Senin, 19 September 2022

HIDAYAH ATAU PETUNJUK

Ada 5 *HIDAYAH* atau *PETUNJUK*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Lawan Hidayah adalah Dholalah Sesat. 

1. *HIDAYAH ILHAMI* / insting / Naluri =

Naluri untuk mencari makan, mempertahankan hidup, melanjutkan keturunan dan lainnya. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Q.S Asy-Syams [91] : 8

2. *HIDAYAH ALHAWASI* /  Panca indera. 

Merespon lingkungan, Sedih senang. Suka duka, Terang gelap, panas dingin dan lain nya, 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78

3. *HIDAYAH AQAL* / Aqal

Setandar kebenaran aqal setiap Manusia berbeda. Baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. 

اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? *Hanyalah orang-orang yang berakal* saja yang dapat mengambil pelajaran,

Q.S Ar-Ra'd [13] : 19

Bagi kaum Atheis tidak berTuhan, mereka cukup tiga Petunjuk untuk mengetahui kebenaran,

1. Naluri, 
2.Panca indra 
3. Akal. 
*"Bila cukup hanya 3 Saja, tidak ada bedanya dengan Hewan"*

*Karena setiap akal manusia mempunyai standar kebenaran berbeda beda, dengan Rahmat Allah, Allah turunkan Standar Dien agama Islam. Untuk sebagai standar UTAMA KEBENARAN*

4. *HIDAYAH DIEN*/ Agama Islam 

Standar Operasi prosedur Hidup di dunia. Untuk menyatukan kebenaran hanya dengan mencari ridho Allah. 

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Semua Orang bisa mempelajari Ilmu agama Islam, tapi tidak semua orang Islam bisa mengamalkan nya. 

Maka perlu hidayah Taufiq

5. *HIDAYAH TAUFIQ* 

*Allah mudahkan siapa yang Allah beri Ilmu dapat mengamalkan ilmu dan Diringankan ibadah pada  Allah. Dengan butuh, Ridho dan cinta dalam mengamalkan nya. 

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ 

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan *tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehedaki,* 

Q.S Al-Baqarah [2] : 272

Semoga ada manfaat. nya, Amin

Jakarta,
Senin 19 September 2022

PB. FORMULA
FORUM ULAMA DAN AKTIVIS ISLAM 

Tg. Drs. DEDI HERMANTO
Ketum

Minggu, 18 September 2022

*HIDAYAH ATAU PETUNJUK*

Ada 5 *HIDAYAH* atau *PETUNJUK*

Assalamu'alaikum wr. Wb. 

Lawan Hidayah adalah Dholalah Sesat. 

1. *HIDAYAH ILHAMI* / insting / Naluri =

Naluri untuk mencari makan, mempertahankan hidup, melanjutkan keturunan dan lainnya. 

فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Q.S Asy-Syams [91] : 8

2. *HIDAYAH ALHAWASI* /  Panca indera. 

Merespon lingkungan, Sedih senang. Suka duka, Terang gelap, panas dingin dan lain nya, 

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78

3. *HIDAYAH AQAL* / Aqal

Setandar kebenaran aqal setiap Manusia berbeda. Baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. 

اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? *Hanyalah orang-orang yang berakal* saja yang dapat mengambil pelajaran,

Q.S Ar-Ra'd [13] : 19

Bagi kaum Atheis tidak berTuhan, mereka cukup tiga Petunjuk untuk mengetahui kebenaran, 1. Naluri, 2.Panca indra 3. Akal. 

*Karena setiap akal manusia mempunyai standar kebenaran berbeda beda, dengan Rahmat Allah, Allah turunkan Standar Dien agama Islam. Untuk sebagai standar UTAMA KEBENARAN*

4. *HIDAYAH DIEN*/ Agama Islam 

Standar Operasi prosedur Hidup di dunia. Untuk menyatukan kebenaran hanya dengan mencari ridho Allah. 

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَاۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا
Barang siapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.
Q.S Al-Isra' [17] : 15

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Q.S Ali 'Imran [3] : 102

Semua Orang bisa mempelajari Ilmu agama Islam, tapi tidak semua orang Islam bisa mengamalkan nya. 

Maka perlu hidayah Taufiq

5. *HIDAYAH TAUFIQ* 

*Allah mudahkan siapa yang Allah beri Ilmu dapat mengamalkan ilmu dan Diringankan ibadah pada  Allah. Dengan butuh, Ridho dan cinta dalam mengamalkan nya. 

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ 

Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan *tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehedaki,* 

Q.S Al-Baqarah [2] : 272

Semoga ada manfaat. nya, Amin

Jakarta,
Senin 19 September 2022

Tg. Drs. DEDI HERMANTO

Jumat, 03 Juni 2022

KEPEMIMPINAN ISLAM

*BULETIN DAKWAH KAFFAH – 245*
3 Dzulqa'dah 1443 H/3 Juni 2022 M


*KEZALIMAN WAJIB DITUMBANGKAN!*

Di antara dosa yang begitu ‘keras’ diingatkan oleh al-Quran dan Nabi saw. adalah kezaliman. Banyak nas al-Quran maupun al-Hadis yang mengecam serta mengancam kezaliman dan para pelakunya. Demikian kerasnya ancaman tersebut hingga Rasulullah saw. pun amat khawatir jika kelak menghadap Allah SWT harus menghadapi tuntutan orang-orang yang terzalimi. Beliau bersabda:

»وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلَمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ«

_Sungguh aku berharap berjumpa dengan Allah, sementara tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntut aku karena suatu kezaliman terkait darah maupun harta_ (HR Abu Dawud).


*Kezaliman adalah Dosa Besar*

Imam al-Jurjani dalam kitabnya, _At-Ta’rifât_, menyebutkan bahwa arti zalim adalah menyimpang dari kebenaran menuju pada kebatilan. Kezaliman merupakan kejahatan. Di dalam al-Quran terdapat banyak ayat yang mengingatkan kerasnya ancaman Allah SWT terhadap pelaku kezaliman. Di antaranya:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

_Andai Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di muka bumi satu makhluk melata pun. Namun, Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan. Lalu jika telah tiba waktunya (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya_ (TQS an-Nahl [16]: 61).

Allah SWT bahkan telah mengharamkan (menafikan) kezaliman atas Diri-Nya sendiri. Karena itu Allah SWT pun telah mengharamkan umat manusia melakukan kejahatan tersebut. Di dalam Hadis Qudsi Allah SWT berfirman:

«يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا»

_“Hamba-Ku, sungguh Aku telah mengharamkan kezaliman atas Diri-Ku dan Aku pun telah mengharamkan kezaliman itu atas kalian. Karena itu janganlah kalian saling menzalimi.”_ (HR Muslim).

Nabi saw. mengingatkan bahwa kelak pada Hari Pembalasan setiap kezaliman akan dibalas dengan balasan setimpal. Bahkan binatang pun diberi kesempatan untuk membalas tindak kezaliman yang mereka alami. Beliau bersabda:

»يَقْضِي اللهُ بَيْنَ خَلْقِهِ، الْجِنِّ ، وَالإِنْسِ، وَالْبَهَائِمِ، وَإِنَّهُ لَيَقِيدُ يَوْمَئِذٍ الْجَمَّاءَ مِنَ الْقَرْنَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ تَبِعَةً عِنْدَ وَاحِدَةٍ لأُخْرَى قَالَ اللهُ: كُونُوا تُرَابًا، فَعِنْدَ ذَلِكَ يَقُولُ الْكَافِرُ: يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا«

_Allah akan menegakkan qishas di antara semua makhluk-Nya; jin, manusia dan binatang. Pada hari itu, kambing yang tidak memiliki tanduk akan membalas (kezaliman) kambing yang bertanduk. Lalu setelah tidak tersisa lagi kezaliman apapun yang belum terbalaskan, Allah berfirman kepada binatang, “Jadilah kalian tanah.” Pada saat itulah orang kafir berkata, “Andai saja aku pun menjadi tanah.”_ (HR Ibnu Jarir).

