Jumat, 17 September 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM !!! =

1. Tidak merasa MEMILIKI Islam , acuh dan masa bodoh dengan Islam.

2. Kurang PENGHAYATAN dan PENGAMALAN, nilai nilai agama Islam.

3. Minder dan MALU, menunjukkan identitas dan JATI DIRI islam

4. Cinta kepada DUNIA yang berlebihan, hingga HIDUP di agama Islam bukanya MENGHIDUPKAN Syiar Nilai Agama Islam.

5. Masalah HARGA DIRI,menjadi masalah BESAR,,, sedangkan masalah ke IMANAN , MORAL dan AKHLAK masalah KECIL.

6. Ustadz, Ulama, Kiyai dan Habib nya, TERTIDUR dengan kesenangan dunia,( AMPLOF ,TERISI UANG dan PARCEL ),, sedangkan Ummatnya mati,,, BAGAIMANA MUNGKIN ORANG YANG TIDUR,,, MEMBANGUNKAN IMAN,,, UMMAT ISLAM YANG MATI,,, !!!!!

7. " DAN BERPEGANG TEGUHLAH TERHADAP TALI AGAMA ALLAH , DAN JANGAN BERCERAI BERAI," al-ayat,,,, ini ayat,,, TIDAK DIAMALKAN OLEH PARA PEMIMPIN UMMAT.

8. Barat dan Eropa MAJU DAN MAKMUR karena SEKULER = Memisahkan urusan agama dengan urusan dunia,,,,,,

,,,,,,,,,,,,,,sedangkan UMMAT ISLAM JUSTRU AKAN MENGALAMI KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN,,,,, BILA URUSAN AGAMA DAN DUNIA DIPISAH,,,,,,, KARENA ISLAM MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA,,,,,, dari KEPEMERINTAHAN, EKONOMI, POLITIK, SOSIAL, KELUARGA, DAPUR SAMPAI KASUR,,,, !!!

======

ALLAH USSHOMAD,,,, ALLAH TEMPAT BERGANTUNG,,, al ayat.

tuan guru ; TIDAK ADA DALIL dan KETERANGAN,,,,,, dalam BERDAKWAH / SYIAR AGAMA ISLAM,,,, kita MENDAPATKAN UPAH / AMPLOF TERISI UANG,,,!!! ???

ustadz ; TAPI tuan,,,, mereka yang memberikkan,,, bukan kami yang meminta,,,, !!!!

tuan guru ; kalau begitu,,, slahkan diambil secukupnya,,, jangan berlebihan,,,,,, TAPI YANG LEBIH PENTING DARI ITU,,,,,,,, SANGGUPKAH,,, KALIAN HAIII,,,, PARA PENDAKWAH,,,UNTUK TIDAK KETERGANTUNGAN SAMA AMPLOF YANG TERISI UANG,,,, SANGAT DIPASTIKKAN KALIAN AKAN KETERGANTUNGAN DAN KECANDUAN,,,,, DAN SUSAH LAGI MENINGGALKAN KETERGANTUNGAN TERSEBUT,,,,,,,,,,,,,,,,

DOSA dari UMMAT karena ketergantungan / kecanduan dengan NARKHOBA,,, susah untuk dihilangkanya,,,,

sedangkan DOSA dari PENDAKWAH,,, karena KETERGANTUNGAN / KECANDUAN ,,,, UANG AMPLOF,,,, DALAM BERDAKWAH,,,,, susah untuk dihilangkan,,,,

bila sudah dapat AMPLOF,,,, JANGAN LAGI HARAP ,,PAHALA DISISI ALLAH,,,,

ustadz ; baiklah,,, tapi,,, BERDAKWAH,,, sudah menjadi USAHA dan PEKERJAAN kami,,,,, bagaimana dengan anak isteri kami,,, ???

