak kotor. Itulah *KEMBALINYA ORANG YANG SHOLEH DAN BERIMAN PADA ALLAH*
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang *BERIMAN* dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 25

2. *KONDISI KEDUA*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan *TIDAK BERSIH dan KOTOR* 
Itulah *KEMBALINYA ORANG ORANG YANG PENUH DOSA DAN MAKSIAT*
Mereka akan *DICUCI BERSIH DALAM NERAKA, KEMUDIAN DIMASUKKAN KEMBALI KEDALAM SURGA* Lama pencucian dalam NERAKA tergantung seberapa besar *NODA DAN MAKSIAT*
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang *BERDOSA* tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

3. *KONDISI KE TIGA*
Gelas kembali kepada *PEMILIK GELAS* dalam keadaan *RETAK BAHKAN PECAH* 
Mereka inilah yang *KEMBALI KEPADA ALLAH* dalam keadaan *MUSRIK DAN KAFIR* ini gelas akan masuk *BAK SAMPAH NERAKA SELAMANYA, TIDAK AKAN MASUK SURGA* Karena tidak mungkin bisa di bersih kan lagi, sudah *PECAH HANCUR BERANTAKAN* Tidak mungkin kembali ditaruh di Lemari Surga. 
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
*Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK*, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Q.S An-Nisa' [4] : 48.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan puasa 1444 / 2023, dan kembali bersih baik lahir maupun bathin, Amin. 

Jakarta, 19 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 12 April 2023

DOA TIDAK DITERIMA

*DOA TIDAK AKAN PERNAH DIKABULKAN*

Doa sebagai permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Allah. artinya adalah mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Allah adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, harapan, dan permintaan.

Dan bahkan bila kita tidak berdoa Allah akan marah, seolah kita tidak membutuhkan Allah, 
sebagaimana sabda Rasulullah saw:
((من لم يسأل الله يغضب عليه)) (رواه أحمد والترمذي وحسنه الألباني)
“ Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya” ( HR: Ahmad, Tirmizi, dihasankan Al-Albani).

Selagi kita masih hidup di Dunia ini, Allah pasti mengabulkan doa kita. Bukan masalah *cepat atau lambat* nya, tapi *Allah mengabulkan pada saat situasi TEPAT*
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. *Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku*, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186.

Tetapi apabila kita sudah Meninggal dunia Di Akhirat nanti, apalagi di dalam neraka, tapi karena siksaan yang sangat berat sekali, mereka *TERUS MENERUS BERDOA, AGAR DIKELUARKAN DALAM NERAKA, UNTUK IBADAH, TAPI SEMUA ITU SIA SIA BELAKA*😭.
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan *mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Mereka ahli neraka Mengadu dan minta *PERTANGGUNG JAWABAN IBLIS* maka IBLIS pun menyambutnya dengan *CERAMA PIDATO DI NERAKA*
وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Dan berkatalah syaitan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, *"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar*, dan *aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya*. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) *aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,* oleh sebab itu *janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri*. *Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.* Sesungguhnya *aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu*." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Q.S Ibrahim [14] : 22

Iblis cuci tangan, karena tidak mau disalahkan, karena ia *HANYA MENGAJAK TIDAK MEMAKSA* toh yang beli minuman keras uang kita, yang minum juga kita sendiri. 

Ahli neraka pun, Menemui malaikat penjaga neraka, kali kali bisa bantu atau di suap, bisa Bebas😇🤭😟. 
قَالُوْٓا اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنٰتِۗ قَالُوْا بَلٰىۗ قَالُوْا فَادْعُوْاۚ وَمَا دُعٰۤؤُا الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang." *Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu." Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah SIA SIA belaka.*
Q.S Ghafir [40] : 50.

Dan terpaksa ahli neraka Menemui Allah, kali aja dapa Grasi, Amnesty atau pengampunan dari Allah, 
رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْن
Allah berfirman, " *Tinggallah dengan HINA di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.*"
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108.

Pupus sudah, *SIA SIA DOA KITA SUDAH TIDAK BERLAKU DI NERAKA*

Merekapun Ahli neraka melihat kesenangan *MELIMPAH RUAH, GEMBIRA DAN SUKACITA PENGHUNI SURGA* Merekapu mohon meminta makan minuman dari Ahli Surga, 
وَنَادٰٓى اَصْحٰبُ النَّارِ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ اَنْ اَفِيْضُوْا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاۤءِ اَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۗ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكٰفِرِيْنَۙ
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab, " *Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,*
Q.S Al-A'raf [7] : 50

Jadi selagi kita di Dunia ini, berdoalah pada Allah, doa adalah inti dari ibadah kita pada Allah, semoga Allah mengabulkan doa kita, dan terhindar dari siksa api neraka. Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri. 

Rabu 12 April 2023) 1444

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Kamis, 06 April 2023

MENGHIDUPKAN YANG MATI

*MENGHIDUPKAN ORANG MATI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji bagi Allah, Sholawat dan salam tercurah kepada Muhammad SAW. 

Menghidupkan yang mati, kenapa tidak, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah, sebagaimana dalam al-quran, Allah berfirman :
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan *aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah*; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 49.

Kenapa adanya kematian, *Ya karena masih adanya keberlangsungan kehidupan setelah kita.*

Rasulullah saw.  bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang *panjang umurnya dan baik amalnya* dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang *panjang umurnya dan jelek amalnya*.” (HR Ahmad dan Tirmidzi No. 2330 Abdullah bin Busr r.a.). 

Jadi sangat jelas, masalah kematian adalah *MASALAH KWALITAS HIDUP KITA*.

*Hidup HARUS, Mati WAJIB*

Masalah kematian adalah *Bukanya masalah panjang atau pendeknya umur manusia,* Sedangka umur Hidup manusia ada beberapa Jenis :

1. *UMUR BIOLOGIS*
Usia biologis dikenal juga dengan sebutan usia fisiologis atau fungsional. Usia biologis atau body age adalah ukuran seberapa baik atau buruk fungsi tubuh dibandingkan usia kronologis.

Apabila Tubuh ini tidak dirawat tidak diberikan masukan makan minum, yang bermanfaat, maka akan mempercepat kematian sel tubuh. 

Atau secara Umur Kronologis mungkin saja umurnya sudah diatas 50 tahun, tetapi secara Biologis tubuh nya masih keliatan sangat muda, atau dibawah 50 Tahun. 

2. *UMUR KRONOLOGIS*
Usia kronologis dapat diketahui dari tanggal seseorang terlahir ke dunia. Usia tersebut bisa lebih spesifik bila diukur dari hari, minggu, bulan, dan tahun sekaligus.

Biasanya Umur Kronologis lah yang selalu di Ulang Tahunin.

3. *UMUR MENTAL*
Umur mental adalah ukuran pencapaian individu berdasarkan kemampuannya saat ini dibandingkan dengan kelompok usia tertentu. Singkatnya, usia mental adalah usia yang memperlihatkan pencapaian kita dibandingkan pada kemampuan pada suatu kelompok usia.atau dia sudah Sukses di usia muda. 

4. *UMUR EMOSIONAL*
Umur Emosional  adalah kemampuan seseorang untuk sepenuhnya mengelola dan mengekspresikan emosi baik positif maupun negatif. Dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dengan baik. Tidak cepat tersinggung dan marah. 

5. *UMUR AMAL SHOLEH atau AMAL SALAH*
Inilah umur walaupun seseorang tersebut sudah tiada, tapi Amal baik atau buruknya selalu di ingat orang, seolah masih hidup. 

عَلَيْهِ السَّلَامُ: {إذَا مَاتَ ابْنَ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ} يَدْعُوْ لَهُ.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya,” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

6. *UMUR SPIRITUAL KEIMANAN*
Yaitu *UMUR DIMANA KITA MULAI MENDEKATI ALLAH, DENGAN IBADAH, DZIKIR SERTA PENUH KECINTAAN*

Jadi Umur, Biologis, Kronologis, Mental, Emosional, itu semuanya akan mati, berhenti dan hilang, pada saat berpisah nya *RUH dan TUBUH MANUSIA* 

Tetapi *UMUR AMAL SHOLEH dan UMUR SPRITUAL LAH, YANG TERUS BERLANJUT MENEMANI RUH MANUSIA, KE ALAM AKHIRAT*.