Di antara kezaliman yang begitu keras diingatkan oleh syariah adalah kezaliman yang dilakukan penguasa terhadap rakyatnya. Hal ini terjadi saat para penguasa tidak mengurus rakyat dengan syariah Allah SWT, tidak menunaikan hak-hak mereka, malah justru menipu dan merampas hak-hak mereka. Betapa banyak para pemimpin yang banyak berjanji kepada rakyatnya, tetapi sebanyak itu pula mereka mengingkari janji-janji mereka. Contohnya janji untuk menghentikan impor, tidak menambah utang, tidak menaikkan harga berbagai kebutuhan rakyat, dll. Rasulullah saw. telah mengancam penguasa semacam ini:

«مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ غَاشًّا لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ»

_Siapa saja yang diamanahi oleh Allah untuk mengurus rakyat, lalu mati dalam keadaan menipu rakyatnya, niscaya Allah mengharamkan surga atas dirinya_ (HR Muslim).

Ironinya, berbagai kebutuhan rakyat seperti listrik, gas, BBM—yang hakikatnya dalam Islam adalah milik rakyat—diperjualbelikan kepada rakyat dengan harga yang terus-menerus naik. Padahal Nabi saw. telah memperingatkan bahwa sikap memperdagangkan (urusan/kepentingan) rakyat adalah pengkhianatan yang paling besar. Beliau bersabda:

»إِنَّ مِنْ أَخْوَن الْخِيَانَة تِجَارَة الْوَالِى فِى رَعِيَّتِهِ«

_Sungguh pengkhianatan paling besar adalah saat penguasa memperdagangkan (urusan/kepentingan) rakyatnya_ (HR Abu Nu’aim).


*Haram Mendiamkan Kemungkaran*
Bukan hanya kezaliman yang haram. Sikap mendiamkan kezaliman juga merupakan kemungkaran. Kaum Muslim telah diperintahkan untuk melawan kezaliman. Bukan berdiam diri. Apalagi bersekutu dengan pelaku kezaliman. Umat Muslim bukanlah kaum Bani Israil yang biasa mendiamkan kemungkaran hingga mendapatkan laknat para nabi (Lihat: QS al-Maidah [5]: 78-79).

Kaum Muslim justru memiliki predikat sebagai umat terbaik karena memiliki tabiat gemar melakukan amar makruf nahi mungkar. Jika tabiat itu hilang, hilang pula status mereka sebagai umat terbaik. Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ 

_Kalian (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kalian) melakukan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah_ (TQS Ali Imran [3]: 110).

Ada sejumlah sikap yang harus dilakukan umat saat menghadapi kezaliman sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. _Pertama_: Beramar maruf nahi mungkar. Rasulullah saw. mengingatkan kaum Muslim akan dampak membiarkan kemungkaran, yakni Allah SWT akan meratakan azab-Nya kepada mereka. Sabda beliau:

»مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ فَلَا يُغَيِّرُوا إِلَّا أَصَابَهُمْ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمُوتُوا«

_Tidaklah seseorang berada di tengah-tengah suatu kaum yang di dalamnya dilakukan suatu kemaksiatan yang mampu mereka ubah, tetapi mereka tidak mengubah kemaksiatan tersebut, niscaya Allah akan menimpakan siksa-Nya kepada mereka sebelum mereka mati_ (HR Abu Dawud).

Hadis ini menegur dengan keras sikap sebagian orang yang memilih mendiamkan kemungkaran dengan berbagai alasan, seperti wajib taat kepada ulil amri, atau ikhlas menerima takdir Allah. Sikap seperti itulah yang justru menyebabkan Allah SWT meratakan azab-Nya hingga membinasakan umat manusia.

Amar makruf nahi mungkar di hadapan penguasa zalim dipuji oleh Nabi saw. sebagai jihad yang paling utama. Sabda beliau:

»أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ»

_Jihad yang paling utama adalah menyatakan keadilan di hadapan penguasa zalim_ (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan ad-Dailami).

_Kedua_: Tidak condong pada—apalagi bersekutu dengan—kezaliman. Allah SWT:

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ 

_Janganlah kalian cenderung kepada orang yang zalim yang menyebabkan kalian disentuh api neraka_ (TQS Hud [11]: 113).

Yang dimaksud dengan _ar-rukûn_ dalam frasa _“wa lâ tarkanû”_ pada ayat di atas adalah ridha terhadap kezaliman yang dilakukan para pelakunya. Jadi, jangankan bersekutu dengan kezaliman, bersikap ridha saja terhadap kezaliman sudah Allah SWT haramkan. Apalagi mendukung, memberi fatwa dan malah menyerang umat yang terzalimi.

_Ketiga_: Tidak menjadi bagian dari kekuasaan zalim. Rasulullah saw. bersabda:

«يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا»

_Akan ada pada akhir zaman para penguasa zalim, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat dan para ahli hukum Islam pendusta. Siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, janganlah kalian menjadi pemungut cukai, tangan kanan penguasa dan polisi_ (HR ath-Thabarani).

_Keempat_: Mendoakan pelaku kezaliman agar mendapat keburukan sebagai balasan atas sikap-sikap mereka. Nabi saw. pun mendoakan mereka:

«اللَّهُمَّ مَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَشَقَّ عليهم، فَاشْقُقْ عليه، وَمَن وَلِيَ مِن أَمْرِ أُمَّتي شيئًا فَرَفَقَ بهِمْ، فَارْفُقْ بهِ»

_Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu dia menyayangi mereka, maka sayangilah dia_ (HR Muslim).

Doa yang mengandung keburukan pada hakikatnya adalah terlarang, kecuali doa orang-orang terzalimi atas para pelaku kezaliman (Lihat: QS an-Nisa’ [4]: 148).

Hal ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan Nabi saw. agar mewaspadai doa orang yang terzalimi lantaran cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

«اِتَّقِ دَعْوةَ الْمَظْلُوْمِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَ بَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ» 

_Takutlah kalian terhadap doa orang-orang yang terzalimi karena tidak ada hijab antara doanya dan Allah (doanya pasti dikabulkan)_ (HR Muslim).

Wahai kaum Muslim, Anda adalah umat terbaik yang sejatinya senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar. Jangan sampai pujian dari Allah SWT ini hilang dengan sikap Anda yang berdiam diri terhadap kezaliman, khususnya kezaliman yang dilakukan penguasa. Apakah Anda rela jika Allah SWT justru akan mendatangkan siksa dan bencana disebabkan sikap Anda yang membisu bahkan ridha terhadap segala kemungkaran? Tumbangkanlah kezaliman! Ubahlah segala bentuk kemungkaran menuju tegaknya syariah Islam dalam institusi Khilafah _‘ala minhâj an-nubuwwah._[].


*Hikmah:*

Rasulullah saw. bersabda:

«اتَّقوا الظُّلمَ، فإنَّ الظُّلمَ ظلماتٌ يومَ القيامةِ»

_Jauhilah oleh kalian kezaliman karena kezaliman itu adalah kegelapan pada Hari Kiamat._ (HR Muttafaq alayh). []

Semoga Bermanfaat Amin. 

Tg. Drs. Dedi Hermanto

Senin, 28 Maret 2022

ISLAM DAN POLITIK

*ISLAM DAN POLITIK*

1. Pada Awwal  tahun mereka tiga Hijriah, Turun ayat tentang Ramalan kemenangan bangsa Romawai :

: غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ
Telah dikalahkan bangsa Romawi,
Q.S Ar-Rum [30] :

 فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ
di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang,
Q.S Ar-Rum [30] : 3

 فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُۗ وَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ
dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,
Q.S Ar-Rum [30] : 4

Allah telah memberikan pelajaran, bagaimana *PETA POLITIK GLOBAL ADI DAYA* pada masa saat itu.

2. Ummat islam adalah *UMMAT TERBAIK* mengajak *KEBAIKAN* para Ulama, mencegah *KEMUNGKARAN* Yaitu para Umara, Pemangku Kekuasaan. 

