Kamis, 19 Oktober 2023

DOA AHLI NERAKA

*DOA AHLI NERAKA, YANG SIA SIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Doa adalah Inti dari ibadah, apabila kita tidak berdoa, seolah-olah kita tidak butuh Allah, dan Sombong. 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Dan Tuhanmu berfirman, *"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu*. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
Q.S Ghafir [40] : 60.

Tapi apabila kita merasa Hebat dan Sombong bahkan menentang Allah, untuk tidak menuruti apa apa yang Diperintahkan dan di larangnya, dan kita sudah berada dalam Neraka-Nya, *APAPUN DOA KITA AKAN SIA SIA*

1. *Doa Ahli neraka Pertama*

. قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. *Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"*
Q.S Ghafir [40] : 11

Jawaban Allah, 

ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْۚ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْاۗ فَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ
*Yang demikian itu adalah karena kamu kafir* apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Q.S Ghafir [40] : 12

2. *Doa ahli Neraka yang ke Dua.* 

وَاَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيْهِمُ الْعَذَابُۙ فَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رَبَّنَآ اَخِّرْنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۙ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَۗ اَوَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍۙ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, *"Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul."* (Kepada mereka dikatakan), *"Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?*
Q.S Ibrahim [14] : 44

3. *Doa Ahli Neraka yang ke Tiga.*

وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), *"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."*
Q.S As-Sajdah [32] : 12

Jawaban Allah

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
*Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat).* Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
Q.S As-Sajdah [32] : 14

4. Doa Ahli Neraka ke Empat. 

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْر
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan."* Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

5. *Doa Ahli Neraka yang Ke Lima.*

 قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَاۤلِّيْنَ
Mereka berkata, *"Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat*.
Q.S Al-Mu'minun [23] : 106

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
*Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

Jawaban Allah, 
قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
Allah berfirman, *"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108

Subhanallah, Astaghfirullah, Saudaraku Seiman, dan yang sedang membaca Artikel ini, Semoga kita selalu dilindungi Allah, dan *MASIH BISA BERDOA DAN MEMOHON PADA ALLAH,* Seharusnya kita *MASIH BERSYUKUR, MASIH BISA BERDOA* bukan Masalah diterima atau tidak dikabulkan doa kita, doa bukan *CEPAT atau LAMBAT tetapi ALLAH MENGABULKAN NYA PADA SAAT YANG TEPAT*

Semoga Ada manfaatnya, Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih Bodoh, Silakan di share bila ada manfaatnya, amin. 

Jakarta, 
Kamis, 19 Oktober 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Senin, 11 September 2023

TAKUT

*TAKUT*

Takut adalah salah satu jenis emosi manusia yang paling dasar dan kuat. Emosi ini bisa sangat melumpukan, tetapi juga berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Faktanya, ketakutan dibutuhkan untuk melindungi setiap orang. Perasaan ini membuat Anda waspada terhadap situasi yang dianggap bahaya dan mempersiapkan Anda untuk menghadapinya.

Respon fight-or-flight inilah yang berperan untuk melindungi atau menyelamatkan Anda jika ada ancaman atau bahaya yang nyata. Anda mungkin akan bersiap untuk melawan bahaya yang membuat Anda takut (fight) atau melarikan diri dari ancaman tersebut (flight).

Jadi *TAKUT* adalah sesuatu ancaman yang kita sendiri sangat *MENGETAHUI, FAHAM serta MEYAKINI, kepastian ancaman tersebut, hingga kita sangat BERHATI HATI* sekali dalam *BERUCAP dan BERBUAT yang SALAH*

Semisal bila kita sedang Calon Perwira *PELATIHAN dan PENDIDIKAN KEMILITERAN* tentu kita Tahu persis Ancaman apabila kita tidak menuruti aturan perintah dan larangan selama DIKLAT, bisa bisa kita *TIDAK LULUS*.

Jadi *KETAKUTAN kita SEMATA-MATA ingin berbuat YANG TERBAIK*

Sedangkan *KUWATIR* Adalah suatu Ketakutan yang belum dipastikan dampak dan akibatnya. 

Rasa *TAKUT* Itu tidak ada pada *DUA TEMPAT* bila kita sudah TAKUT akan MAHA BESAR ALLAH dengan KEKUASAANNYA di DUNIA, Maka di AKHIRAT AMAN, tetapi Bila DI DUNIA sudah, Cuek dan masa bodoh sama PERINTAH ALLAH maka di AKHIRAT AKAN SANGAT KETAKUTAN. 

*Ada Lima Level Ketakutan* :

1. Kita *TAKUT MASUK NERAKA*
Ini adalah ketakutan yang manusiawi, *pada umumnya AHLI IBADAH*, Agar terhindar dari siksa api neraka. 

قُلْ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Katakanlah, "Sesungguhnya aku *Takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.*"
Q.S Al-An'am [6] : 15

2. Kita *TAKUT  BERPALING Pada Allah.* 
Ini adalah suatu ketakutanya Dari para *AHLI ORANG ALIM, SHOLEH dan WALI ALLAH*

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang *TAKUT* kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah *ULAMA*. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang *TAKUT kepada Tuhannya yang tidak nampak* oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Q.S Al-Mulk [67] : 12

Mereka *HANYA MENGHARAP RIDHO ALLAH, SETIAP IBADAHNYA, BUKAN KARENA NERAKA ATAU SYURGA*

Jadi rasa takut yang Allah berikan pada mereka, *JUSTRU MENGGIRING DAN MENUNTUNYA UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN AGAMA*

Yunus ayat 62 dan 63
62. أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

63. ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ
62. Ingatlah, sesungguhnya *WALI - WALI* Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa

3. Kita *TAKUT* Justru *ALLAH yang BERPALING terhadap DIRINYA.* 
Ini adalah suatu bentuk ciri dari KETAKUTANNYA dari *NABI dan ROSUL*

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Lalu aku lari meninggalkan kamu *ketika aku TAKUT kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara ROSUL - ROSUL.*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 21

4. Kita *TAKUT* Kepada *MANUSIA dan MAHLUK*

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu *janganlah kamu takut kepada mereka*, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 175

5. Kita justru *TIDAK ADA RASA TAKUT SAMA SEKALI KEPADA ALLAH* bahkan menjadi Penentang dan Musuh Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi *PENANTANG YANG NYATA.* !
Q.S Ya Sin [36] : 77

Jadi ternyata banyak Ummat islam yang Menganggap Hal *biasa, sepele, kecil masalah,* *ANCAMAN SIKSA ALLAH, Baik SIKSA KUBUR maupun SIKSA API NERAKA* sehingga mereka *Mudah sekali berbuat, DOSA, MAKSIAT dan MUSRIK*

Padahal *umur MATI  lebih Lama dari umur HIDUP*

Kubur adalah Awal *KENIKMATAN atau KESENGSARAAN,* yang terus menerus kita Terima Dan akan menjadi penyesalan, yang tidak berguna,

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, " *TAKUTLAH* kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang agar kamu mendapat rahmat," (niscaya mereka berpaling).
Q.S Ya Sin [36] : 45

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Mereka berkata, " *ADUHAI CELAKALAH KAMI !* Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).
Q.S Ya Sin [36] : 52

Dan tidak sedikit dari manusia, justru menantang segera Kiamat hari Pembalasan :
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka berkata, "Kapankah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
Q.S Ya Sin [36] : 48.

Demikianlah semoga *RASA TAKUT* di Dunia ini, juntrungannya *TAMBAH MENGENAL ALLAH LEBIH DEKAT dan CINTA,* sehingga kita  *HAUS AKAN MENCARI MENUNTUT ILMU*

Benar dari Allah, salah dari Saya sendiri, kurang akan ilmu, semoga ada *HIKMAH dan MANFAAT* Amin. 

Jakarta, 12 September 2023

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto.

Minggu, 27 Agustus 2023

ILMU

*ILMU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ilmu itu merupakan segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu dengan cara memakai alat, cara, metode, dan prosedur. Lalu, akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baru untuk manusia itu sendiri.

Orang yang berilmu artinya orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dasar, dan memiliki batasan ilmu sesuai dengan cara ia mencari suatu ilmu yang dimilikinya.

Ilmu berakar kata dari bahasa arab yaitu alim atau ilm yang berarti mengetahui. Secara istilah, ilmu ini bisa diartikan sebagai suatu atau sebuah pengetahuan yang diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Ilmu ini dapat diperoleh dari proses pembelajaran, seperti membaca, menulis, dan memahami sesuatu.

