Senin, 21 November 2022

100 AHLAK ROSULULLAH

100 Keutamaan Rasulullah Saw

Imam Shadiq as berkata, "Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah Saw."

1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.

2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.

3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.

4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya... tidak ada seorangpun yang mendahuluinya dalam mengucapkan salam.

5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.

6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.

7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.

8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.

9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.

10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.

11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.

12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.

13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.

14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.

15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.

16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.

17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.

18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.

19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yang tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.

20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.

21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.

22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.

23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.

24. Senantiasa mengulang-ulangan jawabanya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.

25. Bila mendengar ucapan yang tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian?"

26. Banyak bergaul dengan fakir miskin dan makan bersama mereka.

27. Menerima undangan para abdi dan budak.

28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.

29. Melakukan silaturahmi lebih dari yang lain.

30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.

31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.

32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yang menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, "Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir."

33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.

34. Tidak pernah merendahkan seseorang.

35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.

36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.

37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.

38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.

39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.

40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.

41. Selalu menjenguk orang yang sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yang sangat jauh.

42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.

43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.

44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.

45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yang manakah Rasulullah.

46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.

47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.

48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.

49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.

50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.

51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.

52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah Saw. Beliau selalu mengatakan, "Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!"

53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada beliau, Rasulullah Saw pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yang baik.

54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.

55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.

56. Rasulullah Saw sangat menjaga perasaan orang-orang asing.

57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.

58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.

59. Saat gembira, Rasulullah Saw memejamkan kedua matanya dan tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.

60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.

61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.

62. Rasulullah Saw mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.

63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.

64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.

65. Saat marah karena Allah, tidak seoranpun yang akan mengenalnya.

66. Rasulullah Saw tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.

67. Tidak ada sifat yang paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.

68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.

69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.

70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.

71. Duduk dan makan di atas tanah.

72. Tidur di atas tanah.

73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.

74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.

75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.

76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.

77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.

78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumny pasti diberikan kepada fakir miskin.

79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Jumat.

80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.

81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.

82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.

83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudu dan setiap mengambil wudu pasti menyikat giginya.

84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.

85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.

86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.

87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.

88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.

89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.

90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.

91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.

92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.

93. Tidak pernah makan dua model makanan.

94. Ketika makan tidak pernah sendawa.

95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.

96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.

97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. A

98. Masalah harga diri, masalah kecil, tapi bila masalah ke imanan jadi masalah besar. Bukan sebaliknya

99. Rosulullah Kaya setelah jadi Rosulullah umur 40 tahun, Hartanya bersama harta isterinya Siti Khadijah habis untuk Dakwah. 

100. Sangat memuliakan fakir miskin dan anak yatim. 

Senin 21 November 2022

PB. FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Rabu, 16 November 2022

KETIDAKTAHUAN

*KETIDAKTAHUAN*

⛵Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.

فَاَنْجَيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ
Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 119

🔥 Nabi IBRAHIM belum tahu kalau Api tidak bisa membakar tubuhnya. 

قُلْنَا يَانَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَۙ
Kami berfirman, "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim,"
Q.S Al-Anbiya' [21] : 69

🎋Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya. 

فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِۚ
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan setiap belahan adalah seperti gunung yang besar.
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 63

💝Yg Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap
Berbuat yang Terbaik

💝 Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, *ALLAH telah menyiapkan Kejutan!*

💝SERINGKALI *Allah Berkehendak di-detik2 terakhir* dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.

💝Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Allah mencintai kita dgn cara2 yg kita tidak duga dan kita tidak suka.

💝Allah memberikan apa yg kita *BUTUHKAN*, bukan apa yg kita *INGINKAN* !

💝Lakukan bagianmu saja berupa *USAHA & DOA*, dan biarkan 
*Allah akan mengerjakan bagianNYA dengan, *QADAR yang TERUKUR dan TIDAK TERTUKAR REJEKI MAHLUK NYA*

وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرً
Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi segala sesuatu.
Q.S Ath-Thalaq [65] : 3

Tetaplah *BAIK SANGKA*.
Tetaplah *PERCAYA*. 
Tetaplah *YAQIN*
Tetaplah meraih *RidhoNYA* Aamiin .

PB. FORMULA

Rabu, 16 November 2022


Tg. DRS. DEDI HERMANTO
KETUM

Sabtu, 05 November 2022

TAKUT

*TAKUT*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Semua orang pasti pernah mengalami rasa *TAKUT* dan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia, baik zaman dahulu sampai akhir kemudian. 

Rasa Takut adalah sesuatu yang akan membuat manusia Menjadi *Kwatir berlebihan, Pikiran jadi kacau, dan akan mempengaruhi kesehatan tubuhnya*

*Pada rasa takut yang berlebihan, akan melakukan sesuatu yang aneh diluar akal sehat, bahkan cenderung bunuh diri.*

Rasa takut juga muncul dikarenakan, Takut kehilangan sesuatu, yang dia pikir semua yang ada di dunia itu Abadi, baik *HARTA, TAHTA, MAHKOTA DAN WANITA*, Ini adalah suatu kesalahan dalam berfikir. Kita *TERTIPU OLEH PIKIRAN KITA SENDIRI* seolah olah Dunia segalanya. 

Rasa *TAKUT tidak ada pada dua TEMPAT, pada saat kita *SUDAH TAKUT DIDUNIA akan ALLAH, maka di AKHIRAT tidak ada rasa takut lagi,*

Tetapi bila *DIDUNIA TIDAK TAKUT sama ALLAH, Berbuat MAKSIAT, Maka DIAKHIRAT akan MATI KETAKUTAN*

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ مُبَارَكِ بْنِ فَضَالَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ أَخْرِجُوا مِنْ النَّارِ مَنْ ذَكَرَنِي يَوْمًا أَوْ خَافَنِي فِي مَقَامٍ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada Abu Daud dari Mubarak bin Fadlalah dari Ubaidullah bin Abu Bakar bin Anas dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau berkata: "Allah berfirman: *'Keluarkanlah dari neraka orang yang mengingat-Ku pada suatu hari atau takut kepada-Ku pada suatu tempat"*. Dia berkata; "Hadits ini hasan gharib".