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Q.S Ali 'Imran [3] : 104

3. Allah menciptakan Adam As. Sebagai Khalifah Memakmurkan Bumi yang *RAHMAT LIL 'ALAMIN*

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata, "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?" Tuhan berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Q.S Al-Baqarah [2] : 30

Sedangkan bagi anak cucu adam, mengenai *PROSES PEMBENTUKAN KEPEMIMPINAN DIKEMBALIKAN KEPADA MANUSIA* Apakah Kerajaan, Republika, Demokrasi, Musyawarah mufakat, Parlementer dan sebagainya, apapun bentuk *KEPEMERINTAHAN YANG PENTING RAHMATAN LIL ALAMIN*

*ENGKAU LEBIH TAU, URUSAN DUNIAMU* hadist

4. Allah mencintai dan dekat kepada Pemimpin yang Adil. 

إِنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ عَادِلٌ وَأَبْغَضَ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ وَأَبْعَدَهُمْ مِنْهُ مَجْلِسًا إِمَامٌ جَائِرٌ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR. Tirmidzi)

أَيُّمَا رَاعٍ غَشَّ رَعِيَّتَهُ فَهُوَ فِي النَّارِ

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka.” (HR. Ahmad). 

Sudah Selayaknya, Harus dan Wajib, Islam di Indonesia Mayoritas, *MELAHIRKAN PEMIMPIN DARI RAHIM UMMAT ISLAM, PILIHAN DARI ULAMA, KIYAI, HABAIB DAN PEMUDA ISLAM*

Bila kita salah dalam mencari  Pemimpin yang Pobia takut dengan islam, tidak suka ibadah, bisa bisa tempat Ibadah ditutup, dengan berbagai alasan.

5. Sholat berjamaah, Adalah contoh dari Dari kaderisasi *KEPEMIMPINAN UMMAT ISLAM*.

رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ وَعَمُودُهُ الصَّلاَةُ

”Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2825. ). 

Sholat berjamaah ada Imam ( Pemimpin). 
Ada Makmum, Jama'ah ( Pengikut). 

Imam mesti, Mempunyai ilmu, berakhlak, fasih bacaannya, apabila imam salah atau lupa dalam rangkaian sholat, Makmum menegurnya dengan memberikan istarat, jamaah Pria Subhanallah, Tidak sewenang-wenang diberhentikan mendadak, bila Imam sudah diperingatkan, tapi tetap melanjutkan sholatnya, pada akhir sholat ada Sujud Sahwi. 

Jadi tidak ada Otoriter Absolut baik Imam maupun makmum. 

6. Adzan : Pada saat Adzan ada panggilan Marilah kita Sholat, Kitapun meninggalkan segala Urusan Dunia, tetapi Pada saat Panggilan *MARILAH KITA MENCAPAI KEMENANGAN* Iya kita mesti meraih Lagi *KEMENANGAN UMMAT ISLAM DALAM KEPEMIMPINAN UMMAT YANG RAHMATLIL'ALAMIN*

7. Sedangkan *POLITIK*” berasal dari bahasa Yunani “Polis”, yang berarti kota atau negara kota. Kemudian arti itu berkembang menjadi “Polites”, yang berarti warga negara, “Politeia”: semua yang berhubungan dengan negara, “Politika”: pemerintahan negara, dan “Politikos”: kewarganegaraan.

Islam adalah *MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA, DARI TIDURNYA BANGUN TIDUR, CARA MAKAN, MASUK DAN KELUAR KAMAR MANDI, BAHKAN HUBUNGAN INTIM SUAMI ISTERI, jadi suatu hal yang sangat mustahil, bila *AGAMA ISLAM TIDAK IKUT MENGATUR HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELOMPOK DAN BERNEGARA*

Walaupun kata istilah politik dari bahasa Yunani, Tapi *HAKEKATNYA ISLAM MENCONTOHKAN, ETIKA BERPOLITIK DARI BAGINDA ROSULULLAH, PARA KHOLIFAH SAHABAT ROSULULLAH DAN ULIL AMRI.*

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak mengingat Allah.
Q.S Al-Ahzab [33] : 21

Demikianlah, catatan *Ringan* mudah mudahan, ada hikmah dan bermanfaat, terutama bagi yang Pobia dengan islam. 

Jakarta 28 Maret 2022

*PB FORMULA*
*FORUM ULAMA & AKTIVIS ISLAM*


*Tuan Guru Drs. Dedi Hermanto*
Ketum

Sabtu, 09 Oktober 2021

penyeslan

PENYESALAN*

1. Bila kita *TIDAK PERNAH MASUK MESJID* kecuali *JENAZAHNYA*

2. Bila *WANITA TAK NUTUP AURAT* kecuali telah *DIKAFANKAN*

3. Bila kita *TIDAK PERNAH SEDEKAH* kecuali *KELUARGANYA YG BERSEDEKAH* atasnya.

وَاَنْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَآ اَخَّرْتَنِيْٓ اِلٰٓى اَجَلٍ قَرِيْبٍۚ فَاَصَّدَّقَ وَاَكُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, *"Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?"*

Q.S Al-Munafiqun [63] : 10

Selasa 02 Maret 2021
Majelis *NUUR ISLAMI*

By Dedi hermanto

Kamis, 07 Oktober 2021

Hati yang MATI

TANDA HATI TELAH MATI."
بسم اللّه الرّحمن الرّحيم  
عن شَقِيق البَلخِي اَنَّه قال : كانَ اِبْراهيمُ بن ادهمَ يَمْشي في اَسواقِ البَصْرةِ , فاجْتمع النَّاسُ اِليهِ , قال ابراهيمُ بن اَدْهمَ حينَ سَأَلواهُ عن قولِه تعالى " اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم " واِنَّا نَدعو فلمْ يَستجِبْ لنا , فقال : ماتَتْ قُلوبُكم مِنْ عَشْرَةِ اَشْياءَ : 
Dari Syaqiq Al-Balkhi : 
Bhw suatu hari, seorang 'Ulama yg bernama Ibrahim bin Adham melintas dipasar Bashroh, lalu orang" berkumpul mengerumuninya seraya bertanya ttg firman Alloh.:  
اُدْعونِي اَستجِبْ لكُم
Berdo'alah kpd-Ku pasti Aku akan mengabulkan permintaan kalian*
Mereka berkata : 
Kami semua suka berdo'a tapi Alloh tdk mengabulkan
Ia menjwb, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 perkara :

 عَرفتُمْ اللّهَ ولم تُؤدُّوا حقَّه
1. Kalian mengenal Alloh ttpi tdk menunaikan haq-Nya.
وقرأتُم كِتابَ اللّهِ ولم تعمَلوا به
2. Kalian membaca al-Qur’an ttpi tdk mengamalkannya.
وادَّعيْتُم عداوةَ ابليسَ ووالَيتُمواهُ
3. Kalian mengatakan Iblis adlh musuh ttpi kalian mengikuti ajakan Iblis.
وادَّعيتُم حُبَّ الرَّسولِ وتركْتُم اَثَرهُ وسُنَّتهُ
4. Kalian mengaku cinta kpd Rosululloh ttpi kalian meninggalkan sunnahnya.
وادَّعيتم حُبَّ الجنّةِ ولم تعْملوا لها
5. Kalian mengaku cinta surga ttpi tdk pernah beramal utk menggapainya.

وادَّعيتُم خوفَ النَّارِ ولم تَنْتهوا عنِ الذّنوبِ
6. Kalian katakan takut akan siksa neraka ttpi tdk berhenti berbuat dosa
 وادّعيتُم اَنَّ الموتَ حقٌّ ولم تَسْتعِدُّوا له
7. Kalian katakan bhw kematian itu benar ttpi tdk pernah menyiapkan amal utk kematian  
واشْتَغلتُم بعُيوبِ غيرِكم وتركْتم عُيوبَ اَنفُسَكم
8. Kalian sibuk memperbincangkan aib org lain ttpi kalian lupa dg aib sendiri.
وتَأكُلونَ رِزقَ اللّهِ ولا تشْكُرونهُ
9. Kalian makan rizki Alloh ttpi kalian tdk pernah pandai mensyukurinya.
وتُدْفِنونَ موتاكُم  ولا تعتبِرونَ بِهم
10. Kalian quburkan orang" yg meninggal dunia dikalangan kalian ttpi kalian tdk pernah mengambil pelajaran dari mereka. 