Perkataan Imam Asy-Syafi’i "lantanalul ilma illa bi sittatin; *dzaka’in* (cerdas), *wa hirshin* (semangat), *wa ijtihadin* (sungguh-sungguh), *wa bulghotin* (biaya), *wa irsyadi ustadzin* (petunjuk guru), *wa thulu zamanin* (panjangnya waktu)."

I. *SECARA UMUM ILMU TERBAGI DUA.*

1. Ilmu *FILSAFAT* :
Yaitu suatu Ilmu yang mempelajari *KEHIDUPAN DI ALAM SEMESTA*

Yaitu suatu *Ilmu yang didapat berdasarkan Data, Fakta, Penelitian, Sistematis, metode dan Akal sehat yang Obyektif.*
 اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang *BERAKAL*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

2. Ilmu *TASAWUF*
Yaitu suatu Ilmu yang *MEMPELAJARI DIBALIK ALAM SEMESTA ATAU GAIB*

*Syariat + Makrifat = TASAWUF*

Tidak semua Ilmu dan kebenaran harus ada Wujud, data, fakta dan Logika sebagaimana *AKAL dan PIKIRAN manusia itu sendiri, Wujud dan Bentuk Akal itu sendiri TIDAK ADA YANG TAU* tapi bentuk dan wujud hasil Ciptaan dan Kreativitas Akal itu ada, bisa dilihat, dipegang, dirasakan dan dinikmati. 

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang *GAIB*, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Q.S Al-Baqarah [2] : 3.

Sabda Nabi: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya *Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian*, tetapi *Dia melihat HATI dan perbuatan kalian"*. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).

Ilmu Pengetahuan tanpa Agama akan *SIA SIA*, Sedangkan Agama tanpa ilmu *TIDAKLAH CUKUP*

Sholat wajib, menuntut ilmu tentang Sholat *LEBIH WAJIB*


II. *3 CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM.* 

1. RUKUN ISLAM :
Yaitu *TATACARA BERIBADAH MENGHADAP ALLAH*
Disiplin ilmunya FIQIH

2. RUKUN IMAN :
Yaitu *DASAR KITA IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya *TAUHID dan AQIDAH*

3. RUKUN IHSAN :
Yaitu *BUKTI KITA TELAH IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya adalah *TASAWUF atau AHLAKUL KARIMAH*

III. *ADA TIGA TUGAS TUNTUTAN ILMU MUHAMMAD SAW, KEPADA UMMAT ISLAM.*

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang *Rasul dari kalangan mereka*, yang akan *MEMBACAKAN* kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan *mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan HIKMAH* (As-Sunnah) serta *MENYUCIKAN* (jiwa) mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 129

1. Tugas Muhammad SAW. *MENUNTUN LIDAH UMMAT ISLAM, MEMBACA FIRMAN ALLAH, BAIK dan BENAR*

Al-A'raf Ayat 204:
وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

Diriwayatkan oleh an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).

2. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN AKAL MANUSIA DENGAN HIKMAH PENGETAHUAN*
. تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani).

. مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

3. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN JIWA MANUSIA, UNTUK LEBIH DEKAT PADA ALLAH*

Firman Allah Ta’ala:
ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .
Artinya:
“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

Demikian yang benar dari Allah, yang Salah dari Saya sendiri, semoga ada manfaat nya Amin. 

Minggu 27 Agustus 2023.

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 19 Agustus 2023

3 RUKUN

*3 RUKUN* 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ada tiga cabang utama ilmu agama islam. 

1. *RUKUN ISLAM*

Yaitu hadits berikut,
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت النبي صلَّى الله عليه وسلَّم يقول : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم .
Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma-, katanya, “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan’”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

A. Pelajaran : *TENTANG SYARIAT ISLAM* Tatacara beribadah menghadap Allah. 

B. Ilmunya : *FIQIH*

C. Dampaknya : *DOSA dan PAHALA*

D. Pelakunya : *PENDOSA atau AHLI IBADAH* 

E. Perumpamaan : *HANYA SEBATAS KULIT DURIAN* yang dapat dilihat manusia. 

2. *RUKUN IMAN*

Dalam Alquran, terdapat banyak keterangan terkait 6 rukun iman yang sering dijadikan dalil pelaksanaannya. Di antaranya tertuang dalam Surat An-Nisa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,” (QS An-Nisa: 136).

Selain dalam Alquran, penjelasan juga datang dari hadis Nabi SAW. Dalam Hadits Arba’in, diterangkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya:

قَالَ : أَخْبِرْنِيْ عَنِ الْإِيْمَانِ قَالَ ” أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ” قَالَ : صَدَّقْتَ

Artinya: “Orang itu berkata lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman,’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk,”. Orang tadi berkata: ‘Engkau benar’,” (HR Muslim).

A. Pelajaran : *TENTANG IMAN dan KEYAKINAN* pada Allah. 
( Dasar ibadah pada Allah) 

B. Ilmunya : *TAUHID DAN AQIDAH*

C. Dampaknya : *BISA SESAT ATAU SELAMAT*

D. Orang yang melanggar : *MUSRIK ATAU KAFIR*

E. Perumpamaan : *IBARAT BUAH DURIAN, MANISNYA IMAN*

3. *RUKUN IHSAN*

Adapun yang dimaksud ihsan bila dinisbatkan kepada peribadatan kepada Allah adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululluah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Jibril :
قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ. قَالَ « أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ »

“’Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R. Muslim 102).

A. Pelajarannya :  *TENTANG AHLAKUL KARIMAH* 
(Bukti telah ibadah pada Allah). 

B. Ilmunya : *TASAWUF*

C. Dampaknya : *JADI ORANG BAIK atau JADI ORANG BRENGSEK*

D. Orangnya  : *SUFI dan WALI ALLAH*

E. Perumpamaan : *SEPERTI BIJI DURIAN, SELALU MENANAM KEBAIKAN, DIRI, KELUARGA, DAN UMMAT ISLAM*

Jadi minimal kita mesti Mempelajari dan Memiliki ilmu : *FIQIH, TAUHID dan TASAWUF*, sebelum meninggal kan Dunia. 

Rukun islam : *TATACARA IBADAH MENGHADAP ALLAH.* 
Rukun iman : *DASAR IBADAH KEPADA ALLAH*.
Rukun Ihsan : *BUKTI KITA TELAH IBADAH PADA ALLAH, DENGAN AHLAKUL KARIMAH*

Demikian, semoga bermanfaat, Amin. 

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2023.

*PB. FORMULA*


*TG. DRS. DEDI HERMANTO*
Ketum

Jumat, 18 Agustus 2023

ILMU

*ILMU*

Assalamu'alaikum, Wr. Wb. 


Secara Umum Ilmu pengetahuan hanya Terbagi 2 =

1. Ilmu *FILSAFAT*=
Yaitu *ILMU YANG MEMPELAJARI SELURUH YANG ADA DI ALAM SEMESTA INI*
yang berdasarkan Metode, *Data, fakta*, Realitas yang dapat ditangkap oleh Panca Indera Harus dapat *disimpulkan* lalu menjadi disiplin teori Ilmu Pengetahuan. 

Contoh :
Data dan fakta, 
1. Setiap benda dilempar ke atas, selalu jatuh. 
2. Naik tangga lebih berat dari turun tangga

Disimpulkan adanya *GAYA GRAVITASI BUMI*
Jadi disiplin ilmu Fisika. Dan banyak yang lainnya. 

Jadi Filsafat adalah *ILMU AKAL SEHAT* dan terkena hukum Islam siapa saja yang sudah berakal dan sudah dewasa. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَاب
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat *tanda-tanda bagi orang-orang yang BERAKAL*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka *MEMIKIRKAN  tentang penciptaan langit dan bumi* (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Berarti ilmu Filsafat *Justru Kehadirannya untuk memperkuat dan membuktikan kebenaran agama islam*

2. Ilmu *TASAWUF* 

Yaitu *ILMU YANG MEMPELAJARI DIBALIK ALAM SEMESTA*
Karena dari zaman dahulu sampai zaman Milenial atau sampai Akhir zamanpun, Manusia *Tidak dapat MENGETAHUI Kapan terjadinya BENCANA ALAM,* setelah terjadi baru manusia dapat mengetahui Kekuatan dan besarnya dari becana tersebut, seperti Gempa, gunung meletus, bajir, Tsunami, Tornado dan lainnya. 

