Sabtu, 19 Juli 2025

KEBAHAGIAAN SEJATI

*KEBAHAGIAAN SEJATI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Jangan menunggu populer baru *Bahagia*, jangan menunggu senang untuk *bahagia*, maka bahagia itu ialah kebebasan dari keterikatan, *carilah di dalam dirimu*, jangan capek-capek cari kebahagiaan dari luar. Jalani hidupmu sesuai fitrahmu" 

Dalam ayat lain dijelaskan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (surat Thaha [20]: 123.

Hadits nabi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya. (HR Tirmidzi)

Ada *BEBERAPA HAL BUAT KITA BAHAGIA* :

1. *KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA*

Kebahagiaan bukan ada diluar diri kita, Mobil 🚗Rumah Mewah, 🏠, Isteri cantik, Jabatan ,Pujian sanjungan dari manusia dan kekuasaan, Tapi ada pada *Ketenangan Jiwa Qolbu Salim*.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

2. *MASALAH KEPEMILIKAN*

Makin Banyak kita memiliki dunia🌍, Dan mencintai masuk kedalam Hati❤makin, Makin resah, gelisah dan takut kehilangan, 

Karena Hakekatnya semua di dunia ini termasuk diri kita *MILIK ALLAH*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
*“Milik Allah kerajaan langit dan bumi* dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Rasulullah SAW bersabda:

أتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“ Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata, “ *Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati*, *cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya* dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim).

3. *KECUKUPAN*

Yang menyebabkan Gelisah, galau, dan ketakutan Adalah, Hidup yang tidak pernah Puas, tidak ada Cukupnya, 

Orang Kaya, dan punya Jabatan, masih Korupsi, tidak pernah puas, bila menuruti, *KEMAUAN DAN GAYA HIDUP*

Cukup Adalah *HARTA YANG TIDAK AKAN PERNAH HABIS*

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى
Artinya: "Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah" (dalam ath-Thabrani, al-mu'jam al-Ausath, 7/84)

Mengutip buku Al Lama'at yang ditulis oleh Badiuzzaman Said Nursi, berdasarkan hadits tersebut sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan.
عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ
Artinya: "Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak" (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari – Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.)

4. *PEMAAF*

Pemaaf adalah bukan sekedar kita Sekedar Memaafkan kesalahan Orang Lain, *TETAPI JUSTRU KITA MELEPASKAN BEBAN DARI KETERIKATAN DARI MASALAH DAN KESALAHAN*

dalam surat Ali Imran ayat 134.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

اَفْضَلُ الْاِيْمَانَ اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةِ
seutama-utama iman adalah sabar dan pemaaf, (Hadis)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim.)

5. *TULUS*

Tulus adalah orang yang Ikhlas dan Ridho, Atas ketentuan dan ketetapan yang Allah berikan, 

Tetep Berprasangka Baik kepada Allah, atas Anugerah, Dan Musibah. 

*Ikhlas baru belajar berbuat baik, sementara Ridho Kebaikan sudah menjadi Kebiasaan sehari-hari nya!*


فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Q.S Ghafir [40] : 14

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا  بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR. Nasa'i

6. *KESEDERHANAAN*

sederhana adalah sikap tidak berlebih-lebihan namun juga tidak terlalu hemat. Sedangkan kesederhanaan adalah sebuah keadaan untuk bersikap seperlunya saja dengan mempertimbangkan apa yang dimiliki.

Kesederhanaan adalah orang yang rendah Hati, dia tidak menggunakan, kemampuan, sarana, fasilitas, untuk sesuatu yang tidak Perlu, penting dan mendasak, 

Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan *rendah hati* dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam,” (QS. Al-Furqan [25]: 63).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْبَذَاَةَ مِنَ الْإيْمَانِ
Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.[10]

7. *BERSERAH DIRI*

Orang yang bahagia Orang yang Berserah diri dari segala urusannya, *SETELAH BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI YANG ALLAH BERIKAN*

Jadi berserah diri, pasrah dan tawakal bukan berarti Tanpa usaha Maksimal, bila tanpa usaha namanya Halusinasi.

Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)

Tawakal merupakan ikhtiar batin yang memasrahkan segala hal kepada Allah SWT. Sedangkan ikhtiar merupakan upaya lahiriah dalam mencapai tujuan baik untuk sebuah kemaslahatan maupun untuk memperkecil mafsadat.

Dengan demikian, keduanya (tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat) tidak dipertentangkan, dihadap-hadapkan, dan dipilih salah satunya karena keduanya dapat berjalan seiring. Yang pasti, keduanya memiliki domain masing-masing.

Kita dapat menyaksikan bagaimana Rasulullah mengajarkan tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat kepada sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:
عن أنس بن مالك قال جاء رجل على ناقة له، يا رسول الله، أدَعها وأتوكل؟ فقال اعقلْها وتوكَّلْ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang dengan mengendarai unta miliknya mendatangi Rasulullah. Ia bilang, ‘Wahai Rasulullah, aku melepasnya dan aku bertawakal.’ Rasulullah menjawab, ‘Ikatlah untamu. Tawakallah,’” (Lihat Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah,[Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 92).

Jadi *KEBAHAGIAAN* itu ada dalam diri manusia Kita dapan Merasakan *KETENANGAN HATI* Baik kita kaya atau miskin, karena hakekatnya semua *MILIK ALLAH*, Yang kita mesti, merasa *CUKUP, TULUS, PEMAAF, SEDERHANA, DAN PASRAH AKAN KETETAPAN ALLAH*

Semoga kita *SEHAT, SUKSES DAN BAHAGIA* Amin. 


Jakarta, 19 Pebruari 2025

*PB. FORMULA*

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto. 
Ketum

MATERI KAJIAN TASAWUF

*MATERI KAJIAN TASAWUF*

Assalamu'alaikum wr wb

1. MENGENAI ALLAH

Allah itu wujud, Ada, Jelas dan sangan Dekat, bila kita tidak Mengenal-Nya, Berarti mata hati kita buta

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

2. *MENGENAI DIRI*

Pada diri kita dapat Mengenal dan memahami Akan adanya Allah.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
Q.S Az-Zariyat 

 وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

3. *MENGENAI ROSUL*

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

4. *QOLBUN SALIM*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

5. *MAQOM MARTABAT*

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

6. *BUTA MATA HATI*

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

7. *INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

8. *KETENANGAN JIWA*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

9. *KESAKSIAN*

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172


10. *LUPA DAN LALAI*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152


11. *IKLAS RIDHO*

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan (Iklas Ridho) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang tiada meminta balasan ( Upah) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

12. *KEPEMILIKAN*

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
Q.S Ali 'Imran [3] : 189

13. *KOSONG TAPI ISI*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

14. *KESADARAN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191


Ada 4 RUKUN , CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM, 

MESTI ADA PADA DIRI ORANG ISLAM! 