Nashoihul'Ibad hal75.
Selasa 23 Pebruari 2021

MAJELIS NUUR ISLAMI

DRS. UST. DEDI HERMANTO
         PUCUK PIMPINAN

Orang TUA

ADA 3 ORANG TUA YANG HARUS KITA HORMATI DAN HARGAI*=

1. *ORANG TUA TUBUH* = Orang Tua yang melahirkan kita

2. *ORANG TUA AKAL* = Para Guru kita

3. *ORANG TUA JIWA* = Para ustadz, ulama dan kiyai, yang menuntun JIWA kita kepada ALLAH SWT.

SYUKUR - SYUKUR KITA MENJADI ORANG TUA DARI, KETIGA UNSUR TERSEBUT,,, DARI ANAK ANAK KITA,,,!!!

====================

*ORANG TUA DAPAT DILIHAT* Dari =

1. *UMURNYA*

2. *PENGALAMANYA*

3. *ILMUNYA*

====================

*ORANG TUA* belum *DEWASA,,,,,*

Sedangkan orang untuk *DEWASA*,,,,,, tidak harus *NUNGGU TUA,,!!!*

====================

*ORANG TUA* ,,,, hanya bisa menjadi *KETUA ORGANISASI*,, tetapi belum tentu bisa *PEMIMPIN ORGANISASI*...!!!

==================

*KETUA* tidak akan bisa jadi *PEMIMPIN*,,,,,!!!

sedangkan *PEMIMPIN*,,,, bisa jadi *KETUA* apa saja,,,!!!

================

*beda KETUA dengan PEMIMPIN !!!*

1. *KETUA selalu ingin di depan*  sedangkan > *PEMIMPIN selalu di belakang untuk mengendalikkan dan mengawasi*

2. *KETUA* ingin selalu di *hormati dan di hargai*, kalau tidak akan tersinggung, sedangkan > *PEMIMPIN sederhana dan bersahaja,*

3. *KETUA* dapat *diketahui dan di kenal oleh orang banyak,* sedangkan > *PEMIMPIN, susah orang dapat mengenal dan mengetahuinya.*

4. *KETUA* *lambat dalam mengambil keputusan, terlalu banyak pertimbangan* ( tidak ,tegas ), sedangkan > *PEMIMPIN, cepat, tepan dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang, siap dengan resiko, keputusan yang diambil*

5. *KETUA* bisa menjadi *Walikota, Gubernur, Menteri, President*,,, lalu *masuk penjara*,,, karena korupsi,,, sedangkan > *PEMIMPIN, MASUK PENJARA DAHULU, KARENA BENAR BENAR BERKORBAN, UNTUK KEPENTINGAN RAKYAT, BANGSA DAN NEGARANYA*,,,, BARU JADI GUBERNUR, MENTERI DAN PRESIDENT,,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الْكٰفِرِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۚ اَتُرِيْدُوْنَ اَنْ تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًا مُّبِيْنًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

Q.S An-Nisa' [4] : 144

*Drs Dedi Hermanto* 
Pimpinan Majelis Nuur islami

Senin, 04 Oktober 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

Minggu, 03 Oktober 2021

MENGENAL ALLAH

*MENGENAL ALLAH*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam kepada Manusia Agung dan pilihan Yaitu *MUHAMMAD SAW.*

*KUNTU KANZAN MAGHFIYYAH, FA ARADTU AN U'ROF, FA KHALAKTUL KHOLQO*.( Allah Hasanah tersenbunyi, Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk), Hadist.

Hanya *MANUSIALAH, MAHLUK YANG MULIA DAN SEMPURNA, YANG DAPAT MENGENAL ALLAH*

Ada beberapa *TAHAPAN MENGENAL*

1. *KOMITMENT*

Jadi siapapun Manusianya, suku bangsa dan agamanya sudah pasti mengenal Allah, Di Alam Arwah sebelum manusia, dilahirkan ke dunia, *RUH MANUSIA BUAT KESAKSIAN / KOMITMENT.* 

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

2. *KOMUNIKASI*

Agar Komitment atau Kesaksian ini tetap terjaga, dan tersambung terus di Alam Dunia, .maka Allah, Memilih manusia pilihanya untuk *BERKOMUNIKASI* : 

1. *NABI DAN ROSUL*

وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْن 
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

2. *PARA WALI ALLAH*

Setelah *Para Nabi Dan Rosul wafat , Allahpun *MEMILIH PARA WALI-NYA, UNTUK TETAP BERKOMUNIKASI*

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Sahih al-Bukhari
Kitab : Hal-hal yang melunakkan hati
Bab : Tawadhu'
Nomor : 6021

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ حَدَّثَنِي شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin 'Utsman bin Karamah telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Bilal telah menceritakan kepadaku Syarik bin Abdullah bin Abi Namir dari 'Atho` dari Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah berfirman; Siapa yang memusuhi wali-KU, maka Aku umumkan perang kepadanya, dan hamba-Ku tidak bisa mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang telah Aku wajibkan, jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana  keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan.

3. *Kepada *ORANG BERIMAN YANG HATINYA BERSIH*

 يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ
(yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 88

  اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih."
Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 89

III. *KONSISTEN*

Tetap menjaga *KOMITMEN & KOMUNIKASI* Kepada Allah dengan *KONSISTEN* Sehingga tetap *MENGINGAT DAN MENGENAL ALLAH* Dengan selalu *BERIBADAH MENDIRIKAN SHOLAT*

 
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

IV. *KONSEKWENSI*

Apabila kita Manusia *TIDAK MENJAGA : KOMITMET, KOMUNIKASI, serta TIDAK KONSISTEN, untuk *MENGINGAT & MENGENAL ALLAH, maka Allah Akan berikan Sangsi atau *KONSEKWENSI* Neraka Jahannam.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْن
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Demikianlah , semoga bermanfaat, Amin ya Robbal Alamin.

Wa Alaikum salam Wr.wb
Senin, 04 Oktober 2021

Majelis *NUUR ISLAMI*


*Ust.Drs. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

Jumat, 01 Oktober 2021

MAKRIFATULLAH DZIKIR

*DIKIR MAKRIFATULLAH*

: وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Q.S Ali 'Imran [3] : 135

 اُولٰۤىِٕكَ جَزَاۤؤُهُمْ مَّغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَنِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۗ
Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.
Q.S Ali 'Imran [3] : 136

:وَّاسْتَغْفِرِ اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ
dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S An-Nisa' [4] : 106

 وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِۗ اِنَّ رَبِّيْ رَحِيْمٌ وَّدُوْدٌ

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
Q.S Hud [11] : 90

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ
Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.
Q.S Al-Ahzab [33] : 41

 وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.
Q.S Al-Ahzab [33] : 42

  هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.
Q.S Al-Ahzab [33] : 43

 : اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
Q.S Al-Baqarah [2] : 222 

 قُلْ اِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْٓ اِلَيْهِ مَنْ اَنَابَۖ
" Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya,"
Q.S Ar-Ra'd [13] : 27

 وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
Q.S Tha Ha [20] : 82

: مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍۙ

(Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat,
Q.S Qaf [50] : 33

: قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِيْٓ اِبْرٰهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗۚ اِذْ قَالُوْا لِقَوْمِهِمْ اِنَّا بُرَءٰۤؤُا مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِۙ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا حَتّٰى تُؤْمِنُوْا بِاللّٰهِ وَحْدَهٗٓ اِلَّا قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 

 قَوْلَ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ لَاَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَآ اَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
" (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."
Q.S Al-Mumtahanah [60] : 4

  لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ
, "Bahwa tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
Q.S Al-Anbiya' [21] : 87

 : قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Q.S Al-A'raf [7] : 23

: اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاˇولِى الْاَلْبَابِۙ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
Q.S Ali 'Imran [3] : 190

 الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Q.S Ali 'Imran [3] : 191

: الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 28 

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
Q.S Al-Munafiqun [63] : 9

 فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
Q.S Al-Baqarah [2] : 152

 وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Q.S Ibrahim [14] : 7

  قُلْ هُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ
Katakanlah, "Dialah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati." (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.
Q.S Al-Mulk [67] : 23

