Rabu, 02 Agustus 2023

DAKWAH LEMAH LEMBUT

*DAKWAH LEMAH LEMBUT*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Mubaligh yang arogan, keras, dan merasa paling benar dalam berdakwah sebenarnya malah memperparah suasana. Objek dakwah yang sebelumnya sudah bersimpati, malah berpaling disebabkan dai yang kasar dalam berdakwah. Inilah yang  disebutkan Alquran, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS Ali Imran [3]: 159

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan *HIKMAH* dan *PELAJARAN yang BAIK* dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya *Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat* dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S An-Nahl [16] : 125.

1. *DAKWAH MUHAMMAD ROSULULLAH* 

Hari Terberat bagi Rasulullah saat Ditolak Keras Penduduk Thaif

Pada suatu ketika, Siti ‘Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Adakah hari yang lebih berat bagimu daripada hari di perang Uhud?”

Rasulullah saw lantas menceritakan bahwa hari terberat yang dialaminya—selain hari di perang Uhud—adalah hari ‘Aqabah. Tepatnya di musim haji ketika beliau menawarkan diri agar mendapat perlindungan dari kabilah-kabilah Tha’if, sekaligus agar misi dakwah yang diembannya tersampaikan kepada mereka.

Padahal sejauh 60 mil menempuh perjalanan dari Makkah ke Tha’if. Lima belas hari lamanya berdakwah di sana. Setiap warga Tha’if yang ditemui di pasar dan tempat lainnya disapa dan ditawari masuk Islam serta mengesakan Allah.

Puncaknya, pada malam ‘Aqabah, Rasulullah saw menawarkan diri kepada kabilah-kabilah di sana. Dikabarkan, saat itu ada tokoh mereka yang bernama Ibnu ‘Abdi Yalil ibn Kilab. Namun, di luar dugaan, Ibnu ‘Abdi Yalil justru menolak mentah-mentah tawaran dan permintan Rasulullah saw.

Mendengar penolakan keras dari tokoh Tha’if, Rasulullah saw begitu terpukul. Beliau sedih dan bingung yang amat sangat. *Belum lagi pengusiran dan lemparan batu yang dilakukan penduduk Tha’if, hingga kakinya berdarah*

Akhirnya, beliau pergi meninggalkan Tha’if. Sepanjang perjalanan, beliau tak menyadari ke manakah dirinya pergi. Baru setelah sampai di Qarnuats-Tsa‘alib, beliau menyadarinya. 

Qarnuts-Tsa‘alib sendiri merupakan sebuah wilayah yang jaraknya kurang lebih dua marhalah (48 mil atau 89,5 km) dari kota Makkah. Sekarang, wilayah itu dikenal dengan nama Qarnul-Manazil. Dan dari sanalah para penduduk Najd berihram dan bertolak menunaikan ibadah haji dan umrah. (Lihat: Ali bin Ibrahim, as-Sirah al-Halabiyyah, juz I/153).

Namun, Allah segera menghibur Rasulullah saw atas penderitaan dan beban berat yang telah dialami fisik dan psikisnya. Pada hari itu, Allah mengutus malaikat Jibril.  

Hal itu sebagaimana yang dituturkan langsung oleh Rasulullah dalam haditsnya:

فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ، فَنَادَانِي، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَمَا رُدُّوا عَلَيْكَ، وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ ، قَالَ: " فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأَنَا مَلَكُ الْجِبَالِ وَقَدْ بَعَثَنِي رَبُّكَ إِلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، فَمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الْأَخْشَبَيْنِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Artinya: Begitu mengangkat kepala, tiba-tiba sebuah awan menaungiku. Aku pun memandanginya. Ternyata di sana sudah ada malaikat Jibril. Dia memanggilku lalu berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar apa yang kaummu katakan kepadamu. Dia juga mendengar bagaimana jawaban mereka kepadamu. Sekarang, Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu untuk diperintah sesuai keinginanmu terhadap mereka.” Tak lama, malaikat penjaga gunung pun memanggilku dan mengucapkan salam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. *Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka,*” (HR al-Bukhari dan Muslim. 

Tapi justru Rosulullah, *TIDAK MENGGUNAKAN WEWENANG YANG DIBERIKAN ALLAH, justru malah MENGAMPUNI penduduk Thaif* Subhanallah. 

Jadi apabila kita, sebagai Pendakwah baru sekedar, dihina, dihujat, difitnah, dan diragukan apakah kita orang sholeh, alim atau bukan keturunan Rosul, itu adalah masalah kecil, *MAAFKAN LAH DAN AMPUNI, KARENA YANG MULIA DI SISI ALLAH ADALAH MANUSIA YANG BERTAQWA.*

2. *DAKWAH MUSA AS*

Siapakah kiranya yang lebih ingkar dan kafir dari seorang Fir'aun? Penguasa zalim, penindas rakyat, bahkan mengaku dirinya Tuhan. Namun, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Harun untuk  mendakwahinya, kedua Nabi ini malah disuruh untuk *berlemah-lembut*.

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
Pergilah kamu berdua *kepada Fir'aun*, sesungguhnya dia telah *melampaui batas*;
Q.S Ta Ha [20] : 43

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang *LEMAH LEMBUT* , mudah-mudahan dia ingat atau takut."
Q.S Ta Ha [20] : 44.

Kok bisanya, dan sangat beraninya kita berdakwah, dengan Kasar, Arogan, dan merasa paling benar, padahal *KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH* kita cuma merasa benar.

Nabi bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
“Tidak akan masuk sorga orang yang *Dalam hatinya ada sebesar atom Kesombongan*.

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ


“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari *Setetes Air mani Yg Hina*, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” ( QS Yasin : 77).

Bagaimana kita Mesti *SOMBONG* merasa Suci, paling pinter, Hebat, bahkan merasa keturunan Wali atau Habaib, hingga mesti di *HORMATI dan DIHARGAI*

Tidak ada yang mesti kita sombongkan, selagi ada 3 Hal :
1. Diciptakan dari Air mani yang Hina. 
2. Dari tanah kembali ke tanah. 
3. Kemana mana masih bawa toilet tempat kotoran Tinja. 

Kita bukan siapa siapa, kenapa manusia masih menghormati dan menghargai kita, *SEMATA MATA ALLAH, MENUTUPI KEKURANGAN dan KESALAHAN KITA*

Semoga ada manfaat nya, amin, bila ada manfaatnya, silahkan share jani berhenti di anda. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih bodoh. 


Jakarta, 2 Agustus 2023.

PB. FORMULA


Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Rabu, 26 Juli 2023

DUNIA

*DUNIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Dunia adalah *Segala sesuatu kegiatan manusia yang didasarkan *BUKAN KARENA ALLAH, atau dapat LALAI LUPA DENGAN ALLAH bahkan TAMBAH JAUH KEPADA ALLAH.* Hal ini yang akan menyebabkan kita di  *LAKNAT* oleh Allah. 

Hadits : 
ﺃَﺑﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﻟَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻠْﻌُﻮﻧَﺔٌ ﻣَﻠْﻌُﻮﻥٌ ﻣَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻭَﺍﻟَﺎﻩُ ﻭَﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺃَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻢٌ

Artinya :

Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu *TERLAKNAT* dan segala isinya pun juga *TERLAKNAT* , kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim atau orang yang belajar.” (HR : Tarmidzi 2244, hadits shahih).

Jadi walaupun dalam urusan Dakwah, menjadi Muballigh, Da'i, Penceramah, Urusan agama islam baik itu Aktivs islam, Ormas Islam atau Partai islam sekalipun, tetapi bila niatnya karena Dunia, akan sia sia dan termasuk terlaknat. 

Atau membaca ayat Al-Quran, amalan atau wiridan, Untuk kaya, bukan karena Allah, akan terlaknat.

 Jadi *HIDUPKAN AGAMA ISLAM* Bukan *CARI KEHIDUPAN DI AGAMA ISLAM*

Diriwayatkan oleh Umar bin Khatab, Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: “Sesungguhnya *amal perbuatan itu diiringi dengan NIAT, dan sesungguhnya bagi setiap insan akan memperoleh menurut apa yang 
*DINIATKAN*. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dibenarkan hijrahnya itu oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dan barang siapa hijrahnya untuk dunia yang hendak diperoleh atau wanita yang hendak dipersunting, maka ia akan mendapatkan apa yang diingini itu saja.” (HR. Bukhari dan Muslim).

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang *tiada meminta balasan (UPAH)* kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

Demikian yang benar dari Allah, salah dari saya sendiri, semoga ada manfaatnya Amin. 

