Jumat, 14 Maret 2025

KEMBALLAH

*KEMBALI*

Assalamu'alaikum wr. Wb

Tubuh dari tanah, pasti bisa kembali ke tanah kuburan, 

Ruh dari Alloh, Apakah bisa kembali kepada Alloh, Bila tidak tau jalannya, alamatnya dan kendaraannya.? 

Kemballah Innalillahi WA innalillahi rojiuni kepada Allah dalam keadaan *KOSONG*
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, *“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”*
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

Bila kembali kepada Alloh dengan membawa :

1. Bila bawa ilmu, Alloh tanya Ilmunya
2. Bila dengan bawa Amal Alloh timbang Amalnya
3. Bila dengan bawa Harta sedekah, Alloh hitung
4. Bila dengan Makrifat sejauh mana Mengenal Alloh

Tapi bila kembali kepada Alloh dengan *KOSONG* ( QOLBUN SALIM) Alloh tidak bertanya dan hisab, sama sama *IKLAS, DAN RIDHO*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, *(Tiada Nilai)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. *(Kosong)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.*(Iklas)*
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jakarta, 15 Maret 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Selasa, 11 Februari 2025

PERJALANAN PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

11. *TIDAK BUTA*

*BAGAIMANA KITA BISA KEMBALI KEPADA ALLAH, DALAM PERJALANAN PULANG BILA MATA KITA BUTA*

*Barang siapa didunia *BUTA* Maka di Akhirat *PASTI LEBIH BUTA LAGI* Al-Ayat. 

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang *BUTA  (HATINYA )* di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

Kembali pada Allah, bukan Melihat Pakai *MATA KEPALA*  Kalo pake mata kepala, Yang dilihat adalah *HURUF DAN MAHLUK* , Manusia Baru bisa baca *HURUF* dengan  *KEPESANTREN ATAU KULIAH SEKOLAH AGAMA, Untuk bisa BACA* Huruf gundul, kita kuning, kitab putih, Atau Buku buku pengetahuan. Sehingga Pesantren Universitas, Mengapresiasi dengan memberikan *GELAR KARENA PINTAR DENGAN GELAR, PROF. DR. KIYAI, ULAMA, S. AG. M. AG, M. AG.. P. PDI, DAN LAIN-LAIN* Pinta *TAPI BELUM ATAU TIDAK IKLAS DAN RIDHO, MENGAMALKAN ILMUNYA, (DENGAN INGIN DIHARGAI DENGAN, AMPLOP, UANG , JABATAN DAN PUJIAN DARI MAHLUK*(BARU JADI ORANG PINTAR BELUM TENTU BENAR) 

Untuk bisa pulang kembali Kepada Allah bukan pakai mata kepala tetapi pakai *MATA HATI* ( AINUL BASHIROH  )!!! Orang yang sudah *IKHLAS DAN RIDHO* Sehingga walaupun kita *tidak begitu *PINTAR INSYAALLAH BENER*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang *TENANG* . 
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH* kepada Tuhanmu dengan *HATI* yang puas *(RIDHO)* lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi yang bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH MEREKA YANG JIWA TENANG DAN RIDHO*



Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 12 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 15 Januari 2025

ASAL USUL MANUSIA

*ASAL USUL MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia adalah Mahluk *RUHANI*

Rumus *RUH* + *TUBUH* = *NAFS*(JIWA / DIRI). 

1. *RUH* : Karena ruh yang masuk kedalam *TUBUH* Manusia. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan  Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

2. Pada saat Ruh masuk kedalam Tubuh, maka Allah menyebutnya *NAFS*(Jiwa) , Mulai adanya *KEINGINAN* 
Dan Nafsulah yang Kembali kepada Allah. 

"يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ۝ ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً۝ فَادْخُلِى فِى عِبَادِى۝ وَادْخُلِى جَنَّتِى"
"Hai *NAFS* jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Tidak semua, Nafs, Jiwa atau diri manusia bisa kembali kepada Allah Dengan *TENANG, DAN RIDHO* Bila tidak tau *CARA JALAN PULANG KE NEGERI AKHIRAT*

3. Nafs ini Mempunyai 2  Keinginan yaitu *TAAT dan MAKSIAT*

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *jiwa* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *jiwa* itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

4. Pada saat Masuk kedalam *TUBUH* disebut *RUH* Pada saat keluar dari tubuh Allah memanggilnya *NAFSU*

5. Tempat Nafsu, Taat dan Maksiat adanya Di *QOLBU*(HATI❤) 

“إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم” artinya Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat *Qolbu* (hati) dan amal. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Maka *QOLBU* / HATI, Menjadi *TEMPAT ISTANA KERAJAAN YANG SELALU TIAP DETIK, MENJADI PUSAT PERTEMUAN, ANTARA MAKSIAT DAN TAAT*

Dan Istana kerajaan tidak mungkin dipimipin oleh *DUA RAJA* Apakah Raja *MAKSIAT atau TAQWA*

6. Sedangkan Pintu Keluar , masuk tertutup dan terbuka dari Qolbu *SUDUR*

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Q.S An-Nas [114] : 4

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam *DADA* manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu *DADAMU* ?
Q.S Asy-Syarh [94] : 1

7. Tembok Benteng istana adalah *SYARIAT* Ibadah manusia. 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (ibadah) .
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

*KESIMPULAN*=

Manusia Adalah Mahluk *RUHANI* Karena Ruh yang Masuk kedalam *TUBUH* Manusia, 

Ruh yang *SUCI* Membawa *FITRA SIFAT ALLAH* Dan Tubuh dari Air saripati yang Kotor dan Hina, 

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Q.S As-Sajdah [32] : 8

Istilah "air yang hina" dalam Al-Qur'an memiliki makna bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang kotor, namun Allah SWT menyempurnakan manusia menjadi makhluk sebaik-baiknya.

Maka selanjutnya Allah Memanggil Ruh dengan Nafs atau Jiwa. Jadi Nafs adalah Ruh yang masuk Kuburan tanah Adam, yang tertutup Oleh, Nafsu Amarah, mulhamah, Sawwamah, dan Lawwamah. 

Dan Nafsu Juga punya Potensi untuk Taqwa, yaitu Nafsu Mutmainnah, Rodiah, Mardiyah,

Dua Potensi Fujur dan Taqwa inilah yang Berperang memperebutkan *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM*

Pendukung Nafsu Taqwa adalah *MALAIKAT*

Pendukung Nafsu Fujur Maksiat adalah *IBLIS DAN SYETAN*

Semoga Kita dapat Menguasai *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM* dengan memperkuat *BENTENG ISTANA dengan BENTENG SYARI'AT* Terutama Pintu Benteng utama yaitu *PINTU SHOLAT* amin Ya Robbal alamin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta 15 Januari 2025

PB FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Selasa, 14 Januari 2025

MAHLUK RUHANI

*MAHLUK RUHANI*

Sesungguhnya Manusia adalah Mahluk *RUHANI*, Karena Hakikatnya *Ruh* Yang Berpindah Pindah Alam. 

Waktu di Alam Ruh, Sebelum ke Alam Rahim dan Alam Dunia, Seluruh Ruh sudah Makrifattullah Mengenal Allah dengan Bersaksi dan Menyaksikan, ;
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil *kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Siapapun manusianya, bangsa dan Agamanya, Sudah *MENGENAL ALLAH*

Pada Saat Ruh ini didunia Allah berikan tempat tinggal di *Jasad / Tubuh* Manusia. 

Bersatunya *RUH + TUBUH*, Melahirkan Energi, Potensi atau Kekuatan berupa *NAFSU/JIWA / DIRI*.
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *JIWA* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA*  itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan *JIWA*  itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

Nafsu Inilah yang Menjadi Potensi Energi manusia untuk melakukan *TAAT ATAU MAKSIAT*.

Tapi Kecenderungan *JIWA dan NAFSU* berbuat *DOSA, NODA dan MAKSIAT* Hingga  Menjadi *KOTOR*, Bahkan Menjadikan *NAFSU SEBAGAI TUHAN*!