*HAKEKATNYA RASA TAKUT itu ALLAH INGIN MENCOBA atau MENCICIPI siapa di antara Manusia yang sudah BENAR BENAR BERIMAN* ( Sebagai mana juru masak yang mencoba masakannya sudah enak apa belum, bila belum Pasti ditambah bumbu masak atau Ujian, Lalu dicoba lagi, dan seterusnya, sampai benar benar Nikmat masakan tersebut. )

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 155

Jadi kenapa kita mesti *TAKUT YG BERLEBIHAN, HINGGA MENDERITA, JADI PENYAKIT, PUTUS ASA, CENDERUNG BUNUH DIRI.*

قُلْنَا لَا تَخَفْ اِنَّكَ اَنْتَ الْاَعْلٰى
Kami berfirman, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).
Q.S Tha Ha [20] : 68

Dan sesungguhnya para Nabi dan Rosul, Hanya memberikan peringatan kepada manusia yang *TAKUT AKAN KEKUASAN ALLAH, WALAUPUN IA TIDAK MELIHAT NYA*
اِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِۚ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَّاَجْرٍ كَرِيْمٍ
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan *yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatNya*. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Q.S Ya Sin [36] : 11

Dan hanya para *ULAMA dan WALI ALLAH LAH, yang TIDAK PUNYA RASA KWATIR DAN BERSEDIH di dunia yang TIDAK KEKAL INI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Marilah kita selalu *baik sangka sama ALLAH, dan selalu OPTIMISTIS*

Yang benar dari Allah, yang salah dari Saya, yang penuh Dosa, semoga Allah ampuni Dosa kita Amin. 

Jakarta 6 November 2022.

PB FORMULA

TG. DRS. DEDI HERMANTO
Pimpinan

Jumat, 04 November 2022

IDENTITAS

*IDENTITAS*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Identitas adalah sesuatu *JATI DIRI MANUSIA SESUNGGUHNYA YANG SANGAT MUTLAK, TIDAK BOLEH HILANG, DAN TERUS DIJAGA HINGGA AKHIR KEHIDUPAN*

Dan Allah, Telah Memberitahukan, Menginformasikan, dan memberikan *KESAKSIAN IDENTITAS* Kepada calon manusia yang akan lahir ke Dunia, pada saat di Alam Arwah, Dalam firman Allah ;

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan *Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?*" Mereka menjawab, *"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.*" (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi Allah telah *MENDOWNLOAD SOFTWARE IMAN, TAUHID DAN MAKRIFATULLAH* Kepada calon manusia. lahir ke Dunia. 

Jadi Tidak ada alasan Manusia untuk Tidak mengenal Allah. Inilah *IDENTITAS IMAN*

*JATI DIRI IDENTITAS SELANJUTNYA ADALAH AGAMA ISLAM* Sebagai mana Allah berfirman ;

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
 ," Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah *Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu*. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 3

Jadi *TIDAK MUNGKIN KITA MENGHILANGKAN IDENTITAS KITA BERUPA : NIKMAT ISLAM DAN IMAN.*

Dan yang paling penting Nikmat Islam dan Iman yang Allah berikan kepada Ummat Islam, Janganlah kita *MERASA PALING BENAR, DAN YANG LAIN SALAH*

Karena Iblis saja merasa *PALING BENAR* Sudah Allah Usir dari Surga, Sebagaimana Firman :

قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَۗ قَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Allah berfirman, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis, *"Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."*
Q.S Al-A'raf [7] : 12

Dan *IDENTITAS UMMAT ISLAM, BERUPA IMAN DAN ISLAM INI, HARUS TETAP TERJAGA SAMPAI AKHIR KEHIDUPAN.* 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan *janganlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan beragama ISLAM.*
Q.S Ali 'Imran [3] : 102.

Jadi mana mungkin Ummat Islam yang terbesar ini *MESTI KEHILANGAN IDENTITAS* Di bumi Nusantara ini. 

Dan yang sangat Aneh, *APABILA ADA MANUSIA YANG TIDAK MEMPUNYAI IDENTITAS YANG BENAR!?!?* 

Apabila ada pernyataan dari para Pemimpin dan pejabat bahwa, *" Saya Presiden, Menteri, Kapolri atau Pejabat, yang kebetulan beragama Islam* ini suatu pernyataan yang salah. 

Kenapa agama Islam hanya *Kebetulan*???. 

Yang benar adalah, *" SAYA INI BERAGAMA ISLAM, YANG KEBETULAN MENDAPAT AMANAH KEPERCAYAAN JADI PRESIDEN, MENTERI, PEJABAT* Ini yang Benar. *(Jadi Jabatan cuma sesaat dan kebetulan)*

Kenapa mesti Malu akan *Identitas islam* Kita mesti *TOTAL DALAM BERAGAMA ISLAM*

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةًۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Hai orang-orang yang beriman, *masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan,(TOTAL)* dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
Q.S Al-Baqarah [2] : 208

Jadi apabila ada pihak pihak merasa malu, dan pobia dengan islam, dipastikan mereka itu temannya Syetan, *KARENA HANYA SYETANLAH YANG TIDAK SUKA, APABILA NIKMAT IMAN DAN ISLAM KITA NAIK.*

Yang benar dari Allah, yang salah dan banyak Dosa saya sendiri. 

Semoga ada Manfaat nya, Amin. 

Jakarta, 5 November 2022.

MAJELIS NUUR ISLAMI

TG. DRS. DEDI HERMANTO. 
PIMPINAN

Kamis, 03 November 2022

KARAKTER SESEORANG MUSLIM

*KARAKTER SEORANG MUSLIM*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

1.*KESEDERHANAAN*
RENDAH HATI dan KESEDERHANAAN

Allah Ta’ala mencintai hamba-hamba-Nya yang tawadhu’, rendah hati dan tidak sombong. Orang tawadhu’ memiliki derajat tinggi di sisi Allah Ta’ala.
“Tidaklah seseorang tawadhu’ karena Allah kecuali Allah Azza wa Jalla mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim)

Menurut Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, hadits tersebut mempunyai dua makna:
Pertama, Allah SWT akan meninggikan derajat orang tawadhu’ di dunia dan mengokohkan sifat tawadhu’nya dalam hati sehingga Allah mengangkat derajatnya di mata manusia.
Kedua, pahala di akhirat, yakni Allah SWT akan mengangkat derajatnya di akhirat disebabkan tawadhu’nya di dunia.
Sebagaimana akhlak mulia lainnya, sifat tawadhu’ akan mendatangkan rasa cinta, persaudaraan, dan menghilangkan kebencian di antara manusia.
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mewahyukan kepadaku (Muhammad) agar kalian bersikap tawadhu’, hingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya atas orang lain dan tidak ada lagi orang yang menyakiti atas orang lain.” (HR. Muslim).

*Lawan sifat tawadhu adalah SOMBONG, congkak, atau takabur.* Allah SWT membenci orang yang sombong, seperti memalingkan muka kepada manusia karena merasa “hebat”.
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman [31]: 18).

Ibnu Abbas r.a. berkata tentang ayat di atas, “Yaitu janganlah kamu sombong, sehingga membawa kalian merendahkan hamba Allah dan berpaling dari mereka jika mereka berbicara kepadamu.” [Fathul Qodir]

“Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqon [25]: 63).

وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۚ اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْاَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُوْلًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Q.S Al-Isra' [17] : 37

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari telah menceritakan kepada kami Abu Al Ahwash dari 'Atha bin As Saib dari Al Aghar Abu Muslim dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah Subhanahu berfirman: 'Kesombongan adalah pakaian-Ku, dan kebesaran adalah selendang-Ku, siapa saja yang mencabut salah satu dari keduanya dari-Ku, maka akan Aku lemparkan ia ke neraka Jahannam."