Walaupun kita bukan *NABI ISA, YANG MEMBANGKITKAN ORANG MATI, HINGGA TUBUH MANUSIA HIDUP KEMBALI*, tetapi *INSYAALLAH KITA BISA MENGHIDUPKAN RUHANI IMAN UMMAT ISLAM YANG MATI, SEBELUM MATI SECARA BIOLOGIS*

Dahulu ULAMA, KIYAI dan USTADZ *TERJAGA* tetapi UMMAT ISLAMNYA *TERTIDUR* TERLENA BERGELIMANG HARTA dan JABATAN, *" JADI DENGAN MUDAH ULAMA MEMBANGUNKAN UMATNYA YANG TIDUR MABUK DUNIA"*

Sedangkan jaman sekarang ULAMANYA TERTIDUR, sedangkan UMMAT ISLAM IMANNYA MATI, *"APAKAH MUNGKIN ORANG TIDUR BANGUNKAN ORANG MATI*

Jadi *"TUGAS KITA ADALAH MENGHIDUPKAN KEMBALI, JIWA RUHANI HATI MANUSIA YANG MATI IMANYA "*

كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Demikianlah Allah mengunci *MATI HATI*  orang-orang yang tidak (mau) memahami.
Q.S Ar-Rum [30] : 59

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci *MATI HATI* dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Q.S Al-Baqarah [2] : 7
خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: “Yang menjadikan *MATI* dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS Al-Mulk: 2)

Untuk kita bisa dapat "MENGHIDUPKAN DAN MEMBANGKITKAN RUH KEMATIAN HATI IMAN, UMMAT ISLAM, SYARAT NYA CUMAN SATU" : *"KITA TIDAK MINTA UPAH, KEPADA UMMAT ISLAM"*.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, *yaitu Kitab dan MENJUALNYA dengan HARGA UPAH yang sedikit (MURAH),* mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Q.S Al-Baqarah [2] : 174

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
Ataukah kamu *MEMINTA IMBALAN UPAH*  kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
Q.S Ath-Thur [52] : 40

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku *TIDAK MEMINTA IMBALAN UPAH*  sedikit pun kepadamu atas *DAKWAHKU* dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Q.S Shad [38] : 86

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 162
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 163
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA IMBALAN (amplof)* kepadamu atas ajakan itu; imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 164

Subhanallah dan banyak lagi Firman Allah yang serupa ayat diatas, Jadi kita jadi Da'I, Mubaligh dan Penceramah, bukanlah *PROFESI YANG HARUS ADA HARGANYA* Bila kita sudah *DIHARGAI MANUSIA, ALLAH SUDAH TIDAK MENILAI DENGA MENGHARGAI KITA LAGI DENGAN JANJINYA* 

Tetapi bila manusia bingung Menghargai kita kira diberi upah berapa dalam berdakwah, *YAKINLAH ALLAH AKAN YANG MEMBAYARNYA DENGAN REJEKI YG TIDAK BERPINTU, DATANG DARIMANA SAJA*

Disekeliling kita maaf, walaupun tidak semuanya, kita ummat islam, *SUDAH KEHILANGAN FIGUR, TELADAN dan PANUTAN dari UMMAT ISLAM, baik itu berupa ORMAS ISLAM atau PARTAI ISLAM* 

Mereka sudah merasa masuk *ZONA NYAMAN dan AMAN* Bahkan sudah dimangsa oleh *PREDATOR OLIGARKI EKONOMI dan POLITIK*.

Sudah saatnya Saya, dan ummat islam, *BANGKIT DAN HIDUPKAN LAGI HATI NURANI YANG MATI SETELAH REFORMASI, INDONESIA TIDAK SEDANG BAIK BAIK SAJA*

Karena sesungguhnya Allah, hanya melihat hati dan amal perbuatan kita, bukan bentuk tubuh, harta, jabatan maupun anak keturunan kita. 

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim].

Anggaplah kita di dunia ini berjalan dimuka bumi seperti *MANUSIA YANG SUDAH MATI, SEBELUM MATI SUNGGUHNYA*

عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْعَابِر سَبِيْلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ}

Dari Ibnu ‘Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau *berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur,*” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dan sangat salah dari Alfaqir pemulung ilmu. 

Semoga ada manfaatnya, Amin ya robbal 'alamin 🙏😍

Jakarta, 06 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 28 Maret 2023

INFORMASI KOMUNIKASI

*INFORMASI & KOMUNIKASI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Segala puji bagi Allah, Sholawat serta Salam, tercurah Pada manusia Agung, Muhammad Saw. 

"Siapa yang menguasai dunia informasi, Dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia," demikian pepatah ini begitu mashyur kita dengar, pepatah yang melukiskan akan besarnya kuasa media informasi.

Tanpa terasa kita sudah terjajah dan dikuasai oleh tehnologi informasi dan komunikasi.

Jadi terjadinya *KOMUNIKASI* adalah karena adanya Ide, gagasan dan pesan *INFORMASI* Yang akan disampaikan, maka akan terjadilah *AKSI dan REAKSI* atau terjalin *INTERAKSI* atau *HUBUNGAN YANG DEKAT DAN BAIK, BAHKAN SALING MENGASIHI DAN MENCINTAI*

Tapi Ada Komunikasi, tapi tidak terjadi Informasi yang interaktif, Walau ada Aksi tapi tidak ada Reaksi, Contohnya : *Kita berbicara dengan orang Mati.*

Dan *ALLAH TIDAK ADA YANG TAU DAN TIDAK DIKENAL* Siapa Manusia atau mahluk yang Tau dan mengenal Allah, *TIDAK ADA SATUPUN*.

Tetapi *ALLAH INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI, MAKANYA ALLAH CIPTAKAN MAHLUK*

Maka ALLAH pun, memberikan *INFORMASI, KESAKSIAN BAHKAN KOMITMEN* Kepada manusia, :

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah *mengambil kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
*Sesungguhnya Aku ini adalah Allah*, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرِفَ فَخَلَقْتُ خَلْقًا فَبِي عَرَفَوْنِيْ
“Aku adalah simpanan yang tersembunyi, *kemudian Aku ingin diri-Ku dikenal, maka aku ciptakan makhluk, yang dengannnya Aku dikenal”.*

Subhanallah, MAHA SUCI ALLAH, Allah Mengumumkan dengan *GAMBLANG, JELAS , TEGAS, DAN DAPAT DIPAHAMI DENGAN BAIK, SETIAP MAHLUK YANG BERAKAL, BAHWA ALLAH SANGAT SENANG BISA BERKOMUNIKASI, BERINTERAKSI DENGAN MAHLUK NYA, YANG BERNAMA MANUSIA,*

Tapi *KENYATAANNYA, MANUSIA, LALAI, MENGHINDAR, BAHKAN SOMBONG DAN ANGKUH, TIDAK MAU MENDENGAR PANGGILAN ADZAN, UNTUK BERJUMPA DENGANNYA.*

Sementara, *TIDAK SEDIKIT MANUSIA CARI MUKA, PENJILAT, RELA JADI BUDAK ATASANNYA, DAN SANGAT SENANG DAN BANGGA DIPANGGIL OLEH, BOS, PEJABAT, GUBERNUR, MENTERI, BAHKAN PRESIDEN.*

Padahal *SIAPAPUN PEJABAT DAN PRESIDEN NYA, ALLAH LAH YANG MEMBERIKAN DIA HIDUP DAN KEHIDUPAN NYA.

Dan Allah *MEMILIH PARA NABI dan ROSUL, untuk KOMUNIKASI memberikan INFORMASI PERINTAH DAN LARANGAN*

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) adalah *seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.*
Q.S An-Najm [53] : 56

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, *"Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

Setelah *PARA NABI dan ROSUL KEMBALI PADA ALLAH*, Selanjutnya  untuk *BERKOMUNIKASI dan MEMBERIKAN INFORMASI, Allah memilih PARA WALINYA DIMUKA BUMI INI, YAITU MEREKA SELALU MEMBERSIHKAN HATINYA, DENGAN SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH, SIANG DAN MALAM*.