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa *NAFSUNYA SEBAGAI TUHANNYA*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Nafsu itu adalah *RUH yang TERTIMBUN TUMPUKAN SAMPAH  Nafsu Amarah, Lawwama, Sawwamah, Mulhamah*

Maka Sebelum Ruh Manusia, Kembali kepada, Allah, Ruh harus *KEMBALI DALAM KEADAAN BERSIH JASAD DAN RUH*
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat *( KEMBALI)* dan menyukai orang-orang yang *MENSUCIKAN DIRI* menyucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

Jadi Allah, Sangat *MENCINTAI TAUBAT KEMBALI KEPADA ALLAH DALAM KEADAAN BERSIH*

Tidak hanya bersih *TUBUH* Secara *Syaria'at* Juga bersih *RUH* Secara *MAKRIFAT*.

Makrifat tanpa Syariat adalah *SESAT* Sedangkan Syariat tanpa Makrifat *TIDAK DITERIMA*

Dan Allah Ingin Manusia kembali Kepada Allah, dalam Keadaan *JIWA Yang penuh *KETENANGAN, NYAMAN IKLAS, DAN SALING RIDHO MERIDHOI, PENUH DENGAN KEPUASAN, KEBAHAGIAAN DAN KENIKMATAN, YANG ALLAH JANJIKAN*!!!

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa *(NAFSU)* yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH*  kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

Tetapi Tidak Semua manusia *TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*, yang Tau saja belum tentu mau kembali, apalagi manusia *YANG TIDAK TAU MENGENAI ASAL USUL DIRINYA*.

*BARANG SIAPA KENAL AKAN DIRINYA PASTI TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*! 

Ada beberapa Faktor *KITA TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*: 

1. TAU HAKIKAT DIRI
2. TAU RUTE JALAN PULANG
3. PUNYA KENDARAAN PULANG. 
4. ADA PETA ALAMAT PULANG
5. MATA TIDAK BUTA
6. PAHAM RAMBU JALAN
7. BERSAMA DENGAN ORANG YANG TAU JALAN PULANG. 
8. LAMPU PENERANGAN BILA GELAP
9. BAWA BEKAL
10. MENGENAI ALLAH

Suka atau tidak suka pulang, kita *PASTI PULANG KEMBALI KE KAMPUNG NEGERI AKHIRAT, INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*. 

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “ *Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun* .”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian *KAMU AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA ALLAH*, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Semoga kita bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH, AMIN*

Bersambung, 

Jakarta, 14 Januari 2025

*PB FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 09 Januari 2025

PULANG KAMPUNG

*PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 9 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Jumat, 06 Desember 2024

MEMBANGUN KESADARAN

*MEMBANGUN KESADARAN*

Bangsa Indonesia para Pemimpin dan Pejabatnya, Sudah hilang *KESADARAN BERBANGSA DAN BERNEGARA*.

Orang yang Hilang kesadaran adalah dimana dia sedang *LUPA, TERTIDUR, HILANG INGATAN, MABUK DAN GILA* Dengan *JABATAN, HARTA DAN KEKUASAAN*.

Bagaimana Mereka bisa *MERUBAH, MEMPERBAHARUI DAN MEMBANGUN BANGSA INDONESIA*! 

Sedangkan Ormas Islam, Pemuka Agama, Tokoh Islampun, yang seharusnya Turut mengontrol, dan mengawasi, Ikut Terlena terbawa arus Keduniawian. 

Sehingga *KADERISASI KEPEMIMPINAN BANGSA YANG BERKARAKTER, PROFESSIONAL, DAN JUJUR* Tidak berjalan! 

Tugas Ormas islam, Ulama, dan Kiyai, Seharusnya, menjadi *AGEN PERUBAHAN, PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN*.

1. PERUBAHAN : 

Perubahan sangat diperlukan untuk kemajuan bangsa, dengan perubahan, peralihan dan pengganti yang lebih baik dan berbeda dari semula. 

Suatu Hal yang mustahil *KITA MAU BERUBAH TAPI MELAKUKAN HAL YANG SAMA*! 

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11


2. PEMBAHARUAN:

Pembaharuan dari Agama islam itu sendiri suatu DINAMIKA, Suatu dinamis bergerak agar mampu menjawab *PERSOALAN HIDUP BERBANGSA DAN BER-AGAMA* Di Berbagai Zaman.

 Justru Dengan Perkembangan Perubahan zaman, yang serba Cepat, canggih, Cerdas dan digitalisasi, *DAPAT LEBIH CEPAT DAN MUDAH DALAM BERDAKWAH DAN SYIAR AGAMA ISLAM*

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۗ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍۙ
Tidakkah kamu perhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,
Q.S Ibrahim [14] : 19


3. PEMBANGUNAN

Sedangkan PEMBANGUNAN itu sendiri proses Terpadu yang Mencakup Keseimbangan kehidupan manusia baik Ekonomi, Sosial, Lingkungan, dan Spiritual. 

Bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan Kebahagiaan manusia, di Dunia dan Akhirat. 

Membangun Manusia *SEUTUHNYA, Fisik, Mental Spiritual, untuk kebutuhan Ruhani*

يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Hai orang yang berkemul (berselimut),
Q.S Al-Muddassir [74] : 1

قُمْ فَاَنْذِرْۖ
 *BANGUNLAH*, lalu berilah peringatan!
Q.S Al-Muddassir [74] : 2

Selanjutnya Muncul pertanyaan, *Siapakah yang dapat MEMBANGUNKAN KESADARAN PEMIMPIN BANGSA*! 

Dahulu Ummat dan Umara *Imanya TIDUR* Sedangkan para Ulamanya *Imanya TERJAGA* tentu sangat mudah *MEMBANGUNKAN*
Tapi zaman Sekarang, Umat dan Umara *Imanya MATI*, Sedangkan *Ulamanya TIDUR DENGAN KESENANGAN DUNIA* , Bagaimana mungkin *ORANG TIDUR MEMBANGUNKAN ORANG MATI*! 

Diperlukan Ulama yang punya *KESADARAN TINGGI*

Ada 5 Jenis *KESADARAN*

1. Kesadaran *DIRI*, Menyadari keberadaan dirinya secara Pisik, Paling tidak pada saat berkaca kenal akan dirinya. 

2. Kesadaran *LINGKUNGAN*, Dapat berdamai Dan Harmonisasi dengan, *SITUASI KONDISI, LINGKUNGAN ALAM SEMESTA, RAHMATAN LIL'ALAMIN*

3. Kesadaran *POTENSI JIWA DORONGAN KADANG TAAT KADANG MAKSIAT*

4. Kesadaran *KEBERADAAN MANUSIA SEBAGAI MAHLUK RUHANI*
فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

5. Kesadaran *KETIADAAN, YANG ADA HANYA ALLAH*

Manusia di *ADAKAN* Allah, yang *MAHA ADA*, Allah itu *ADA* Sebelum kata *ADA* Itu *ADA*,

Bila *TIADA KESADARAN* Bila jadi Pemimpin Pejabat *PINTAR* Tapi Tidak *BERADAP*,!!!  Apalagi *BODOH TIDAK BERADAP*

Hal *TIDAK MASUK AKAL SEHAT, PEJABAT MENGATAKAN GOBLOK, PADA RAKYAT YANG MENGGAJINYA*!!! 

Mulut *Teko* Apa yang keluar, tergantung *ISI AIR TEKO TERSEBUT*, Bila diisi Susu keluar susu, bila diisi Air Comberan pasti yang keluar air Comberan.! 

Demikian, Sekedar introspeksi Diri saya Pribadi, yang Faqir Ilmu, benar Dari Allah, salah dari kebodohan saya sendiri, Semoga Allah Memaafkan Amin. 


Jakarta, 06 Desember 2024

PB. FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Rabu, 04 Desember 2024

PEMBAHARUAN

*PERUBAHAN*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Hakekatnya Hidup adalah PERUBAHAN, Berbahagialah orang yang dapat BERDAMAI dengan PERUBAHAN, tapi LEBIH BAHAGIA LAGI BILA PERUBAHAN TERSEBUT, SESUAI KEINGINAN, YANG  IA CIPTAKAN SENDIRI DAN MUDAH DIKENDALIKAN!!! 