*RENDAH HATI* 
sifat bijak yang selalu memposisikanya sama,tidak lebih baik, pintar dan mulia dari orang lain, dan senantiasa menghormati dan melayani orang lain apapun keadaanya,,,

*RENDAH DIRI* 
sifat orang bodoh yang selalu menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain, setiap saat selalu , minder, sukar bergaul, malu, pesimis dan tidak percaya diri, serta ketakutan yang berlebihan. 

*RENDAH HATI* kemuliaan akan timbul, tapi bila *RENDAH DIRI*, kehinaan yang akan muncul. 

*RENDAH HATI* orang yang selalu disegani dan dicintai. 

*RENDAHKANLAH* dirimu,sebelum orang lain merendahkanmu,

*RENDAH HATI* 
tidak pernah merasa lebih PINTAR dan LEBIH BENAR DARI ORANG LAIN cenderung BERBEDA, bukanya BERDEBAT, lebih suka BERBUAT dari pada BERBICARA

2. *QONA'AH / CUKUP*

Orang yang qanaah adalah orang yang tidak boros dan tidak pula kikir. Hal ini dijelaskan Allah dalam firman-Nya:

وَالَّذِيْنَ إِذَآ أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَامَا
Artinya: “Dan mereka yang apabila memberi nafkah belanja (sedekah) tidak memboros dan tidak kikir maka pertengahan antara kedua sifat itu.” (Q.S. al-Furqan: 67).

*FUNGSI QONA'AH / CUKUP.* 

1. sebagai *STABILISATOR*, senantiasa merasa TENTRAM, DAMAI dan TENANG, dapat mengendalikkan EMOSI, serta LAPANG DADA. 

Kekayaan dan kemiskinan, tergantung KEPUASAN HATI, ,,,, BUKANYA DARI MENUMPUKNYA HARTA YANG BANYAK,

2. Sebagai *DINAMINISATOR* senantiasa sebagai *ENERGI PENDORONG* untuk meraih *KESUKSESAN dan KEBERHASILAN*

*SIFAT KARAKTER, PRIBADI dan JATI DIRI* seorang muslim, agar tidak jatuh pada *KEPUTUSASAAN dan KESERAKAHAN*. 

*Menerima apa adanya, berserah diri pada ALLAH , setelah berusaha semaksimal mungkin, dan berdo'a.*

3. *BERSYUKUR.*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

PENGEMIS !

pengemis ;" Whaahhk,, ini rumah besar amat yaa,,baguss,,lagi,pasti yang punya ORANG KAYA,,,", kebetulan ada yang punya rumah,, " Tuan,,tuann,,, saya minta rejekinya tuannn,karena sa saa saya belum makan tuannn,,", !

orang kaya ; " Ma'af,",Tidak ada, lain kali saja,,",!!!

pengemis, ; " kaloo gitu,tolong minta minum dehk, awuss nih,,pak,,", !!!

Orang kaya ; " Yackhh ella,,nihh orang repot amatt,nggak,nggak ada,saya lagi sibukk,,nikh, bisniss,,," udah lain kaliii aja,,, !!!,

pengemis ; " Masya ALLAH,rumah sebesar gini bagus dan mewah,NASI sama AIR PUTIH,,aja kagak,adaaach !!!"",,,,,,,,,,,, Tuan,,,tuannn,,,""!!

orang kaya ; " Adda ,,,appa lagiii,,"!!

pengemis ; " mendingan Tuan sama saya,,,NGEMIS BARENG,,YUKH,,", ( SAMBIL LANGSUNG KABUR,,)

*BANYAK ORANG KAYA, YANG TIDAK BISA BERPERAN DAN BERKARAKTER JADI ORANG KAYA,!!! 

kesenangan dan kebahagiaan belum tentu, membuat orang dapat *BERSYUKUR*, tetapi dengan berSYUKUR, orang akan merasakan *KESENANGAN DAN BAHAGIA*

4. *BERSABAR*

*Diawali dengan *KESULITTAN* dan dijalankan dengan *KESABARAN* diakhiri dengan *KEMUDAHAN* dan *KESUKSESAN*.

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِۙ
Dan orang-orang yang *SABAR* karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
Q.S Ar-Ra'd [13] : 22

Sifat *SABAR*, hanya diberikkan kepada manusia,untuk menahan dan mengendalikkan hawa nafsu, sedangkan bagi HEWAN,hawa nafsu untuk disalurkan dan dituntaskan,tidak diberi sifat SABAR,,

*KESABARAN* bukan karena keterpaksaan *SABAR* karena kerelaan dan keiklasan. 

*Penyakit kehidupan adalah *KESULITAN* Obatnya adalah *KESABARAN*

Sifat *SABAR,* hanya diberikkan kepada manusia, untuk *menahan dan mengendalikkan hawa nafsu* sedangkan bagi *HEWAN* hawa nafsu untuk disalurkan dan dituntaskan!,

Semoga ada manfaat nya amin. 

Jakarta, 4 November 2024

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


Tg. Drs. Dedi Hermanto

Jumat, 21 Oktober 2022

MAHLUK ROHANI

*MAHLUK ROHANI*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Manusia adalah Mahluk *ROHANI*, Karena Roh manusialah yang berpindah tempat atau alam. 

Walau sedikit sekali, Allah beri pengetahuan tentang Roh, :

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku," dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.
Q.S Al-Isra' [17] : 85

1. *ALAM ARWAH / ROH*

Pada saat Roh manusia di Alam ARWAH, sebelum turun dan pindah ke Alam Rahim, Allah beri *KESAKSIAN* atau *KOMITMEN* pada Kepada Roh, bahwa *ROH SUDAH MENGENAL ALLAH, DALAM KESAKSIANNYA*

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi siapapun manusia nya, suku, bangsa, dan agamanya sudah mengenal Allah. 

2. *ALAM RAHIM*

Dari Alam Arwah ke Alam Rahim, 

ثُمَّ جَعَلْنٰهُ نُطْفَةً فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍۖ
Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
Q.S Al-Mu'minun [23] : 13

3. *ALAM DUNIA*

Roh Manusia berpindah lagi dari Alam Rahim ke Alam Dunia. 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78

4. *ALAM BARZAH / KUBUR*

Dari Alam Dunia ke Alam Kubur. 

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ
kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur,
Q.S 'Abasa [80] : 21

5. *ALAM AKHIRAT*

Dan dari Alam kubur lalu dibangkitkan ke Alam Akhirat. 

قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْ
Mereka berkata, "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).
Q.S Ya Sin [36] : 52.

