Jumat, 22 Agustus 2025

HAK ISTIMEWA

*HAK ISTIMEWA*

Hak privilege atau hak keistimewaan adalah *Hak istimewa, Hak Khusus, Hak Skala Prioritas atau keuntungan yang hanya dimiliki oleh individu atau kelompok tertentu, bukan oleh semua orang, sehingga memberikan mereka keunggulan atau akses yang lebih besar terhadap sumber daya, kesempatan, atau perlakuan khusus dibandingkan orang lain. 

Alangkah sangat *Beruntungnya* bila ada manusia terlahir dari Anak seorang Raja, Pengusaha, Pejabat, *otomatis dia menjadi anak raja, Anak Pejabat,anak Orang kaya, atau anak seorang Artis terkenal* Dia Mendapatkan tidak perlu susah payah.

Tapi taukah anda, Banyak Manusia *TERLAHIR BERAGAMA ISLAM* tetapi Dia *TIDAK BANGGA* Padahal untuk mendapatkan *OTOMATIS BERAGAMA ISLAM ITU TIDAK MUDAH*!!!

Orang Hidup Jaman Nabi Muhammad, Melihatnya, bahkan menjadi karib kerabatnya, *bahkan Pamannya Sendiri Abu Thalib, TIDAK dapat HIDAYAH AGAMA ISLAM*.

Karena Siapa Yang *Akan mendapatkan HAK ISTIMEWA PRIVILAGE, Alloh BERIKAN HIDAYAH MASUK ISLAM, URUSAN ALLOH,SIAPA HAMBANYA JIWA JIWA YANG TERPILIH*

اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Sesungguhnya kamu *tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,* dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Q.S Al-Qasas [28] : 56

Menjelang Abū Ṭālib wafat, Rasulullah ﷺ mengajak Abū Ṭālib untuk mengucapkan syahadat. Muslim meriwayatkan,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ عِنْدَ الْمَوْتِ: ” قُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَأَبَى “، فَأَنْزَلَ اللهُ: {إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ} [القصص: 56] الْآيَةَ (صحيح مسلم (1/ 55)

Artinya,
“Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda kepada pamannya ketika dia menjelang wafat: ‘Katakanlah, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah selian Allah’ niscaya aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.” Namun dia menolaknya, lalu Allah menurunkan: ‘(Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi) ‘ (Qs. Al Qashash: 56).

Ajakan Rasulullah ﷺ kepada pamannya untuk bersyahadat menjelang wafatnya menunjukkan Abū Ṭālib sampai menjelang wafat memang masih belum beriman. Sebab, tidak ada maknanya Rasulullah ﷺ mengajak mengucapkan syahadat untuk menyelamatkannya di akhirat jika Abū Ṭālib sudah muslim.

Ajakan syahadat itu tidak bisa dipahami talqin kepada muslim, sebab lafaz selanjutnya menunjukkan Abū Ṭālib menolak ucapan tersebut. Ini menunjukan Abū Ṭālib memang menolak untuk beriman, karena tidak ada muslim yang menolak talqin dengan sadar. Lanjutan hadis yang mengatakan bahwa peristiwa Rasulullah ﷺ tidak berhasil membujuk Abū Ṭālib untuk membaca syahadat sebagai asbabun nuzul bahwa Rasulullah ﷺ tidak bisa memberi petunjuk orang yang dicintainya menunjukkan bahwa Abū Ṭālib memang belum mendapatkan petunjuk Islam, alias masih belum beriman.

Bagaimana??? *Apakah anda BANGGA TERLAHIR SEBAGAI ORANG ISLAM*???!!! Karena Sekalas Paman Beliau saja *TIDAK MENDAPATKAN HAK ISTIMEWA KEBERUNTUNGAN MASUK ISLAM*!!! Sadarlah Hai Orang Islam, Anda sebaik baik ummat !

Di Dunia Ini ,Anda *TIDAK AKAN TERSESAT, SELAGI MENGHADAP KIBLAT*!!!

Demikian semoga kita mendapatkan HIDAYAH Petunjuk Allah, amin ya Robbal Alamin.

Jakarta, 22 Agustus 2025

PB.FORMULA

Tg.Drs.Dedi Hermanto 
KETUM

Sabtu, 16 Agustus 2025

HAQIQAT KEMERDEKAAN

*HAQIQAT MERDEKA*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Merdeka" dalam bahasa Indonesia berarti bebas dari perhambaan, penjajahan, atau kekuasaan pihak lain. Secara lebih luas, merdeka juga bisa berarti kebebasan, kemandirian, dan tidak terikat. Dalam konteks negara, merdeka berarti suatu bangsa bebas dari penjajahan dan memiliki kedaulatan sendiri. 

Pertanyaan nya, Apakah kita secara individu Pribadi Sudah Merdeka ?

وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي ۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ﴾
[ يوسف: 53]

Dan aku tidak *Membebaskan* diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. [Yusuf: 53].

Ternyata secara individu Banyak Pribadi Pribadi manusia masih *BELUM MERDEKA* Masih menghamba, dijajah, Dikuasai oleh Hawa  Nafsu, Bahkan Hawa Nafsu menjadi Tuhannya.

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ

Maka pernahkah kamu melihat *orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Sudahkah kita terbebas dari *BELENGGU, PERBUDAKAN DAN PENJAJAHAN HAWA NAFSU KESERAKAHAN, RAKUS DAN KETAMAKAN*???!!!

*Pertanyaan selanjutnya, Kita sebagai Rakyat bangsa Indonesia, Apakah Sudah Merdeka,,,?!*

Bahwa *sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa* dan oleh sebab itu, maka *penjajahan diatas dunia harus dihapuskan,* karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

Bunyi alinea II:

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa *mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur"*.

Alhamdulillah Para Pahlawan pejuang kami, Engkau telah. Berhasil *MENGUSIR PARA PENJAJAH DARI BUMI PERTIWI* Tetapi *SIFAT DAN KARAKTER PENJAJAH MASIH MELEKAT KEPADA PARA PEMIMPIN KAMI*.

Seharusnya para Pejabat dan Aparat, *Mengurusi, Melindungi dan memberikan kesejahteraan serta keadilan* Justru mereka hanya Mengurusi *KELOMPONYA, KELUARGANYA, ORMAS ,PENDUKUNGNYA DAN PARTAINYA*

Bahkan Sangat *TAMAK, SERAKAH DAN RAKUS* Merampok *HASILBUMI DAN KEKAYAAN YANG TERKANDUNG DIDALAMNYA* dengan bekerja sama dengan para *PEJABAT DAN APARAT PENGHIANAT BANGSA* Serta para *CUKONG BANDAR PREDATOR OLIGARKI POLITIK*

Tetapi kami rakyat dan bangsa Indonesia, *MASIH OPTIMIS, KELAK AKAN LAHIR GENERASI BANGSA, YANG BISA MEWUJUDKAN, KEJAYAAN INDONESIA NUSANTARA RAYA, DAN DISEGANI OLEH BANGSA LAIN*

Ilahi Anta Maksudi, Hanya kepada Engkaulah Kami Memohon yaa Allah,

Wa Alaikum salam Wr.wb.

Minggu, 17 Agustus 2025.

*PB FORMULA*
(Forum Ulama dan Aktivis Islam)


*Tuan Guru Drs.Dedi Hermanto*
Ketum

Sabtu, 19 Juli 2025

HAKEKAT RUMAH

*HAKEKAT RUMAH*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 29 Januari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PINTU PINTU HATI

*PINTU PINTU HATI*

Assalamu'alaikum Wr wb. 