  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Q.S Al-Baqarah [2] : 153

 : وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

 : وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Q.S An-Nahl [16] : 78 

: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu mendapat keberuntungan.
Q.S Al-Ma'idah [5] : 35

: وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۙ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,
Q.S Qaf [50] : 16

  وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Q.S Al-Baqarah [2] : 186

I: اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ يُزَكُّوْنَ اَنْفُسَهُمْۗ بَلِ اللّٰهُ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُ وَلَا يُظْلَمُوْنَ فَتِيْلًا
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih? Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikit pun.
Q.S An-Nisa' [4] : 49

 فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَاۤءِۗ كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللّٰهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Q.S Al-An'am [6] : 125

 وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Q.S Al-A'raf [7] : 179

 : وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit."
Q.S Al-Isra' [17] : 85

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ اِلَى اللّٰهِۚ وَاللّٰهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيْدُ
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Q.S Fathir [35] : 15
 

: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 40

 فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

 يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27

: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ

i
 dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Q.S Al-Fajr [89] : 28

  فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Q.S Al-Fajr [89] : 29

 وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ
masuklah ke dalam surga-Ku.
Q.S Al-Fajr [89] : 30

 : وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Q.S Al-Bayyinah [98] : 5

 لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Q.S At-Taubah [9] : 128

 فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Q.S At-Taubah [9] : 129

  وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

:وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 260

 اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Q.S Fathir [35] : 28

 وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Q.S An-Nazi'at [79] : 

] : فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
Q.S An-Nazi'at [79] : 41

: اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Q.S Yunus [10] : 62

Jakarta, 01 Oktober 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

*UST.DRS.DEDI HERMANTO*

Jumat, 17 September 2021

TAKDIR

TAKDIR ( QODA & QADAR )*

Assalamualaikum Wr.wb

Di Zaman yang serba *SULIT & SUSAH* Tidak sedikit manusia yang *BERPUTUS ASA, GALAU, BAHKAN STRES BERAT*.

Untuk  itu Perlulah sedikit kita *KEPOIN APA ITU TAKDIR* Agar kita tidak salah memahami Takdir, hingga kita *PESIMIS, SALAH JALAN, DAN MENYALAHKAN ALLAH*

Sebagai Referensi :

وحَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ Bj إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ وَكَّلَ بِالرَّحِمِ مَلَكًا فَيَقُولُ أَيْ رَبِّ نُطْفَةٌ أَيْ رَبِّ عَلَقَةٌ أَيْ رَبِّ مُضْغَةٌ فَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَقْضِيَ خَلْقًا قَالَ قَالَ الْمَلَكُ أَيْ رَبِّ ذَكَرٌ أَوْ أُنْثَى شَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ فَمَا الرِّزْقُ فَمَا الْأَجَلُ فَيُكْتَبُ كَذَلِكَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ
  47.5/4785. Telah menceritakan kepadaku Abu Kamil Fudhail bin Husain Al Jahdari; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid; Telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik -secara marfu'- dia berkata; Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah mengirim malaikat pada setiap rahim, dan malaikat itu berkata; Wahai Rabb nutfah, Rabb 'alaqah, Rabb mudhghah. Jika Allah Azza wa Jalla hendak menentukan takdir pada mahluk-Nya, Malaikat itu berkata Wahai Rabb, laki-laki atau perempuan? celaka atau bahagia, bagaimana rizki dan bagaimana ajalnya? Maka ditulislah ketetapan itu dalam perut ibunya. ( Hadis )

: اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Q.S Al-Qamar [54] : 49

 وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53

Jadi *Qoda dan Qodar :

1. *Qoda : Suatu pengetahuan Allah,Akan ketetapan sesuatu pada Mahluk-Nya, Yang Akan Terjadi, Sebelum dan sedang terjadi, akan Baik buruknya seseorang, laki atau perempuan,Kematian.*

2. *Qodar* : Adalah suatu dari *Perwujudan atau realitas dari Ketetapan Allah, berdasarkan *Ukuran dan kadar* Yang disebut *Takdir.*

*Takdir* terbagi Dua

1. Takdir *Mubham* : Takdir yg tidak dapat dirubah, wanita, Pria, tua, Mati, atau *Takdir Mutlak*

: وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوْهُ فِى الزُّبُرِ
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Q.S Al-Qamar [54] : 52

: وَكُلُّ صَغِيْرٍ وَّكَبِيْرٍ مُّسْتَطَرٌ
Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.
Q.S Al-Qamar [54] : 53


2. Takdir *Mua'laq*: Takdir yang bisa dirubah, dengan ,,Doa,Silaturahim,berusaha atau ihtiar.

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. *Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.* Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Q.S Ar-Ra'd [13] : 11

Jadi Apakah manusia itu, Baik / jahat, Kaya / Miskin, Pintar / Bodoh, masuk Surga Atau Neraka ,Sudah Kehendak Allah ?

Tidak, Karena Manusia Allah Berikan Aqal dan Kehendak ,Untuk memilihnya,

: فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8

: قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9

: وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10

*Perumpamaan* :

*Pak Dodi Melihat Kulit pisang di Jalan Trotoar, Menurut Pengetahuanya bicara Dalam Hati, " Kalau ada Orang yang injak kulit pisang, pasti kepleset jatuh,"*.

*Apakah seandainya ada orang yang injak Kulit pisang itu Terjatuh, Pak Dodi juga Jatuh, tentu Tidak*

" *JADI QODA QADAR ADALAH , ALLAH MENGETAHUI PERBUATAN HAMBANYA APA YANG AKAN TERJADI, DAN DILAKUKAN MAHLUKNYA.*

*ATAU GURU MENGUNCI RUANG KELAS YG SEDANG UJIAN KELAS , YANG DIDALAMNYA ADA MURID MURID, DAN DARI LUAR GURU MENGETAHUI DAN MENGAWASI MURID YANG SEDANG UJIAN, MURID DIBERI KEBEBASAN MENGERJAKAN UJIAN TERSEBUT,*

*WALAU GURU SUDAH TAU HASILNYA, SIAPA YANG MALAS BELAJAR PASTI UJIANYA JELEK.*

*DAN SIAPA YANG RAJIN BELAJAR PASTI HASIL NILAI UJIANYA BAGUS*.

*PADA  SAAT HASILNYA DIUMUMKAN DAN DIKETAHUI ADA YANG LULUS ATAU TIDAK LULUS , ITULAH TAKDIR*

Selamat Menempuh Ujian.

Yang Benar dari Allah yang sangat salah dari, Saya sendiri.

Wa alaikum salam wr.wb

Jakarta,Kamis, 29 Juli 2021.

*MAJELIS NUUR ISLAMI*

UST.DRS.DEDI HERMANTO

bila bermanfaat silahkan Share,,,

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM

KEMUNDURAN UMMAT ISLAM !!! =

1. Tidak merasa MEMILIKI Islam , acuh dan masa bodoh dengan Islam.

2. Kurang PENGHAYATAN dan PENGAMALAN, nilai nilai agama Islam.

3. Minder dan MALU, menunjukkan identitas dan JATI DIRI islam

4. Cinta kepada DUNIA yang berlebihan, hingga HIDUP di agama Islam bukanya MENGHIDUPKAN Syiar Nilai Agama Islam.

5. Masalah HARGA DIRI,menjadi masalah BESAR,,, sedangkan masalah ke IMANAN , MORAL dan AKHLAK masalah KECIL.

6. Ustadz, Ulama, Kiyai dan Habib nya, TERTIDUR dengan kesenangan dunia,( AMPLOF ,TERISI UANG dan PARCEL ),, sedangkan Ummatnya mati,,, BAGAIMANA MUNGKIN ORANG YANG TIDUR,,, MEMBANGUNKAN IMAN,,, UMMAT ISLAM YANG MATI,,, !!!!!

7. " DAN BERPEGANG TEGUHLAH TERHADAP TALI AGAMA ALLAH , DAN JANGAN BERCERAI BERAI," al-ayat,,,, ini ayat,,, TIDAK DIAMALKAN OLEH PARA PEMIMPIN UMMAT.