tuan guru ; BERDAKWAH itu bukan PROFESI / PEKERJAAN,,,,, tetapi menjadi KEWAJIBAN,,, yang harus dilaksanakkan,,,,,,,, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ,,,bekerja, berusaha atau berdagang,,,,,, " APABILA KITA TELAH SELESAI SHOLAT , MAKA BERTEBARANLAH ENGKAU DIMUKA BUMI INI UNTUK MENCARI REJEKI, YANG TELAH ALLAH TETAPKAN," al ayat

ustadz ; INSYA ALLAH , TUAN GURU,,, saya akan berusaha MENGHIDUPKAN AGAMA ISLAM,,, dengan DAKWAH sayaa,,,,,, TIDAK LAGI ,,, HIDUP DI AGAMA ISLAM,,,, untuk keperluan keluarga saya,,,, DO'AKAN sayya,,, GURU,,,

tuan guru ; AMIN,,, INSYA,,,ALLAH,,,,SEMOGA ALLAH MERAHMATI- mu

===================

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
=
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam
(QS Asy Syu'araa' 178-180)

surat Al Furqaan ayat 57:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Katakanlah : "Aku (Muhammad) tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya

==============

“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) secara terang-terangan” (Qs. Yasin : 17).

“Ikutilah orang-orang yang tiada meminta balasan (upah) kepadamu ; dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs. Yasin : 21).

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman atas (potensi) diri dan harta mereka dengan (bayaran) al jannah (syurga). Mereka itu melaksanakan qital (wujud rumusan menejemen Islam) di jalan Allah, maka mereka unggul atau diungguli. (Qs. Attaubah :111).

==========

setiap orang yang menuntut ilmu, kemudian mengajarkan Al-Qur`an ataupun berdakwah, maka dia harus melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Tidak boleh ia mengharapkan sesuatu dari manusia baik berbentuk harta maupun yang lainnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ,لاَيَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَالَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘ Azza wa Jalla , namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat".
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, 3664; Ahmad, II/338; Ibnu Majah, 252; dan Hakim, I/85 dari sahabat Abu Hurairah. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim dan disetujui oleh Imam Adz Dzahabi].

==============

PENDAKWAH dan MUBALLIGH,,,,,,,,,,,,, seperti = GELAS MAHKOTA terbuat dari EMAS bertahtakan BUTIRAN INTAN dan PERMATA,,,,, sesuatu yang sangat MULIA disisi ALLAH,,,,,,,,,, TETAPI ,,,,, BILA,,,, GELAS INI DIGUNAKKAN UNTUK MENGAMBIL,,, air kotor,,, ALANGKAH RENDAH NILAINYA,,,,,, YAITU , " DUNIA " ( AMPLOF, TERISI UANG ),,,!!!

=============

para PENDAKWAH, dan MUBALLIGH,,,, sudah banyak yang jadi HARIMAU, SIRKUS,,,, jadi TONTONAN,,,,, BUKAN LAGI MENJADI TUNTUNAN UMMAT, KURANG BERWIBAWA, KHARISMA dan jadi PANUTAN,,

TARGET IBLIS GODA MANUSIA

TARGET IBLIS MENGGODA MANUSIA

Assalamualaikum Wr Wb. 

Puji bagi Allah Swt dan Sholawat serta salam tercurah kepada Baginda kita Muhammad Saw.

Target Iblis menggoda dan menjerumuskan Manusia :

1. SYIRIK : 

Target UTAMA, Iblis Menggoda manusia adalah agar manusia mensekutukan Allah, Karena dengan manusia mensekutukan Allah, maka manusia telah melakukan kesesatan dan dosa yang sangat besar, tidak diampuni dan selamanya dalam neraka bersama Iblis laknatullah. 

 : اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dūna żālika limay yasyā', wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman ‘aẓīmā

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Q.S An-Nisa' [4] : 48

2. BID'AH :

Apabila target utama untuk menyesatkan manusia dengan Mensekutukan Allah,  Maka Iblispun, menghiasi Ibadah yang tidak ada tuntunanya dari Allah dan Rosulnya. 

3. DOSA BESAR :

Bila Dengan menjadi Musyrik dan Ahli Bid'ah,  belum mempan Iblispun mulai menghiasi dan mengganghap Dosa  besar itu sesuatu hal yang biasa, dengan bahasa yang di perhalus dan menarik, seperti perbuatan ZINA Pelacur yang sangsinya bisa di rajam hingga mati, diperhalus menjadi PSK ( Pekerja Sex Komersial ).