1. Rukun Islam : Syariat, Kulit buah, Ilmu Fiqih
2. Rukun Iman : Tauhid Aqidah, isi Buahnya Ilmu Tauhid
3. Rukun Ihsan : Akhlakul Karimah, Biji Buah, ditanam amal sholeh, diri dan keluarga, Ilmu Ihsan
4. Rukun Makrifat : Mengenal Rasa Buah, Merasakan Kehadiran Allah dengan Ketenangan Jiwa, Ilmu Tasawuf


WA alaikum salam wr. Wb


Jakarta 16 Maret 2025

PB FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 16 April 2025

MEMBERSIHKAN DIRI

*MEMBERSIHKAN DIRI MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia terlahir dalam keadaan Fitrah, Suci dan Bersih, dari Segala, Kotoran , Dosa dan noda, Dan Allah ingin Manusia Kembali Kepada Allah dalam Keadaan Bersih pula,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan kebersihan itu Separuh daripada Iman. 
Hadis tentang Kebersihan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

(رواه مسلم)

*Ada 4 HAL YANG PERLU DIBERSIHKAN PADA DIRI MANUSIA*:

1. *MEMBERSIHKAN JASAD / TUBUH MANUSIA*

Tubuh kita mesti senantiasa Bersih, apalagi untuk Sholat menghadap Allah,  Cara membersihkan nya dengan *AIR* Wudhu atau Tayamum, Untuk membersihkan Berbagai macam jenis Najis. 

اوَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ 
dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu 

Q.S Al-Anfal [8] : 11


2. *MEMBERSIHKAN PANCA INDERA*

Selanjutnya membersihkan Panca indera anggota tubuh kita, yang melakukan Maksiat, dosa dan kesalahan, 

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Q.S Ya Sin [36] : 65

Cara membersihkannya dengan *ISTIGHFAR DAN BERTAUBAT*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ 
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan *taubat yang semurni-murninya*. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai. 
Q.S At-Tahrim [66] : 8


3. *MEMBERSIHKAN JIWA*

Setelah Tubuh bersih dari kotoran Najis, Dan panca indera dari Dosa kesalahan, Maka yang tidak kalah penting kita *MEMBERSIHKAN JIWA* Yang selalu membawa Kejahatan :

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya *nafsu (jiwa)* itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Cara membersihkannya Dengan *SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH*

Hadits #1437

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan].


4. *MEMBERSIHKAN RUH*

Yang paling penting dan utama adalah membersihkan *JIWA YANG PALING DALAM, YAITU RUH*.

Membersihkan Jiwa, Ruh, dari segala mahluk, sehingga, Hati kita menjadi *QOLBUN SALIM* Ke *KOSONGAN TAPI ISI, YANG ADA HANYA ALLAH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *hati yang bersih.*”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Demikian Semoga ada Manfaat amin. 

WA alaikum salam wr. W. 

Jakarta, 16 April 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 26 Maret 2025

7 MARTABAT ALLAH

*7 MARTABAT ALLAH*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Martabat adalah Keberadaan Allah, Dari mulai, *KE ESAAN TUNGGAL, KESENDIRIAN KE KOSONGAN* Yang Ada hanya Dzat Allah, Hingga Allah *MEMPERKENALKAN DIRINYA* Hingga menjadi *WUJUD ADA, JELAS DAN DEKAT* Hingga Manusia Dapat *MENYAKSIKAN DENGAN MATA HATI atau QOLBUN SALIM*.

1. *ALAM AHADIYAH.*

Alam AHADIYAH Adalah Alam Martabat Allah, yang Ada Hanya *DZAT ALLAH, Yang ESA TUNGGAL*, MASIH KOSONG Tapi ISI, TIADA RUANG DAN WAKTU, HAMPA! Yang ada Hanya Allah, Semata. *sampai Kata Ada pun, belum Ada.*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha *Esa*.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

2. *ALAM WAHDAH*

Alam WAHDAH, adalah Dimana Allah, *INGIN DI KENAL, DIKETAHUI SYUKUR DI IBADAH* Allah ingin dikenal diluar dirinya, Atau *TA'AYUN AWAL LIMPAHAN AWAL , Manifestasi, Tajali, Penampakan Allah Awal, dengan *MEMPERKENALKAN DENGAN NAMA DAN SIFAT ALLAH* 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai *Asmaul Husna.* Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berupa *KONSEP, IDE, BLUE PRINT, Berupa NUUR MUHAMMAD*

Hadis Qudsi, 
كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَرَدْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ لِيَعْرِفُوْنِي
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Kemudian Aku berkeinginan agar Aku dikenal. Maka Aku pun menciptakan makhluk agar mereka mengenal Aku”.

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ 
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,(Tersembunyi) 
Q.S Al-Baqarah [2] : 3

3. *ALAM WAHIDIYAH*

Alam WAHIDIYAH adalah, *TA'AYUN SANI, LIMPAHAN KEDUA, DARI MANIFESTASI, TAJALI, HAKIKAT KEBERADAAN ALLAH,*.

Berupa, *PROGRAM DATA BASE, CATATAN SKENARIO, JALAN CERITA SINOPSIS, BERUPA LAUHUL MAHFUDZ, QODO DAN QADARNYA ALLAH*, 

*DENGAN SECARA DETAIL, DAUN KERIN, DAN HIJAU PUN , DAUN GUGUR, SAMPAI SEBUTIR BIJI DALAM KEGELAPAN ALLAH TAU, APALAGI KEHIDUPAN MANUSIA, SAMPAI HARI AKHIR, SURGA ATAU NERAKA*??!!! 

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)." (QS Al-An'am: 59

Jadi Sang Maha Sutradara Allah yang Alhak, Yang Tersembunyi Di Alam Ahad kemudian *INGIN DIKENAL*, Lalu memperkenalkan Diri-Nya Dengan *NAMA dan SIFATNYA* di Alam wahdah Lalu dibuatlah Jalan cerita skenario tercatat dalam *LAUHUL MAHFUZ* pada Alam Wahidiyah. 

4. *ALAM RUH*

Alam Ruh Adalah Dimana, Alhak Kholik, Mulai menciptakan Ruh Dari Bahagian Dari Diri-Nya, Bagaimana Allah Maha Pencipta bila tidak ada Ciptaan-Nya yaitu Mahluk. 

Yang Pertama Allah Ciptakan yaitu *RUH MUHAMMAD* Prototipe, Sampel, Contoh Uswatun hasanah, Contoh, yang *TERBAIK, SEMPURNA DAN MULIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu *suri teladan yang baik* bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya *RUH* (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Q.S Al-Hijr [15] : 29

*Hadits*
أنا أبو البشر، أبو أرواح آدم
Aku adalah bapak seluruh manusia, ayah dari roh-roh Adam.

5. *ALAM MITSAL / JIWA*

Alam Mitsal inilah yang Disebut Jiwa. jadi pada saat *RUH* Masuk Ke Jasad tubuh,  Selanjutnya Allah Memanggil Ruh Dengan *JIWA atau NAFS*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai *JIWA*  yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Dan Setiap *JIWA* Membawa Program Softwere Aplikasi Bawaan *SIFAT KARAKTER MALAIKAT ATAU IBLIS* Yaitu *SELALU MENURUTI PERINTAH ALLAH ATAU MEMBANGKANG MELAWAN DURHAKA KEPADA ALLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA* itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya,*
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6. *ALAM AJSAM / JASAD*

Alam AJSAM JASAD adalah Sebagai tempat, Wadah atau Istana Kerajaan dari *JIWA*

Dari Seluruh jasad Atau Tubuh Manusia, Allah hanya melihat *HATI atau QOLBU* Tempat ISTANA PUSAT KEPEMERINTAHAN.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

[HR. Muslim no. 2564]
Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian. [HR. Muslim no. 2564]

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *HATI*  yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Jadi Sampai di Martabat Ke Enam, Mulai Eksistensi, Keberadaan Allah yang Alhak, Tajalli, Berupa Jiwa yang berada di Qolbun Salim. 

Dan Hanya Jiwa Yang Orang Mukmin yang Qolbun Salim lah Allah akan bisa Hadir, disaksikan oleh Mata Hati, Sirrul Asrar.