Setiap orang pasti mendambakan *RUMAH yang BESAR, MEWAH, INDAH, AMAN DAN NYAMAN*

Sudah pasti ini rumah Besar, mewah dan Nyaman *TIDAK MUNGKIN HANYA MEMPUNYAI SATU PINTU, APALAGI TIDAK ADA PINTUNYA* itu semuanya adalah *RUMAH KENIKMATAN TUBUH*

Rumah pada diri manusia Itulah *QOLBU / HATI*

Ada Beberapa Pintu untuk kita bisa ketemu dengan *PEMILIK RUMAH ORANG KAYA, PEJABAT APALAGI RAJA* diantaranya :

1. *PINTU SUDUR / DADA* :

Yaitu *PINTU PAGAR GERBANG HALAMAN RUMAH YANG PALING LUAR*, Siapapun bisa masuk, Orang baik atau orang jahat, Dan *Syetan pun Sangat keras dan terus menerus, agar bisa masuk dengan berbagai macam cara yang tidak putus asa BILA PERLU LOMPAT PAGAR*

Bila Pintunya lemah gampang copot tidak kuat, apalagi tidak ada satpam, masuklah *SYETAN DARI BANGSA JIN DAN MANUSIA*

Nama *PINTUNYA ISLAM atau SYARIAT* Tidak sedikit bahkan Banyak Orang islam yang *TIDAK MAU MEMPERHATIKAN PINTU HIDAYAH ISLAM*

Orang yang *HIDUP JAMAN NABI MUHAMMAD, MELIHAT BELIAU BAHKAN PAMANNYA BELUM TENTU DAPAT PINTU HIDAYAH ISLAM*

Bila kita punya Rumah satu pintu, Pintunya rusak di hancurkan Syetan, Iya masuklah syetan dan berbuat semaunya dirumah kita, sehingga dia mengusai rumah, bahkan pemilik rumah Syetan Jadi majikan dan boss sedang kita Pemilik Rumah *JADI BABU, DAN BUDAK IBLIS* Astaghfirullah!!!!

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5 

Bahkan Iblispun mengancam akan masuk dan merusak Pintu dengan mengatakan *AKAN KU SESATKAN SELURUH MANUSIA*

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan *pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,*
Q.S Al-Hijr [15] : 39

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.”
Q.S Al-Hijr [15] : 40

Jadi bila kita hanya Punya satu pintu dalam rumah kita, Pasti akan bisa dirusak dan dibongkar oleh *Syetan dari bangsa jin dan manusia*.

Tapi tenang Allah Telah siapkan Lapisan Pintu Kedua yaitu *PINTU HATI / QOLBU*

2. *PINTU HATI / QOLBU.*

Nama Pintunya adalah *IMAN*, Qolbu atau iman ini Kadang kuat kadang Lemah, kadang baik kadang buruk, Kadang naik kadang turun *TIDAK KONSISTEN dan TIDAK STABIL*

Bahkan Allah sendiri kurang bahkan tidak mempercayai saja kita mengaku *SUDAH PUNYA PINTU IMAN YANG KUAT*?!

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ
Di antara manusia ada yang mengatakan, “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” *padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.*
Q.S Al-Baqarah [2] : 8

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 9

Jadi Qolbu atau Hati ini, Sebagai tempat Atau Ruangan, siapa saja bisa masuk, kalo *MEMANG SI PEMILIK RUMAH MEMPERSILAHKAN MASUK dan  di KETAHUI* Sebagaimana Allah Berfirman :

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya*,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

Bagaimana bila pintu pertama Sudur Jebol dan pintu ke dua juga Rusak imannya, ? Tenang ada lagi pintu ke tiga namanya *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

3. *PINTU FUAD / MAKRIFAT*

Pintu *FUAD* Adalah dimana *TIDAK* Semua tamu bisa masuk pintu kamar FUAD, Karena ini adalah *KAMAR KHUSUS* Yang dimiliki pemilik rumah, *RUANGAN KONTROL ROOM CCTV, MENGAMATI, MENGENDALIKAN DAN MENSINERGIKAN SELURUH FUNGSI PENGLIHATAN, PENDENGAR DAN AKAL MANUSIA*!!!

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya *pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.*
Q.S Al-Isra' [17] : 36

Jadi *PINTU RUANGAN FUAD, : DAPAT MAKRIFAT ATAU MELIHAT MANA TAQWA ATAU MAKSIAT YANG MASUK KE RUANGAN PINTU QOLBU, BILA YANG MASUK MAKSIAT ATAU FUJUR DI USIR DAN DIBERSIHKAN QOLBU, DARI DUNIA, NAFSU DAN SYETAN*!!!

*QOLBU PINTU SEMUA ILMU PENGETAHUAN SEDANGKAN FUAD DAPAT MELIHAT, MENYAKSIKAN KEBENARAN, SEHINGGA TERBUKA LAH SEMUA RAHASIA ILAHIAH,* AMIN. 

4. *PINTU LUBB*

Kata *LUBB*" dalam bahasa Arab berarti hati, cinta, akal, dan pemahaman. Kata "lubb" merupakan akar kata dari kata "al-albab" yang berarti orang-orang yang berakal sehat. 
Istilah "ulul albab" sering muncul dalam Al-Qur'an, di antaranya dalam surat Al-Baqarah, Al-Imran, dan Az-Zumar. 
Berikut beberapa ayat Al-Qur'an yang membahas tentang ulul albab:
QS Az-Zumar ayat 18, yang berbunyi, "Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah ulul-albab". 
QS Ali Imran ayat 190-195, yang membahas tentang orang yang selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190


الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

Tanda-tanda orang yang termasuk ulul albab, di antaranya: Bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, Mampu memisahkan antara yang baik dan buruk, Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, Bersedia membagikan ilmunya kepada orang lain, Hanya takut kepada Allah SWT.

Jadi PINTU HATI LUBB, Adalah *SUATU RUANGAN BANG DATA ILMU PENGETAHUAN DARI ALLAH SWT,  SEHINGGA KITA DAPAT MENGETAHUI DAN MENGENAL SIAPA PEMILIK DIRI SEJATINYA DIRI, DARI DIRI SEJATINYA MANUSIA*"

5. *PINTU AINUL BASHIROH*

Terbukanya *PINTU MATA HATI MANUSIA* Mukhasaf Tiada *HIJAB PENGHALANG, SAKSI DAN MENYAKSIKAN* Antara *DIRI SEJATI DAN SEJATI NYA DIRI* Hingga menjadi *HAQQUL BASHIROH* Menyaksikan Wujud-Nya Dengan *CAHAYA HATI TERANG BENDERANG*

Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Atha'illah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam, pasal 45, menjelaskan:

شُعَاعُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ قـُرْبَهُ مِنْكَ وَعَيْنُ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ عَدَمكَ لِوُجُودهِ وَحَق ُّ الْبَصِيرَةِ يُشـْهِدُكَ وُجُودَهُ لاَ عدَمكَ وَلاَ وُجُودَكَ

Cahaya mata hati itu dapat memperlihatkan dekatnya Allah kepadamu. Dan matahati itu sendiri dapat memperlihatkan kepadamu ketiadaanmu karena wujud [adanya] Allah dan hakikat matahati itulah yang menunjukkan kepadamu, hanya adanya Allah, bukan ketiadaanmu dan bukan pula keberadaanmu

Semoga Allah membukakan, PINTU PINTU HATI YANG PENUH KEBERKAHAN AMIN. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta, 4 Pebruari 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

PUNCAK KESADARAN ISRO MI'ROJ

*ISRO' MI'ROJ ADALAH PUNCAK KESEMPURNAAN, DAN KESADARAN TERTINGGI DARI MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Peristiwa Isro' Mi'roj, adalah Suatu Peristiwa *MAHA DAHSYAT DAN SANGAT SPEKTAKULER* Dari suatu *PERJALANAN KESEMPURNAAN RUH MANUSIA DALAM MEMAHAMI, MEMBUKTIKAN, DAN MENGENAI ALLAH*! 

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
*Maha Suci* Allah yang telah *memperjalankan* *hamba*-Nya pada suatu *malam* dari *Masjidilharam ke Masjidil Aqsha* yang telah Kami *berkahi* sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari *tanda-tanda* (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha *Mendengar lagi Maha Mengetahui.*
Q.S Al-Isra' [17] : 1

وَلَقَدْ رَاٰهُ نَزْلَةً اُخْرٰىۙ
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Q.S An-Najm [53] : 13
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهٰى
(yaitu) di Sidratul Muntaha.
Q.S An-Najm [53] : 14
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوٰىۗ
Di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Q.S An-Najm [53] : 15

Dinamakan *SIDRATUL MUNTAHA*, karena tempat pohon ini merupakan *PUNCAK* segala sesuatu yang naik dari bumi, dan yang Allah turunkan, pangkalnya di sidratul muntaha, baik wahyu atau lainnya. Bisa juga dimaknai, karena sidartul muntaha merupakan puncak yang diketahui makhluk. (lebih dari itu, makhluk tidak tahu), karena pohon ini berada di atas langit dan bumi. Sehingga sidratul muntaha merupakan puncak ketinggian, atau lainnya. Allahu a’lam.

