*SYUKUR*
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Istilah syukur berasal dari bahasa Arab yaitu syakaro- yaskuru- syukron yang artinya syukur adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut. berarti ungkapan rasa terimakasih kepada Allah swt kerena telah di berikan sebuah kenikmatan.
Dalam Kehidupan manusia tidak lepas dari, Ujian, cobaan, dan dari berbagai macam *MASALAH* , Semua ini berawal dari Kekecewaan, harapan atau keinginan manusia yang *TIDAK TERWUJUD, SESUAI HARAPAN*. jika dibiarkan terus menerus menjadi *PENYAKIT HATI* , sering mengeluh, sensitif, cepat tersinggung, gampang marah, sehingga akan *MENGGANGGU KESEHATAN JIWA DAN PIKIRAN* dan menjadi Kufur Nikmat.
Lawan dari syukur adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah l. Semisal Qarun yang berkata, “Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki” (Q.S. al-Qashash [28]: 78).
Syukur adalah *MENAMPAKKAN NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan, dengan *BERIBADAH dan BERAMAL* Sesuai keinginan Allah.
Dan kebalikannya Kufur nikmat atau Kikir, *JUSTRU MENUTUPI NIKMAT ANUGERAH* Yang Allah berikan. Hidupnya dari kecil, dewasa, Tua bahkan menjelang mati, *SELALU MENGELUH, SEOLAH OLAH, ALLAH TIDAK BERI NIKMAT DAN KESENANGAN*
Syukur itu kita dapat merasakan 3 Kelezatan :
1. *KELEZATAN JASMANI* :
Kelezatan Jasmani, bukanya Makan apa, tapi *HARI INI KITA MAKAN DIMANA YANG ENAK DAN LEZAT*, Tapi *JANGAN SIAPA LAGI YANG KITA MAKAN*
2. *KELEZATAN NAFSANI* :
Yaitu Kelezatan Hawa Nafsu Duniawi, Harta, Tahta, wanita. ini semua Kelezatan *YANG TIDAK AKAN PERNAH PUAS, SELAGI MASIH MAKAN NASI, KECUALI SUDAH MAKAN TANAH*
3. *KELEZATAN RUHANI* :
Kelezatan RUHANI lah, kelezatan yang *PALING BAIK DAN SEMPURNA* Sebagaimana senang atau Gembira nya saat Berbuka puasa, setelah *DAPAT MENAHAN KELEZATAN JASMANI DAN KELEZATAN HAWA NAFSU*
Nikmat + Puas : Saling berbagi = *SYUKUR*
Sebagaimana Allah Berfirman Kita menanam satu Biji, Allah beri tujuh tangkai, setiap tangkai ada Seratus Biji, bahkan bisa Allah lebihkan, *ITULAH BALASAN SYUKUR ALLAH ATAS SATU KEBAIKAN YANG MANUSIA LAKUKAN*.
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Q.S Al-Baqarah [2] : 261
Jadi *NIKMAT SEHAT* Adalah *MAKOTA BERLAPIS EMAS DAN MUTIARA* Yang ada dikepala kita, *YANG HANYA DAPAT DILIHAT OLEH ORANG YANG SEDANG SAKIT*
Hadis tentang Bersyukur saat Senang dan Sabar saat Susah
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik.
Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati.
Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya,” (HR Muslim).
Syukur *MEMBERI MERASA SEDIKIT* menerima walau sedikit *TAPI SUDAH MERASA TERLALU BANYAK*
Salam *SEHAT DAN SUKSES* Amin.
WA alaikum salam wr. Wb.
Kamis, 09 Pebruari 2023
PB FORMULA
TG. DRS. DEDI HERMANTO