رَأَيْتُ رَبِّيَ بِقَلْبِي
Aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

قَلْبُ الْمُؤْمِنِ بَيْتُ اللَّهِ
Hati orang mukmin adalah rumah Allah.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Hakim.

Hadits ini menjelaskan bahwa hati orang mukmin adalah tempat di mana Allah SWT bersemayam. Ini menunjukkan bahwa orang mukmin harus menjaga hatinya agar tetap suci dan bersih dari segala kejahatan dan Mahluk, sehingga Allah SWT dapat bersemayam di dalamnya.

مَا وَسِعَنِيِ السَّمَاءُ وَلاَ الأَرْضُ وَلَكِنْ وَسِعَنِيِ قَلْبُ مُؤْمِنٍ
Langit dan bumi tidak dapat menampung Aku, namun hati orang mukmin dapat menampung Aku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah.

7. *ALAM INSAN KAMIL*

Insan Kamil (bahasa Arab: الإنسان الكامل) adalah konsep dalam tasawuf Islam yang merujuk pada manusia yang telah mencapai kesempurnaan spiritual dan memiliki karakteristik yang ideal. Yang Memiliki *KESADARAN HAKIKAT TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA*

1. *KESADARAN KENAL DIRI*

Berikut adalah ayat Al-Qur'an yang menyebutkan:

Surat Adz-Dzariyat ayat 21:
وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Dan pada diri kamu sendiri, tidakkah kamu memperhatikan?

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa dalam dirinya sendiri. Ayat ini mengajak manusia untuk memperhatikan dan menyadari potensi yang ada dalam dirinya, sehingga dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan tersebut.

Ayat ini juga sering dikaitkan dengan konsep "ma'rifa" atau pengetahuan spiritual, yang menekankan pentingnya mengenal diri sendiri dan potensi yang ada dalam diri sebagai langkah awal menuju pengenalan dan kebersatuan dengan Allah SWT.

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab "Al-Adab Al-Mufrad" dan juga oleh Imam Al-Tirmidzi dalam kitab "Sunan Al-Tirmidzi".

Hadits ini menjelaskan bahwa mengenal diri sendiri (nafsu) adalah langkah awal untuk mengenal Allah SWT. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat memahami kelemahan dan kekurangannya, sehingga dapat memohon pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT.

2. *KESADARAN BAHAGIAN DARI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA*

Surat Al-Anbiya' ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya bagi umat Islam saja, tetapi juga bagi semua manusia dan makhluk lainnya di dunia ini.

Ayat ini menekankan pentingnya kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan bagi semua makhluk, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang baik dalam hal ini.

3. *KESADARAN SOSIAL MASYARAKAT DUNIA*

Surat Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan bagi manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.

Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik karena memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menyuruh kepada yang ma'ruf (kebaikan).
2. Mencegah dari yang munkar (kejahatan).
3. Beriman kepada Allah SWT.

Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi umat lainnya dan dapat memainkan peran sebagai "rahmatan lil'alamin" (rahmat bagi seluruh alam).

4. *KESADARAN SEBAGAI KHALIFAH PEMIMPIN YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

Yaitu Kesadaran Utama bahwa penciptaan Manusia adalah Sebagai Khalifah Pemimpin yang Rahmatan LIL'ALAMIN, Memakmurkan Dan mensejahterakan Manusia. 

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 30

1. Jadi Maha Sutradara *Al Hak* Allah, Ingin *DIKENAL*, 
2. Dengan Prototipenya, sebagai Contoh suri tauladan yang Sempurna *NUR MUHAMMAD*
3. Dengan Sekenario Jalan cerita, Sinopsis, tertuang dalam *LAUHUL MAHFUDZ*
4. Pemeran Utama *RUH MUHAMMAD*
5. Pemeran Pembantu *JIWA atau NAFS*
6. Tempat Lokasi Shooting *QOLBUN SALIM*
7. EKSPRESI *INSAN KAMIL Manifestasi HAKIKAT CITRA KEBERADAAN ALLAH SWT,*

Demikian, Bacalah dengan *MATA HATI* Agar dapat *HIKMAH*

WA alaikum salam Wr. Wb. 


Jakarta, 25. Maret 2025

PB. FORMULA
(Forum Ulama dan Aktivis Islam) 

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Jumat, 14 Maret 2025

KEMBALLAH

*KEMBALI*

Assalamu'alaikum wr. Wb

Tubuh dari tanah, pasti bisa kembali ke tanah kuburan, 

Ruh dari Alloh, Apakah bisa kembali kepada Alloh, Bila tidak tau jalannya, alamatnya dan kendaraannya.? 

Kemballah Innalillahi WA innalillahi rojiuni kepada Allah dalam keadaan *KOSONG*
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, *“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”*
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

Bila kembali kepada Alloh dengan membawa :

1. Bila bawa ilmu, Alloh tanya Ilmunya
2. Bila dengan bawa Amal Alloh timbang Amalnya
3. Bila dengan bawa Harta sedekah, Alloh hitung
4. Bila dengan Makrifat sejauh mana Mengenal Alloh

Tapi bila kembali kepada Alloh dengan *KOSONG* ( QOLBUN SALIM) Alloh tidak bertanya dan hisab, sama sama *IKLAS, DAN RIDHO*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, *(Tiada Nilai)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. *(Kosong)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.*(Iklas)*
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jakarta, 15 Maret 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Selasa, 11 Februari 2025

PERJALANAN PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

11. *TIDAK BUTA*

*BAGAIMANA KITA BISA KEMBALI KEPADA ALLAH, DALAM PERJALANAN PULANG BILA MATA KITA BUTA*

*Barang siapa didunia *BUTA* Maka di Akhirat *PASTI LEBIH BUTA LAGI* Al-Ayat. 

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang *BUTA  (HATINYA )* di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

Kembali pada Allah, bukan Melihat Pakai *MATA KEPALA*  Kalo pake mata kepala, Yang dilihat adalah *HURUF DAN MAHLUK* , Manusia Baru bisa baca *HURUF* dengan  *KEPESANTREN ATAU KULIAH SEKOLAH AGAMA, Untuk bisa BACA* Huruf gundul, kita kuning, kitab putih, Atau Buku buku pengetahuan. Sehingga Pesantren Universitas, Mengapresiasi dengan memberikan *GELAR KARENA PINTAR DENGAN GELAR, PROF. DR. KIYAI, ULAMA, S. AG. M. AG, M. AG.. P. PDI, DAN LAIN-LAIN* Pinta *TAPI BELUM ATAU TIDAK IKLAS DAN RIDHO, MENGAMALKAN ILMUNYA, (DENGAN INGIN DIHARGAI DENGAN, AMPLOP, UANG , JABATAN DAN PUJIAN DARI MAHLUK*(BARU JADI ORANG PINTAR BELUM TENTU BENAR) 

Untuk bisa pulang kembali Kepada Allah bukan pakai mata kepala tetapi pakai *MATA HATI* ( AINUL BASHIROH  )!!! Orang yang sudah *IKHLAS DAN RIDHO* Sehingga walaupun kita *tidak begitu *PINTAR INSYAALLAH BENER*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang *TENANG* . 
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH* kepada Tuhanmu dengan *HATI* yang puas *(RIDHO)* lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi yang bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH MEREKA YANG JIWA TENANG DAN RIDHO*



Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 12 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 15 Januari 2025

ASAL USUL MANUSIA

*ASAL USUL MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia adalah Mahluk *RUHANI*

Rumus *RUH* + *TUBUH* = *NAFS*(JIWA / DIRI). 