Jakarta, 26 Juli 2023

PB. FORMULA


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 15 Juli 2023

KEBETULAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Karena Setiap *KESULITAN* Ada *KEMUDAHAN* Allah beri *KESULITAN* Eh Allah Beri *KEMUDAHAN lagi bahkan KESUKSESAN*

Kejatuhan bila masih bisa BANGKIT dan BERJALAN itu masih ANUGRAH, Tapi bila Jatuh tidak bisa bangkit lagi dan tidak mau bergerak itu suatu *MALAPETAKA*

Lahir miskin bukan salah manusia, tapi Hari tua tetap miskin berarti salah manusia nya. 

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Q.S Asy-Syarh [94] : 5

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Q.S Asy-Syarh [94] : 6

*B* erani
*O* ptimis
*T* iru
*O* rang
*L*  ain yang *Sholat Sukses*

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

KETETAPAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

HAK MILIK

*HAK MILIK*

Kalo Mobil baru kita, tergores, kecelakaan atau hilang, *Pastilah kesal dan marah*, tapi kalo punya orang lain, tentu biasa saja, Karena bukan milik kita. 

Tapi Anehnya kenapa kita mesti, kesal dan marah pula, bila kehilangan, Harta, tahta, mahkota, Jabatan, padahal itu semuanya titipan Allah, Bukan milik kita. 

*Pada saat kita merasa MEMILIKI, Maka siap siaplah akan SAKIT HATI,*

Karena Allah menginginkan cukup *HANYA ALLAH MILIK DIHATIMU*

Kita didunia ini *TIDAK PUNYA HAK MILIK, yang kita punya cuma SURAT TANAH, RUMAH, MOBIL DAN SURAT BEHARGA LAINYA.*

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
*Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi*, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Q.S Ali 'Imran [3] : 109

16, Juli 2023

PB. FORMULA

TG. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 24 Juni 2023

SEMBELIH SIFAT HEWAN

*SEMBELIH SIFAT HEWAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.
Q.S Al-Kausar [108] : 2

Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

نْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا

Artinya, “Barang siapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Untuk Mendekat kepada Allah, kita mesti *MENYEMBELIH SIFAT HEWAN, YANG MELEKAT PADA DIRI KITA*

Bila masih ada sifat-sifat Hewani, yang ada pada diri manusia, tidak mungkin kita dapat mendekati diri kita kepada Allah, dan banyak perumpakan manusia *SEPERTI HEWAN, BAHKAN LEBIH BUAS DARI HEWAN*

اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَۗ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. *Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)*.
Q.S Al-Furqan [25] : 44

Ada beberapa Sifat Hewani yang berada diri manusia diantaranya :

1. *SIFAT ANJING*

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya *seperti anjing* jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS: Al-A’raf: 176).

Sifat anjing, *mereka Mencari rejeki dengan Menggonggong, Menakut nakuti, Mengancam manusia, jadi Mafia kasus, Jabatan digunakan sewenang-wenang.*

2. *SIFAT KERA*

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: *“Jadilah kamu KERA yang hina.”* (QS. Al-Baqarah: 65).

Sifat Kera, Yaitu *sifat  Tamak, serakah, Rangkap jabatan, Tidak pernah merasa puas, Kumpulkan harta Korupsi*

3. *SIFAT RUMAH LABA-LABA*

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang *paling lemah adalah rumah laba-laba* kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Ankabut [29]: 41

Sifat rumah Laba-laba, Yaitu *manusia yang BERSANDAR minta BANTUAN kepada Mahluk, Dia selalu mengandalkan Backing Orang tua, saudara, dan teman Dalam menghadapi segala masalah hidupnya*

4. *SIFAT KELEDAI*

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah *SEPERTI KELEDAI* yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS: Al Jumu’ah [62]: 5).

Sifat Keledai, biasanya digunakan buat bawa angkut Barang berharga, kitab ilmu pengetahuan, tetapi si Keledai tidak bisa mengambil Manfaat. *Banyak cerdik pandai, dan orang yang memahami ilmu agama islam, tapi tidak mengamalkan, ngomong doang*.

5. *SIFAT NYAMUK*

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat *perumpamaan berupa NYAMUK* atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
Q.S Al-Baqarah [2] : 26.

Sifat Nyamuk adalah Suatu sifat manusia yang *tidak putus asa ada aja cara yang selalu Mencari cari kesalahan umat islam, Mendzolimi umat islam, bahkan menghisap darah umat islam, bahkan membunuh.*

6. *SIFAT TIKUS*

Mencari rejeki pada saat orang tidak ada yang tau yaitu *KORUPTOR*

7. *SIFAT ULAR*

Ular punya Lidah bercabang, *Omongan nya tidak bisa dipegang, hianat, tidak tepat janji, Pembohongan, pendusta, Hoax dan Penipu.*

8. *SIFAT LALAT*

Sifat Lalat, selalu senang melihat yang kotoran,dan berada ditempat sampah Maksiat.

9. *SIFAT BABI*

قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah, "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging *babi -karena sesungguhnya semua itu kotor*- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Q.S Al-An'am [6] : 145.

Sifat Babi, manusia yang *SENANG DI KOTORAN LUMPUR MAKSIAT*

Demikian semoga ada manfaat amin, 

Bogor, 25 Juni 2023

*PB. FORMULA*

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Kamis, 15 Juni 2023

ANEH YAAA

*ANEH BANGET*

*IBLIS* Sujud menyembah Allah, dan *TIDAK MAU SUJUD PADA ADAM, PERINTAH ALLAH*

Tapi Justru Manusia kebanyakan *TIDAK MAU SUJUD SHOLAT PADA ALLAH* Malah yang di ikuti *PERINTAH ATASAN, BOS dan MAJIKANNYA* Hingga Lalai, telat bahkan tidak Sholat. 

Dosa Iblis : *TIDAK MENURUTI PERINTAH ALLAH*

Dosa Adam As. : *MELANGGAR LARANGAN ALLAH*

Dosa Manusia : *UDAH TIDAK MENURUTI PERINTAH ALLAH SHOLAT, Ehh MALAH MELANGGAR LARANGAN NYA MAKSIAT.*

Astagfirullah😞🙏🙏🙏

قَالَ لَمْ اَكُنْ لِّاˆسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهٗ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ
Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali *TIDAK AKAN SUJUD KEPADA MANUSIA*  yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."
Q.S Al-Hijr [15] : 33

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Dan Kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan *JANGANLAH KAMU DEKATI POHON INI* , yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Baqarah [2] : 35

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah *meninggalkan shalat*.” (HR. Muslim no. 257).

Masih berani dan kaga malu ama iblis, Iblis aja masih sujud sama Allah, Bahkan konon pernah jadi Imam Sholat di Alam  Malaikat. 😞☺️😉

Jum'at 16 Juni 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 10 Juni 2023

YANG PALING

*YANG PALING*

1. *DEKAT*
Adalah *KEMATIAN*
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut: 57).

Dunia yang kita Kejar *MENJAUH* Kematian yang kita hindari *MENDEKAT*

2. *JAUH*
Adalah *MASA LALU*
Setiap orang suci memiliki masa lalu (yang belum tentu baik) dan setiap pendosa memiliki masa depan (yang bisa jadi jauh lebih baik). 

Umar bin Khattab, justru Mati bersama, Muhammd Rosulullah, Dimana dahulu zaman Jahiliyyah akan membunuhnya. 

Dan tidak ada manusia yang akan kembali jadi Bayi lagi, kembali masa Lalu, Kita hanya bisa mengambil Hikmah dan pelajaran dari masa lalu, bagi yang mau berfikir. 

3. *RINGAN*
Yang paling Ringan, Enteng, Sepele dan Gampang yaitu *MENINGGAL KAN SHOLAT*
Tetapi ancamannya sangat berat. 
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 25

4. *BERAT*
Adalah *AMANAH*
amanah adalah sifat seseorang yang mampu menjaga dengan sebaik mungkin kepercayaan yang diberikan kepada orang tersebut. sehingga, orang tersebut bisa dipercaya oleh orang-orang atau suatu komunitas di sekitarnya.

اِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Artinya:

Dari Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Kemudian ada seorang sahabat yang bertanya, “Bagaimana maksud amanat disia-siakan ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari)

Celakanya banyak Orang yang *BUKAN AHLINYA dan TIDAK PANTAS MEGANG JABATAN AMANAH, BAHKAN CENDERUNG BODOH, DIZAMAN SEKARANG BISA JADI PENGUASA, KARENA ADA YANG MODALIN UNTUK JADI PENGUASA*.