Jadi Nabi Muhammad SAW, Allah *SEMPURNAKAN KESADARAN RUHANI NABI MUHAMMAD DENGAN ISRO' MI'ROJ MENUJU KESADARAN YANG TERTINGGI YAITU KESADARAN DI SIDRATUL MUNTAHA* 

Yaitu Puncak Kesempurnaan Kesadaran tertinggi dalam *MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH SWT.!*

Hanya. Nabi Muhammad SAW, lah Yang hanya bisa sampai ke Sidratul Muntaha, Sedang *MALAIKAT JIBRIL SAJA TIDAK BISA, SAMPAI KE SIDRATUL MUNTAHA*

إني لم أجاوز هذا الموضع، ولم يؤمر أحد بالمجاوزة عن هذا الموضع غيرك
Artinya, “Aku tidak bisa melewati tempat ini. Tidak ada satu pun yang diperintah melewati tempat ini kecuali engkau.”

Dari peristiwa ISRO Mi'ROJ, Tersebut, ada *PELAJARAN HIKMAH, AGAR MANUSIA MESTI PUNYA KESADARAN DALAM, MENGETAHUI, MEMAHAMI DAN MENGENAL ALLAH*


1. *KESADARAN KETIDAK KETERGANTUNGAN SAMA MAHLUK*

Sebelum terjadinya ISRO Mi'ROJ ada peristiwa, Tahun kesedihan Nabi Muhammad disebut Amul Huzni. Istilah ini merujuk pada periode waktu ketika Nabi Muhammad mengalami kesedihan yang mendalam. 
Amul Huzni terjadi pada tahun kesepuluh kenabian, yaitu sekitar tahun 619 Masehi. Peristiwa ini terjadi ketika istri pertama Nabi Muhammad, Siti Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, wafat.

Allah Mengingat Nabi Muhammad Janganlah ketergantungan sama makhluk, *CUKUPLAH BERGANTUNG SAMA ALLAH*

Allah Sebaik-baik Tempat Bersandar, Hasbunallah Wanikmal Wakil dan Ada 36 Ayat Alquran Bermakna Sama.

Kalimat "Hasbunallah wa ni'mal wakil (cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar)." (QS Ali Imran [3]: Ayat 173)

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 2

2. *KESADARAN DARI MENGENAL DIRI*

Dalam perjalanan ISRO Mi'ROJ, posisi Nabi Muhammad sebagai *PENGENALAN DIRI SEBAGAI HAMBA* Pengabdian Pelayanan kepada Allah. 

Dengan mengenal akan diri sendiri sebagai Hamba maka Akan Mengenal Allah,  Karena itu *ALLAH LAH YANG MEMPERJALANKAN NABI MUHAMMAD ISRO MI'ROJ, BUKAN NABI MUHAMMAD YANG BERJALAN ISRO MI'ROJ*

Seseorang mengenal Allah, dia akan mengetahui dirinya sendiri. Dia pun tahu akan ke arah mana harus berjalan dan memperbaiki keadaannya. Sebaliknya, ketika seseorang tidak mengenal Allah, dia tidak akan tahu tentang dirinya sendiri. Demikian juga kebalikannya Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu. “Siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Rabb-nya”, mengenal dan memahami tujuan penciptaannya”. Dan tidaklah Aku telah menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk mengabdi kepada-Ku. – Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56.

3. *KESADARAN DARI BAHAGIAN DARI HARMONISASI ALAM SEMESTA*

Dengan peristiwa ISRO MI'ROJ, Menembus Batas batas langit *ALAM SEMESTA* Sampai langit ke 7, Secara tidak langsung Allah Memberitahukan kepada Nabi Muhahammad, Bahwa Manusia adalah *BAHAGIAN YANG SALING TERKAIT, TERHUBUNG DAN TERSISTEMATIS SUNATULLAH MENJADI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

4. *KESADARAN SELALU MEMBERSIHKAN ❤💞*

Salah satu peristiwa penting ISRO MI'ROJ Adalah adanya *PEMBELAHAN DADA ROSULULLAH UNTUK DIBERSIHKAN HATINYA*

Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada Beliau sampai di bawah perut Beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."

Berarti Allah memberikan Isyarat Kepada Ummat Islam, Agar selalu *MEMBERSIHKAN, JIWA, QOLBU DAN HATI* Agar dapat merasakan kehadiran Allah, Hingga hadir *KEIMANAN, KEYAKINAN DAN KETENANGAN* Pada diri manusia.

اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: “إِنَّ الله لا يَنْظُرُ إِلى أَجْسامِكْم، وَلا إِلى
صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وأعمالكم‏”‏ ‏(‏‏(‏رواه مسلم‏)‏‏)‏‏.‏

Dari Abu Hurairah, yaitu Abdur Rahman bin Shakhr _radhiyallahu ‘anhu_, beliau berkata katanya: Rasulullah (ﷺ) bersabda:
_”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu tidak melihat kepada tubuh-tubuhmu, tidak pula kepada bentuk rupamu, tetapi Dia melihat kepada hati-hatimu sekalian.”_
(HR. Muslim no. 2564)

Firman Allah Ta’ala:

ﺑﻨﻴﺖ ﻓﻰ ﺟﻮﻑ ﺍﺑﻦ ﺍﺩﻡ ﻗﺼﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﺼﺮ ﺻﺪﺭﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻗﻠﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻓﺆﺍﺩﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻔﺆﺩ ﺷﻐﺎﻓﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺸﻐﺎﻑ ﻟﺒﺎ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻠﺐ ﺳﺮﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺴﺮ ﺍﻧﺎ .

Artinya:

“Aku buatkan didalam rongga anak Adam satu mahligai, dan didalam mahligai itu ada DADA, dan didalam Dada itu ada HATI, dan didalam Hati itu ada FUAD, dan didalam Fuad itu ada SYAROFAN, dan didalam Syarofan itu ada LUBBAN, dan dalam Lubban itu ada RAHASIA, dalam Rahasia itu ANA.” (Hadis Qudsi).

5. *KESADARAN KITA PASTI KEMBALI KEPADA ALLAH*

ISRO MI'ROJ Mengingatkan Ummat Islam akan kembali kepada Allah, ada 3 Hal yang Kembali : 

1. Ruh dari Allah kembali kepada Allah. 
2. Jasad dari Tanah, kembali ke tanah kuburan
3. Amal sholeh amal salam, kembali ke manusia nya

Tidak semua manusia bisa kembali kepada Allah, bahkan menolak dan menentang Nya. 

Orang yang bisa kembali kepada Allah adalah :
1. Yang tau asal usul dirinya
2. Tau jalanya
3. Punya alamatnya
4. Ada kendaraannya
5. Bawa bekal
6. Jangan bawa beban yang berat.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ ۝١٥٦
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).

6. *KESADARAN PENTINGNYA PERINTAH SHOLAT*

Dalam peristiwa ISRO MI'ROJ, Ada suatu Perintah yang Sangat *PENTING* Yaitu *PERINTAH SHOLAT*, Sangking Penting nya, Nabi Muhammad Langsung bertemu dengan Allah SWT.

Pada awalnya, perintah Allah adalah menjalankan salat sebanyak 50 waktu dalam sehari. Namun, setiap kali Nabi Muhammad SAW turun, Nabi meminta pengurangan jumlah waktu salat karena jumlah tersebut terlalu besar.

Pada akhirnya, Nabi Muhammad SAW memohon keringanan kepada Allah hingga hanya menjalankan salat 5 waktu yang menjadi ibadah wajib bagi umat Islam.

Perintah salat 5 waktu tertulis dalam hadist HR Bukhari yang artinya:

“Lima waktu itu setara dengan lima puluh waktu. Tak akan lagi berubah keputusan-Ku”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku kembali bertemu dengan Musa”. Ia menyarankan, “Kembalilah menemui Rabbmu”. Kujawab, “Aku malu pada Rabbku”.” (HR Bukhari).

أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ فَإِنْ صَلَحَتْ” artinya “Perkara yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik, maka seluruh amalnya pun baik”. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Thabrani.

7. *KESADARAN MELIHAT ALLAH DENGAN MATA HATI*

Pada saat ISRO MI'ROJ Lah Nabi Muhammad SAW, dapat Melihat, dan menyaksikan Allah dengan *AINUL BASHIROH* Mata Hati❤ bahkan *HAKKUL BASHIROH*

bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya, "Apakah Anda melihat Tuhan Anda?" Jawab beliau:
رأيته بفؤادي، ولم أره بعين
"Aku melihat dengan mata hatiku dan tidak dengan mata kepalaku." (HR At-Thabari 27/46-47, dan Ibnu Abi Hatim: 18699. Muhammad bin Ka'ab Al-Quradzi tidak berjumpa dengan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam)

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami, atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
Q.S Al-Hajj [22] : 46

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan (mata) hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Semoga kita dibukakan *MATA HATI* oleh Allah agar bisa membedakan  mana *TAAT DAN MAKSIAT* Amin ya Robbal A'lamin. 🙏❤️💛💚


Jakarta, 13 Pebruari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

KEBAHAGIAAN SEJATI

*KEBAHAGIAAN SEJATI*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Jangan menunggu populer baru *Bahagia*, jangan menunggu senang untuk *bahagia*, maka bahagia itu ialah kebebasan dari keterikatan, *carilah di dalam dirimu*, jangan capek-capek cari kebahagiaan dari luar. Jalani hidupmu sesuai fitrahmu" 

Dalam ayat lain dijelaskan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (surat Thaha [20]: 123.

Hadits nabi:
مَن أصبحَ مِنكُم آمِنًا في سِرْبِه ، مُعافًى في جسَدِهِ ، عندَهُ قُوتُ يَومِه ، فَكأنَّمَا حِيزَتْ له الدُّنْيا

Barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan merasakan aman pada dirinya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan untuk hari itu, maka seolah-olah seluruhnya dunia dikuasakan kepadanya. (HR Tirmidzi)

Ada *BEBERAPA HAL BUAT KITA BAHAGIA* :

1. *KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA*

Kebahagiaan bukan ada diluar diri kita, Mobil 🚗Rumah Mewah, 🏠, Isteri cantik, Jabatan ,Pujian sanjungan dari manusia dan kekuasaan, Tapi ada pada *Ketenangan Jiwa Qolbu Salim*.
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

2. *MASALAH KEPEMILIKAN*

Makin Banyak kita memiliki dunia🌍, Dan mencintai masuk kedalam Hati❤makin, Makin resah, gelisah dan takut kehilangan, 

Karena Hakekatnya semua di dunia ini termasuk diri kita *MILIK ALLAH*

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لِلّٰهِ  مُلْكُ  السَّمٰوٰتِ  وَا لْاَ رْضِ  وَمَا  فِيْهِنَّ  ۗ وَهُوَ  عَلٰى  كُلِّ  شَيْءٍ  قَدِيْرٌ
*“Milik Allah kerajaan langit dan bumi* dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 120)

Rasulullah SAW bersabda:

أتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ
“ Malaikat Jibril mendatangiku lalu berkata, “ *Wahai Muhammad! Hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati*, *cintailah siapa yang kamu suka, karena sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya* dan berbuatlah sesukamu, karena sesungguhnya engkau akan diberi balasan karenanya.” (H.R. Ath Thabarani, Abu Nu’aim dan Al-Hakim).

3. *KECUKUPAN*

Yang menyebabkan Gelisah, galau, dan ketakutan Adalah, Hidup yang tidak pernah Puas, tidak ada Cukupnya, 

Orang Kaya, dan punya Jabatan, masih Korupsi, tidak pernah puas, bila menuruti, *KEMAUAN DAN GAYA HIDUP*

Cukup Adalah *HARTA YANG TIDAK AKAN PERNAH HABIS*

الْقَنَاعَةُ كَنْزٌ لاَ يَفْنى
Artinya: "Qanaah merupakan kekayaan yang tidak pernah musnah" (dalam ath-Thabrani, al-mu'jam al-Ausath, 7/84)

Mengutip buku Al Lama'at yang ditulis oleh Badiuzzaman Said Nursi, berdasarkan hadits tersebut sifat qanaah menjadi salah satu modal untuk menggapai kehidupan yang lebih lapang, nyaman, dan tentram. Sebaliknya, sifat tamak menjadi ladang kerugian dan juga kehinaan.
عَزَّ عَنْ قَنَعَ، وَذلَّ مَنْ طَمَعَ
Artinya: "Sungguh mulia orang yang qanaah, dan sungguh hina orang yang tamak" (dalam ibnu al-Atsir, an-Nihayah fi Gharib al-Hadits)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari – Muslim, dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu.)

4. *PEMAAF*

Pemaaf adalah bukan sekedar kita Sekedar Memaafkan kesalahan Orang Lain, *TETAPI JUSTRU KITA MELEPASKAN BEBAN DARI KETERIKATAN DARI MASALAH DAN KESALAHAN*

dalam surat Ali Imran ayat 134.
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"[yaitu] orang-orang yang menafkahkan [hartanya], baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan [kesalahan] orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

اَفْضَلُ الْاِيْمَانَ اَلصَّبْرُ وَالسَّمَاحَةِ
seutama-utama iman adalah sabar dan pemaaf, (Hadis)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: "لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ".

Artinya: "Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim.)

5. *TULUS*

Tulus adalah orang yang Ikhlas dan Ridho, Atas ketentuan dan ketetapan yang Allah berikan, 

Tetep Berprasangka Baik kepada Allah, atas Anugerah, Dan Musibah. 

*Ikhlas baru belajar berbuat baik, sementara Ridho Kebaikan sudah menjadi Kebiasaan sehari-hari nya!*


فَادْعُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ
Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).
Q.S Ghafir [40] : 14

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا  بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan orang-orang yang lemah dengan doa, salat, dan keikhlasan mereka." (HR. Nasa'i

6. *KESEDERHANAAN*

sederhana adalah sikap tidak berlebih-lebihan namun juga tidak terlalu hemat. Sedangkan kesederhanaan adalah sebuah keadaan untuk bersikap seperlunya saja dengan mempertimbangkan apa yang dimiliki.

Kesederhanaan adalah orang yang rendah Hati, dia tidak menggunakan, kemampuan, sarana, fasilitas, untuk sesuatu yang tidak Perlu, penting dan mendasak, 

Al-Furqan Ayat 63
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا
Artinya: “Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan *rendah hati* dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan salam,” (QS. Al-Furqan [25]: 63).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْبَذَاَةَ مِنَ الْإيْمَانِ
Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman.[10]

7. *BERSERAH DIRI*

Orang yang bahagia Orang yang Berserah diri dari segala urusannya, *SETELAH BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN POTENSI YANG ALLAH BERIKAN*

Jadi berserah diri, pasrah dan tawakal bukan berarti Tanpa usaha Maksimal, bila tanpa usaha namanya Halusinasi.

Allah SWT berjanji:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
"Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan (keperluannya)."
(QS. At-Talaq: 3)

Tawakal merupakan ikhtiar batin yang memasrahkan segala hal kepada Allah SWT. Sedangkan ikhtiar merupakan upaya lahiriah dalam mencapai tujuan baik untuk sebuah kemaslahatan maupun untuk memperkecil mafsadat.

Dengan demikian, keduanya (tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat) tidak dipertentangkan, dihadap-hadapkan, dan dipilih salah satunya karena keduanya dapat berjalan seiring. Yang pasti, keduanya memiliki domain masing-masing.

Kita dapat menyaksikan bagaimana Rasulullah mengajarkan tawakal dan sebab/upaya/ikhtiar/syariat kepada sahabatnya sebagaimana riwayat hadits berikut ini:
عن أنس بن مالك قال جاء رجل على ناقة له، يا رسول الله، أدَعها وأتوكل؟ فقال اعقلْها وتوكَّلْ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, ia bercerita bahwa suatu hari seseorang dengan mengendarai unta miliknya mendatangi Rasulullah. Ia bilang, ‘Wahai Rasulullah, aku melepasnya dan aku bertawakal.’ Rasulullah menjawab, ‘Ikatlah untamu. Tawakallah,’” (Lihat Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah,[Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 92).