1. *RUH* : Karena ruh yang masuk kedalam *TUBUH* Manusia. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan  Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

2. Pada saat Ruh masuk kedalam Tubuh, maka Allah menyebutnya *NAFS*(Jiwa) , Mulai adanya *KEINGINAN* 
Dan Nafsulah yang Kembali kepada Allah. 

"يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ۝ ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً۝ فَادْخُلِى فِى عِبَادِى۝ وَادْخُلِى جَنَّتِى"
"Hai *NAFS* jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Tidak semua, Nafs, Jiwa atau diri manusia bisa kembali kepada Allah Dengan *TENANG, DAN RIDHO* Bila tidak tau *CARA JALAN PULANG KE NEGERI AKHIRAT*

3. Nafs ini Mempunyai 2  Keinginan yaitu *TAAT dan MAKSIAT*

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *jiwa* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *jiwa* itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

4. Pada saat Masuk kedalam *TUBUH* disebut *RUH* Pada saat keluar dari tubuh Allah memanggilnya *NAFSU*

5. Tempat Nafsu, Taat dan Maksiat adanya Di *QOLBU*(HATI❤) 

“إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم” artinya Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat *Qolbu* (hati) dan amal. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Maka *QOLBU* / HATI, Menjadi *TEMPAT ISTANA KERAJAAN YANG SELALU TIAP DETIK, MENJADI PUSAT PERTEMUAN, ANTARA MAKSIAT DAN TAAT*

Dan Istana kerajaan tidak mungkin dipimipin oleh *DUA RAJA* Apakah Raja *MAKSIAT atau TAQWA*

6. Sedangkan Pintu Keluar , masuk tertutup dan terbuka dari Qolbu *SUDUR*

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Q.S An-Nas [114] : 4

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam *DADA* manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu *DADAMU* ?
Q.S Asy-Syarh [94] : 1

7. Tembok Benteng istana adalah *SYARIAT* Ibadah manusia. 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (ibadah) .
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

*KESIMPULAN*=

Manusia Adalah Mahluk *RUHANI* Karena Ruh yang Masuk kedalam *TUBUH* Manusia, 

Ruh yang *SUCI* Membawa *FITRA SIFAT ALLAH* Dan Tubuh dari Air saripati yang Kotor dan Hina, 

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Q.S As-Sajdah [32] : 8

Istilah "air yang hina" dalam Al-Qur'an memiliki makna bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang kotor, namun Allah SWT menyempurnakan manusia menjadi makhluk sebaik-baiknya.

Maka selanjutnya Allah Memanggil Ruh dengan Nafs atau Jiwa. Jadi Nafs adalah Ruh yang masuk Kuburan tanah Adam, yang tertutup Oleh, Nafsu Amarah, mulhamah, Sawwamah, dan Lawwamah. 

Dan Nafsu Juga punya Potensi untuk Taqwa, yaitu Nafsu Mutmainnah, Rodiah, Mardiyah,

Dua Potensi Fujur dan Taqwa inilah yang Berperang memperebutkan *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM*

Pendukung Nafsu Taqwa adalah *MALAIKAT*

Pendukung Nafsu Fujur Maksiat adalah *IBLIS DAN SYETAN*

Semoga Kita dapat Menguasai *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM* dengan memperkuat *BENTENG ISTANA dengan BENTENG SYARI'AT* Terutama Pintu Benteng utama yaitu *PINTU SHOLAT* amin Ya Robbal alamin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta 15 Januari 2025

PB FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Selasa, 14 Januari 2025

MAHLUK RUHANI

*MAHLUK RUHANI*

Sesungguhnya Manusia adalah Mahluk *RUHANI*, Karena Hakikatnya *Ruh* Yang Berpindah Pindah Alam. 

Waktu di Alam Ruh, Sebelum ke Alam Rahim dan Alam Dunia, Seluruh Ruh sudah Makrifattullah Mengenal Allah dengan Bersaksi dan Menyaksikan, ;
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil *kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Siapapun manusianya, bangsa dan Agamanya, Sudah *MENGENAL ALLAH*

Pada Saat Ruh ini didunia Allah berikan tempat tinggal di *Jasad / Tubuh* Manusia. 

Bersatunya *RUH + TUBUH*, Melahirkan Energi, Potensi atau Kekuatan berupa *NAFSU/JIWA / DIRI*.
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *JIWA* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA*  itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan *JIWA*  itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

Nafsu Inilah yang Menjadi Potensi Energi manusia untuk melakukan *TAAT ATAU MAKSIAT*.

Tapi Kecenderungan *JIWA dan NAFSU* berbuat *DOSA, NODA dan MAKSIAT* Hingga  Menjadi *KOTOR*, Bahkan Menjadikan *NAFSU SEBAGAI TUHAN*!

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa *NAFSUNYA SEBAGAI TUHANNYA*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Nafsu itu adalah *RUH yang TERTIMBUN TUMPUKAN SAMPAH  Nafsu Amarah, Lawwama, Sawwamah, Mulhamah*

Maka Sebelum Ruh Manusia, Kembali kepada, Allah, Ruh harus *KEMBALI DALAM KEADAAN BERSIH JASAD DAN RUH*
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat *( KEMBALI)* dan menyukai orang-orang yang *MENSUCIKAN DIRI* menyucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

Jadi Allah, Sangat *MENCINTAI TAUBAT KEMBALI KEPADA ALLAH DALAM KEADAAN BERSIH*

Tidak hanya bersih *TUBUH* Secara *Syaria'at* Juga bersih *RUH* Secara *MAKRIFAT*.

Makrifat tanpa Syariat adalah *SESAT* Sedangkan Syariat tanpa Makrifat *TIDAK DITERIMA*

Dan Allah Ingin Manusia kembali Kepada Allah, dalam Keadaan *JIWA Yang penuh *KETENANGAN, NYAMAN IKLAS, DAN SALING RIDHO MERIDHOI, PENUH DENGAN KEPUASAN, KEBAHAGIAAN DAN KENIKMATAN, YANG ALLAH JANJIKAN*!!!

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa *(NAFSU)* yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH*  kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

Tetapi Tidak Semua manusia *TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*, yang Tau saja belum tentu mau kembali, apalagi manusia *YANG TIDAK TAU MENGENAI ASAL USUL DIRINYA*.

*BARANG SIAPA KENAL AKAN DIRINYA PASTI TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*! 

Ada beberapa Faktor *KITA TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*: 

1. TAU HAKIKAT DIRI
2. TAU RUTE JALAN PULANG
3. PUNYA KENDARAAN PULANG. 
4. ADA PETA ALAMAT PULANG
5. MATA TIDAK BUTA
6. PAHAM RAMBU JALAN
7. BERSAMA DENGAN ORANG YANG TAU JALAN PULANG. 
8. LAMPU PENERANGAN BILA GELAP
9. BAWA BEKAL
10. MENGENAI ALLAH

Suka atau tidak suka pulang, kita *PASTI PULANG KEMBALI KE KAMPUNG NEGERI AKHIRAT, INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*. 

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “ *Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun* .”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian *KAMU AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA ALLAH*, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Semoga kita bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH, AMIN*

Bersambung, 

Jakarta, 14 Januari 2025

*PB FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 09 Januari 2025

PULANG KAMPUNG

*PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 9 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Jumat, 06 Desember 2024

MEMBANGUN KESADARAN

*MEMBANGUN KESADARAN*

Bangsa Indonesia para Pemimpin dan Pejabatnya, Sudah hilang *KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA*.