Ternyata Manusia adalah *MAHLUK ROHANI* Tetapi anehnya kenapa manusia hanya *FOCUS MEMPERHATIKAN KESEHATAN DAN KECANTIKAN TUBUH* Yang akan *HANCUR BUSUK DIDALAM TANAH*

*UMUR MATI LEBIH LAMA DARI UMUR HIDUP*

Semoga kita dapat memberikan makan, ROHANI KITA, DENGAN ILMU DAN AMAL YANG BERMANFAAT, AMIN. 

Jakarta, 21 Oktober 2022.

Majelis Nuur Islami. 

Tg. Drs. Dedi Hermanto.

Jumat, 30 September 2022

3 KECERDASAN MANUSIA

*ADA 3 KECERDASAN MANUSIA*

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

1. *KECERDASAN AQAL* 

Agar Aqal bisa Cerdas mesti Aqal tersebut *HIDUP* dan agar Aqal Hidup mesti diberikan *MAKAN* sedangkan makanan Aqal itu adalah *MENUNTUT ILMU* bila Aqal kita sudah mulai Hidup, kita DENGAN MUDAH DAPAT *BERFIKIR* UNTUK MENCARI SOLUSI ATAU JALAN KELUAR SETIAP MASALAH KEHIDUPAN KITA. 

Alat pengukur kecerdasan manusia adalah IQ. ( Intelegensi Qoation) 

Untuk itu Jadilah Manusia yang *CERDAS* Disaat manusia *MENGUMPULKAN HARTA BENDA , JABATAN DAN WANITA UNTUK KESENANGAN BEKAL HIDUP, JUSTRU KITA MENGUMPULKAN BEKAL AMAL SHOLEH DAN KEBAIKAN PERSIAPAN MATI.!*

*KALAU SUDAH MATI, TIDAK MUNGKIN LAGI KITA BISA KEMBALI HIDUP SEKEDAR SUJUD IBADAH PADA ALLAH.* SEMUANYA AKAN JADI PENYESALAN YANG TIDAK GUNA. 

وَهُمْ يَصْطَرِخُوْنَ فِيْهَاۚ رَبَّنَآ اَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِيْ كُنَّا نَعْمَلُۗ اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ فَذُوْقُوْا فَمَا لِلظّٰلِمِيْنَ مِنْ نَّصِيْرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk *BERPIKIR* bagi orang yang mau *BERPIKIR* dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

Q.S Fathir [35] : 37

2. *KECERDASAN RASA atau EMOSI*

Kita sebagai manusia harus bisa *MENGENDALIKAN RASA ATAU EMOSI* Apabila kita mempunyai RASA CINTA, terhadap Mahluk sisihkan untuk kita Tidak punya Rasa menyukainya, bila kita terlalu *BERLEBIHAN DALAM RASA SUKA, KASIH DAN CITA BERLEBIHAN, SUATU SAAT KITA AKAN KECEWA*

Begitupun bila kita punya rasa tidak suka dan benci janganlah berlebihan, silahkan untuk suatu saat kita menyukai dan mencintai. 

Karena didunia ini kadang senang, kadang susah, kadang suka dan duka, dan tidak mungkin kita senang terus atau kita bersedih terus,.

Sebagai Pengendali RASA SENANG, SUKA DAN BAHAGIA KITA MESTI = *BERSYUKUR*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan *BERSYUKURLAH* kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

Sedangkan Pengendali dari RASA SEDIH, SUSAH DAN KECEWA MESTI =  *BERSABAR*
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
Q.S Al-Baqarah [2] : 45.

Dan Alat Pengukur Kecerdasan Emosi adalah = EQ ( Emotion Quation)

3. *KECERDASAN SPRITUAL* Yaitu Suatu kecerdasan yang sungguh sungguh *DALAM MENDEKATI DIRI HATI INI KEPADA ALLAH, HINGGA DENGAN HATI YG SELALU MENGINGAT ALLAH AKAN MENJADI TENANG.*

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ الْهَرَوِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ قَالَ إِذَا تَقَرَّبَ الْعَبْدُ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِذَا تَقَرَّبَ مِنِّي ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِذَا أَتَانِي مَشْيًا أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abdurrahim telah menceritakan kepada kami Abu Zaid Said bin Rabi' Al Harawi telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Anas radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau riwayatkan dari Rabbnya (hadis qudsi), Allah berfirman: "Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."

Inilah yang dinamakan kecerdasan SQ ( Spritual Qoation). 

Yang benar dari Allah, yang salah dari saya Alfaqir, Semoga ada manfaat nya Amin. 

Ini Materi kajian, MAJELIS NUUR ISLAMI, 

Jakarta, 30 September 2022.


Tg. DRS DEDI HERMANTO.

Senin, 19 September 2022

HIDAYAH ATAU PETUNJUK

Ada 5 *HIDAYAH* atau *PETUNJUK*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Lawan Hidayah adalah Dholalah Sesat. 

1. *HIDAYAH ILHAMI* / insting / Naluri =

Naluri untuk mencari makan, mempertahankan hidup, melanjutkan keturunan dan lainnya. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Q.S Asy-Syams [91] : 8

2. *HIDAYAH ALHAWASI* /  Panca indera. 

Merespon lingkungan, Sedih senang. Suka duka, Terang gelap, panas dingin dan lain nya, 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78

3. *HIDAYAH AQAL* / Aqal

Setandar kebenaran aqal setiap Manusia berbeda. Baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. 

اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? *Hanyalah orang-orang yang berakal* saja yang dapat mengambil pelajaran,

Q.S Ar-Ra'd [13] : 19

Bagi kaum Atheis tidak berTuhan, mereka cukup tiga Petunjuk untuk mengetahui kebenaran,

1. Naluri, 
2.Panca indra 
3. Akal. 
*"Bila cukup hanya 3 Saja, tidak ada bedanya dengan Hewan"*

*Karena setiap akal manusia mempunyai standar kebenaran berbeda beda, dengan Rahmat Allah, Allah turunkan Standar Dien agama Islam. Untuk sebagai standar UTAMA KEBENARAN*

4. *HIDAYAH DIEN*/ Agama Islam 

Standar Operasi prosedur Hidup di dunia. Untuk menyatukan kebenaran hanya dengan mencari ridho Allah. 

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Semua Orang bisa mempelajari Ilmu agama Islam, tapi tidak semua orang Islam bisa mengamalkan nya. 

Maka perlu hidayah Taufiq

5. *HIDAYAH TAUFIQ* 

*Allah mudahkan siapa yang Allah beri Ilmu dapat mengamalkan ilmu dan Diringankan ibadah pada  Allah. Dengan butuh, Ridho dan cinta dalam mengamalkan nya. 

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ 

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan *tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehedaki,* 

Q.S Al-Baqarah [2] : 272

Semoga ada manfaat. nya, Amin

Jakarta,
Senin 19 September 2022

PB. FORMULA
FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM 

Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Minggu, 18 September 2022

*HIDAYAH ATAU PETUNJUK*

Ada 5 *HIDAYAH* atau *PETUNJUK*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Lawan Hidayah adalah Dholalah Sesat. 