 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

wa lā taqrabuz-zinā innahū kāna fāḥisyah, wa sā'a sabīlā

Al-isra : 32

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

4. DOSA KECIL :

Apabila dengan Dosa Syirik, Bid'ah, Dosa Besar,   masih belum dapat Menjerumuskan Manusia, Maka Iblispun,  TIDAK PUTUS ASA, selalu Membisikkan Dosa Kecil,  kepada manusia, hanya sekedar dosa kecil, tidak mengapa. Seperti bergunjing, mengumpat, berbohong dan lainya. Semakin banyak saja manusia yang terjerat tipu daya syetan

Dosa kecil adalah seperti Musyafir yang mengumpulkan Ranting ranting kayu, untuk menjadi tumpukan kayu yang menjadi api unggun yang besar, pada malam hari. 

5. MUBAH : PERBUATAN YANG DI BOLEHKAN TAPI MELALAIKAN DALAM BERIBADAH

Akhirnya Iblispun Menargetkan manusia dengan menyesatkan manusia dengan sangat Dahsyat, Tersetruktur, Sistematis dan Masal,  Yaitu perbuatan MUBAH, yang di bolehkan Tapi sama Iblis diberi KESENANGAN YANG SEMU FATAMORGANA, sehingga MELALAIKAN DARI BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT. seperti : Bermain Hp,  Sosial media, Games Online, Nonton Tv, dan lainya, Sehingga kita LALAI dan MENUNDA NUNDA bahkan TIDAK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT.

: اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

i‘lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la‘ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād, kamaṡali gaiṡin a‘jabal-kuffāra nabātuhū ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakūnu ḥuṭāmā, wa fil-ākhirati ‘ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā‘ul-gurūr

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Q.S Al-Hadid [57] : 20

Demikialah semoga kita tidak menjadi TARGET JEBAKAN IBLIS LAKNATULLAH, amin ya robbal alamin. 

Wa alaikum salam Wr. Wb

Jakarta 21 November 2020

Alfaqir

Ust.Dedi hermanto 
Pimpinan Majelis
Nuur Islami

Minggu, 05 September 2021

TAKTIK STRATEGI SYETAN JERUMUSKAN MANUSIA

TIK & STRATEGI SYETAN MENSESATKAN MANUSIA*

1. *TERLANJUR & DITUNDA*

Apabila manusia Melakukan sekecil dosa langsung Ditanamkan sifat *TERLANJUR*.
dan bila Ingin bertaubat *DITUNDA*

2. *DIKURANGI (-) & DITAMBAH (+)*

A. *DIKURANGI* 

Bila orang islamnya, BODOH, MISKIN, PENGETAHUAN AGAMA ISLAMNYA KURANG, maka Syetan membisyikan = *" kita untuk berbuat MAKSIAT DAN DOSA*

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًاۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۙ

asy-syaiṭānu ya‘idukumul-faqra wa ya'murukum bil-faḥsyā', wallāhu ya‘idukum magfiratam minhu wa faḍlā, wallāhu wāsi'un ‘alīm

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Q.S Al-Baqarah [2] : 268

B. *DITAMBAH* 

bila orang islamnya PINTAR , KAYA, BAHKAN MEMAHAMI ILMU AGAMA ISLAM ( Ust. Kiyai, Habib), Maka Syetan Akan membisikan, = *" Bahwa kitalah YANG PALING PINTER, BENER, DAN BANYAK PENGIKUTNYA, hingga tanpa disadari kita SEDANG MEMPERKENALKAN DIRI KITA DI UMMAT ISLAM, BUKAN MEMPERKENALKAN ALLAH, KEPADA UMMAT ISLAM, "* 

*HIDUP DIAGAMA ISLAM, BUKAN MENGHIDUPKAN AGAMA ISLAM*

 :: اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ

innī lakum rasūlun amīn

Sesungguhnya *aku adalah seorang rasul* kepercayaan (yang diutus) kepadamu.

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 178


: فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

fattaqullāha wa aṭī‘ūn

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 179


: وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ

wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA UPAH* kepadamu atas ajakan itu, *(DAKWAH)* upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 180

ini Alquran *Jelas dalam berdakwah tidak boleh, Pasang tarip, Upah, aplop,*

Karena juru Dakwah adalah *KEWAJIBAN SETIAP UMMAT ISLAM, SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT, BUKAN PROFESI YANG HARUS DIHARGAI*

*SALAM AKAL SEHAT, HATI JERNIH*

Jakarta, 
Sabtu 12 -12- 2020
Jam 22:22

 *Tg. DEDI HERMANTO* 
PIMPINAN MAJELIS NUUR ISLAMI

Rabu, 01 September 2021

JIWA YANG TENANG

MENUJU JIWA YANG TENANG*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam pada Muhammad SAW.