Orang yang Hilang kesadaran adalah dimana dia sedang *LUPA, TERTIDUR, HILANG INGATAN, MABUK DAN GILA* Dengan *JABATAN, HARTA DAN KEKUASAAN*.

Bagaimana Mereka bisa *MERUBAH, MEMPERBAHARUI DAN MEMBANGUN BANGSA INDONESIA*! 

Sedangkan Ormas Islam, Pemuka Agama, Tokoh Islampun, yang seharusnya Turut mengontrol, dan mengawasi, Ikut Terlena terbawa arus Keduniawian. 

Sehingga *KADERISASI KEPEMIMPINAN BANGSA YANG BERKARAKTER, PROFESSIONAL, DAN JUJUR* Tidak berjalan! 

Tugas Ormas islam, Ulama, dan Kiyai, Seharusnya, menjadi *AGEN PERUBAHAN, PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN*.

1. PERUBAHAN : 

Perubahan sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa, dengan perubahan, peralihan dan pengganti yang lebih baik dan berbeda dari semula. 

Suatu Hal yang mustahil *KITA MAU BERUBAH TAPI MELAKUKAN HAL YANG SAMA*! 

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11


2. PEMBAHARUAN:

Pembaharuan dari Agama islam itu sendiri suatu DINAMIKA, Suatu dinamis bergerak agar mampu menjawab *PERSOALAN HIDUP BERBANGSA DAN BER-AGAMA* Di Berbagai Zaman.

 Justru Dengan Perkembangan Perubahan zaman, yang serba Cepat, canggih, Cerdas dan digitalisasi, *DAPAT LEBIH CEPAT DAN MUDAH DALAM BERDAKWAH DAN SYIAR AGAMA ISLAM*

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۙ
Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,
Q.S Ibrahim [14] : 19


3. PEMBANGUNAN

Sedangkan PEMBANGUNAN itu sendiri proses Terpadu yang Mencakup Keseimbangan kehidupan manusia baik Ekonomi, Sosial, Lingkungan, dan Spiritual. 

Bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan Kebahagiaan manusia, di Dunia dan Akhirat. 

Membangun Manusia *SEUTUHNYA, Fisik, Mental Spiritual, untuk kebutuhan Ruhani*

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Hai orang yang berkemul (berselimut),
Q.S Al-Muddassir [74] : 1

قُمْ فَاَنْذِرْۖ
 *BANGUNLAH*, lalu berilah peringatan!
Q.S Al-Muddassir [74] : 2

Selanjutnya Muncul pertanyaan, *Siapakah yang dapat MEMBANGUNKAN KESADARAN PEMIMPIN BANGSA*! 

Dahulu Ummat dan Umara *Imanya TIDUR* Sedangkan para Ulamanya *Imanya TERJAGA* tentu sangat mudah *MEMBANGUNKAN*
Tapi zaman Sekarang, Umat dan Umara *Imanya MATI*, Sedangkan *Ulamanya TIDUR DENGAN KESENANGAN DUNIA* , Bagaimana mungkin *ORANG TIDUR MEMBANGUNKAN ORANG MATI*! 

Diperlukan Ulama yang punya *KESADARAN TINGGI*

Ada 5 Jenis *KESADARAN*

1. Kesadaran *DIRI*, Menyadari keberadaan dirinya secara Pisik, Paling tidak pada saat berkaca kenal akan dirinya. 

2. Kesadaran *LINGKUNGAN*, Dapat berdamai Dan Harmonisasi dengan, *SITUASI KONDISI, LINGKUNGAN ALAM SEMESTA, RAHMATAN LIL'ALAMIN*

3. Kesadaran *POTENSI JIWA DORONGAN KADANG TAAT KADANG MAKSIAT*

4. Kesadaran *KEBERADAAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK RUHANI*
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

5. Kesadaran *KETIADAAN, YANG ADA HANYA ALLAH*

Manusia di *ADAKAN* Allah, yang *MAHA ADA*, Allah itu *ADA* Sebelum kata *ADA* Itu *ADA*,

Bila *TIADA KESADARAN* Bila jadi Pemimpin Pejabat *PINTAR* Tapi Tidak *BERADAP*,!!!  Apalagi *BODOH TIDAK BERADAP*

Hal *TIDAK MASUK AKAL SEHAT, PEJABAT MENGATAKAN GOBLOK, PADA RAKYAT YANG MENGGAJINYA*!!! 

Mulut *Teko* Apa yang keluar, tergantung *ISI AIR TEKO TERSEBUT*, Bila diisi Susu keluar susu, bila diisi Air Comberan pasti yang keluar air Comberan.! 

Demikian, Sekedar introspeksi Diri saya Pribadi, yang Faqir Ilmu, benar Dari Allah, salah dari kebodohan saya sendiri, Semoga Allah Memaafkan Amin. 


Jakarta, 06 Desember 2024

PB. FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Rabu, 04 Desember 2024

PEMBAHARUAN

*PERUBAHAN*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Hakekatnya Hidup adalah PERUBAHAN, Berbahagialah orang yang dapat BERDAMAI dengan PERUBAHAN, tapi LEBIH BAHAGIA LAGI BILA PERUBAHAN TERSEBUT, SESUAI KEINGINAN, YANG  IA CIPTAKAN SENDIRI DAN MUDAH DIKENDALIKAN!!! 

Jadilah kita AGEN DARI PERUBAHAN, BUKAN JADI KORBAN PERUBAHAN, HINGGA TERPINGGIRKAN, TERGUSUR DAN TERGILAS PERUBAHAN ZAMAN.!!! 

Karena didunia ini serba TIDAK PASTI , yang PASTI BERUBAH ADALAH PERUBAHAN ITU SENDIRI!

Dengan Perubahan lah kita dapat *MENCAPAI TUJUAN, VISI MISI* Tersebut. 

Suatu hal MUSTAHIL, Kita MAU BERUBAH, Tapi melakukan HAL YANG SAMA, ITU ITU SAJA!

Jadi PERUBAHAN Adalah : Dimana Suatu HAL, KEADAAN, DAN SITUASI, Terjadi PERUBAHAN, PERALIHAN ATAU PERTUKARAN yang MENJADI LAIN ATAU BERBEDA DARI SEMULA. 

Contoh : Dari Panas ke dingin, Siang ke malam, musim hujan ke kemarau, gelap ke terang dll. 

Ada beberapa Jenis perubahan :

1. Perubahan tidak bisa diprediksi : Bencana
2. Evolusi : Perubahan yang lambat. 
3. Revolusi : Perubahan cepat
4. Perubahan Kecil
5. Perubahan besar
6. Perubahan yang direncanakan dikehendaki
7. Perubahan tidak terencana, tidak dikehendaki
8. Perubahan Struktural dan Masif

Dari berbagai perubahan tentu kita Menghendaki *PERUBAHAN YANG TERENCANA, TERSTRUKTUR, CEPAT, PROFESSIONAL, DAN TEPAT SASARAN*

Sekecil apapun gerakan perubahan kita, Allah Melihat :

الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat),
Q.SAsy-Syu'ara' [26] : 218

وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْن

dan (melihat pula) *perubahan* gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Q.SAsy-Syu'ara' [26] : 219

اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 220

Ada Dua cara, Solusi atau *FORMULA* Untuk *PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK*

1. *INAYATULLAH* Pertolongan Allah, Tetapi Ingat Pertolongan Allah itu Hadir pada saat kita benar-benar *BUTUH, PERLU, PENTING DAN MENDESAK*

Sebagaimana Musa AS, Pada saat MENDESAK, Baru Allah suruh JATUHKAN TONGKAT NYA UNTUK MEMBELAH LAUT. 

فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِۚ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 63

Ibrahim AS, pada saat MENDESAK, API DINGIN DAN SELAMAT KAN Ibrahim AS.

قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

Kami berfirman, “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim,”
Q.S Al-Anbiya' [21] : 69

*KEBANYAKAN UMMAT ISLAM, SELALU MENGANDALKAN ALLAH, Tetapi Ingat ada SUNAHTULLAH*


2. SUNAHTULLAH, Adalah dimana Pertolongan Allah Dalam PERUBAHAN TERSEBUT ADA SEBAB AKIBATNYA, dan Allah Berketetapan dengan sunahtullah-Nya, Asal API Membakar, Air Mencari tempat terendah, mau pintar Belajar, mau Kaya Berusaha dll. 

سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
Sebagai suatu sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan bagi *Sunnatullah* itu.
Q.S Al-Fath [48] : 23

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Semoga Kita dapat berjuang, Mengembalikan KEJAYAAN UMMAT DAN BANGSA INDONESIA, dengan INAYAHTULLAH DAN SUNAHTULLAH, Sehingga kita menjadi Agen agen PERUBAHAN dari *KEPRIBADIAN DARI JATIDIRI BANGSA YANG HILANG, YAITU RASA MALU, TIDAK TAU DIRI, SERAKAH DAN TAMAK, DARI DUNIA, NAFSU DAN JABATAN*! 

SALAM PERUBAHAN, PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN. 

Jakarta, 03 Desember 2024

*PB.FORMULA*
(FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM) 

*Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto*
Ketum

Senin, 25 November 2024

DASAR AGAMA ISLAM

DASAR POKOK KEHIDUPAN AJARAN AGAMA ISLAM*

Assalamualaikum wr.wb.

1. *ISLAM = DENGAN AGAMA ISLAM HIDUP MANUSIA AKAN SELAMAT, TIDAK KWATIR DAN SEDIH,HIDUP DI DUNIA*

]  بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ


(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Q.S Al-Baqarah [2] : 112

2. *ALQUR'AN = PEDOMAN KEHIDUPAN MANUSIA*

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ


Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Q.S Al-Baqarah [2] : 2

3. *IBADAH = TUGAS HIDUP MANUSIA*

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ


Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku.

Q.S Az-Zariyat [51] : 56

4. *RIDHO ALLAH = SEBAGAI TUJUAN HIDUP MANUSIA*

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Q.S Al-An'am [6] : 162

5. *MUHAMMAD ROSULULLOH = TELADAN CONTOH DARI KEHIDUPAN MANUSIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Q.S Al-Ahzab [33] : 21

6  *SAUDARA = ORANG BERIMAN ITU HIDUP PENUH PERSAUDARAAN,SATU TUBUH*

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, agar kamu mendapat rahmat.

Q.S Al-Hujurat [49] : 10

7. *IBLIS SYETAN = ADALAH MUSUH HIDUP MANUSIA YANG NYATA*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

8. *TAQWA = ADALAH PUCAK SUKSES DARI KEHIDUPAN MANUSIA* bukanya Harta,Tahta ,mahkota dan jabatan kita SUKSES

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

9. *DAKWAH = FUNGSI HIDUP MANUSIA, MENGAJAK KEBAIKAN CEGAH KEMUNGKARAN*

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.

Q.S Ali 'Imran [3] : 104

#HAFALKAN
#TAU ARTINYA
#AMALKAN

BILA TERASA MANFAAT,JANGAN BERHENTI DI HP ANDA AGAR MENJADI,AMALAN JARIAH TERSAMBUNG SAMPAI AKHIR HAYAT AMIN YAROBBAL ALAMIN,,,

JAKARTA 16 PEBRUARI 2021

MAJELIS NUUR ISLAMI


DRS.DEDI HERMANTO
PUCUK PIMPINAN

Minggu, 13 Oktober 2024

HATI ORANG BERIMAN, BAITULLAH

*KAJI DIRI MANUSIA*

I. *TUBUH + RUH = HAYAT/JIWA/NAFAS*

Tubuh Manusia Adam As. dari Tanah, Allah Tiupkan Bahagian Ruh Allah Masuk kedalam Tanah Kuburan Adam As. Hingga Ruh Menjadi Raja pada Diri Manusia, Malikinnas. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

II. *RUH* Adalah Raja Nya. 
Didalam RUH Ada :
1. Nur Allah ( Nama dan Sifat) 
2. Nur Muhammad Saw
Inilah *FITRAH MANUSIA*

III. Tempat Istana Kerajaan Adalah *HATI / QOLBUN SALIM* 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

ما وسعني لا سمائي ولا أرضي ولكن وسعني قلب عبدي المؤمن.
ma wasaeni la simayiy wala 'ardi walakina wasaeani qalb eabdi almumani
Langitku dan bumiku tidak mampu menampung Aku, namun hati hamba-Ku yang beriman mampu menampung Aku.

قلب المؤمن بيت الله تعالى.
qalb almumin bayt allah taealaa.
Hati orang beriman adalah rumah Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai *SEBAGAI PUSAT KEPEMERINTAHAN MENJALANKAN KEKHALIFAHAN YANG RAHMAT LIL'ALAMIN* DAMAI SEJAHTERA DI BUMI. 


IV. Panglima Kerajaan Adalah *AQAL*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat *tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

Panglima *AQAL* Di bantu Oleh Kepala Staff. 

1. Kepala Staff : *ILHAM, NALURI atau INSTING* 

Untuk Menyusun *TAKTIK STRATEGI KEMENANGAN* Di MABES. 

2. Kepala Staff : *PANCA INDERA* 

Sebagai Pasukan *BATALYON TEMPUR* di Medan Perang. 

 3. Kepala Staff *NAFSU MUTMA'IMNAH* 

Dalam Memerangi Musuh Kerajaan, dengan *PENUH KETENANGAN DAN KEDAMAIAN* Apapun situasi Kondisi Medan Pertempuran : *ANUGERAH atau MUSIBAH* *KESENANGAN atau KESEDIHAN*

VI. Musuh Kerajaan adalah : *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah *musuh yang nyata bagimu.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 168

Syetanpun Telah Merekrut dan Menyiapkan Pasukan yang Diambil dari Hawa Nafsu Juga, Dan Menyiapkan Beberapa Detasement Untuk Melawan *Nafsu MUTMA'IMNAH*. 

1. Detasement *NAFSU AMARAH* : Tugas nya Mengajak Manusia berbuat *KEJAHATAN DAN MAKSIAT*

2. Detasement *NAFSU LAWWAMAH* : Tugasnya Membuat Manusia *SELALU MENGELUH DAN MENYESALI PERBUATAN MAKSIAT*

3. Detasement *NAFSU MULHAMAH*: Tugasnya Membuat manusia Hidupnya Penuh dengan *KEBINGUNGAN KACAU BALAU BERANTAKAN* Kadang *TAAT* Kadang *MAKSIAT*

4. Detasement *NAFSU SAWWAMAH*, Tugasnya adalah *CIPTAKAN KONDISI DENGAN MENGHIASI PERBUATAN MAKSIAT, SEOLAH BAIK DAN INDAH* Kepada Manusia.