Jadi *KEBAHAGIAAN* itu ada dalam diri manusia Kita dapan Merasakan *KETENANGAN HATI* Baik kita kaya atau miskin, karena hakekatnya semua *MILIK ALLAH*, Yang kita mesti, merasa *CUKUP, TULUS, PEMAAF, SEDERHANA, DAN PASRAH AKAN KETETAPAN ALLAH*

Semoga kita *SEHAT, SUKSES DAN BAHAGIA* Amin. 


Jakarta, 19 Pebruari 2025

*PB. FORMULA*

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto. 
Ketum

MATERI KAJIAN TASAWUF

*MATERI KAJIAN TASAWUF*

Assalamu'alaikum wr wb

1. MENGENAI ALLAH

Allah itu wujud, Ada, Jelas dan sangan Dekat, bila kita tidak Mengenal-Nya, Berarti mata hati kita buta

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

2. *MENGENAI DIRI*

Pada diri kita dapat Mengenal dan memahami Akan adanya Allah.

وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
Q.S Az-Zariyat 

 وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
Q.S Az-Zariyat [51] : 21

3. *MENGENAI ROSUL*

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

4. *QOLBUN SALIM*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

5. *MAQOM MARTABAT*

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

6. *BUTA MATA HATI*

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

7. *INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

8. *KETENANGAN JIWA*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

9. *KESAKSIAN*

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172


10. *LUPA DAN LALAI*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152


11. *IKLAS RIDHO*

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan (Iklas Ridho) ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

اتَّبِعُوْا مَنْ لَّا يَسْـَٔلُكُمْ اَجْرًا وَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ 
Ikutilah orang yang tiada meminta balasan ( Upah) kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Q.S Ya Sin [36] : 21

12. *KEPEMILIKAN*

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Perkasa atas segala sesuatu.
Q.S Ali 'Imran [3] : 189

13. *KOSONG TAPI ISI*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

14. *KESADARAN*

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191


Ada 4 RUKUN , CABANG UTAMA ILMU AGAMA ISLAM, 

MESTI ADA PADA DIRI ORANG ISLAM! 

1. Rukun Islam : Syariat, Kulit buah, Ilmu Fiqih
2. Rukun Iman : Tauhid Aqidah, isi Buahnya Ilmu Tauhid
3. Rukun Ihsan : Akhlakul Karimah, Biji Buah, ditanam amal sholeh, diri dan keluarga, Ilmu Ihsan
4. Rukun Makrifat : Mengenal Rasa Buah, Merasakan Kehadiran Allah dengan Ketenangan Jiwa, Ilmu Tasawuf


WA alaikum salam wr. Wb


Jakarta 16 Maret 2025

PB FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 16 April 2025

MEMBERSIHKAN DIRI

*MEMBERSIHKAN DIRI MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia terlahir dalam keadaan Fitrah, Suci dan Bersih, dari Segala, Kotoran , Dosa dan noda, Dan Allah ingin Manusia Kembali Kepada Allah dalam Keadaan Bersih pula,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
Setiap anak dilahirkan dalam fitrahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan kebersihan itu Separuh daripada Iman. 
Hadis tentang Kebersihan
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ

(رواه مسلم)

*Ada 4 HAL YANG PERLU DIBERSIHKAN PADA DIRI MANUSIA*:

1. *MEMBERSIHKAN JASAD / TUBUH MANUSIA*

Tubuh kita mesti senantiasa Bersih, apalagi untuk Sholat menghadap Allah,  Cara membersihkan nya dengan *AIR* Wudhu atau Tayamum, Untuk membersihkan Berbagai macam jenis Najis. 

اوَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ 
dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu 

Q.S Al-Anfal [8] : 11


2. *MEMBERSIHKAN PANCA INDERA*

Selanjutnya membersihkan Panca indera anggota tubuh kita, yang melakukan Maksiat, dosa dan kesalahan, 

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Q.S Ya Sin [36] : 65

Cara membersihkannya dengan *ISTIGHFAR DAN BERTAUBAT*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ 
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan *taubat yang semurni-murninya*. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai. 
Q.S At-Tahrim [66] : 8


3. *MEMBERSIHKAN JIWA*

Setelah Tubuh bersih dari kotoran Najis, Dan panca indera dari Dosa kesalahan, Maka yang tidak kalah penting kita *MEMBERSIHKAN JIWA* Yang selalu membawa Kejahatan :

وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya *nafsu (jiwa)* itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53

Cara membersihkannya Dengan *SELALU BERDZIKIR PADA ALLAH*

Hadits #1437

وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُوْلُ : (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ : لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِي ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ ))

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan].


4. *MEMBERSIHKAN RUH*

Yang paling penting dan utama adalah membersihkan *JIWA YANG PALING DALAM, YAITU RUH*.

Membersihkan Jiwa, Ruh, dari segala mahluk, sehingga, Hati kita menjadi *QOLBUN SALIM* Ke *KOSONGAN TAPI ISI, YANG ADA HANYA ALLAH*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *hati yang bersih.*”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Demikian Semoga ada Manfaat amin. 

WA alaikum salam wr. W. 

Jakarta, 16 April 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 26 Maret 2025

7 MARTABAT ALLAH

*7 MARTABAT ALLAH*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Martabat adalah Keberadaan Allah, Dari mulai, *KE ESAAN TUNGGAL, KESENDIRIAN KE KOSONGAN* Yang Ada hanya Dzat Allah, Hingga Allah *MEMPERKENALKAN DIRINYA* Hingga menjadi *WUJUD ADA, JELAS DAN DEKAT* Hingga Manusia Dapat *MENYAKSIKAN DENGAN MATA HATI atau QOLBUN SALIM*.

1. *ALAM AHADIYAH.*

Alam AHADIYAH Adalah Alam Martabat Allah, yang Ada Hanya *DZAT ALLAH, Yang ESA TUNGGAL*, MASIH KOSONG Tapi ISI, TIADA RUANG DAN WAKTU, HAMPA! Yang ada Hanya Allah, Semata. *sampai Kata Ada pun, belum Ada.*

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha *Esa*.
Q.S Al-Ikhlas [112] : 1

2. *ALAM WAHDAH*

Alam WAHDAH, adalah Dimana Allah, *INGIN DI KENAL, DIKETAHUI SYUKUR DI IBADAH* Allah ingin dikenal diluar dirinya, Atau *TA'AYUN AWAL LIMPAHAN AWAL , Manifestasi, Tajali, Penampakan Allah Awal, dengan *MEMPERKENALKAN DENGAN NAMA DAN SIFAT ALLAH* 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai *Asmaul Husna.* Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Berupa *KONSEP, IDE, BLUE PRINT, Berupa NUUR MUHAMMAD*

Hadis Qudsi, 
كُنْتُ كَنْزًا مَخْفِيًّا فَأَرَدْتُ أَنْ أُعْرَفَ فَخَلَقْتُ الْخَلْقَ لِيَعْرِفُوْنِي
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Kemudian Aku berkeinginan agar Aku dikenal. Maka Aku pun menciptakan makhluk agar mereka mengenal Aku”.

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Ta Ha [20] : 14

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ 
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib,(Tersembunyi) 
Q.S Al-Baqarah [2] : 3

3. *ALAM WAHIDIYAH*

Alam WAHIDIYAH adalah, *TA'AYUN SANI, LIMPAHAN KEDUA, DARI MANIFESTASI, TAJALI, HAKIKAT KEBERADAAN ALLAH,*.

Berupa, *PROGRAM DATA BASE, CATATAN SKENARIO, JALAN CERITA SINOPSIS, BERUPA LAUHUL MAHFUDZ, QODO DAN QADARNYA ALLAH*, 

*DENGAN SECARA DETAIL, DAUN KERIN, DAN HIJAU PUN , DAUN GUGUR, SAMPAI SEBUTIR BIJI DALAM KEGELAPAN ALLAH TAU, APALAGI KEHIDUPAN MANUSIA, SAMPAI HARI AKHIR, SURGA ATAU NERAKA*??!!! 