Tidak sedikit ummat islam yang sudah beribadah tapi *JIWANYA MASIH BELUM TENANG* dan selalu gelisah, galau dan suntuk.

Padahal Allah memanggil hambanya masuk surga hanya kepada *HAMBANYA YANG JIWANYA TENANG*


: يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

Hai jiwa yang tenang.

Q.S Al-Fajr [89] : 27
 

: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
 :
 فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

: وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ

masuklah ke dalam surga-Ku.

Q.S Al-Fajr [89] : 30

*ADA BEBERAPA TAHAPAN YANG MEMBUAT JIWA KITA TENANG*

1. *TUJUAN HIDUPNYA HANYA UNTUK ALLAH*

Tujuan hidupnya hanya *MENCARI RIDHO ALLAH* Bukan Menuruti Keinginan *HAWA NAFSU dan DUNIA*

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Q.S Al-An'am [6] : 162

2. *SELALU BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152

3. *BERBUAT BAIK SUDAH MENJADI KEBIASAN HIDUPNYA SEHARI HARI*

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, *sedang ia berbuat kebajikan,* maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Q.S Al-Baqarah [2] : 112

4.  *SELALU BERBAIK SANGKA, APAPUN YANG TERJADI*


لَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِاَنْفُسِهِمْ خَيْرًاۙ وَّقَالُوْا هٰذَآ اِفْكٌ مُّبِيْنٌ


Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat *tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri*, dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

Q.S An-Nur [24] : 12

5. *CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PELINDUNG DAN PENOLONG*


يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Hai Nabi, cukuplah Allah *(menjadi Pelindung)* bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Q.S Al-Anfal [8] : 64

6. *TIDAK LALAI DAN TERTIPU AKAN KESENANGAN DUNIA*

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَـَٔنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

Q.S Yunus [10] : 7

7. *SELALU MENUNTUN ILMU DAN MERASA KURANG AKAN ILMU*

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr, "Bolehkah aku mengikutimu agar kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Q.S Al-Kahf [18] : 66

8. *DIPUJI TIDAK SOMBONG, DIHINA TIDAK TERCELA*

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
 
Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan *mereka suka agar dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan* janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

Q.S Ali 'Imran [3] : 188

9. *SEGERA BERTOBAT*

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۖ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Q.S Al-Baqarah [2] : 37

Demikianlah *BENNAR DATANGNYA DARI ALLAH , SEANDAINYA SALAH DARI KEBODOHAN SAYA,

Salam *JIWA TENANG*

Selasa 26 Januari 2021


Pucuk Pimpinan
Majelis *NUUR ISLAMI*

DRS. DEDI HERMANTO

Selasa, 31 Agustus 2021

KARAKTER HATI MANUSIA

KARAKTER HATI MANUSIA*

*1. HATI YANG SELALU TERBUKA* 

Awalnya Hati yang selalu *terbuka menerima kebaikan, Dan Nasihat* Tetapi Pada saat kita terus menerus melakukan dosa dan Maksiat maka Hati akan *MENUTUP* Setiap *NASIHAT KEBAIKAN*

وَّجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى الْقُرْاٰنِ وَحْدَهٗ وَلَّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا

dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.

Q.S Al-Isra' [17] : 46

*2. HATI YANG KERAS DAN MEMBANTU*

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

Kemudian setelah itu *hatimu menjadi keras seperti batu,* bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Q.S Al-Baqarah [2] : 74

*3. HATI YANG SAKIT* 

Hati yang selalu *MENGELUH, CEPAT TERSINGGUNG, MARAH, & MUNAFIK ( ANTARA UCAPAN DAN PERBUATAN BEDA )*

اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَاۤءِ دِيْنُهُمْۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

(Ingatlah), ketika *orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata*, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Q.S Al-Anfal [8] : 49

*4  HATI YANG LEMBUT*

Hati yang selalu *MENTAUHIDKAN ALLAH SWT*

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. *Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat LEMBUT HATINYA lagi penyantun.*