VII. Medan Pertempuran adalah : *DUNIA*

Siapakah Yang *DAPAT MEMENANGKAN MEDAN PERTEMPURAN*? Tergantung siapa Manusianya yang *MENDAPATKAN HIDAYAH dan TAUFIQ dari ALLAH*

Yang  Benar dari Allah Yang Salah dari yang Lemah ini.

Bila Allah Buka hati, Sejuk membacanya, Bila Allah Tutup Sesak di dada, 😁🙏

Jakarta, Jum'at 11 Oktober 2024.

PB. FORMULA

Tg. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Jumat, 27 September 2024

KERAJAAN DIRI MAN

*KERAJAAN DIRI MANUSIA*

Diawali dengan masuknya *RUH* Masuk Tanah Kuburan *JASAD* Adam As, dan Bersemayam dalam *QOLBU*(HATI), 

*QOLBU* Sebagai *RAJA / PRESIDENT  PUSAT KEPEMERINTAHAN*
Untuk Menjalankan Kepemerintahan, ada Beberapa Pembantu Kerajaan *KEMENTERIAN DEPARTMENT/LEMBAGA*

1. KEMENTERIAN *NAFSU*: 

Sebagai Pembuat Program Perencanaan untuk *MENDORONG* Perencanaan Pembangunan yang *RAHMATAN LIL'ALAMIN*


2. KEMENTERIAN *AQAL*: 

Untuk mewujudkan Perencanaan Program yang sudah ditetapkan. 

Untuk Mewujudkan Rencana Program Kerja, *AQAL* Dibantu Beberapa Departemen :

A. *ILHAM / INSTING.*: 
Sebagai Naluri, untuk munculnya *IDE PEMIKIRAN*

B. *PANCA INDERA*:
Untuk Menerima Masukan Informasi dari Panca Indera, diantaranya *MATA dan TELINGA*

3. *KEMENKO IMAN*:
Kemenko *IMAN* Adalah *SEBAGAI KOORDINATOR PENGENDALI DARI KEBIJAKAN YANG DIAMBIL DARI, KEMENTERIAN *AQAL dan NAFSU*

4. *HIDAYAH / AGAMA*:
Sebagai *UNDANG UNDANG DASAR, PEDOMAN DARI JALANNYA RODA KEPEMERINTAHAN KERAJAAN*

5. *TAUFIK*:
Adalah *HAK ALLAH, siapa Raja yang *DISESATKAN DAN DISELAMATKAN*

Sedangkan *MUSUH ABADI* dari *KERAJAAN MANUSIA adalah IBLIS*


Jakarta, 28, September 2024

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum Formula

Minggu, 14 April 2024

ARAB KEMBALI ZAMAN JAHILIYYAH

*ARAB KEMBALI KE ZAMAN JAHILIYYAH*

Kedatangan Islam dan pembawanya, Muhammad S.A.W di tengah masyarakat *Bangsa Arab* sungguh merupakan suatu reformasi besar. Dalam suatu masyarakat yang *CENDERUNG MENGABAIKAN NILAI - NILAI KEMANUSIAAN* , Islam dengan al-Qur’an sebagai sumber utamanya mampu merubahnya dalam waktu yang relatif singkat. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab merupakan komunitas yang mengabaikan atau mengingkari fitrah manusia. Peperangan yang terjadi antara suku dan kabilah yang berlangsung selama puluhan tahun, penguburan anakanak perempuan hidup-hidup, penyembahan kepada berhala, serta penindasan terhadap warga yang mempunyai status sosial rendah oleh para bangsawan merupakan bagian dari hidup mereka. Seolah-olah itu semua merupakan pandangan hidup mereka. Tidak itu saja, kegemaran mereka terhadap khamar, fanatisme kesukuan yang tinggi, dan penempatan kaum perempuan pada derajat yang rendah adalah cara hidup yang lazim dijumpai. Kondisi masyarakat yang demikian tentunya tidak dapat dikatakan sebagai masyarakat ideal mengingat hal-hal tersebut *tidak mencerminkan masyarakat yang beradab*. 

Sebelum datang Nabi Muhammad SAW, di antara kabilah dengan kabilah berperang. Bermusuh dan berebut tanah pengembalaan ternak atau berebut unta ternak itu sendiri. *Karena rebutan ini mereka saling membunuh maka timbullah perpecahan di antara suku dengan suku atau kabilah dengan kabilah*.

Nabi Muhammad SAW telah mempersatukan bangsa Arab dengan ajaran Agama Islam. Bangsa ini sebelum beliau diutus tak mengenal cinta kasih dan menyukai keributan.

*"Bangsa Arab ini telah beratus tahun tidak mengenal persatuan, karena tidak ada suatu cita untuk mempersatukan,*" tulis Prof Hamka dalam karyanya Tafsir Al-Azhar

Kemudian, Rosulullah Hadir ditengah Mereka, untuk Mengajarkan, *CINTA, KASIH, TOLONG MENOLONG, PERSAUDARAAN serta PERSATUAN*

sabda Nabi saw berikut:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya)” Shahih Muslim 4685)

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 2

Allah dan Rosul-Nya, Memberikan *NIKMAT YANG BESAR MENYATUKAN HATI MEREKA KEDALAM ISLAM, BUKAN BANGGA DENGAN SUKU BANGSA, KETURUNAN DAN HARTA*

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Q.S Ali 'Imran [3] : 103

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

*“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”*.

Hari ini Kita menyaksikan Sendiri, *PENDERITAAN,PEMBUNUHAN, GENOSIDA WARGA PALESTINA*

GAZA, KOMPAS.TV -  Serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu turut menimbulkan 72.889 korban luka.

Dalam kurun 24 jam terkini, operasi militer Israel membunuh sedikitnya 72 orang Palestina. 

Dan kita Masih sangat *TIDAK PERCAYA, BANGSA NEGARA ARAB, DIAM KENA SYETAN GAGU, TIDAK MEMBELA SAUDARANYA SESAMA MUSLIM TERANIANYA*

Dan Jelas sudah *PARA PEMIMPIN NEGARA-NEGARA BANGSA ARAB, KENA PENYAKIT WAHN, "CINTA DUNIA TAKUT MATI"*

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْت. ِ

"Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya, 'Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?' Rasulullah bersabda, "Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian 'Wahn'. Kemudian seseorang bertanya, 'Apa itu 'Wahn?' Rasulullah berkata, "Cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Jakarta, Senin 15 April 2024

*PB. FORMULA*
(FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM) 


TG. Drs. Dedi Hermanto
*Ketum*

Minggu, 17 Desember 2023

TAUBAT

*KEMBALI RUJUK*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kembali Rujuk itulah kita kembali kepada Allah untuk berdamai, setelah kita Lari menghindar, menjauh, bahkan kita melawan dari Perintah Allah, hingga kita Kembali kepada Allah dengan *BERTAUBAT*, 

Kenapa Manusia Mudah sekali terjerumus *BERBUAT DOSA*, ada berapa hal yang menyebabkan manusia cenderung Berdosa :

1. *MANUSIA MAHLUK YANG LEMAH* Gampang tergoda dosa. 

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan *BERSIFAT LEMAH* .

Q.S An-Nisa' [4] : 28

2. *MANUSIA TEMPAT SALAH DAN LUPA*

pepatah bahasa Arab yang cukup Populer, 
ألإِنْسِانُ مَحَلُّ الخَّطَاء وَالنِّسْيَان
Artinya:
Manusia tempat salah dan lupa.