Jadi Ada *KEKUATAN YANG MAHA MENGETAHUI, MAHA MENGATUR DAN MAHA KUASA YANG MENGENDALIKAN ALAM SEMESTA INI*

Maka lahirlah pemahaman kepercayaan Animesme, dinamisme, Mistis, kepercayaan pada roh halus dan Dewa dewa, yang kemudian mereka sembah agar Roh dan dewa tidak murka. Inilah yang disebut agama Ardhi. 

Dan dengan Rahmat dan Kasih sayang Allah, agar Manusia tidak tersesat dan kafir, maka Allah Mengutus Para Nabi dan Rosul, Kitab Suci Nya, Malaikat, Untuk Memberikan Hidah dan Petunjuk Nya Untuk Mengenal Allah. 

Jadi suatu disiplin ilmu untuk Mengetahui, Mengimani, Membenarkan dan Menyakinkan sesuatu yang *GHAIB*.

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
Kitab (Al-Qur'an) ini *TIDAK ADA KERAGUAN* padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
Q.S Al-Baqarah [2] : 2

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang *beriman kepada yang GHAIB*, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Q.S Al-Baqarah [2] : 3

Syariat + Makrifat = Tasawuf. 

Filsafat Mengetahui dengan *AKAL SEHAT*.

Tasawuf Merasakan dan Menyakini dengan *JIWA HATI YANG SEHAT DAN BERSIH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *HATI YANG BERSIH*."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Sabda Nabi: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi *Dia melihat HATI dan perbuatan kalian"*. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir,, Silahkan dishare bila ada manfaat nya, Amin

Jakarta, 23 Juli 2023

PB. FORMULA


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Rabu, 02 Agustus 2023

DAKWAH LEMAH LEMBUT

*DAKWAH LEMAH LEMBUT*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Mubaligh yang arogan, keras, dan merasa paling benar dalam berdakwah sebenarnya malah memperparah suasana. Objek dakwah yang sebelumnya sudah bersimpati, malah berpaling disebabkan dai yang kasar dalam berdakwah. Inilah yang  disebutkan Alquran, "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS Ali Imran [3]: 159

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan *HIKMAH* dan *PELAJARAN yang BAIK* dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya *Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat* dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S An-Nahl [16] : 125.

1. *DAKWAH MUHAMMAD ROSULULLAH* 

Hari Terberat bagi Rasulullah saat Ditolak Keras Penduduk Thaif

Pada suatu ketika, Siti ‘Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Adakah hari yang lebih berat bagimu daripada hari di perang Uhud?”

Rasulullah saw lantas menceritakan bahwa hari terberat yang dialaminya—selain hari di perang Uhud—adalah hari ‘Aqabah. Tepatnya di musim haji ketika beliau menawarkan diri agar mendapat perlindungan dari kabilah-kabilah Tha’if, sekaligus agar misi dakwah yang diembannya tersampaikan kepada mereka.

Padahal sejauh 60 mil menempuh perjalanan dari Makkah ke Tha’if. Lima belas hari lamanya berdakwah di sana. Setiap warga Tha’if yang ditemui di pasar dan tempat lainnya disapa dan ditawari masuk Islam serta mengesakan Allah.

Puncaknya, pada malam ‘Aqabah, Rasulullah saw menawarkan diri kepada kabilah-kabilah di sana. Dikabarkan, saat itu ada tokoh mereka yang bernama Ibnu ‘Abdi Yalil ibn Kilab. Namun, di luar dugaan, Ibnu ‘Abdi Yalil justru menolak mentah-mentah tawaran dan permintan Rasulullah saw.

Mendengar penolakan keras dari tokoh Tha’if, Rasulullah saw begitu terpukul. Beliau sedih dan bingung yang amat sangat. *Belum lagi pengusiran dan lemparan batu yang dilakukan penduduk Tha’if, hingga kakinya berdarah*

Akhirnya, beliau pergi meninggalkan Tha’if. Sepanjang perjalanan, beliau tak menyadari ke manakah dirinya pergi. Baru setelah sampai di Qarnuats-Tsa‘alib, beliau menyadarinya. 

Qarnuts-Tsa‘alib sendiri merupakan sebuah wilayah yang jaraknya kurang lebih dua marhalah (48 mil atau 89,5 km) dari kota Makkah. Sekarang, wilayah itu dikenal dengan nama Qarnul-Manazil. Dan dari sanalah para penduduk Najd berihram dan bertolak menunaikan ibadah haji dan umrah. (Lihat: Ali bin Ibrahim, as-Sirah al-Halabiyyah, juz I/153).

Namun, Allah segera menghibur Rasulullah saw atas penderitaan dan beban berat yang telah dialami fisik dan psikisnya. Pada hari itu, Allah mengutus malaikat Jibril.  

Hal itu sebagaimana yang dituturkan langsung oleh Rasulullah dalam haditsnya:

فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ، فَنَادَانِي، فَقَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَمَا رُدُّوا عَلَيْكَ، وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ ، قَالَ: " فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ وَسَلَّمَ عَلَيَّ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّ اللهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ، وَأَنَا مَلَكُ الْجِبَالِ وَقَدْ بَعَثَنِي رَبُّكَ إِلَيْكَ لِتَأْمُرَنِي بِأَمْرِكَ، فَمَا شِئْتَ، إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمُ الْأَخْشَبَيْنِ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
Artinya: Begitu mengangkat kepala, tiba-tiba sebuah awan menaungiku. Aku pun memandanginya. Ternyata di sana sudah ada malaikat Jibril. Dia memanggilku lalu berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar apa yang kaummu katakan kepadamu. Dia juga mendengar bagaimana jawaban mereka kepadamu. Sekarang, Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung kepadamu untuk diperintah sesuai keinginanmu terhadap mereka.” Tak lama, malaikat penjaga gunung pun memanggilku dan mengucapkan salam, lantas berkata, “Wahai Muhammad, sekarang tergantung keinginanmu. *Jika engkau mau, aku akan menimpakan dua gunung itu kepada mereka,*” (HR al-Bukhari dan Muslim. 

Tapi justru Rosulullah, *TIDAK MENGGUNAKAN WEWENANG YANG DIBERIKAN ALLAH, justru malah MENGAMPUNI penduduk Thaif* Subhanallah. 

Jadi apabila kita, sebagai Pendakwah baru sekedar, dihina, dihujat, difitnah, dan diragukan apakah kita orang sholeh, alim atau bukan keturunan Rosul, itu adalah masalah kecil, *MAAFKAN LAH DAN AMPUNI, KARENA YANG MULIA DI SISI ALLAH ADALAH MANUSIA YANG BERTAQWA.*

2. *DAKWAH MUSA AS*

Siapakah kiranya yang lebih ingkar dan kafir dari seorang Fir'aun? Penguasa zalim, penindas rakyat, bahkan mengaku dirinya Tuhan. Namun, ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Harun untuk  mendakwahinya, kedua Nabi ini malah disuruh untuk *berlemah-lembut*.

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ
Pergilah kamu berdua *kepada Fir'aun*, sesungguhnya dia telah *melampaui batas*;
Q.S Ta Ha [20] : 43

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang *LEMAH LEMBUT* , mudah-mudahan dia ingat atau takut."
Q.S Ta Ha [20] : 44.

Kok bisanya, dan sangat beraninya kita berdakwah, dengan Kasar, Arogan, dan merasa paling benar, padahal *KEBENARAN HANYA MILIK ALLAH* kita cuma merasa benar.

Nabi bersabda :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ.
“Tidak akan masuk sorga orang yang *Dalam hatinya ada sebesar atom Kesombongan*.

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ


“Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari *Setetes Air mani Yg Hina*, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!” ( QS Yasin : 77).

Bagaimana kita Mesti *SOMBONG* merasa Suci, paling pinter, Hebat, bahkan merasa keturunan Wali atau Habaib, hingga mesti di *HORMATI dan DIHARGAI*

Tidak ada yang mesti kita sombongkan, selagi ada 3 Hal :
1. Diciptakan dari Air mani yang Hina. 
2. Dari tanah kembali ke tanah. 
3. Kemana mana masih bawa toilet tempat kotoran Tinja. 