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya *wali-wali Allah* itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28

Dan siapapun Bisa dapat *INFORMASI dari Allah, dan BERKOMUNIKASI serta INTERAKTIF, asal HATI KITA BERSIH DARI MAHLUK, YANG ADA HANYA LAH ALLAH SWT.*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

*HATI* adalah Istana kerajaan, tidak mungkin dipimpin oleh *DUA RAJA*, apabila Ada *NAFSU, DUNIA dan SYETAN, TIDAK MUNGKIN ALLAH HADIR PADA DIRI KITA* 

Bila Allah Hadir pada  Jiwa manusia, masuk kedalam Hati yang paling dalam, Maka bergetar lah Hati kita, dan diri pun Tiada. 

Semoga Allah membersihkan Hati kita, dari *MENUHANKAN HAWA NAFSU*.

Benar Dari Allah, salah dari Alfaqir, Selamat *BERINTERAKSI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH, MELALUI QOLBUN SALIM, HATI YANG BERSIH, AMIN*

Selasa, 28 Maret 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Minggu, 26 Maret 2023

PUASA RAMADHAN

*PUASA RAMADHAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Puji hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah pada Baginda Agung Muhammad SAW.

Manusia itu terlahir fitrah, suci dan bersih. 

Dan manusia adalah mahluk *BAIK*.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang *sebaik-baiknya.*
Q.S At-Tin [95] : 4

Dan manusia juga Mahluk yang *SEMPURNA*

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu *(Dengan Sempurna)*, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Q.S Al-A'raf [7] : 11

Dan Allah pun *MEMULIAKAN MANUSIA*
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ ,,
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, 
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi dikarenakan *HAWA NAFSU* Banyak manusia yang tersesat berbuat dosa dan maksiat. 
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Apalagi Iblis pun mengancam, menghalangi dan menyesatkan manusia, sesuai janjinya :
قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan *(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,*
Q.S Al-A'raf [7] : 16

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan). 

Karena dorongan Hawa nafsu untuk melakukan dosa dan maksiat, maka Manusia Menjadi *ANGKUH, SOMBONG dan PENENTANG ALLAH* Tidak mau menuruti perintah Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami *menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata*!
Q.S Ya Sin [36] : 77

Tapi dengan *RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, ALLAH PUN MENERIMA TOBAT DAN KESALAHAN MANUSIA, APABILA MAU BERTOBAT*
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

Tetapi bila *TIDAK BERTOBAT JUGA MAKA AKAN KEKAL DALAM NERAKA, DOA AMAL SHOLEH TIDAK AKAN DITERIMA*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37.

Nah selagi kita masih hidup didunia, sebesar apapun, kesalahan, dosa dan Maksiat, Pasti Allah mengampunkannya, Walaupun dosanya seluas langit dan bumi, *TAPI RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, LEBIH LUAS LAGI*.

Maka dari itu, 11 Bulan, Noda dan dosa kesalahan kita, Allah hapus, Lebur, dan diampuni, selama *BULAN RAMADHAN* Bulan penuh *RAHMAT*, *AMPUNAN* dan *TERHINDAR DARI SIKSA API NERAKA*

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab, *maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu*,” (HR Bukhari).

Tapi *MAAF* Tidak semua orang Islam, yang *ALLAH UNDANG UNTUK HADIR DI BULAN RAMADHAN, UNTUK PEMBERSIHAN DAN PENGAMPUNAN DOSA, HANYA UNTUK ORANG ISLAM YANG BERIMAN PADA ALLAH, YANG DIWAJIBKAN BERPUASA* sebagaimana Firman-Nya :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183.

Sangat beruntunglah, Orang Islam dan beriman pada Allah, bertemu bulan Ramadhan, untuk menjalankan *IBADAH PUASA, TERAWEH, TADARUS DAN IBADAH LAINNYA*.

Apalagi ada *BIG BONUS PAHALA* Pada saat Malam Lailatul qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Semoga Allah Mudahkan dan ringankan, *IBADAH PUASA ROMADHON, HINGGA AKHIR* Dengan penuh cinta, kasih, ketenangan dan penuh kepuasan *RIDHO dari ALLAH* amin yaa Robbal 'Alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang kurang dari ilmu. 

27 Maret 2023

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 21 Maret 2023

MARHABAN YA RAMADHAN

*SURAT UNDANGAN*
22, MARET 2023 H /1444 H
Jenis Surat : *SANGAT PENTING*
Perihal : *DIKLAT TAQWA*

Assalamu'alaikum Wr.

1. Undangan bagi Ummat Islam, : *KHUSUSNYA BAGI YANG SUDAH BERIMAN, UNTUK MENGHADIRI PENDIDIKAN & LATIHAN KENAIKAN  IMAN MENJADI TAQWA,*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu *BERTAQWA* ,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183

2  Waktu : *SATU BULAN PENUH SELAMA BULAN RAMADHAN*

Pelatihan dibagi 3 Tahap selama sebulan. Setiap Tahap dilalui selama 10 Hari. 

Tahap *PERTAMA* : Akan mendapatkan gelar *RAHMAH*

Tahap *KEDUA* : Gelar *MAGHFIRAH*

Tahap *KETIGA* : Gelar *IDKUM MINAN NAR*

3  Bagi para peserta *Diwajibkan berpusa sebulan penuh, dan pada malam harinya disunahkan, Sholat Taraweh, Baca Al-quran, Dzikir dan ibadah sunah lainnya.*

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

4. *HADIAH dan BONUS*: Hadiah dan bonus akan didapatkan pada *TAHAPAN KE 3, SEPULUH MALAM TERAKHIR* Yaitu *MALAM LAILATUL QADAR*
*BONUS PAHALA IBADAH 1000 BULAN*

التمِسوها في العشرِ الأواخرِ من رمضانَ، ليلةَ القدرِ، في تاسِعةٍ تَبقى، في سابِعةٍ تَبقى، في خامِسةٍ تَبقى
Artinya: *“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan*, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa” (HR. Bukhari)

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.
Q.S Al-Qadr [97] : 1

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Bagi Ummat Islam, yang belom ada imanya, kami sebagai Panitia Pelaksana belum bisa Mengikut sertakan, Demikian *MOHON DIMAKLUMI*

Pendaftaran di mulai awal Ramadhan *BIASANYA AWAL PENDAFTARAN PENUH DAN MEMBLUDAK DILOKET, MUSHOLA DAN MESJID TERDEKAT*😁🙏Dan tidak dikenakan Biaya. 

Semoga undangan dan pemberitahuan ini ada manfaat nya, Amin. 

Mohon Maaf lahir batin. 

Jakarta, 21 Maret 2023.

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Minggu, 12 Maret 2023

HAWA, NAFSU dan SYAHWAT

*HAWA, NAFSU dan SYAHWAT*

Assalamu'alaikum, Wr, Wb. 

Puji hanya Bagi Allah, Sholawat serta salam kepada Muhammad SAW. 

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:

*HAWA* (الهوى): sangat *KEINGINAN*

*NAFSU* (النفس): *DORONGAN ENERGI* dari diri seseorang. 

*SYAHWAT* (الشهوة): 
*KENIKMATAN, KENYAMANAN dan KETENANGAN*

Jadi *HAWA* atau Keiinginan manusia Lahir itu tidak lepas dari adanya : *PERMINTAAN KEBUTUHAN POKOK DASAR DARI MANUSIA*  Berupa : 
1. *MAKAN dan MINUM*
2.*KELANGSUNGAN KETURUNAN*
3. *MENGENAI ALLAH*

Tapi Manusia pada umumnya *LEBIH CENDERUNG UNTUK MEMENUHI KEINGINAN KEBUTUHAN BIOLOGIS daripada TAAT IBADAH MENGENAI ALLAH.*

Dari *KEBUTUHAN* maka tumbuhlah Hasrat *KEINGINAN* lalu muncullah Energi Dorongan *NAFSU*.

Maka pada saat *KEINGINAN DORONGAN NAFSU SANGAT KUAT, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA, maka disinilah muncul*, *AKAL* untuk  *MENGKONDISIKAN dan MEWUJUDKAN NYA*. 

Lalu *AKAL* Tinggal memerintahkan Pasukannya berupa *PANCAINDERA* untuk *MENGEKSEKUSI, SESUAI SITUASI DAN KONDISI* agar tercapainya Tujuan berupa *" SYAHWAT (KESENANGAN, KEPUASAN, KETENANGAN DAN KENYAMANAN )*. 