1. *HIDAYAH ILHAMI* / insting / Naluri =

Naluri untuk mencari makan, mempertahankan hidup, melanjutkan keturunan dan lainnya. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Q.S Asy-Syams [91] : 8

2. *HIDAYAH ALHAWASI* /  Panca indera. 

Merespon lingkungan, Sedih senang. Suka duka, Terang gelap, panas dingin dan lain nya, 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78

3. *HIDAYAH AQAL* / Aqal

Setandar kebenaran aqal setiap Manusia berbeda. Baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. 

اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? *Hanyalah orang-orang yang berakal* saja yang dapat mengambil pelajaran,

Q.S Ar-Ra'd [13] : 19

Bagi kaum Atheis tidak berTuhan, mereka cukup tiga Petunjuk untuk mengetahui kebenaran, 1. Naluri, 2.Panca indra 3. Akal. 

*Karena setiap akal manusia mempunyai standar kebenaran berbeda beda, dengan Rahmat Allah, Allah turunkan Standar Dien agama Islam. Untuk sebagai standar UTAMA KEBENARAN*

4. *HIDAYAH DIEN*/ Agama Islam 

Standar Operasi prosedur Hidup di dunia. Untuk menyatukan kebenaran hanya dengan mencari ridho Allah. 

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Semua Orang bisa mempelajari Ilmu agama Islam, tapi tidak semua orang Islam bisa mengamalkan nya. 

Maka perlu hidayah Taufiq

5. *HIDAYAH TAUFIQ* 

*Allah mudahkan siapa yang Allah beri Ilmu dapat mengamalkan ilmu dan Diringankan ibadah pada  Allah. Dengan butuh, Ridho dan cinta dalam mengamalkan nya. 

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ 

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan *tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehedaki,* 

Q.S Al-Baqarah [2] : 272

Semoga ada manfaat. nya, Amin

Jakarta,
Senin 19 September 2022

Tg. Drs. DEDI HERMANTO

Jumat, 03 Juni 2022

KEPEMIMPINAN ISLAM

*BULETIN DAKWAH KAFFAH – 245*
3 Dzulqa'dah 1443 H/3 Juni 2022 M


*KEZALIMAN WAJIB DITUMBANGKAN!*

Di antara dosa yang begitu ‘keras’ diingatkan oleh al-Quran dan Nabi saw. adalah kezaliman. Banyak nas al-Quran maupun al-Hadis yang mengecam serta mengancam kezaliman dan para pelakunya. Demikian kerasnya ancaman tersebut hingga Rasulullah saw. pun amat khawatir jika kelak menghadap Allah SWT harus menghadapi tuntutan orang-orang yang terzalimi. Beliau bersabda:

»وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ«

_Sungguh aku berharap berjumpa dengan Allah, sementara tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntut aku karena suatu kezaliman terkait darah maupun harta_ (HR Abu Dawud).


*Kezaliman adalah Dosa Besar*

Imam al-Jurjani dalam kitabnya, _At-Ta’rifât_, menyebutkan bahwa arti zalim adalah menyimpang dari kebenaran menuju pada kebatilan. Kezaliman merupakan kejahatan. Di dalam al-Quran terdapat banyak ayat yang mengingatkan kerasnya ancaman Allah SWT terhadap pelaku kezaliman. Di antaranya:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

_Andai Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di muka bumi satu makhluk melata pun. Namun, Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan. Lalu jika telah tiba waktunya (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya_ (TQS an-Nahl [16]: 61).

Allah SWT bahkan telah mengharamkan (menafikan) kezaliman atas Diri-Nya sendiri. Karena itu Allah SWT pun telah mengharamkan umat manusia melakukan kejahatan tersebut. Di dalam Hadis Qudsi Allah SWT berfirman:

«يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا»

_“Hamba-Ku, sungguh Aku telah mengharamkan kezaliman atas Diri-Ku dan Aku pun telah mengharamkan kezaliman itu atas kalian. Karena itu janganlah kalian saling menzalimi.”_ (HR Muslim).

Nabi saw. mengingatkan bahwa kelak pada Hari Pembalasan setiap kezaliman akan dibalas dengan balasan setimpal. Bahkan binatang pun diberi kesempatan untuk membalas tindak kezaliman yang mereka alami. Beliau bersabda:

»يَقْضِي اللهُ بَيْنَ خَلْقِهِ، الْجِنِّ ، وَالإِنْسِ، وَالْبَهَائِمِ، وَإِنَّهُ لَيَقِيدُ يَوْمَئِذٍ الْجَمَّاءَ مِنَ الْقَرْنَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ تَبِعَةً عِنْدَ وَاحِدَةٍ لأُخْرَى قَالَ اللهُ: كُونُوا تُرَابًا، فَعِنْدَ ذَلِكَ يَقُولُ الْكَافِرُ: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا«

_Allah akan menegakkan qishas di antara semua makhluk-Nya; jin, manusia dan binatang. Pada hari itu, kambing yang tidak memiliki tanduk akan membalas (kezaliman) kambing yang bertanduk. Lalu setelah tidak tersisa lagi kezaliman apapun yang belum terbalaskan, Allah berfirman kepada binatang, “Jadilah kalian tanah.” Pada saat itulah orang kafir berkata, “Andai saja aku pun menjadi tanah.”_ (HR Ibnu Jarir).

Di antara kezaliman yang begitu keras diingatkan oleh syariah adalah kezaliman yang dilakukan penguasa terhadap rakyatnya. Hal ini terjadi saat para penguasa tidak mengurus rakyat dengan syariah Allah SWT, tidak menunaikan hak-hak mereka, malah justru menipu dan merampas hak-hak mereka. Betapa banyak para pemimpin yang banyak berjanji kepada rakyatnya, tetapi sebanyak itu pula mereka mengingkari janji-janji mereka. Contohnya janji untuk menghentikan impor, tidak menambah utang, tidak menaikkan harga berbagai kebutuhan rakyat, dll. Rasulullah saw. telah mengancam penguasa semacam ini:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ غَاشًّا لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

_Siapa saja yang diamanahi oleh Allah untuk mengurus rakyat, lalu mati dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan surga atas dirinya_ (HR Muslim).

Ironinya, berbagai kebutuhan rakyat seperti listrik, gas, BBM—yang hakikatnya dalam Islam adalah milik rakyat—diperjualbelikan kepada rakyat dengan harga yang terus-menerus naik. Padahal Nabi saw. telah memperingatkan bahwa sikap memperdagangkan (urusan/kepentingan) rakyat adalah pengkhianatan yang paling besar. Beliau bersabda:

»إِنَّ مِنْ أَخْوَن الْخِيَانَة تِجَارَة الْوَالِى فِى رَعِيَّتِهِ«

_Sungguh pengkhianatan paling besar adalah saat penguasa memperdagangkan (urusan/kepentingan) rakyatnya_ (HR Abu Nu’aim).