Jadilah kita AGEN DARI PERUBAHAN, BUKAN JADI KORBAN PERUBAHAN, HINGGA TERPINGGIRKAN, TERGUSUR DAN TERGILAS PERUBAHAN ZAMAN.!!! 

Karena didunia ini serba TIDAK PASTI , yang PASTI BERUBAH ADALAH PERUBAHAN ITU SENDIRI!

Dengan Perubahan lah kita dapat *MENCAPAI TUJUAN, VISI MISI* Tersebut. 

Suatu hal MUSTAHIL, Kita MAU BERUBAH, Tapi melakukan HAL YANG SAMA, ITU ITU SAJA!

Jadi PERUBAHAN Adalah : Dimana Suatu HAL, KEADAAN, DAN SITUASI, Terjadi PERUBAHAN, PERALIHAN ATAU PERTUKARAN yang MENJADI LAIN ATAU BERBEDA DARI SEMULA. 

Contoh : Dari Panas ke dingin, Siang ke malam, musim hujan ke kemarau, gelap ke terang dll. 

Ada beberapa Jenis perubahan :

1. Perubahan tidak bisa diprediksi : Bencana
2. Evolusi : Perubahan yang lambat. 
3. Revolusi : Perubahan cepat
4. Perubahan Kecil
5. Perubahan besar
6. Perubahan yang direncanakan dikehendaki
7. Perubahan tidak terencana, tidak dikehendaki
8. Perubahan Struktural dan Masif

Dari berbagai perubahan tentu kita Menghendaki *PERUBAHAN YANG TERENCANA, TERSTRUKTUR, CEPAT, PROFESSIONAL, DAN TEPAT SASARAN*

Sekecil apapun gerakan perubahan kita, Allah Melihat :

الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat),
Q.SAsy-Syu'ara' [26] : 218

وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْن

dan (melihat pula) *perubahan* gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
Q.SAsy-Syu'ara' [26] : 219

اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 220

Ada Dua cara, Solusi atau *FORMULA* Untuk *PERUBAHAN YANG LEBIH BAIK*

1. *INAYATULLAH* Pertolongan Allah, Tetapi Ingat Pertolongan Allah itu Hadir pada saat kita benar-benar *BUTUH, PERLU, PENTING DAN MENDESAK*

Sebagaimana Musa AS, Pada saat MENDESAK, Baru Allah suruh JATUHKAN TONGKAT NYA UNTUK MEMBELAH LAUT. 

فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِۚ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 63

Ibrahim AS, pada saat MENDESAK, API DINGIN DAN SELAMAT KAN Ibrahim AS.

قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ

Kami berfirman, “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim,”
Q.S Al-Anbiya' [21] : 69

*KEBANYAKAN UMMAT ISLAM, SELALU MENGANDALKAN ALLAH, Tetapi Ingat ada SUNAHTULLAH*


2. SUNAHTULLAH, Adalah dimana Pertolongan Allah Dalam PERUBAHAN TERSEBUT ADA SEBAB AKIBATNYA, dan Allah Berketetapan dengan sunahtullah-Nya, Asal API Membakar, Air Mencari tempat terendah, mau pintar Belajar, mau Kaya Berusaha dll. 

سُنَّةَ اللّٰهِ الَّتِيْ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللّٰهِ تَبْدِيْلًا
Sebagai suatu sunatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan bagi *Sunnatullah* itu.
Q.S Al-Fath [48] : 23

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di depan dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum hingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Semoga Kita dapat berjuang, Mengembalikan KEJAYAAN UMMAT DAN BANGSA INDONESIA, dengan INAYAHTULLAH DAN SUNAHTULLAH, Sehingga kita menjadi Agen agen PERUBAHAN dari *KEPRIBADIAN DARI JATIDIRI BANGSA YANG HILANG, YAITU RASA MALU, TIDAK TAU DIRI, SERAKAH DAN TAMAK, DARI DUNIA, NAFSU DAN JABATAN*! 

SALAM PERUBAHAN, PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN. 

Jakarta, 03 Desember 2024

*PB.FORMULA*
(FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM) 

*Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto*
Ketum

Senin, 25 November 2024

DASAR AGAMA ISLAM

DASAR POKOK KEHIDUPAN AJARAN AGAMA ISLAM*

Assalamualaikum wr.wb.

1. *ISLAM = DENGAN AGAMA ISLAM HIDUP MANUSIA AKAN SELAMAT, TIDAK KWATIR DAN SEDIH,HIDUP DI DUNIA*

]  بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ


(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Q.S Al-Baqarah [2] : 112

2. *ALQUR'AN = PEDOMAN KEHIDUPAN MANUSIA*

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَۛ فِيْهِۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ


Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

Q.S Al-Baqarah [2] : 2

3. *IBADAH = TUGAS HIDUP MANUSIA*

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ


Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka mengabdi kepada-Ku.

Q.S Az-Zariyat [51] : 56

4. *RIDHO ALLAH = SEBAGAI TUJUAN HIDUP MANUSIA*

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Q.S Al-An'am [6] : 162

5. *MUHAMMAD ROSULULLOH = TELADAN CONTOH DARI KEHIDUPAN MANUSIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Q.S Al-Ahzab [33] : 21

6  *SAUDARA = ORANG BERIMAN ITU HIDUP PENUH PERSAUDARAAN,SATU TUBUH*

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, agar kamu mendapat rahmat.

Q.S Al-Hujurat [49] : 10

7. *IBLIS SYETAN = ADALAH MUSUH HIDUP MANUSIA YANG NYATA*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

8. *TAQWA = ADALAH PUCAK SUKSES DARI KEHIDUPAN MANUSIA* bukanya Harta,Tahta ,mahkota dan jabatan kita SUKSES

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

9. *DAKWAH = FUNGSI HIDUP MANUSIA, MENGAJAK KEBAIKAN CEGAH KEMUNGKARAN*

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung.

Q.S Ali 'Imran [3] : 104

#HAFALKAN
#TAU ARTINYA
#AMALKAN

BILA TERASA MANFAAT,JANGAN BERHENTI DI HP ANDA AGAR MENJADI,AMALAN JARIAH TERSAMBUNG SAMPAI AKHIR HAYAT AMIN YAROBBAL ALAMIN,,,

JAKARTA 16 PEBRUARI 2021

MAJELIS NUUR ISLAMI


DRS.DEDI HERMANTO
PUCUK PIMPINAN

Minggu, 13 Oktober 2024

HATI ORANG BERIMAN, BAITULLAH

*KAJI DIRI MANUSIA*

I. *TUBUH + RUH = HAYAT/JIWA/NAFAS*

Tubuh Manusia Adam As. dari Tanah, Allah Tiupkan Bahagian Ruh Allah Masuk kedalam Tanah Kuburan Adam As. Hingga Ruh Menjadi Raja pada Diri Manusia, Malikinnas. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

II. *RUH* Adalah Raja Nya. 
Didalam RUH Ada :
1. Nur Allah ( Nama dan Sifat) 
2. Nur Muhammad Saw
Inilah *FITRAH MANUSIA*

III. Tempat Istana Kerajaan Adalah *HATI / QOLBUN SALIM* 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

ما وسعني لا سمائي ولا أرضي ولكن وسعني قلب عبدي المؤمن.
ma wasaeni la simayiy wala 'ardi walakina wasaeani qalb eabdi almumani
Langitku dan bumiku tidak mampu menampung Aku, namun hati hamba-Ku yang beriman mampu menampung Aku.

قلب المؤمن بيت الله تعالى.
qalb almumin bayt allah taealaa.
Hati orang beriman adalah rumah Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai *SEBAGAI PUSAT KEPEMERINTAHAN MENJALANKAN KEKHALIFAHAN YANG RAHMAT LIL'ALAMIN* DAMAI SEJAHTERA DI BUMI. 


IV. Panglima Kerajaan Adalah *AQAL*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat *tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

Panglima *AQAL* Di bantu Oleh Kepala Staff. 

1. Kepala Staff : *ILHAM, NALURI atau INSTING* 

Untuk Menyusun *TAKTIK STRATEGI KEMENANGAN* Di MABES. 

2. Kepala Staff : *PANCA INDERA* 

Sebagai Pasukan *BATALYON TEMPUR* di Medan Perang. 