Jadi *SYAHWAT* itu lebih cenderung *KESENANGAN dan KEPUASAN yang SESAAT, FATAMORGANA, MENIPU dan NEGATIF*.

Sedangkan *KESENANGAN dan KEPUASAN yang POSITIF, disebut : HIMMAH*.

*HIMMAH* merupakan lawan kata dari *SYAHWAT,* yang juga memiliki arti keinginan. Namun bila syahwat merupakan keinginan yang rendah, maka *HIMMAH* = adalah keinginan yang tinggi, keinginan Untuk *TAAT menuju MAKRIFATULLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

Jadi *TARGET dari HAWA NAFSU* ada *DUA* yaitu :

1. *SYAHWAT, : KEINGINAN DORONGAN HAWA NAFSU yang SANGAT KUAT, BERLEBIHAN dan TIDAK TERKENDALI, CENDERUNG MAKSIAT*.

Agar *HAWA NAFSU* Dalam *PERGERAKANYA DAPAT DIKENDALIKAN, DIATUR, TIDAK SEMAUNYA, MAKA DIPERLUKAN IMAN (SEBAGAI REM, TIDAK HANYA TERUS MENGGAS TERUS)*

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan *MENAHAN* diri dari *KEINGINAN  HAWA NAFSUNYA*

Q.S An-Nazi'at [79] : 40

2. *HIMMAH* Yaitu *KEINGINAN HAWA NAFSU, YANG SUDAH TERKENDALI, TENANG, DAMAI,UNTUK TAAT PADA ALLAH, YAITU NAFSU YANG TELAH ALLAH RAHMATI.*

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, *KECUALI NAFSU YANG DIBERI RAHMAT OLEH TUHANKU.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

*HAWA NAFSU yang penuh KETENANGAN, KETENTRAMAN, KEPUASAN dan KEDAMAIAN, tidak pernah merasakan *KETAKUTAN dan KESEDIHAN* apapun situasi dan kondisi, *ANUGERAH atau MUSIBAH*

Jadi *HAWA NAFSU* Seperti Musuh dalam Selimut, dan menjadi   *MUSUH BESAR MANUSIA* Karena ada padi diri manusia, sedangkan *DUNIA dan SYETAN* berada diluar diri manusia. 

Rosulullah Sholullahi ‘alaihi wasallam sepulang dari salah satu peperangan:   قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا الْجِهَادُ الْأَكْبَرُ؟ قَالَ: مُجَاهَدَةُ الْعَبْدِ هَوَاهُ   Artinya, “Kalian baru saja pulang dengan baik dari jihad kecil menuju jihad besar.” Pada sahabat bertanya, “Apa itu jihad besar?” Beliau menjawab, *“SEORANG HAMBA MEMERANGI HAWA NAFSUNYA"* (HR. al-Baihaqi).

Mudah mudah Allah, memberikan *PETUNJUK dan MENUNDUKKAN Hawa Nafsu, menjadi *NAFSU yang MUTHMA'NNAH, NAFSU YANG PENUH KETENANGAN DAN PERDAMAIAN, AMIN*.

Kesimpulannya :
1. Mau makan = *KEBUTUHAN*

2. Makan dimana = *KEINGINAN*

3. Siapa lagi yang mesti kumakan = *SYAHWAT*

*( ITULAH PARA KORUPTOR, TIDAK PERNAH PUAS, SUDAH PUNYA JABATAN, GAJI BESAR, FASILITAS BANYAK TETAP KORUPSI)*

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang Allah TUTUPI KESALAHAN, AMIN. 

Jakarta, Minggu 12 Maret 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Minggu, 05 Maret 2023

TELUR AYAM

*TELUR AYAM*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Akan terjadi perdebatan panjang, Ayam dahulu apa telur dahulu, tentu yang dahulu tergantung apa yang dahulu kita ucapkan, (😁🙏). 

Setiap telur ada *ISI TELUR* dan *CANGKANG TELUR*.

Telur Ayam akan menetas menjadi *AYAM* apabila *CANGKANG PELAPIS TELUR AYAM TERSEBUT PECAH DARI DALAM PADA WAKTUNYA* atau *DIBANTU OLEH PETERNAK TELUR, DENGAN DIPECAHKAN DARI LUAR*.

Bila telur sudah saatnya menetas tapi *TIDAK PECAH JUGA, KEMUNGKINAN BESAR INI TELUR TIDAK BAIK BAHKAN AKAN JADI BUSUK*.

Ini adalah *GAMBARAN HAKIKAT MANUSIA*

Hakikatnya *MANUSIA TERLAHIR KEDUNIA BARU SEBAGAI TELUR, BELUM MENETAS , MASIH TERTUTUP OLEH CANGKANG LAPISAN, DUNIA DAN NAFSU* bila manusia tidak bisa *MEMECAHKAN CANGKANG DUNIA dan NAFSU, DIPASTIKAN AKAN MENJADI MANUSIA BUSUK, BAU MAKSIAT, DAN TIDAK BERGUNA*

Cangkang *PELAPIS DUNIA dan NAFSU dapat PECAH DAN HANCUR, bila di PECAHKAN dari dalam diri manusia, DIPECAHKAN OLEH PEMILIKNYA yaitu ALLAH,*

Dan bisa juga Pelapis Cangkang *DUNIA dan NAFSU DIPECAHKAN DARI LUAR, yaitu DIPECAHKAN OLEH PARA NABI dan ROSUL SERTA PEWARISNYA para WALI ALLAH*

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari Belenggu kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan ( Membelenggu ) kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " *Dunia itu penjara seorang mukmin dan surga bagi orang kafir*". (HR Muslim No 2956).

Untuk itu saudaraku, *SAMPAI KAPAN KITA DI DUNIA TETAP TERBELENGGU, TERTUTUP, DAN TERPENJARA OLEH DUNIA DAN HAWA NAFSU.*

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Q.S Al-Baqarah [2] : 7

Semoga Allah bukakan keluar dari *PINTU PENJARA DUNIA, DENGAN KUNCI HIDAYAH DAN TAUFIQNYA*

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Q.S Al-Qashash [28] : 56.

Semoga Allah, Membuka *PINTU TAUFIQNYA, DENGAN DIRINGANKAN MENUNTUT ILMU DAN AMAL SHOLEH, AMIN YA ROBBAL ALAMIN*

Jakarta, 5 Maret 2023.

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Jumat, 24 Februari 2023

SURAT UNDANGAN

*SURAT UNDANGAN*

Assalamu'alaikum wr wb. 

Apa yang kita Pikirkan dan Rasakan, bila kita mendapatkan surat undangan, dan ada beberapa kondisi dalam mensikapi undangan tersebut :

1. Kita tidak mengenalnya. 

2. Kita mengenalnya, tapi kurang dekat. 

3. Kita mengenal, Dekat, tapi merasa tidak begitu penting, untuk hadir ketemu. 

4. Kita *MENGENAI, DEKAT, DAN SANGAT PENTING untuk menghadiri* 

Pada saat menerima undangan tersebut. Karena yang mengundang kita, *ATASAN, BOS, PEJABAT BAHKAN MUNGKIN RAJA ATAU PRESIDEN*.

Kemungkinan besar kita akan menghadiri undangan kondisi yang ke empat, karena kita dapat undangan dari *PRESIDEN*.

Tapi justru *ANEH BIN AJAIB* kita *DI UNDANG SAMA ALLAH, UNTUK HADIR BERTEMU NYA DALAM SHOLAT*, Kita kurang respon, mengacuhkan, masa bodoh, bahkan menolak dapat undangan untuk *TIDAK MENGHADIRI*.

Yang kita tau *SEOLAH KITA YANG NOLAK, TIDAK MAU HADIR, PADAHAL ALLAH YANG TIDAK MAU KITA, HADIR UNTUK KETEMU*

Jadi Sholat itu adalah *KITA MENDAPATKAN HADIAH LANGSUNG DARI ALLAH, DAN TIDAK BISA DIWAKILKAN, KARENA ALLAH CINTA SAMA HAMBANYA*

Jadi sangat *BERUNTUNG, SELAMAT DAN SUKSES, BAGI YANG SELALU MENDAPATKAN UNDANGAN PANGGILAN SHOLAT*

*MARILAH SHOLAT DAN MARILAH DAPAT KEBERUNTUNGAN*

رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Q.S Ibrahim [14] : 40

: رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَاب
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat)."
Q.S Ibrahim [14] : 41

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

Selamat dan sukses, bagi seorang muslim, selalu *ALLAH UNDANG UNTUK HADIR, SELALU BERTEMU, SEHARI LIMA WAKTU*

Semoga ada Manfaatnya, Amin

Jakarta, 24 Februari 2023.