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

Artinya: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfudz)." (QS Al-An'am: 59

Jadi Sang Maha Sutradara Allah yang Alhak, Yang Tersembunyi Di Alam Ahad kemudian *INGIN DIKENAL*, Lalu memperkenalkan Diri-Nya Dengan *NAMA dan SIFATNYA* di Alam wahdah Lalu dibuatlah Jalan cerita skenario tercatat dalam *LAUHUL MAHFUZ* pada Alam Wahidiyah. 

4. *ALAM RUH*

Alam Ruh Adalah Dimana, Alhak Kholik, Mulai menciptakan Ruh Dari Bahagian Dari Diri-Nya, Bagaimana Allah Maha Pencipta bila tidak ada Ciptaan-Nya yaitu Mahluk. 

Yang Pertama Allah Ciptakan yaitu *RUH MUHAMMAD* Prototipe, Sampel, Contoh Uswatun hasanah, Contoh, yang *TERBAIK, SEMPURNA DAN MULIA*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu *suri teladan yang baik* bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya *RUH* (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
Q.S Al-Hijr [15] : 29

*Hadits*
أنا أبو البشر، أبو أرواح آدم
Aku adalah bapak seluruh manusia, ayah dari roh-roh Adam.

5. *ALAM MITSAL / JIWA*

Alam Mitsal inilah yang Disebut Jiwa. jadi pada saat *RUH* Masuk Ke Jasad tubuh,  Selanjutnya Allah Memanggil Ruh Dengan *JIWA atau NAFS*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai *JIWA*  yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Dan Setiap *JIWA* Membawa Program Softwere Aplikasi Bawaan *SIFAT KARAKTER MALAIKAT ATAU IBLIS* Yaitu *SELALU MENURUTI PERINTAH ALLAH ATAU MEMBANGKANG MELAWAN DURHAKA KEPADA ALLAH*

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA* itu (jalan) *kefasikan dan ketakwaannya,*
Q.S Asy-Syams [91] : 8

6. *ALAM AJSAM / JASAD*

Alam AJSAM JASAD adalah Sebagai tempat, Wadah atau Istana Kerajaan dari *JIWA*

Dari Seluruh jasad Atau Tubuh Manusia, Allah hanya melihat *HATI atau QOLBU* Tempat ISTANA PUSAT KEPEMERINTAHAN.

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

[HR. Muslim no. 2564]
Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian. [HR. Muslim no. 2564]

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan *HATI*  yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

Jadi Sampai di Martabat Ke Enam, Mulai Eksistensi, Keberadaan Allah yang Alhak, Tajalli, Berupa Jiwa yang berada di Qolbun Salim. 

Dan Hanya Jiwa Yang Orang Mukmin yang Qolbun Salim lah Allah akan bisa Hadir, disaksikan oleh Mata Hati, Sirrul Asrar.

رَأَيْتُ رَبِّيَ بِقَلْبِي
Aku melihat Tuhanku dengan mata hatiku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

قَلْبُ الْمُؤْمِنِ بَيْتُ اللَّهِ
Hati orang mukmin adalah rumah Allah.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam Hakim.

Hadits ini menjelaskan bahwa hati orang mukmin adalah tempat di mana Allah SWT bersemayam. Ini menunjukkan bahwa orang mukmin harus menjaga hatinya agar tetap suci dan bersih dari segala kejahatan dan Mahluk, sehingga Allah SWT dapat bersemayam di dalamnya.

مَا وَسِعَنِيِ السَّمَاءُ وَلاَ الأَرْضُ وَلَكِنْ وَسِعَنِيِ قَلْبُ مُؤْمِنٍ
Langit dan bumi tidak dapat menampung Aku, namun hati orang mukmin dapat menampung Aku.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah.

7. *ALAM INSAN KAMIL*

Insan Kamil (bahasa Arab: الإنسان الكامل) adalah konsep dalam tasawuf Islam yang merujuk pada manusia yang telah mencapai kesempurnaan spiritual dan memiliki karakteristik yang ideal. Yang Memiliki *KESADARAN HAKIKAT TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA*

1. *KESADARAN KENAL DIRI*

Berikut adalah ayat Al-Qur'an yang menyebutkan:

Surat Adz-Dzariyat ayat 21:
وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Dan pada diri kamu sendiri, tidakkah kamu memperhatikan?

Ayat ini menjelaskan bahwa manusia memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa dalam dirinya sendiri. Ayat ini mengajak manusia untuk memperhatikan dan menyadari potensi yang ada dalam dirinya, sehingga dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan tersebut.

Ayat ini juga sering dikaitkan dengan konsep "ma'rifa" atau pengetahuan spiritual, yang menekankan pentingnya mengenal diri sendiri dan potensi yang ada dalam diri sebagai langkah awal menuju pengenalan dan kebersatuan dengan Allah SWT.

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ
Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal Tuhannya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitab "Al-Adab Al-Mufrad" dan juga oleh Imam Al-Tirmidzi dalam kitab "Sunan Al-Tirmidzi".

Hadits ini menjelaskan bahwa mengenal diri sendiri (nafsu) adalah langkah awal untuk mengenal Allah SWT. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat memahami kelemahan dan kekurangannya, sehingga dapat memohon pertolongan dan bimbingan dari Allah SWT.

2. *KESADARAN BAHAGIAN DARI HARMONISASI KESEIMBANGAN ALAM SEMESTA*

Surat Al-Anbiya' ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, tidak hanya bagi umat Islam saja, tetapi juga bagi semua manusia dan makhluk lainnya di dunia ini.

Ayat ini menekankan pentingnya kasih sayang, kepedulian, dan kebaikan bagi semua makhluk, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah contoh yang baik dalam hal ini.

3. *KESADARAN SOSIAL MASYARAKAT DUNIA*

Surat Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan bagi manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.

Ayat ini menjelaskan bahwa umat Islam adalah umat yang terbaik karena memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menyuruh kepada yang ma'ruf (kebaikan).
2. Mencegah dari yang munkar (kejahatan).
3. Beriman kepada Allah SWT.

Dengan demikian, umat Islam diharapkan dapat menjadi contoh yang baik bagi umat lainnya dan dapat memainkan peran sebagai "rahmatan lil'alamin" (rahmat bagi seluruh alam).

4. *KESADARAN SEBAGAI KHALIFAH PEMIMPIN YANG RAHMATAN LIL'ALAMIN*

Yaitu Kesadaran Utama bahwa penciptaan Manusia adalah Sebagai Khalifah Pemimpin yang Rahmatan LIL'ALAMIN, Memakmurkan Dan mensejahterakan Manusia. 

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Q.S Al-Baqarah [2] : 30

1. Jadi Maha Sutradara *Al Hak* Allah, Ingin *DIKENAL*, 
2. Dengan Prototipenya, sebagai Contoh suri tauladan yang Sempurna *NUR MUHAMMAD*
3. Dengan Sekenario Jalan cerita, Sinopsis, tertuang dalam *LAUHUL MAHFUDZ*
4. Pemeran Utama *RUH MUHAMMAD*
5. Pemeran Pembantu *JIWA atau NAFS*
6. Tempat Lokasi Shooting *QOLBUN SALIM*
7. EKSPRESI *INSAN KAMIL Manifestasi HAKIKAT CITRA KEBERADAAN ALLAH SWT,*

Demikian, Bacalah dengan *MATA HATI* Agar dapat *HIKMAH*

WA alaikum salam Wr. Wb. 


Jakarta, 25. Maret 2025

PB. FORMULA
(Forum Ulama dan Aktivis Islam) 

Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Jumat, 14 Maret 2025

KEMBALLAH

*KEMBALI*

Assalamu'alaikum wr. Wb

Tubuh dari tanah, pasti bisa kembali ke tanah kuburan, 

Ruh dari Alloh, Apakah bisa kembali kepada Alloh, Bila tidak tau jalannya, alamatnya dan kendaraannya.? 