 3. Kepala Staff *NAFSU MUTMA'IMNAH* 

Dalam Memerangi Musuh Kerajaan, dengan *PENUH KETENANGAN DAN KEDAMAIAN* Apapun situasi Kondisi Medan Pertempuran : *ANUGERAH atau MUSIBAH* *KESENANGAN atau KESEDIHAN*

VI. Musuh Kerajaan adalah : *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah *musuh yang nyata bagimu.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 168

Syetanpun Telah Merekrut dan Menyiapkan Pasukan yang Diambil dari Hawa Nafsu Juga, Dan Menyiapkan Beberapa Detasement Untuk Melawan *Nafsu MUTMA'IMNAH*. 

1. Detasement *NAFSU AMARAH* : Tugas nya Mengajak Manusia berbuat *KEJAHATAN DAN MAKSIAT*

2. Detasement *NAFSU LAWWAMAH* : Tugasnya Membuat Manusia *SELALU MENGELUH DAN MENYESALI PERBUATAN MAKSIAT*

3. Detasement *NAFSU MULHAMAH*: Tugasnya Membuat manusia Hidupnya Penuh dengan *KEBINGUNGAN KACAU BALAU BERANTAKAN* Kadang *TAAT* Kadang *MAKSIAT*

4. Detasement *NAFSU SAWWAMAH*, Tugasnya adalah *CIPTAKAN KONDISI DENGAN MENGHIASI PERBUATAN MAKSIAT, SEOLAH BAIK DAN INDAH* Kepada Manusia.

VII. Medan Pertempuran adalah : *DUNIA*

Siapakah Yang *DAPAT MEMENANGKAN MEDAN PERTEMPURAN*? Tergantung siapa Manusianya yang *MENDAPATKAN HIDAYAH dan TAUFIQ dari ALLAH*

Yang  Benar dari Allah Yang Salah dari yang Lemah ini.

Bila Allah Buka hati, Sejuk membacanya, Bila Allah Tutup Sesak di dada, 😁🙏

Jakarta, Jum'at 11 Oktober 2024.

PB. FORMULA

Tg. DRS. DEDI HERMANTO
Ketum

Jumat, 27 September 2024

KERAJAAN DIRI MAN

*KERAJAAN DIRI MANUSIA*

Diawali dengan masuknya *RUH* Masuk Tanah Kuburan *JASAD* Adam As, dan Bersemayam dalam *QOLBU*(HATI), 

*QOLBU* Sebagai *RAJA / PRESIDENT  PUSAT KEPEMERINTAHAN*
Untuk Menjalankan Kepemerintahan, ada Beberapa Pembantu Kerajaan *KEMENTERIAN DEPARTMENT/LEMBAGA*

1. KEMENTERIAN *NAFSU*: 

Sebagai Pembuat Program Perencanaan untuk *MENDORONG* Perencanaan Pembangunan yang *RAHMATAN LIL'ALAMIN*


2. KEMENTERIAN *AQAL*: 

Untuk mewujudkan Perencanaan Program yang sudah ditetapkan. 

Untuk Mewujudkan Rencana Program Kerja, *AQAL* Dibantu Beberapa Departemen :

A. *ILHAM / INSTING.*: 
Sebagai Naluri, untuk munculnya *IDE PEMIKIRAN*

B. *PANCA INDERA*:
Untuk Menerima Masukan Informasi dari Panca Indera, diantaranya *MATA dan TELINGA*

3. *KEMENKO IMAN*:
Kemenko *IMAN* Adalah *SEBAGAI KOORDINATOR PENGENDALI DARI KEBIJAKAN YANG DIAMBIL DARI, KEMENTERIAN *AQAL dan NAFSU*

4. *HIDAYAH / AGAMA*:
Sebagai *UNDANG UNDANG DASAR, PEDOMAN DARI JALANNYA RODA KEPEMERINTAHAN KERAJAAN*

5. *TAUFIK*:
Adalah *HAK ALLAH, siapa Raja yang *DISESATKAN DAN DISELAMATKAN*

Sedangkan *MUSUH ABADI* dari *KERAJAAN MANUSIA adalah IBLIS*


Jakarta, 28, September 2024

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum Formula

Minggu, 14 April 2024

ARAB KEMBALI ZAMAN JAHILIYYAH

*ARAB KEMBALI KE ZAMAN JAHILIYYAH*

Kedatangan Islam dan pembawanya, Muhammad S.A.W di tengah masyarakat *Bangsa Arab* sungguh merupakan suatu reformasi besar. Dalam suatu masyarakat yang *CENDERUNG MENGABAIKAN NILAI - NILAI KEMANUSIAAN* , Islam dengan al-Qur’an sebagai sumber utamanya mampu merubahnya dalam waktu yang relatif singkat. Sebelum Islam datang, masyarakat Arab merupakan komunitas yang mengabaikan atau mengingkari fitrah manusia. Peperangan yang terjadi antara suku dan kabilah yang berlangsung selama puluhan tahun, penguburan anakanak perempuan hidup-hidup, penyembahan kepada berhala, serta penindasan terhadap warga yang mempunyai status sosial rendah oleh para bangsawan merupakan bagian dari hidup mereka. Seolah-olah itu semua merupakan pandangan hidup mereka. Tidak itu saja, kegemaran mereka terhadap khamar, fanatisme kesukuan yang tinggi, dan penempatan kaum perempuan pada derajat yang rendah adalah cara hidup yang lazim dijumpai. Kondisi masyarakat yang demikian tentunya tidak dapat dikatakan sebagai masyarakat ideal mengingat hal-hal tersebut *tidak mencerminkan masyarakat yang beradab*. 

Sebelum datang Nabi Muhammad SAW, di antara kabilah dengan kabilah berperang. Bermusuh dan berebut tanah pengembalaan ternak atau berebut unta ternak itu sendiri. *Karena rebutan ini mereka saling membunuh maka timbullah perpecahan di antara suku dengan suku atau kabilah dengan kabilah*.

Nabi Muhammad SAW telah mempersatukan bangsa Arab dengan ajaran Agama Islam. Bangsa ini sebelum beliau diutus tak mengenal cinta kasih dan menyukai keributan.

*"Bangsa Arab ini telah beratus tahun tidak mengenal persatuan, karena tidak ada suatu cita untuk mempersatukan,*" tulis Prof Hamka dalam karyanya Tafsir Al-Azhar

Kemudian, Rosulullah Hadir ditengah Mereka, untuk Mengajarkan, *CINTA, KASIH, TOLONG MENOLONG, PERSAUDARAAN serta PERSATUAN*

sabda Nabi saw berikut:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan tidak bisa tidur dan panas (turut merasakan sakitnya)” Shahih Muslim 4685)

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 2

Allah dan Rosul-Nya, Memberikan *NIKMAT YANG BESAR MENYATUKAN HATI MEREKA KEDALAM ISLAM, BUKAN BANGGA DENGAN SUKU BANGSA, KETURUNAN DAN HARTA*

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Q.S Ali 'Imran [3] : 103

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

*“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya”*.

Hari ini Kita menyaksikan Sendiri, *PENDERITAAN,PEMBUNUHAN, GENOSIDA WARGA PALESTINA*

GAZA, KOMPAS.TV -  Serangan Israel sejak 7 Oktober 2023 lalu turut menimbulkan 72.889 korban luka.

Dalam kurun 24 jam terkini, operasi militer Israel membunuh sedikitnya 72 orang Palestina. 

Dan kita Masih sangat *TIDAK PERCAYA, BANGSA NEGARA ARAB, DIAM KENA SYETAN GAGU, TIDAK MEMBELA SAUDARANYA SESAMA MUSLIM TERANIANYA*

Dan Jelas sudah *PARA PEMIMPIN NEGARA-NEGARA BANGSA ARAB, KENA PENYAKIT WAHN, "CINTA DUNIA TAKUT MATI"*

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْت. ِ

"Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring. Kemudian seseorang bertanya, 'Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?' Rasulullah bersabda, "Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian 'Wahn'. Kemudian seseorang bertanya, 'Apa itu 'Wahn?' Rasulullah berkata, "Cinta dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Jakarta, Senin 15 April 2024

*PB. FORMULA*
(FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM) 


TG. Drs. Dedi Hermanto
*Ketum*

Minggu, 17 Desember 2023

TAUBAT

*KEMBALI RUJUK*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kembali Rujuk itulah kita kembali kepada Allah untuk berdamai, setelah kita Lari menghindar, menjauh, bahkan kita melawan dari Perintah Allah, hingga kita Kembali kepada Allah dengan *BERTAUBAT*, 

Kenapa Manusia Mudah sekali terjerumus *BERBUAT DOSA*, ada berapa hal yang menyebabkan manusia cenderung Berdosa :

1. *MANUSIA MAHLUK YANG LEMAH* Gampang tergoda dosa. 