8. Barat dan Eropa MAJU DAN MAKMUR karena SEKULER = Memisahkan urusan agama dengan urusan dunia,,,,,,

,,,,,,,,,,,,,,sedangkan UMMAT ISLAM JUSTRU AKAN MENGALAMI KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN,,,,, BILA URUSAN AGAMA DAN DUNIA DIPISAH,,,,,,, KARENA ISLAM MENGATUR DARI SELURUH SEGI KEHIDUPAN MANUSIA,,,,,, dari KEPEMERINTAHAN, EKONOMI, POLITIK, SOSIAL, KELUARGA, DAPUR SAMPAI KASUR,,,, !!!

======

ALLAH USSHOMAD,,,, ALLAH TEMPAT BERGANTUNG,,, al ayat.

tuan guru ; TIDAK ADA DALIL dan KETERANGAN,,,,,, dalam BERDAKWAH / SYIAR AGAMA ISLAM,,,, kita MENDAPATKAN UPAH / AMPLOF TERISI UANG,,,!!! ???

ustadz ; TAPI tuan,,,, mereka yang memberikkan,,, bukan kami yang meminta,,,, !!!!

tuan guru ; kalau begitu,,, slahkan diambil secukupnya,,, jangan berlebihan,,,,,, TAPI YANG LEBIH PENTING DARI ITU,,,,,,,, SANGGUPKAH,,, KALIAN HAIII,,,, PARA PENDAKWAH,,,UNTUK TIDAK KETERGANTUNGAN SAMA AMPLOF YANG TERISI UANG,,,, SANGAT DIPASTIKKAN KALIAN AKAN KETERGANTUNGAN DAN KECANDUAN,,,,, DAN SUSAH LAGI MENINGGALKAN KETERGANTUNGAN TERSEBUT,,,,,,,,,,,,,,,,

DOSA dari UMMAT karena ketergantungan / kecanduan dengan NARKHOBA,,, susah untuk dihilangkanya,,,,

sedangkan DOSA dari PENDAKWAH,,, karena KETERGANTUNGAN / KECANDUAN ,,,, UANG AMPLOF,,,, DALAM BERDAKWAH,,,,, susah untuk dihilangkan,,,,

bila sudah dapat AMPLOF,,,, JANGAN LAGI HARAP ,,PAHALA DISISI ALLAH,,,,

ustadz ; baiklah,,, tapi,,, BERDAKWAH,,, sudah menjadi USAHA dan PEKERJAAN kami,,,,, bagaimana dengan anak isteri kami,,, ???

tuan guru ; BERDAKWAH itu bukan PROFESI / PEKERJAAN,,,,, tetapi menjadi KEWAJIBAN,,, yang harus dilaksanakkan,,,,,,,, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga ,,,bekerja, berusaha atau berdagang,,,,,, " APABILA KITA TELAH SELESAI SHOLAT , MAKA BERTEBARANLAH ENGKAU DIMUKA BUMI INI UNTUK MENCARI REJEKI, YANG TELAH ALLAH TETAPKAN," al ayat

ustadz ; INSYA ALLAH , TUAN GURU,,, saya akan berusaha MENGHIDUPKAN AGAMA ISLAM,,, dengan DAKWAH sayaa,,,,,, TIDAK LAGI ,,, HIDUP DI AGAMA ISLAM,,,, untuk keperluan keluarga saya,,,, DO'AKAN sayya,,, GURU,,,

tuan guru ; AMIN,,, INSYA,,,ALLAH,,,,SEMOGA ALLAH MERAHMATI- mu

===================

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ
=
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam
(QS Asy Syu'araa' 178-180)

surat Al Furqaan ayat 57:

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِلَّا مَنْ شَاءَ أَنْ يَتَّخِذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا

Katakanlah : "Aku (Muhammad) tidak meminta upah sedikitpun kepada kamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhan nya

==============

“Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) secara terang-terangan” (Qs. Yasin : 17).

“Ikutilah orang-orang yang tiada meminta balasan (upah) kepadamu ; dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Qs. Yasin : 21).

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman atas (potensi) diri dan harta mereka dengan (bayaran) al jannah (syurga). Mereka itu melaksanakan qital (wujud rumusan menejemen Islam) di jalan Allah, maka mereka unggul atau diungguli. (Qs. Attaubah :111).

==========

setiap orang yang menuntut ilmu, kemudian mengajarkan Al-Qur`an ataupun berdakwah, maka dia harus melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta'ala .
Tidak boleh ia mengharapkan sesuatu dari manusia baik berbentuk harta maupun yang lainnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ,لاَيَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَالَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘ Azza wa Jalla , namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat".
[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, 3664; Ahmad, II/338; Ibnu Majah, 252; dan Hakim, I/85 dari sahabat Abu Hurairah. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim dan disetujui oleh Imam Adz Dzahabi].

==============

PENDAKWAH dan MUBALLIGH,,,,,,,,,,,,, seperti = GELAS MAHKOTA terbuat dari EMAS bertahtakan BUTIRAN INTAN dan PERMATA,,,,, sesuatu yang sangat MULIA disisi ALLAH,,,,,,,,,, TETAPI ,,,,, BILA,,,, GELAS INI DIGUNAKKAN UNTUK MENGAMBIL,,, air kotor,,, ALANGKAH RENDAH NILAINYA,,,,,, YAITU , " DUNIA " ( AMPLOF, TERISI UANG ),,,!!!

=============

para PENDAKWAH, dan MUBALLIGH,,,, sudah banyak yang jadi HARIMAU, SIRKUS,,,, jadi TONTONAN,,,,, BUKAN LAGI MENJADI TUNTUNAN UMMAT, KURANG BERWIBAWA, KHARISMA dan jadi PANUTAN,,

TARGET IBLIS GODA MANUSIA

TARGET IBLIS MENGGODA MANUSIA

Assalamualaikum Wr Wb. 

Puji bagi Allah Swt dan Sholawat serta salam tercurah kepada Baginda kita Muhammad Saw.

Target Iblis menggoda dan menjerumuskan Manusia :

1. SYIRIK : 

Target UTAMA, Iblis Menggoda manusia adalah agar manusia mensekutukan Allah, Karena dengan manusia mensekutukan Allah, maka manusia telah melakukan kesesatan dan dosa yang sangat besar, tidak diampuni dan selamanya dalam neraka bersama Iblis laknatullah. 

 : اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dūna żālika limay yasyā', wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman ‘aẓīmā

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Q.S An-Nisa' [4] : 48

2. BID'AH :

Apabila target utama untuk menyesatkan manusia dengan Mensekutukan Allah,  Maka Iblispun, menghiasi Ibadah yang tidak ada tuntunanya dari Allah dan Rosulnya. 

3. DOSA BESAR :

Bila Dengan menjadi Musyrik dan Ahli Bid'ah,  belum mempan Iblispun mulai menghiasi dan mengganghap Dosa  besar itu sesuatu hal yang biasa, dengan bahasa yang di perhalus dan menarik, seperti perbuatan ZINA Pelacur yang sangsinya bisa di rajam hingga mati, diperhalus menjadi PSK ( Pekerja Sex Komersial ).

 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا

wa lā taqrabuz-zinā innahū kāna fāḥisyah, wa sā'a sabīlā

Al-isra : 32

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

4. DOSA KECIL :

Apabila dengan Dosa Syirik, Bid'ah, Dosa Besar,   masih belum dapat Menjerumuskan Manusia, Maka Iblispun,  TIDAK PUTUS ASA, selalu Membisikkan Dosa Kecil,  kepada manusia, hanya sekedar dosa kecil, tidak mengapa. Seperti bergunjing, mengumpat, berbohong dan lainya. Semakin banyak saja manusia yang terjerat tipu daya syetan

Dosa kecil adalah seperti Musyafir yang mengumpulkan Ranting ranting kayu, untuk menjadi tumpukan kayu yang menjadi api unggun yang besar, pada malam hari. 

