*HAWA, NAFSU dan SYAHWAT*
Assalamu'alaikum, Wr, Wb.
Puji hanya Bagi Allah, Sholawat serta salam kepada Muhammad SAW.
Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:
*HAWA* (الهوى): sangat *KEINGINAN*
*NAFSU* (النفس): *DORONGAN ENERGI* dari diri seseorang.
*SYAHWAT* (الشهوة):
*KENIKMATAN, KENYAMANAN dan KETENANGAN*
Jadi *HAWA* atau Keiinginan manusia Lahir itu tidak lepas dari adanya : *PERMINTAAN KEBUTUHAN POKOK DASAR DARI MANUSIA* Berupa :
1. *MAKAN dan MINUM*
2.*KELANGSUNGAN KETURUNAN*
3. *MENGENAI ALLAH*
Tapi Manusia pada umumnya *LEBIH CENDERUNG UNTUK MEMENUHI KEINGINAN KEBUTUHAN BIOLOGIS daripada TAAT IBADAH MENGENAI ALLAH.*
Dari *KEBUTUHAN* maka tumbuhlah Hasrat *KEINGINAN* lalu muncullah Energi Dorongan *NAFSU*.
Maka pada saat *KEINGINAN DORONGAN NAFSU SANGAT KUAT, UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN POKOK MANUSIA, maka disinilah muncul*, *AKAL* untuk *MENGKONDISIKAN dan MEWUJUDKAN NYA*.
Lalu *AKAL* Tinggal memerintahkan Pasukannya berupa *PANCAINDERA* untuk *MENGEKSEKUSI, SESUAI SITUASI DAN KONDISI* agar tercapainya Tujuan berupa *" SYAHWAT (KESENANGAN, KEPUASAN, KETENANGAN DAN KENYAMANAN )*.
Jadi *SYAHWAT* itu lebih cenderung *KESENANGAN dan KEPUASAN yang SESAAT, FATAMORGANA, MENIPU dan NEGATIF*.
Sedangkan *KESENANGAN dan KEPUASAN yang POSITIF, disebut : HIMMAH*.
*HIMMAH* merupakan lawan kata dari *SYAHWAT,* yang juga memiliki arti keinginan. Namun bila syahwat merupakan keinginan yang rendah, maka *HIMMAH* = adalah keinginan yang tinggi, keinginan Untuk *TAAT menuju MAKRIFATULLAH*
فَاَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوٰىهَاۖ
maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Q.S Asy-Syams [91] : 8
قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ
sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
Q.S Asy-Syams [91] : 9
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ
dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.
Q.S Asy-Syams [91] : 10
Jadi *TARGET dari HAWA NAFSU* ada *DUA* yaitu :
1. *SYAHWAT, : KEINGINAN DORONGAN HAWA NAFSU yang SANGAT KUAT, BERLEBIHAN dan TIDAK TERKENDALI, CENDERUNG MAKSIAT*.
Agar *HAWA NAFSU* Dalam *PERGERAKANYA DAPAT DIKENDALIKAN, DIATUR, TIDAK SEMAUNYA, MAKA DIPERLUKAN IMAN (SEBAGAI REM, TIDAK HANYA TERUS MENGGAS TERUS)*
وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan *MENAHAN* diri dari *KEINGINAN HAWA NAFSUNYA*
Q.S An-Nazi'at [79] : 40
2. *HIMMAH* Yaitu *KEINGINAN HAWA NAFSU, YANG SUDAH TERKENDALI, TENANG, DAMAI,UNTUK TAAT PADA ALLAH, YAITU NAFSU YANG TELAH ALLAH RAHMATI.*
وَمَآ اُبَرِّئُ نَفْسِيْۚ اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢبِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ اِنَّ رَبِّيْ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, *KECUALI NAFSU YANG DIBERI RAHMAT OLEH TUHANKU.* Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Q.S Yusuf [12] : 53
يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ
Hai jiwa yang tenang.
Q.S Al-Fajr [89] : 27
*HAWA NAFSU yang penuh KETENANGAN, KETENTRAMAN, KEPUASAN dan KEDAMAIAN, tidak pernah merasakan *KETAKUTAN dan KESEDIHAN* apapun situasi dan kondisi, *ANUGERAH atau MUSIBAH*
Jadi *HAWA NAFSU* Seperti Musuh dalam Selimut, dan menjadi *MUSUH BESAR MANUSIA* Karena ada padi diri manusia, sedangkan *DUNIA dan SYETAN* berada diluar diri manusia.
Rosulullah Sholullahi ‘alaihi wasallam sepulang dari salah satu peperangan: قَدِمْتُمْ خَيْرَ مَقْدَمٍ مِنَ الْجِهَادِ الْأَصْغَرِ إِلَى الْجِهَادِ الْأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا الْجِهَادُ الْأَكْبَرُ؟ قَالَ: مُجَاهَدَةُ الْعَبْدِ هَوَاهُ Artinya, “Kalian baru saja pulang dengan baik dari jihad kecil menuju jihad besar.” Pada sahabat bertanya, “Apa itu jihad besar?” Beliau menjawab, *“SEORANG HAMBA MEMERANGI HAWA NAFSUNYA"* (HR. al-Baihaqi).
Mudah mudah Allah, memberikan *PETUNJUK dan MENUNDUKKAN Hawa Nafsu, menjadi *NAFSU yang MUTHMA'NNAH, NAFSU YANG PENUH KETENANGAN DAN PERDAMAIAN, AMIN*.
Kesimpulannya :
1. Mau makan = *KEBUTUHAN*
2. Makan dimana = *KEINGINAN*
3. Siapa lagi yang mesti kumakan = *SYAHWAT*
*( ITULAH PARA KORUPTOR, TIDAK PERNAH PUAS, SUDAH PUNYA JABATAN, GAJI BESAR, FASILITAS BANYAK TETAP KORUPSI)*
Benar dari Allah, salah dari Alfaqir, yang Allah TUTUPI KESALAHAN, AMIN.
Jakarta, Minggu 12 Maret 2023.
PB. FORMULA
Tg. Drs. Dedi Hermanto