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan *BERSIFAT LEMAH* .

Q.S An-Nisa' [4] : 28

2. *MANUSIA TEMPAT SALAH DAN LUPA*

pepatah bahasa Arab yang cukup Populer, 
ألإِنْسِانُ مَحَلُّ الخَّطَاء وَالنِّسْيَان
Artinya:
Manusia tempat salah dan lupa.

3. *IMAN MANUSIA KADANG NAIK KADANG TURUN*

Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”[18]

4. *SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi)

5. *MANUSIA PUNYA DUA KEPRIBADIAN*
Kadang Taqwa kadang Maksiat. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6.*KECENDERUNGAN MENUHANKAN NAFSU*
Tinggal kita dapat Mengendalikan Hawa Nafsu atau tidak. 

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

7. *ALLAH MENUGASKAN IBLIS UNTUK MENGUJI MANUSIA*

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Q.S Al-A'raf [7] : 16

Jadi Dengan Mudah sekali manusia, terjerumus dalam melakukan Kesalahan dan Dosa, Maka *ALLAH SIAP UNTUK MENERIMA KEMBALINYA MANUSIA YANG PENUH DOSA, DENGAN BERGEMBIRA,CINTA DAN KASIH SAYANG*

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya *Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya* melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747

Bahkan bagi yang dengan kembali segera bertaubat, *ALLAH SANGAT MENYUKAI DAN MENCINTAI HAMBA-NYA*

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya *Allah menyukai orang-orang yang bertaubat* dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

*"BILA ALLAH MENGAMPUNI HAMBA-NYA, MAKA ALLAH MUDAHKAN HAMBA-NYA SEGERA BERTAUBAT"*

Segeralah bertaubat sebelum datang nya kematian, dan selalu ingat lah akan *PEMUTUS KENIKMATAN DAN KESENANGAN, YAITU KEMATIAN*

Maka Allah Menyediakan dan Membuka pintu *TAUBATAN NASUHA*.

Tahapan Taubatan Nasuha, 

1. Melakukan Sholat Taubat. 

2. Mengakui kesalahan dan Dosa yang kita ingat, sejak mulai Akil Balligh. 

3. Menyesalkan Perbuatan Dosa tersebut. 

4. Komitmen tidak akan Mengulangi lagi, Dosa yg pernah dilakukan. 

5. Siap Menjalankan perintah Allah, dan Menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Tanpa disadari Airmata mengalir dipipi, *InsyaAllah Dosa kita, Diterima dan diampuni Allah SWT,* Amin. 

*Ciri Taubat kita diterima* :

1. Mulai menjauhi Teman yang selalu mengajak maksiat. 

2. Menghindari Tempat tempat Maksiat. 

3. Mulai dekat dengan Orang orang yang Sholeh, Guru dan Ulama. 

4. Menjalankan Sholat dan ibadah lain dengan, *Senang, nyaman dan Ketenangan*

5. Apapun yang dilakukan dalam rangka *Selalu mencari RIDHO ALLAH*.

*Bagaimana bila kita *Menunda untuk Bertaubat?*

Bila kita Menunda untuk bertaubat, maka :

1. *Daya tahan Iman kita akan *SANGAT LEMAH, DALAM MENGHADAPI MASALAH, GODAAN ATAU UJIAN HIDUP*

2. *HATI MENJADI KERAS*

3. *MERASA NYAMAN BAHKAN CENDERUNG BANGGA DALAM MELAKUKAN KEMAKSIATAN*

4. Hilangnya *RASA EMPATI DAN KEPEDULIAN SOSIAL*

5. HATI JADI BUTA, HALAL HARAM SIKAT TERUS. 

*Tingkatkan Taubat*

1. *TAUBAT* : Dari Maksiat jadi Taat. 

2. *INABAH* : Dari Sekedar Ibadah Ingin Jadi lebih Khusyuk, Ketenangan dan Nyaman. 

3. *AUBAH* : Terus beribadah dan Berdzikir, baik Berdiri, Duduk dan Berbaring. 

Demikian lah, semoga ada *HIKMAH DAN MANFAAT* Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya Sendiri. 

Jakarta, 17 Desember 2023

PB. FORMULA. 


TG. DRS. DEDI HERMANTO

RUJUK SAMA ALLAH

*KEMBALI RUJUK*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Kembali Rujuk itulah kita kembali kepada Allah untuk berdamai, setelah kita Lari menghindar, menjauh, bahkan kita melawan dari Perintah Allah, hingga kita Kembali kepada Allah dengan *BERTAUBAT*, 

Kenapa Manusia Mudah sekali terjerumus *BERBUAT DOSA*, ada berapa hal yang menyebabkan manusia cenderung Berdosa :

1. *MANUSIA MAHLUK YANG LEMAH* Gampang tergoda dosa. 

يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan *BERSIFAT LEMAH* .

Q.S An-Nisa' [4] : 28

2. *MANUSIA TEMPAT SALAH DAN LUPA*

pepatah bahasa Arab yang cukup Populer, 
ألإِنْسِانُ مَحَلُّ الخَّطَاء وَالنِّسْيَان
Artinya:
Manusia tempat salah dan lupa.

3. *IMAN MANUSIA KADANG NAIK KADANG TURUN*

Sahabat Abu ad-Darda` Uwaimir al-Anshaari rahimahullah berkata,
الإِيْمِانُ يَزْدَادُ وَ يَنْقُصُ
“Iman itu bertambah dan berkurang.”[18]

4. *SETIAP MANUSIA PASTI PUNYA DOSA DAN SALAH*

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Semua anak Adam melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertaubat.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi)

5. *MANUSIA PUNYA DUA KEPRIBADIAN*
Kadang Taqwa kadang Maksiat. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6.*KECENDERUNGAN MENUHANKAN NAFSU*
Tinggal kita dapat Mengendalikan Hawa Nafsu atau tidak. 

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ
Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?
Q.S Al-Furqan [25] : 43

7. *ALLAH MENUGASKAN IBLIS UNTUK MENGUJI MANUSIA*

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Iblis menjawab, "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
Q.S Al-A'raf [7] : 16

Jadi Dengan Mudah sekali manusia, terjerumus dalam melakukan Kesalahan dan Dosa, Maka *ALLAH SIAP UNTUK MENERIMA KEMBALINYA MANUSIA YANG PENUH DOSA, DENGAN BERGEMBIRA,CINTA DAN KASIH SAYANG*

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik Al Anshori, pembatu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau berkata bahwa beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِى أَرْضِ فَلاَةٍ
“Sesungguhnya *Allah itu begitu bergembira dengan taubat hamba-Nya* melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang menemukan kembali untanya yang telah hilang di suatu tanah yang luas.” (HR. Bukhari no. 6309 dan Muslim no. 2747

Bahkan bagi yang dengan kembali segera bertaubat, *ALLAH SANGAT MENYUKAI DAN MENCINTAI HAMBA-NYA*

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya *Allah menyukai orang-orang yang bertaubat* dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

*"BILA ALLAH MENGAMPUNI HAMBA-NYA, MAKA ALLAH MUDAHKAN HAMBA-NYA SEGERA BERTAUBAT"*

Segeralah bertaubat sebelum datang nya kematian, dan selalu ingat lah akan *PEMUTUS KENIKMATAN DAN KESENANGAN, YAITU KEMATIAN*

Maka Allah Menyediakan dan Membuka pintu *TAUBATAN NASUHA*.