5. *BESAR*
Adalah melawan *HAWA NAFSU*
Dari Fadhalah bin ‘Ubaid, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
المجاهد من جاهد نفسه
“Mujahid adalah orang yang berjihad terhadap hawa nafsunya.” (HR. At Tirmidzi No. 1621, katanya: hasan shahih. Abu Daud No. 1258)

 Nafsu tidak harus Dihilangkan karena itu fitur resmi bawaan yang melekat pada setiap diri manusia, *KEWAJIBAN KITA ADALAH MENGENDALIKAN HAWA NAFSU SESUAI RIDHO ALLAH DAN ROSULNYA*

6. *TAJAM*
Adalah *LISAN LIDAH MANUSIA*
Dalam hadis tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Artinya:
"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. Bukhari).

Sabtu 10 Juni 2023

*PB. FORMULA*

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Jumat, 02 Juni 2023

PERAN ULAMA DALAM PEMILU

*PERAN STRATEGIS ULAMA dalam MENENTUKAN PEMIMPIN BANGSA  melalui PEMILU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Dalam sejarahnya bangsa Indonesia sudah dua kali memproklamirkan kemerdekaan nya. *Masing 17 Agustus 1945 dan 17 Agustus 1950.* *PERTAMA* Pada 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Sedangkan *KEDUA* pada 1950, proklamasi bangsa Indonesia, itu menandai *KEMBALINYA BENTUK NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA)* Karena sebelumnya, NKRI yang dihasilkan oleh proklamasi 17 Agustus 1945 sudah berubah menjadi Republik Indonesia Serikat.

"Ini adalah momentum yang tidak bisa dilupakan begitu saja olah bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Karena kembalinya NKRI waktu itu menandai runtuhnya RIS. *Kembalinya NKRI, itu diprakarsai oleh USTADZ MOH. NATSIR* Ketua Fraksi Partai Masyumi," 

Selain Natsir, masih banyak *perjuangan Ulama* yang dilakukan ulama untuk bangsa dan negara Indonesia. Seperti *Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. HASYIM ASY'ARI,*

Serta *H. MUTAHAR* pencipta lagu *17 Agustus dan Syukur*.

"Saat ini kita punya tanggung jawab meneruskan perjuangan para ulama. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, ikut serta dalam pemilu, karena melalui pemilu kita dapat menentukan pemimpin kita dan juga masa depan bangsa,"

Syekh Muhammad Ali dalam kitab Dalilul Falihin hal. 37 mengatakan:

حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ

“Cinta tanah air bagian dari iman.”

Atsar Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:
ﻟَﻮْلَا ﺣُﺐُّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦِ ﻟَﺨَﺮُﺏَ ﺑَﻠَﺪُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀ ﻓَﺒِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﺎَﻭْﻃَﺎﻥِ ﻋُﻤِﺮَﺕِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥُ
Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Rasulullah bersabda;

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

Rasulullah Saw bersabda; Alangkah baiknya kamu sebagai sebuah negeri, dan *kamu merupakan negeri yang paling aku cintai.* Seandainya kaumku tidak mengusirku dari dirimu, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu.

Setelah usai perjalanan, Nabi senantiasa mempercepat kendaraannya agar bisa segera sampai ke Madinah, tempat yang begitu ia cintai.

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

Sesungguhnya Nabi Saw jika datang dari bepergian lalu beliau melihat tembok-tembok kota Madinah, *beliau mempercepat laju ontanya dan ketika mengendarai tunggangan beliau menggerak-gerakkan tunggangannya karena kecintaannya pada Madinah.*

Peran Ulama merupakan sosok yang mempunyai kharismatik bertujuan untuk menyiarkan agama Islam terhadap kehidupan masyarakat agar menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan Allah serta sangat dipercaya dan menjadikan panutan oleh masyarakat untuk membangun peradaban Islam agar menjadikan kehidupan masyarakat yang *BERKEADILAN, MAKMUR DAN SEJAHTERA* Bukan pejabat, dan menteri nya yang sejahtera yang korup.

Tetapi pada kenyataan nya Setiap menjelang Pemilu, para Ulama terbagi menjadi 4: 

*Pertama*, Ulama yang *terjun langsung ke dalam politik praktis* yang mengusung salah satu pasangan calon tertentu. 

*Kedua*, ulama yang *tidak mengusung* pasangan calon tertentu *tetapi hanya mengarahkan atau memberikan pesan kepada masyarakat* untuk mengikuti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan baik sesuai kriteria yang mereka inginkan.

*Ketiga*, ulama yang *mengusung pasangan calon tertentu tetapi tidak secara fulgar atau terang-terangan*

*keempat* Ulama *yang hanya fokus belajar dan mengajar* di pesantren atau majelis Taklim nya.

Dengan kenyataan tersebut, Peran Ulama adalah sebagai *JEMBATAN KOMUNIKASI ANTAR RAKYAT DAN PEMIMPIN YANG MENJABAT* sehingga terjadinya *TERJADI KOMUNIKASI INFORMASI yang HARMONIS* 

*Rakyat MENCINTAI PEMIMPIN, dan PEMIMPIN MENCINTAI RAKYATNYA* Bukan saling *CURIGA ,BENCI, MENYAKITI dan MEMBUNUH*

Sudah saatnya Ulama menjadi *PENYEJUK, PENENGAH DAN PENDAMAI, di SUASANA PEMILU DI 2024*, Yang sedang berlangsung tahapannya. 

Karena tentu *KETENTUAN ALLAH LAH YANG BERLAKU, SIAPAPUN YANG MENJADI PEMIMPIN BANGSA INI DI 2024, TETAP PUTERA TERBAIK BANGSA, AMIN*

Jakarta, 
Jum'at 02 Juni 2023

*PB. FORMULA*
*FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM*


TG. DRS. DEDI HERMANTO
*Ketum*

Rabu, 31 Mei 2023

CAWE CAWE

*CAWE CAWE*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Izin ikut Berasumsi Cawe Cawe, Mungkin bila bukan seorang Presiden yang mengatakan tidak akan seheboh ini, Seharusnya sekelas beliau yang akan berakhir masa jabatannya seharusnya berada di *JALAN TENGAH* , Jadi seorang Mempersiapkan diri *NEGARAWAN atau BAPAK BANGSA*
Bukan malah *MEMPERSIAPKAN KADER PRESIDEN SETELAHNYA*

Seandainya pilihan beliau Ganjar Pranowo, Kader terbaik, hebat dan dapat melanjutkan pembangunan nasional, kenapa *TAKUT TAK TERPILIH, SAAT PEMILU 2024 NANTI,* Ini justru Ketakutan beliau akan *KEKALAHAN YANG TIDAK BISA DISEMBUNYIKAN* Sangat terang benderang, beliau mendukung Ganjar Pranowo, hal ini tentu akan *BERIMBAS PADA JAJARAN DIBAWAHNYA, UNTUK MENGAMANKAN YANG JADI PILIHAN BELIAU*

Cawe-cawe, tentu saja dalam arti yang positif," ucap Jokowi.

"Saya tidak akan melanggar aturan, tidak akan melanggar undang-undang, dan tidak akan mengotori demokrasi," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan harapannya agar presiden ke depan mengawal dan melanjutkan kebijakan strategis seperti pembangunan IKN dan hilirisasi. Dia juga berharap peserta pemilu berkompetisi dengan fair dan meminta TNI-Polri dan ASN untuk netral.

Melansir dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), cawe-cawe adalah kata yang diambil dari bahasa Jawa. Adapun arti cawe-cawe yaitu membantu mengerjakan (merampungkan, membereskan); ikut menangani

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2018 juga mengatur tata cara pelaksanaan cuti kampanye bagi para pejaba yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD, DPD atau menjadi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden (tautan: PP Nomor 32 Tahun 2018).

Menurut PP ini, Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden, atau ikut serta dalam Kampanye Pemilihan Umum. 

“Dalam melaksanakan kampanye sebagaimana dimaksud, Presiden dan Wakil Presiden harus menjalankan Cuti,” bunyi Pasal 30 ayat (2) PP ini.