*Haram Mendiamkan Kemungkaran*
Bukan hanya kezaliman yang haram. Sikap mendiamkan kezaliman juga merupakan kemungkaran. Kaum Muslim telah diperintahkan untuk melawan kezaliman. Bukan berdiam diri. Apalagi bersekutu dengan pelaku kezaliman. Umat Muslim bukanlah kaum Bani Israil yang biasa mendiamkan kemungkaran hingga mendapatkan laknat para nabi (Lihat: QS al-Maidah [5]: 78-79).

Kaum Muslim justru memiliki predikat sebagai umat terbaik karena memiliki tabiat gemar melakukan amar makruf nahi mungkar. Jika tabiat itu hilang, hilang pula status mereka sebagai umat terbaik. Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ 

_Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kalian) melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah_ (TQS Ali Imran [3]: 110).

Ada sejumlah sikap yang harus dilakukan umat saat menghadapi kezaliman sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. _Pertama_: Beramar maruf nahi mungkar. Rasulullah saw. mengingatkan kaum Muslim akan dampak membiarkan kemungkaran, yakni Allah SWT akan meratakan azab-Nya kepada mereka. Sabda beliau:

»مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ فَلَا يُغَيِّرُوا إِلَّا أَصَابَهُمْ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمُوتُوا«

_Tidaklah seseorang berada di tengah-tengah suatu kaum yang di dalamnya dilakukan suatu kemaksiatan yang mampu mereka ubah, tetapi mereka tidak mengubah kemaksiatan tersebut, niscaya Allah akan menimpakan siksa-Nya kepada mereka sebelum mereka mati_ (HR Abu Dawud).

Hadis ini menegur dengan keras sikap sebagian orang yang memilih mendiamkan kemungkaran dengan berbagai alasan, seperti wajib taat kepada ulil amri, atau ikhlas menerima takdir Allah. Sikap seperti itulah yang justru menyebabkan Allah SWT meratakan azab-Nya hingga membinasakan umat manusia.

Amar makruf nahi mungkar di hadapan penguasa zalim dipuji oleh Nabi saw. sebagai jihad yang paling utama. Sabda beliau:

»أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ»

_Jihad yang paling utama adalah menyatakan keadilan di hadapan penguasa zalim_ (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan ad-Dailami).

_Kedua_: Tidak condong pada—apalagi bersekutu dengan—kezaliman. Allah SWT:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ 

_Janganlah kalian cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka_ (TQS Hud [11]: 113).

Yang dimaksud dengan _ar-rukûn_ dalam frasa _“wa lâ tarkanû”_ pada ayat di atas adalah ridha terhadap kezaliman yang dilakukan para pelakunya. Jadi, jangankan bersekutu dengan kezaliman, bersikap ridha saja terhadap kezaliman sudah Allah SWT haramkan. Apalagi mendukung, memberi fatwa dan malah menyerang umat yang terzalimi.

_Ketiga_: Tidak menjadi bagian dari kekuasaan zalim. Rasulullah saw. bersabda:

«يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»

_Akan ada pada akhir zaman para penguasa zalim, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat dan para ahli hukum Islam pendusta. Siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, janganlah kalian menjadi pemungut cukai, tangan kanan penguasa dan polisi_ (HR ath-Thabarani).

_Keempat_: Mendoakan pelaku kezaliman agar mendapat keburukan sebagai balasan atas sikap-sikap mereka. Nabi saw. pun mendoakan mereka:

«اللَّهُمَّ مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ»

_Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu dia menyayangi mereka, maka sayangilah dia_ (HR Muslim).

Doa yang mengandung keburukan pada hakikatnya adalah terlarang, kecuali doa orang-orang terzalimi atas para pelaku kezaliman (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 148).

Hal ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan Nabi saw. agar mewaspadai doa orang yang terzalimi lantaran cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

«اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ» 

_Takutlah kalian terhadap doa orang-orang yang terzalimi karena tidak ada hijab antara doanya dan Allah (doanya pasti dikabulkan)_ (HR Muslim).

Wahai kaum Muslim, Anda adalah umat terbaik yang sejatinya senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar. Jangan sampai pujian dari Allah SWT ini hilang dengan sikap Anda yang berdiam diri terhadap kezaliman, khususnya kezaliman yang dilakukan penguasa. Apakah Anda rela jika Allah SWT justru akan mendatangkan siksa dan bencana disebabkan sikap Anda yang membisu bahkan ridha terhadap segala kemungkaran? Tumbangkanlah kezaliman! Ubahlah segala bentuk kemungkaran menuju tegaknya syariah Islam dalam institusi Khilafah _‘ala minhâj an-nubuwwah._[].


*Hikmah:*

Rasulullah saw. bersabda:

«اتَّقوا الظُّلمَ، فإنَّ الظُّلمَ ظلماتٌ يومَ القيامةِ»

_Jauhilah oleh kalian kezaliman karena kezaliman itu adalah kegelapan pada Hari Kiamat._ (HR Muttafaq alayh). []

Semoga Bermanfaat Amin. 

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Senin, 28 Maret 2022

ISLAM DAN POLITIK

*ISLAM DAN POLITIK*

1. Pada Awwal  tahun mereka tiga Hijriah, Turun ayat tentang Ramalan kemenangan bangsa Romawai :

: غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ
Telah dikalahkan bangsa Romawi,
Q.S Ar-Rum [30] :

 فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ
di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
Q.S Ar-Rum [30] : 3

 فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُۗ وَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ
dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
Q.S Ar-Rum [30] : 4

Allah telah memberikan pelajaran, bagaimana *PETA POLITIK GLOBAL ADI DAYA* pada masa saat itu.

2. Ummat islam adalah *UMMAT TERBAIK* mengajak *KEBAIKAN* para Ulama, mencegah *KEMUNGKARAN* Yaitu para Umara, Pemangku Kekuasaan. 

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Q.S Ali 'Imran [3] : 104

3. Allah menciptakan Adam As. Sebagai Khalifah Memakmurkan Bumi yang *RAHMAT LIL 'ALAMIN*

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Q.S Al-Baqarah [2] : 30

Sedangkan bagi anak cucu adam, mengenai *PROSES PEMBENTUKAN KEPEMIMPINAN DIKEMBALIKAN KEPADA MANUSIA* Apakah Kerajaan, Republika, Demokrasi, Musyawarah mufakat, Parlementer dan sebagainya, apapun bentuk *KEPEMERINTAHAN YANG PENTING RAHMATAN LIL ALAMIN*

*ENGKAU LEBIH TAU, URUSAN DUNIAMU* hadist

4. Allah mencintai dan dekat kepada Pemimpin yang Adil. 

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad). 