Kemballah Innalillahi WA innalillahi rojiuni kepada Allah dalam keadaan *KOSONG*
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, *“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.”*
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

Bila kembali kepada Alloh dengan membawa :

1. Bila bawa ilmu, Alloh tanya Ilmunya
2. Bila dengan bawa Amal Alloh timbang Amalnya
3. Bila dengan bawa Harta sedekah, Alloh hitung
4. Bila dengan Makrifat sejauh mana Mengenal Alloh

Tapi bila kembali kepada Alloh dengan *KOSONG* ( QOLBUN SALIM) Alloh tidak bertanya dan hisab, sama sama *IKLAS, DAN RIDHO*

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, *(Tiada Nilai)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. *(Kosong)*
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.*(Iklas)*
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jakarta, 15 Maret 2025

PB. FORMULA

Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Selasa, 11 Februari 2025

PERJALANAN PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

11. *TIDAK BUTA*

*BAGAIMANA KITA BISA KEMBALI KEPADA ALLAH, DALAM PERJALANAN PULANG BILA MATA KITA BUTA*

*Barang siapa didunia *BUTA* Maka di Akhirat *PASTI LEBIH BUTA LAGI* Al-Ayat. 

وَمَنْ كَانَ فِيْ هٰذِهٖٓ اَعْمٰى فَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ اَعْمٰى وَاَضَلُّ سَبِيْلًا
Dan barang siapa yang *BUTA  (HATINYA )* di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Q.S Al-Isra' [17] : 72

Kembali pada Allah, bukan Melihat Pakai *MATA KEPALA*  Kalo pake mata kepala, Yang dilihat adalah *HURUF DAN MAHLUK* , Manusia Baru bisa baca *HURUF* dengan  *KEPESANTREN ATAU KULIAH SEKOLAH AGAMA, Untuk bisa BACA* Huruf gundul, kita kuning, kitab putih, Atau Buku buku pengetahuan. Sehingga Pesantren Universitas, Mengapresiasi dengan memberikan *GELAR KARENA PINTAR DENGAN GELAR, PROF. DR. KIYAI, ULAMA, S. AG. M. AG, M. AG.. P. PDI, DAN LAIN-LAIN* Pinta *TAPI BELUM ATAU TIDAK IKLAS DAN RIDHO, MENGAMALKAN ILMUNYA, (DENGAN INGIN DIHARGAI DENGAN, AMPLOP, UANG , JABATAN DAN PUJIAN DARI MAHLUK*(BARU JADI ORANG PINTAR BELUM TENTU BENAR) 

Untuk bisa pulang kembali Kepada Allah bukan pakai mata kepala tetapi pakai *MATA HATI* ( AINUL BASHIROH  )!!! Orang yang sudah *IKHLAS DAN RIDHO* Sehingga walaupun kita *tidak begitu *PINTAR INSYAALLAH BENER*

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang *TENANG* . 
Q.S Al-Fajr [89] : 27

ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH* kepada Tuhanmu dengan *HATI* yang puas *(RIDHO)* lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

Jadi yang bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH MEREKA YANG JIWA TENANG DAN RIDHO*



Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 12 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Rabu, 15 Januari 2025

ASAL USUL MANUSIA

*ASAL USUL MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Manusia adalah Mahluk *RUHANI*

Rumus *RUH* + *TUBUH* = *NAFS*(JIWA / DIRI). 

1. *RUH* : Karena ruh yang masuk kedalam *TUBUH* Manusia. 

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِي فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ
Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan  Kutiupkan kepadanya *RUH*(ciptaan)Ku; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
Q.S Sad [38] : 72

2. Pada saat Ruh masuk kedalam Tubuh, maka Allah menyebutnya *NAFS*(Jiwa) , Mulai adanya *KEINGINAN* 
Dan Nafsulah yang Kembali kepada Allah. 

"يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ۝ ارْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً۝ فَادْخُلِى فِى عِبَادِى۝ وَادْخُلِى جَنَّتِى"
"Hai *NAFS* jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku."
Tidak semua, Nafs, Jiwa atau diri manusia bisa kembali kepada Allah Dengan *TENANG, DAN RIDHO* Bila tidak tau *CARA JALAN PULANG KE NEGERI AKHIRAT*

3. Nafs ini Mempunyai 2  Keinginan yaitu *TAAT dan MAKSIAT*

وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *jiwa* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *jiwa* itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

4. Pada saat Masuk kedalam *TUBUH* disebut *RUH* Pada saat keluar dari tubuh Allah memanggilnya *NAFSU*

5. Tempat Nafsu, Taat dan Maksiat adanya Di *QOLBU*(HATI❤) 

“إن الله لا ينظر إلى أجسامكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم” artinya Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan melihat *Qolbu* (hati) dan amal. 
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Maka *QOLBU* / HATI, Menjadi *TEMPAT ISTANA KERAJAAN YANG SELALU TIAP DETIK, MENJADI PUSAT PERTEMUAN, ANTARA MAKSIAT DAN TAAT*

Dan Istana kerajaan tidak mungkin dipimipin oleh *DUA RAJA* Apakah Raja *MAKSIAT atau TAQWA*

6. Sedangkan Pintu Keluar , masuk tertutup dan terbuka dari Qolbu *SUDUR*

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
Q.S An-Nas [114] : 4

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam *DADA* manusia,
Q.S An-Nas [114] : 5

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ
Bukankah Kami telah melapangkan untukmu *DADAMU* ?
Q.S Asy-Syarh [94] : 1

7. Tembok Benteng istana adalah *SYARIAT* Ibadah manusia. 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku (ibadah) .
Q.S Az-Zariyat [51] : 56

*KESIMPULAN*=

Manusia Adalah Mahluk *RUHANI* Karena Ruh yang Masuk kedalam *TUBUH* Manusia, 

Ruh yang *SUCI* Membawa *FITRA SIFAT ALLAH* Dan Tubuh dari Air saripati yang Kotor dan Hina, 

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهٗ مِنْ سُلٰلَةٍ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۚ
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
Q.S As-Sajdah [32] : 8

Istilah "air yang hina" dalam Al-Qur'an memiliki makna bahwa manusia terlahir dari sesuatu yang kotor, namun Allah SWT menyempurnakan manusia menjadi makhluk sebaik-baiknya.

Maka selanjutnya Allah Memanggil Ruh dengan Nafs atau Jiwa. Jadi Nafs adalah Ruh yang masuk Kuburan tanah Adam, yang tertutup Oleh, Nafsu Amarah, mulhamah, Sawwamah, dan Lawwamah. 

Dan Nafsu Juga punya Potensi untuk Taqwa, yaitu Nafsu Mutmainnah, Rodiah, Mardiyah,

Dua Potensi Fujur dan Taqwa inilah yang Berperang memperebutkan *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM*

Pendukung Nafsu Taqwa adalah *MALAIKAT*

Pendukung Nafsu Fujur Maksiat adalah *IBLIS DAN SYETAN*

Semoga Kita dapat Menguasai *ISTANA KERAJAAN QOLBU SALIM* dengan memperkuat *BENTENG ISTANA dengan BENTENG SYARI'AT* Terutama Pintu Benteng utama yaitu *PINTU SHOLAT* amin Ya Robbal alamin. 

WA alaikum salam wr. Wb. 

Jakarta 15 Januari 2025

PB FORMULA


TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Selasa, 14 Januari 2025

MAHLUK RUHANI

*MAHLUK RUHANI*

Sesungguhnya Manusia adalah Mahluk *RUHANI*, Karena Hakikatnya *Ruh* Yang Berpindah Pindah Alam. 

Waktu di Alam Ruh, Sebelum ke Alam Rahim dan Alam Dunia, Seluruh Ruh sudah Makrifattullah Mengenal Allah dengan Bersaksi dan Menyaksikan, ;
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil *kesaksian* terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Siapapun manusianya, bangsa dan Agamanya, Sudah *MENGENAL ALLAH*

Pada Saat Ruh ini didunia Allah berikan tempat tinggal di *Jasad / Tubuh* Manusia. 

Bersatunya *RUH + TUBUH*, Melahirkan Energi, Potensi atau Kekuatan berupa *NAFSU/JIWA / DIRI*.
وَنَفْسٍ وَّمَا سَوّٰىهَاۖ
demi *JIWA* serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Q.S Asy-Syams [91] : 7

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada *JIWA*  itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
Q.S Asy-Syams [91] : 8

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan *JIWA*  itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

Nafsu Inilah yang Menjadi Potensi Energi manusia untuk melakukan *TAAT ATAU MAKSIAT*.