Jadi tidak dilarang Presiden untuk mendukung salah satu dari Capres, tapi yang *YANG ELOKNYA CUTI TERLEBIH DAHULU, SESUAI PERATURAN PEMERINTAH 32 TAHUN 2018.*

Semoga Pak Presiden tidak selalu buat kegaduhan politik, Fokus aja pada sisa jabatan yang akan berakhir, *RAKYAT SUDAH CERDAS, TIDAK BISA DI ARAHKAN, MANIPULASI, DAN PENGGIRINGAN OPINI, 2024 RAKYAT AKAN MEMILIH PRESIDEN SEBAGAI PETUGAS RAKYAT, YANG PINTAR, JUJUR, PROFESIONAL DAN MANDIRI, TIDAK DIKENDALIKAN KEKUATAN PREDATOR OLIGARKI POLITIK*

Salam *SEHAT DAN SATU HATI*

Jakarta, 
RABU, 31 Mei 2023

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Jumat, 26 Mei 2023

PERBAIKAN HIDUP

*HIDUP LEBIH BAIK dan SUKSES*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Bila bingung ingin memperbaiki Hidup yang tidak ada perubahan, dan ingin hidup berubah dan sukses, mulailah dengan *PERBAIKAN SHOLAT MU*.

Walaupun agak berat, karena bukan sekedar gerakkan Anggota tubuh, tapi *MENGGERAKAN HATI*

Walaupun kita bukan orang baik, banyak salah dan dosa, tapi *SHOLAT LAH, INSYA ALLAH, akan JADI BAIK*

Dengan *SHOLAT* kita terpaksa atau di paksa masuk Surga, daripada *SUKARELA MASUK NERAKA*

Tidak beramal, masih islam, 
Tidak puasa masih islam, 
Tidak berbuat baik masih islam, 
Tidak pergi haji masih islam, 

Tapi, *TIDAK MAU SHOLAT, KELUAR DARI ISLAM*

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.

Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.

sedangkan Allâh Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allâh, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar. [An-Nisâ’/4:48].

Semoga Bermanfaat untuk memulai *PERUBAHAN PERBAIKAN REJEKI MU, TERGANTUNG PERUBAHAN PERBAIKAN SHOLAT MUH*! 

Marilah Sholat, Marilah capai Kemenangan yang Sukses,! 

26 Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

PENYESALAN

*PENYESALAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Percayakah Anda, bila Saya katakan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali *apakah ia orang baik atau tidak baik, akan merasakan penyesalan?* Mungkin Anda bertanya, bagaimana orang baik merasakan penyesalannya? Dan untuk hal apa ia menyesal?

Bagi mereka yang muslim, tentunya sangat hafal dengan sebuah surat pendek QS Al ‘Ashr (waktu) berikut ini:

“Demi waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al ‘Ashr: 1–3)

QS Al ‘Ashr mendiskusikan aset penting dalam hidup, yang disediakan gratis oleh Tuhan untuk dikelola. Aset tersebut dimiliki oleh setiap makhluk hidup, namun tidak semua makhluk hidup mampu mengelolanya. Aset tersebut adalah *WAKTU*.

Manusia dan jinlah yang diberikan kemampuan sebagai pengelola aset tersebut. Siapapun yang gagal mengelola aset tersebut, maka akan merasakan penyesalan. Surat Al Ashr juga menginformasikan kepada kita bahwa semua manusia akan merasakan rugi dan menyesal, bahkan orang yang telah berbuat baik sekalipun, akan menyesal, mengapa ia tidak berbuat baik lebih banyak. Hal ini setidaknya dapat kita lihat dalam sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu ‘anhu meninggal dunia, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam bertakziah ke rumah beliau. Saat itu, Istri Sya’ban ra. bertanya: “Ya Rasulullah ada sesuatu yang menjadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah.

“Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh! Aduh kenapa tidak yang baru! Aduh kenapa tidak semua!’” jawab istri Sya’ban.

Rasulullah saw. pun melantunkan ayat yang terdapat dalam QS. Qaaf: 22, “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.”

*“Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra. (dan orang yang sakaratul maut) tidak dapat disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra. melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjama’ah lima waktu*. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra. diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah.

Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat, dia berucap: *“ADUH MENGAPA TIDAK LEBIH JAUH”,*  timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra., mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra. melihat saat ia akan berangkat shalat berjama’ah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Ia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Ia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.

Ia berpikir, jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan ketika sampai di masjid ia dapat membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid, ia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban ra. pun merasa iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut, kemudian ia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat shubuh bersama-sama.

Orang itu pun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat jama’ah. Sya’ban ra. pun kemudian melihat indahnya surga, sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.

Kemudian ia berteriak lagi *“ ADUH KENAPA TIDAK YANG BARU”,* timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja dapat mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu ia akan mendapatkan surga yang lebih indah jika dia memberikan pakaian yang baru.

Berikutnya, Sya’ban ra. melihat lagi suatu adegan. Saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci, tentu mengetahui ukuran roti Arab (sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra. merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan volume yang sama rata, kemudian mereka makan bersama-sama. Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan Sya’ban ra. dengan surga yang indah. Ketika melihat itupun Sya’ban ra. berteriak lagi, *“ADUH KENAPA TIDAK SEMUANYA,*!!” Sya’ban ra. kembali menyesal. Seandainya ia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, maka pasti ia akan mendapat surga yang lebih indah. Masyaallah, *Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyesali mengapa tidak optimal*. 

Sekarang bagaimana bila Sebaliknya, *MELALAIKAN WAKTU, BAHKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI, DAN BERBUAT DOSA*

: لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
Aku bersumpah demi hari Kiamat,
Q.S Al-Qiyamah [75] : 1

: وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Q.S Al-Qiyamah [75] : 2

قَالَ عَمَّا قَلِيْلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نٰدِمِيْنَۚ
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 40

Hari kiamat merupakan yaum al-hasrah, hari penyesalan. Kaum kafir dan fasik saat itu menyesal. “Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaum al-hasrah), (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman” (QS Maryam: 39).

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Nabi SAW. bersabda:النَّدَمُ تَوْبَةٌ “Penyesalan adalah taubat”. Hadis ini diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya, Bukhari dalam Tarikhnya, Ibnu Majah dalam Sunannya, Hakim dalam al-Mustadrak, semuanya bersumber dari Ibnu Mas'ud

Beliau bersabda:
والله إنى لأستغفر الله وأتوب إليه فى اليوم أكثر من سبعين مرة
“Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, No. 6307

Semoga Allah selalu berikan *KESEHATAN dan PETUNJUK berbuat KEBAIKAN AMIN*

Jakarta, 26,Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Sabtu, 29 April 2023

BANGUN RUMAH IDAMAN

*MEMBANGUN RUMAH IDAMAN*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Setiap manusia pasti mengharapkan *RUMAH IDAMAN, MEWAH, LUAS dan INDAH*, Apa saja Kreterianya :

1. *HARUS MEMPUNYAI PONDASI YANG KUAT DAN KOKOH HINGGA DAPAT MEMBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT*

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, *AKARNYA KUAT* dan cabangnya (menjulang) ke *LANGIT*,
Q.S Ibrahim [14] : 24

Itulah *IMAN dan TAUHID* Sebagai *PONDASI* Ummat islam. 

2. *MEMPUNYAI HALAMAN LUAS SERTA KEBUN BUNGA, BUAH ANEKA WARNA DAN RASA*

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah *LUAS*. Sesungguhnya hanya orang-orang yang ber *SABAR* lah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Q.S Az-Zumar [39] : 10.

Itulah *KESABARAN MANUSIA seperti LAUTAN LUAS TAK BERTEPI dan DALAM* 

3. *BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ARSITEKTUR NILAI SENI dan KEINDAHAN, yang akan membuat KAGUM SIAPAPUN YANG MEMANDANG NYA*

اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ
Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka nilai) *AKHLAK YANG TINGGI* yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Q.S Shad [38] : 46

Itulah yang dinamakan *AKHLAK MULIA* Sehingga  *TUTUR KATA dan PERBUATAN, menjadi PANUTAN setiap MANUSIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) *RASULULLAH* itu *SURI TELADAN* yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

4. *MEMPUNYAI LAMPU LAMPU KRISTAL, BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA, yang sangat INDAH dan MAHAL*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu *CAHAYA YANG TERANG BENDERANG (AL-QUR'AN)*.
Q.S An-Nisa' [4] : 174

Itulah *KITAB SUCI AL-QURAN yang akan menerangi HATI JIWA MANUSIA* 

Bila rumah besar dan mewah tidak ada lampu penerangan, *DIPASTIKAN SYETAN DAN JIN AKAN MENJADI PENGHUNINYA*

Begitu pulalah Jiwa hati manusia, bila tidak ada *PENERANGAN BACAAN AL-QURAN YANG DIHAFAL, DIFAHAMKAN, DIHAYATI DAN DI AMALKAN* , Maka jiwa kita akan dimasuki dan dirasuki Syetan dan Jin. karena jiwa kita *GELAP GULITA*

5. *MEMPUNYAI KENDARAAN MEWAH, INDAH DAN MAHAL*

Tidaklah lengkap bila rumah mewah *TAPI TIDAK PUNYA KENDARAAN MEWAH*

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, *BERAMAL SALEH* , kemudian tetap di *JALAN YANG BENAR*.
Q.S Tha Ha [20] : 82.