PB FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Kamis, 09 Februari 2023

SYUKUR

*SYUKUR*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Istilah syukur berasal dari bahasa Arab yaitu syakaro- yaskuru- syukron yang artinya syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. berarti ungkapan rasa terimakasih kepada Allah swt kerena telah di berikan sebuah kenikmatan. 

Dalam Kehidupan manusia tidak lepas dari, Ujian, cobaan, dan dari berbagai macam *MASALAH* , Semua ini berawal dari Kekecewaan, harapan atau keinginan manusia yang *TIDAK TERWUJUD, SESUAI HARAPAN*. jika dibiarkan terus menerus menjadi *PENYAKIT HATI* , sering mengeluh, sensitif, cepat tersinggung, gampang marah, sehingga akan *MENGGANGGU KESEHATAN JIWA DAN PIKIRAN* dan menjadi Kufur Nikmat. 

Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah l. Semisal Qarun yang berkata, “Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (Q.S. al-Qashash [28]: 78).

Syukur adalah *MENAMPAKKAN NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan, dengan *BERIBADAH dan BERAMAL* Sesuai keinginan Allah. 

Dan kebalikannya Kufur nikmat atau Kikir, *JUSTRU MENUTUPI NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan. Hidupnya dari kecil, dewasa, Tua bahkan menjelang mati, *SELALU MENGELUH, SEOLAH OLAH, ALLAH TIDAK BERI NIKMAT DAN KESENANGAN*

Syukur itu kita dapat merasakan 3 Kelezatan :

1. *KELEZATAN JASMANI* :
Kelezatan Jasmani, bukanya Makan apa, tapi *HARI INI KITA MAKAN DIMANA YANG ENAK DAN LEZAT*, Tapi *JANGAN SIAPA LAGI YANG KITA MAKAN*

2. *KELEZATAN NAFSANI* :
Yaitu Kelezatan Hawa Nafsu Duniawi, Harta, Tahta, wanita. ini semua Kelezatan *YANG TIDAK AKAN PERNAH PUAS, SELAGI MASIH MAKAN NASI, KECUALI SUDAH MAKAN TANAH* 

3. *KELEZATAN RUHANI* :
Kelezatan RUHANI lah, kelezatan yang *PALING BAIK DAN SEMPURNA* Sebagaimana senang atau Gembira nya saat Berbuka puasa, setelah *DAPAT MENAHAN KELEZATAN JASMANI DAN KELEZATAN HAWA NAFSU*

Nikmat + Puas : Saling berbagi = *SYUKUR*

Sebagaimana Allah Berfirman Kita menanam satu Biji, Allah beri tujuh tangkai, setiap tangkai ada Seratus Biji, bahkan bisa Allah lebihkan, *ITULAH BALASAN SYUKUR ALLAH ATAS SATU KEBAIKAN YANG MANUSIA LAKUKAN*.

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 261

Jadi *NIKMAT SEHAT* Adalah *MAKOTA BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA* Yang ada dikepala kita, *YANG HANYA DAPAT DILIHAT OLEH ORANG YANG SEDANG SAKIT*

Hadis tentang Bersyukur saat Senang dan Sabar saat Susah
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik.

Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati.

Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya,” (HR Muslim).

Syukur *MEMBERI MERASA SEDIKIT* menerima walau sedikit *TAPI SUDAH MERASA TERLALU BANYAK*

Salam *SEHAT DAN SUKSES* Amin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Kamis, 09 Pebruari 2023

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Sabtu, 21 Januari 2023

KEPEMIMPINAN NASIONAL

*KEPEMIMPINAN NASIONAL DI 2024, YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN .*

*TERGANTUNG SISTEM UU PEMILU INDONESIA, YANG BERPIHAK PADA RAKYAT INDONESIA*

*NASIB RAKYAT BANGSA INDONESIA*
Negara Amerika *MAJU* yang *KAYA* orang Amerika, seandainya ada yang *MISKIN* orang Amerika ,

Negara Jepang *MAJU* yang *KAYA* orang Jepang, seandainya ada yang *MISKIN* orang Jepang. 

Negara Korea *MAJU* yang *KAYA* orang Korea, seandainya ada yang *MISKIN* itu juga orang Korea,

Negara Indonesia masih *BELUM MAJU* masih berkembang, *ANEHNYA* yang *KAYA* orang *ASING* dan *ASENG* 
*CILAKANYA* yang *MISKIN* justru orang INDONESIA
*seandainya ada yang KAYA*, dipastikkan *PEJABAT* yang *KORUPTOR*

Apa penyebab utama Kemiskinan Bangsa Indonesia, salah satu faktornya adalah, *SISTEM PEMILU DI INDONESIA YANG TIDAK BISA MENGHASILKAN, PARA PEMIMPIN BANGSA INI, YANG MENCINTAI RAKYATNYA, DAN RAKYAT MENCINTAI PEMIMPIN NYA*

1. *UU PEMILU SELALU BERUBAH, SETIAP MENJELANG PEMILU*. 

Hal ini yang mengakibatkan dampak tidak Adanya kepastian Hukum dalam penyelenggaraan pemilu, UU PEMILU tergantung keinginan partai. 

Jakarta - Dalam pertemuan antara KPU dengan sekitar 60 perwakilan kedutaan asing di Jakarta, salah seorang diplomat sempat bertanya mengapa tiap kali pemilu di Indonesia Undang-undang selalu berubah. Hal itu membuat pelaksanaan pemilu dinilai tidak pasti.

"Pasca reformasi ada 4 kali pemilu, yaitu pemilu tahun 1999, tahun 2004, tahun 2009, dan saat ini tahun 2014. Ada konteks-konteks yang menuntut perubahan UU di tiap kali pemilu pasca reformasi," kata Komisioner KPU Sigit Pamungkas.

Pada pemilu tahun 1999, ada tuntutan besar mengubah UU pemilu pada tahun sebelumnya karena tidak memberikan kebebasan dalam mendirikan parpol. UU yang ada saat itu tidak memungkinkan demokrasi berjalan baik. Maka pemilu 1999 dibentuk desain UU baru.

"Pemilu berikutnya tahun 2004, dilakukan perubahan kembali UU pemilu, konteksnya karena pada tahun 2002-2003 dilakukan amandemen konstitusi yang mengubah desain dan stuktur politik di Indonesia," ujarnya.

"Belum ada pemilu langsung, dan sejak sejak 2004 baru ada DPD. Jadi ada konteks di UU Pemilu yang harus diubah," . 

2. *TURUNNYA TINGKAT KEPERCAYAAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DIMATA MASYARAKAT*

Capaian legislasi DPR tahun ini tidak begitu membanggakan. Data per Agustus lalu, dari 40 Rancangan Undang-undang (RUU) dalam program legislasi nasional prioritas, baru 12 RUU yang disahkan. Sejumlah legislasi yang dihasilkan DPR bahkan amat kental muatan kepentingan politiknya.

Dalam fungsi pengawasan, terlihat jelas peran DPR tidak kelihatan. Konsolidasi politik dengan payung koalisi pemerintah menciptakan situasi bias dalam melayangkan kritik kepada eksekutif, terutama terhadap penegak hukum di tengah situasi paceklik keadilan.

3. *PARTAI YANG LOLOS IKUT PEMILU, HARUS DAPAT DANA YANG SAMA, DARI PEMERINTAH.*

Partai peserta pemilu yang lolos, harus dapat dana yang sama dari pemerintah, Apabila dana kampanye melebihi dari anggaran yang diberikan pemerintah, maka partai tersebut kena Diskualifikasi. 

Sehingga tidak ada lagi, Cukong cukong ,bandar atau Predator Oligarki Politik, Kekuatan minoritas dengan Uangnya untuk Memenangkan kontestasi pemilu. 