Tapi Kecenderungan *JIWA dan NAFSU* berbuat *DOSA, NODA dan MAKSIAT* Hingga  Menjadi *KOTOR*, Bahkan Menjadikan *NAFSU SEBAGAI TUHAN*!

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa *NAFSUNYA SEBAGAI TUHANNYA*, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya, dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Q.S Al-Jasiyah [45] : 23

Jadi Nafsu itu adalah *RUH yang TERTIMBUN TUMPUKAN SAMPAH  Nafsu Amarah, Lawwama, Sawwamah, Mulhamah*

Maka Sebelum Ruh Manusia, Kembali kepada, Allah, Ruh harus *KEMBALI DALAM KEADAAN BERSIH JASAD DAN RUH*
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
" Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat *( KEMBALI)* dan menyukai orang-orang yang *MENSUCIKAN DIRI* menyucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222

Jadi Allah, Sangat *MENCINTAI TAUBAT KEMBALI KEPADA ALLAH DALAM KEADAAN BERSIH*

Tidak hanya bersih *TUBUH* Secara *Syaria'at* Juga bersih *RUH* Secara *MAKRIFAT*.

Makrifat tanpa Syariat adalah *SESAT* Sedangkan Syariat tanpa Makrifat *TIDAK DITERIMA*

Dan Allah Ingin Manusia kembali Kepada Allah, dalam Keadaan *JIWA Yang penuh *KETENANGAN, NYAMAN IKLAS, DAN SALING RIDHO MERIDHOI, PENUH DENGAN KEPUASAN, KEBAHAGIAAN DAN KENIKMATAN, YANG ALLAH JANJIKAN*!!!

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa *(NAFSU)* yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ
*KEMBALILAH*  kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
dan masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

Tetapi Tidak Semua manusia *TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*, yang Tau saja belum tentu mau kembali, apalagi manusia *YANG TIDAK TAU MENGENAI ASAL USUL DIRINYA*.

*BARANG SIAPA KENAL AKAN DIRINYA PASTI TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*! 

Ada beberapa Faktor *KITA TAU JALAN PULANG KEMBALI KEPADA ALLAH*: 

1. TAU HAKIKAT DIRI
2. TAU RUTE JALAN PULANG
3. PUNYA KENDARAAN PULANG. 
4. ADA PETA ALAMAT PULANG
5. MATA TIDAK BUTA
6. PAHAM RAMBU JALAN
7. BERSAMA DENGAN ORANG YANG TAU JALAN PULANG. 
8. LAMPU PENERANGAN BILA GELAP
9. BAWA BEKAL
10. MENGENAI ALLAH

Suka atau tidak suka pulang, kita *PASTI PULANG KEMBALI KE KAMPUNG NEGERI AKHIRAT, INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI'UN*. 

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “ *Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun* .”
Q.S Al-Baqarah [2] : 156

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian *KAMU AKAN DIKEMBALIKAN KEPADA ALLAH*, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Semoga kita bisa *KEMBALI KEPADA ALLAH, AMIN*

Bersambung, 

Jakarta, 14 Januari 2025

*PB FORMULA*


Tg. Drs. Dedi Hermanto
Ketum

Kamis, 09 Januari 2025

PULANG KAMPUNG

*PULANG KAMPUNG*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Setiap Lebaran pada umumnya tradisi Ummat Islam di Indonesia Mudik atau pulang kampung. 

Tapi tidak sedikit juga yang tidak mau pulang kampung, merasa Enak, nyaman dan senang di negeri Orang. 

Atau sanking jauh dan lamanya dia *SUDAH TIDAK TAU LAGI JALAN PULANG KAMPUNG*! 

Atau memang dia *TIDAK TAU PULANG KAMPUNG KARENA TIDAK TAU ASAL USULNYA*.

Pada diri Manusia ada 3 UNSUR DAN KEMBALI *PULANG KAMPUNG PADA UNSURNYA MASING-MASING* ada 3 Unsur yang Kembali *KEPEMILIKANNYA*

1. TUBUH : Asal tanah kembali ke *TANAH*

2. RUH : Ruh dari Allah kembali ke *ALLAH*

3. AMAL : Apapun Amal perbuatan Taat atau Maksiat kembali pada *DIRI MANUSIA*

Jadi yang *KEMBALI Pulang Kampung *NEGERI AKHIRAT adalah : *RUH / JIWA* Kembali *MENEMUI ALLAH*

الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَاَنَّهُمْ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ
(yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan *KEMBALI* kepada-Nya.
Q.S Al-Baqarah [2] : 46
وَاَنِيْبُوْٓا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَسْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ
Dan *KEMBALILAH*  kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
Q.S Az-Zumar [39] : 54

فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Maka segeralah *KEMBALI* kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
Q.S Az-Zariyat [51] : 50

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan *DIKEMBALIKAN* kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Q.S Al-Jumu'ah [62] : 8

Sebelum RUH Keluar dari Jasad Menemui Allah, *ALANGKAH BAIKNYA SELAGI DI DUNIA KITA MENYERAH KAN DIRI KITA BERTEMU ALLAH, SEBAGAI  MUSLIM ( PASRAH DAN SELAMAT).*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam *(berserah diri)* .
Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Sejak kapan kita berislam berserah diri kepada Allah!!! Sebagai Muslim.

Siap atau tidak siap *SEBAIKNYA KITA MEMPERSIAPKAN DIRI KITA UNTUK SELALU SIAP PULANG KAMPUNG AKHIRAT, KAPAN SAJA*!!! dari pada kita dipaksa pulang dengan *TANPA PERSIAPAN DAN BEKAL AMAL SHOLEH*.

*PERSIAPAN PULANG KAMPUNG KE NEGERI AKHIRAT*

1. *MEMILIKI KENDARAAN*  :

Kita Mesti Punya Kendaraannya yaitu *DUA KALIMAT SYAHADAT*, inilah yang bisa Mengantarkan kita Menemui Allah. 
عَنْ مُعَاذَ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ   Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’.”

2. *BAWA PERBEKALAN*:

 *AMAL SHOLEH*
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَاۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ تُرْجَعُوْنَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.
Q.S Al-Jasiyah [45] : 15

3. *MENGETAHUI JALANNYA*: 

Jalan *LURUS MENDAKI DAN SUKAR*
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
Q.S Al-Fatihah [1] : 6

فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَۖ
Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang *MENDAKI*  lagi *SUKAR* ?
Q.S Al-Balad [90] : 11

4. *MENGETAHUI ALAMATNYA* :

Berupa AlQuran dan Hadis, Dan Alam semesta, kita tidak akan tersesat, 
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ [رواه مالك]
Artinya: “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara, selama-lamanya tidak akan tersesat jika kamu sekalian senantiasa berpegang kepada keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” [HR. Malik]

5. *JANGAN BAWA BEBAN BERAT*:

KOSONGKAN HATI yaitu Qolbun Salim, 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89


6. *ISTIRAHAT DI REST AREA*:

Yaitu Majelis Taklim dan Dzikir. 
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

7. *SERING BERTANYA SAMA YANG SUDAH PULANG KAMPUNG*: 

Yaitu orang orang *SHOLEH*
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.

8. *JANGAN MELANGGAR RAMBU LALULINTAS*

Yaitu *SYARIAT* Hukum agama islam. 
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَىٰ شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا
“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu *syariat* (peraturan) dari urusan (agama itu)…” (Q.S. Al-Jatsiyah: 18)

9. *BERJALAN DENGAN BAIK DAN BENAR*

IHSAN Ahlakul Karimah
إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan *akhlak mulia.*" (HR. Al-Baihaqi).

10. *MENGENAI SIAPA YANG KITA TEMUI UNTUK PULANG*

Awal agama Mengenal Allah, 
وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), *“Bukankah Aku ini Allah Tuhanmu?*” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),”
Q.S Al-A'raf [7] : 172.

Demikian Semoga Kita *TERMASUK YANG ALLAH PERMUDAHKAN KEMBALI PULANG, DENGAN RIDHO DAN KASIH SAYANG NYA, AMIN*

Waalaikum salam Wr. Wb. 

Jakarta, 9 Januari 2025

PB. FORMULA


Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto
Ketum

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...