Itulah *KENDARAAN ORANG SALEH, SELALU DIJALAN YANG BENAR, TIDAK MAU MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS DI JALAN*

6. *MEMPUNYAI MESIN ALAT PEMBERSIH dan PERAWATAN RUMAH, DARI DEBU, KOTORAN DAN KARAT*

Sebagus, semewah dan seindah-indahnya rumah, bila *TIDAK DIRAWAT dan DIBERSIHKAN* Rumah akan nampak terlihat, *KUMUH, KOTOR DAN BAU DIMANA MANA* Sehingga kesan rumah mewah dan mahal hilang. 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
*,"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang *MENYUCIKAN DIRI*
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? *Sebenarnya Allah MEMBERSIHKAN siapa yang dikehendaki-Nya* dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

Itulah manusia yang selalu *MEMBERSIHKAN DIRI, MOHON AMPUN PADA ALLAH DAN BERTOBAT*

"Setiap anak Adam Berdosa, dan sebaik baiknya orang berdosa ialah, bertaubat". hadis. 

Karena Allah ingin kita manusia kembali pada Allah, dalam keadaan *HATI YANG BERSIH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih*."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Demikianlah Perumpamaan ini, mudah mudahan bisa kita ambil Hikmahnya, Amin ya Robbal alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, 

WA alaikum salam. 

Jakarta, 29 April 2023.

PB. FORMULA


*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 19 April 2023

GELAS IDUL FITRI

*🍵GELAS IDUL FITRI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji dan puja hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah Kepada Baginda Muhammad SAW. 

Sebagaimana diketahui, idul fitri terdiri dari dua kata, yakni id dan al-fithri. Kata yang pertama, id, dapat diartikan kembali, *sedangkan al-fithri memiliki arti kesucian, yang terkandung didalam KESUCIAN ADA, KEBENARAN, KEBAIKAN DAN KEINDAHAN* Sebagai bentuk kembali kepada kesucian. 

Karena setiap manusia terlahir *SUCI* bersih tanpa dosa dan Noda, dan tidak ada dosa warisan, tidak ada anak Haram walau terlahir dari orang tua penzina. 

Berikut haditsnya yang diceritakan Abu Hurairah RA:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
Artinya: "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai perumpamaan, jadi anak itu seperti *GELAS* 🍵. 

Misal kita ada acara pesta hajatan, kekurangan Gelas, maka kita akan meminjam kepada tetangga Gelas, dan *KEMBALINYA GELAS TERSEBUT 3 KONDISI*:

1. *KONDISI PERTAMA.*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan sudah kita bersihkan, tidak kotor. Itulah *KEMBALINYA ORANG YANG SHOLEH DAN BERIMAN PADA ALLAH*
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang *BERIMAN* dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 25

2. *KONDISI KEDUA*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan *TIDAK BERSIH dan KOTOR* 
Itulah *KEMBALINYA ORANG ORANG YANG PENUH DOSA DAN MAKSIAT*
Mereka akan *DICUCI BERSIH DALAM NERAKA, KEMUDIAN DIMASUKKAN KEMBALI KEDALAM SURGA* Lama pencucian dalam NERAKA tergantung seberapa besar *NODA DAN MAKSIAT*
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang *BERDOSA* tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

3. *KONDISI KE TIGA*
Gelas kembali kepada *PEMILIK GELAS* dalam keadaan *RETAK BAHKAN PECAH* 
Mereka inilah yang *KEMBALI KEPADA ALLAH* dalam keadaan *MUSRIK DAN KAFIR* ini gelas akan masuk *BAK SAMPAH NERAKA SELAMANYA, TIDAK AKAN MASUK SURGA* Karena tidak mungkin bisa di bersih kan lagi, sudah *PECAH HANCUR BERANTAKAN* Tidak mungkin kembali ditaruh di Lemari Surga. 
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
*Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK*, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Q.S An-Nisa' [4] : 48.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan puasa 1444 / 2023, dan kembali bersih baik lahir maupun bathin, Amin. 

Jakarta, 19 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 12 April 2023

DOA TIDAK DITERIMA

*DOA TIDAK AKAN PERNAH DIKABULKAN*

Doa sebagai permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Allah. artinya adalah mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Allah adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, harapan, dan permintaan.

Dan bahkan bila kita tidak berdoa Allah akan marah, seolah kita tidak membutuhkan Allah, 
sebagaimana sabda Rasulullah saw:
((من لم يسأل الله يغضب عليه)) (رواه أحمد والترمذي وحسنه الألباني)
“ Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya” ( HR: Ahmad, Tirmizi, dihasankan Al-Albani).

Selagi kita masih hidup di Dunia ini, Allah pasti mengabulkan doa kita. Bukan masalah *cepat atau lambat* nya, tapi *Allah mengabulkan pada saat situasi TEPAT*
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. *Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku*, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186.

Tetapi apabila kita sudah Meninggal dunia Di Akhirat nanti, apalagi di dalam neraka, tapi karena siksaan yang sangat berat sekali, mereka *TERUS MENERUS BERDOA, AGAR DIKELUARKAN DALAM NERAKA, UNTUK IBADAH, TAPI SEMUA ITU SIA SIA BELAKA*😭.
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan *mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Mereka ahli neraka Mengadu dan minta *PERTANGGUNG JAWABAN IBLIS* maka IBLIS pun menyambutnya dengan *CERAMA PIDATO DI NERAKA*
وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Dan berkatalah syaitan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, *"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar*, dan *aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya*. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) *aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,* oleh sebab itu *janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri*. *Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.* Sesungguhnya *aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu*." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Q.S Ibrahim [14] : 22

Iblis cuci tangan, karena tidak mau disalahkan, karena ia *HANYA MENGAJAK TIDAK MEMAKSA* toh yang beli minuman keras uang kita, yang minum juga kita sendiri. 

Ahli neraka pun, Menemui malaikat penjaga neraka, kali kali bisa bantu atau di suap, bisa Bebas😇🤭😟. 
قَالُوْٓا اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنٰتِۗ قَالُوْا بَلٰىۗ قَالُوْا فَادْعُوْاۚ وَمَا دُعٰۤؤُا الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang." *Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu." Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah SIA SIA belaka.*
Q.S Ghafir [40] : 50.

Dan terpaksa ahli neraka Menemui Allah, kali aja dapa Grasi, Amnesty atau pengampunan dari Allah, 
رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْن
Allah berfirman, " *Tinggallah dengan HINA di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.*"
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108.

Pupus sudah, *SIA SIA DOA KITA SUDAH TIDAK BERLAKU DI NERAKA*

Merekapun Ahli neraka melihat kesenangan *MELIMPAH RUAH, GEMBIRA DAN SUKACITA PENGHUNI SURGA* Merekapu mohon meminta makan minuman dari Ahli Surga, 
وَنَادٰٓى اَصْحٰبُ النَّارِ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ اَنْ اَفِيْضُوْا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاۤءِ اَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۗ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكٰفِرِيْنَۙ
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab, " *Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,*
Q.S Al-A'raf [7] : 50

Jadi selagi kita di Dunia ini, berdoalah pada Allah, doa adalah inti dari ibadah kita pada Allah, semoga Allah mengabulkan doa kita, dan terhindar dari siksa api neraka. Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri. 

Rabu 12 April 2023) 1444

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Kamis, 06 April 2023

MENGHIDUPKAN YANG MATI

*MENGHIDUPKAN ORANG MATI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji bagi Allah, Sholawat dan salam tercurah kepada Muhammad SAW. 

Menghidupkan yang mati, kenapa tidak, tidak ada yg tidak mungkin bagi Allah, sebagaimana dalam al-quran, Allah berfirman :
وَرَسُوْلًا اِلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ەۙ اَنِّيْ قَدْ جِئْتُكُمْ بِاٰيَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۙ اَنِّيْٓ اَخْلُقُ لَكُمْ مِّنَ الطِّيْنِ كَهَيْـَٔةِ الطَّيْرِ فَاَنْفُخُ فِيْهِ فَيَكُوْنُ طَيْرًاۢ بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُبْرِئُ الْاَكْمَهَ وَالْاَبْرَصَ وَاُحْيِ الْمَوْتٰى بِاِذْنِ اللّٰهِۚ وَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُوْنَ وَمَا تَدَّخِرُوْنَۙ فِيْ بُيُوْتِكُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَۚ
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan *aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah*; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 49.