5. MUBAH : PERBUATAN YANG DI BOLEHKAN TAPI MELALAIKAN DALAM BERIBADAH

Akhirnya Iblispun Menargetkan manusia dengan menyesatkan manusia dengan sangat Dahsyat, Tersetruktur, Sistematis dan Masal,  Yaitu perbuatan MUBAH, yang di bolehkan Tapi sama Iblis diberi KESENANGAN YANG SEMU FATAMORGANA, sehingga MELALAIKAN DARI BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT. seperti : Bermain Hp,  Sosial media, Games Online, Nonton Tv, dan lainya, Sehingga kita LALAI dan MENUNDA NUNDA bahkan TIDAK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT.

: اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

i‘lamū annamal-ḥayātud-dun-yā la‘ibuw wa lahwuw wa zīnatuw wa tafākhurum bainakum wa takāṡurun fil-amwāli wal-aulād, kamaṡali gaiṡin a‘jabal-kuffāra nabātuhū ṡumma yahīju fa tarāhu muṣfarran ṡumma yakūnu ḥuṭāmā, wa fil-ākhirati ‘ażābun syadīduw wa magfiratum minallāhi wa riḍwān, wa mal-ḥayātud-dun-yā illā matā‘ul-gurūr

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Q.S Al-Hadid [57] : 20

Demikialah semoga kita tidak menjadi TARGET JEBAKAN IBLIS LAKNATULLAH, amin ya robbal alamin. 

Wa alaikum salam Wr. Wb

Jakarta 21 November 2020

Alfaqir

Ust.Dedi hermanto 
Pimpinan Majelis
Nuur Islami

Minggu, 05 September 2021

TAKTIK STRATEGI SYETAN JERUMUSKAN MANUSIA

TIK & STRATEGI SYETAN MENSESATKAN MANUSIA*

1. *TERLANJUR & DITUNDA*

Apabila manusia Melakukan sekecil dosa langsung Ditanamkan sifat *TERLANJUR*.
dan bila Ingin bertaubat *DITUNDA*

2. *DIKURANGI (-) & DITAMBAH (+)*

A. *DIKURANGI* 

Bila orang islamnya, BODOH, MISKIN, PENGETAHUAN AGAMA ISLAMNYA KURANG, maka Syetan membisyikan = *" kita untuk berbuat MAKSIAT DAN DOSA*

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًاۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۙ

asy-syaiṭānu ya‘idukumul-faqra wa ya'murukum bil-faḥsyā', wallāhu ya‘idukum magfiratam minhu wa faḍlā, wallāhu wāsi'un ‘alīm

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjadikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Q.S Al-Baqarah [2] : 268

B. *DITAMBAH* 

bila orang islamnya PINTAR , KAYA, BAHKAN MEMAHAMI ILMU AGAMA ISLAM ( Ust. Kiyai, Habib), Maka Syetan Akan membisikan, = *" Bahwa kitalah YANG PALING PINTER, BENER, DAN BANYAK PENGIKUTNYA, hingga tanpa disadari kita SEDANG MEMPERKENALKAN DIRI KITA DI UMMAT ISLAM, BUKAN MEMPERKENALKAN ALLAH, KEPADA UMMAT ISLAM, "* 

*HIDUP DIAGAMA ISLAM, BUKAN MENGHIDUPKAN AGAMA ISLAM*

 :: اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌۙ

innī lakum rasūlun amīn

Sesungguhnya *aku adalah seorang rasul* kepercayaan (yang diutus) kepadamu.

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 178


: فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

fattaqullāha wa aṭī‘ūn

maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 179


: وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۗ

wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

dan aku sekali-kali *TIDAK MEMINTA UPAH* kepadamu atas ajakan itu, *(DAKWAH)* upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.

Q.S Asy-Syu'ara' [26] : 180

ini Alquran *Jelas dalam berdakwah tidak boleh, Pasang tarip, Upah, aplop,*

Karena juru Dakwah adalah *KEWAJIBAN SETIAP UMMAT ISLAM, SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT, BUKAN PROFESI YANG HARUS DIHARGAI*

*SALAM AKAL SEHAT, HATI JERNIH*

Jakarta, 
Sabtu 12 -12- 2020
Jam 22:22

 *Tg. DEDI HERMANTO* 
PIMPINAN MAJELIS NUUR ISLAMI

Rabu, 01 September 2021

JIWA YANG TENANG

MENUJU JIWA YANG TENANG*

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji bagi Allah, Sholawat serta Salam pada Muhammad SAW.

Tidak sedikit ummat islam yang sudah beribadah tapi *JIWANYA MASIH BELUM TENANG* dan selalu gelisah, galau dan suntuk.

Padahal Allah memanggil hambanya masuk surga hanya kepada *HAMBANYA YANG JIWANYA TENANG*


: يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ

Hai jiwa yang tenang.

Q.S Al-Fajr [89] : 27
 

: ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ

Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
 :
 فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ

Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,

: وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ

masuklah ke dalam surga-Ku.

Q.S Al-Fajr [89] : 30

*ADA BEBERAPA TAHAPAN YANG MEMBUAT JIWA KITA TENANG*

1. *TUJUAN HIDUPNYA HANYA UNTUK ALLAH*

Tujuan hidupnya hanya *MENCARI RIDHO ALLAH* Bukan Menuruti Keinginan *HAWA NAFSU dan DUNIA*

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Katakanlah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Q.S Al-An'am [6] : 162

2. *SELALU BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH*

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Q.S Al-Baqarah [2] : 152

3. *BERBUAT BAIK SUDAH MENJADI KEBIASAN HIDUPNYA SEHARI HARI*

بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗٓ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ

(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, *sedang ia berbuat kebajikan,* maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Q.S Al-Baqarah [2] : 112

4.  *SELALU BERBAIK SANGKA, APAPUN YANG TERJADI*


لَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِاَنْفُسِهِمْ خَيْرًاۙ وَّقَالُوْا هٰذَآ اِفْكٌ مُّبِيْنٌ


Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat *tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri*, dan (mengapa tidak) berkata, "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

Q.S An-Nur [24] : 12

5. *CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI PELINDUNG DAN PENOLONG*


يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Hai Nabi, cukuplah Allah *(menjadi Pelindung)* bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.

Q.S Al-Anfal [8] : 64

6. *TIDAK LALAI DAN TERTIPU AKAN KESENANGAN DUNIA*

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَاطْمَـَٔنُّوْا بِهَا وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَۙ

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,

Q.S Yunus [10] : 7

7. *SELALU MENUNTUN ILMU DAN MERASA KURANG AKAN ILMU*

قَالَ لَهٗ مُوسٰى هَلْ اَتَّبِعُكَ عَلٰٓى اَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Musa berkata kepada Khidhr, "Bolehkah aku mengikutimu agar kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"

Q.S Al-Kahf [18] : 66

8. *DIPUJI TIDAK SOMBONG, DIHINA TIDAK TERCELA*

لَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَفْرَحُوْنَ بِمَآ اَتَوْا وَّيُحِبُّوْنَ اَنْ يُّحْمَدُوْا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوْا فَلَا تَحْسَبَنَّهُمْ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الْعَذَابِۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
 
Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan *mereka suka agar dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan* janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

Q.S Ali 'Imran [3] : 188

9. *SEGERA BERTOBAT*

فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنْ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِۖ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Q.S Al-Baqarah [2] : 37

Demikianlah *BENNAR DATANGNYA DARI ALLAH , SEANDAINYA SALAH DARI KEBODOHAN SAYA,

Salam *JIWA TENANG*

Selasa 26 Januari 2021


Pucuk Pimpinan
Majelis *NUUR ISLAMI*

DRS. DEDI HERMANTO

Selasa, 31 Agustus 2021

KARAKTER HATI MANUSIA

KARAKTER HATI MANUSIA*

*1. HATI YANG SELALU TERBUKA* 

Awalnya Hati yang selalu *terbuka menerima kebaikan, Dan Nasihat* Tetapi Pada saat kita terus menerus melakukan dosa dan Maksiat maka Hati akan *MENUTUP* Setiap *NASIHAT KEBAIKAN*

وَّجَعَلْنَا عَلٰى قُلُوْبِهِمْ اَكِنَّةً اَنْ يَّفْقَهُوْهُ وَفِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرًاۗ وَاِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى الْقُرْاٰنِ وَحْدَهٗ وَلَّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِهِمْ نُفُوْرًا

dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.