Setiap kader diwajibkan menyetor sejumlah uang lewat rekening tersebut yang akan dimanfaatkan untuk operasional partai, menggaji ketua partai, sekaligus melakukan pendidikan politik.

Di samping itu dana partai juga bersumber dari iuran pribadi terutama kadernya yang berhasil duduk di kursi legislatif. Selain itu menurut Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik disebutkan bahwa partai yang memperoleh kursi di DPR RI pada pemilu terakhir akan mendapat bantuan Rp108 per suara setiap tahunnya.

Misalkan sebuah partai mampu mengantongi suara 10 juta dalam pemilu, maka setiap tahun partai tersebut akan disokong dana Rp1,08 miliar hingga ke pemilu berikutnya.

4. *MEROSOTNYA KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PARTAI POLITIK*

Kepercayaan Publik Terhadap Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik partai terhadap partai politik terendah dibanding institusi lainnya. Tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik hanya kurang lebih sekitar 54 persen.

Sementara 42 persen lainnya menyatakan sedikit percaya atau tidak percaya sama sekali kepada partai politik. “Jadi, sangat sedikit, baik yang sangat percaya atau cukup percaya. Bahkan dibandingkan institusi yang lain, parpol tingkat trust-nya paling rendah,".

Pada survei September lalu, Indikator juga menyatakan partai politik sebagai institusi dengan tingkat kepercayaan publik terendah. Bahkan berdasarkan catatan Republika, Lembaga Survei Nasional (LSN) pernah merilis hasil jajak pendapat terkait empat penyebab merosotnya kepercayaan publik terhadap partai politik pada 2013, yakni parpol terlibat kasus korupsi, parpol kurang peduli terhadap berbagai masalah, politisi parpol bertindak pragmatis, dan politisi parpol terlibat skandal amoral. 

Kendati demikian, partisipasi pemilih pada pemilihan umum masih cukup tinggi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat partisipasi pemilih mencapai 75,11 persen pada pemilu legislatif 2014  dan 81 persen pada 2019

5. *POLEMIK PRESIDENTIAL THRESHOLD*

Mengenai Gonjang ganjing polemik Presidential Threshold, 0%, 5%, 10%, 15%, 20% Dan seterusnya. 

Pada kenyataannya Pintu masuk atau ticket presiden tetap pada partai pengusung, atau Koalisi Partai, karena  tidak ada calon Presiden yang Independen, 

Jadi Presiden yang terpilih mesti dapat dukungan dari Parlemen, Walaupun presiden terpilih disukai oleh rakyat, tapi tidak dapat dukungan mayoritas di Parlemen, karena mungkin diajukan Oleh Parpol yang tidak punya suara atau kursi di DPR, Dan akan sulit bagi Presiden dalam mengambil kebijakan dan keputusan yang strategis. 

Jadi Presidential threshold, tetap ada namun presentasi nya Kecil, sehingga  ada beberapa pilihan kandidat presiden, dan disesuaikan dengan kesepakatan DPR.

6.*DIPERLUKANNYA MASUKAN DARI AKADEMISI YANG PROFESIONAL*

Sudah saatnya PEMERINTAH dan KPU, mendapatkan masukan dari Akademisi yang profesional. Agar dapat *KEPEMIMPINAN NASIONAL, YANG BAIK, PROFESIONAL, TANGGUH DAN BERAHLAK.*

Demikianlah, harapan dari Organisasi Masyarakat, *PB FORMULA*
FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM. 

Semoga Indonesia bisa dan dapat diperhitungkan kancahnya di dunia Internasional, amin. 

Jakarta, 
Sabtu 21 Januari 2023.

PB FORMULA

*Tg. Drs. DEDI HERMANTO*

Rabu, 18 Januari 2023

TAWAKAL

*CATATAN RINGAN*

*TAWAKAL*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Bila *Keinginan Terwujud*
Bila *Kebutuhan hidup semua Terpenuhi*
Bila *Kepentingan semua Terlaksana*
Bila *Setiap berdoa pasti terkabul*

Buat apa *ADA IKHTIAR USAHA dan TAWAKAL*

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] :

Jadi TAWAKAL kita sudah *BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI DALAM MERUBAH, MEMBANGUN DAN PEMBAHARUAN HIDUP YANG LEBIH BAIK* 

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِى الطَّلَبِ خُذُوا مَا حَلَّ وَدَعُوا مَا حَرُمَ

“Wahai umat manusia, bertakwalah Engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Karena *sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati sampai dia benar-benar telah mendapat seluruh rezekinya walaupun terlambat datangnya*. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram” (HR. Ibnu Majah, sahih

Tawakal (bahasa Arab: توكُل‎) atau tawakkul berarti mewakilkan atau menyerahkan. Dalam agama Islam, tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah dalam menghadapi atau menunggu hasil suatu pekerjaan, atau menanti akibat dari suatu keadaan.

Imam al-Ghazali merumuskan definisi tawakkal sebagai berikut, "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.

Pada zaman Rasulullah saw ada seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat lebih dahulu. Ketika ditanya, mengapa tidak diikat, ia menjawab, "Saya telah benar-benar bertawakkal kepada Allah". Nabi saw yang tidak membenarkan jawaban tersebut berkata, "Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau bertawakkal."

Seperti dalam firman Allah dalam QS. Al-Maidah : 23

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Artinya: "Dan hanya kepada Allah-lah kalian bertawakal, jika kalian benar-benar orang yang beriman".

اِنَّهٗ لَيْسَ لَهٗ سُلْطٰنٌ عَلَى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.
Q.S An-Nahl [16] : 99

Adapun *dampak positif* yang kita peroleh apabila kita mau membiasakan perilaku tawakal kepada Allah Swt. adalah:

1. *Meningkatkan keyakinan dan keimanan kepada Allah*

2. *Memperoleh ketenangan dan ketentraman jiwa*

3. *Mengurangi beban pikiran, karena yakin manusia hanya berusaha, Allah Swt Yang Menetapkan Hasil-Nya.*

4. *Mengurangi kejahatan dan tindak kriminal,*

5. *Memperoleh keteguhan hati,*

6. *Menyadarkan bahwa dirinya lemah, dan mengakui kebesaran Allah*.

Demikianlah, semoga ada manfaat buat diri Alfaqir, dan kita semua, yang benar dari Allah, yang salah dari Alfaqir sendiri. 

WA alaikum salam Wr. Wb

Jakarta, 19 Januari 2023

PB FORMULA
FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 04 Januari 2023

KARAKTER PEMUDA

*6 KARAKTER PEMUDA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

1. *BERANI*

 sebagaimana pemuda IBRAHIM AS muda , menghancurkan berhala - berhala. 

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
Maka Ibrahim menjadikan berhala-berhala itu hancur berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
Q.S Al-Anbiya' [21] : 58

2. *Selalu ingin TAU mencari KEBENARAN*

 pemuda MUSA AS kepada KHIDIR AS

قَالَ لَهٗ مُوْسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا
Musa berkata kepadanya, "Bolehkah aku mengikutimu agar kamu mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
Q.S Al-Kahf [18] : 66


3. *Berkelompok dan BERSATU dalam suatu KEYAQINAN AQIDAH yang LURUS.*

اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا
(Ingatlah) ketika para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."
Q.S Al-Kahf [18] : 10

 Sebagaimana 7 pemuda dari ASHABULKAFFI

4. *Berusaha menjaga KEPRIBADIAN, AHKLAK, HAWA NAFSU dari perbuatan ASUSILA.* 

Sebagaimana pemuda YUSUF as

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِيْ هُوَ فِيْ بَيْتِهَا عَنْ نَّفْسِهٖ وَغَلَّقَتِ الْاَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَۗ قَالَ مَعَاذَ اللّٰهِ اِنَّهٗ رَبِّيْٓ اَحْسَنَ مَثْوَايَۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya). Dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, "Marilah ke sini." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung."
Q.S Yusuf [12] : 23

5. *Mempunyai ETOS kerja serta ETOS KEWIRAUSAHAAN YANG TINGGI.*

Yaitu Baginda Muhammad ROSULULLAH. 