Kenapa adanya kematian, *Ya karena masih adanya keberlangsungan kehidupan setelah kita.*

Rasulullah saw.  bersabda,
خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ
“Sebaik-baik manusia adalah yang *panjang umurnya dan baik amalnya* dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang *panjang umurnya dan jelek amalnya*.” (HR Ahmad dan Tirmidzi No. 2330 Abdullah bin Busr r.a.). 

Jadi sangat jelas, masalah kematian adalah *MASALAH KWALITAS HIDUP KITA*.

*Hidup HARUS, Mati WAJIB*

Masalah kematian adalah *Bukanya masalah panjang atau pendeknya umur manusia,* Sedangka umur Hidup manusia ada beberapa Jenis :

1. *UMUR BIOLOGIS*
Usia biologis dikenal juga dengan sebutan usia fisiologis atau fungsional. Usia biologis atau body age adalah ukuran seberapa baik atau buruk fungsi tubuh dibandingkan usia kronologis.

Apabila Tubuh ini tidak dirawat tidak diberikan masukan makan minum, yang bermanfaat, maka akan mempercepat kematian sel tubuh. 

Atau secara Umur Kronologis mungkin saja umurnya sudah diatas 50 tahun, tetapi secara Biologis tubuh nya masih keliatan sangat muda, atau dibawah 50 Tahun. 

2. *UMUR KRONOLOGIS*
Usia kronologis dapat diketahui dari tanggal seseorang terlahir ke dunia. Usia tersebut bisa lebih spesifik bila diukur dari hari, minggu, bulan, dan tahun sekaligus.

Biasanya Umur Kronologis lah yang selalu di Ulang Tahunin.

3. *UMUR MENTAL*
Umur mental adalah ukuran pencapaian individu berdasarkan kemampuannya saat ini dibandingkan dengan kelompok usia tertentu. Singkatnya, usia mental adalah usia yang memperlihatkan pencapaian kita dibandingkan pada kemampuan pada suatu kelompok usia.atau dia sudah Sukses di usia muda. 

4. *UMUR EMOSIONAL*
Umur Emosional  adalah kemampuan seseorang untuk sepenuhnya mengelola dan mengekspresikan emosi baik positif maupun negatif. Dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dengan baik. Tidak cepat tersinggung dan marah. 

5. *UMUR AMAL SHOLEH atau AMAL SALAH*
Inilah umur walaupun seseorang tersebut sudah tiada, tapi Amal baik atau buruknya selalu di ingat orang, seolah masih hidup. 

عَلَيْهِ السَّلَامُ: {إذَا مَاتَ ابْنَ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ} يَدْعُوْ لَهُ.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya,” (HR Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i).

6. *UMUR SPIRITUAL KEIMANAN*
Yaitu *UMUR DIMANA KITA MULAI MENDEKATI ALLAH, DENGAN IBADAH, DZIKIR SERTA PENUH KECINTAAN*

Jadi Umur, Biologis, Kronologis, Mental, Emosional, itu semuanya akan mati, berhenti dan hilang, pada saat berpisah nya *RUH dan TUBUH MANUSIA* 

Tetapi *UMUR AMAL SHOLEH dan UMUR SPRITUAL LAH, YANG TERUS BERLANJUT MENEMANI RUH MANUSIA, KE ALAM AKHIRAT*.

Walaupun kita bukan *NABI ISA, YANG MEMBANGKITKAN ORANG MATI, HINGGA TUBUH MANUSIA HIDUP KEMBALI*, tetapi *INSYAALLAH KITA BISA MENGHIDUPKAN RUHANI IMAN UMMAT ISLAM YANG MATI, SEBELUM MATI SECARA BIOLOGIS*

Dahulu ULAMA, KIYAI dan USTADZ *TERJAGA* tetapi UMMAT ISLAMNYA *TERTIDUR* TERLENA BERGELIMANG HARTA dan JABATAN, *" JADI DENGAN MUDAH ULAMA MEMBANGUNKAN UMATNYA YANG TIDUR MABUK DUNIA"*

Sedangkan jaman sekarang ULAMANYA TERTIDUR, sedangkan UMMAT ISLAM IMANNYA MATI, *"APAKAH MUNGKIN ORANG TIDUR BANGUNKAN ORANG MATI*

Jadi *"TUGAS KITA ADALAH MENGHIDUPKAN KEMBALI, JIWA RUHANI HATI MANUSIA YANG MATI IMANYA "*

كَذٰلِكَ يَطْبَعُ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِ الَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ
Demikianlah Allah mengunci *MATI HATI*  orang-orang yang tidak (mau) memahami.
Q.S Ar-Rum [30] : 59

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Allah telah mengunci *MATI HATI* dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
Q.S Al-Baqarah [2] : 7
خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Artinya: “Yang menjadikan *MATI* dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,” (QS Al-Mulk: 2)

Untuk kita bisa dapat "MENGHIDUPKAN DAN MEMBANGKITKAN RUH KEMATIAN HATI IMAN, UMMAT ISLAM, SYARAT NYA CUMAN SATU" : *"KITA TIDAK MINTA UPAH, KEPADA UMMAT ISLAM"*.

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًاۙ اُولٰۤىِٕكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, *yaitu Kitab dan MENJUALNYA dengan HARGA UPAH yang sedikit (MURAH),* mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari Kiamat, dan tidak menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Q.S Al-Baqarah [2] : 174

اَمْ تَسْـَٔلُهُمْ اَجْرًا فَهُمْ مِّنْ مَّغْرَمٍ مُّثْقَلُوْنَۗ
Ataukah kamu *MEMINTA IMBALAN UPAH*  kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?
Q.S Ath-Thur [52] : 40

قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Katakanlah (hai Muhammad), "Aku *TIDAK MEMINTA IMBALAN UPAH*  sedikit pun kepadamu atas *DAKWAHKU* dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Q.S Shad [38] : 86

اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 162
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 163
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ
Dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA IMBALAN (amplof)* kepadamu atas ajakan itu; imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 164

Subhanallah dan banyak lagi Firman Allah yang serupa ayat diatas, Jadi kita jadi Da'I, Mubaligh dan Penceramah, bukanlah *PROFESI YANG HARUS ADA HARGANYA* Bila kita sudah *DIHARGAI MANUSIA, ALLAH SUDAH TIDAK MENILAI DENGA MENGHARGAI KITA LAGI DENGAN JANJINYA* 

Tetapi bila manusia bingung Menghargai kita kira diberi upah berapa dalam berdakwah, *YAKINLAH ALLAH AKAN YANG MEMBAYARNYA DENGAN REJEKI YG TIDAK BERPINTU, DATANG DARIMANA SAJA*

Disekeliling kita maaf, walaupun tidak semuanya, kita ummat islam, *SUDAH KEHILANGAN FIGUR, TELADAN dan PANUTAN dari UMMAT ISLAM, baik itu berupa ORMAS ISLAM atau PARTAI ISLAM* 

Mereka sudah merasa masuk *ZONA NYAMAN dan AMAN* Bahkan sudah dimangsa oleh *PREDATOR OLIGARKI EKONOMI dan POLITIK*.

Sudah saatnya Saya, dan ummat islam, *BANGKIT DAN HIDUPKAN LAGI HATI NURANI YANG MATI SETELAH REFORMASI, INDONESIA TIDAK SEDANG BAIK BAIK SAJA*

Karena sesungguhnya Allah, hanya melihat hati dan amal perbuatan kita, bukan bentuk tubuh, harta, jabatan maupun anak keturunan kita. 

وَعَنْ أبي هُريْرة عَبْدِ الرَّحْمن بْنِ صخْرٍ رضي الله عَنْهُ قَالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم “رواه مسلم.

Dari Sahabat Abi Huroiroh rodhiallohu ‘anhu, yakni ‘Abdurrohman bin Shokr mengatakan: Rosululloh sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda;

“Sejatinya Alloh (laa yandhuru ila ajsamikum) tidak melihat pada tubuh atau jasad kalian, juga tidak melihat pada wajah kalian, tetapi Dia melihat pada hati kalian dan amal kalian” [HR Muslim].