Sudah Selayaknya, Harus dan Wajib, Islam di Indonesia Mayoritas, *MELAHIRKAN PEMIMPIN DARI RAHIM UMMAT ISLAM, PILIHAN DARI ULAMA, KIYAI, HABAIB DAN PEMUDA ISLAM*

Bila kita salah dalam mencari  Pemimpin yang Pobia takut dengan islam, tidak suka ibadah, bisa bisa tempat Ibadah ditutup, dengan berbagai alasan.

5. Sholat berjamaah, Adalah contoh dari Dari kaderisasi *KEPEMIMPINAN UMMAT ISLAM*.

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. ). 

Sholat berjamaah ada Imam ( Pemimpin). 
Ada Makmum, Jama'ah ( Pengikut). 

Imam mesti, Mempunyai ilmu, berakhlak, fasih bacaannya, apabila imam salah atau lupa dalam rangkaian sholat, Makmum menegurnya dengan memberikan istarat, jamaah Pria Subhanallah, Tidak sewenang-wenang diberhentikan mendadak, bila Imam sudah diperingatkan, tapi tetap melanjutkan sholatnya, pada akhir sholat ada Sujud Sahwi. 

Jadi tidak ada Otoriter Absolut baik Imam maupun makmum. 

6. Adzan : Pada saat Adzan ada panggilan Marilah kita Sholat, Kitapun meninggalkan segala Urusan Dunia, tetapi Pada saat Panggilan *MARILAH KITA MENCAPAI KEMENANGAN* Iya kita mesti meraih Lagi *KEMENANGAN UMMAT ISLAM DALAM KEPEMIMPINAN UMMAT YANG RAHMATLIL'ALAMIN*

7. Sedangkan *POLITIK*” berasal dari bahasa Yunani “Polis”, yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi “Polites”, yang berarti warga negara, “Politeia”: semua yang berhubungan dengan negara, “Politika”: pemerintahan negara, dan “Politikos”: kewarganegaraan.

Islam adalah *MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA, DARI TIDURNYA BANGUN TIDUR, CARA MAKAN, MASUK DAN KELUAR KAMAR MANDI, BAHKAN HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI, jadi suatu hal yang sangat mustahil, bila *AGAMA ISLAM TIDAK IKUT MENGATUR HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELOMPOK DAN BERNEGARA*

Walaupun kata istilah politik dari bahasa Yunani, Tapi *HAKEKATNYA ISLAM MENCONTOHKAN, ETIKA BERPOLITIK DARI BAGINDA ROSULULLAH, PARA KHOLIFAH SAHABAT ROSULULLAH DAN ULIL AMRI.*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

Demikianlah, catatan *Ringan* mudah mudahan, ada hikmah dan bermanfaat, terutama bagi yang Pobia dengan islam. 

Jakarta 28 Maret 2022

*PB FORMULA*
*FORUM ULAMA & AKTIVIS ISLAM*


*Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto*
Ketum

Sabtu, 09 Oktober 2021

penyeslan

PENYESALAN*

1. Bila kita *TIDAK PERNAH MASUK MESJID* kecuali *JENAZAHNYA*

2. Bila *WANITA TAK NUTUP AURAT* kecuali telah *DIKAFANKAN*

3. Bila kita *TIDAK PERNAH SEDEKAH* kecuali *KELUARGANYA YG BERSEDEKAH* atasnya.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, *"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"*

Q.S Al-Munafiqun [63] : 10

Selasa 02 Maret 2021
Majelis *NUUR ISLAMI*

By Dedi hermanto

Kamis, 07 Oktober 2021

Hati yang MATI

TANDA HATI TELAH MATI."
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم  
عن شَقِيق البَلخِي اَنَّه قال : كانَ اِبْراهيمُ بن ادهمَ يَمْشي في اَسواقِ البَصْرةِ , فاجْتمع النَّاسُ اِليهِ , قال ابراهيمُ بن اَدْهمَ حينَ سَأَلواهُ عن قولِه تعالى " اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم " واِنَّا نَدعو فلمْ يَستجِبْ لنا , فقال : ماتَتْ قُلوبُكم مِنْ عَشْرَةِ اَشْياءَ : 
Dari Syaqiq Al-Balkhi : 
Bhw suatu hari, seorang 'Ulama yg bernama Ibrahim bin Adham melintas dipasar Bashroh, lalu orang" berkumpul mengerumuninya seraya bertanya ttg firman Alloh.:  
اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم
Berdo'alah kpd-Ku pasti Aku akan mengabulkan permintaan kalian*
Mereka berkata : 
Kami semua suka berdo'a tapi Alloh tdk mengabulkan
Ia menjwb, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 perkara :

 عَرفتُمْ اللّهَ ولم تُؤدُّوا حقَّه
1. Kalian mengenal Alloh ttpi tdk menunaikan haq-Nya.
وقرأتُم كِتابَ اللّهِ ولم تعمَلوا به
2. Kalian membaca al-Qur’an ttpi tdk mengamalkannya.
وادَّعيْتُم عداوةَ ابليسَ ووالَيتُمواهُ
3. Kalian mengatakan Iblis adlh musuh ttpi kalian mengikuti ajakan Iblis.
وادَّعيتُم حُبَّ الرَّسولِ وتركْتُم اَثَرهُ وسُنَّتهُ
4. Kalian mengaku cinta kpd Rosululloh ttpi kalian meninggalkan sunnahnya.
وادَّعيتم حُبَّ الجنّةِ ولم تعْملوا لها
5. Kalian mengaku cinta surga ttpi tdk pernah beramal utk menggapainya.

وادَّعيتُم خوفَ النَّارِ ولم تَنْتهوا عنِ الذّنوبِ
6. Kalian katakan takut akan siksa neraka ttpi tdk berhenti berbuat dosa
 وادّعيتُم اَنَّ الموتَ حقٌّ ولم تَسْتعِدُّوا له
7. Kalian katakan bhw kematian itu benar ttpi tdk pernah menyiapkan amal utk kematian  
واشْتَغلتُم بعُيوبِ غيرِكم وتركْتم عُيوبَ اَنفُسَكم
8. Kalian sibuk memperbincangkan aib org lain ttpi kalian lupa dg aib sendiri.
وتَأكُلونَ رِزقَ اللّهِ ولا تشْكُرونهُ
9. Kalian makan rizki Alloh ttpi kalian tdk pernah pandai mensyukurinya.
وتُدْفِنونَ موتاكُم  ولا تعتبِرونَ بِهم
10. Kalian quburkan orang" yg meninggal dunia dikalangan kalian ttpi kalian tdk pernah mengambil pelajaran dari mereka. 