Kita bukan siapa siapa, kenapa manusia masih menghormati dan menghargai kita, *SEMATA MATA ALLAH, MENUTUPI KEKURANGAN dan KESALAHAN KITA*

Semoga ada manfaat nya, amin, bila ada manfaatnya, silahkan share jani berhenti di anda. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih bodoh. 


Jakarta, 2 Agustus 2023.

PB. FORMULA


Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Rabu, 26 Juli 2023

DUNIA

*DUNIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Dunia adalah *Segala sesuatu kegiatan manusia yang didasarkan *BUKAN KARENA ALLAH, atau dapat LALAI LUPA DENGAN ALLAH bahkan TAMBAH JAUH KEPADA ALLAH.* Hal ini yang akan menyebabkan kita di  *LAKNAT* oleh Allah. 

Hadits : 
ﺃَﺑﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺃَﻟَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣَﻠْﻌُﻮﻧَﺔٌ ﻣَﻠْﻌُﻮﻥٌ ﻣَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﺫِﻛْﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻭَﺍﻟَﺎﻩُ ﻭَﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺃَﻭْ ﻣُﺘَﻌَﻠِّﻢٌ

Artinya :

Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: ” Ketahuilah sesungguhnya dunia itu *TERLAKNAT* dan segala isinya pun juga *TERLAKNAT* , kecuali dzikir kepada Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim atau orang yang belajar.” (HR : Tarmidzi 2244, hadits shahih).

Jadi walaupun dalam urusan Dakwah, menjadi Muballigh, Da'i, Penceramah, Urusan agama islam baik itu Aktivs islam, Ormas Islam atau Partai islam sekalipun, tetapi bila niatnya karena Dunia, akan sia sia dan termasuk terlaknat. 

Atau membaca ayat Al-Quran, amalan atau wiridan, Untuk kaya, bukan karena Allah, akan terlaknat.

 Jadi *HIDUPKAN AGAMA ISLAM* Bukan *CARI KEHIDUPAN DI AGAMA ISLAM*

Diriwayatkan oleh Umar bin Khatab, Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: “Sesungguhnya *amal perbuatan itu diiringi dengan NIAT, dan sesungguhnya bagi setiap insan akan memperoleh menurut apa yang 
*DINIATKAN*. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dibenarkan hijrahnya itu oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dan barang siapa hijrahnya untuk dunia yang hendak diperoleh atau wanita yang hendak dipersunting, maka ia akan mendapatkan apa yang diingini itu saja.” (HR. Bukhari dan Muslim).

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang *tiada meminta balasan (UPAH)* kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

Demikian yang benar dari Allah, salah dari saya sendiri, semoga ada manfaatnya Amin. 

Jakarta, 26 Juli 2023

PB. FORMULA


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 15 Juli 2023

KEBETULAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Karena Setiap *KESULITAN* Ada *KEMUDAHAN* Allah beri *KESULITAN* Eh Allah Beri *KEMUDAHAN lagi bahkan KESUKSESAN*

Kejatuhan bila masih bisa BANGKIT dan BERJALAN itu masih ANUGRAH, Tapi bila Jatuh tidak bisa bangkit lagi dan tidak mau bergerak itu suatu *MALAPETAKA*

Lahir miskin bukan salah manusia, tapi Hari tua tetap miskin berarti salah manusia nya. 

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
Q.S Asy-Syarh [94] : 5

اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Q.S Asy-Syarh [94] : 6

*B* erani
*O* ptimis
*T* iru
*O* rang
*L*  ain yang *Sholat Sukses*

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

KETETAPAN

*KEBETULAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Di dunia ini tidak ada yang *KEBETULAN,* hakekatnya Allah sudah menentukan Sesuai *KADAR dan TAKARAN yang tidak TERTUKAR*

Bila Kebaikan hadir ya kita *BERSUKUR*.

Bila Keburukan hadir, 
Ya Kita *BERSABAR*

Boleh jadi kita *TIDAK SUKA* ke Keburukan, kesengsaraan, ujian dan cobaan, tapi *Allah SUKA* 

Karena jangan mengaku *MENGENAI ALLAH* Bila belum dijadikan *SANTEN KELAPA* 

Boleh jadi kita *SUKA* Akan sesuatu keinginan tapi *Allah TIDAK MENYUKAI*

وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Boleh jadi *kamu membenci* sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) *kamu menyukai* sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 216.

Jadi semuanya sudah ada Qadarulla, Ketetapan, sesuai Kadar dan tidak tertukar. 

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ
Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) *ketetapan Tuhanmu*, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antar mereka.
Q.S Al-Insan [76] : 24

Semoga ada manfaatnya, Amin

Jakarta, 16 Juli 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

HAK MILIK

*HAK MILIK*

Kalo Mobil baru kita, tergores, kecelakaan atau hilang, *Pastilah kesal dan marah*, tapi kalo punya orang lain, tentu biasa saja, Karena bukan milik kita. 

Tapi Anehnya kenapa kita mesti, kesal dan marah pula, bila kehilangan, Harta, tahta, mahkota, Jabatan, padahal itu semuanya titipan Allah, Bukan milik kita. 

*Pada saat kita merasa MEMILIKI, Maka siap siaplah akan SAKIT HATI,*

Karena Allah menginginkan cukup *HANYA ALLAH MILIK DIHATIMU*

Kita didunia ini *TIDAK PUNYA HAK MILIK, yang kita punya cuma SURAT TANAH, RUMAH, MOBIL DAN SURAT BEHARGA LAINYA.*

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ
*Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi*, dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.

Q.S Ali 'Imran [3] : 109

16, Juli 2023

PB. FORMULA

TG. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 24 Juni 2023

SEMBELIH SIFAT HEWAN

*SEMBELIH SIFAT HEWAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.
Q.S Al-Kausar [108] : 2

Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat (قربان). Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

نْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا

Artinya, “Barang siapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Untuk Mendekat kepada Allah, kita mesti *MENYEMBELIH SIFAT HEWAN, YANG MELEKAT PADA DIRI KITA*

Bila masih ada sifat-sifat Hewani, yang ada pada diri manusia, tidak mungkin kita dapat mendekati diri kita kepada Allah, dan banyak perumpakan manusia *SEPERTI HEWAN, BAHKAN LEBIH BUAS DARI HEWAN*

اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَۗ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا
Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. *Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)*.
Q.S Al-Furqan [25] : 44

Ada beberapa Sifat Hewani yang berada diri manusia diantaranya :

1. *SIFAT ANJING*

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya *seperti anjing* jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS: Al-A’raf: 176).

Sifat anjing, *mereka Mencari rejeki dengan Menggonggong, Menakut nakuti, Mengancam manusia, jadi Mafia kasus, Jabatan digunakan sewenang-wenang.*

2. *SIFAT KERA*

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَواْ مِنكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ

“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu lalu Kami berfirman kepada mereka: *“Jadilah kamu KERA yang hina.”* (QS. Al-Baqarah: 65).

Sifat Kera, Yaitu *sifat  Tamak, serakah, Rangkap jabatan, Tidak pernah merasa puas, Kumpulkan harta Korupsi*

3. *SIFAT RUMAH LABA-LABA*

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاء كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتاً وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang *paling lemah adalah rumah laba-laba* kalau mereka mengetahui.” (QS. Al Ankabut [29]: 41

Sifat rumah Laba-laba, Yaitu *manusia yang BERSANDAR minta BANTUAN kepada Mahluk, Dia selalu mengandalkan Backing Orang tua, saudara, dan teman Dalam menghadapi segala masalah hidupnya*

4. *SIFAT KELEDAI*

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah *SEPERTI KELEDAI* yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (QS: Al Jumu’ah [62]: 5).

Sifat Keledai, biasanya digunakan buat bawa angkut Barang berharga, kitab ilmu pengetahuan, tetapi si Keledai tidak bisa mengambil Manfaat. *Banyak cerdik pandai, dan orang yang memahami ilmu agama islam, tapi tidak mengamalkan, ngomong doang*.

5. *SIFAT NYAMUK*

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَاۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًاۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat *perumpamaan berupa NYAMUK* atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?" Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
Q.S Al-Baqarah [2] : 26.