Q.S Al-Isra' [17] : 46

*2. HATI YANG KERAS DAN MEMBANTU*

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةًۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

Kemudian setelah itu *hatimu menjadi keras seperti batu,* bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Q.S Al-Baqarah [2] : 74

*3. HATI YANG SAKIT* 

Hati yang selalu *MENGELUH, CEPAT TERSINGGUNG, MARAH, & MUNAFIK ( ANTARA UCAPAN DAN PERBUATAN BEDA )*

اِذْ يَقُوْلُ الْمُنٰفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ غَرَّ هٰٓؤُلَاۤءِ دِيْنُهُمْۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

(Ingatlah), ketika *orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata*, "Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya." (Allah berfirman), "Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Q.S Al-Anfal [8] : 49

*4  HATI YANG LEMBUT*

Hati yang selalu *MENTAUHIDKAN ALLAH SWT*

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ اِبْرٰهِيْمَ لِاَبِيْهِ اِلَّا عَنْ مَّوْعِدَةٍ وَّعَدَهَآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗٓ اَنَّهٗ عَدُوٌّ لِّلّٰهِ تَبَرَّاَ مِنْهُۗ اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَاَوَّاهٌ حَلِيْمٌ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. *Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat LEMBUT HATINYA lagi penyantun.*

Q.S At-Taubah [9] : 114

*5. HATI YANG DIKUNCI MATI*

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًاۚ فَاِنْ يَّشَاِ اللّٰهُ يَخْتِمْ عَلٰى قَلْبِكَۗ وَيَمْحُ اللّٰهُ الْبَاطِلَ وَيُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمٰتِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah." *Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia *MENGUNCI MATI HATIMU*, dan Allah menghapuskan yang batil dan membenarkan yang hak dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Q.S Asy-Syura [42] : 24

*6. HATI SEPERTI CERMIN*

Hati yang *Selalu memantulkan cahaya Nuur Allah*

*7. HATI SEBAGAI ISTANA PUSAT KEPEMERINTAHAN*

Hati *Tidak mungkin diduduki dan dikuasai 2 Raja, Apabila diduduki oleh Malaikat maka seluruh Anggota tubuh akan berbuat baik,*
*Tapi apabila diduduki oleh Syaitan dan hawa nafsu Maka seluruh anggota tubuh akan berbuat jahat.*

*8. HATI SEBAGAI KULKAS*

*Hati yang selalu menerima Yang Baik Baik kalo sudah tidak baik atau busuk dikeluarkan dari kulkas.*

*9. HATI SEPERTI TEMPAT KERANJANG SAMPAH*

*Hati yang selalu menerima dan menampung perbuatan jahat, dosa dan Maksiat*

Jakarta,9 April 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


*UST. DRS. DEDI HERMANTO*
Pucuk Pimpinan

HARTA KARUN TERPENDAM

HARTA KARUN YANG TERPENDAM*

Assalamulaikum wr. Wb. 

*Kuntu Kanzan Maghfiyah, Fa A'radtu an u'raf, Fakhalaqtul khalaqa* hadis
" Allah Khasanah *Harta karun yang terpendam* (tersembunyi), Allah ingin dikenal, Maka Allah menciptakan Mahluk "

*Sebelum Allah menciptakan Mahluk dan Alam semesta beserta isinya, TIDAK ADA YANG MENGENAL DAN MENGETAHUI ALLAH, APALAGI BERIBADAH KEPADA ALLAH,.*

Maka dari itu, Allah menciptakan MAHLUK Agar *ALLAH DAPAT DIKENAL, DAN DI IBADAHI*

tapi tidak sedikit Ummat islam yang sudah beribadah menjalankan *RUKUN ISLAM* Sholat, zakat, puasa, bahkan pergi haji berkali kali, *MASIH BELUM MENGENAL ALLAH*

*Awwaludin Makrifatullah* *" Awwal beragama mengenal Allah "*

: وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَاۛ اَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan),"
Q.S Al-A'raf [7] : 172

Jadi *Siapapun manusianya, suku bangsanya, maupun agamanya, pada HAKEKATNYA mereka semuanya Sudah *MENGENAL ALLAH* di alam Ruh. 

Dan Dari seluruh Mahluk Ciptaan Allah. *HANYA MANUSIALAH YANG DAPAT MENGENAL ALLAH* karena manusia *DAPAT MENGENAL DIRINYA* . apabila manusia di kasih kaca pasti langsung dandan dan bersolek, tapi bila Ayam dikasih kaca, pasti akan diserang itu kaca, karena dikira musuhnya 🤭🙏🏻.

Untuk itu *KENALI DIRI, MAKA AKAN MENGENAL ALLAH* " BARANGSIAPA MENGENAL DIRINYA PASTI MENGENAL ALLAH" hadist.

Pada saat manusia, sudah lahir di dunia, Allah pun *MEMPROKLAMIRKAN DAN MEMPERKENALKAN DIRINYA KEPADA MANUSIA*

: اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
Q.S Tha Ha [20] : 14.

Agar Manusia dapat *MENGENAL ALLAH* Allah pilih diantara manusia untuk *BERKOMINIKASI* dipersiapkan  *MENJADI NABI DAN ROSUL*  sebagai *" MARKETTING UNTUK MEMPROMOSIKAN  MENGENAL ALLAH"*

Diantaranya :

*IBRAHIM AS =*
: وَاِذْ قَالَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِيْ كَيْفَ تُحْيِ الْمَوْتٰىۗ قَالَ اَوَلَمْ تُؤْمِنْۗ قَالَ بَلٰى وَلٰكِنْ لِّيَطْمَىِٕنَّ قَلْبِيْۗ قَالَ فَخُذْ اَرْبَعَةً مِّنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ اِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِيْنَكَ سَعْيًاۗ وَاعْلَمْ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

Dan (ingatlah) ketika *Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.*" Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, akan tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), "Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q.S Al-Baqarah [2] : 260

*MUSA AS* =
 وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, *berkatalah Musa, "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.*" Tuhan berfirman, "Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata, "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Q.S Al-A'raf [7] : 143

*ISA AS =*
: فَاَشَارَتْ اِلَيْهِۗ قَالُوْا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"
Q.S Maryam [19] : 29

: قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِۗ اٰتٰنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّاۙ

Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
Q.S Maryam [19] : 30

Selama Nabi ISA AS masih hidup, *TIDAK ADA SATU KATAPUN, IA MENGATAKAN BAHWA IA TUHAN,*  tapi pada saat beliau tiada barulah *Paulus* dan muridnya *Lukas*, *MEMBUAT DOKTRIN AJARAN BAHWA ISA ADALAH TUHAN*

*MUHAMMAD SAW =*
: اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْۗ وَاِنَّ فَرِيْقًا مِّنْهُمْ لَيَكْتُمُوْنَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 146

Tapi kita sebagai manusia biasa yg bukan nabi atau Rosul, *"MASIH MUNGKINKAH KITA BISA BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH,???*

Insya ALLAH bisa, tentu dengan *HATI YANG BERSIH, QOLBUN SALIM* Hati tiada didalamnya *DUNIA, NAFSU, SETAN DARI BANGSA JIN DAN SETAN DARI BANGSA MANUSIA*

Tentang *QOLBUN SALIM* insya Allah Artikel berikutnya.

Yang benar dari Allah, yang salah, dan banyak kesalahan dari, saya sendiri. 

Wa alaikum salam Wr. Wb.

Jakarta, 28 Juni 2021

*MAJELIS NUUR ISLAMI*


*DRS. DEDI HERMANTO*
Pimpinan

Tuandedi.dh@gmail.com
081380021456 /08176612298

*SEBAIK BAIK MANUSIA, BERMANFAAT KEPADA MANUSIA LAINYA* hadis

Bila bermanfaat, Share, bila tidak abaikan, Baca diulang, biar ada hikmahnya, amin

MENGAPA BERAGAMA

*MENGAPA MESTI BERAGAMA* Mengapa kita mesti Beragama dan Mencari tuhan, Karena suatu Kebutuhan Hidup manusia, banyak suatu masalah kehidupan...