Anggaplah kita di dunia ini berjalan dimuka bumi seperti *MANUSIA YANG SUDAH MATI, SEBELUM MATI SUNGGUHNYA*

عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {كُنْ فِى الدُّنْيَا كَأنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْعَابِر سَبِيْلٍ وَعُدَّ نَفْسَكَ مِنْ أَهْلِ الْقُبُوْرِ}

Dari Ibnu ‘Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah di dunia seperti kamu mengembara atau *berjuang di jalan Allah dan anggaplah dirimu (termasuk) dari ahli kubur,*” (HR Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah).

Yang benar datangnya dari Allah, yang salah dan sangat salah dari Alfaqir pemulung ilmu. 

Semoga ada manfaatnya, Amin ya robbal 'alamin 🙏😍

Jakarta, 06 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 28 Maret 2023

INFORMASI KOMUNIKASI

*INFORMASI & KOMUNIKASI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Segala puji bagi Allah, Sholawat serta Salam, tercurah Pada manusia Agung, Muhammad Saw. 

"Siapa yang menguasai dunia informasi, Dialah sesungguhnya yang akan menguasai dunia," demikian pepatah ini begitu mashyur kita dengar, pepatah yang melukiskan akan besarnya kuasa media informasi.

Tanpa terasa kita sudah terjajah dan dikuasai oleh tehnologi informasi dan komunikasi.

Jadi terjadinya *KOMUNIKASI* adalah karena adanya Ide, gagasan dan pesan *INFORMASI* Yang akan disampaikan, maka akan terjadilah *AKSI dan REAKSI* atau terjalin *INTERAKSI* atau *HUBUNGAN YANG DEKAT DAN BAIK, BAHKAN SALING MENGASIHI DAN MENCINTAI*

Tapi Ada Komunikasi, tapi tidak terjadi Informasi yang interaktif, Walau ada Aksi tapi tidak ada Reaksi, Contohnya : *Kita berbicara dengan orang Mati.*

Dan *ALLAH TIDAK ADA YANG TAU DAN TIDAK DIKENAL* Siapa Manusia atau mahluk yang Tau dan mengenal Allah, *TIDAK ADA SATUPUN*.

Tetapi *ALLAH INGIN DIKENAL DAN DIKETAHUI, MAKANYA ALLAH CIPTAKAN MAHLUK*

Maka ALLAH pun, memberikan *INFORMASI, KESAKSIAN BAHKAN KOMITMEN* Kepada manusia, :

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah *mengambil kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
*Sesungguhnya Aku ini adalah Allah*, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًا فَأَحْبَبْتُ أَنْ أُعْرِفَ فَخَلَقْتُ خَلْقًا فَبِي عَرَفَوْنِيْ
“Aku adalah simpanan yang tersembunyi, *kemudian Aku ingin diri-Ku dikenal, maka aku ciptakan makhluk, yang dengannnya Aku dikenal”.*

Subhanallah, MAHA SUCI ALLAH, Allah Mengumumkan dengan *GAMBLANG, JELAS , TEGAS, DAN DAPAT DIPAHAMI DENGAN BAIK, SETIAP MAHLUK YANG BERAKAL, BAHWA ALLAH SANGAT SENANG BISA BERKOMUNIKASI, BERINTERAKSI DENGAN MAHLUK NYA, YANG BERNAMA MANUSIA,*

Tapi *KENYATAANNYA, MANUSIA, LALAI, MENGHINDAR, BAHKAN SOMBONG DAN ANGKUH, TIDAK MAU MENDENGAR PANGGILAN ADZAN, UNTUK BERJUMPA DENGANNYA.*

Sementara, *TIDAK SEDIKIT MANUSIA CARI MUKA, PENJILAT, RELA JADI BUDAK ATASANNYA, DAN SANGAT SENANG DAN BANGGA DIPANGGIL OLEH, BOS, PEJABAT, GUBERNUR, MENTERI, BAHKAN PRESIDEN.*

Padahal *SIAPAPUN PEJABAT DAN PRESIDEN NYA, ALLAH LAH YANG MEMBERIKAN DIA HIDUP DAN KEHIDUPAN NYA.

Dan Allah *MEMILIH PARA NABI dan ROSUL, untuk KOMUNIKASI memberikan INFORMASI PERINTAH DAN LARANGAN*

هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Ini (Muhammad) adalah *seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu.*
Q.S An-Najm [53] : 56

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, *"Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

Setelah *PARA NABI dan ROSUL KEMBALI PADA ALLAH*, Selanjutnya  untuk *BERKOMUNIKASI dan MEMBERIKAN INFORMASI, Allah memilih PARA WALINYA DIMUKA BUMI INI, YAITU MEREKA SELALU MEMBERSIHKAN HATINYA, DENGAN SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH, SIANG DAN MALAM*.

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya *wali-wali Allah* itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28

Dan siapapun Bisa dapat *INFORMASI dari Allah, dan BERKOMUNIKASI serta INTERAKTIF, asal HATI KITA BERSIH DARI MAHLUK, YANG ADA HANYA LAH ALLAH SWT.*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

*HATI* adalah Istana kerajaan, tidak mungkin dipimpin oleh *DUA RAJA*, apabila Ada *NAFSU, DUNIA dan SYETAN, TIDAK MUNGKIN ALLAH HADIR PADA DIRI KITA* 

Bila Allah Hadir pada  Jiwa manusia, masuk kedalam Hati yang paling dalam, Maka bergetar lah Hati kita, dan diri pun Tiada. 

Semoga Allah membersihkan Hati kita, dari *MENUHANKAN HAWA NAFSU*.

Benar Dari Allah, salah dari Alfaqir, Selamat *BERINTERAKSI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH, MELALUI QOLBUN SALIM, HATI YANG BERSIH, AMIN*

Selasa, 28 Maret 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Minggu, 26 Maret 2023

PUASA RAMADHAN

*PUASA RAMADHAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Puji hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah pada Baginda Agung Muhammad SAW.

Manusia itu terlahir fitrah, suci dan bersih. 

Dan manusia adalah mahluk *BAIK*.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang *sebaik-baiknya.*
Q.S At-Tin [95] : 4

Dan manusia juga Mahluk yang *SEMPURNA*

وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu *(Dengan Sempurna)*, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
Q.S Al-A'raf [7] : 11

Dan Allah pun *MEMULIAKAN MANUSIA*
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ ,,
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, 
Q.S Al-Isra' [17] : 70

Tetapi dikarenakan *HAWA NAFSU* Banyak manusia yang tersesat berbuat dosa dan maksiat. 
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Apalagi Iblis pun mengancam, menghalangi dan menyesatkan manusia, sesuai janjinya :
قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan *(menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,*
Q.S Al-A'raf [7] : 16

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya.
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan). 

Karena dorongan Hawa nafsu untuk melakukan dosa dan maksiat, maka Manusia Menjadi *ANGKUH, SOMBONG dan PENENTANG ALLAH* Tidak mau menuruti perintah Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami *menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata*!
Q.S Ya Sin [36] : 77

Tapi dengan *RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, ALLAH PUN MENERIMA TOBAT DAN KESALAHAN MANUSIA, APABILA MAU BERTOBAT*
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

Tetapi bila *TIDAK BERTOBAT JUGA MAKA AKAN KEKAL DALAM NERAKA, DOA AMAL SHOLEH TIDAK AKAN DITERIMA*
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37.

Nah selagi kita masih hidup didunia, sebesar apapun, kesalahan, dosa dan Maksiat, Pasti Allah mengampunkannya, Walaupun dosanya seluas langit dan bumi, *TAPI RAHMAT dan KASIH SAYANG ALLAH, LEBIH LUAS LAGI*.

Maka dari itu, 11 Bulan, Noda dan dosa kesalahan kita, Allah hapus, Lebur, dan diampuni, selama *BULAN RAMADHAN* Bulan penuh *RAHMAT*, *AMPUNAN* dan *TERHINDAR DARI SIKSA API NERAKA*

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan ihtisab, *maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu*,” (HR Bukhari).

Tapi *MAAF* Tidak semua orang Islam, yang *ALLAH UNDANG UNTUK HADIR DI BULAN RAMADHAN, UNTUK PEMBERSIHAN DAN PENGAMPUNAN DOSA, HANYA UNTUK ORANG ISLAM YANG BERIMAN PADA ALLAH, YANG DIWAJIBKAN BERPUASA* sebagaimana Firman-Nya :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183.

Sangat beruntunglah, Orang Islam dan beriman pada Allah, bertemu bulan Ramadhan, untuk menjalankan *IBADAH PUASA, TERAWEH, TADARUS DAN IBADAH LAINNYA*.