Sifat Nyamuk adalah Suatu sifat manusia yang *tidak putus asa ada aja cara yang selalu Mencari cari kesalahan umat islam, Mendzolimi umat islam, bahkan menghisap darah umat islam, bahkan membunuh.*

6. *SIFAT TIKUS*

Mencari rejeki pada saat orang tidak ada yang tau yaitu *KORUPTOR*

7. *SIFAT ULAR*

Ular punya Lidah bercabang, *Omongan nya tidak bisa dipegang, hianat, tidak tepat janji, Pembohongan, pendusta, Hoax dan Penipu.*

8. *SIFAT LALAT*

Sifat Lalat, selalu senang melihat yang kotoran,dan berada ditempat sampah Maksiat.

9. *SIFAT BABI*

قُلْ لَّآ اَجِدُ فِيْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَاعِمٍ يَّطْعَمُهٗٓ اِلَّآ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِنَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَاِنَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Katakanlah, "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging *babi -karena sesungguhnya semua itu kotor*- atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Q.S Al-An'am [6] : 145.

Sifat Babi, manusia yang *SENANG DI KOTORAN LUMPUR MAKSIAT*

Demikian semoga ada manfaat amin, 

Bogor, 25 Juni 2023

*PB. FORMULA*

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Kamis, 15 Juni 2023

ANEH YAAA

*ANEH BANGET*

*IBLIS* Sujud menyembah Allah, dan *TIDAK MAU SUJUD PADA ADAM, PERINTAH ALLAH*

Tapi Justru Manusia kebanyakan *TIDAK MAU SUJUD SHOLAT PADA ALLAH* Malah yang di ikuti *PERINTAH ATASAN, BOS dan MAJIKANNYA* Hingga Lalai, telat bahkan tidak Sholat. 

Dosa Iblis : *TIDAK MENURUTI PERINTAH ALLAH*

Dosa Adam As. : *MELANGGAR LARANGAN ALLAH*

Dosa Manusia : *UDAH TIDAK MENURUTI PERINTAH ALLAH SHOLAT, Ehh MALAH MELANGGAR LARANGAN NYA MAKSIAT.*

Astagfirullah😞🙏🙏🙏

قَالَ لَمْ اَكُنْ لِّاˆسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهٗ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ
Ia (Iblis) berkata, "Aku sekali-kali *TIDAK AKAN SUJUD KEPADA MANUSIA*  yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."
Q.S Al-Hijr [15] : 33

وَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَاۖ وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Dan Kami berfirman, "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan *JANGANLAH KAMU DEKATI POHON INI* , yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Baqarah [2] : 35

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah *meninggalkan shalat*.” (HR. Muslim no. 257).

Masih berani dan kaga malu ama iblis, Iblis aja masih sujud sama Allah, Bahkan konon pernah jadi Imam Sholat di Alam  Malaikat. 😞☺️😉

Jum'at 16 Juni 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 10 Juni 2023

YANG PALING

*YANG PALING*

1. *DEKAT*
Adalah *KEMATIAN*
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan. (QS. Al Ankabut: 57).

Dunia yang kita Kejar *MENJAUH* Kematian yang kita hindari *MENDEKAT*

2. *JAUH*
Adalah *MASA LALU*
Setiap orang suci memiliki masa lalu (yang belum tentu baik) dan setiap pendosa memiliki masa depan (yang bisa jadi jauh lebih baik). 

Umar bin Khattab, justru Mati bersama, Muhammd Rosulullah, Dimana dahulu zaman Jahiliyyah akan membunuhnya. 

Dan tidak ada manusia yang akan kembali jadi Bayi lagi, kembali masa Lalu, Kita hanya bisa mengambil Hikmah dan pelajaran dari masa lalu, bagi yang mau berfikir. 

3. *RINGAN*
Yang paling Ringan, Enteng, Sepele dan Gampang yaitu *MENINGGAL KAN SHOLAT*
Tetapi ancamannya sangat berat. 
Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 25

4. *BERAT*
Adalah *AMANAH*
amanah adalah sifat seseorang yang mampu menjaga dengan sebaik mungkin kepercayaan yang diberikan kepada orang tersebut. sehingga, orang tersebut bisa dipercaya oleh orang-orang atau suatu komunitas di sekitarnya.

اِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Artinya:

Dari Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Kemudian ada seorang sahabat yang bertanya, “Bagaimana maksud amanat disia-siakan ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR. Bukhari)

Celakanya banyak Orang yang *BUKAN AHLINYA dan TIDAK PANTAS MEGANG JABATAN AMANAH, BAHKAN CENDERUNG BODOH, DIZAMAN SEKARANG BISA JADI PENGUASA, KARENA ADA YANG MODALIN UNTUK JADI PENGUASA*.

5. *BESAR*
Adalah melawan *HAWA NAFSU*
Dari Fadhalah bin ‘Ubaid, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
المجاهد من جاهد نفسه
“Mujahid adalah orang yang berjihad terhadap hawa nafsunya.” (HR. At Tirmidzi No. 1621, katanya: hasan shahih. Abu Daud No. 1258)

 Nafsu tidak harus Dihilangkan karena itu fitur resmi bawaan yang melekat pada setiap diri manusia, *KEWAJIBAN KITA ADALAH MENGENDALIKAN HAWA NAFSU SESUAI RIDHO ALLAH DAN ROSULNYA*

6. *TAJAM*
Adalah *LISAN LIDAH MANUSIA*
Dalam hadis tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
سلامة الإنسان في حفظ اللسان
Artinya:
"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. Bukhari).

Sabtu 10 Juni 2023

*PB. FORMULA*

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Jumat, 02 Juni 2023

PERAN ULAMA DALAM PEMILU

*PERAN STRATEGIS ULAMA dalam MENENTUKAN PEMIMPIN BANGSA  melalui PEMILU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Dalam sejarahnya bangsa Indonesia sudah dua kali memproklamirkan kemerdekaan nya. *Masing 17 Agustus 1945 dan 17 Agustus 1950.* *PERTAMA* Pada 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Sedangkan *KEDUA* pada 1950, proklamasi bangsa Indonesia, itu menandai *KEMBALINYA BENTUK NKRI (NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA)* Karena sebelumnya, NKRI yang dihasilkan oleh proklamasi 17 Agustus 1945 sudah berubah menjadi Republik Indonesia Serikat.

"Ini adalah momentum yang tidak bisa dilupakan begitu saja olah bangsa Indonesia khususnya umat Islam. Karena kembalinya NKRI waktu itu menandai runtuhnya RIS. *Kembalinya NKRI, itu diprakarsai oleh USTADZ MOH. NATSIR* Ketua Fraksi Partai Masyumi," 

Selain Natsir, masih banyak *perjuangan Ulama* yang dilakukan ulama untuk bangsa dan negara Indonesia. Seperti *Resolusi Jihad yang dikumandangkan KH. HASYIM ASY'ARI,*

Serta *H. MUTAHAR* pencipta lagu *17 Agustus dan Syukur*.

"Saat ini kita punya tanggung jawab meneruskan perjuangan para ulama. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, ikut serta dalam pemilu, karena melalui pemilu kita dapat menentukan pemimpin kita dan juga masa depan bangsa,"

Syekh Muhammad Ali dalam kitab Dalilul Falihin hal. 37 mengatakan:

حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الإِيْماَنِ

“Cinta tanah air bagian dari iman.”

Atsar Khalifah Umar bin Khatab sebagaimana dikutip Syekh Ismail Haki dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan juz 6 hal. 442 menyatakan:
ﻟَﻮْلَا ﺣُﺐُّ ﺍﻟْﻮَﻃَﻦِ ﻟَﺨَﺮُﺏَ ﺑَﻠَﺪُ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀ ﻓَﺒِﺤُﺐِّ ﺍﻟْﺎَﻭْﻃَﺎﻥِ ﻋُﻤِﺮَﺕِ ﺍْﻟﺒُﻠْﺪَﺍﻥُ
Sayyidina Umar berkata: “Seandainya tidak ada cinta tanah air, hancurlah negara yang terpuruk. Dengan cinta tanah air, negara akan berjaya.”

Rasulullah bersabda;

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا أَطْيَبَكِ مِنْ بَلْدَةٍ وَأَحَبَّكِ إِلَيَّ، وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمِي أَخْرَجُونِي مِنْكِ مَا سَكَنْتُ غَيْرَكِ

Rasulullah Saw bersabda; Alangkah baiknya kamu sebagai sebuah negeri, dan *kamu merupakan negeri yang paling aku cintai.* Seandainya kaumku tidak mengusirku dari dirimu, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu.