Q.S At-Taubah [9] : 114

*5. HATI YANG DIKUNCI MATI*

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۚ فَاِنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يَخْتِمْ عَلٰى قَلْبِكَۗ وَيَمْحُ اللّٰهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah." *Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia *MENGUNCI MATI HATIMU*, dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Q.S Asy-Syura [42] : 24

*6. HATI SEPERTI CERMIN*

Hati yang *Selalu memantulkan cahaya Nuur Allah*

*7. HATI SEBAGAI ISTANA PUSAT KEPEMERINTAHAN*

Hati *Tidak mungkin diduduki dan dikuasai 2 Raja, Apabila diduduki oleh Malaikat maka seluruh Anggota tubuh akan berbuat baik,*
*Tapi apabila diduduki oleh Syaitan dan hawa nafsu Maka seluruh anggota tubuh akan berbuat jahat.*

*8. HATI SEBAGAI KULKAS*

*Hati yang selalu menerima Yang Baik Baik kalo sudah tidak baik atau busuk dikeluarkan dari kulkas.*

*9. HATI SEPERTI TEMPAT KERANJANG SAMPAH*

*Hati yang selalu menerima dan menampung perbuatan jahat, dosa dan Maksiat*

Jakarta,9 April 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


*UST. DRS. DEDI HERMANTO*
Pucuk Pimpinan

HARTA KARUN TERPENDAM

HARTA KARUN YANG TERPENDAM*

Assalamulaikum wr. Wb. 

*Kuntu Kanzan Maghfiyah, Fa A'radtu an u'raf, Fakhalaqtul khalaqa* hadis
" Allah Khasanah *Harta karun yang terpendam* (tersembunyi), Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk "

*Sebelum Allah menciptakan Mahluk dan Alam semesta beserta isinya, TIDAK ADA YANG MENGENAL DAN MENGETAHUI ALLAH, APALAGI BERIBADAH KEPADA ALLAH,.*

Maka dari itu, Allah menciptakan MAHLUK Agar *ALLAH DAPAT DIKENAL, DAN DI IBADAHI*

tapi tidak sedikit Ummat islam yang sudah beribadah menjalankan *RUKUN ISLAM* Sholat, zakat, puasa, bahkan pergi haji berkali kali, *MASIH BELUM MENGENAL ALLAH*

*Awwaludin Makrifatullah* *" Awwal beragama mengenal Allah "*

: وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi *Siapapun manusianya, suku bangsanya, maupun agamanya, pada HAKEKATNYA mereka semuanya Sudah *MENGENAL ALLAH* di alam Ruh. 

Dan Dari seluruh Mahluk Ciptaan Allah. *HANYA MANUSIALAH YANG DAPAT MENGENAL ALLAH* karena manusia *DAPAT MENGENAL DIRINYA* . apabila manusia di kasih kaca pasti langsung dandan dan bersolek, tapi bila Ayam dikasih kaca, pasti akan diserang itu kaca, karena dikira musuhnya 🤭🙏🏻.

Untuk itu *KENALI DIRI, MAKA AKAN MENGENAL ALLAH* " BARANGSIAPA MENGENAL DIRINYA PASTI MENGENAL ALLAH" hadist.

Pada saat manusia, sudah lahir di dunia, Allah pun *MEMPROKLAMIRKAN DAN MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA MANUSIA*

: اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14.

Agar Manusia dapat *MENGENAL ALLAH* Allah pilih diantara manusia untuk *BERKOMINIKASI* dipersiapkan  *MENJADI NABI DAN ROSUL*  sebagai *" MARKETTING UNTUK MEMPROMOSIKAN  MENGENAL ALLAH"*

Diantaranya :

*IBRAHIM AS =*
: وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Dan (ingatlah) ketika *Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.*" Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 260

*MUSA AS* =
 وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, *berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

*ISA AS =*
: فَاَشَارَتْ اِلَيْهِۗ قَالُوْا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
Q.S Maryam [19] : 29

: قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِۗ اٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّاۙ

Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
Q.S Maryam [19] : 30

Selama Nabi ISA AS masih hidup, *TIDAK ADA SATU KATAPUN, IA MENGATAKAN BAHWA IA TUHAN,*  tapi pada saat beliau tiada barulah *Paulus* dan muridnya *Lukas*, *MEMBUAT DOKTRIN AJARAN BAHWA ISA ADALAH TUHAN*

*MUHAMMAD SAW =*
: اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 146

Tapi kita sebagai manusia biasa yg bukan nabi atau Rosul, *"MASIH MUNGKINKAH KITA BISA BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH,???*

Insya ALLAH bisa, tentu dengan *HATI YANG BERSIH, QOLBUN SALIM* Hati tiada didalamnya *DUNIA, NAFSU, SETAN DARI BANGSA JIN DAN SETAN DARI BANGSA MANUSIA*

Tentang *QOLBUN SALIM* insya Allah Artikel berikutnya.

Yang benar dari Allah, yang salah, dan banyak kesalahan dari, saya sendiri. 

Wa alaikum salam Wr. Wb.

Jakarta, 28 Juni 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


*DRS. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

Tuandedi.dh@gmail.com
081380021456 /08176612298

*SEBAIK BAIK MANUSIA, BERMANFAAT KEPADA MANUSIA LAINYA* hadis

Bila bermanfaat, Share, bila tidak abaikan, Baca diulang, biar ada hikmahnya, amin

MENUJU PERJUMPAAN DENGAN ALLAH

TAHAPAN MENUJU PERJUMPAAN KEPADA ALLAH*

*1.* Mengetahui *JALAN YANG LURUS*

فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَاعْتَصَمُوْا بِهٖ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِيْ رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍۙ وَّيَهْدِيْهِمْ اِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيْمًاۗ

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. *Dan menunjuki mereka kepada JALAN YANG LURUS (untuk sampai) kepada-Nya.*

Q.S An-Nisa' [4] : 175

*2.* Jangan *BAWA BEBAN BERAT & KOSONGKAN HATI dari DUNIA*

قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَاۤؤُكُمْ وَاَبْنَاۤؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ ِۨاقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَبَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah *lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya* dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Q.S At-Taubah [9] : 24

*3.* *ISI HATI dengan selalu *MELAKUKAN KEBAIKAN* dan menjadikan *KEBAIKAN  KEBIASAAN HIDUPNYA SEHARI HARI* 

يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

Allah menganugerahkan hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia *( KEBAIKAN )* yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Q.S Al-Baqarah [2] : 269


*4.* *Mencari *INFORMASI ILMU PENGETAHUAN Sebagai PETUNJUK atau KOMPAS*

قُلْ اٰمِنُوْا بِهٖٓ اَوْ لَا تُؤْمِنُوْاۗ اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖٓ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًاۙ

Katakanlah, "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi *PENGETAHUAN* sebelumnya apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas wajah mereka sambil bersujud,

Q.S Al-Isra' [17] : 107


*5.* PERCAYA dan YAQIN  =
الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

(yaitu) orang-orang yang *MENYAKINI* bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Q.S Al-Baqarah [2] : 46


*6.*  *AMALKAN* =

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْۗ وَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ فَاِذَا جَاۤءَ وَعْدُ الْاٰخِرَةِ لِيَسٗۤـُٔوْا وُجُوْهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوْهُ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّلِيُتَبِّرُوْا مَا عَلَوْا تَتْبِيْرًا

Jika kamu *berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri* dan jika kamu *berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.* Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan wajah-wajahmu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.

Q.S Al-Isra' [17] : 7

*7.* . *DAKWAH*

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, *menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar,* dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Q.S Ali 'Imran [3] : 110

*8.*  *IKLAS =* *BARU BELAJAR BERBUAT BAIK*

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

Padahal mereka *tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus*, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

*9*. *RIDHA*  = *UCAPAN DAN PERBUATAN BAIK,,SUDAH MENJADI KEBIASAAN KITA SEHARI HARI*

فَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَ اللّٰهِۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari *KERIDHAAN*  Allah, dan mereka itulah orang-orang beruntung.

Q.S Ar-Rum [30] : 38


*10*.  *TAKWA = TERBUKANYA HIJAB / PEMBATAS YANG MENGALANGI ANTARA ALLAH DAN HAMBANYA*

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَۗ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اُكُلُهَا دَاۤىِٕمٌ وَّظِلُّهَاۗ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِيْنَ اتَّقَوْاۙ وَّعُقْبَى الْكٰفِرِيْنَ النَّارُ

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang *BERTAKWA* , sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.