Apalagi ada *BIG BONUS PAHALA* Pada saat Malam Lailatul qadar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Semoga Allah Mudahkan dan ringankan, *IBADAH PUASA ROMADHON, HINGGA AKHIR* Dengan penuh cinta, kasih, ketenangan dan penuh kepuasan *RIDHO dari ALLAH* amin yaa Robbal 'Alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang kurang dari ilmu. 

27 Maret 2023

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Selasa, 21 Maret 2023

MARHABAN YA RAMADHAN

*SURAT UNDANGAN*
22, MARET 2023 H /1444 H
Jenis Surat : *SANGAT PENTING*
Perihal : *DIKLAT TAQWA*

Assalamu'alaikum Wr.

1. Undangan bagi Ummat Islam, : *KHUSUSNYA BAGI YANG SUDAH BERIMAN, UNTUK MENGHADIRI PENDIDIKAN & LATIHAN KENAIKAN  IMAN MENJADI TAQWA,*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Hai orang-orang yang *BERIMAN*, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu *BERTAQWA* ,
Q.S Al-Baqarah [2] : 183

2  Waktu : *SATU BULAN PENUH SELAMA BULAN RAMADHAN*

Pelatihan dibagi 3 Tahap selama sebulan. Setiap Tahap dilalui selama 10 Hari. 

Tahap *PERTAMA* : Akan mendapatkan gelar *RAHMAH*

Tahap *KEDUA* : Gelar *MAGHFIRAH*

Tahap *KETIGA* : Gelar *IDKUM MINAN NAR*

3  Bagi para peserta *Diwajibkan berpusa sebulan penuh, dan pada malam harinya disunahkan, Sholat Taraweh, Baca Al-quran, Dzikir dan ibadah sunah lainnya.*

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

4. *HADIAH dan BONUS*: Hadiah dan bonus akan didapatkan pada *TAHAPAN KE 3, SEPULUH MALAM TERAKHIR* Yaitu *MALAM LAILATUL QADAR*
*BONUS PAHALA IBADAH 1000 BULAN*

التمِسوها في العشرِ الأواخرِ من رمضانَ، ليلةَ القدرِ، في تاسِعةٍ تَبقى، في سابِعةٍ تَبقى، في خامِسةٍ تَبقى
Artinya: *“Carilah Lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan*, pada malam yang ke sembilan tersisa, malam yang ke tujuh tersisa, malam yang ke lima tersisa” (HR. Bukhari)

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan.
Q.S Al-Qadr [97] : 1

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
Q.S Al-Qadr [97] : 2

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Q.S Al-Qadr [97] : 3

Bagi Ummat Islam, yang belom ada imanya, kami sebagai Panitia Pelaksana belum bisa Mengikut sertakan, Demikian *MOHON DIMAKLUMI*

Pendaftaran di mulai awal Ramadhan *BIASANYA AWAL PENDAFTARAN PENUH DAN MEMBLUDAK DILOKET, MUSHOLA DAN MESJID TERDEKAT*😁🙏Dan tidak dikenakan Biaya. 

Semoga undangan dan pemberitahuan ini ada manfaat nya, Amin. 

Mohon Maaf lahir batin. 

Jakarta, 21 Maret 2023.

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Minggu, 12 Maret 2023

HAWA, NAFSU dan SYAHWAT

*HAWA, NAFSU dan SYAHWAT*

Assalamu'alaikum, Wr, Wb. 

Puji hanya Bagi Allah, Sholawat serta salam kepada Muhammad SAW. 

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:

*HAWA* (الهوى): sangat *KEINGINAN*

*NAFSU* (النفس): *DORONGAN ENERGI* dari diri seseorang. 

*SYAHWAT* (الشهوة): 
*KENIKMATAN, KENYAMANAN dan KETENANGAN*

Jadi *HAWA* atau Keiinginan manusia Lahir itu tidak lepas dari adanya : *PERMINTAAN KEBUTUHAN POKOK DASAR DARI MANUSIA*  Berupa : 
1. *MAKAN dan MINUM*
2.*KELANGSUNGAN KETURUNAN*
3. *MENGENAI ALLAH*

Tapi Manusia pada umumnya *LEBIH CENDERUNG UNTUK MEMENUHI KEINGINAN KEBUTUHAN BIOLOGIS daripada TAAT IBADAH MENGENAI ALLAH.*

Dari *KEBUTUHAN* maka tumbuhlah Hasrat *KEINGINAN* lalu muncullah Energi Dorongan *NAFSU*.

Maka pada saat *KEINGINAN DORONGAN NAFSU SANGAT KUAT, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA, maka disinilah muncul*, *AKAL* untuk  *MENGKONDISIKAN dan MEWUJUDKAN NYA*. 

Lalu *AKAL* Tinggal memerintahkan Pasukannya berupa *PANCAINDERA* untuk *MENGEKSEKUSI, SESUAI SITUASI DAN KONDISI* agar tercapainya Tujuan berupa *" SYAHWAT (KESENANGAN, KEPUASAN, KETENANGAN DAN KENYAMANAN )*. 

Jadi *SYAHWAT* itu lebih cenderung *KESENANGAN dan KEPUASAN yang SESAAT, FATAMORGANA, MENIPU dan NEGATIF*.

Sedangkan *KESENANGAN dan KEPUASAN yang POSITIF, disebut : HIMMAH*.

*HIMMAH* merupakan lawan kata dari *SYAHWAT,* yang juga memiliki arti keinginan. Namun bila syahwat merupakan keinginan yang rendah, maka *HIMMAH* = adalah keinginan yang tinggi, keinginan Untuk *TAAT menuju MAKRIFATULLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

Jadi *TARGET dari HAWA NAFSU* ada *DUA* yaitu :

1. *SYAHWAT, : KEINGINAN DORONGAN HAWA NAFSU yang SANGAT KUAT, BERLEBIHAN dan TIDAK TERKENDALI, CENDERUNG MAKSIAT*.

Agar *HAWA NAFSU* Dalam *PERGERAKANYA DAPAT DIKENDALIKAN, DIATUR, TIDAK SEMAUNYA, MAKA DIPERLUKAN IMAN (SEBAGAI REM, TIDAK HANYA TERUS MENGGAS TERUS)*

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan *MENAHAN* diri dari *KEINGINAN  HAWA NAFSUNYA*

Q.S An-Nazi'at [79] : 40

2. *HIMMAH* Yaitu *KEINGINAN HAWA NAFSU, YANG SUDAH TERKENDALI, TENANG, DAMAI,UNTUK TAAT PADA ALLAH, YAITU NAFSU YANG TELAH ALLAH RAHMATI.*

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, *KECUALI NAFSU YANG DIBERI RAHMAT OLEH TUHANKU.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

*HAWA NAFSU yang penuh KETENANGAN, KETENTRAMAN, KEPUASAN dan KEDAMAIAN, tidak pernah merasakan *KETAKUTAN dan KESEDIHAN* apapun situasi dan kondisi, *ANUGERAH atau MUSIBAH*

Jadi *HAWA NAFSU* Seperti Musuh dalam Selimut, dan menjadi   *MUSUH BESAR MANUSIA* Karena ada padi diri manusia, sedangkan *DUNIA dan SYETAN* berada diluar diri manusia. 

Rosulullah Sholullahi ‘alaihi wasallam sepulang dari salah satu peperangan:   قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا الْجِهَادُ الْأَكْبَرُ؟ قَالَ: مُجَاهَدَةُ الْعَبْدِ هَوَاهُ   Artinya, “Kalian baru saja pulang dengan baik dari jihad kecil menuju jihad besar.” Pada sahabat bertanya, “Apa itu jihad besar?” Beliau menjawab, *“SEORANG HAMBA MEMERANGI HAWA NAFSUNYA"* (HR. al-Baihaqi).

Mudah mudah Allah, memberikan *PETUNJUK dan MENUNDUKKAN Hawa Nafsu, menjadi *NAFSU yang MUTHMA'NNAH, NAFSU YANG PENUH KETENANGAN DAN PERDAMAIAN, AMIN*.

Kesimpulannya :
1. Mau makan = *KEBUTUHAN*

2. Makan dimana = *KEINGINAN*

3. Siapa lagi yang mesti kumakan = *SYAHWAT*

*( ITULAH PARA KORUPTOR, TIDAK PERNAH PUAS, SUDAH PUNYA JABATAN, GAJI BESAR, FASILITAS BANYAK TETAP KORUPSI)*

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang Allah TUTUPI KESALAHAN, AMIN. 

Jakarta, Minggu 12 Maret 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...