Setelah usai perjalanan, Nabi senantiasa mempercepat kendaraannya agar bisa segera sampai ke Madinah, tempat yang begitu ia cintai.

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا

Sesungguhnya Nabi Saw jika datang dari bepergian lalu beliau melihat tembok-tembok kota Madinah, *beliau mempercepat laju ontanya dan ketika mengendarai tunggangan beliau menggerak-gerakkan tunggangannya karena kecintaannya pada Madinah.*

Peran Ulama merupakan sosok yang mempunyai kharismatik bertujuan untuk menyiarkan agama Islam terhadap kehidupan masyarakat agar menjalankan perintah Allah dan menjahui larangan Allah serta sangat dipercaya dan menjadikan panutan oleh masyarakat untuk membangun peradaban Islam agar menjadikan kehidupan masyarakat yang *BERKEADILAN, MAKMUR DAN SEJAHTERA* Bukan pejabat, dan menteri nya yang sejahtera yang korup.

Tetapi pada kenyataan nya Setiap menjelang Pemilu, para Ulama terbagi menjadi 4: 

*Pertama*, Ulama yang *terjun langsung ke dalam politik praktis* yang mengusung salah satu pasangan calon tertentu. 

*Kedua*, ulama yang *tidak mengusung* pasangan calon tertentu *tetapi hanya mengarahkan atau memberikan pesan kepada masyarakat* untuk mengikuti pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan baik sesuai kriteria yang mereka inginkan.

*Ketiga*, ulama yang *mengusung pasangan calon tertentu tetapi tidak secara fulgar atau terang-terangan*

*keempat* Ulama *yang hanya fokus belajar dan mengajar* di pesantren atau majelis Taklim nya.

Dengan kenyataan tersebut, Peran Ulama adalah sebagai *JEMBATAN KOMUNIKASI ANTAR RAKYAT DAN PEMIMPIN YANG MENJABAT* sehingga terjadinya *TERJADI KOMUNIKASI INFORMASI yang HARMONIS* 

*Rakyat MENCINTAI PEMIMPIN, dan PEMIMPIN MENCINTAI RAKYATNYA* Bukan saling *CURIGA ,BENCI, MENYAKITI dan MEMBUNUH*

Sudah saatnya Ulama menjadi *PENYEJUK, PENENGAH DAN PENDAMAI, di SUASANA PEMILU DI 2024*, Yang sedang berlangsung tahapannya. 

Karena tentu *KETENTUAN ALLAH LAH YANG BERLAKU, SIAPAPUN YANG MENJADI PEMIMPIN BANGSA INI DI 2024, TETAP PUTERA TERBAIK BANGSA, AMIN*

Jakarta, 
Jum'at 02 Juni 2023

*PB. FORMULA*
*FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM*


TG. DRS. DEDI HERMANTO
*Ketum*

Rabu, 31 Mei 2023

CAWE CAWE

*CAWE CAWE*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Izin ikut Berasumsi Cawe Cawe, Mungkin bila bukan seorang Presiden yang mengatakan tidak akan seheboh ini, Seharusnya sekelas beliau yang akan berakhir masa jabatannya seharusnya berada di *JALAN TENGAH* , Jadi seorang Mempersiapkan diri *NEGARAWAN atau BAPAK BANGSA*
Bukan malah *MEMPERSIAPKAN KADER PRESIDEN SETELAHNYA*

Seandainya pilihan beliau Ganjar Pranowo, Kader terbaik, hebat dan dapat melanjutkan pembangunan nasional, kenapa *TAKUT TAK TERPILIH, SAAT PEMILU 2024 NANTI,* Ini justru Ketakutan beliau akan *KEKALAHAN YANG TIDAK BISA DISEMBUNYIKAN* Sangat terang benderang, beliau mendukung Ganjar Pranowo, hal ini tentu akan *BERIMBAS PADA JAJARAN DIBAWAHNYA, UNTUK MENGAMANKAN YANG JADI PILIHAN BELIAU*

Cawe-cawe, tentu saja dalam arti yang positif," ucap Jokowi.

"Saya tidak akan melanggar aturan, tidak akan melanggar undang-undang, dan tidak akan mengotori demokrasi," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan harapannya agar presiden ke depan mengawal dan melanjutkan kebijakan strategis seperti pembangunan IKN dan hilirisasi. Dia juga berharap peserta pemilu berkompetisi dengan fair dan meminta TNI-Polri dan ASN untuk netral.

Melansir dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), cawe-cawe adalah kata yang diambil dari bahasa Jawa. Adapun arti cawe-cawe yaitu membantu mengerjakan (merampungkan, membereskan); ikut menangani

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2018 yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Juli 2018 juga mengatur tata cara pelaksanaan cuti kampanye bagi para pejaba yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD, DPD atau menjadi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden (tautan: PP Nomor 32 Tahun 2018).

Menurut PP ini, Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden, atau ikut serta dalam Kampanye Pemilihan Umum. 

“Dalam melaksanakan kampanye sebagaimana dimaksud, Presiden dan Wakil Presiden harus menjalankan Cuti,” bunyi Pasal 30 ayat (2) PP ini.

Jadi tidak dilarang Presiden untuk mendukung salah satu dari Capres, tapi yang *YANG ELOKNYA CUTI TERLEBIH DAHULU, SESUAI PERATURAN PEMERINTAH 32 TAHUN 2018.*

Semoga Pak Presiden tidak selalu buat kegaduhan politik, Fokus aja pada sisa jabatan yang akan berakhir, *RAKYAT SUDAH CERDAS, TIDAK BISA DI ARAHKAN, MANIPULASI, DAN PENGGIRINGAN OPINI, 2024 RAKYAT AKAN MEMILIH PRESIDEN SEBAGAI PETUGAS RAKYAT, YANG PINTAR, JUJUR, PROFESIONAL DAN MANDIRI, TIDAK DIKENDALIKAN KEKUATAN PREDATOR OLIGARKI POLITIK*

Salam *SEHAT DAN SATU HATI*

Jakarta, 
RABU, 31 Mei 2023

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Jumat, 26 Mei 2023

PERBAIKAN HIDUP

*HIDUP LEBIH BAIK dan SUKSES*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Bila bingung ingin memperbaiki Hidup yang tidak ada perubahan, dan ingin hidup berubah dan sukses, mulailah dengan *PERBAIKAN SHOLAT MU*.

Walaupun agak berat, karena bukan sekedar gerakkan Anggota tubuh, tapi *MENGGERAKAN HATI*

Walaupun kita bukan orang baik, banyak salah dan dosa, tapi *SHOLAT LAH, INSYA ALLAH, akan JADI BAIK*

Dengan *SHOLAT* kita terpaksa atau di paksa masuk Surga, daripada *SUKARELA MASUK NERAKA*

Tidak beramal, masih islam, 
Tidak puasa masih islam, 
Tidak berbuat baik masih islam, 
Tidak pergi haji masih islam, 

Tapi, *TIDAK MAU SHOLAT, KELUAR DARI ISLAM*

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ
Sesungguhnya (batas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.

Dari Buraidah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ.
Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.

sedangkan Allâh Azza wa Jalla berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allâh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allâh, maka sungguh, ia telah berbuat dosa yang besar. [An-Nisâ’/4:48].

Semoga Bermanfaat untuk memulai *PERUBAHAN PERBAIKAN REJEKI MU, TERGANTUNG PERUBAHAN PERBAIKAN SHOLAT MUH*! 

Marilah Sholat, Marilah capai Kemenangan yang Sukses,! 

26 Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto

PENYESALAN

*PENYESALAN*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Percayakah Anda, bila Saya katakan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali *apakah ia orang baik atau tidak baik, akan merasakan penyesalan?* Mungkin Anda bertanya, bagaimana orang baik merasakan penyesalannya? Dan untuk hal apa ia menyesal?

Bagi mereka yang muslim, tentunya sangat hafal dengan sebuah surat pendek QS Al ‘Ashr (waktu) berikut ini:

“Demi waktu. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al ‘Ashr: 1–3)

QS Al ‘Ashr mendiskusikan aset penting dalam hidup, yang disediakan gratis oleh Tuhan untuk dikelola. Aset tersebut dimiliki oleh setiap makhluk hidup, namun tidak semua makhluk hidup mampu mengelolanya. Aset tersebut adalah *WAKTU*.