Rasulullah SAW menjadi seorang pedagang atau pengusaha sejak usia dini. Sejak kecil, nabi Muhammad SAW telah ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sang ayah, Abdullah, meninggal saat Rasulullah SAW masih dalam kandungan. Dan sang ibu, Aminah,meninggal saat usia Rasulullah SAW masih 6 tahun. Masa kecilnya penuh dengan cobaan. Sehingga jiwa mandirinya tumbuh lebih cepat

daripada anak-anak pada umumnya. Jiwa kemandirian, entrepreneur, serta kepemimpinannya terasah saat dirinya menginjak usia 9 tahun. Saat itu, Rasulullah SAW membantu sang paman, Abu Thalib, untuk menggembala kambing. Karena terbiasa diajak sang paman bekerja sejak kecil, membuat Nabi Muhammad SAW mulai akrab dengan dunia perdagangan. Saat usia 12 tahun, dirinya bersama sang paman melakukan perjalanan ke negeri Syam,atau saat ini yang dikenal dengan Suriah. Disana, beliau banyak belajar tentang ilmu perdagangan serta bagaimana melayani pembeli dengan baik.Dengan bekal yang ia miliki sejak kecil itu, Nabi Muhammad mulai berani berdagang sendiri saat menginjak usia 15 tahun. Dagangan pertamanya adalah pakaian. Dalam berdagang,Nabi Muhammad SAW selalu mengedepankan *kebaikan. Pribadinya yang sopan, jujur, amanah, dan menghormati konsumennya* membuat dirinya mendapat *gelar al Amin.* Reputasi Nabi Muhammad SAW dalam berdagang membawanya menjadi terkenal.Bahkan sampai ke negeri seberang seperti Iraq, Syam, Yordania, dan Yaman. *Hal ini memudahkannya mendapatkan investor.Salah satunya adalah Khadijah binti Khuwailid,yang kelak menjadi istrinya.*

Khadijah RA mempercayakan bisnisnya ini pada Nabi Muhammad SAW, terutama untuk memutar modal. Kepercayaan ini tentu tak disia-siakan oleh Nabi Muhammad SAW.Dari kisah masa muda Nabi Muhammad SAW yang sudah bergelut dengan dunia perdagangan, dapat kita simpulkan bahwa menjadi pengusaha,berdagang.

Beliau, menjadi *Eksekutif Muda* dan Akhirnya menikahi, Salah satu Konglomerat di kota mekah, yaitu Siti Khadijah. Jadi lengkaplah harta kekayaan beliau, tapi pada saat Beliau Muhammad Menjadi Rosul di usia 40 Tahun, Habislah harta beliau untuk fakir miskin dan perjuangan di jalan Allah. 

Semoga lahir di bumi Nusantara ini, Pemuda yang *berani menegakkan Ke adilan, dan menghancurkan kemungkaran,* Terus cari *Kebenaran* *Bersatu mempertahankan Aqidah, mempunyai Kepribadian yg mulia, Dan menjadi Pengusaha yang Sukses dan Amanah,* amin

Jakarta, 4 Januari 2023.

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
ketum

Minggu, 01 Januari 2023

REFLEKSI AKHIR TAHUN

*REFLEKSI AKHIR TAHUN 2022*

*PB FORMULA*
*FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Tanpa Disadari banyak manusia dimuka bumi ini yang menjadi *KORBAN dari *PERUBAHAN GLOBALISASI* , termasuk bangsa Indonesia. 

Yang seharusnya Kita manusia Sebagai *PEMILIK PERUBAHAN dan MENGENDALIKAN PERUBAHAN YANG RAHMAT LIL'ALAMIN* Karena sesungguhnya Allah tidak akan *MERUBAH nasib suatu Kaum atau bangsa di Dunia ini, kalau mereka *TIDAK MAU BERUBAH*

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍl
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri*. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Di Dunia ini *TIDAK ADA YANG TETAP, YANG TETAP ADALAH PERUBAHAN*

Bagaimana kita melakukan suatu *PERUBAHAN* Tetapi kita melakukan Hal yang sama, kesalahan yang sama, dan terus menerus ambil pelajaran atas masalah yang sama. Tapi mengharapkan adanya *PERUBAHAN dan HASIL YANG BERBEDA*

Bangsa yang hebat adalah bangsa yang dapat *MENYESUAIKAN dan BERADAPTASI dengan PERUBAHAN, RUANG dan WAKTU*

Dan bangsa Indonesia, tidak bisa lepas dari arus perubahan Globalisasi yang dampaknya sangat terasa, yaitu COVID-19. 

Maka, menuju akhir tahun 2022, ungkapan tadi perlu digarisbawahi lagi. Semua elemen masyarakat diingatkan bahwa negara-bangsa memiliki modal dasar yang cukup kuat untuk merespons tantangan di tahun 2023; *tahun yang masih berselimut ketidakpastian akibat faktor geopolitik, sektor keuangan global yang masih sarat masalah hingga potensi ancaman dari tingginya inflasi* di sejumlah negara.   Faktor lain yang juga patut diwaspadai adalah *potensi kenaikan harga pangan dan energi. Maka, hiruk pikuk politik tahun 2023 terkait isu Pemilu dan Pilpres 2024* hendaknya tidak mengganggu fokus negara-bangsa menyikapi ragam tantangan itu.

Tahun 2022 yang dinamis dan sarat ujian akan segera berakhir. Dalam hitung hari, dunia akan menyongsong tahun 2023 yang masih menghadirkan ragam tantangan riel. Namun, optimisme harus tetap bertumbuh, karena pengalaman mengajarkan bahwa akan selalu ada peluang dan harapan pada situasi paling sulit sekalipun.  Masyarakat Indonesia setidaknya sudah menghadirkan bukti, yakni saat *mengelola kehidupan bersama sepanjang durasi pandemi Covid-19 dengan penuh kebijaksanaan, dan membuahkan kinerja perekonomian negara yang impresif*.  

Selama hampir tiga tahun semua elemen bangsa berjibaku merespons dampak pandemi Covid-19, yang telah merusak nyaris semua aspek kehidupan. Lebih dari 6,7 juta warga terinfeksi Covid-19. Lebih dari 160 ribu orang meregang nyawa, termasuk lebih dari dua ribu tenaga medis yang berjuang di garda terdepan telah gugur sebagai pahlawan kemanusiaan.

Untuk itu, *IBU PERTIWI yang sedang BERSEDIH HATI, Memanggil PEMUDA BANGSA INDONESIA,* Sebagai, :

1. *AGEN PERUBAHAN*
Peran pemuda yang pertama dapat dilihat dari peran pemuda sebagai agen perubahan.  Hal ini dapat diwujudkan dengan pemuda ikut mendukung perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat, baik secara nasional maupun daerah, menuju kepada arah yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang. Kemajuan bangsa dapat dilihat dari keberhasilan generasi mudanya untuk  melakukan perubahan-perubahan positif yang dapat dilakukan dan menaklukan segala tantangan yang akan dihadapi.

2  *AGEN PEMBANGUNAN*
Selain menjadi agen perubahan, peran pemuda juga sebagai agen pembangunan yang mana pemuda Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab dalam upaya melancarkan atau melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik pembangunan secara nasional maupun pembangunan daerah.

Agen pembangunan disini bukan hanya sebatas pembangunan secara fisik maupun non fisik , tetapi juga menyangkut juga kemampuan pengembangan potensi generasi muda lainnya. Potensi dan produktifitas yang ada di diri para generasi muda perlu dikembangkan demi mencapai tujuan pembangunan bangsa Indonesia.

Begitu besarnya peranan pemuda dalam melakukan perubahan sejalan dengan jargon Presiden Soekarno untuk membangkitkan semangat para pemuda yaitu “ Beri aku 1000 orang tua , niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.

3. *AGEN PEMBAHARUAN*
Peran yang selanjutnya adalah  menjadi agen pembaharuan bangsa Indonesia. Artinya pemuda Indonesia harus memiliki kemampuan dalam menganalisis perubahan zaman sehingga mereka dapat memilih mana yang memang perlu untuk dirubah dan juga mana yang seharusnya dipertahankan.

Untuk itu Selagi kita. Masih *MUDA, SEHAT, KAYA, BANYAK WAKTU LUANG, dan MASIH ALLAH BERI NIKMAT HIDUP DI DUNIA,* Manfaatkanlah untuk *KEMAJUAN DAN KEKAYAAN BANGSA INDONESIA SERTA AGAMA ISLAM, DI MATA DUNIA*

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu." (HR Nasai dan Baihaqi).