3. *IMAN MANUSIA KADANG NAIK KADANG TURUN*

Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”[18]

4. *SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi)

5. *MANUSIA PUNYA DUA KEPRIBADIAN*
Kadang Taqwa kadang Maksiat. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6.*KECENDERUNGAN MENUHANKAN NAFSU*
Tinggal kita dapat Mengendalikan Hawa Nafsu atau tidak. 

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

7. *ALLAH MENUGASKAN IBLIS UNTUK MENGUJI MANUSIA*

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Q.S Al-A'raf [7] : 16

Jadi Dengan Mudah sekali manusia, terjerumus dalam melakukan Kesalahan dan Dosa, Maka *ALLAH SIAP UNTUK MENERIMA KEMBALINYA MANUSIA YANG PENUH DOSA, DENGAN BERGEMBIRA,CINTA DAN KASIH SAYANG*

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya *Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya* melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747

Bahkan bagi yang dengan kembali segera bertaubat, *ALLAH SANGAT MENYUKAI DAN MENCINTAI HAMBA-NYA*

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya *Allah menyukai orang-orang yang bertaubat* dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

*"BILA ALLAH MENGAMPUNI HAMBA-NYA, MAKA ALLAH MUDAHKAN HAMBA-NYA SEGERA BERTAUBAT"*

Segeralah bertaubat sebelum datang nya kematian, dan selalu ingat lah akan *PEMUTUS KENIKMATAN DAN KESENANGAN, YAITU KEMATIAN*

Maka Allah Menyediakan dan Membuka pintu *TAUBATAN NASUHA*.

Tahapan Taubatan Nasuha, 

1. Melakukan Sholat Taubat. 

2. Mengakui kesalahan dan Dosa yang kita ingat, sejak mulai Akil Balligh. 

3. Menyesalkan Perbuatan Dosa tersebut. 

4. Komitmen tidak akan Mengulangi lagi, Dosa yg pernah dilakukan. 

5. Siap Menjalankan perintah Allah, dan Menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Tanpa disadari Airmata mengalir dipipi, *InsyaAllah Dosa kita, Diterima dan diampuni Allah SWT,* Amin. 

*Ciri Taubat kita diterima* :

1. Mulai menjauhi Teman yang selalu mengajak maksiat. 

2. Menghindari Tempat tempat Maksiat. 

3. Mulai dekat dengan Orang orang yang Sholeh, Guru dan Ulama. 

4. Menjalankan Sholat dan ibadah lain dengan, *Senang, nyaman dan Ketenangan*

5. Apapun yang dilakukan dalam rangka *Selalu mencari RIDHO ALLAH*.

*Bagaimana bila kita *Menunda untuk Bertaubat?*

Bila kita Menunda untuk bertaubat, maka :

1. *Daya tahan Iman kita akan *SANGAT LEMAH, DALAM MENGHADAPI MASALAH, GODAAN ATAU UJIAN HIDUP*

2. *HATI MENJADI KERAS*

3. *MERASA NYAMAN BAHKAN CENDERUNG BANGGA DALAM MELAKUKAN KEMAKSIATAN*

4. Hilangnya *RASA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL*

5. HATI JADI BUTA, HALAL HARAM SIKAT TERUS. 

*Tingkatkan Taubat*

1. *TAUBAT* : Dari Maksiat jadi Taat. 

2. *INABAH* : Dari Sekedar Ibadah Ingin Jadi lebih Khusyuk, Ketenangan dan Nyaman. 

3. *AUBAH* : Terus beribadah dan Berdzikir, baik Berdiri, Duduk dan Berbaring. 

Demikian lah, semoga ada *HIKMAH DAN MANFAAT* Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya Sendiri. 

Jakarta, 17 Desember 2023

PB. FORMULA. 


TG. DRS. DEDI HERMANTO

RUJUK SAMA ALLAH

*KEMBALI RUJUK*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kembali Rujuk itulah kita kembali kepada Allah untuk berdamai, setelah kita Lari menghindar, menjauh, bahkan kita melawan dari Perintah Allah, hingga kita Kembali kepada Allah dengan *BERTAUBAT*, 

Kenapa Manusia Mudah sekali terjerumus *BERBUAT DOSA*, ada berapa hal yang menyebabkan manusia cenderung Berdosa :

1. *MANUSIA MAHLUK YANG LEMAH* Gampang tergoda dosa. 

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan *BERSIFAT LEMAH* .

Q.S An-Nisa' [4] : 28

2. *MANUSIA TEMPAT SALAH DAN LUPA*

pepatah bahasa Arab yang cukup Populer, 
ألإِنْسِانُ مَحَلُّ الخَّطَاء وَالنِّسْيَان
Artinya:
Manusia tempat salah dan lupa.

3. *IMAN MANUSIA KADANG NAIK KADANG TURUN*

Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”[18]

4. *SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi)

5. *MANUSIA PUNYA DUA KEPRIBADIAN*
Kadang Taqwa kadang Maksiat. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6.*KECENDERUNGAN MENUHANKAN NAFSU*
Tinggal kita dapat Mengendalikan Hawa Nafsu atau tidak. 

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

7. *ALLAH MENUGASKAN IBLIS UNTUK MENGUJI MANUSIA*

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Q.S Al-A'raf [7] : 16

Jadi Dengan Mudah sekali manusia, terjerumus dalam melakukan Kesalahan dan Dosa, Maka *ALLAH SIAP UNTUK MENERIMA KEMBALINYA MANUSIA YANG PENUH DOSA, DENGAN BERGEMBIRA,CINTA DAN KASIH SAYANG*

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya *Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya* melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747

Bahkan bagi yang dengan kembali segera bertaubat, *ALLAH SANGAT MENYUKAI DAN MENCINTAI HAMBA-NYA*

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya *Allah menyukai orang-orang yang bertaubat* dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

*"BILA ALLAH MENGAMPUNI HAMBA-NYA, MAKA ALLAH MUDAHKAN HAMBA-NYA SEGERA BERTAUBAT"*

Segeralah bertaubat sebelum datang nya kematian, dan selalu ingat lah akan *PEMUTUS KENIKMATAN DAN KESENANGAN, YAITU KEMATIAN*

Maka Allah Menyediakan dan Membuka pintu *TAUBATAN NASUHA*.

Tahapan Taubatan Nasuha, 

1. Melakukan Sholat Taubat. 

2. Mengakui kesalahan dan Dosa yang kita ingat, sejak mulai Akil Balligh. 

3. Menyesalkan Perbuatan Dosa tersebut. 

4. Komitmen tidak akan Mengulangi lagi, Dosa yg pernah dilakukan. 

5. Siap Menjalankan perintah Allah, dan Menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Tanpa disadari Airmata mengalir dipipi, *InsyaAllah Dosa kita, Diterima dan diampuni Allah SWT,* Amin. 

*Ciri Taubat kita diterima* :

1. Mulai menjauhi Teman yang selalu mengajak maksiat. 

2. Menghindari Tempat tempat Maksiat. 

3. Mulai dekat dengan Orang orang yang Sholeh, Guru dan Ulama. 

4. Menjalankan Sholat dan ibadah lain dengan, *Senang, nyaman dan Ketenangan*

5. Apapun yang dilakukan dalam rangka *Selalu mencari RIDHO ALLAH*.

Demikian lah, semoga ada *HIKMAH DAN MANFAAT* Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya Sendiri. 

Jakarta, 17 Desember 2023

PB. FORMULA. 


TG. DRS. DEDI HERMANTO

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...