Tahapan Taubatan Nasuha, 

1. Melakukan Sholat Taubat. 

2. Mengakui kesalahan dan Dosa yang kita ingat, sejak mulai Akil Balligh. 

3. Menyesalkan Perbuatan Dosa tersebut. 

4. Komitmen tidak akan Mengulangi lagi, Dosa yg pernah dilakukan. 

5. Siap Menjalankan perintah Allah, dan Menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Tanpa disadari Airmata mengalir dipipi, *InsyaAllah Dosa kita, Diterima dan diampuni Allah SWT,* Amin. 

*Ciri Taubat kita diterima* :

1. Mulai menjauhi Teman yang selalu mengajak maksiat. 

2. Menghindari Tempat tempat Maksiat. 

3. Mulai dekat dengan Orang orang yang Sholeh, Guru dan Ulama. 

4. Menjalankan Sholat dan ibadah lain dengan, *Senang, nyaman dan Ketenangan*

5. Apapun yang dilakukan dalam rangka *Selalu mencari RIDHO ALLAH*.

Demikian lah, semoga ada *HIKMAH DAN MANFAAT* Amin. 

Benar dari Allah, salah dari saya Sendiri. 

Jakarta, 17 Desember 2023

PB. FORMULA. 


TG. DRS. DEDI HERMANTO

Senin, 04 Desember 2023

INVESTASI

*Real BISNIS*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Apakah Rosulullah Miskin, ? Jawaban Iya Benar, tapi Setelah beliau Jadi Rosul umur 40, Hartanya Habis buat Berdakwah, sampai Wafatnya. Tapi dari umur 8 Beliau seorang Eksekutif Muda Berdagang ikut Pamannya, Sehingga Beliau bisa Menikahi Seorang Wanita Konglomerat di Kota Mekkah, Siti Khadijah. 

Mari kita Mulai Berbisnis atau Enterpreneur Wirausaha. 

1. *SURAT PERJANJIAN KERJA SAMA JUAL BELI, ( MOU ).* 

اِنَّ اللّٰهَ اشْتَرٰى مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ اَنْفُسَهُمْ وَاَمْوَالَهُمْ بِاَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَۗ . 
Sesungguhnya Allah telah *MEMBELI* dari orang-orang mukmin, *DIRI* dan *HARTA* mereka dengan memberikan *SURGA* untuk mereka. 
Q.S At-Taubah [9] : 111

2. *TABEL PERHITUNGAN*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki *TIDAK BERGUNA* (tidak bernilai ),
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *hati yang bersih.*"
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

A. Tidak Bernilai adalah Angka 0

B. Sedangkan yang Bernilai adalah Angka 1.

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, "Dialah Allah, Yang Maha *Esa*. (Satu) 
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

Tabel Angka 0 adalah
1. Harta
2. Tahta
3. Jabatan
4. Wanita
5. Anak
6. Isteri

Tabel Angka 1 adalah *SHOLAT*

Jadi bila Sholat di depan dan didahulukan maka disitulah kita akan dapat *KESUKSESAN DAN KEUNTUNGAN*

Sholat dahulu 1, baru yang tidak ada Nilai 0 dibelakangnya, Harta, jadi *Nilai : 10*

Tapi bila mencari Harta didepan dahulukan berarti angka 0 didepan baru Sholat 1, *Jadi nilainya : 0,1* dari Sepuluh kita cuma dapat 1 Rumah.

3. *BENEFIT KEUNTUNGAN INVESTASI*

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan ( *NAFKAH*  yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan *SATUBUTIR* benih yang menumbuhkan *TUJUH*  tangkai, pada setiap tangkai *SERATUS* biji. Allah *MELIPATGANDAKAN* (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 261

*RUMUS KEUNTUNGAN*
1 X 7 X 100 = 700

Jadi kalau kita Infak atau *INVESTASI* Rp. 1.000, x 7 x 100 = Rp. 700.000, Point Keuntungan. Dan Bahkan akan dilipatgandakan,

Itu Bila *INVESTASI*  Rp. 1.000, bagaimana bila Rp. 10.000, / 100.000 / 1.000.000, Silahkan dihitung sendiri Berapa *KEUNTUNGAN YANG SANGAT DAHSYAT DAN BERLIPAT LIPAT*.

Tetapi Keuntungan tersebut *TIDAK BISA DICAIRKAN SEMAUNYA KITA*

Tapi bisa *DICAIRKAN PADA SAAT KITA BENAR BUTUH, PENTING DAN MENDESAK, bukan masalah CEPAT atau LAMBAT, tetapi PADA SAAT YANG TEPAT*

Inilah *INVESTASI PENANAMAN MODAL AKHIRAT / PMA*

Bila anda tertarik silahkan Temui Customer Service :
1. Fakir Miskin
2. Anak yatim
3. Dhuafa

Atau Cabang kami, di Seluruh Masjid dan Mushola, diseluruh Indonesia. 

Hotline : 24434 
Setiap waktu sholat.

Jakarta, 5 Desember 2023

PB. FORMULA

*TG. DRS. DEDI HERMANTO*

Kamis, 09 November 2023

MASJID

*MASJID*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Pergilah Ke Masjid untuk Sholat sambil *BERDIRI*, Sebelum  kita diantar kemesjid posisi *BERBARING*  paling depan. 

Sholat sampai *TUA* Bukan pas *TUA*.

Sholat sampai *MATI* Bukan pas *MATI* Di Sholatkan. 

Bila *Hati hidup* Masjid Jauh sampai, 
Bila *Hati Mati* walau rumah samping masjid, tak akan bisa masuk masjid. 

Ada 3 Panggilan. 
1. Panggilan *Sholat*
2. Panggilan *Haji*
3. Panggilan *Kematian*

Seumur umur tidak *TUTUP AURAT* Pas Mati dipaksa Tutup Aurat dengan *KAIN KAFAN*

Jadi *MAKMUM* Kaga Mau, 
Jadi *IMAM* Kaga bisa, 
Maunya didepan Imam, masuk *KERANDA MAYAT*

Umur *MATI* Lebih lama dari Umur *HIDUP*

Allah melihat manusia seperti *Mayat Hidup Atau Zombie* Berjalan dimuka bumi, Karena Mereka Sudah *MATI HATINYA* Sebelum mati sesungguhnya Mati secara biologis, terpisah antara *Ruh dan Jasad*

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ
“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?
Q.S Al-Muddassir [74] : 42

قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
Mereka menjawab, " *Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan SHALAT,*
Q.S Al-Muddassir [74] : 43

Tapi jangan juga bangun Masjid, Besar, indah, dan Mewah Hanya jadi *TEMPAT WISATA, FOTO FOTO* atau *SEPI DARI AKTIVITAS MEMAKMURKAN MASJID* Seperti Kurung batang, dibuat tapi tidak ada yang masuk masjid.! 

Benar dari Allah, salah dari saya sendiri, semoga ada manfaat, menghujam ke hati, amin. 

Jakarta, 9 November 2023

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO

Kamis, 19 Oktober 2023

DOA AHLI NERAKA

*DOA AHLI NERAKA, YANG SIA SIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Doa adalah Inti dari ibadah, apabila kita tidak berdoa, seolah-olah kita tidak butuh Allah, dan Sombong. 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ
Dan Tuhanmu berfirman, *"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu*. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina."
Q.S Ghafir [40] : 60.