Manusia dan jinlah yang diberikan kemampuan sebagai pengelola aset tersebut. Siapapun yang gagal mengelola aset tersebut, maka akan merasakan penyesalan. Surat Al Ashr juga menginformasikan kepada kita bahwa semua manusia akan merasakan rugi dan menyesal, bahkan orang yang telah berbuat baik sekalipun, akan menyesal, mengapa ia tidak berbuat baik lebih banyak. Hal ini setidaknya dapat kita lihat dalam sebuah kisah di zaman Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam. 

Seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu ‘anhu meninggal dunia, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam bertakziah ke rumah beliau. Saat itu, Istri Sya’ban ra. bertanya: “Ya Rasulullah ada sesuatu yang menjadi tanda tanya bagi kami semua, yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya.”

“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasulullah.

“Di masing-masing teriakannya, dia berucap kalimat ‘Aduh, kenapa tidak lebih jauh! Aduh kenapa tidak yang baru! Aduh kenapa tidak semua!’” jawab istri Sya’ban.

Rasulullah saw. pun melantunkan ayat yang terdapat dalam QS. Qaaf: 22, “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam.”

*“Apa yang dilihat oleh Sya’ban ra. (dan orang yang sakaratul maut) tidak dapat disaksikan yang lain. Dalam padangannya yang tajam itu Sya’ban ra. melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke masjid untuk shalat berjama’ah lima waktu*. Perjalanan sekitar tiga jam jalan kaki, tentu itu bukan jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban ra. diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkahnya ke masjid,” ujar Rasulullah.

Dia melihat seperti apa bentuk surga yang dijanjikan sebagai ganjarannya. Saat dia melihat, dia berucap: *“ADUH MENGAPA TIDAK LEBIH JAUH”,*  timbul penyesalan dalam diri Sya’ban ra., mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih indah. Dalam penggalan kalimat berikutnya Sya’ban ra. melihat saat ia akan berangkat shalat berjama’ah di musim dingin. Saat ia membuka pintu, berhembuslah angin dingin yang menusuk tulang. Ia masuk ke dalam rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Ia memakai dua baju, Sya’ban memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.

Ia berpikir, jika kena debu tentu yang kena hanyalah baju yang luar dan ketika sampai di masjid ia dapat membuka baju luar dan shalat dengan baju yang lebih bagus. Ketika dalam perjalanan menuju masjid, ia menemukan seseorang yang terbaring yang kedinginan dalam kondisi mengenaskan. Sya’ban ra. pun merasa iba dan segera membukakan baju yang paling luar lalu dipakaikan kepada orang tersebut, kemudian ia memapahnya ke masjid agar dapat melakukan shalat shubuh bersama-sama.

Orang itu pun selamat dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan shalat jama’ah. Sya’ban ra. pun kemudian melihat indahnya surga, sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.

Kemudian ia berteriak lagi *“ ADUH KENAPA TIDAK YANG BARU”,* timbul lagi penyesalan dibenak Sya’ban ra. Jika dengan baju butut saja dapat mengantarkannya mendapat pahala besar, sudah tentu ia akan mendapatkan surga yang lebih indah jika dia memberikan pakaian yang baru.

Berikutnya, Sya’ban ra. melihat lagi suatu adegan. Saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke dalam segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci, tentu mengetahui ukuran roti Arab (sekitar tiga kali ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika baru saja ingin memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta sedikit roti karena sudah tiga hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal itu, Sya’ban ra. merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti tersebut dengan ukuran sama besar dan membagi dua susu ke dalam gelas dengan volume yang sama rata, kemudian mereka makan bersama-sama. Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan Sya’ban ra. dengan surga yang indah. Ketika melihat itupun Sya’ban ra. berteriak lagi, *“ADUH KENAPA TIDAK SEMUANYA,*!!” Sya’ban ra. kembali menyesal. Seandainya ia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut, maka pasti ia akan mendapat surga yang lebih indah. Masyaallah, *Sya’ban bukan menyesali perbuatannya, melainkan menyesali mengapa tidak optimal*. 

Sekarang bagaimana bila Sebaliknya, *MELALAIKAN WAKTU, BAHKAN MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI, DAN BERBUAT DOSA*

: لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ
Aku bersumpah demi hari Kiamat,
Q.S Al-Qiyamah [75] : 1

: وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).
Q.S Al-Qiyamah [75] : 2

قَالَ عَمَّا قَلِيْلٍ لَّيُصْبِحُنَّ نٰدِمِيْنَۚ
Allah berfirman, "Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 40

Hari kiamat merupakan yaum al-hasrah, hari penyesalan. Kaum kafir dan fasik saat itu menyesal. “Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaum al-hasrah), (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman” (QS Maryam: 39).

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Nabi SAW. bersabda:النَّدَمُ تَوْبَةٌ “Penyesalan adalah taubat”. Hadis ini diriwayatkan Ahmad dalam Musnadnya, Bukhari dalam Tarikhnya, Ibnu Majah dalam Sunannya, Hakim dalam al-Mustadrak, semuanya bersumber dari Ibnu Mas'ud

Beliau bersabda:
والله إنى لأستغفر الله وأتوب إليه فى اليوم أكثر من سبعين مرة
“Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepadaNya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, No. 6307

Semoga Allah selalu berikan *KESEHATAN dan PETUNJUK berbuat KEBAIKAN AMIN*

Jakarta, 26,Mei 2023

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Sabtu, 29 April 2023

BANGUN RUMAH IDAMAN

*MEMBANGUN RUMAH IDAMAN*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Setiap manusia pasti mengharapkan *RUMAH IDAMAN, MEWAH, LUAS dan INDAH*, Apa saja Kreterianya :

1. *HARUS MEMPUNYAI PONDASI YANG KUAT DAN KOKOH HINGGA DAPAT MEMBANGUN GEDUNG PENCAKAR LANGIT*

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ اَصْلُهَا ثَابِتٌ وَّفَرْعُهَا فِى السَّمَاۤءِۙ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, *AKARNYA KUAT* dan cabangnya (menjulang) ke *LANGIT*,
Q.S Ibrahim [14] : 24

Itulah *IMAN dan TAUHID* Sebagai *PONDASI* Ummat islam. 

2. *MEMPUNYAI HALAMAN LUAS SERTA KEBUN BUNGA, BUAH ANEKA WARNA DAN RASA*

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu." Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah *LUAS*. Sesungguhnya hanya orang-orang yang ber *SABAR* lah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Q.S Az-Zumar [39] : 10.

Itulah *KESABARAN MANUSIA seperti LAUTAN LUAS TAK BERTEPI dan DALAM* 

3. *BANGUNAN YANG MEMPUNYAI ARSITEKTUR NILAI SENI dan KEINDAHAN, yang akan membuat KAGUM SIAPAPUN YANG MEMANDANG NYA*

اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ
Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka nilai) *AKHLAK YANG TINGGI* yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.
Q.S Shad [38] : 46

Itulah yang dinamakan *AKHLAK MULIA* Sehingga  *TUTUR KATA dan PERBUATAN, menjadi PANUTAN setiap MANUSIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) *RASULULLAH* itu *SURI TELADAN* yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

4. *MEMPUNYAI LAMPU LAMPU KRISTAL, BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA, yang sangat INDAH dan MAHAL*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَكُمْ بُرْهَانٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ نُوْرًا مُّبِيْنًا
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu *CAHAYA YANG TERANG BENDERANG (AL-QUR'AN)*.
Q.S An-Nisa' [4] : 174

Itulah *KITAB SUCI AL-QURAN yang akan menerangi HATI JIWA MANUSIA* 

Bila rumah besar dan mewah tidak ada lampu penerangan, *DIPASTIKAN SYETAN DAN JIN AKAN MENJADI PENGHUNINYA*

Begitu pulalah Jiwa hati manusia, bila tidak ada *PENERANGAN BACAAN AL-QURAN YANG DIHAFAL, DIFAHAMKAN, DIHAYATI DAN DI AMALKAN* , Maka jiwa kita akan dimasuki dan dirasuki Syetan dan Jin. karena jiwa kita *GELAP GULITA*

5. *MEMPUNYAI KENDARAAN MEWAH, INDAH DAN MAHAL*

Tidaklah lengkap bila rumah mewah *TAPI TIDAK PUNYA KENDARAAN MEWAH*

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, *BERAMAL SALEH* , kemudian tetap di *JALAN YANG BENAR*.
Q.S Tha Ha [20] : 82.