Ayo *BANGKILAH PEMUDA PEMUDI, TERBAIK BANGSA INDONESIA, UNTUK MENUJU CINTA CITA BANGSA, YANG BERKEADILAN DA  KEMAKMURAN RAKYAT INDONESIA, YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

WA alaikum salam
Salam Perjuangan

Jakarta, 30 Desember 2022

*PB FORMULA*
*FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM*

*TG. DRS. DEDI HERMANTO*
Ketum

*UST. NANDANG SEKTIYO S. IP*
Sekjend

Rabu, 28 Desember 2022

DEMI WAKTU

*DEMI WAKTU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
وَالْعَصْرِۙ
Demi masa.
Q.S Al-'Ashr [103] : 1

Allah Swt memulai surat ini dengan sumpah. Sebagaimana والشمس، والفجر، والضحى، والتين، Ketika manusia bersumpah atas nama Allah Swt, maka Allah Swt bersumpah atas nama makhlukNya. Hal tersebut disebabkan tidak ada selain Dia kecuali makhlukNya. Dan sumpah Allah Swt demi masa ini menunjukkan bahwa waktu itu sangat penting sehingga Allah Swt bersumpah dengannya. Sebagaimana sumpah manusia untuk meyakinkan seseorang akan kebenaran, maka Allah Swt pun meyakinkan manusia akan pentingnya sebuah waktu bagi manusia.

Orang *SUKSES* dapat mengatur dan mengendalikan *WAKTU*, Sedangkan orang *SIBUK* diatur, dike dalikan dan dituntut oleh *WAKTU* hidupnya. 

Bila kita tidak bisa mengatur *WAKTU* Jangan harap bisa mengatur *DIRI, KELUARGA, apalagi ngatur BANGSA DAN NEGARA*

Orang sukses bukan bagaimana dapat *MENGHABISKAN WAKTU* tapi justru dapat *MEMANFAATKAN dan MENGINVESTASIKAN WAKTU*

Orang bijak sangat *MENGHARGAI WAKTU* orang Bodoh Sangat masabodoh dengan *WAKTU*

Sedikit sekali orang kaya punya *WAKTU* untuk bersenang-senang, sedangkan orang Susah, dan Miskin hidupnya banyak *MEMBUANG BUANG WAKTU* yang tidak ada manfaatnya. 

*WAKTU* Allah berikan Pada manusia secara *GRATIS dan CUMA CUMA* tapi *TIDAK BISA DI BELI* Agar waktu hidup kita diperpanjang, walaupun harta berlimpah dan punya Kekuasaan, *WAKTU* Hanya bisa kita manfaatkan. 

Kita Focus memperhatikan Dunia, kita cari, kejar dan dikumpulkan, Sedangkan *WAKTU KEMATIAN* kita tidak pernah Focus, perhatian, dan mempersiapkan bekal amal buat Mati. 

Kendaraan Manusia adalah *WAKTU* Gunakanlah kendaraan kita yang bermanfaat. Karena kendaraan *WAKTU* tidak pernah Menoleh kebelakang atau berhenti, untuk menunggu kita, apakah kita akan Sukses atau Susah hidup. 

Jagalah 5 Waktu sebelum datang waktu yang 5.
اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ
"Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu." (HR Nasai dan Baihaqi).

Banyak Manusia yang TERTIPU OLEH WAKTU SEHAT DAN WAKTU LUANG. 
"نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ
"Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang." (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah)."

Pada saat kita di dunia, bertobatlah, berbuat baiklah, beribadahlah, *KARENA PARA PENGHUNI NERAKA, INGIN WAKTU KEMBALI LAGI KE DUNIA UNTUK SEKEDAR SUJUD IBADAH PADA ALLAH, TAPI TIDAK MUNGKIN.*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." *Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam *WAKTU* yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Tanpa terasa *WAKTU* begitu cepat berlari, dan hampir sampei dipenghujung Tahun, 2022, Semoga sisa waktu kita dapat *BERMANFAAT PADA ALLAH, ROSULULLAH, UMMAT ISLAM SERTA BANGSA DAN NEGARA, AMIN*

Semoga ada manfaatnya, amin Yaa Robbal a'lamin. 

Rabu 28 Desember 2022

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
ketum

Selasa, 27 Desember 2022

TARGET UTAMA IBLIS

*TARGET UTAMA IBLIS*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

1. *KAFIR*
Target Utama IBLIS adalah agar manusia Kafir, untuk tidak Mengabdi pada Allah. 

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Q.S An-Nisa' [4] : 116

Dan Allah *TIDAK MENGAMPUNKAN DOSA MANUSIA YANG MENYEKUTUKAN NYA*

2. *BERDOSA*
Apabila Target Kafir belum, maka target selanjutnya adalah *MEMPENGARUHI MANUSIA MELAKUKAN DOSA*

وَذَرُوْا ظَاهِرَ الْاِثْمِ وَبَاطِنَهٗۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْسِبُوْنَ الْاِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُوْا يَقْتَرِفُوْنَ
Dan tinggalkanlah *DOSA* yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang yang mengerjakan *DOSA* , kelak akan diberi pembalasan (pada hari Kiamat), disebabkan apa yang mereka telah kerjakan.
Q.S Al-An'am [6] : 120

3. *MENGHALANGI IBADAH*
Apabila iblis tidak berhasil menjerumuskan manusia ke Jurang maksiat penuh dosa, maka target selanjutnya adalah *MENGHALANG HALANGI MANUSIA UNTUK BERIBADAH PADA ALLAH*

اِشْتَرَوْا بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِهٖۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka *MENGHALANG HALANGI* (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.
Q.S At-Taubah [9] : 9

4. *TERGESA GESA*
Apabila manusia tetap terus beribadah kepada Allah, maka Iblis akan Mempengaruhi Manusia dalam Ibadah pada Allah, dengan tergesa-gesa, hingga tidak Khusuk. 

وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
Dan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat *TERGESA GESA* .
Q.S Al-Isra' [17] : 11

5. *LALAI dan LENGAH*
Apabila dalam ibadah tergesa gesa, tidak khusuk, maka target iblis selanjutnya adalah membuat manusia *LENGAH, LALAI DAN MENUNDA WAKTU SHOLAT, DENGAN SEGALA URUSAN DUNIA YANG MELALAIKAN, ANGAN KOSONG,DAN MENIPU MANUSIA*

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُو
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan *DILALAIKAN*  oleh *ANGAN ANGAN*  (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).
Q.S Al-Hijr [15] : 3

6. *MERASA PALING BAIK DAN BENAR*
Apabila manusia tidak berhasil dibujuk rayu berbuat dosa, maksiat, dan Lalai dalam menjalankan perintah Allah, Hingga manusia tersebut dipanggil Oleh manusia Ust, Ulama, Kiyai, Habib, Tuan Guru dan Sebagainya, Maka Iblis pun akan *MEMBISIKKAN PADA MEREKA, BAHWA MEREKALAH YANG PALING BAIK DAN BENAR* Selain pendapat mereka *SALAH DAN TIDAK BENAR*

Padahal Iblis didalam Surga, merasa paling baik dan benar, *ALLAH USIR DARI SURGA*

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَۗ قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis, " *SAYA LEBIH BAIK DARIPADANYA* , Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."
Q.S Al-A'raf [7] : 12

Memang Benar target utama iblis *KAFIR* atau *MURTAD*,  tidak terlalu Signifikan, tetapi, Target Dosa, Maksiat, Tergesa gesa, Lalai oleh angan angan dunia dan Merasa paling baik dan Benar, *SANGAT LAH MASIF, TERSTRUKTUR DAN DESTRUKTIF OLEH IBLIS* Hingga Kemaksiatan, Kemungkaran, kedzoliman, kebohongan dan ketidak adilan merajalela di mana mana. 

Mudah mudahan kita terhindar dari target IBLIS, *Dan ALLAH MELINDUNGI KITA DENGAN RAHMATNYA AMIN*

Semoga ada manfaatnya, Benar dari Allah, Salah dari Alfaqir sendiri. 

WA alaikum salam

Jakarta, 27 Desember 2022.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...