Tapi apabila kita merasa Hebat dan Sombong bahkan menentang Allah, untuk tidak menuruti apa apa yang Diperintahkan dan di larangnya, dan kita sudah berada dalam Neraka-Nya, *APAPUN DOA KITA AKAN SIA SIA*

1. *Doa Ahli neraka Pertama*

. قَالُوْا رَبَّنَآ اَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَاَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوْبِنَا فَهَلْ اِلٰى خُرُوْجٍ مِّنْ سَبِيْلٍ
Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. *Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"*
Q.S Ghafir [40] : 11

Jawaban Allah, 

ذٰلِكُمْ بِاَنَّهٗٓ اِذَا دُعِيَ اللّٰهُ وَحْدَهٗ كَفَرْتُمْۚ وَاِنْ يُّشْرَكْ بِهٖ تُؤْمِنُوْاۗ فَالْحُكْمُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْكَبِيْرِ
*Yang demikian itu adalah karena kamu kafir* apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Q.S Ghafir [40] : 12

2. *Doa ahli Neraka yang ke Dua.* 

وَاَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيْهِمُ الْعَذَابُۙ فَيَقُوْلُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا رَبَّنَآ اَخِّرْنَآ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۙ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَۗ اَوَلَمْ تَكُوْنُوْٓا اَقْسَمْتُمْ مِّنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِّنْ زَوَالٍۙ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim, *"Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul."* (Kepada mereka dikatakan), *"Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?*
Q.S Ibrahim [14] : 44

3. *Doa Ahli Neraka yang ke Tiga.*

وَلَوْ تَرٰٓى اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), *"Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin."*
Q.S As-Sajdah [32] : 12

Jawaban Allah

فَذُوْقُوْا بِمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۚ اِنَّا نَسِيْنٰكُمْ وَذُوْقُوْا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
*Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat).* Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
Q.S As-Sajdah [32] : 14

4. Doa Ahli Neraka ke Empat. 

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْر
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, *"Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan."* Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.
Q.S Fathir [35] : 37

5. *Doa Ahli Neraka yang Ke Lima.*

 قَالُوْا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَاۤلِّيْنَ
Mereka berkata, *"Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat*.
Q.S Al-Mu'minun [23] : 106

رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا مِنْهَا فَاِنْ عُدْنَا فَاِنَّا ظٰلِمُوْنَ
*Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 107

Jawaban Allah, 
قَالَ اخْسَـُٔوْا فِيْهَا وَلَا تُكَلِّمُوْنِ
Allah berfirman, *"Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku."*
Q.S Al-Mu'minun [23] : 108

Subhanallah, Astaghfirullah, Saudaraku Seiman, dan yang sedang membaca Artikel ini, Semoga kita selalu dilindungi Allah, dan *MASIH BISA BERDOA DAN MEMOHON PADA ALLAH,* Seharusnya kita *MASIH BERSYUKUR, MASIH BISA BERDOA* bukan Masalah diterima atau tidak dikabulkan doa kita, doa bukan *CEPAT atau LAMBAT tetapi ALLAH MENGABULKAN NYA PADA SAAT YANG TEPAT*

Semoga Ada manfaatnya, Benar dari Allah, salah dari saya sendiri yang masih Bodoh, Silakan di share bila ada manfaatnya, amin. 

Jakarta, 
Kamis, 19 Oktober 2023.

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Senin, 11 September 2023

TAKUT

*TAKUT*

Takut adalah salah satu jenis emosi manusia yang paling dasar dan kuat. Emosi ini bisa sangat melumpukan, tetapi juga berperan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Faktanya, ketakutan dibutuhkan untuk melindungi setiap orang. Perasaan ini membuat Anda waspada terhadap situasi yang dianggap bahaya dan mempersiapkan Anda untuk menghadapinya.

Respon fight-or-flight inilah yang berperan untuk melindungi atau menyelamatkan Anda jika ada ancaman atau bahaya yang nyata. Anda mungkin akan bersiap untuk melawan bahaya yang membuat Anda takut (fight) atau melarikan diri dari ancaman tersebut (flight).

Jadi *TAKUT* adalah sesuatu ancaman yang kita sendiri sangat *MENGETAHUI, FAHAM serta MEYAKINI, kepastian ancaman tersebut, hingga kita sangat BERHATI HATI* sekali dalam *BERUCAP dan BERBUAT yang SALAH*

Semisal bila kita sedang Calon Perwira *PELATIHAN dan PENDIDIKAN KEMILITERAN* tentu kita Tahu persis Ancaman apabila kita tidak menuruti aturan perintah dan larangan selama DIKLAT, bisa bisa kita *TIDAK LULUS*.

Jadi *KETAKUTAN kita SEMATA-MATA ingin berbuat YANG TERBAIK*

Sedangkan *KUWATIR* Adalah suatu Ketakutan yang belum dipastikan dampak dan akibatnya. 

Rasa *TAKUT* Itu tidak ada pada *DUA TEMPAT* bila kita sudah TAKUT akan MAHA BESAR ALLAH dengan KEKUASAANNYA di DUNIA, Maka di AKHIRAT AMAN, tetapi Bila DI DUNIA sudah, Cuek dan masa bodoh sama PERINTAH ALLAH maka di AKHIRAT AKAN SANGAT KETAKUTAN. 

*Ada Lima Level Ketakutan* :

1. Kita *TAKUT MASUK NERAKA*
Ini adalah ketakutan yang manusiawi, *pada umumnya AHLI IBADAH*, Agar terhindar dari siksa api neraka. 

قُلْ اِنِّيْٓ اَخَافُ اِنْ عَصَيْتُ رَبِّيْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
Katakanlah, "Sesungguhnya aku *Takut akan azab hari yang besar (hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku.*"
Q.S Al-An'am [6] : 15

2. Kita *TAKUT  BERPALING Pada Allah.* 
Ini adalah suatu ketakutanya Dari para *AHLI ORANG ALIM, SHOLEH dan WALI ALLAH*

اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang *TAKUT* kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah *ULAMA*. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang *TAKUT kepada Tuhannya yang tidak nampak* oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Q.S Al-Mulk [67] : 12

Mereka *HANYA MENGHARAP RIDHO ALLAH, SETIAP IBADAHNYA, BUKAN KARENA NERAKA ATAU SYURGA*

Jadi rasa takut yang Allah berikan pada mereka, *JUSTRU MENGGIRING DAN MENUNTUNYA UNTUK MENCARI ILMU PENGETAHUAN AGAMA*

Yunus ayat 62 dan 63
62. أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

63. ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَكَانُوا۟ يَتَّقُونَ
62. Ingatlah, sesungguhnya *WALI - WALI* Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

63. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa

3. Kita *TAKUT* Justru *ALLAH yang BERPALING terhadap DIRINYA.* 
Ini adalah suatu bentuk ciri dari KETAKUTANNYA dari *NABI dan ROSUL*

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Lalu aku lari meninggalkan kamu *ketika aku TAKUT kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara ROSUL - ROSUL.*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 21

4. Kita *TAKUT* Kepada *MANUSIA dan MAHLUK*

اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَاۤءَهٗۖ فَلَا تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu *janganlah kamu takut kepada mereka*, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Q.S Ali 'Imran [3] : 175

5. Kita justru *TIDAK ADA RASA TAKUT SAMA SEKALI KEPADA ALLAH* bahkan menjadi Penentang dan Musuh Allah. 

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi *PENANTANG YANG NYATA.* !
Q.S Ya Sin [36] : 77

Jadi ternyata banyak Ummat islam yang Menganggap Hal *biasa, sepele, kecil masalah,* *ANCAMAN SIKSA ALLAH, Baik SIKSA KUBUR maupun SIKSA API NERAKA* sehingga mereka *Mudah sekali berbuat, DOSA, MAKSIAT dan MUSRIK*

Padahal *umur MATI  lebih Lama dari umur HIDUP*

Kubur adalah Awal *KENIKMATAN atau KESENGSARAAN,* yang terus menerus kita Terima Dan akan menjadi penyesalan, yang tidak berguna,

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ اتَّقُوْا مَا بَيْنَ اَيْدِيْكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, " *TAKUTLAH* kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang agar kamu mendapat rahmat," (niscaya mereka berpaling).
Q.S Ya Sin [36] : 45

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
Mereka berkata, " *ADUHAI CELAKALAH KAMI !* Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).
Q.S Ya Sin [36] : 52

Dan tidak sedikit dari manusia, justru menantang segera Kiamat hari Pembalasan :
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
Dan mereka berkata, "Kapankah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?"
Q.S Ya Sin [36] : 48.

Demikianlah semoga *RASA TAKUT* di Dunia ini, juntrungannya *TAMBAH MENGENAL ALLAH LEBIH DEKAT dan CINTA,* sehingga kita  *HAUS AKAN MENCARI MENUNTUT ILMU*

Benar dari Allah, salah dari Saya sendiri, kurang akan ilmu, semoga ada *HIKMAH dan MANFAAT* Amin. 

Jakarta, 12 September 2023

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto.