Nashoihul'Ibad hal75.
Selasa 23 Pebruari 2021

MAJELIS NUUR ISLAMI

DRS. UST. DEDI HERMANTO
         PUCUK PIMPINAN

Orang TUA

ADA 3 ORANG TUA YANG HARUS KITA HORMATI DAN HARGAI*=

1. *ORANG TUA TUBUH* = Orang Tua yang melahirkan kita

2. *ORANG TUA AKAL* = Para Guru kita

3. *ORANG TUA JIWA* = Para ustadz, ulama dan kiyai, yang menuntun JIWA kita kepada ALLAH SWT.

SYUKUR - SYUKUR KITA MENJADI ORANG TUA DARI, KETIGA UNSUR TERSEBUT,,, DARI ANAK ANAK KITA,,,!!!

====================

*ORANG TUA DAPAT DILIHAT* Dari =

1. *UMURNYA*

2. *PENGALAMANYA*

3. *ILMUNYA*

====================

*ORANG TUA* belum *DEWASA,,,,,*

Sedangkan orang untuk *DEWASA*,,,,,, tidak harus *NUNGGU TUA,,!!!*

====================

*ORANG TUA* ,,,, hanya bisa menjadi *KETUA ORGANISASI*,, tetapi belum tentu bisa *PEMIMPIN ORGANISASI*...!!!

==================

*KETUA* tidak akan bisa jadi *PEMIMPIN*,,,,,!!!

sedangkan *PEMIMPIN*,,,, bisa jadi *KETUA* apa saja,,,!!!

================

*beda KETUA dengan PEMIMPIN !!!*

1. *KETUA selalu ingin di depan*  sedangkan > *PEMIMPIN selalu di belakang untuk mengendalikkan dan mengawasi*

2. *KETUA* ingin selalu di *hormati dan di hargai*, kalau tidak akan tersinggung, sedangkan > *PEMIMPIN sederhana dan bersahaja,*

3. *KETUA* dapat *diketahui dan di kenal oleh orang banyak,* sedangkan > *PEMIMPIN, susah orang dapat mengenal dan mengetahuinya.*

4. *KETUA* *lambat dalam mengambil keputusan, terlalu banyak pertimbangan* ( tidak ,tegas ), sedangkan > *PEMIMPIN, cepat, tepan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, siap dengan resiko, keputusan yang diambil*

5. *KETUA* bisa menjadi *Walikota, Gubernur, Menteri, President*,,, lalu *masuk penjara*,,, karena korupsi,,, sedangkan > *PEMIMPIN, MASUK PENJARA DAHULU, KARENA BENAR BENAR BERKORBAN, UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARANYA*,,,, BARU JADI GUBERNUR, MENTERI DAN PRESIDENT,,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

Q.S An-Nisa' [4] : 144

*Drs Dedi Hermanto* 
Pimpinan Majelis Nuur islami

Senin, 04 Oktober 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

Minggu, 03 Oktober 2021

MENGENAL ALLAH

*MENGENAL ALLAH*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam kepada Manusia Agung dan pilihan Yaitu *MUHAMMAD SAW.*

*KUNTU KANZAN MAGHFIYYAH, FA ARADTU AN U'ROF, FA KHALAKTUL KHOLQO*.( Allah Hasanah tersenbunyi, Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk), Hadist.

Hanya *MANUSIALAH, MAHLUK YANG MULIA DAN SEMPURNA, YANG DAPAT MENGENAL ALLAH*

Ada beberapa *TAHAPAN MENGENAL*

1. *KOMITMENT*

Jadi siapapun Manusianya, suku bangsa dan agamanya sudah pasti mengenal Allah, Di Alam Arwah sebelum manusia, dilahirkan ke dunia, *RUH MANUSIA BUAT KESAKSIAN / KOMITMENT.* 

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

2. *KOMUNIKASI*

Agar Komitment atau Kesaksian ini tetap terjaga, dan tersambung terus di Alam Dunia, .maka Allah, Memilih manusia pilihanya untuk *BERKOMUNIKASI* : 

1. *NABI DAN ROSUL*

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْن 
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

2. *PARA WALI ALLAH*

Setelah *Para Nabi Dan Rosul wafat , Allahpun *MEMILIH PARA WALI-NYA, UNTUK TETAP BERKOMUNIKASI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Sahih al-Bukhari
Kitab : Hal-hal yang melunakkan hati
Bab : Tawadhu'
Nomor : 6021

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari 'Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana  keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan.

3. *Kepada *ORANG BERIMAN YANG HATINYA BERSIH*

 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

  اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

III. *KONSISTEN*

Tetap menjaga *KOMITMEN & KOMUNIKASI* Kepada Allah dengan *KONSISTEN* Sehingga tetap *MENGINGAT DAN MENGENAL ALLAH* Dengan selalu *BERIBADAH MENDIRIKAN SHOLAT*

 
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

IV. *KONSEKWENSI*

Apabila kita Manusia *TIDAK MENJAGA : KOMITMET, KOMUNIKASI, serta TIDAK KONSISTEN, untuk *MENGINGAT & MENGENAL ALLAH, maka Allah Akan berikan Sangsi atau *KONSEKWENSI* Neraka Jahannam.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْن
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Demikianlah , semoga bermanfaat, Amin ya Robbal Alamin.

Wa Alaikum salam Wr.wb
Senin, 04 Oktober 2021

Majelis *NUUR ISLAMI*


*Ust.Drs. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

Jumat, 01 Oktober 2021

MAKRIFATULLAH DZIKIR

*DIKIR MAKRIFATULLAH*

: وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

 اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Q.S Ali 'Imran [3] : 136

:وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S An-Nisa' [4] : 106

 وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِۗ اِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ وَّدُوْدٌ

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
Q.S Hud [11] : 90

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Q.S Al-Ahzab [33] : 41

 وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
Q.S Al-Ahzab [33] : 42

  هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
Q.S Al-Ahzab [33] : 43

 : اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222 

 قُلْ اِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ اَنَابَۖ
" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya,"
Q.S Ar-Ra'd [13] : 27

 وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Q.S Tha Ha [20] : 82

: مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍۙ

(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,
Q.S Qaf [50] : 33

: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۙ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 

 قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 4

  لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ
, "Bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Anbiya' [21] : 87

 : قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Q.S Al-A'raf [7] : 23

: اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

 الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

: الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28 

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Q.S Ibrahim [14] : 7

  قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Katakanlah, "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Q.S Al-Mulk [67] : 23

  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 153

 : وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

 : وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78 

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu mendapat keberuntungan.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 35

: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۙ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

  وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186

I: اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

 فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Q.S Al-An'am [6] : 125

 وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Q.S Al-A'raf [7] : 179

 : وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."
Q.S Al-Isra' [17] : 85

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Q.S Fathir [35] : 15
 

: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 40

 فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

 يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ

i
 dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

  فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29

 وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

 : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Q.S At-Taubah [9] : 129

  وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

:وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 260

 اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

 وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 

] : فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

: اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Jakarta, 01 Oktober 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

*UST.DRS.DEDI HERMANTO*

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...