Q.S Ar-Ra'd [13] : 35

*SELAMAT BERJALAN, JALAN YANG PERNAH DITEMPUH. OLEH MUHAMMAD SAW, AHLI KELUARGANYA ,SAHABATNYA, DAN PARA ORANG SHOLEH. SEMOGA SELAMAT SAMPAI TUJUAN.*

Jakarta,5 April 2021

*YAYASAN NUUR ISLAMI*

Ust. Drs.DEDI HERMANTO*
Pucuk Pimpinan

WALI ALLAH

*WALI ALLAH*

Assalamualaikum Wr .Wb

Puji Bagi Allah, Sholawat serta salam kepada Muhammad Saw.

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Q.S Yunus [10] : 62

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari 'Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya."

Setelah Nabi Dan Rosul, Kekasih Allah selanjutnya adalah *WALI ALLAH* Dimuka bumi ini.

Lebih mudah *MENGENAL ALLAH* Dengan mengetahui Ciptaan-Nya, Nama-Nya dan Sifat-Nya.

Karena yang dapat Mengenal *WALI ALLAH* Adalah Allah sendiri, dan Para Wali diantara mereka. Mereka seperti *PAKU BUMI* Tidak diketahui, yg menyebabkan Bumi Masih ,Kokoh, kuat tidak berguncang gempa bumi.

Dan kita Hanya mengetahui *CIRI CIRI KEWALIAN*

1. *HATINYA BERSIH* dari urusan dunia, Yang ada di Hatinya *HANYA CARI RIDHO ALLAH*

 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

: اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

2. *YAQIN ALLAH JAMIN REJEKINYA* tinggal *FOKUS* Dakwah dan ibadah cari Ridho-NYA.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَاۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
Q.S Hud [11] : 6

3. *TIDAK GALAU DAN TIDAK ADA RASA TAKUT*, atas Ujian, Cobaan, Musibah, Wabah dan bencana, Justru Semua itu menjadi Tambah *IMUN, IMAN &  KEYAQINAN , UNTUK TAMBAH DEKAT KEPADA ALLAH* 

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

4. *SENANG MENGAJAK MAKAN,FAKIR MISKIN, ANAK YATIM DAN MELAYANI TAMU*

: فَاَمَّا الْاِنْسَانُ اِذَا مَا ابْتَلهٗ فَاَكْرَمَهٗ وَنَعَّمَهٗۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَكْرَمَنِۗ
Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata, "Tuhanku telah memuliakanku."
Q.S Al-Fajr [89] : 15

 وَاَمَّآ اِذَا مَا ابْتَلٰىهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهٗ ەۙ فَيَقُوْلُ رَبِّيْٓ اَهَانَنِۚ
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata, "Tuhanku menghinakanku."
Q.S Al-Fajr [89] : 16

: كَلَّا بَلْ لَّا تُكْرِمُوْنَ الْيَتِيْمَۙ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim,
Q.S Al-Fajr [89] : 17

: وَلَا تَحٰۤضُّوْنَ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۙ
dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
Q.S Al-Fajr [89] : 18

5. *TIDAK PERNAH MERASA SAKIT HATI, MARAH & DENDAM DIHATI* Setiap ada masalah.

وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهِمُ الْانْهٰرُۚ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدٰىنَا لِهٰذَاۗ وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَآ اَنْ هَدٰىنَا اللّٰهُۚ لَقَدْ جَاۤءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّۗ وَنُوْدُوْٓا اَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Dan Kami cabut *segala macam dendam* yang berada di dalam dada mereka, mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka, "Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan."
Q.S Al-A'raf [7] : 43

Inilah sekedar sedikit informasi gambaran, *CIRI KARAKTER UTAMA, WALI ALLAH*,
Jangan jangan anda yang baca. salah satunya  Wali Allah.

Bila bermanfaat , Share jangan berhenti di anda, semoga jadi ilmu yang bermanfaat, Amin.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

Jakarta, 29 Agustus 2021

Ust.Drs. Dedi Hermanto
Pimpinan

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...