Minggu, 27 Agustus 2023

ILMU

*ILMU*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ilmu itu merupakan segala bentuk proses kegiatan terhadap suatu kondisi atau keadaan tertentu dengan cara memakai alat, cara, metode, dan prosedur. Lalu, akan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baru untuk manusia itu sendiri.

Orang yang berilmu artinya orang yang memiliki pengetahuan, pemahaman, dasar, dan memiliki batasan ilmu sesuai dengan cara ia mencari suatu ilmu yang dimilikinya.

Ilmu berakar kata dari bahasa arab yaitu alim atau ilm yang berarti mengetahui. Secara istilah, ilmu ini bisa diartikan sebagai suatu atau sebuah pengetahuan yang diberikan Allah Ta’ala kepada manusia. Ilmu ini dapat diperoleh dari proses pembelajaran, seperti membaca, menulis, dan memahami sesuatu.

Perkataan Imam Asy-Syafi’i "lantanalul ilma illa bi sittatin; *dzaka’in* (cerdas), *wa hirshin* (semangat), *wa ijtihadin* (sungguh-sungguh), *wa bulghotin* (biaya), *wa irsyadi ustadzin* (petunjuk guru), *wa thulu zamanin* (panjangnya waktu)."

I. *SECARA UMUM ILMU TERBAGI DUA.*

1. Ilmu *FILSAFAT* :
Yaitu suatu Ilmu yang mempelajari *KEHIDUPAN DI ALAM SEMESTA*

Yaitu suatu *Ilmu yang didapat berdasarkan Data, Fakta, Penelitian, Sistematis, metode dan Akal sehat yang Obyektif.*
 اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang *BERAKAL*,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

2. Ilmu *TASAWUF*
Yaitu suatu Ilmu yang *MEMPELAJARI DIBALIK ALAM SEMESTA ATAU GAIB*

*Syariat + Makrifat = TASAWUF*

Tidak semua Ilmu dan kebenaran harus ada Wujud, data, fakta dan Logika sebagaimana *AKAL dan PIKIRAN manusia itu sendiri, Wujud dan Bentuk Akal itu sendiri TIDAK ADA YANG TAU* tapi bentuk dan wujud hasil Ciptaan dan Kreativitas Akal itu ada, bisa dilihat, dipegang, dirasakan dan dinikmati. 

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۙ
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang *GAIB*, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Q.S Al-Baqarah [2] : 3.

Sabda Nabi: 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ 

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya *Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian*, tetapi *Dia melihat HATI dan perbuatan kalian"*. (Shahih Muslim juz 4 hal. 1987 no. 2564).

Ilmu Pengetahuan tanpa Agama akan *SIA SIA*, Sedangkan Agama tanpa ilmu *TIDAKLAH CUKUP*

Sholat wajib, menuntut ilmu tentang Sholat *LEBIH WAJIB*


II. *3 CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM.* 

1. RUKUN ISLAM :
Yaitu *TATACARA BERIBADAH MENGHADAP ALLAH*
Disiplin ilmunya FIQIH

2. RUKUN IMAN :
Yaitu *DASAR KITA IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya *TAUHID dan AQIDAH*

3. RUKUN IHSAN :
Yaitu *BUKTI KITA TELAH IBADAH KEPADA ALLAH*
Disiplin ilmunya adalah *TASAWUF atau AHLAKUL KARIMAH*

III. *ADA TIGA TUGAS TUNTUTAN ILMU MUHAMMAD SAW, KEPADA UMMAT ISLAM.*

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang *Rasul dari kalangan mereka*, yang akan *MEMBACAKAN* kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan *mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur'an) dan HIKMAH* (As-Sunnah) serta *MENYUCIKAN* (jiwa) mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 129

1. Tugas Muhammad SAW. *MENUNTUN LIDAH UMMAT ISLAM, MEMBACA FIRMAN ALLAH, BAIK dan BENAR*

Al-A'raf Ayat 204:
وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُوا۟ لَهُۥ وَأَنصِتُوا۟ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: "Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."

Diriwayatkan oleh an-Nu'man ibn Basyir, Rasulullah SAW bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Artinya: Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an." (HR. al-Baihaqi).

2. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN AKAL MANUSIA DENGAN HIKMAH PENGETAHUAN*
. تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya: "Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu." (HR Thabrani).

. مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
Artinya: "Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu," (HR Ahmad).

3. Tugas Muhammad SAW, *MENUNTUN JIWA MANUSIA, UNTUK LEBIH DEKAT PADA ALLAH*

Firman Allah Ta’ala:
ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .
Artinya:
“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

Demikian yang benar dari Allah, yang Salah dari Saya sendiri, semoga ada manfaat nya Amin. 

Minggu 27 Agustus 2023.

*PB. FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Sabtu, 19 Agustus 2023

3 RUKUN

*3 RUKUN* 

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ada tiga cabang utama ilmu agama islam. 

1. *RUKUN ISLAM*

Yaitu hadits berikut,
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت النبي صلَّى الله عليه وسلَّم يقول : بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ .رواه البخاري و مسلم .
Dari Abu ‘Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al-Khaththab –radhiyallahu ‘anhuma-, katanya, “Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
‘Islam dibangun di atas lima: persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, naik haji, dan puasa Ramadhan’”.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim.

A. Pelajaran : *TENTANG SYARIAT ISLAM* Tatacara beribadah menghadap Allah. 

B. Ilmunya : *FIQIH*

C. Dampaknya : *DOSA dan PAHALA*

D. Pelakunya : *PENDOSA atau AHLI IBADAH* 

E. Perumpamaan : *HANYA SEBATAS KULIT DURIAN* yang dapat dilihat manusia. 

2. *RUKUN IMAN*

Dalam Alquran, terdapat banyak keterangan terkait 6 rukun iman yang sering dijadikan dalil pelaksanaannya. Di antaranya tertuang dalam Surat An-Nisa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,” (QS An-Nisa: 136).

Selain dalam Alquran, penjelasan juga datang dari hadis Nabi SAW. Dalam Hadits Arba’in, diterangkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya:

قَالَ : أَخْبِرْنِيْ عَنِ الْإِيْمَانِ قَالَ ” أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ” قَالَ : صَدَّقْتَ

Artinya: “Orang itu berkata lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman,’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk,”. Orang tadi berkata: ‘Engkau benar’,” (HR Muslim).

A. Pelajaran : *TENTANG IMAN dan KEYAKINAN* pada Allah. 
( Dasar ibadah pada Allah) 

B. Ilmunya : *TAUHID DAN AQIDAH*

C. Dampaknya : *BISA SESAT ATAU SELAMAT*

D. Orang yang melanggar : *MUSRIK ATAU KAFIR*

E. Perumpamaan : *IBARAT BUAH DURIAN, MANISNYA IMAN*

3. *RUKUN IHSAN*

Adapun yang dimaksud ihsan bila dinisbatkan kepada peribadatan kepada Allah adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasululluah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist Jibril :
قَالَ فَأَخْبِرْنِى عَنِ الإِحْسَانِ. قَالَ « أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ »

“’Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R. Muslim 102).

A. Pelajarannya :  *TENTANG AHLAKUL KARIMAH* 
(Bukti telah ibadah pada Allah). 

B. Ilmunya : *TASAWUF*

C. Dampaknya : *JADI ORANG BAIK atau JADI ORANG BRENGSEK*

D. Orangnya  : *SUFI dan WALI ALLAH*

E. Perumpamaan : *SEPERTI BIJI DURIAN, SELALU MENANAM KEBAIKAN, DIRI, KELUARGA, DAN UMMAT ISLAM*

Jadi minimal kita mesti Mempelajari dan Memiliki ilmu : *FIQIH, TAUHID dan TASAWUF*, sebelum meninggal kan Dunia. 

Rukun islam : *TATACARA IBADAH MENGHADAP ALLAH.* 
Rukun iman : *DASAR IBADAH KEPADA ALLAH*.
Rukun Ihsan : *BUKTI KITA TELAH IBADAH PADA ALLAH, DENGAN AHLAKUL KARIMAH*

Demikian, semoga bermanfaat, Amin. 

JAKARTA, 19 AGUSTUS 2023.

*PB. FORMULA*


*TG. DRS. DEDI HERMANTO*
Ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...