Itulah *KENDARAAN ORANG SALEH, SELALU DIJALAN YANG BENAR, TIDAK MAU MELANGGAR PERATURAN LALU LINTAS DI JALAN*

6. *MEMPUNYAI MESIN ALAT PEMBERSIH dan PERAWATAN RUMAH, DARI DEBU, KOTORAN DAN KARAT*

Sebagus, semewah dan seindah-indahnya rumah, bila *TIDAK DIRAWAT dan DIBERSIHKAN* Rumah akan nampak terlihat, *KUMUH, KOTOR DAN BAU DIMANA MANA* Sehingga kesan rumah mewah dan mahal hilang. 

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
*,"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang *MENYUCIKAN DIRI*
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? *Sebenarnya Allah MEMBERSIHKAN siapa yang dikehendaki-Nya* dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

Itulah manusia yang selalu *MEMBERSIHKAN DIRI, MOHON AMPUN PADA ALLAH DAN BERTOBAT*

"Setiap anak Adam Berdosa, dan sebaik baiknya orang berdosa ialah, bertaubat". hadis. 

Karena Allah ingin kita manusia kembali pada Allah, dalam keadaan *HATI YANG BERSIH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang *menghadap Allah dengan hati yang bersih*."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Demikianlah Perumpamaan ini, mudah mudahan bisa kita ambil Hikmahnya, Amin ya Robbal alamin. 

Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, 

WA alaikum salam. 

Jakarta, 29 April 2023.

PB. FORMULA


*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 19 April 2023

GELAS IDUL FITRI

*🍵GELAS IDUL FITRI*

Assalamu'alaikum wr. wb. 

Puji dan puja hanya bagi Allah, Sholawat serta salam tercurah Kepada Baginda Muhammad SAW. 

Sebagaimana diketahui, idul fitri terdiri dari dua kata, yakni id dan al-fithri. Kata yang pertama, id, dapat diartikan kembali, *sedangkan al-fithri memiliki arti kesucian, yang terkandung didalam KESUCIAN ADA, KEBENARAN, KEBAIKAN DAN KEINDAHAN* Sebagai bentuk kembali kepada kesucian. 

Karena setiap manusia terlahir *SUCI* bersih tanpa dosa dan Noda, dan tidak ada dosa warisan, tidak ada anak Haram walau terlahir dari orang tua penzina. 

Berikut haditsnya yang diceritakan Abu Hurairah RA:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ
Artinya: "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani." (HR Bukhari dan Muslim).

Sebagai perumpamaan, jadi anak itu seperti *GELAS* 🍵. 

Misal kita ada acara pesta hajatan, kekurangan Gelas, maka kita akan meminjam kepada tetangga Gelas, dan *KEMBALINYA GELAS TERSEBUT 3 KONDISI*:

1. *KONDISI PERTAMA.*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan sudah kita bersihkan, tidak kotor. Itulah *KEMBALINYA ORANG YANG SHOLEH DAN BERIMAN PADA ALLAH*
وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًاۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًاۗ وَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang *BERIMAN* dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa, dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 25

2. *KONDISI KEDUA*
Gelas akan kembali kepada *PEMILIK GELAS* Dalam keadaan *TIDAK BERSIH dan KOTOR* 
Itulah *KEMBALINYA ORANG ORANG YANG PENUH DOSA DAN MAKSIAT*
Mereka akan *DICUCI BERSIH DALAM NERAKA, KEMUDIAN DIMASUKKAN KEMBALI KEDALAM SURGA* Lama pencucian dalam NERAKA tergantung seberapa besar *NODA DAN MAKSIAT*
مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang *BERDOSA* tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

3. *KONDISI KE TIGA*
Gelas kembali kepada *PEMILIK GELAS* dalam keadaan *RETAK BAHKAN PECAH* 
Mereka inilah yang *KEMBALI KEPADA ALLAH* dalam keadaan *MUSRIK DAN KAFIR* ini gelas akan masuk *BAK SAMPAH NERAKA SELAMANYA, TIDAK AKAN MASUK SURGA* Karena tidak mungkin bisa di bersih kan lagi, sudah *PECAH HANCUR BERANTAKAN* Tidak mungkin kembali ditaruh di Lemari Surga. 
اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
*Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK*, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
Q.S An-Nisa' [4] : 48.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan puasa 1444 / 2023, dan kembali bersih baik lahir maupun bathin, Amin. 

Jakarta, 19 April 2023.

PB. FORMULA

*Tg. Drs. Dedi Hermanto*

Rabu, 12 April 2023

DOA TIDAK DITERIMA

*DOA TIDAK AKAN PERNAH DIKABULKAN*

Doa sebagai permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Allah. artinya adalah mengucapkan (memanjatkan) doa kepada Allah adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, harapan, dan permintaan.

Dan bahkan bila kita tidak berdoa Allah akan marah, seolah kita tidak membutuhkan Allah, 
sebagaimana sabda Rasulullah saw:
((من لم يسأل الله يغضب عليه)) (رواه أحمد والترمذي وحسنه الألباني)
“ Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Dia akan marah kepadanya” ( HR: Ahmad, Tirmizi, dihasankan Al-Albani).

Selagi kita masih hidup di Dunia ini, Allah pasti mengabulkan doa kita. Bukan masalah *cepat atau lambat* nya, tapi *Allah mengabulkan pada saat situasi TEPAT*
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. *Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku*, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186.

Tetapi apabila kita sudah Meninggal dunia Di Akhirat nanti, apalagi di dalam neraka, tapi karena siksaan yang sangat berat sekali, mereka *TERUS MENERUS BERDOA, AGAR DIKELUARKAN DALAM NERAKA, UNTUK IBADAH, TAPI SEMUA ITU SIA SIA BELAKA*😭.
وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan *mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.*" Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

Mereka ahli neraka Mengadu dan minta *PERTANGGUNG JAWABAN IBLIS* maka IBLIS pun menyambutnya dengan *CERAMA PIDATO DI NERAKA*
وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Dan berkatalah syaitan ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, *"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar*, dan *aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya*. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) *aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku,* oleh sebab itu *janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri*. *Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku.* Sesungguhnya *aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu*." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Q.S Ibrahim [14] : 22

Iblis cuci tangan, karena tidak mau disalahkan, karena ia *HANYA MENGAJAK TIDAK MEMAKSA* toh yang beli minuman keras uang kita, yang minum juga kita sendiri. 

Ahli neraka pun, Menemui malaikat penjaga neraka, kali kali bisa bantu atau di suap, bisa Bebas😇🤭😟. 
قَالُوْٓا اَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيْكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنٰتِۗ قَالُوْا بَلٰىۗ قَالُوْا فَادْعُوْاۚ وَمَا دُعٰۤؤُا الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
Penjaga Jahanam berkata, "Dan apakah belum datang kepadamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab, "Benar, sudah datang." *Penjaga-penjaga Jahanam berkata, "Berdoalah kamu." Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah SIA SIA belaka.*
Q.S Ghafir [40] : 50.

Dan terpaksa ahli neraka Menemui Allah, kali aja dapa Grasi, Amnesty atau pengampunan dari Allah, 
رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْن
Allah berfirman, " *Tinggallah dengan HINA di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.*"
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108.

Pupus sudah, *SIA SIA DOA KITA SUDAH TIDAK BERLAKU DI NERAKA*

Merekapun Ahli neraka melihat kesenangan *MELIMPAH RUAH, GEMBIRA DAN SUKACITA PENGHUNI SURGA* Merekapu mohon meminta makan minuman dari Ahli Surga, 
وَنَادٰٓى اَصْحٰبُ النَّارِ اَصْحٰبَ الْجَنَّةِ اَنْ اَفِيْضُوْا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاۤءِ اَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُۗ قَالُوْٓا اِنَّ اللّٰهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكٰفِرِيْنَۙ
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga, "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dikaruniakan Allah kepadamu." Mereka (penghuni surga) menjawab, " *Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,*
Q.S Al-A'raf [7] : 50

Jadi selagi kita di Dunia ini, berdoalah pada Allah, doa adalah inti dari ibadah kita pada Allah, semoga Allah mengabulkan doa kita, dan terhindar dari siksa api neraka. Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri. 

Rabu 12 April 2023) 1444

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...